160928 e-newsletter API Gorontalo

advertisement
e-newsletter API
Selayang Pandang
Sesuai dengan mandat RPJMN
2015-2019, Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Bappenas dan
ICCTF (Indonesia Climate Change Trust
Fund) bekerja sama dengan Yayasan
Transformasi Kebijakan Publik Indonesia
(Transformasi), melakukan “Program
fasilitasi dan pendampingan teknis
penguatan kapasitas kelembagaan
pemerintah daerah untuk
mengintegrasikan adaptasi perubahan
iklim ke dalam rencana pembangunan
daerah” di Kabupaten Gorontalo.
Adapun output yang kami harapkan
yaitu (1) adanya dokumen kajian
kerentanan wilayah terdampak
perubahan iklim dan strategi kebijakan
adaptasi perubahan iklim di kabupaten
Gorontalo; (2) terbentuknya Kelompok
Kerja (Pokja) Adaptasi Perubahan Iklim
yang akan mengintegrasikan kegiatan
adaptasi perubahan iklim ke dalam
dokumen perencanaan pembangunan
daerah (RPJMD, RKPD, dan Renstra/RKA
SKPD).
Keberhasilan program dan kegiatan ini
memerlukan dukungan dan peran aktif
dari para pemangku kepentingan di
kabupaten Gorontalo. Oleh karena itu,
diperlukan upaya koordinasi, sinergi dan
partisipasi aktif dari pemerintah pusat,
pemerintah provinsi, pemerintah
kabupaten, DPRD, perguruan tinggi,
media massa, LSM, dan masyarakat.
(Juni Thamrin, Ph.D., Direktur Eksekutif
Pusat Transformasi Kebijakan Publik)
Program Adaptasi
Perubahan Iklim di
Pemkab Gorontalo
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menjadi negara
yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Temperatur permukaan laut yang naik otomatis akan
mengubah pola dan intensitas curah hujan, yang
berpengaruh terhadap terjadinya banjir dan kemarau
berkepanjangan. Dampaknya secara langsung akan
terasa pada perekonomian masyarakat.
Sebagaimana disebutkan dalam kajian kerentanan yang
disusun Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) di
Provinsi Gorontalo, Kabupaten Gorontalo adalah daerah
paling rentan terhadap perubahan iklim dengan
kapasitas paling rendah. Sementara, kapasitas
kelembagaan pemerintah daerah dan masyarakatnya
untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim di
kategorikan masih rendah.
Oleh karena itu, sejak beberapa bulan terakhir,
Transformasi membuat kajian risiko iklim di tingkat
Kabupaten Gorontalo dibantu tim peneliti, serta
memberikan pendampingan teknis bagi pemerintah
daerah Kabupaten Gorontalo untuk mengintegrasikan
adaptasi perubahan iklim dalam perencanaan
pembangunan daerah di Kabupaten Gorontalo.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan
Kementerian Perencanaan Pembangunan
Nasional/Bappenas dan Indonesia Climate Change Trust
Fund (ICCTF).
Dengan terintegrasinya rencana aksi Adaptasi
Perubahan Iklim (API) ke dalam dokumen perencanaan
pembangunan daerah di Kabupaten Gorontalo, ke
depan kabupaten ini diharapkan dapat menjadi pusat
pembelajaran dan rujukan bagi pemda-pemda lain di
Indonesia untuk mengintegrasikan API ke dalam
rencana pembangunan daerah.
Kegiatan dan capaian
Guna mencapai tujuan dari program ini, serangkaian
kegiatan dan capaian telah diupayakan dalam kurun
waktu bulan Juni-September 2016:
Pertama, audiensi dengan Bupati dan jajaran Satuan
Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Gorontalo.
Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman antara
Pemkab Gorontalo dan Transformasi untuk
merumuskan bersama program pembangunan yang
terintegrasi dengan rencana adaptasi perubahan iklim.
Dalam pertemuan yang dilaksanakan pada 3 Juni 2016
tersebut, turut hadir antara lain: Bupati Gorontalo Dr.
Nelson Pomalinggo; Penasihat Senior Transformasi Ir.
Sarwono Kusumaatmadja; Direktur Eksekutif
Transformasi Juni Thamrin Ph.D.,; perwakilan dari
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim pada
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Tri
Widayati M.T. (Kepala Subdirektorat Adaptasi Ekologi
Buatan); seluruh Kepala SKPD Kabupaten Gorontalo;
serta seluruh camat di Kabupaten Gorontalo.
Kedua, Kabupaten Gorontalo resmi memiliki Kelompok
Kerja Adaptasi Perubahan Iklim (Pokja-API). Pokja ini
berhasil dibentuk setelah melalui beberapa kali
pertemuan teknis antara Transformasi bersama para
pemangku kepentingan kunci, dalam kurun waktu
kurang dari satu bulan.
Pokja-API ini secara resmi dibentuk pada tanggal 13 Juli
2016, dengan terbitnya Surat Keputusan Bupati
Gorontalo No. 457/04/VII/2016 tentang Kelompok Kerja
Perubahan Iklim di Kabupaten Gorontalo. Tugas
utamanya adalah merumuskan rencana aksi API serta
mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan
Pemkab Gorontalo.
Sebagai ketua dari pokja ini adalah Kepala Bappeda
Gorontalo. Ada 22 anggota di dalamnya, yang berasal
dari unsur SKPD terkait, akademisi, tokoh masyarakat,
serta perwakilan perempuan dan laki-laki petani.
Ketiga, integrasi strategi API ke dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD)
2016-2021 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(RKPD) 2017 Pemkab Gorontalo.
Pengintegrasian strategi ini berhasil dicapai setelah
melalui beberapa kali advokasi kepada jajaran SKPD dan
rapat koordinasi dengan POKJA-API. Dalam rakor
tersebut, juga hadir tim perumus RJPMD dan tim
perumus Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
Kabupaten Gorontalo.
Apa Kata Mereka?
“Kabupaten Gorontalo
dengan jumlah
penduduk 409 ribu
jiwa atau 40 persen
dari penduduk Provinsi
Gorontalo, rentan
terhadap dampak
perubahan iklim yang
sudah dirasakan saat ini. Mulai dari iklim
yang tak menentu hingga kekeringan dan
kekurangan debit air bersih.”
(Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd.,
Bupati Kab. Gorontalo)
“Rencana
pembangunan daerah
menjadi titik perhatian
vital dalam
mengantisipasi dampak
perubahan iklim. Hal ini
mengingat
pembangunan daerah
adalah ujung tombak
pembangunan nasional dalam sistem
otonomi daerah yang saat ini diterapkan
di Indonesia. Transformasi berkomitmen
untuk membantu pemerintah Kabupaten
Gorontalo dalam menyusun strategi
Adaptasi Perubahan Iklim (API) dan
mengintegrasikannya ke dalam rencana
pembangunan daerah.”
(Ir. Sarwono Kusumaatmadja, Penasihat
Senior Transformasi)
“Pemkab Gorontalo
membentuk Kelompok
Kerja Adaptasi
Perubahan Iklim
(Pokja-API) melalui
Bappeda bersama
dengan Transformasi
selaku pengelola dana
hibah dari ICCTF.
Dengan demikian maka rencana aksi
tersebut akan terintegrasi dengan
Rancangan Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana
Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), serta
sektor terkait pada tahun 2017.”
(Dr. Sumanti Maku, M.Si., Kepala Bappeda
Kab. Gorontalo)
Pengintegrasian substansi API ke dalam RPJMD
2016-2021 tersebut telah disahkan menjadi peraturan
daerah pada September 2016 ini, yang tertuang dalam
RPJMD Bab IV tentang Strategi dan Arah Kebijakan.
Substansi API dalam RPJMD selanjutnya akan berfungsi
sebagai dasar acuan penyusunan program API yang saat
ini sedang dalam proses pengintegrasian ke dalam
RKPD 2017.
Keempat, kajian kerentanan dan risiko iklim. Tujuan
kajian ini adalah guna memahami kerentanan dan risiko
terhadap perubahan iklim di Kabupaten Gorontalo.
Kajian dilaksanakan oleh Transformasi bersama
Pokja-API bekerja sama dengan tim peneliti dari Institut
Pertanian Bogor (Dr. Impron) dan Institut Teknologi
Bandung (Dr. Armi Susandi).
Dari kajian ini ditemukan, terdapat empat ancaman
perubahan iklim di Kabupaten Gorontalo, yaitu banjir,
kekeringan, longsor, serta epidemi penyakit. Kajian juga
memaparkan lokus daerah—hingga di tingkat
desa—yang paling berisiko terkena ancaman dan kapan
terjadinya.
Dengan adanya kajian dan basis ilmiah ini, Pemkab
Gorontalo terbantu dalam perencanaan kegiatan
adaptasi perubahan iklim, termasuk untuk menentukan
lokasi dan waktunya, serta pengintegrasiannya ke dalam
rencana pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
Kelima, joint-plan atau rencana bersama antara delapan
SKPD terkait pengintegrasian strategi API ke dalam
Rencana Kerja 2017 Pemkab Gorontalo. Guna memitigasi
risiko iklim, Pokja-API dan tim peneliti telah
mengidentifkasi setidaknya 24 program API, yang
melingkupi delapan sektor/bidang pemerintahan di
kabupaten ini.
Kedelapan sektor/bidang tersebut antara lain: pertanian,
lingkungan hidup, kehutanan, badan ketahanan pangan,
pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan
perhubungan.
Sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan 24
program API pada delapan sektor/bidang tersebut,
kepala SKPD terkait telah menandatangani rencana
bersama, yang diketahui langsung oleh Bupati
Gorontalo.
Rencana bersama ini berfungsi sebagai acuan utama
dalam merumuskan kegiatan-kegiatan API untuk
dimasukkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran
SKPD pada masing-masing sektor/bidang terkait.
Tim Agenda Perubahan Iklim
Transformasi
Penanggung Jawab:
Juni Thamrin, Ph.D.
Nazla Mariza, M.A.
Tim Ahli Adaptasi Perubahan Iklim:
Dr. Impron
Dr. Armi Susandi
Koordinator Proyek:
Buyung Yuliandri, S.S.
Penasihat Kebijakan:
Bambang Wicaksono Triantoro, M.Si.
Agenda Kegiatan Selanjutnya
Agenda Adaptasi Aksi Adaptasi Perubahan Iklim di
Kabupaten Gorontalo:
a. Penilaian awal data perubahan iklim yang sudah ada.
b. Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang terdiri
dari unsur Bappeda, Humas Pemkab Gorontalo,
akademisi, peneliti, LSM, perwakilan perempuan,
kelompok tani, dll.
c. Integrasi rencana kerja ke dalam dokumen RPJMD,
RKPD, Renja, dan RKA untuk pembentukan anggaran
pemerintah daerah 2017.
d. Transformasi bekerja sama dengan Humas Pemkab
Gorontalo untuk memberikan pemahaman terhadap
masyarakat.
Koordinator Kabupaten:
Muthalib, S.E.
Tim Komunikasi :
Fardila Astari, M.Si.
Muhammad Syarifullah, S.S.
Didukung oleh:
Tim Keuangan:
Ethika Fitriani, M.M.
Arif Santoso, S.E.
Priska Apriliasari, S.E.
Arni Oktafiani, A.Md.
Foto kegiatan
Office: Perkantoran Fatmawati Mas Blok I/118. Jl. Fatmawati Raya No. 20
Jakarta 12430, Indonesia
Workshop: Jl. Cipaku V No. 24. Petogogan. Kebayoran Baru. Jakarta 12170. Indonesia
www.transformasi.org
+62 21 2702401 / 72793779
[email protected]
Transformasi Indonesia
+62 21 7209946
@transformasi_id
Download