Terdaftar di KPP sendiri

advertisement
• Peningkatan jumlah Wajib Pajak terdaftar yang
telah mencapai 12.8 juta.
• Untuk mengantisipasi terjadinya antrian pada saat
penerimaan SPT Tahunan.
• Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan
memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak pada
saat pelaporan SPT Tahunan.
PERBEDAAN MENDASAR
TATA CARA LAMA
• SPT diterima setelah
dilakukan penelitian
kelengkapan
• SPT yang diterima
terbatas pada SPT
WP yang terdaftar di
KPP sendiri
TATA CARA BARU
• SPT diterima langsung
tanpa dilakukan
penelitian terlebih dahulu
• SPT yang diterima tidak
terbatas pada SPT WP
yang terdaftar di KPP
sendiri, tetapi juga SPT
WP yang terdaftar di KPP
lain
• SPT Tanpa amplop
• SPT diterima dalam
tertutup, kecuali
amplop tertutup.
melalui Pos/ekspedisi.
• SPT Tahunan dan e-SPT Tahunan dapat disampaikan oleh WP
melalui TPT/Mobil Pajak/Pojok Pajak/Drop Box di mana saja.
• SPT disampaikan dalam amplop tertutup, yang ditulis keterangan sbb:
–
–
–
–
–
Nama Wajib Pajak
NPWP
Tahun Pajak
Status SPT (Nihil/Kurang Bayar/Lebih Bayar)
Nomor Telepon
• KPP menyediakan amplop untuk WP yang tidak membawa amplop
• Petugas penerima SPT memberikan Tanda Terima yang telah
ditandatangani, diberi tanggal penerimaan SPT dan Cap/Stempel
KPP.
• Drop Box ditempatkan di KPP, pusat perbelanjaan, pusat bisnis, atau
tempat-tempat tertentu lain di wilayah kerjanya.
• SPT Tahunan yang dapat diterima melalui TPT/Mobil
Pajak/Pojok Pajak/Drop Box :
– SPT Tahunan PPh WP Badan;
• SPT Nihil
• SPT Kurang Bayar
• SPT Lebih Bayar
– SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi;
• SPT Nihil
• SPT Kurang Bayar
• SPT Lebih Bayar
– SPT Tahunan Pembetulan;
– Untuk SPT Tahunan PPh Pasal 21 Tahun Pajak 2008 , tata cara
penerimaan dan pengolahannya dipersamakan dengan prosedur
penerimaan dan pengolahan SPT PPh Tahunan sesuai Perdirjen Nomor
19/PJ/2009.
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH ………………….
KANTOR PELAYANAN PAJAK……….
TANDA TERIMA SPT
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH ………………….
KANTOR PELAYANAN PAJAK……….
TANDA TERIMA SPT
Nomor ……..
Nomor ……..
Tanggal,............................................
Tanggal,............................................
UNTUK DITEMPELKAN DI AMPLOP
........................................................
NIP.
UNTUK WAJIB PAJAK
........................................................
NIP.
Tanda Terima ini merupakan bukti penerimaan yang sah
sepanjang SPT telah diterima lengkap.
• KPP menerima SPT Tahunan WP melalui TPT/Mobil Pajak/Pojok
Pajak/Drop Box;
• Petugas Penerima SPT memberikan Tanda Terima yang telah
disiapkan kepada WP;
• Setiap hari petugas penerima SPT menyerahkan berkas SPT ke Kasi
Pelayanan. Proses serah terima dituangkan dalam Berita Acara Serah
Terima SPT;
• Merekam Tanda Terima dan informasi yang tertulis di amplop SPT
WP dan Mencetak Daftar Nominatif pada Aplikasi Pengawasan
Penerimaan SPT yang telah disiapkan oleh Direktorat TTKI;
• Memilah SPT Tahunan :
– Terdaftar di KPP sendiri; atau
– Terdaftar di KPP Lain
• Melakukan penelitian atas kelengkapan SPT Tahunan; Penelitian SPT
Tahunan dapat dilakukan oleh Tim atau Satgas yang dibentuk oleh
Kepala KPP;
• SPT Tahunan yang telah dinyatakan lengkap selanjutnya dilakukan
perekaman pada menu penerimaan SPT dan dicetakkan LPAD/BPS
(BPS tidak perlu dikirimkan ke WP. BPS dapat diberikan jika WP
meminta/ membutuhkan);
• SPT Tahunan yang telah mempunyai LPAD/BPS dibuatkan Register
Harian selanjutnya dikirim ke Seksi PDI untuk dilakukan perekaman
atas detail SPT.
• SPT Tahunan yang dinyatakan tidak lengkap dikirimkan ke masingmasing AR yang bersangkutan untuk dimintakan kelengkapan SPTnya, terhadap Wajib Pajak dikirimkan Surat Permintaan Kelengkapan
SPT;
• Setelah SPT Tahunan dilengkapi oleh WP, SPT Tahunan tersebut
dibuatkan LPAD/BPS dan selanjutnya dilakukan perekaman detail
SPT Tahunan;
• Apabila sampai batas waktu 30 hari sejak tanggal Surat Permintaan
Kelengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan telah terlampaui dan
Wajib Pajak belum menyampaikan kelengkapan SPT, maka AR
membuat dan mengirimkan Surat Pemberitahuan SPT Dianggap
Tidak Disampaikan;
• KPP melakukan penelitian atas kelengkapan SPT paling lama dalam
jangka waktu 2 (dua) bulan setelah SPT diterima, kecuali untuk SPT
Lebih Bayar (LB) dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas)
hari kerja.
• Melakukan perekaman detail SPT Tahunan yang telah diterima
lengkap;
• Sebelum dilakukan perekaman, SPT Tahunan yang wajib
melampirkan Laporan Keuangan dibuatkan Transkrip Kutipan Elemenelemen dari Laporan Keuangan Wajib Pajak;
• Jangka waktu perekaman SPT ditetapkan paling lambat 1 (satu) bulan
sejak SPT Lebih Bayar (LB) diterima lengkap atau 3 (tiga) bulan sejak
SPT Kurang Bayar (KB)/Nihil (N) diterima lengkap.
• Membuat Surat Pengantar Pengiriman berkas SPT
Tahunan ke KPP dimana WP terdaftar;
• Mengirimkan Surat Pengantar Pengiriman, Daftar
Nominatif dan berkas SPT Tahunan ke KPP dimana WP
Terdaftar;
• Jangka waktu pengiriman paling lambat 10 (sepuluh) hari,
kecuali untuk SPT Lebih Bayar (LB) paling lambat dalam
jangka waktu 3 (tiga) hari sejak SPT diterima;
Terhitung sejak diterima di TPT/MP/PP/DB
3 hari
10 hari
14 hari kerja
2 bulan
Pengiriman LB
Pengiriman N/KB
Penelitian Kelengkapan SPT LB
Penelitian Kelengkapan SPT N/KB
1. PEREKAMAN
TERHITUNG SEJAK DITERIMA LENGKAP
1 BULAN
SPT LB
3 BULAN
SPT KB dan NIHIL
2. PEMBERITAHUAN SPT DIANGGAP TIDAK DITERIMA
TERHITUNG SEJAK TANGGAL PERMINTAAN KELENGKAPAN
30 HARI
Apabila WP tidak menyampaikan kelengkapan yang diminta
dalam jangka waktu 30 hari, maka SPT Tahunan Dianggap Tidak
Diterima
PERATURAN – PERATURAN
BARU 2009
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
43/PMK.03/2009
Peraturan Menteri Keuangan ttg PPh pasal 21
Ditanggung Pemerintah a/ penghasilan pekerja
pada kategori usaha tertentu
Per-31/PJ/2009 tgl 25 Mei 2009
• Pedoman teknis cara pemotongan,
penyetoran, pelaporan PPh pasal 21/26
• Berlaku surut mulai 1 Januari 2009
Pesangon, uang manfaat pensiun
Download