rangkaian seri paralel

advertisement
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM
FISIKA DASAR II
“RANGKAIAN SERI PARALEL”
Tanggal Pengumpulan
: 22 Maret 2016
Tanggal Praktikum
: 15 Maret 2016
Waktu Praktikum
: 13.30-16.00 WIB
Nama
: Annisa Febriana
NIM
: 11150163000073
Kelompok/Kloter
: 4 (Empat)/2 (Dua)
Nama Anggota
:
1. Nia (11150163000073)
Kelas
: Pendidikan Fisika 2 B
LABORATORIUM FISIKA DASAR
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2016
RANGKAIAN SERI DAN PARALEL
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1.
2.
3.
4.
Mempelajari rangkaian seri dan paralel pada resistor
Dapat merangkai resistor secara seri dan paralel
Mengetahui cara mencari nilai resistor yang tidak diketahui
Membandingkan nilai arus yang melewati resistor secara teori dan praktik
B. LANDASAN TEORI
Untuk menghasilkan arus listrik pada rangkaian dibutuhkan beda potensial. Cara
untuk menghasilkan beda potensial adalah dengan baterai. Georg Simon Ohm (17871854) menentukan dengan eksperimen bahwa arus pada ujung kawat logam sebanding
dengan beda potensial V yang diberikan ke ujung-ujungnya: I ∞ V. Beda potensial listrik
yang lebih besar, atau tegangan, menyebabkan lairan arus listrik menjadi lebih besar
(Sutrisno. 2009: 146).
Untuk sebuah rangkaian seri yang terdiri atas dua resistor, arusnya sama besar
pada kedua resistor tersebut karena jumlah muatan yang melewati R1pasti juga melewati
R2 dalam selang waktu yang sama. Beda potensial yang berlaku pada rangkaian resistor
seri akan bercabang diantara resistor-resistor yang ada(Serway, 2010: 402).
ΔV = IRekuivalen = I (R1 + R2)
Rekuivalen= R1 + R2
Hambatan Rekuivalenadalah ekuivalen dengan gabungan seri dari R1 + R2, dengan
syarat arus rangkaian yang tidak berubah ketika Rekuivalen menggantikan R1 + R2.
Hambatan yang ekuivalen dari tiga resistor atau lebih dalam rangkaian seri
adalah :
Rekuivalen = R1 + R2 + R3 + ...
Besar aliran arus pada kawat tidak hanya bergantung pada tegangan, tetapi juga
pada hambatan yang diberikan kawat terhadap aliran elektron. Elektron-elektron
diperlambat karena adanya interaksi dengan atom-atom kawat. Makin tinggi hambatan
ini, makin kecil arus untuk suatu tegangan V. Kita kemudian mendefinisikan hambatan
sehingga arus berbanding terbalik dengan hambatan. Ketika kita gabungkan hal ini dan
kesebandingan di atas, didapatkan:
I = V/R
dimana R adalah hambatan kawat, V adalah beda potensial yang melintasi alat
tersebut, dan I adalah arus yang mengalir padanya (Sutrisno, 2009: 147).
Hubungan ini menunjukan bahwa hambatan ekuivalen dari rangkaian resistor
yang dihubungkan seri adalah penjumlahan dari masing-masing resistor dan selalu lebih
besar daripada masing-masing resistornya(Serway, 2010: 403).
Selain itu, rangkaian elektronika secara paralel juga memiliki ciri apabila
terjadinya putus arus pada salah satu pada cabang tahanan maka arus yang terputus
hanya akan terjadi pada rangkaian cbang tersebut dan rangkaian pada cabang yang lain
akan tetap bekerja dan tak akan terganggu atau terpengaruhi oleh cabang rangkaian yang
terputus tersebut. tegangan ditiap-tiap beban listrik memiliki tegangan yang sama dengan
tegangan dari sumber (Andi. 2014).
Banyak rangkaianmengandung lebih dari satu hambatan (tahanan). Tahanantahanan tersebut dapat dihubungkan dengan cara: 1) seri (dua penahan dihubungkan
deret). 2) paralel (sejajar) atau tiga tahanan dihubungkan sejajar. 3) gabungan antara seri
dan paralel. Dalam hubungan seri, arus yang melalui tahanan-tahanan mempunyai kuat
arus yang sama. Jumlah tegangan antara tahanan jumlah dari tegangan masing-masing.
Sedangkan dalam hubungan paralel, tegangan tegangan pada tiap-tiap tahanan sama
besarnya dan jumlah arus yang diberikan oleh sumber tenaga sama dengan jumlah arus
melalui tahanan masing-masing (Daryanto, 2000: 23-26).
C. ALAT DAN BAHAN
No
1
Gambar
Nama Alat dan Bahan
6 buah resistor, terdiri dari:
- 2 buah resistor yang diketahui nilainya
- 4 buah resistor yang tidak diketahui
nilainya
2
Catudaya
3
Project board
4
Multimeter analog
5
Kabel penghubung
6
Jumper
D. LANGKAH PERCOBAAN
No Gambar
1
Langkah Percobaan
Rangkai dua buah resistor berwarna yang
telah diketahui nilai hambatannya pada
project board dan hubungkan dengan
catudaya menggunakan kabel
penghubung
Atur tegangan pada catudaya
2
3
Lakukan pengenolan pada multimeter
analog
4
Ukur arus listrik pada masing-masing
resistor yang disusun seri
5
Ukur tegangan pada masing-masing
resistor yang disusun seri
6
Rangkai dua buah resistor berwarna yang
telah diketahui nilai hambatannya secara
parlel dan hubungan ke catudaya dengan
memberikan jumper pada masing-masing
ujung rangkaian
7
Ukur tegangan pada masing-masing
resistor yang disusun secara paralel
8
Ukur arus listrik pada masing-masing
resistor yang disusun paralel
Ukur hambatan pada keempat resistor
yang tidak diketahui nilainya dengan
menggunakan multimeter analog, susun
keempat resistor secara seri diparalelkan
dan hubungan ke catudaya dengan
memberikan jumper pada masing-masing
ujung rangkaian
Ukur tegangan pada masing-masing
resistor
9
10
Ukur arus listrik pada masing –masing
resistor
11
E. DATA PRAKTIKUM
I.
Rangkaian seri dan pararel
a) Menentukan nilai resistansi resistor
Gelang warna
Resisitor
1
2
3
1
coklat
hitam
coklat
emas
Resistor
dengan
kode warna
10x10¹±5%
2
merah
merah
coklat
emas
22x10¹±5%
b) Rangkaian seri
R total
I1
0,01
Arus
I2
0,01
c) Rangkaian pararel
R total
I1
68,75
0,04
Arus
I2
0,015
32x10¹
I3
0,01
I3
0,055
4
V1
1,4
Tegangan
V2
3
V3
4,4
V1
4,2
Tegangan
V2
4,2
V3
4,2
II.
Rangakaian seri dipararelkan
Resistor
1
2
3
4
R total
I1
108,71 0,025
ohm
I2
0,01
Arus
I3
0,015
Resistor dengan multimeter
95 ohm
220 ohm
175 ohm
60 ohm
I4
0,03
F. PENGOLAHAN DATA
A. Resistor dirangkai secara seri
1) Nilai resistor pengganti
Rp = R1 + R2
= 100 ohm + 220 ohm
= 320 ohm
2) Nilai arus total
Itotal = I1=I2= 0,01 A
3) Nilai arus dengan multimeter analog
10
𝐼1 =
× 0,25 = 0,01 𝐴
250
10
𝐼2 =
× 0,25 = 0,01𝐴
250
4) Nilai arus dengan teori
𝑉
4
𝐼= =
= 0,0125𝐴
𝑅 320
5) Tegangan
35
𝑉1 =
𝑋10 = 1,4 𝑉
250
75
𝑉2 =
𝑋10 = 3 𝑉
250
𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 1,4𝑣 + 3𝑣 = 4,4𝑣
B. Resistor yang dirangkai secara pararel
1) Nilai resistor pengganti
1
1
1
=
+
𝑅𝑝 𝑅1 𝑅2
1
1
1
=
+
𝑅𝑝 100 220
1
2,2 + 1
=
𝑅𝑝
220
1
3,2
=
𝑅𝑝 220
Itot
0,04
V1
2,4
Tegangan
V2
V3
V4
1,8
2,4
1,8
Vtot
4,2
220
= 68,75Ω
3,2
2) Nilai arus total
I total = I1+I2
= 0,04 + 0,015
= 0,055 A
3) Nilai arus dengan multimeter analog
40
𝐼1 =
𝑋0,25 = 0,04𝐴
250
15
𝐼2 =
𝑋0,25 = 0,015𝐴
250
4) Nilai arus dengan teori
𝑉
4
𝐼= =
= 0,058𝐴
𝑅 68,75
5) Tegangan
105
𝑉1 =
𝑋10 = 4,2 𝑉
250
105
𝑉2 =
𝑋10 = 4,2𝑉
250
𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑉1 = 𝑉2 = 4,2𝑉
𝑅𝑝 =
C. Resistor dirangkai secara seri dipararelkan
1. Nilai resistor penggati
1
1
1
=
+
𝑅𝑝13 𝑅1 𝑅3
1
1
1
=
+
𝑅𝑝13 95 175
1
175 + 95
=
𝑅𝑝13
16625
1
270
=
𝑅𝑝13 16625
16625
𝑅𝑝13 =
= 61,57Ω
270
1
1
1
=
+
𝑅𝑝24 𝑅2 𝑅4
1
1
1
=
+
𝑅𝑝24 220 60
1
60 + 220
=
𝑅𝑝24
13200
1
280
=
𝑅𝑝24 13200
13200
𝑅𝑝24 =
= 47,41Ω
280
Rp total= Rp13 + Rp24
= 61,57Ω + 47,41Ω
= 108,71Ω
2.
3.
4.
5.
Nilai arus total
I13 = I1 + I3
= 0,025A + 0,015A
= 0,04
I24 = I2 + I4
= 0,01A + 0,03A
= 0,04A
Nilai arus dengan multimeter analog
25
𝐼1 =
𝑋0,25 = 0,025𝐴
250
10
𝐼2 =
𝑋0,25 = 0,01𝐴
250
15
𝐼3 =
𝑋0,25 = 0,015𝐴
250
30
𝐼4 =
𝑋0,25 = 0,03𝐴
250
Nilai arus dengan teori
𝑉
4
𝐼= =
= 0,036𝐴
𝑅 108,71
Tegangan
60
𝑉1 =
𝑋10 = 2,4𝑉
250
45
𝑉2 =
𝑋10 = 1,8𝑉
250
60
𝑉3 =
𝑋10 = 2,4𝑉
250
45
𝑉4 =
𝑋10 = 1,8𝑉
250
𝑉13 = 𝑉1 = 𝑉3 = 2,4 𝑉
𝑉24 = 𝑉2 = 𝑉4 = 1,8𝑉
𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑉13 + 𝑉24 = 2,4 𝑉 + 1,8𝑉 = 4,2𝑉
G. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini kita memcobaa untuk memahami bagaimana menggunakan
multimeter dan juga mengetaahui cara menghitung resistor secara teori maupun secara
multimeter analog. Untuk mendaapatkan hasil dari multimeter kitaa harus menggunakan
rumus JP/SM x BU. JP: jarum penunjuk, SM: skala maksiumum dan BU: Batas ukur.
Hukum yang digunakan yaitu hukum ohm. Kaaarena hukum ohm tersebut berbunyi
bahwa besarnyaa aarus yaang mengaalir berbanding terbalik dengan haambaatan. Lalu
setelah kitaaa memperoleh perhitungan tegangan dan arus dimasukan ke rumus V: IR
jika menggunakan teori resistor disusun seri, paralel, dan seri paralel.
H. TUGAS PASCA PRAKTIKUM
1. Jelaskan kelebihan dari rangkaian seri dan rangkaian seri paralel, jika diterapkan
pada komponen-komponen dibawah ini:
- Baterai sebagai sumber daya
- Resistor
- Lampu atau LED
- Kapasitor
Jawab:
-
Kelebihan apabila baterai sebagai sumber daya dirangkai seri adalah akan
meningkatkan tegangan (Voltage) output baterai sedangkan curren/arus listrik
(Ampere) akan tetap sama, lebih menghemat daya yang dikeluarkan pada baterai,
pengerjaan yang singkat, dan tidak memerlukan banyak penyambung jalur
sehingga hemat kabel dan saklar (hemat daya).
Kelebihan apabila baterai sebagai sumber daya dirangkai seri paralel adalah jika
salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi
sebagaimana mestinya.
- Kelebihan apabila resistor dirangkai seri adalah dapat digunakan untuk membagi
tegangan.
Kelebihan apabila resistor dirangkai seri paralel adalah terjadinya proses
pembagian arus dan tegangan listrik.
- Kelebihan apabila lampu dirangkai seri adalah tidak memerlukan banyak
penyambung jalur sehingga hemat kabel dan saklar (hemat biaya).
Kelebihan apabila lampu disusun seri paralel adalah apabila satu komponen/lampu
rusak atau mati maka lampu lainnya masih menyala.
- Kelebihan apabila kapasitor dirangkai seri adalah bila ditinjau dari hambatan maka
akan menghasilkan hambatan yang bernilai besar (biasanya digunakan pada alat
elektronik tertentu).
Kelebihan apabila kapasitor dirangkai seri paralel adalah memiliki kapasitas
menyimpan arus yang lebih besar dari nilai satuan masing-masing kapasitas.
2. Jelaskan kerugian dari rangkaian seri dan seri paralel! Sertakan solusinya!
Jawab:
- Kerugian rangkaian seri adalah pada saat satu komponen mati yang lain juga akan
mati, dan tidak berfungsi selayaknya seperti biasa.
- Kerugian rangkain seri paralel adalah boros kabel dan saklar kurang hemat biaya
untuk kabel.
3. Rancanglah sebuah alat yang menggunakan penerapan dari rangkaian seri, paralel,
dan seri paralel!
Jawab:
- Rangkaian seri kita temukan pada baterai senter
-
Rangkaian paralel bisa kita temukan pada lampu penerang di pinggir jalan, itu
bertujuan agar apabila salah satu lampu mati, maka lampu yang lain akan tetap
nyala.
4. Jelaskan analisis kamu tentang burung yang bertengger pada kabel listrik tetapi tidak
mengalami gejala kesetrum dan adakah hubungannya dengan materi yang sudah
kalian praktikumkan!
Jawab:
Listrik mengalir dari tegangan tinggi ke tegangan rendah. Bumi atau tanah memiliki
tegangan rendah, maka listrik selalu mengalir ke Bumi dari sumber tegangan melalui
konduktor. Burung hanya menginjak salah satu kabel dari kawat listrik dan tidak
menyebabkan perbedaan potensial pada kabel listrik tersebut sehingga tidak terjadi
aliran listrik yang menyetrum burung. Kalau sampai burung tanpa sengaja mengnjak
dua kabel, yaitu kabel bertegangan dengan kabel netral, burung tersebut juga akan
kesetrum. Selain itu, burung juga tidak menyentuh tanah, sehingga listrik dari kabel
bertegangan tinggi tidak mengalir ke Bumi yang bertegangan rendah.
5. Buatlah kesimpulan yang kamu dapatkan dari hasil praktikum dan bandingkan
kebenarannya dengan teori yang ada!
Jawab:
Kesimpulan dari hasil praktikum tersebut adalah bila resistor diragkai seri, maka nilai
hambatan akan lebih besar dari hambatan terbesar yang ada di dalam rangkaian.
Sementara itu, bila resistor dirangkai secara paralel, maka nilai hambatan totalnya
akan lebih kecil dari hambatan resistor terkecil yang ada di dalam rangkaian. Hasil
pengukuran tidak setepat/pas dengan perhitungan karena dipengaruhi nilai toleransi
resistor. Kemudian, pada praktikum ini juga telah berhasil membuktikan secara
langsung hukum I Kirchoff yang berbunyi, “suatu titik percabangan, jumlah arus
yang masuk sama dengan jumlah arus yang keluar titik tersebut”. kemudian, hukum
II Kirchoff berbunyi, “suatu rangkaian tertutup, jumlah aljabar tegangan dan
penurunan potensial sama dengan nol”.
I.
KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:
1. Apabila resistor dirangkai paralel maka nilai total hambatan akan lebih kecil dari nilai
hambatan terkecil yang ada dirangkaian, sedangkan tegangan yang mengalir pada
setiap resistor adalah sama pada setiap resistor.
2. Apabila resistor dirangkai seri maka nilai hambatam akan lebih besar dari hambatan
terbesar yang ada dirangkaian, sedangkan arus yang mengalir pada setiap resistor
adalah sama pada setiap resistor.
3. Nilai arus yang melewati resistor secara teori dan praktik hampir sama, namun ada
sedikit perbedaan karena resistor memiliki nilai
4. Untuk mengetahui nilai hambatan yang tidak diketahui nilainya (tidak ada gelang
warna) maka kita dapat mencarinya menggunakan multimeter analog.
J.
KOMENTAR
1. Praktikan harus benar-benar mengerti rangkaian dan cara merangkai yang akan
dipraktikan.
2. Praktikan harus sangat berhati-hati dalam melakukan percobaan karena berkaitan
dengan listrik.
3. Komunikasi antara anggota kelompok harus sangat baik.
K. DAFTAR PUSTAKA
Darryanto. 2000. Teknik Elektronika. Malang: PT. Bumi Aksara.
Serway, Raymond A. Dan John W. Jewett. 2010. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta:
Salemba Teknika.
Sutrisno dan Arif Tjahjono. 2009. Fisika Dasar II. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN
Jakarta.
Andi. 2014. Pengertian Rangkain Listrik Seri dan Paralel. Diambil dari
http://skemaku.com/pengertian-rangkaian-listrik-seri-dan-paralel/diakses
pada 08 Maret 2016 pukul 18.48 WIB.
Download