KESTABILAN PADA MODEL PESAWAT TERBANG

advertisement
KESTABILAN PADA MODEL PESAWAT TERBANG “AMIMORPHTORCH”
Didik Setyo Purnomo, ST, M.Eng, Anggota IEEE, Nu Rhahida Arini, ST, M.T, Inoe Zarista
Nu Rhahida Arini is with the Department of Mechatronics Engineering, Electronics Engineering
Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), EEPIS Campus Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia. (Tel:
+62-31-594-7280 ext. 4186; Fax: +62-31-594-6114; Email: [email protected]).
Didik Setyo Purnomo is with the Department of Mechatronics Engineering, Electronics Engineering
Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), EEPIS Campus Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia. (Email:
[email protected]).
Inoe Zarista is with the Department of Mechatronics Engineering, Electronics Engineering Polytechnic
Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia. (Email: [email protected]).
ABSTRAK
Upaya penelitian dan pengembangan yang
diuraikan dalam buku ini ditujukan pada
rancang model kendaraan udara jenis VTOL
yang dapat melakukan pendaratan dan
penerbangan secara vertikal (VTOL) dengan
kemampuan
melayang-layang(hover)
dan
penanggulangan
contra
rotating
yang
disebabkan oleh inersia dari motor dc brushless.
Bentuk wujud dari model kendaraan udara jenis
VTOL didasarkan pada suatu sistem yang terdiri
dari satu motor bersama dengan balingbalingnya. Proyek akhir ini telah merekam nilai
dari ketinggian, percepatan sudut, dan
kecepatan motor. Sistem yang telah diadopsi
hanya mempunyai sedikit tenaga putar pada
baling-baling yang dikarenakan memanasnya
motor. Hal itu terjadi dikarenakan hambatan
pada motor. Masalah ini menyebabkan
penurunan daya angkat. Hasil studi ini
diwujudkan dalam desain purwa rupa dari
model kendaraan udara jenis VTOL yang
berhasil diuji penerbangan.
Kata kunci: VTOL, hover, contra rotating,
motor dc brushless, inersia
I. PENGENALAN
Penggunaan
teknologi
VFO
pada
Amimorphtorch benar-benar sukses bila
Amimorphtorch memiliki kemampuan lepas
landas dan mendarat secara vertikal sekaligus
melayang mandiri. Salah satu cara untuk
memenuhi persyaratan ini berada pada rancang
bangun
dari
sayap
putarnya,
telah
dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, sayap putar ini sangat sensitif terhadap
turbulensi udara yang dihasilkan oleh rotor.
Selain itu, sayap putar ini memiliki jangkauan,
daya tahan, dan kapasitas payload yang lebih
kecil jika dibandingkan dengan pesawat sayap
tetap.
Teori mengenai rancang bangun dari sayap
putar dan prinsipnya untuk model pesawat
VTOL telah berkembang dan diringkas dalam
literatur dengan baik. Teori VTOL yang sedang
berkembang saat ini, fokus pada masalah sistem
propulsi, pengembangan untuk baling-baling
beserta rotor dan pengendalian selama
melayang-layang. Secara keseluruhan, ada
pengetahuan yang cukup relevan untuk mulai
mengeksplorasi konsep VTOL dengan aplikasi
untuk VFO khususnya Amimorphtorch.
Dalam studi ini, kami memulai sebuah
proyek penelitian tentang VFO Amimorphtorch
sayap delta tetap yang mampu lepas landas dan
medarat secara tegak lurus sekaligus melayanglayang.
Jelas,
dengan
menambahkan
kemampuan melayang-layang untuk pesawat ini
membutuhkan daya motor tambahan. Selain itu
proyek akhir ini juga mengambil studi
eksperimental
independen
dari
konsep
"Vertigo" dikembangkan di SUPAERO.4 The
Vertigo terdiri dari sayap delta tetap dengan
daya dari rotor dan baling-baling. Kemampuan
untuk melayang-layang ditunjukkan pada purwa
rupa radio kontrol.
Aerobatic pesawat RC tunggal-baling
muncul
sebagai
akibat
dari
integrasi
perkembangan terbaru dalam motor listrik dan
teknologi baterai ke dalam struktur yang lebih
ringan.
Dengan rasio gaya dorong yang tinggi
terhadap berat dan besar pesawat ini, dapat
melakukan lepas landas, mendarat dan
melayang-layang. Namun, beban sayap sangat
rendah, sehingga kecepatan terbangpun juga
rendah.
Secara umum, perancangan suatu sayap
putar
berbaling-baling
tunggal
VFO
Amimorphtorch sebagian besar dipengaruhi
oleh beberapa hal seperti berikut: torsi balingbaling, swirling slipstream, dan gyroscopic.
Torsi baling-baling yang muncul sebagai
kecenderungan rolling kiri, adalah sebuah
kelemahan serius dalam pesawat berbaling-
baling tunggal. Biasanya lebar sayap pesawat
aerobatic lebih besar dari 1 m, yang membatasi
tingkat torsi roll maksimum dengan sekitar 180
º per detik, memungkinkan seorang pilot
berpengalaman untuk mengendalikan pesawat.
Ukuran maksimum untuk VFO Amimorphtorch
adalah 3-5 kali lebih kecil. Dengan asumsi
bahwa tingkat torsi roll berbanding terbalik
dengan kuadrat rentang sayap, jika dengan lebar
sayap dari VFO Amimorphtorch berkurang
dengan meningkatkan torsi roll. Dengan
demikian, torsi roll bisa menjadi faktor
pendorong dalam merancang sistem kontrol
untuk VTOL VFO Amimorphtorch.
Hal lain yang menjadi dampak negatif pada
pesawat berbaling- baling tunggal adalah faktor
yang terjadi sebagai akibat dari perbedaan angle
of attack antara bilah perputaran baling-baling
yang menyebabkan baling-baling berotor
tunggal tersebut untuk yaw ke kiri. Membantu
menjaga kemudi yaw ke kanan untuk
mempertahankan penerbangan.
Efek dari rotasi, aliran udara melekat pada
sistem propulsi berbaling-baling tunggal. Udara
tersebut memutar helix dan menekan sekitar
pesawat di sisi kiri ventral ekor vertikal,
menyebabkan pesawat ke yaw dan roll ke kiri.
Hal ini juga menyebabkan hilangnya energi
sehingga mengurangi efisiensi keseluruhan daya
dorong propulsi ini.
Untuk mengatasi hal tersebut maka dalam
tubuh VTOL VFO Amimorphtorch dipasang
empat sayap yang mampu membalik aliran
putaran dari rotor setelah berputar. Dimana
aliran udara keluar dari contra-rotating empat
sayap simetris. Hal ini menyebabkan VFO
Amimorphtorch
mampu
melayang-layang
stabil.
II. PERANCANGAN SISTEM
Perancangan mekanik model pesawat
terbang Amimorphtorch dimulai dari sayap
ganda, elevon, dan satu motor beserta balingbalingnya. Bentuk dari model pesawat terbang
Amimorphtorch ditunjukkan pada Gambar 2.1.
Badan
Kemudi2
Sayap
Kemudi1
Gambar 2.1: VTOL Amimorphtorch
Pada gambar diatas nampak jelas bahwa
model ini memiliki badan yang bentuknya sama
dengan sayap. Hal ini dilakukan agar bentuk
dari model pesawat terbang ini kelihatan
simetris dan sederhana.
VTOL Amimorphtorch ini dibagi menjadi
tiga bagian. Bagian-bagian itu ditunjukkan pada
Gambar 2.2.
Atas
Tengah
Bawah
Gambar 2.2: Bagian-bagian dari VTOL Amimorphtorch
Nampak jelas pada gambar diatas bahwa
model ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian itu
adalah atas, tengah dan bawah. Bagian atas
hanya ditempati oleh motor dan baling-baling,
bagian tengah ditempati oleh sensor dan
rangkaian elektronika, dan bagian bawah
ditempati oleh empat buah motor servo, dan
baterai. Mengenai detail dimana peralatan itu
diletakkan akan ditunjukkan pada Gambar 2.3.
Baling-baling
Gyro
Minsys
Motor
Accelero
Baterai
Servo
Gambar 2.3: Letak peralatan
Peletakan peralatan seperti memiliki alasan
tertentu. Sensor gyro diletakkan di pusat badan
agar sensor gyro lebih cepat mendeteksi
perputaran dan kemiringan dari model pesawat
terbang tersebut. Semakin cepat sensor tersebut
mendeteksi perputaran dan kemiringan maka
errornya akan segera diminimalkan sehingga
membuat model akan cepat stabil. Selanjutnya
baterai diletakkan di bawah mendekati tanah
karena baterai memiliki berat yang lebih
dibandingkan alat yang lain. Berat beban yang
menempel pada model pesawat terbang sangat
mempengaruhi kestabilan model maka dari itu
apabila baterai ini diletakkan jauh sekali dari
tanah hasilnya model tersebut sulit sekali untuk
distabilkan. Selain itu baik rangkaian elektronik
maupun baterai diletakkan pada badan model
pesawat terbang karena apabila benda itu
diletakkan pada sayap maka model akan
mengalami kesulitan yang cukup signifikan
untuk lepas landas, terbang maupun mendarat.
Mengenai bentuk dan ukuran sayap dari model
pesawat terbang Amimorphtorch akan dibahas
di bawah ini.
Amimorphtorch adalah nama dari model
pesawat terbang namun model ini masih
tergolong dalam VTOL VFO. Amimorphtorch
mengadopsi jenis sayap flat plate dengan model
sayap delta. Sayap delta adalah sayap yang
berbentuk segitiga dengan aspec ratio tertentu.
Selain itu sayap delta ini juga dikenal sebagai
tubuh sayap karena memiliki permukaan yang
besar dan cukup untuk menggantikan badan dari
sebuah model pesawat terbang. Sayap delta ini
sangat sederhana, mudah sekali untuk dibuat,
selain tidak ada aturan yang begitu mengikat
untuk pembuatan sayap, sayap ini juga
mendukung untuk model pesawat terbang
dengan kecepatan tinggi. Dari kelebihankelebihan yang dimiliki oleh sayap delta
sehingga banyak dari model pesawat terbang
mengadopsi model ini sebagai sayapnya.
Langkah pertama dalam membuat sayap
delta untuk model pesawat terbang jenis VTOL
Amimorphtorch adalah menentukan luas sayap
dengan ketentuan di bawah ini.
1. Beban
= 1000gram
2. Ukuran Gabus= 6oz/sq kaki (0.25gram/cm2).
Setelah ditentukan komponen tersebut
maka luas sayap dapat dihitung menggunakan
rumus dari paper sepideh 2007.
Keterangan:
S
= wing area
W/S
= wing loading
W
= beban
(cm2)
(cm2/gram)
(gram)
Keterangan:
B
= wing chord
AR
= aspect ratio
S
= wing area
(cm)
(1-4)
(cm2)
Keterangan:
B
= wing chord
Q
= length
S
= wing area
(cm)
(cm)
(cm2)
Dari rumus diatas diperoleh bahwa luas
sayap sebesar 4000 cm2 dengan panjang 80 cm
dan lebar 50 cm menggunakan aspect ratio 1.6.
Sebenarnya sayap delta berbentuk segitiga
berhubung dengan adanya pemasangan motor
sekaligus kemudinya maka panjang sayap
dikurangi sebesar 14 cm menjadi 66 cm dan
lebar sayap berkurang 20 cm menjadi 30 cm.
Jadi luas sayap tidak lagi 4000 cm2 namun
menjadi 1980 cm2 menggunakan aspect ratio
1.65. Besar nilai error untuk sayapnya adalah
5%. Dimensi dari sayap model pesawat terbang
Amimorphtorch ditunjukkan pada Gambar 2.4.
40 cm
66 cm
30 cm
60 cm
Gambar 2.4: Dimensi dari Model Pesawat Terbang
Amimorphtorch
Penentuan kelayakan dari sayap yang akan
dipakai pada model pesawat terbang jenis
VTOL
“Amimorphtorch”
menggunakan
perangkat lunak
buatan NASA
yang
ditunjukkan pada Gambar 2.5.
Gambar 2.5: Kelayakan sayap
Sayap ini layak dipakai untuk terbang
karena nilai lift lebih besar daripada drag sesuai
dengan yang ditunjukkan pada subbab 2.11.
Model
pesawat
terbang
jenis
VTOL
“Amimorphtorch” ini memiliki berat take-off W
= 1 N, lebar sayap 30 cm, luas sayap S0 = 1320
cm2. Untuk memenuhi kebutuhan ini sebuah
baterai 3-cell lithium-polimer berkapasitas 2100
mAh dipilih sebagai sumber listrik. Dua sirip
dengan luas total 180 cm2 memberikan
stabilisasi pada model pesawat terbang jenis
VTOL “Amimorphtorch” ini baik pada roll dan
yaw. Rudder yang terdiri dari dua bagian
dengan luas total 180 cm2 terpasang pada sirip.
Elevon yang terdiri dari dua bagian dengan luas
total 180 cm2 digunakan untuk mengendalikan
kendaraan pada pitch dan roll.
Sistem contra rotating untuk model
pesawat terbang jenis VTOL “Amimorphtorch”
dengan baling-baling tunggal dibuat mengikuti
sensor gyro dimana data dari sensor gyro yaw
dibaca oleh Microcontroller kemudian data
tersebut diolah dan dikeluarkan ke kedua motor
servo sehingga pada saat badan model pesawat
terbang jenis VTOL “Amimorphtorch” ini
berputar berlawanan arah dari arah putaran
baling-baling maka posisi elevon ditunjukkan
pada Gambar 2.6.
Putaran Rotor
Dari gambar diatas menjelaskan bahwa
baling-baling dengan diameter 10 inch atau
sama dengan 25,4 cm mampu menghasilkan
gaya angkat maksimal sebesar 1,28kg sesuai
dengan gaya angkat yang dibutuhkan.
Dalam proses pembuatan mekanika ini
menggunakan beberapa peralatan seperti bor,
silet, penggaris. Berikut adalah Gambar 2.9
yang menunjukkan bentuk dari model pesawat
terbang jenis VTOL “Amimorphtorch” dengan
baling-baling tunggal yang telah dibuat untuk
keseluruhan eksperimen.
Reaksi
Elevon
Aliran
udara
Elevon
Gambar 2.9: Keseluruhan model pesawat terbang VTOL
“Amimorphtorch”
Gambar 2.6. Gerakan Elevon
Gaya angkat dari model pesawat ini
ditentukan dari dimensi baling-baling dan motor
brushless yang digunakan. Baling-baling yang
digunakan jenis APC ditunjukkan pada Gambar
2.7.
25.4 cm
1 cm
Perancangan pengendali dibuat dalam
kendali otomatis. Kendali otomatis ditujukan
untuk membantu menstabilkan model pesawat
terbang jenis VTOL “Amimorphtorch” dari efek
inersia motor dc brushless yang menyebabkan
yaw kiri. Desain kendali penuh dapat dilihat
pada Gambar 2.10.
Height
Reference
+
Gambar 2.7: Baling-baling yang digunakan
Baling-baling yang digunakan memiliki
diameter 25,4 cm dan lebar untuk poros motor
sebesar 1cm. Dengan dimensi yang dimiliki
baling-baling dapat ditentukan besar gaya
angkat yang dihasilkan dengan menggunakan
perangkat lunak static thrust calculator buatan
Szabolcs Füzesi yang ditunjukkan pada Gambar
2.8.
Gambar 2.8: Hasil dari Static Thrust Calculator
X
Aviation
Control
Controller
Gyro
Sensor
X
PWM
Gambar 2.10: Rancang Pengendali Otomatis untuk
kestabilan pada Model Pesawat Terbang Jenis VTOL
“Amimorphtorch”
Jika diteliti lebih dalam, kendali otomatis
menggunakan sensor gyro. Fungsi sensor gyro
dalam kendali otomatis yaitu untuk mengetahui
kondisi dan sudut kemiringan dari model
pesawat terbang jenis VTOL “Amimorphtorch”.
Penerima data untuk model pesawat
terbang jenis VTOL “Amimorphtorch” ini
berupa perangkat lunak. Penerima data ini
menggunakan form dari perangkat lunak visual
basic 6.0. Penerima data ini menggunakan
laptop sebagai host. Tujuan pembuatan
penerima data ini adalah untuk menerima,
menampilkan, dan menyimpan data yang
dikirimkan oleh model pesawat terbang jenis
VTOL “Amimorphtorch”. Gambar 2.11
menunjukkan flowchart dari perangkat lunak
yang digunakan untuk menerima, menampilkan
dan menyimpan data dari model pesawat
terbang jenis VTOL “Amimorphtorch”.
Mulai
T
Apakah
“MULAI” di
tekan?
Y
Menerima dan menampilkan data
Gambar 2.12: Bentuk perangkat lunak penerima data
T
Apakah
“KELUAR” di
tekan?
Y
Menyimpan dan keluar
Berhenti
Gambar 2.11: Flowchart dari perangkat lunak
Gambar 2.11 diatas menunjukkan bahwa
ketika sistem mulai aktif maka perangkat lunak
akan memeriksa tombol “MULAI” jika tombol
“MULAI” telah ditekan maka proses akan
berlanjut pada menerima dan menampilkan data
bila tidak maka proses akan kembali sampai
menunggu tombol “MULAI” ditekan. Setelah
perangkat lunak menerima dan menampilkan
data maka perangkat lunak tersebut akan
memeriksa tombol “KELUAR” jika tombol
“KELUAR” ditekan maka data yang diterima
dan ditampilkan tersebut akan disimpan ke
dalam perangkat lunak notepad bila tidak maka
proses
akan
kembali
menerima
dan
menampilkan data. Bentuk implementasi dari
flowchart perangkat lunak penyimpan data dari
model
pesawat
terbang
jenis
VTOL
“Amimorphtorch” ditunjukkan pada Gambar
2.12.
Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa
perangkat lunak tersebut menerima data dari
data yang telah dikirimkan oleh model pesawat
terbang jenis VTOL “Amimorphtorch” melalui
komunikasi YS1020UB. Komunikasi antara
YS1020UB yang berada pada model pesawat
terbang jenis VTOL “Amimorphtorch” dengan
YS1020UB yang berada di laptop menggunakan
USART yang dikonversi ke interface RS232
menggunakan IC MAX232.
Jumlah data yang diterima sebanyak
delapan jenis data yaitu AccX, AccY, AccZ,
GyroX, GyroY, GyroZ, Njarak, dan Gas.
Namun fokus pada proyek akhir ini ada lima
data yang akan disimpan. Kelima data itu adalah
GyroX dengan satuan persen, GyroY dengan
satuan persen, GyroZ dengan satuan persen,
Njarak dengan satuan sentimeter, dan Gass
dengan satuan persen. Kelima data tersebut
dikirim dari YS1020UB pada model pesawat
terbang
jenis
VTOL
“Amimorphtorch”
kemudian diterima YS1020UB pada laptop dan
dipisahkan menggunakan karakter ‘S’ kemudian
pada perangkat lunak data tersebut ditampilkan.
Selain itu handshaking diperlukan agar data
dikirim dan diterima sesuai sehingga
pemrosesan lebih lanjut bisa berjalan dengan
baik. Pemisahan data ditunjukkan pada program
di bawah ini.
Program diatas menejalaskan bahwa
penerima data mengirimkan
karakter ‘s’
kemudian pada sisi ATMEGA32 menerima
karakter ‘s’ maka ATMEGA32 akan
mengirimkan data. Selain itu gambar diatas juga
menjelaskan bahwa data tersebut akan disimpan
dengan menggunakan notepad pada sebuah
folder satu dengan folder dari perangkat lunak
ini.
III. PENGUJIAN
Grafik Gyro Saat Terbang
2
Setelah dinyalakan dan model pesawat
terbang Amimorphtorch lepas landas kemudian
model pesawat terbang itu mengirimkan data ke
penerima 433MHz yang terhubung dengan
laptop dan diperoleh data seperti pada Tabel 1.
Gx
(%)
65
65
65
…
64
64
64
…
64
64
64
64
64
64
64
64
64
64
64
64
62
58
64
65
65
65
Gyro
Gy
Gz
(%) (%)
65
65
65
65
65
65
…
…
63
67
61
67
61
68
…
…
62
67
62
67
62
67
62
67
62
67
62
67
62
67
62
67
62
67
62
67
62
67
62
67
58
66
66
69
65
65
65
65
65
65
65
65
Gass
(%)
H
(cm)
Posisi
30
30
30
…
43
43
48
…
100
100
100
100
100
100
100
100
100
98
98
98
98
98
44
30
30
30
3
3
3
…
32
32
35
…
481
481
481
481
481
481
481
145
145
145
145
145
145
33
3
3
3
3
Mendarat
Mendarat
Mendarat
…
Terbang
Terbang
Terbang
…
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Terbang
Mendarat
Mendarat
Mendarat
Mendarat
Tabel diatas menunjukkan tentang keadaan
gyro pada saat model pesawat terbang jenis
VTOL “Amimorphtorch” terbang dimana pada
saat terbang data PWM ketiga gyro yang keluar
sama sekali tidak stabil yaitu sekitar 1,48
sampai 1,55 ms. Setelah mencapai ketinggian
481 cm data PWM ketiga gyro yang keluar
stabil dan tidak berubah-ubah yaitu Gx sama
dengan 1,48, Gy sama dengan 1,44, dan Gz
sama dengan 2.31. Plot dari tabel 4.7
ditunjukkan pada Grafik 1.
1
Gx
0.5
Gy
Gz
481
481
481
481
481
481
131
136
122
116
84
105
78
72
59
60
59
58
Gyro(ms)
Cycle
0
Duty
Tabel 1. Data yang dihasilkan dari
Amimorphtorch
1.5
Ketinggian H(cm)
Grafik 1: Grafik Gyro Saat Terbang
Grafik diatas menggambarkan bahwa
sistem pada model pesawat terbang jenis VTOL
“Amimorphtorch” mengalami vibrasi menjadi
linier dan stabil ketika model pesawat terbang
jenis
VTOL
“Amimorphtorch”
terbang
mencapai ketinggian 481 cm hingga mendarat
pada ketinggian 3 cm.
IV. KESIMPULAN
Mengatasi yaw kiri yang diakibatkan oleh
inersia dari motor dc brushless dapat
diwujudkan dengan memasang sensor gyro pada
posisi yaw di elevon untuk mendeteksi yaw kiri
yang diakibatkan oleh motor DC Brushless
sehingga yaw kiri ini dapat dikurangi meskipun
tidak sampai 100%. Yaw kiri ini berhasil
dikoreksi oleh sistem dari model pesawat
terbang jenis VTOL “Amimorphtorch” pada
ketinggian 145 sampai 481 cm dengan data
output PWM gyrox sebesar 64%, gyroy sebesar
62%, dan gyroz sebesar 67% menghasilkan
sudut kemiringan dari gyrox sebesar -10, gyroy
sebesar -30, dan gyroz sebesar 20.
V.
DAFTAR PUSTAKA
Sepideh, A. (2007). MAV: Design and Fabrication
of a Delta Wing Micro Aerial Vehicle.
Portlock, J. (2005). QTAR: Quad Thrust Aerial
Robot 2005 Video. Perth.
Talay, T.A. (1975). Introduction to the
Aerodynamics of Flight. Scientific and Technical
Information Office. NASA, Washington, D.C.
Talay, T.A. (2000). Introduction to the
Aerodynamics of Flight. Scientific and Technical
Information Office. NASA, Washington, D.C.
Moschetta, J-M. and Bataille, B. (2007).
Aerodynamic Design of VTOL Micro Air
Vehicles. 3rdUS-European Comt\petition and
Workshop on Micro Air Vehicle System (MAV07)
& European Micro Air Vehicle Conference and
Flight
Competition
(EMAV2007),
17-21
September 2007, Toulouse, France.
Download