BABll TINJAUAN DAN LANDASAN TEORI ll.l Tinjauan Umum ll.l.l

advertisement
BABll
TINJAUAN DAN LANDASAN TEORI
ll.l Tinjauan Umum
ll.l.l Pengertian Hotel
Dalam www.WordPress.com dijabarkan bahwa, Hotel berasal dari kata
hostel, konon diambil dari bahasa Prancis kuno. Bangunan public ini sudah
disebut-sebut
sejak
akhir
abad
ke-17.
Makanya
kira-kira,
"tempat
penampungan buat pendaang" atau bisa juga "banguan penyedia pondokan
dan makanan untuk mum", jadi, pada mulanya hotel memang diciptakan
untuk meladeni masyarakat.
Secara harfiah, kata hotel dulunya berasal dari kata HOSPITIUM
(bahasa Latin), artinya ruang tamu. Dalam jangka waktu lama kata hospitium
mengalarni proses perubahan pengertian dan untuk membedakan antara Guest
House dengan Mansion House (rumah besar) yang berkembang pada saat itu,
maka rumah-rumah besar disebut dengan HOSTEL. Rumah-rumah besar atau
hostel ini disewakan kepada masyarakat umum untuk menginap dan
beristirahat
sementara waktu, yang
selama menginap para penginap
dikoordinir oleg seorang host, semuatamu-tamu yang (selama) menginap
8
3.
Pengertian Hotel menurut Webster
"Hotel adalah suautu bangunana atau suatu lembaga yang menyediakan
kamar untuk menginap, makan dan minum serta pelayanan lainnya untuk
umum."
4.
Pengertian Hotel menurut Hotel Proprietors Act dalam Sulastiyono
(2004:5)
"Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan
menyediakan pelayanan makanan, minumanan, dan fasilitas kamar untuk
tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan peljalanan dan mampu
membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang
diterima tanpa adanya peljanjian khusus."
5.
Pengertian Hotel menurut Keputusan Walikota Semarang Nomor : 065 I
03 I 04 : "Hotel adalah suatu usaha yang menyediakan sebagaian atau
seluruh bangunan untuk keperluan jasa akomodasi dan fasilitas lain yang
dibutuhkan."
Dalam masalah akomodasi, hotel merupakan salah satu jenis akomodasi
yang paling banyak di dunia terbukti jumlah kamar yang terbanyak dari semua
jenis akomodasi adalah disediakan oleh hotel.
Ada dua definisi mengenai hotel, yang satu definisi hotel secara
intemasional,
sedangkan yang satu lagi dikeluarkan oleh Menparpostel
dengan SK-nya.
12
De:finisi hotel menurut buku Managing Front Office Operations dari
AHMA (American Hotel & Motel Association) yang ditulis oleh Charles E.
Steadmon dan Michael L. Kasavana (tahun 1991, pada halaman 4) disebutkan
sebagai berikut:
A hotel may be defined as an establishment whose primary business
is providing lodging facilities for the general public and which
fUrnishes one or more of the following services: food and beverage
service, room attendant service, uniformed service, laundering of
linens, and use of fUrniture and fixtures.
Yang dapat diartikan sebagai berikut:
Hotel dapat didefinisikan sebagai scbuah bangunan yang dikelola
secara komersial dengan memberikanfasilitas penginapan utuuk
umum dengan fasilitas pelayanan sebagai berikut: pelayanan makan
dan minum, pelayanan kamar, pelayanan barang bawaan, pencucian
pakaian dan dapat menggunakan fasilitas perabotan dan menikmati
hiasan-hiasan yang ada di dalamnya.
Sedangkan de:finisi hotel menurut SK Menparpostel Nornon KM
34/HK 103/MPPT-87, adalah sebagai berikut:
Hotel adalah suatu Jerns akornodasi yang rnernpergunakan sebagian atau
seluruh bangunan untuk rnenyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan
rninurn serta jasa lainnya bagi urnurn, yang dikelola secara kornersial serta
11
memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan di dalarn keputusan
pemerintah.
Menurut Kasavana & Brooks (1995), hotel dapat diartikan sebagai
suatu usaha bisnis yang menyediakan fasilits penginapan untuk masyarakat
umum, dengan menyertakan beberapa layanan, seperti : layanan food and
beverage, layanan housekeeping, concierge, laundry, serta penggunaan
perabot. Menurut Badan Pusat Statistik (2005), hotel adalah suatu usaha yang
menggunakan bangunan atau sebagaian bangunan yang disediakan secara
khusus, untuk setiap orang dapat menginap, makan, memperoleh pelayanan,
dn mengunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran. Ciri khusus dri hotel
adalah mempunyai restoran yang dikelola langsung dibawah menajemen hotel
tersebut. Dewasa ini beberapa hotel sudah memperhatikan dan membidik
beberapa segmen pasar sekaligus seperti family, senior market, dan business
travelers.
12
ll.1.2 Hotel Bintang
Hotel bintang adalah usaha yang menggunakan suatu bangunan atau
sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dan setiap orang dapat
menginap, makan, serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan
pembayaran dan telah memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti
yang telah ditentukan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Diparda). Ciri khusus
dari hotel adalah mempunyai restoran yang berada di bawah manajemen hotel
tersebut. Sistem klasifikasi bintang adalah cara paling akurat agar Anda
mengetahui mutu dan kualitas dari sebuah hotel. Semakin banyak bintang
yang diberikan artinya menunjukkan hotel tersebut sangat mewah. Perlu
diketahui, pemberian rating untuk hotel tidak hanya berdasarkan besar dan
luasnya bangunan. Fasilitas yang obyektif dan jasa yang disediakan oleh
masing-masing hotel menajdi variabel yang akan dinilai.
Untuk hotel berbintang, kriteria penggolongannya didasarkan pada
persyaratan dasar dan penilaian teknis oprasional. Persyaratan Dasar :
Perijinan (persetujuan Prinsip, Ijin Usaha). Persyaratan Teknis : Unsur Fisik,
Unsur Pengelolaan, Unsur Pelayanan. Penetapan penilaian golongan kelas
hotel bintang dilakukan dengan penggabungan dari nilai persyaratan dasar dan
persyaratan teknis. Penilaian penggolongan Hotel Bintang dilaksanakan oleh
PHRI. Ringkasan berikut memberikan gambaran kategorikan sebuah hotel
berbintang:
13
Bintang satu :
• Merupakan sebuah hotel kecil yang dikelola serta dioperasikan yang
biasanya oleh perniliknya langsung. Suasana di dalam sangat pribadi
dengan akomodasi sangat standar.
• Mayoritas staf melayani makan sehari-hari seperti sarapan, makan siang,
dan malam. Namun hanya khusus sarapan pagi, bisa mendapatkannya
gratis. Sarapan sendiri juga ada dua pilihan, disajikan di ruang makn hotel
atau hnya di kamar tidur.
•
Lokasi untuk hotel bintang satu biasanya terletak di kawasan yang
ramai dan merniliki transportasi umum yang dekat serta hiburan dengan
harga yang masuk aka!.
•
Untuk
kualitas
kebersihan,
pemeliharaan,
perhotelan,
fasilitas
dan
pelayanan sangat minimum.
Bintang dua :
•
Hotel dengan klasifikasi bintang dua ini umumnya bagin dari sebuah
rantai yang menawarkan kualitas yang konsisten dengn fasilitas terbatas.
•
Meskipun ukuran kamar kecil atau menengah, namun berbeda dengn
bintang satu, kamar memiliki telepon dan televisi. Tidak akan ada
kemudahan akses pelayanan restoran dari kamar, namun mereka memiliki
sebuah restoran kecil di lokasi hotel.
14
•
Layanan sopan, tempat tidur terpelihara dengan baik serta adanya sarapan
dengan tingkatan perawatan yang teijamin baik.
•
Restoran atau ruang makan sehari-hari melayani sarapan hingga makan di
tengah malam.
Bintang tiga :
•
Biasanya berlokasi dekat tol, pusat bisnis dan atau daerah perbelanjaan,
hotel ini menawarkan layanan terbaik, kamar yang luas dan lobi yang
penuh dekorasi.
•
Semua kamar dan restoran atau ruang makan terbuka kepada penduduk
sekitar dan yang merupakan pelancong. Semua furniture baik di dalam
kamar maupun di luar menggunakan kualitas terbaik.
•
Para staf yang bertugas terlihat rapi dan professional.
•
Restoran biasanya menawarkan hidangan diatas rata-rata pada saat
sarapan, makan siang dan makan malam. Makanan yang disajikan saat
sarapan benar-benar barn dimasak saat akan disantap.
•
Fasilitasnya terdiri dari valet parking, housekeeping, sebuah pusat
kebugaran dan kolam renang ukuran kecil.
Bintang empat :
•
Para staf di bintang hotel empat akan lebih profesional menanggapi
kebutuhan atau permintaan Anda, dan umumnya mereka sudah diberikan
15
pengarahan dapat memberikan informasi mengenai pariwisata di sekitar
hotel.
•
Restoran atau ruang makan terbuka untuk penduduk sekitar dan yang
bukan penduduk asli.
•
Kamar di hotel berbintang empat mulai sudah dibagi sesuai fasilitas yang
akan didapatkan. Seluruh kamar hotel yang disediakan memiliki kamar
mandi pribadi di dalanmya.
•
Tempat tidur dan furniture yang tersedia di hotel berkualitas tinggi.
•
Saat sarapan, akan ditawarkan pilihan yang lebih beragam dari bahan­
bahan segar untuk dimasak dan disajikan dengan tingkat perawatan yang
cukup tinggi.
•
Bangunan hotel cukup besar dengan layanan terkemuka. Biasanya akan
ada hotel lain yang dengan kaliber yang sama berkumpul di dekatnya, serta
pusat perbelanjaan, restoran dan hiburan.
•
Pelayanan kamar berada di atas rata-rata, seperti restoran, housekeeping,
valet parking, pusat kebugaran dan seorang concierge yang selalu siap
berada di pintu utama.
Bintang lima :
• Hotel ini menawarkan akomodasi termewah dengan berbagai fasilitas
tambahan dan layanan multibahasa yang tersedia
16
• Para tamu akan disambut di pintu masuk hotel, diberikan welcome drink
dan daftar anggur yang bisa dipilih untuk Anda minum saat berada di
dalam kamar.
• Kesadaran akan kebutuhan para tamu menjadi prinsip nomor satu untuk
hotel bintang lima. Semua kamar tidur memiliki kamar mandi pribadi. \
• Tempat tidur dan perabot lainnya di dalam kamar merupakan kualitas no I.
Selain itu tiap kamar dilengkapi dengan linen kualitas, VCR, CD stereo,
bak mandi jacuzzi dan ruangan video.
• Ada beberapa restoran di lokasi dengan ruangan luas, menu gourmet dan
layanan antar ke kamar selama 24 jam dalam seminggu.
• Semua pilihan menu makanan, termasuk saat sarapan menggunakan bahan­
bahan berkualitas tinggi dan segar.
• Fasilitas lainnya ada sebuah pusat kebugaran, valet parking, dan service
dari concierge dengan pengalaman matang.
Dari hasil penjabaran klasifikasi hotel berbintang satu sampai hotel
berbintang 5 maka untuk mendesain City Hotel ini jatuh pada hotel dengan
bintang 3. Adapun alasan pemilihan hotel berbintang tiga adalah sebagai
berikut:
I. Lokasi tapak .dekat dengan pusat transportasi dan pusat perbelanjaan
yang sama dengan kriteria hotel bintang tiga.
17
2. Hotel dapat digunakan oleh semua orang dari tingkat bawah, tingkat
menengah, dan tingkat atas, sesuai dengan kebutuhan fasilitas yang
diinginkan dari masing-masing pengunjung hotel.
11.1.3 Klasifikasi Hotel
Kriteria klasifikasi hotel di Indonesia secara resmi dikeluarkan oleh
peraturan pemerintah, dalam hal ini di bawah Deparpostel dan dibuat oleh
Dirjen Pariwisata dengan SK: Kep-22/UNV 78.
Untuk mengklasiftkasikan sebuah hotel dapat ditinjau dari berbagai
faktor yang satu sama lain ada kaitannya. Faktor-faktor pengklasifikasian
hotel tersebut, antara lain faktor tingkatan atau bintang dari hotel, faktor
tujuan pemakaian, faktor lokasi hotel, faktor daya jual dan perencanaan
penggunaan (hotel plan usage), faktor jumlah kamarnya, faktor ukuran hotel,
faktor lamanya tamu menginap, faktor kegiatan tamu selama menginap, faktor
jenis tamu yang menginap dan departemen dalam hotel. Adapun keterangan
dari faktor-faktor tersebut di atas adalah sebagai berikut:
2. Faktor tingkatan atau bintang dari hotel
Tingkatan atau kelas hotel dibedakan atas tanda bintang (*).
Semakin banyak jumlah bintang maka persyaratan, fasilitas
dan
18
pelayanan (service) yang dituntut semakin banyak: dan baik. Kriteria
klasifikasi hotel berdasarkan bintang adalah sebagai berikut:
1. Hotel berbintang satu (*).
Minimal mempunyai 10 kamar terdiri dari 9 kamar ganda dengan luas
minimal20 m2 dan 1 kamar tunggal dengan luas minimal14 m2•
2. Hotel berbintang dua (**).
Minimal mempunyai 15 kamar terdiri dari 13 kamar ganda dengan
luas minimal20 m2 dan 2 kamar tunggal dengan luas minimal16 m2•
3.
Hotel betbintang tiga (***).
Minimal mempunyai 30 kamar terdiri dri 27 kamar ganda dengan
luas minimal24 m2 dan 3 kamar tunggal dengan luas minimallS m2•
4.
Hotel berbintang empat (****).
Minimal mempunyai 50 kamar terdiri dri 47 kamar ganda dengan
luas minimal24 m2 dan 3 kamar tunggal dengan luas minimallS m2•
5.
Hotel berbintang lima(*****).
Minimal mempunyai 100 kamar terdiri dari S6 karnar ganda dengan
luas minimal 26 m2 dan 10 kamar tunggal dengan luas minimal 20
m2, dan 4 kamar snite.
Khusus untuk hotel berbintang lima mempunyai tingkatan, yaitu
Palm, Bronze dan Diamond.
19
2. Faktor tujuan pemakaian hotel selama menginap
Klasifikasi hotel berdasarkan faktor tujuan pemakaian selama
menginap, dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
•
Business hotel
Hotel yang banyak digunakan oleh para usahawan. Hotel rm
memiliki fasilitas yang lengkap untuk para businessman.
•
Recreational hotel
Hotel yang dibuat dengan tujuan untuk orang-orang yang akan santai
atau berekreasi.
3. Klasifikasi hotel berdasarkan faktor lokasinya
Klasifikasi hotel berdasarkan lokasinya, dapat dibagi menjadi lima
bagian, yaitu:
•
City hotel
City hotel adalah hotel yang terletak di dalam kota, di mana sebagian
besar tamunya yang menginap melakukan kegiatan business.
•
Resort hotel
Resort hotel adalah hotel yang terletak di kawasan wisata, dimana
sebagian besar tamu yang menginap tidak melakukan kegiatan usaha
Macam-macam resort hotel berdasarkan lokasi antara lain:
a. Mountain hotel (hotel yang berada di pegunungan).
20
b. Beach hotel (hotel yang berada di pinggir pantai).
c. Lake hotel (hotel berada di tepi danau).
d. Hill hotel (hotel yang berada di puncak bukit).
e. Forest hotel (hotel berada di kawasan hutan lindung).
•
Suburb hotel
Suburb hotel adalah hotel yang lokasinya di pinggiran kota, yang
merupakan kota satelit yakni pertemuan antara dua kotamadya.
•
Urban hotel
Urban hotel adalah hotel yang berlokasi di pedesaan dan jauh dari
kota besar atau hotel yang terletak di daerah perkotaan yang baru
yang tadinya hanya berupa desa
•
Airport hotel
Airport hotel adalah hotel yang berada dalam satu kompleks
bangunan atau area pelabuhan udara atau di sekitar bandar udara.
21
4. Klasifikasi hotel berdasarkan faktor daya jual dan perencanaan
penjualan (hotelplan usage)
Hotel plan usage adalah suatu sistem penjualan harga kamar mana
harga kamar yang dijual hanya berupa harga kamar saja atau merupakan
sistem harga paket.
Beberapa macam hotel plan usage, antara lain:
•
European plan
Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa kamar hanya untuk harga
kamar saja. Keistimewaan dari European plan, antara lain:
a. Praktis banyak digunakan di hotel-hotel.
b. Memudahkan sistem billing (pembayaran pada saat checkout).
c. Semua sistem pemasaran kamar kebanyakan menggunakan sistem
ini.
•
American plan
Sistem perencanaan harga kamar di mana harga yang dibayarkan
sudah termasuk harga kamar itu sendiri ditambah dengan harga
makan (meals). American plan dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Full American Plan (FAP), yaitu harga kamar sudah termasuk
dengan tiga kali makan sehari (makan pagi, makan siang, dan
makan malam).
22
b. Modified American Plan (MAP), yaitu harga kamar sudah
termasuk dengau dua kali makau, di maua salah satu diautarauya
harus makau pagi (brealifast), seperti:
- kamar + makau pagi + makau siaug,
- kamar + makau pagi + makau malam.
•
Continental plan
Continental plan adalah perencauaau harga kamar di maua harga
kamar tersebut sudah termasuk dengau continental brealifast.
•
Bermuda plan
Bermuda plan adalah perencauaau harga kamar di maua harga kamar
yaug dibayar sudah termasuk dengau American Brealifast.
5. Klasifikasi hotel berdasarkan faktor jumlah kamar dan persyaratan
lainnya
Tingkatau hotel didasarkau pada jumlah bintaug yaug disaudaug
dau jumlah kamar serta persyaratau lainnya dapat diperinci sebagai
berikut:
•
Klasifikasi hotel berbintang satu (*), persyaratan:
a. Jumlah kamar staudar, minimum 15 kamar.
23
b. Kamar mandi di dalam.
c. Luas kamar standar, minimum 20m 2.
•
Klasifikasi hotel berbintang dua (**), persyaratan:
a. Jumlah kamar standar, minimum 20 kamar.
b. Kamar suite, miuimum 1 kamar.
c. Kamar mandi di dalam.
d. Luas kamar standar, minimum 22m2 •
e. Luas kamar suite, minimum 44m 2 •
•
Klasifikasi hotel berbintang tiga (***), persyaratan:
a. Jumlah kamar standar, minimum 30 kamar.
b. Jumlah kamar suite, miuimum 2 kamar.
c. Kamar mandi di dalam.
d. Luas kamar standar, minimum 24 m 2 •
e. Luas kamar suite, minimum 48 m 2•
•
Klasifikasi hotel berbintang ernpat (****), persyaratan:
a. Jumlah kamar standar, minimum 50 kamar.
b. Jumlah kamar suite, minimum 3 kamar.
c. Kamar mandi di dalam.
24
d. Luas kamar standar, minimum 24m2 •
e. Luas kamar suite, minimum 48m 2•
•
Klasifikasi hotel berbintang lima (*****), persyaratan:
a. Jumlah kamar standar, minimum 100 kamar.
b. Jumlah kamar suite, minimum 4 kamar.
c. Kamar mandi di dalam.
d. Luas kamar standar, minimum 26m2•
e. Luas kamar suite, minimum 52m 2 •
6. Klasifikasi hotel berdasarkan nknran hotel
Klasifikasi hotel berdasarkan ukurannya dapat ditentukan denganjumlah
kamar yang ada. Ukuran hotel diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu:
•
Small hotel
Small hotel adalah hotel kecil denganjumlah kamar dibawah 150
kamar.
•
Medium hotel
Medium hotel.adalah hotel dengan ukuran sedang, dimana dalam
medium hotel ini ada dua kategori, yaitu:
a. Average hotel dengan jumlah kamar antara 150 hingga 299 kamar.
25
b. Above average hotel denganjumlah kamar antara 300 hingga 600
kamar.
•
Large hotel
Large hotel adalah hotel dengan klasi:fikasi sebagai hotel besar
dengan jumlah kamar minimal 600 kamar.(Charles, E. Steadmon &
Michael L. Kasvana, 1990, p 4)
7. Klasiilkasi hotel berdasarkan faktor lamanya tamu menginap
Lamanya tamu menginap di hotel dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu:
•
Transit hotel
Hotel yang mayoritas tamu tinggal hanya singgah (transit)
yaitu kurang dari 24 jam (not over night) maka tari:fnya hanya
diberikan day rate (50% darifoll rate) serta pemakainya disebut day
use.
Transit hotel ini umumoya berlokasi di daerah dekat
dengan pelabuhan udara (airport), atau pelabuhan !aut (harbour),
untuk menampung tamu-tamu I penurnpang yang singgah (transit)
atau karena status perjalanan sebagai cadangan (waiting list) maka
perlu transit atau check-in di hotel tersebut.
28
•
Semi-residential hotel
Hotel yang mayoritas tamunya menginap antara 7 sampai
30 hari, dimana tamu sebelumnya telah mengadakan agreement
dengan management hotel yang menyangkut kedua belah pihak, antar
lain:
PihakTamu
•
•
Diberi discount atau
PihakHotel
•
Biasanya meminta
special rate
jaminan pembayaran
Fasilitas seperti, TV,
dimuka (advance
refrigerator, mini
payment), dan
kitchen, host bar/mini
pembayaran selanjutnya
bar, dan lain-lain.
berupa weekly payment.
Tabell : Agreement antara pihak tamu dengan pihak hotel.
•
I
Residential hotel
Hotel yang mayoritas tamunya menginap antar 1 bulan
sampm dengan 1 tahun atau lebih. Maka antara tamu dan
management hotel sebelumnya juga mengadakan agreement yang
disetujui kedua belah pihak.
Mengenai room ratenya; biasanya diberikan special
discount, yaitu antara 30% sampai 50% dari full rate, serta
pembayarannyapun dapat dilakukan dengn cara:
27
•
Cash atau advance Payment,
•
Weekly payment,
•
Monthly payment,
Tamu-tamu semacam ini umumnya disebut dengan "long
staying guesf'
8. Klasifikasi hotel berdasarkan faktor kegiatan tamu selama
menginap
Banyak kegiatan tamu secara spesifik selama menginap di hotel karena
dengan maksud-maksud tertentu. Kegiatan-kegiatan tersebut, antara lain:
•
Olahraga
• Sport hotel adalah hotel yang berada pada kompleks kegiatan
olahraga.
• Ski hotel adalah hotel dengan menyediakan area sebagai tempat
bermain ski. Banyak terdapat di negara yang mempunyai 4
musim.
•
Bisnis
• Conference hotel adalah hotel yang menyediakan fasilitas lengkap
untuk konferensi.
• Convention hotel adalah hotel sebagai bagian dari kompleks
kegiatan konvensi.
28
•
Beribadah
• Pilgrim hotel adalah hotel yang sebagian tempatnya berfungsi
sebagai fasilitas beribadah. Seperti hotel-hotel di Arab (Meah dan
lain-lain) pada saat musim haji dan Lourdes di Perancis.
•
Berjudi
• Casino hotel adalah hotel yang sebagian tempatnya untuk kegiatan
beljudi.
9. Klasifikasi hotel berdasarkan pada kriteria jenis tamu
Jenis-jenis tamu yang menginap maksudnya adalah darimana asal­
usul mereka menginap dengan latar belakangnya. Dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
•
Family hotel
Family hotel adalah tamu yang menginap bersama keluarganya.
•
Business hotel
Business hotel adalah tamu yang menginap para usahawan.
•
Tourist hotel
Tourist hotel adalah tamu yang mengmap
kebanyakan
para
wisatawan, baik domestik maupun dari luar negeri.
29
•
Curehotel
Cure hotel adalah tamu yang menginap dalam proses pengobatan
atau penyembuhan dari suatu penyakit.
10. Klarifikasi Departemen-Departemen dalam Hotel
Menurut Baker, Huyton, dan Bradley (2000), departemen dalam hotel
dapat diklasifikasikan berdasarkan kontak staf dengan konsumen, yaitu :
1.
Front-of-the-house
Front-of-the-house (frontliner) adalah barisan bagian depan dari hotel
yang merupakan aktivitas utama disebuah hotel di mana staf
melakukan kontak secara langsung terhadap tamu (guest contact),
antara lain :
a. Front office
Bagian yang paling tampak dalam sebuah hotel. Aktifitas front
office terpusat pada reception, yng mana tamu hotel memberikan
kesan pertama yang penting terhadp hotel. Reception juga
merupakan pusat komunikasi operasional hotel. Tugas reception
meliputi : cashiering, informasi dan surat-menyurat, registrasi,
dan penetapan kamar. Tugas keuangan utama yang ditangani
oleh front office antara lain : penerimaan pembayaran kas,
30
menangani guest folio, memeriksa cek, menangani mata uang
asing dan kartu kredit.
b. Housekeeping
Bagian ini bertanggung jawab dalam mengatur kamar tamu dan
kebersihan semua rea hotel. Hubungan yang erat antara
housekeeping dengan front office sangat penting agar informasi
tentang kamar tamu dapat dijaga keakuratannya setiap saat.
c. Food and beverage (F&B)
Departemen F&B menyediakan fasilits yang bervariasi untuk
tamu, namun konsentrasinya pada penyediaan makanan dan
minuman. Layanan F&B termasuk bar, restoran, coffee shop,
lounge, serta banquet, dan room service.
d. Porters (Conciergellobbyservice)
Departemen ini
tersedia dari
sejumlah
besar karyawan
berseragam, yaitu :
1. Head hall porter (bell captain/lobby service manager)
Bertugas untuk menyapa semua tamu yang datang,
menunjukkan arah, dan memanggilkan taxi.
2.
Doormen
Bertugas untuk membawakan barang-barang bawaan tamu
yang datang maupun keluar hotel dan membukaan pintu
mobil.
31
3.
Bellboys I porters
Mengantarkan pesanan dan pesan dari tarnu hotel maupun
karyawan, membawakan tas ke kamar dan keluar kamar,
serta menjaga kebersihan dan kerapian lobi hotel.
e. Security
Security bertanggung jawab penuh terhadap kemanan tamu
hotel, pengunjung, dan karyawan hotel. Tugasnya meliputi :
patroli area hotel, mengawasi kedaan sekitar dan secara umum
memastikan kemanan tamu, pengunjung, karyawan, dan barang­
barangnya.
2. Back-of-the-house
Back-of-the-house adalah bagian dari hotel dirnana staf hanya
melakukan sedikit atau tidak melakukan kontak secara langsung
terhdap tamu, antara lain:
a. Accounting
Accounting bertanggung jawab
dalam mengawasi
semua
aktivitas keuangan suaut hotel, misalnya: perbankan, akumulasi
data operasional, menyiapkan laporan internal, audit, dan laporan
kauangan. Karena pentingnya data keuangan dan statistik maka
departemen accounting harus berkoordinsi dengan front office.
32
b. Personal and training (Human resource)
Personal and training bertanggung jawab dalam mempeketjakan
karyawan (termasuk perekruitan dan pernilihan internal dan
eksternal) dan juga
training,
kompensasi,
pengembangan
karyawan.
c. Engineering (Maintenance)
Engineering
pengoperasian
bertanggung
semua
jawab
mesin
dan
untuk
perawatan
perlengkapan
dan
termasuk
pemanas, air conditioning, dan pencahayaan. Departemen ini
bertanggung jawab pula dalam peketjaan kayu, pipa saluran air,
di dalam maupun di luar hotel.
d. Purchasing (Bagian Pembelian)
Bagian ini yang mengelola pembelian barang-barang restoran
untuk keperluan sehari-hari seperti bahan makanan, bumbu­
bumbu, dan lain-lain.
e. Sales and marketing
Departemen sales and marketing bertanggung jawab untuk
menghasilkan bisnis barn bagi hotel, seperti penjualan kamar,
function, convention, bahkan restoran dan bar. Departemen ini
juga menangani periklanan hotel serta promosi penjualan,
publikasi, dan berperan dalam public relation.
33
ll.1.4 Jenis Akomodasi Berdasarkan Aspek Pelayanan
Jenis-jenis pelayanan dalam suatu akomodasi dapat dibedakan menjadi
3 macam, yakni world-class, service, mid-range service, economic/limited
service. Ketiga pelayanan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
• World-class service (pelayanan kelas dunia)
Jenis pelayanan ini adalah pelayanan tingkat tinggi. Target pasar
untuk jenis pelayanan ini adalah para usahawan eksekutif, para
entertainment celebrities (artis-artis selebriti), parsi pemimpin politik,
atau para milyader yang kaya raya. Semua fasilitas pelayanan kelas satu.
Restoran eksklusif, perabotan mewah di dalam kamar, dekorasi yang
megah disediakan. Ameniti dan suplai, di dalam kamar seperti sabun,
sampo, handuk, penutup kepala mandi, baju mandi, jam weker, semua
disediakan dengan kualitas barang kelas satu. Sprei dan selimut tidur
diganti dua kali sehari, ada pelayanan turn-down. Koran dan majalah
tertemu yang tidak standar disediakan oleh hotel sesuai dengan
perrnintaan.
Pelayanan tingkat dunia atau kelas utarna ini adalah pelayanan
yang bersifat pribadi (perorangan) seperti pelayanan makan-minum,
penyemiran sepatu, konfirmasi tiket pesawat udara, express check-out
secara pribadi.
34
Tamu-tamu pada hotel dengn world-class hotel ini ditempatkan
pada lantai khusus yang disebut dengan executive floor. Karangan bunga
segar, keranjang buah dan makan pagi selalu disediakan setiap hari.
• Mid-range service
Mid-range
service
artinya
hotel
dengan
pelayanan
kelas
menengah, biasanya segmen pasar terbesar dari hotel dengan pelayanan
seperti ini adalah orang-orang yang sedang mengadakan peljalanan.
Ukuran untuk hotel dengan tingkat pelayanan seperti ini adalah hotel
dengan ukuran medium (sedang).
Hotel ini menyediakan harga khusus
bagi rombongan dari travel agent atau company.
• Economic/limited service (pelayanan kelas ekonomi)
Hotel dengan pelayanan ini pangsa pasarnya adalah mereka yang
mempunyai kemampuan keuangannya pas- pasan artinya para penginap
yang penting mendapatkan kamar yang bersih, nyaman dan tidak mahal.
Contoh dari pemakaian jasa untuk pelayanan kelas ekonomi ini adalah
para keluarga yang membawa anak-anaknya, rombongan tur, orang yang
sedang ber libur, atau para pensiunan.
35
II.l.5 Jenis-Jenis Penamaan Kamar di Hotel
Jenis-jenis penamaao kamar hotel antara satu hotel dengan hotel yang
lain tidak sama, hal ini ada hubungannya dengan kondisi hotel itu sendiri jumlah kamar yang tersedia. Perbedaan dalam penamaao jenis kamar
dikarenakan atas dasar tingkat kemewahan dan kenyamanan. Faktor-faktor
yang membedakan, antara lain:
• fasilitas yang tersedia di dalam kamar,
• luas dari masing-masing kamar,
• amenities (pengisian kelengkapan dalam suatu kamar),
• tingkat bintang dari hotel itu sendiri,
• harga kamar itu sendiri.
Adapun
jenis-jenis
penamaao kamar yang
ada di hotel, adalah
sebagai berikut (penamaao ini tidak baku dan tidak harus diikuti oleh setiap
hotel, karena semua tergantung kepada kebijaksanaao dan manajemen hotel
tersebut):
• Standard room/regular room
Standard room/regular room adaiah kamar yang terdapat di dalam sebuah
hotel yang mana segala perlengakapan dan fasilitas yang terdapat di
dalam kamar kualitasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh
hotel yang bersangkutan.
36
Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam kamar standar, yaitu tempat tidur,
kamar mandi, meja kelja, televisi, telepon, lemari es, lemari pakaian, rak
koper.
Keistimewaan dari kamar standar, yaitu harga kamarnya paling murah di
hotel.
• Deluxe/superior room
Deluxe/superior room adalah jenis penamaan kamar di dalam hotel yang
mana kondisi kan1ar ini setingkat lebih baik dari standard room, dengan
fasilitas kamar yang sama seperti standar. Bedanya dengan standard room
adalah sebagai berikut:
• letak kamar strategis,
• arah kamar lebih baik pemandangam1ya,
• mutu bahan untuk mebelair dan perabotan lebih baik dari standar,
• ukuran kamar lebih luas dari standard room,
•
catatan khusus, apabila hotel sudah lama berdiri, kamar standar yang
sudah direnovasi dijadikan de luxe/superior room.
• Suiteroom
Suite room adalah salah satu jenis penamaan kamar yang ada di hotel
yang mana kamar tersebut dicirikan dengan dua ruangan yang terpisah
dalam satu kamar, yaitu kamar tamu dan kamar tidur.
Jenis-jenis penamaan kamar suite room yang ada di hotel, antara lain:
• Standard suite
37
;;
-·'
• Deluxe suite
• Suite superior
• Family suite/room
• Presidential suite
• Penthouse
• Studio room
Studio room adalah kamar yang dilengkapi dengan studio bed.
• Junior suite
Junior suite adalah kamar yang berukuran besar yang dilengkapi dengan
standard bed dan hide-away bed (sofa bed).
• Twin bedded room
Twin bedded room adalah kamar yang dilengkapi dengan dua single bed
untuk dua orang.
• Double bedded room
Double bedded room adalah kamar yang dilengkapi dengan saru tempat
tidur besar (queen atau king size) untuk dua orang.
• Connecting room
Connecting room adalah dua kamar yang bersebelahan
di mana
dihubungkan dengan connecting door (pintu tembus/pintu peng-hubung)
yang terletak di dinding pemisah antara dua kamar yang bersangkutan.
38
• Adjoining room
At:ijoining room adalah kamar yang bersebelahan sating meng-hadap yang
dipisahkan oleh koridor (gang).
• Duplex
Duplex adalah kamar yang memiliki satu, dua, atau tiga kamar tidur yang
terpisah, satu dengan lainnya berbeda tingkat dihubungkan dengan tangga
tetapi masih dalam satu kamar yang sama.
• Cabana
Cabana is a guest room at:ijacent to pool area, with or without sleeping
facilities (artinya, kamar tamu yang langsung menghadap ke kolam
renang, dengan atau tanpa fasilitas tempat tidur).
II.1.6 Jenis-Jenis Tempat Tidur dan Ukurannya
Ada beberapa jenis tempat tidur yang ada di hotel, antara Jain:
• Singlebed
Single bed adalah tempat tidur yang digunakan untuk satu orang. Di hotel
atau akomodasi lain yang usahanya terdaftar tidak menggunakan single
bed di dalam kamar.
• Doublebed
Double bed adalah tempat tidur yang dapat digunakan untuk dua orang.
39
• Twin bed
Twin bed adalah tempat tidur kembar yang masing-masing hanya dapat
digunakan untuk satu orang. Atau dengan kata lain dua single bed di
dalam satu kamar.
• Holliday bed
Holliday bed adalah twin bed yang disambung oleh sumheadboard.
• Rollaway bed/extra bed
Rollaway bed/extra bed adalah tempat tidur tambahan untuk menambah
kekurangan tempat tidur di dalam kamar, karena kapasitas tempat tidur
tidak mencukupi untukjumlah orang yang menginap.
• Baby crib/baby coat
Baby crip/baby coat adalah tempat tidur khusus untuk bayi atau anak­
anak.
• Studiobed
Studio bed adalah sofa yang dapat berfungsi sebagai tempat tidur.
• Sofa bed/hide-away bedlbidf-a bed
Sofa bed/hide-away bedlbidf-a bed adalah sofa yang bagian bawahnya
merupakan tempat untuk menyembunyikan tempat tidur tambahan.
• Murplty bed
Murphy bed adalah sebuah tempat tidur yang bisa dilipat ke daam
dinding, sehingga kamar memiliki dwifungsi sebagai sleeping room dan
living room.
40
• Fold-away bed
Fold-away bed adalah tempat tidur yang dapat dilipat dan disimpan di
suatu tempat penyimpanan.
Modifikasijenis-jenis pemasangan tempat tidut di dalam hotel:
• Double-double bed (dua double bet di dalam kamar).
• Triple bed (twin bed ditambah dengan extra bed).
• Double extra bed (double bed ditambah extra bed).
Jenis-jenis ukuran tempat tidur, untuk ukuran tempat tidur yang
berstandar intemasional, dari buku AHMA, Managing Housekeeping
Operations, halaman 272.
Adapun ukuran-ukutan tempat tidur tersebut adalah sebagai berikut:
No
Nama Tempat
Tidnr
Ukuran
1
Crib
0,7mx !,3m
Tempat tidur untuk bayi
2
Rollaway
lmx 1,9m
Tempat tidur untuk satu
orang
3
Twin
2 x (lm x 1,9m)
Dua tempat tidur single
atau
Keterangan
2 x (1m x 1,9m)
4
Three-quarter
!,2m x 1,9m
5
Double
lmx 1.,9m
Tempat tidur
orang
untuk
2
41
6
7
Queen
King
1,5mx2m
idem
1,7mx2m
Idem
I Tabel2 : Ukuran-ukuran tempat tidur. I
11.1.7 Pengertian Tata Graha
Tata graha (housekeeping) adalah salah satu bagian yang ada di dalam
hotel yang menangani hal-hal yang berkaitan dengan keindahan, kerapian,
kebersihan, kelengkapan, dan kesehatan seluruh kamar, juga area-area umum
lainnya, agar seluruh tamu dan karyawan dapat merasa aman dan nyaman
berada di dalam hotel.
11.1.8 Kesan Tamn Terhadap Hotel
Hotel sebagai industri jasa pelayanan sangat mengharapkan tamu­
tamunya akan kembali lagi setelah menginap. Untuk itu hotel harus dapat
memberikan kesan yang baik bagi tamu.
Kesan (impression) yang diciptakan oleh para karyawan pada dasamya
dapat memberikan kepuasan kepada tamu tersebut. Tidak saja para karyawan
yang langsung berhubungan dengan tamu yang hams memberikan pelayanan
yang terbaik melainkan juga para karyawan yang secara tidak langsung
berhubungan dengan tamu juga hams memberikan pelayanan yang baik.
Menurut Sulastiyono (2001, p.35), "penilaian terhadap kualitas
pelayanan ditentukan oleh tamu sebagai pemakai jasa pelayanan tersebut,"
42
Oleh
karena
itu,
kualitas
mengidentifikasikan pelayanan
pelayanan
yang
dapat
dibutuhkan
diciptakan
dan
diinginkan,
dengan
yang
disesuaikan dengan pelayanan yang akan disediakan oleh hotel. Dengan
demikian hotel selalu berusaha menyediakan pelayanan yang sesuai dengan
kebutuhan dan keninginan tarnu. Bila pelayanan yang diterima oleh tamu
sama bahkan lebih dari apa yang diharapkan, maka dapat dikatakan pelayanan
tersebut adalah baik atau memuaskan.
Demikian pula sebaliknya, bila
pelayanan yang diterim kurang dari apa yang diharapkan, maka dapat
dikatakan pelayanan tersebut tidak memuaskan.
11.1.9 Persyaratan Sebuah Hotel Bintang Tiga
Restoran yang berada di dalam hotel harus memiliki fasilitas-fasilitas standar.
Untuk itu diberikan salah satu contoh yang sesuai dengan SK Menparpostel
Nomor KM.37/PW.304/ MPPT-86, tanggal 7 Juni
1986, Lampiran IliA,
untuk City Hotel dengan bintang tiga (***), pada halaman 33 sampai dengan
35, berbunyi sebagai berikut:
persyaratan ruang makan, antara lain:
a Hotel menyediakan restoran minimal 2 jenis yang berbeda, salah satunya
adalah coffee shop.
b. Jumlah tempat duduk sebanding dengan luas restoran dengan ketentuan
1,5m2 per tempat duduk.
c. Tinggi restoran tidak boleh lebih rendah dari tinggi kamar tarnu (2,60 m).
43
d.
Letak restoran berhubungan langsung dengan dapur (induk/ tambahan)
dilengkapi
dengan
pintu
untuk
masuk
dan
ke
luar
yang
berbeda/dipisahkan (satu arah).
e. Tata udara diatur dengan atau tanpa alat pengatur udara.
f. Restoran yang letaknya tidak berdampingan dengan lobi harus dilengkapi
dengan toilet umum yang terpisah untuk pria dan wanita (\NC, urinoir dan
kamar mandi).
g. Peralatan dan perlengkapan minimal:
1. Pisau daging dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
2. Pisau ikan dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
3. Sendok sup (soup spoon) dua setengah kalijumlah kursi.
4. Pisau dan garpu dessert dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
5. Sendok kopi denganjumlah dua setengah kalijumlah kursi.
6. Sendok makan dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
7. Garpu makan dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
8. Garpu ikan dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
9. Serbet makan dari linen dengan jumlah dua setengah kali jumlah
kursi.
10. Meja dilengkapi denganplace mats.
11. Gelas minum putih bening (water goblet), gelas anggur dan gelas
juice dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
12. Meja dilengkapi dengan asbak, tempat garam dan merica
44
13. Tersedia meja bantu (side stand) untuk peralatan pe1ayanan.
14. Lodor atau piring besar (platter) denganjumlah satu buah untuk
setiap empat kursi.
15. Teko tehlkopi denganjumlah sebuah untuk setiap de1apan kursi.
16. Tempat untuk gula/se1ai.
17. Tersedia daftar makan dan minuman serta harganya.
18. Piring makan pokok dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
19. Piring dessert denganjumlah dua setengah kalijumlah kursi.
20. Piring sup dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
21. Pisin dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
22. Cangkir (cup) denganjumlah dua setengah kalijumlah kursi.
23. Cangkir untuk consomee (consomee cup) denganjum1ah dua
setengah kali jumlah kursi.
24. Water pitcher denganjum1ah satu buah untuk setiap satu kursi.
25. Soup toureen denganjumlah satu buah untuk setiap empat kursi.
26. Vegetable bowl denganjumlah satu buah untuk setiap empat kursi.
27. Ricband denganjumlah satu buah untuk setiap empat kursi.
28. Pepper mill dengan jum1ah satu buah untuk setiap empat kursi.
29. Sauce boat denganjum1ah satu buah untuk setiap empat kursi.
30. Wine basket dan wine bucket dengan jumlah satu buah untuk setiap
sepu1uh meja.
45
11.1.10 Fasilitas Standar Sebuah Restoran
Sebuah restoran yang baik harus merniliki fasilitas standar yang
diperlukan dalam operasional sebuah restoran. Fasilitas-fasilitas tersebut
meliputi, antaia lain:
1. Ruangan:
Ruangan yang biasanya disediakan, antara lain:
1. ruangan makan (dining room),
2. ruangan gudang (store room),
3. ruangan penerimaan barang (receiving area),
4. ruangan kantor (office space)
5. ruangan pertunjukan (dance floor/show stage),
6. ruangan dapur (kitchen area),
7. ruangan toilet.
2. Furniture
Barang-barang yang berupa furniture, antara lain:
• guest table (meja tamu),
• guest chair (kursi tamu),
• side board/side stand (lemari bantu untuk menyimpan alat saji dan alat
makan),
• cashier counter,
• bar counter.
46
11.1.11 Penampilan Dekorasi Restoran
Untuk mendekorasikan sebuah restoran diperlukan suasana yang
diinginkan dari restoran tersebut. Restoran di dalam hotel ada yang sifatnya
resmi (formal) atau tidak formal. Sebagai contoh untuk exclusive dining room
mka dekorasi yang ditampilkan tergantung dari tema dining room tersebut.
Sedangkan untuk yang tidak formal hotel biasanya mendekorasi coffee shop
dalam suasana santai, hangat, nyaman, dan menyenangkan. Untuk sebuah
coffee shop sebaiknya diciptakan suasana santai dan intim karena pada
dasamya sebuah coffee shop beroperasi selama 24 jam nonstop.
Aktivitas dari kegiatan tamu dan karyawan menentukan dekorasi
sebuah ruangan. Yang dapat kita amati hila seorang tamu berada di restoran,
maka
aktivitas-aktivitas
yang
menonjol
adalah
duduk,
memesan
makanan/minuman, saat makan dan minum, mengambil makanan di meja
buffet dan melakukan pembayaran melalui waiter/waitress atau langsung ke
counter cashier. Sedangkan aktivitas waiter/waitress yang menonjol adalah
melayani tamu, menyiapkan meja yang bersih untuk tamu, membersihkan
meja setelah digunakan, menerima pembayaran dari tamu, dan supervisor
mengawasi jalannya operasional restoran.
Kebutuhan-kebutuhan akan mebel (furniture), meliputi :
• Meja dan kursi makan dengan formasi 2, 4, dan 6 kursi;
• Meja buffet;
• Counter cashier;
47
• Waiter stasion;
Desain untuk interior meliputi hal-hal yang menyangkut tentang
lantai, dinding dan plafond (langit-lngit);
• Lantai karpet:
karpet memiliki warna yang bervariasi sehingga dapat memberikan
suasana sesuai dengan kebutuhan. Dianjurkan untuk coffee shop lebih
baik menggunakan warna yang agak gelap agar tidak cepat kotor;
• Dinding wallpaper:
motif dan warna wallpaper juga bervariasi, pilihlah warna yng terang
serta warna yang lembut agar dapat memberikan kesan indah, anggun,
bersih dan leluasa;
• Plafon (langit-langit atap):
untuk langit-langit alangkah baiknya jika menggunakan bahan yang
ringan namun kuat. Plafon dari bahan gypsumselain ringan juga memiliki
unsur keindahan, dekoratif yang beragam dapat menambah keindahan
ruangan, selain itu juga rapi pada saat pemasangannya.
11.1.12 Hubungan Kerja Restoran Dengan Bagian Lain Di Dalam Sebuah Hotel
Sebuah restoran di dalam hotel tidak dapat bekeija sendiri tanpa
adanya dukungan langsung maupun tidak langsung dengan bagian-bagian lain
di dalam hotel. Keija sama yang dimaksudkan meliputi keija sama dengan
bagian:
48
•Dapur. Bagian dapur yang menyiapkan dan mengolah makanan yang akan
disajikan atau dijual di restoran.
•Front Office (Kantor Depan Hotel). Tamu-tarnu yang menginap di hotel
biasanya mengunakan fasilitas restoran untuk kebutuhan makan/minum
mereka Tmu yang menginap pada saat menikmati hidangan di restoran,
untuk pembayarannya dapat dimasukkan ke rekening kamar dan baru
dibayarkan pada saat check-out atau apabila anggota rombongan dapat
menggunakan meal coupon yang tersedia.
•Housekeeping. Bagian housekeeping
(tata graha) melalui laundry akan
menyediakan serbet makan, taplak meja yang bersih.
•Stewarding (Pencucian Alat Restoran). Bagian ini selalui mensuplai alat­
alat makan dan alat saji yng bersih setiap habis dipakai.
•Store Room (Bagian Gudang). Bagian ini menyediakan bahan makanan
untuk diolah atau bumbu-bumbu, seperti gula, saos tomat, kecap garam,
!ada, samba! botol, dan lain-lain.
•Purchasing (Bagian Pembelian). Bagian ini yang mengelola pembelian
barang-barang restoran untuk keperluan sehari-hari seperti bahan makanan,
bumbu-bumbu, dan lain-lain.
•Engineering & Maintenance (Bagian Teknisi dan Pemeliharaan). Bagian
ini akan bekeija apabila ada beberapa bagaian peralatan dan restoran
mengalami kerusakan teknis seperti lampu mati, alat pendingin tidak
bekeija, meja dan kursi yang rusak, dan lain-lain.
49
•Accounting. Dengan bagaian ini tamu-tamu yang makan di restoran akan
melakukan pembayaran di kasir, yang mana secara struktural kasir berada di
bawah Accounting Department.
11.2 Tinjauan Khusus
11.2.1 City Hotel di Manggarai
a. Pengembangan City Hotel dan Stasiun KA. Manggarai
City Hotel berlokasi di Manggarai adalah hotel berbintang 3 yang
berfungsi
sebagi hotel
bisnis
dan
transit.
Adapun perencanaan
pengembangan yang nantinya stasiun Manggarai ke bandara Soekarno
Hatta yang dikelola oleh PT Railink, Tbk2. PT. Railink, Tbk ini adalah
gabungan dari 2 perusahaan yaitu PT. Angkasa Pura II dan PT. KAI,
dengan persentase masing-masing adalah 40 % untuk PT. Angkasa Pura II
sedangkan 60 % untuk PT. KAI. Seiring peningkatan jurnlah penurnpang
kereta api yang saat ini rata-rata sekitar 83,5 ribu orang per tahun, jika
akhir 2007 jurnlah penurnpang sudah sekitar 36 juta, maka tahun 2009
jurnlah penurnpang diperkirakan sekitar 42 juta dengan asurnsi rata-rata
penambahan per tahun tiga juta penurnpang akan dibangun sarana stasiun
kereta api, sebagai altematif menuju ke bandara. Sarana itu diharapkan
mampu mengurangi kemacetan lalu lintas sekitar 30-35 persen. Memang
cukup mendesak untuk terus mencari solusi, dengan suatu strategi
pengelolaan lahan pengembangan bandara yang menjadikannya suatu
50
kawasan bisnis, yang dikelola bersama antara pengelola bandara, Pemda
dan pengusaha swasta. Rupanya ada harapan, privatisasi menjadi salah
satu solusi
tersebut.
Privatisasi
akan dilaksanakan, karena adanya
kebijakan Pemerintah di era reformasi bahwa semua BUMN berkewajiban
melakukan privatisasi. Artinya, mengikutsertakan peran swasta dalam
penyertaan modal dan saham. Saat pengembangan transportasi di kawasan
Cengkareng Soekarno-Hatta lebih menguntungkan dengan menggunakan
kereta api.
Selain itu ada implementasi Undang-undang Perkeretaapian No
23 Tahun 2007. Kereta api, di mana pun di dunia ini, adalah untuk
transportasi publik dan didukung penuh negara untuk kemakmuran dan
kepentingan ekonomi rakyatnya.
KA bandara
ini
diharapkan
menjadi
altematif
pilihan
transportasi bagi penumpang menuju bandara dengan waktu tempuh
sekitar 20 menit. Menurut Menhub kereta api memiliki keunggulan yaitu
lebih teljamin ketepatan waktunya. Ia memperkirakan dengan adanya
kereta bandara ini maka sekitar 30% dari total penumpang di bandara
akan tertampung yaitu sekitar 20 juta penumpang per tahun dengan
kapasitas 4 jutaltahun sudah bisa dioperasikan5. Kereta api bandara
direncanakan dimulai dari Stasiun Manggarai, Dukuh Atas, Tanah Abang,
Duri atau langsung ke Grogol, dilanjutkan ke Pesing, Rawa Buaya, Kali
Deres dan Bandara Soekarno-Hatta terminal 1 dan terminal 2. Panjang
51
lintasan dari Manggarai hingga bandara Soekarno-Hatta mencapai 30-33
kilometer6. Rencananya, kereta bandara itu akan menggunakan jalur
ganda (double-double track(DDT) 7. Denganjumlah penumpang sebesar
itu, sangat tidak mungkin bila hanya mengandalkan jalan to!, karena saat
ini saja frekuensi kendaraan yang masuk sudah sangat tinggi. KA
Bandara adalah altematif paling strategis untuk mendukung kelancaran
frekuensi penumpang transportasi udara
b. Fasilitas Hotel
Sebagai bintang tiga yang sudah ditentukan maka City Hotel harus
menyediakan fasilitas standar sebagai bintang tiga yang nantinya
disesuaikan dengan fungsi hotel sebagai
bisnis dan transit. Adapun
fasilitas standar hotel bintang tiga adalah sebagai berikut:
Fasilitas Jumlah Kamar Minimal
30 kamar standar
2 kamar snite
Unsur Persyaratan
1. Lokasi dan lingkungan
2. Taman
3. Tempat parkir
4. Olahraga
5. Bangunan
6. Kamartamu
7. Ruangmakan
8. Bar
9. Lobby
10. Telepon
11. Toilet umum
52
-
_
...
12. Koridor
13. Ruang disewakan
14. Dapur
15. Area administrasi
16. Front office
17. Kantor pengelola hotel
18. Area tata graham
19. Ruang binatu
20. Gudang
21. Ruang karyawan
22. Operasional manajeman
23. Food and Beverage
24. Keamanan
25. Olah raga rekreasi
26. Pelayanan
27. 2 restoran atau lebih
28. 2 kolom renang atau lebih
Fasilitas penunjang :
• Tenis
• Fituess
• Spa& sauna
I Tabel3: Fasilitas Standar hotel bintang 3. I
53
-
c. Struktur Organisasi Hotel Bintang Tiga
Adapun struktur organisasi dalam hotel Bintang 3 adalah sebagai
berikut ini :
MANAGEMENT BOARDS OF
DIRECTOR
GENERAL MANAGER
I
/ ROOMDIVISION
FRONT OFFICE
Front Desk Staff
Reservation Staff
FOOD & BEVERAGE
SERVICE
Food Purchasing
Food Preparation
Food Service
Beverage Operation
Room Service
HOUSEKEEPING
Housekeeper
Maids
ENGINEERING
Maintenance & Repair
Environment Control
H.V.A.C
I
SECURITY
Chief
Guards
BELL
SERVICE
Bell Captain
Bell Staff
ACCOUNTING
Manager
Audit
Accounting Staff
I
SALES&
MARKETING
Banquet Sales
Sales Promotion
Public Relations
Advertising
GUEST
SERVICE
Telephone
Tour Operator
Travel Agent
Arcade
Gam bar 1 :Struktur Orgnisasi hotel bintaog 3, Somber Hotel Engineering,
Drs. H. Oka A. Yoeti, MBA 1999.
54
11.2.2 Data Tapak
a. Lokasi Tapak
Lokasi tapak terletak pada jalan Dr. Sahatjo. Berada dekat dengan
Stasiun Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, DKI. Jakarta,
Indonesia.
Dari penilaian tapak yang terambil dalam proyek City Hotel
adalah merupakan tapak yang dekat dengan pusat transportasi umum,
Jokasi tapak berada pada jalan raya sehingga dapat ditempub dan terlibat.
Selain itu dekat juga dengan lokasi pusat perbelanjaan (Pasaraya
Manggarai) tepatnya di sisi barat tapak.
55
b. Luas dan Ukuran Tapak
stasiun KA
Gambar 3: Gambartapak, sumber: Dinas Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta, 2010.
Klasifikasi Tapak
Luas Tapak
Luas Tapak
Tapak yang terpecah,
Luas Total Tapak = 20.526,0569 m2
Peruntukan Tapak
Wkt!Wdg
Wisma Perkantoran I Wisma
Perdagangan
Massa Bangunan
Tunggal
Jumlah Lapis
4lapis
KDB
50% (10.263,02845 m2)
KLB
2 (41.052,1138 m2)
I Tabel 4 : Klasifikasi tapak. I
56
c. Batas Tapak
Lokasi tapak berbatasan dengan jalan besar yang dijelaskan
sebagai berikut :
Batas
Arab
Utara
Jln. Sultan Agung
Terminal Bus Manggarai dan Halte Busway
Sungai Ciliwung
Timur
Stasiun KA. Manggarai
Selatan
Rumah penduduk
Barat
Jln. Dr. Sahmjo
Pasaraya Manggarai
jTabeiS: Batas tapak.j
57
I
-
d. Pencapaian ke Tapak
I Gambar 4 : Lokasi areal tapak. I
Tapak bisa diakses dengan kendaraan bermotor dari yang pribadi
sarnpai umum.
Sisi utara tapak terdapat terminal bus Manggarai antara
lain angkutan umum adalah kopaja dan metromini P17 (berkapasitas 2030 orang). Selain itu ada shelter busway : Tegalan yang dekat dengan
pintu masuk Pasaraya Manggarai. Sisi Timur merupakan Stasiun Kereta
Api Manggarai.
e. Data Fisik Tapak
Klasifikasi Fisik Tapak
HasiiData
Temperatur Rata-Rata Pertahunan
27°C
Kelembaban
80% - 90% per tahun
58
I
I
Penguapan
3,9mm/thn
Penyinaran matahari rata-rata
49,8%
Jumlah curah hujan rata-rata
2.036 mm/tahun dengan maximum
pada bulan Januari
Arahangin
Pengaruh angin muson barat
terutama pada bulan Mei-Oktober
Tabel 6 : Data diambil dari Kota Administrasi Jakarta Selatan dan disesuaikan
berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika).
f.
Posisi Utilitas yang Tersedia
Terdapatnya saluran Sungai Ciliwung pada posisi utara dari tapak yang
terletak pada jalan Sultan Agung.
g. Topografi
Wilayah Jakarta Selatan pada umumnya dapat dikategorikan sebagai
daerah perbukitan rendah dengan tingkat kemiringan 0,25%. Ketinggian
tanah rata-rata mencapai 5%- 50% meter diatas permukaan !aut.
h. Wilayah Pengembangan Jakarta Selatan
Menurut RUTR Jakarta tahun 1985-2005 wilayah Kotamadya Jakarta
Selatan dibagi dalam 3 wilayah pengembangan, yakni :
59
1. Wilayah Pengembangan Pusat (WP-P) meliputi Kecamatan Tebet,
Setiabudi, Mampang Prapatan, Kebayoran Baru dan Kelurahan Pejaten
Barat dan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar minggu, Kelurahan Cipete
Selatan dan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak seluas + 5.587,13
Ha dipeuntukan bagi pengembangan jasa dan perdagangan dengan
KDB60-77%.
2. Wilayah
Pengembangan
Selatan
(WP-S)
meliputi
Kecamatan
Jagakarsa, sebagian wilayah Kecamatan Cilandak dan sebagian
wilayah Kecamatan Pasar Minggu seluas + 5.620,24 Ha diperuntukan
bagi pelestarian lingkungan!ruang terbuka hijau
sebagai daerah
resapan air dengan KDB 20%.
3.
Wilayah Pengembangan Barat (WP-B) meliputi Kecamatan Kebayoran
Lama dan
Kecamatan
Pesanggrahan seluas
+
3.290,75 Ha
diperuntukan bagi pemukiman dengan KDB 40-60%.
i.
Fungsi Sekitar Tapak
Terdapat keragaman fungsi sekitar tapak seperti pusat perbelanjaan
Pasaraya Manggarai, perumahan, sekolah, toko kecil, rumah makan kecil,
terminal bus Manggarai, shalter Busway, dan Stasiun Kereta Api
Manggarai.
60
j. Kondisi Sosial
Klasifikasi Kondisi Sosial
HasilData
Kepadatan penduduk
kepadatan rata-rata 11.421 jiwa
per Km2 dengan pertumbuhan
rata-rata 1,13% yang terdiri dari
1,09% pertambaban a!ami dan
0,04% pertumbuhan migrasi.
Pekeljaan penduduk sekitar
penduduk
bergerak
dibidang
pemerintaban
dan
jasa-jasa
kemudian
perdagangan,
61ublic61t,
pertanian
dan
angkutanjalan.
I Tabel 7 :Kondisi sosial sekitar tapak.l
k.
Potensi dan Kendala Tapak
Adapun potensi tapak antara lain :
1. Letaknya di dekat dengan lokasi transportasi angkutan umum,
sehingga fungsi hotel sebagai transit dan bisnis dapat terpenuhi.
2. Terletak pada jalan raya: jalan Sultan Agung dan jalan Dr. Sabaljo
sehingga mudab terlihat bangunan City Hotel.
3. Adanya pusat perbelanjaan Pasaraya Manggarai di sisi Barat sehingga
menimbulkan daya eksisting City Hotel.
61
Adapun kendala tapak antara lain :
1. Dekat dengan tempat terminal bus Manggarai sehingga berpotensi
menimbulkan kemacetan.
2. Berpotensi meluapnya air dari Sungai Ciliwung saat musim hujan
yang mengakibatkan jalan Sultan Agung tergenang oleh air dan akses
jalan sukar ditembus.
3. Terkadang menimbulkan bau yang kurang sedap dari Sungai Ciliwung.
4. Cuaca yang panas dan kurangnya angin.
5. Kurangnya vegetasi disekitar lingkungan tapak.
11.3 Tinjauan Topik & Tema
11.3.1 Pengertian City Hotel
City Hotel adalah Hotel yang berlokasi di perkotaan, biasanya
diperuntukkan bagi masyarakat yang bermaksud untuk tinggal sementara
(dalam jangka waktu pendek). City Hotel disebut juga sebagai transit hotel
karena biasanya dihuni oleh para pelaku bisnis yang memanfaatkan fasilitas
dan pelayanan bisnis yang disediakan oleh hotel tersebut (Tarmoezi, 2000).
62
ll.3.2 Penggunaan Sistem Struktur Rangka Baja dalam Desain City Hotel
Sistem struktur rangka baja digunakan dalam City Hotel sebagai
pembentukan struktur bangunan yang terekspos. Sistem struktur rangka baja
dibentuk sedemikian mpa untuk mewadabi bangunan City Hotel ini.
Kolom, dan pembalokkan baja structural digunakan untuk membangun
City Hotel ini menjadi 4 lapis. Karena baja structural sulit dikeljakan pada
lokasi (on-site), maka biasanya dipotong, dibentuk dn dilubangi dalam pabrik
sesuai spesifikasi desain; hasilnya bempa konstmksi rangka structural yang
relative cepat dan akurat. Baja structural dibiarkan terekspos pada konstruksi
tahan api yang tidak terlindungi, tapi karena baja dapat kehilangan kekuatan
secara drastis karena api, pelapis anti api dibutuhkan untuk memenuhi
kualifikasi sebagai konstmksi than api. Pada kondisi terekspos, ketahanan
terhadap korosi juga dibutuhkan.
a. Sejarah Perkembangan Baja
Penggunaan baja sebagai bahan struktur utama dimulai pada akhir
abad kesembilan belas ketika metode pengolahan baja yang murah
dikembangkan dengan skala yang luas. Baja merupakan bahan yang
mempunyai sifat stuktur yang baik. Baja mempunyai kekuatan yang
tinggi dan sama kuat pada kekuatan tarik maupun tekan dan oleh karena
itu baja adalah elemen stmktur yang memiliki batasan sempurna yang
63
'
I,
I
I
I
akan menahan beban jenis tarik aksial, tekan aksial, dan lentur dengan
fasilitas yang publik sama. Berat jenis baja tinggi, tetapi perbandingan
antara kekuatan terhadap beratnya juga tinggi sehingga komponen baja
tersebut tidak terlalu berat jika dihubungkan dengan kapasitas muat
bebannya, selama bentuk-bentuk struktur yang digunakan menjamin
bahwa bahan tersebut dipergunakan secara efisien.
Kekuatan dan berat jenis baja yang tinggi membuatnya sesuai
untuk digunakan dalam jenis struktur rangka, dimana volume strukturnya
rendah jika
dibandingkan dengan volume total bangunan yang
ditopangnya.
b. Proses Pembuatan Baja
Bentuk elemen baja sangat dipengaruhi oleh proses yang
digunakan untuk membentuk baja tersebut. Sebagaian besar baja dibentuk
oleh proses hot-rolling (penggilingan dengan pemanasan) atau cold­
forming (pembentukaan
dengan pendinginan). Penggilingan dengan
pemanasan adalah proses pembentukan utma dimana bongkahan baja
yang merah menyala secara besar-besaran digelindingkan di antara
beberapa kelompok penggilingan. Penampang melintang dari bongkahan
yang asli biasanya dicetak dari baja yang barn dibuat dan biasanya
berukuran sekitar 0,5 m x 0,5 m persegi, yang akibat proses penggilingan
65
ukuran penampang melintang dikurangi menjadi Iebih kecil dan menjadi
bentuk yang tepat dan khusus (Gambar 5). Batasan bentuk penampang
melintang yang dihasilkan sangat besar an masing-masing bentuk
memerlukan
penggilingan
akhir
tersendiri.
Elemen-elemen
yang
dimaksudkan untuk penggunaan strukur mempunyai bentuk yang
memiliki Iuas momen kedua yang tinggi dalam hubungannya dengan Iuas
total (Gambar
6). Bentuk penampang melintang I dan H biasanya
digunakan untuk elemen-elemen besar yang membentuk balok dan kolom
pada rangka struktur. Bentuk kana! dan siku cocok untuk elemen-elemen
kecil seperti Iapisan tumpuan sekunder dan sub elemen pada rangka
segitiga. Bentuk penampang persegi, bulat, dan persegi empat yang
berlubang dihasilkan dengan batasan ukuran yang Iuas dan digunakan
seperti halnya pelat datar dan batang solid dengan berbagai ketebalan.
Perincian ukuran dan geometri yang dimiliki seluruh penampang standar
didaftarkan dalam table penampang yang dibuat oleh pabrik bl\ia.
64
Gambar 5 : Penampang baja yang terberat dihasilkan oleh proses penggilingan dengan
pemanasan, dimana baja dibentuk oleh penggilingan ini. Proses ini menghasilkan elemen
yang !urns, sisi-sisi pararel dan penampang melintang yang tetap. Sifat bentuk baja
seperti ini harus diperhitungkan oleh perancang ketika baja dignnakan dahn bangnnan,
dengan hasilnya harus berada dalam batasan bentuk yang diterima. (Foto: British Steel)
Gambar 6 : Elemen baja dari penggilingan dengan pemanasan I Hot-roller.
Metode Jain yang digunakan untuk membuat komponenkomponen baja dalam jumlah yang besar adalah dengan metode
pembentukan dengan pendinginan (cold-forming). Dalam proses ini,
66
I.
lembaran baja tipis datar yang dibasilkan dari proses penggilingan dengan
pemanasan dilipat atau dibengkokkan dalam keadaan dingin untuk
membentuk penampang melintang struktur (Gambar 7). Elemen-elemen
yang dibasilkan dari proses ini mempunyai karakteristik yang seupa
dengan penampang yang dihasilkan dari proses penggilingan dengan
pemanasan. Sisi pararel elemen-elemen tersebut memiliki penampang
yang tetap, tetapi ketebalan logam tersebut berkurang sehingga elemen­
elemen tersebut lebib ringan, dan tentunya merniliki kapasitas muat beban
yang lebib rendah. Bagaimana, proses-proses tersebut memungkinkan
pembuatan bentuk penampang yang sulit. Satu hal lain yang membedakan
proses-proses tersebut adalah bahwa peralatan yang digunakan untuk
proses pencetakan dengan pendinginan lebib sederhana dan dapat
digunakan untuk menghasilkan penampang melintang yang bentuknya
disesuaikan untuk penggunaan yang khusus. Karena penampang yang
dibentuk dengan pendinginan merniliki kapasitas muat yang rendah, maka
penampang ini terutama digunakan untuk elemen sekunder pada struktur
atap, seperti pur/in, dan untuk sistem lapisan tumpuan. Potensi elemen­
elemen tersebut untuk perkembangan di masa yang akan datang sangat
besar.
67
Gambar 7 : Pembentukan dengan pendinginan dilak:ukan pada Jembaran elemen baja
yang tipis.
Bentuk penampang melintang dengan proses
ini Jebih bervariasi
dibandingkan dengan proses penggilingan panas.
Komponen struktur baja dapat juga dihasilkan dengan pencetakan,
yang dalam kasus yang sangat kompleks memungkinkan pembuatan
bentuk penampang yang seusia dengan kebutuhan. Akan tetapi, teknik ini
bermasalah ketika digunakan untuk komponen struktur, yang disebabkan
oleh kesulitan untuk menjamin mutu cetakan yang baik dan sama di
keseluruhan bagian. Pada tahun-tahun awal digunakannya struktur logam
besi di abad kesembilan belas, ketika pencetakan digunakan serta luas,
banyak teljadi kegagalan struktur-khususnya pada Tay Railway Bridge di
Skotlandia pada tahun 1879. Teknk di atas jarang digunakan di abad
kedua puluh akan tetapi adanya kemajuan teknis memungkinkan teknik
tersebut untuk diperkenalkan kembali. Pada saat ini contoh-contoh yang
menonjol adalah gerberette di Centre Pompidou, Paris (Gambar 8) dan
68
sambungan-sambungan rangka pada gudang kereta apr di Stasiun
Waterloo, London.
0
fi ill
I
Gambar 8:Ini disebut 'gerberette', terdapat pada bangunan Centre Pompidou di Paris,
Perancis, yang merupakan komponen baja cetak. Tidak ada proses lain yang dapat
menghasilkan elemen baja dengan uknran dan bentuk seperti ini. (Foto :A. Macdonald)
Kebanyakan struktur rangka baja yang digunakan pada bangunan
terdiri dari elemen-elemen dengan jenis proses penggilingan dengan
pemanasan dan hal ini berakibat penting pada penampilan dan bentuk
struktur keseluruhan. Satu akibat yang jelas dari proses penggilingan
adalah bahwa elemen-elemen penyusunannya bersifut prismatik: elemenelemen tersebut pararel pada salah satu sisi dengan penampang melintang
yang konstan dan !urns-format sisi yang lurus pada struktur mengesankan
sebuah keteraturan. Namun pada tahun-tahun belakangan ini, telah
dikembangkan metode untuk membengkokkan elemen-elemen baja
struktur hot rolled menjadi penampang lengkung dan hal ini telah
memperluas batasan bentuk-bentuk yang dapat digunakan baja.
69
Proses pembuatan juga mempengaruhi tingkat efisiensi yang dapat
dicapai struktur baja, untuk berbagai alasan. Pertama, biasanya tidak
mungkin menghasilkan bentuk penampang me!intang baja yang dapat
disesuaikan
untuk
aplikasi
khusus,
karena
diperlukan
peralatan
penggilingan yang khusus untuk menghasilkan bentuk penampang khusu
tersebut sehingga biaya modalnya biasanya akan jauh melebihi anggaran
suatu proyek. Penampang standar biasanya harus digunakan dengan
memperhatikan
faktor
ekonomi,
dan
akibatnya
efisiensi
harus
dikompromikan. Saru altematif adalah penggunaan elemen yang
bentuknya disesuaikan, yang dibuat
dengan pengelasan bersama
komponen-komponen standar seperti potongan I yang dibuat dari pelat
datar. Hal ini memerlukan biaya pembuatan yan lebih tinggi dari pada
penggunaan penampang standar.
Kerugian kedua dari penggunaan penampang yang disesuaikan
dengan permintaan ini (off-the-peg) adalah penampang standamya
mempunyai penampang melintang yang konstan sehingga kekuatannya
akan tetap sepanjang bentangnya. Sebagaian besar elemen struktur
dikenai gaya-gaya dalam yang bervariasi dari satu penampang melintang
ke penampang melintang lainnya sehingga harus memiliki kekuatan yang
bervariasi disepanjang bentangnya. Tentunya mungkin-mungkin saja
memvariasi ukuran penampang yang luas sehingga batasan tertentu.
Ketinggian sebuah elemen penampang I, sebagai contoh, dapat
70
divariasikan dengan pemotongan satu atau kedua jlens dari web untuk
profil Iancip dan kemudian pengelasan jlens kembali. Jenis yang sama
dengan balok I Iancip dapat juga dihasilkan dengan pengelasan bersama
tiga pelat datar yang terpisah untuk membentuk sebuah penampang
melintang berbentuk I, seperti yang telah dijelaskan di atas.
Karena struktur baja dibuat sebelunmya di pabrik, maka
perancangan sambungan antar elemen merupakan sebuah aspek yang
penting dari seluruh perancangan yang mempengarubi perilaku struktur
dan penampilan rangka. Sambungan dapat dibuat baik dengan pembautan
maupun pengelasan (Gambar 9). Sambungan baut kurang efektif untuk
penyebaran beban karena Iubang baut mengurangi ukuran efektif
penampang elemen dan mengakibatkan konsentasi tegangan. Sambungan
baut dapat juga terlihat jelek jika tiak dirinci dengan seksama.
Sambungan las Iebih sulit menyebabkan beban lebih efektif tetapi proses
pengelasan menuntut keahlian yang tinggi dan memerlukan persiapan
komponen yang sangat hati-hati dan prosedur yang teliti sebelum
sambungan dibuat. Untuk alasan-alasan ini pengelasan di tempat
bangunan biasanya dihindari dan struktur baja biasanya dibuat di pabrik
terlebih dahulu dengan pengelasan dan dibaut secara bersamaan pada
Iokasi. Kebutuhan pengangkutan elemen ke lokasi membatasi ukuran dan
bentuk dari komponen itu sendiri.
71
Gambar 9 : sambungan baja biasanya dibuat dengan kombinasi antara pembautan
dengan pengelasan. Pengelasan biasanya dilakukan di bengkel pabrik sedangkan
sambungan baut dibuat dilapangan.
Baja dibuat dalam kondisi pengawasan mutu yang sangat ketat
sehingga dapat digunakan untuk desain struktur dengan faktor-faktor
keamanan yang rendab. Perpaduan antara factor di atas dengan kekuatan
yang tinggi akan menghasilkan elemen-elemen yang ringan dan
penampilan yang ramping. Bentuk dasar baik pada komponen
pembentukan dengan pemanasan maupun pendinginan dikendalikan
dalam tleansi yang kecil dan logam ini sendiri dapat dengan mudab
mengalami proses permesinan serta pengelasan yang halus sehingga
hasilnya adalab tampilan sambungan yang rapi. Efek visual
keseluruharmya adalab sebuab struktur yang telab dibuat degan ketepatan
yang tinggi (Gambar 10).
72
Gambar 10 : Renault Sales Headquarters, Swindon, UK, 1983; Arsitek, Foster
Associates, Insinyur struktur; Ove Arup & Partners. Sambungan baja dapat dibuat
mendetil agar terlihat sangat 73ublic73t memperlihatkan ketelitian yang sangat cermat.
(Foto : Alastair Hunter)
Dua
masalah
yang
berhubungan
dengan
baja
adalah
penampilannya yang buruk dalam pembakaran, disebabkan hilangnya
sifat mekanis yang dimiliki pada temperatur yang relative rendah, dan
ketidakstabilan kimianya yang tinggi, yang dapat membuat baja mudah
terkena korosi. Kedua hal ini telah diatasi sampai tingkatan tertentu oleh
perkembangan bahan tahan api dan bahan pelindung terhadap korosi,
khususnya cat, teapi struktur baja yang terbuka, baik secara internal di
mana kebakaran harus dipertimbangkan, maupun secara ekstemal, di
mana permasalahannya terletak pada daya tahan atau keawetan baja,
selalu menimbulkan masalah.
73
c. Penilaian Kelebihan dan Kekurangan Material Baja
Sebagai kesimpulan, baja merupakan bahan yang sangat kuat
dengan sifat yang dapat diandalkan. Baja pada dasarnya digunakan pada
jenis struktur rangka di mana komponennya digiling dengan pemanasan.
Baja memungkinkan diperolelmya hasil struktur yang ringan, ramping,
rapi, dan presisi yang tinggi. B!\ia juga mampu menghasilkan struktur
dengan bentang yang sangat panjang, dan struktur yang sangat tinggi.
Proses pembuatannya menuntut sejumlah batasan tertent pada bentuk
rangka baja. Seluruh bentuk yang biasanya dihasilkan dari elemen-elemen
yang lurus, pada sisi pararel adalah bentuk yang paling disukai.
Adapun kelebihan dari material baja adalah sebagai berikut ini :
I. Kekuatan tinggi, dewasa ini baja bisa diproduksi dengan berbagai
kekuatan yang bisa dinyatakan dengan kekuatan tegangan tekan
lelelmya (Fy) atau oleh tegangan tarik batas (Fu). Bahan baja
walaupun
dari jenis
yang
paling rendah
kekuatannya,
tetap
mempunyai perbandingan kekuatan per-volume lebih tinggi hila
dibandingkan dengan bahan-bahan bangunan lainnya yang umum
dipakai. Hal ini memungkinkan perencanaan sebuah konstruksi
baja bisa mempunyai beban mati yang lebih kecil untuk bentang yang
lebih panjang, sehingga. Memberikan kelebihan ruang dan volume
74
yang dapat dimanfaatkan akibat langsingnya profil-profil
yang
dipakai.
2.
Kemudahan pemasangan, semua bagian-bagian dari konstruksi baja
bisa dipersiapkan di bengkel, sehingga satu-satunya kegiatan yang
dilakukan di lapangan ialah kegiatan pemasangan bagian-bagian
konstruksi yang telah dipersiapkan. Sebagian besar dari komponen­
komponen
konstruksi
mempunyai
bentuk standar
yang
siap
digunakan bisa diperoleh di toko-toko besi, sehingga waktu yang
diperlukan untuk membuat bagian-bagian konstruksi baja yang telah
ada, juga
bisa
dilakukan dengan mudah karena komponen­
komponen baja biasanya mempunyai bentuk standar dan sifat-sifat
yang tertentu, serta mudah diperoleh di mana-mana.
3. Keseragaman, sifat-sifat baja baik sebagai bahan bangunan maupun
dalam bentuk struktur dapat terkendali dengan baik sekali, sehingga
para ahli dapat mengharapkan elemen-elemen dari konstruksi baja ini
akan . berperilaku sesuai
dengan
yang
diperkirakan
dalam
perencanaan. Dengan demikian bisa dihindari terdapatnya proses
pemborosan yang biasanya teljadi dalam perencanaan akibat adanya
berbagai ketidakpastian.
4. Daktilitas, sifat dari baja yang dapat mengalarni deformasi yang besar
di bawah pengaruh tegangan tarik yang tinggi tanpa hancur atau
putus disebut sifat daktilitas. Adanya sifat ini membuat struktur baja
75
mampu mencegah terjadinya proses robohnya bangunan secara tibatiba. Sifat ini sangat menguntungkan ditinjau dari aspek keamanan
penghuni bangunan hila terjadi suatu goncangan yang tiba-tiba
seperti misalnya pada peristiwa gempa bumi. Di samping itu
keuntungan-keuntungan lain dari struktur baja.
5. Proses pemasangan di lapangan berlangsung dengan cepat.
6. Dapat di las.
7. Komponen-komponen
struktumya
bisa
digunakan
lagi
untuk keperluan lainnya.
8. Komponen-komponen yang sudah tidak dapat digunakan lagi masih
mempunyai nilai sebagai besi tua.
9. Struktur yang dihasilkan bersifat permanen dengan cara pemeliharaan
yang tidak terlalu sukar.
Adapun kelemahan dari material baja adalah sebagai berikut ini :
1. Komponen-komponen
struktur
yang
dibuat
dari
bahan
baja
perlu diusahakan supaya tahan api sesuai dengan peraturan yang
berlaku untuk bahaya kebakaran.
2. Diperlukannya suatu biaya pemeliharaan untuk mencegah baja
dari bahaya karat.
76
r----------------------------- ---------------------------------
i
T
3. Akibat
kemampuannya menahan tekukan pada
batang-batang
yang langsing, walaupun dapat menahan gaya-gaya aksial, tetapi
tidak bisa mencegah teljadinya pergeseran horizontal (teljadi Ientur
dan puntir pada kolom).
4. Diperlukan tenaga kelja yang ahli karena membutuhkan ketelitian.
11.3.3 Sistem Koneksi Balok Baja, Dek Logam, Tangga Baja, Bentuk-Bentuk
Baja, dan Baja Dengan Pelapis Tahan Api.
Adapun beberapa sistem koneksi balok baja, Dek Iogam, tangga baja,
bentuk-bentuk b!\ia, dan baja dengan pelapis tahan api adalah dalam
lampiran2.
11.4 Studi Banding
Studi Banding Lapangan
No
Kriteria
dengan
lingkungan.
77
Konteks
dengan
lingkungan
sekitar
yang
bersifat
perseg1.
Konteks
dengan
lingkungan
sekitar
yang
bersifat
persegi.
I;:J--tw
Terdapat
banyak
ternpat
Perletakan
ruang publik
Penggunaa
n bagian
lahan yang
geometris
untuk
perletakan
massa
bangunan
secara
maksimal.
makan
sebagai
ruang
pertemuan.
depandan
ruang privat
yang lebih ke
dalam.
Terdapat
ruang-ruang
publikpada
lantai 1,
ruangruang
pertemuan
pada lantai
2, fasilitas
hotel pada
Lantai
dasar
sebagai
ruang
publik.
Terdapat
function
room
sebagai
lantai 3.
Kamarkamar
terletak di
lantai
atasnya.
fasilitas
utama.
Fungsi
kamardan
fungsi
ruang
serbaguna
yang
terpisah
secara
massa
bangunan.
Konteks
dengan
lingkungan
sekitar yang
bersifat
persegi.
2.
Pengemba
ngan
tapak.
Penggunaan
bagian
lahan yang
geometris.
3.
Perencana
fungsio
nal.
Konteks
dengan
lingkungan
sekitar yang
bersifat
persegi.
pada bagian
Ruang publik
yangmudah
terlihat dan
dapat diakses
dari ruang
privat dan
servis.
-
Adanya an
Pada lantai
kejelasan
dasar
pembagian
terdapat
jenis ruang
ruang publik
publik (front
danruang
office) di
privat. Lantai depan, ruang
dua untuk
servis
kamar-kamar dibelakang
(dapur, dst),
dan
danruang
mekanikal
privat
elektrikal.
(kamar) di
atas lantai
ruang publik
dan servis.
78
4.
5.
Bentuk
bangunan.
Disain
estetika.
6. Sistem
Struktur.
7. Pengguna
an
material.
8.
Sistem
kontrol
lingkung
an.
Tower.
Slabs.
Slabs.
Slabs.
Slabs.
Gaya
arsitektur
intemasio
nal, untuk
konteks
dengan
lingkunganperkanto
ran.
Kolom
beton
denganinti
core.
Penggunaan material
batadicat
pada
exterior,
granitpada
bagian
entrance.
Gaya
arsitektur
tropis
terwujud
dalam
penggunaanatapdan
overstek.
Gaya
arsitektur
intemasio
nal, untuk
konteks
dengan
lingkunganperkanto
ran.
Kolom
beton
dengan inti
core.
Material
dinding
bata
dengan
finishing
cat.
Gaya
arsitektur
intemasional,
untuk
konteks
dengan
lingkungan
perkantoran.
Kolom beton
denganinti
core.
Gaya
arsitektur
intema
sional.
Mengguna
kanBiotek
STP.
Kolom
beton
denganinti
core.
Penggunaan material
pada
umumnya
yaitu
dengan
finishing
catpada
dinding
bata.
Mengguna
kanBiotek
STP.
Mengguna
kanBiotek
STP.
Kolom beton
dengan inti
core.
Material
dinding bata
dengan
finishing cat.
Penggunaan
material
mengguna
kandinding
batayang
dicat.
Mengguna
kanBiotek
STP.
Mengguna
kanBiotek
STP.
I Tabel8 :Studi banding Iapangan hotel. I
Kelebihan dari perbandingan kesimpulan hotel diatas yaitu :
Menggunakan sistem kontrollingkungan yang tidak merusak lingkungan yaitu
BiotekSTP.
Adanya kejelasan sistem pembagian ruang publik, servis, dan privat.
Bentuk dari bangunan adalah slabs sehingga tercipta susunan kamar yang
merniliki koridor double loaded.
79
Kekurangan dari perbandingan kesimpulan hotel diatas yaitu
Disain estetika pada bangunan hotel tidak memiliki ciri yang khusus.
Tidak berani untuk kontras terhadap lingkungan sekitarnya yang diisi dengan
tanggungjawab terhadap iklim tropis Indonesia.
Studi Banding Literatur
No.
Hotel
Kriteria
Yas Island Racetrack
Hotel, Abu Dhabi
1.
Kesimpulan
Hotel Marques
De Riscal,
Spanyol
Kontras dengan
lingkungan
sekitar.
Blok plan.
.
--- kontras
dengan lingkungan
sekitar.
2.
Pengembang
an tapak.
Ruang publik terletak di
de an.
Ruang publik terletak di
de an.
Ruang publik
terletak di
depan untuk
kemudahan
akses
pengunjung
memasuki
hotel.
80
Fasilitas hiburan
di bawah kamar hotel.
Perencanaan
fungsional.
hiburan berada
eli bawah
kamar hotel.
Fasilitas hiburan berada
di bawah kamar hotel.
5.
6.
Slabs.
Bergaya
Desain
estetika.
7.
Kolom
menggunakan
baja.
struktur.
8. Penggunaan
material.
9. Sistem
Slabs.
Paling banyak
menggunakan baja untuk
menutup kulit bangunan.
Paling banyak
menggunakan lembaran
titanium untuk menutupi
kulit bangunan.
BiotekSTP.
BiotekSTP.
Kulit bangunan
mengunakan
bajayang
dirangkai atau
ditutupi dengan
lembaran yang
anti karat dan
mudah
dibersihkan.
BiotekSTP.
kontrol
Tabel 9 : Studi banding literature hotel.
81
Kelebihan dari perbandingan kesimpulan hotel diatas yaitu :
Disain estetika pada bangunan hotel memiliki ciri yang khusus.
Kontras terhadap lingkungan sekitarnya yang diisi dengan tanggung jawab
terhadap iklim negara tersebut.
Bentuk dari bangunan adalah slabs sehingga tercipta susunan kamar yang
memiliki koridor double loaded.
Kekurangan dari perbandingan kesimpulan hotel diatas yaitu :
Kurang adanya penanda masuk ke dalam bangunan.
Fasilitas hiburan dijadikan satu dengan fasilitas privat.
82
Download