PERTANYAAN - AEC Center

advertisement
PERTANYAAN
tentang
MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
(MEA)
MENYONGSONG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015
Pusat Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan RI
PUSAT HUMAS KEMENDAG
2015
1
12 PRIORITY INTEGRATED SECTOR (PIS)
PERDAGANGAN
JASA
TRANSPORTASI UDARA
5
e-ASEAN
“P
PELAYANAN
KESEHATAN
PARIWISATA
SEKTOR
JASA LOGISTIK
PERDAGANGAN
BARANG
PERTANIAN
ELEKTRONIK
7
TEKSTIL
PERIKANAN
SEKTOR
PRODUK
BERBASIS KARET
OTOMOTIF
PRODUK
BERBASIS KAYU
4 PILAR MEA
ERTAMA,
ASEAN sebagai
pasar tunggal dan basis
produksi (single market and
production base) dengan
elemen aliran bebas
barang, aliran bebas jasa,
aliran bebas investasi,
aliran bebas tenaga kerja
terdidik dan aliran modal
yang lebih bebas.
KEDUA, ASEAN sebagai
kawasan dengan daya
saing ekonomi yang tinggi
(competitive economic
region).
KETIGA, ASEAN sebagai
kawasan dengan
pengembangan ekonomi
yang merata (equitable
economic development)
KEEMPAT, ASEAN sebagai
kawasan yang terintegrasi
secara penuh dengan
perekonomian global
(integration into the global
economy).
Sumber: www.kemendag.go.id
2
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
1.
Bagian 1
SEPUTAR
MASYARAKAT
EKONOMI
ASEAN (MEA)
Q:
A pa itu Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA)?
A: ASEAN Economic Community
(AEC) atau Masyarakat Ekonomi
ASEAN (MEA) adalah sebuah
komunitas regional yang memiliki
kesepakatan bersama untuk
mengintegrasikan ekonomi termasuk
pasar semua negara anggota
ASEAN.
MASYARAKAT
EKONOMI
ASEAN (MEA)
PUSAT HUMAS KEMENDAG
3
2.
Q:
Negara mana saja
yang bergabung
dalam MEA?
A: Terdapat 10 negara yang tergabung
dalam MEA yaitu Brunei Darussalam,
Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos,
Malaysia, Myanmar, Singapura,
Thailand, dan Vietnam.
3.
4
Q:
Apa
kepentingannya
mengetahui profil
negara-negara
anggota MEA?
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
MYANMAR
THAILAND
LAOS
VIETNAM
FILIPINA
KAMBOJA
MALAYSIA
BRUNEI
DARUSSALAM
SINGAPURA
INDONESIA
A: Mengetahui profil negara ASEAN sangat penting
untuk mengukur kekuatan dan kelemahan masingmasing negara, sekaligus menggali peluang-peluang
kerjasama bisnis/usaha dan menjadi persiapan dalam
menghadapi tenaga kerja dan pelaku ekonomi dari
negara-negara tersebut. Begitu pula sebaliknya,
sebagai persiapan jika sewaktu-waktu harus pergi,
bekerja dan berusaha ke negara-negara anggota MEA.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
5
4.
Q:
Bagaimana
profil
Indonesia?
Identitas Negara
Nama Resmi : Republic of Indonesia
Nama Lokal : Republik Indonesia
Tanggal Kemerdekaan : 17 Agustus 1945
Bentuk Pemerintahan : Republik
Kepala Negara : Presiden Joko Widodo
Kepala Pemerintahan : Presiden Joko Widodo
Ibu Kota : Jakarta
Bahasa : Bahasa Indonesia (resmi),
Jawa, Inggris, bahasa lokal
Mata Uang : Rupiah
Lagu Kebangsaan : “Indonesia Raya” (Great Indonesia)
Kondisi Geografi
6
Luas Wilayah : 1.904.569 km2
Perbatasan : Samudera Hindia, Australia, Malaysia,
Singapura, Filipina, Papua Nugini,
Timor Leste, Thailand, Palau, Vietnam
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Demografi
Jumlah Penduduk : 255.993.674 jiwa (estimasi Juli 2015)
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk : 0,92% (estimasi 2015)
Kelompok Etnis : Jawa 40,6%, Sunda 15%, Madura 3,3%,
Minangkabau 2,7%, Betawi 2,4%, Bugis 2,4%,
Banten 2%, Banjar 1,7%, dan lainnya 29,9%
(Sensus 2000)
Agama : Islam 87,2%, Protestan 7%, Katolik Roma 2,9%,
Hindu 1,7%, lainnya 0,9% (termasuk Buddha
dan Kong Hu Cu), dan tak teridentifikasi 0,4%
(estimasi 2010)
Performansi Ekonomi
Gross Domestic Product
(GDP) : USD 856,1 Miliar (estimasi 2014)
Pertumbuhan GDP : 5% (estimasi 2014)
GDP per Capita (PPP) : USD 10.200 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama : Migas, karet, mesin, bahan tambang, pakaian jadi
Komoditas
Impor Utama : Mesin-mesin, besi dan baja, gandum
Total Perdagangan
– Indonesia
: -
PUSAT HUMAS KEMENDAG
7
5.
Q:
Bagaimana
profil Brunei
Darussalam?
Identitas Negara
Nama Resmi : Brunei Darussalam
Nama Lokal : Negara Brunei Darussalam
Tanggal Kemerdekaan : 1 Januari 1984
Bentuk Pemerintahan : Monarki Konstitusional
Kepala Negara
:Sultan Haji Hassanal Bolkiah
Mu’izzaddin Waddaulah
Kepala Pemerintahan : Sultan Haji Hassanal Bolkiah
Mu’izzaddin Waddaulah
Ibu Kota : Bandar Seri Begawan
Bahasa : Melayu (resmi), Inggris, Mandarin
Mata Uang : Dollar Brunei (B$)
Lagu Kebangsaan : “Allah Peliharakan Sultan”
(God Bless His Majesty)
Kondisi Geografi
8
Luas Wilayah : 5.765 km2
Perbatasan : Laut Cina Selatan dan Malaysia
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Demografi
Jumlah Penduduk : 429.646 jiwa (estimasi Juli 2015)
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk : 1,62% (estimasi 2015)
Kelompok Etnis : Melayu 66,3%, Tionghoa 11,2%,
Pribumi 3,4% dan lainnya 19,1%
Agama : Islam (resmi) 78,8%, Buddha 7,8%,
Kristen 8,7% dan lainnya (termasuk
kepercayaan suku asli) 4,7% (estimasi 2011)
Performansi Ekonomi
Gross Domestic Product
(GDP) : USD 17,43 Miliar (estimasi 2014)
Pertumbuhan GDP
: 5,3% (estimasi 2014)
GDP per Capita : USD 77.700 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama : Minyak mentah, gas alam, dan garmen
Komoditas
Impor Utama Total Perdagangan
–Indonesia
: Mesin-mesin, alat transportasi,
barang jadi dan makanan
: USD 1.100.080,7 ribu
PUSAT HUMAS KEMENDAG
9
6.
Q:
Bagaimana
profil
Filipina?
Identitas Negara
Nama Resmi : Republic of the Philippines
Nama Lokal : Republika ng Pilipinas
Tanggal Kemerdekaan : 4 Juli 1946
Bentuk Pemerintahan : Republik
Kepala Negara : Presiden Benigno S. Aquino III
Kepala Pemerintahan : Presiden Benigno S. Aquino III
Ibu Kota : Manila
Bahasa : Filipino/Tagalog (resmi), Inggris
Mata Uang : Peso
Lagu Kebangsaan : “Lupang Hinirang” (Chosen Land)
Kondisi Geografi
Luas Wilayah : 300.000 km2
Perbatasan : Malaysia, Indonesia, Tiongkok, Palau
Demografi
Jumlah Penduduk 10
: 100.998.376 jiwa (estimasi Juli 2015)
Tingkat Pertumbuhan Penduduk:
1,61% (estimasi 2015)
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Kelompok Etnis : Tagalog 28,1%, Cebuano 13,1%,
Ilocano 9%, Bisaya/Binisaya 7,6%,
Hiligaynon Ilonggo 7,5%, Bikol 6%,
Waray 3,4%, dan lainnya 25,3%
Agama : Katolik 82,9%, Islam 5%, lainnya 12,1%
(sensus 2000)
Performansi Ekonomi
Gross Domestic Product
(GDP) Pertumbuhan GDP
: USD 284,6 Miliar (estimasi 2014)
: 6,1% (estimasi 2014)
GDP per Capita (PPP): USD 7.000 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama Komoditas
Impor Utama Total Perdagangan
–Indonesia
: Semikonduktor dan produk elektronik,
alat transportasi, pakaian, produk
tembaga, produk minyak bumi,
minyak kelapa, buah-buahan
: Produk elektronik, mesin, besi dan baja,
kain tekstil, bahan kimia, plastik
: USD 4.551.388,8 ribu
PUSAT HUMAS KEMENDAG
11
7.
Q:
Bagaimana
profil
Kamboja?
Identitas Negara
Nama Resmi : Kingdom of Cambodia
Nama Lokal : Preah Reacheanachak Kampuchea
Tanggal Kemerdekaan : 9 November 1953
Bentuk Pemerintahan : Monarki Konstitusional
Kepala Negara : Raja Norodom Sihamoni
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Hun Sen
Ibu Kota : Phnom Penh
Bahasa : Khmer (resmi), Perancis dan Inggris
Mata Uang : Riel
Lagu Kebangsaan : “Nokoreach” (Royal Kingdom) Kondisi Geografi
Luas Wilayah : 181.035 km2
Perbatasan : Teluk Thailand, Thailand,
Laos dan Vietnam
12
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Demografi
Jumlah Penduduk : 14.952.665 jiwa (estimasi 2012)
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk : 1,58% (estimasi 2015)
Kelompok Etnis : Khmer 90%, Vietnam 5%,
Tionghoa 1%, dan lainnya 4%
Agama : Buddha (resmi) 96,4%,
Islam 2,1%, lainnya 1,5%
Performansi Ekonomi
Gross Domestic Product
(GDP) : USD 16,9 Miliar (estimasi 2014)
Pertumbuhan GDP : 7% (estimasi 2014)
GDP per Capita (PPP) : USD 3.400 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama Komoditas
Impor Utama Total Perdagangan
- Indonesia : Pakaian jadi, kayu, karet, beras,
ikan, tembakau, alas kaki
: Produk migas, rokok,
bahan-bahan konstruksi
: USD 267.457,1 ribu
PUSAT HUMAS KEMENDAG
13
8.
Q:
Bagaimana
profil Laos?
Identitas Negara
Nama Resmi : Lao People’s Democratic Republic
Nama Lokal : Sathalanalat Paxathipatal
Paxaxon Lao
Tanggal Kemerdekaan : 19 Juli 1949
Bentuk Pemerintahan : Republik Sosialis
Kepala Negara : Presiden Choummaly Sayasone
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Thongsing Thammavong
Ibu Kota : Vientiane
Bahasa
: Lao (resmi), Perancis, Inggris, bahasa lokal
Mata Uang : Kip
Lagu Kebangsaan : “PhengXat Lao” (Hymn of the Lao People)
Kondisi Geografi
14
Luas Wilayah : 236.800 km2
Perbatasan : Myanmar, Tiongkok, Vietnam,
Kamboja, Thailand
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Demografi
Jumlah Penduduk : 6.911.544 jiwa (estimasi Juli 2015)
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk : 1,55% (estimasi 2015)
Kelompok Etnis : Lao 55%, Khmou 11%, Hmong 8%,
dan lainnya 26%
Agama : Buddha 67%, Kristen 1,7%, lainnya 31,5%
Performansi Ekonomi
Gross Domestic Product
(GDP) : USD 11,71 Miliar (estimasi 2014)
Pertumbuhan GDP : 7,4% (estimasi 2014)
GDP per Capita (PPP) : USD 5.000 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama Komoditas
Impor Utama Total Perdagangan
- Indonesia : Kayu, kopi, timah, tembaga, emas
: Mesin-mesin, kendaraan, bahan bakar,
barang konsumsi
: USD 9.899 ribu
PUSAT HUMAS KEMENDAG
15
9.
Q:
Bagaimana
profil
Malaysia?
Identitas Negara
Nama Resmi : Malaysia
Nama Lokal : Malaysia
Tanggal Kemerdekaan : 31 Agustus 1957
Bentuk Pemerintahan : Federal Monarki Konstitusional
Kepala Negara : Sultan Tuanku Al-Haj Abdul Halim Mu’adzam Shah bin Sultan Badlishah
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Dato’ Sri Mohd Najib Tun
Abdul Razak
Ibu Kota : Kuala Lumpur
Bahasa : Melayu, Inggris, Mandarin, Tamil
Mata Uang : Ringgit
Lagu Kebangsaan : “Negaraku” (My Country)
Kondisi Geografi
16
Luas Wilayah : 329.847 km2
Perbatasan : Laut Cina Selatan, Brunei, Indonesia,
Thailand, Singapura, Vietnam, Filipina
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Demografi
Jumlah Penduduk : 30.513.848 jiwa (estimasi Juli 2015)
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk : 1,44% (estimasi 2015)
Kelompok Etnis : Melayu 50,4%, Tionghoa 23,7%,
Pribumi 11%, India 7,1%, dan lainnya 19,1%
Agama : Islam (resmi) 61,3%, Buddha 19,8%, Kristen 9,2%,
Hindu 6,3%, dan lainnya 3,5% (estimasi 2010)
Performansi Ekonomi
Gross Domestic Product
(GDP) : USD 336,9 Miliar (estimasi 2014)
Pertumbuhan GDP : 5,9% (estimasi 2014)
GDP per Capita (PPP): USD 24.500 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama Komoditas
Impor Utama Total Perdagangan
- Indonesia : Peralatan elektronik, migas, kayu,
CPO, karet, tekstil
: Elektronik, mesin-mesin, plastik,
kendaraan, besi dan baja
: USD 21.400.713,6 ribu
PUSAT HUMAS KEMENDAG
17
10.
Q:
Bagaimana
profil
Myanmar?
Identitas Negara
Nama Resmi : Republic of the Union of Myanmar
Nama Lokal : Pyidaungzu Thanmâda Myânma
Naingngandaw
Tanggal Kemerdekaan : 4 Januari 1948
Bentuk Pemerintahan : Junta Militer
Kepala Negara : Presiden Thein Sein
Kepala Pemerintahan : Presiden Thein Sein
Ibu Kota : Rangoon (Nay Pyi Taw ibu kota administratif)
Bahasa : Burma (resmi) dan beberapa
bahasa etnis minoritas
Mata Uang : Kyat
Lagu Kebangsaan : “Kaba Ma Kyei”
(Till the End of the World, Myanmar)
Kondisi Geografi
18
Luas Wilayah : 676.578 km2
Perbatasan : India, Bangladesh, Tiongkok, Laos, Thailand
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Demografi
Jumlah Penduduk : 54.584.650 jiwa (estimasi 2012)
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk : 1,01% (estimasi 2015)
Kelompok Etnis : Burma 68%, Shan 9%, Karen 7%,
Rakhine 3,5%, Tionghoa 2,5%, Mon 2%,
Kachin 1,5%, Chin 1%, lainnya 2%
Agama : Buddha 89%, Kristen 4%, Islam 4%,
Animisme 1%, dan lainnya 2%
Bahasa : Burma (resmi) dan beberapa bahasa etnis minoritas
Performansi Ekonomi
Gross Domestic Product
(GDP) : USD 65,29 Miliar (estimasi 2014)
Pertumbuhan GDP : 8,5% (estimasi 2014)
GDP per Capita (PPP): USD 4.800 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama Komoditas
Impor Utama Total Perdagangan
- Indonesia : gas alam, kayu, beras, ikan, pakaian,
batu giok dan permata
: Kain, produk minyak bumi, pupuk, plastik, mesin,
alat transportasi, bahan bangunan, produk makanan
: USD 430.750,8 ribu
PUSAT HUMAS KEMENDAG
19
11.
Q:
Bagaimana
profil
Singapura?
Identitas Negara
Nama Resmi : Republic of Singapore
Nama Lokal : Republic of Singapore
Tanggal Kemerdekaan : 9 Agustus 1965
Bentuk Pemerintahan : Republik Parlementer
Kepala Negara : Presiden Tony Tan Keng Yam
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Lee Hsien Loong
Ibu Kota : Singapura
Bahasa Resmi : Bahasa Inggris, Melayu,
Mandarin, Tamil
Mata Uang : SGD (Dollar Singapura)
Lagu Kebangsaan : “Majulah Singapura”
(Onward Singapore)
Kondisi Geografi
20
Luas Wilayah : 697 km2
Perbatasan : Indonesia, Malaysia
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Demografi
Jumlah Penduduk : 5.674.472 jiwa (estimasi Juli 2015)
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk : 1,89% (estimasi 2015)
Kelompok Etnis : Tionghoa 76,8%, Melayu 13,9%,
India 7,9%, dan lainnya 1,4%
Agama : Buddha 42,5%, Islam 14,9%, Tao 8,5%,
Hindu 4%, katolik 4,8%, dan lainnya 25,3%
Performansi Ekonomi
Gross Domestic Product
(GDP) : USD 307,9Miliar (estimasi 2014)
Pertumbuhan GDP : 2,9% (estimasi 2014)
GDP per Capita (PPP) : USD 81.300 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama Komoditas
Impor Utama Total Perdagangan
- Indonesia : Mesin dan peralatan (termasuk elektronik dan
telekomunikasi), farmasi dan bahan kimia lainnya,
produk olahan minyak bumi
: Mesin dan peralatan, bahan bakar mineral,
bahan kimia, bahan makanan, barang-barang
konsumsi
: USD 44.408.559,4 ribu
PUSAT HUMAS KEMENDAG
21
12.
Q:
Bagaimana
profil
Thailand?
Identitas Negara
Nama Resmi : Kingdom of Thailand
Nama Lokal : Ratcha Anachak Thai
Tanggal Kemerdekaan : Tidak pernah dikolonisasi
Bentuk Pemerintahan : Monarki Konstitusional
Kepala Negara : Raja Bhumibol Adulyadej
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Jendral Prayut Chan-o-cha
Ibu Kota : Bangkok
Bahasa : Thai (resmi) dan Inggris
Mata Uang : Baht
Lagu Kebangsaan : “Phleng Chat Thai”
(National Anthem of Thailand)
Kondisi Geografi
22
Luas Wilayah : 513.120 km2
Perbatasan : Myanmar, Laos, Kamboja, Thailand, Malaysia,
India, Vietnam, Indonesia
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Demografi
Jumlah Penduduk : 67.091.089 jiwa (estimasi 2012)
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk : 0,34% (estimasi 2015)
Kelompok Etnis : Thai 75%, Tionghoa 14%, dan lainnya 11%
Agama : Buddha 94,6%, Islam 4,6%, Kristen 0,7%,
dan lainnya 0,1%
Performansi Ekonomi
Gross Domestic
Product (GDP)
: USD 373,8 Miliar (estimasi 2014)
Pertumbuhan GDP : 0,7% (estimasi 2014)
GDP per Capita (PPP) : USD 14.400 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama Komoditas
Impor Utama Total Perdagangan
- Indonesia : Tekstil dan alas kaki, produk perikanan,
beras, karet, perhiasan, mobil, komputer
dan peralatan listrik
: Barang setengah jadi dan bahan baku,
barang-barang konsumsi, bahan bakar
: USD 16.301.802,1 ribu
PUSAT HUMAS KEMENDAG
23
13.
Q:
Bagaimana
profil
Vietnam?
Identitas Negara
Nama Resmi : Socialist Republic of Vietnam
Nama Lokal : C‘ng hòa xã h‘i ch‘ nghïa vi‘t Nam
Tanggal Kemerdekaan : 2 September 1945
Bentuk Pemerintahan : Republik Sosialis Komunis
Kepala Negara : Presiden Truong Tan Sang
Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Nguyen Tan Dung
Ibu Kota : Ha Noi
Bahasa : Vietnam (resmi), Inggris, Perancis, Mandarin,
Khmer
Mata Uang : Dong
Lagu Kebangsaan : “Tienquan ca”
(The Song of the Marching Troops)
Kondisi Geografi
24
Luas Wilayah : 331.210 km2
Perbatasan : Tiongkok, Laos, Kamboja, Laut Cina Selatan
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Demografi
Jumlah Penduduk : 94.348.835 jiwa (estimasi Juli 2015)
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk : 0,97% (estimasi 2015)
Kelompok Etnis : Kinh (Viet) 58,7%, Tay 1,9%, Thai 1,8%,Moung
1,5%, Kmer 1,5%, Mong 1,2%, Nung 1,1%, dan
lainnya 5,3%
Agama : Buddha 9,3%, Katolik 6,7%, Hao Hao 1,5%, Cao
Dai 1,1%, Protestan 1,5%, Islam 0,1%, Ateis 80,8%
Performansi Ekonomi
Gross Domestic
Product (GDP) : USD 187,8 Miliar (estimasi 2014)
Pertumbuhan GDP : 5,5% (estimasi 2014)
GDP per Capita (PPP) : USD 5.600 (estimasi 2014)
Komoditas
Ekspor Utama Komoditas
Impor Utama Total Perdagangan
- Indonesia : Pakaian, sepatu, hasil laut, minyak mentah,
elektronik, produk kayu, beras, mesin
: Mesin dan peralatan, produk minyak bumi, produk
baja, bahan baku untuk industri pakaian dan
sepatu, elektronik, plastik, mobil
: USD 4.737.139 ribu
PUSAT HUMAS KEMENDAG
25
26
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Bagian 2
SEPUTAR
MASYARAKAT
EKONOMI ASEAN
(MEA)
PUSAT HUMAS KEMENDAG
27
14.
15.
Apa yang
disebut
perdagangan
bebas dalam
MEA?
Q:
Q:
A: Perdagangan bebas
sebagaimana dimaksud
dalam pilar pertama
AEC Blueprint adalah
menjadikan kawasan
ekonomi ASEAN yang
bebas dari berbagai
hambatan dan ASEAN
sebagai pasar tunggal
dan basis produksi.
Adapun capaian yang
ingin diperoleh adalah
pasar dengan aliran
bebas barang, aliran
bebas jasa, aliran bebas
investasi, aliran bebas
tenaga terampil dan
terdidik, serta aliran
modal yang lebih bebas
di kawasan ASEAN.
A: Tidak. MEA juga menyepakati
tiga pilar lainnya, yakni ASEAN
sebagai kawasan ekonomi
berdaya saing tinggi yang
memiliki kebijakan kompetisi,
perlindungan konsumen,
hak kekayaan intelektual,
pengembangan intrastruktur,
perpajakan dan e-commerce.
Apakah hanya
pasar tunggal
dan basis produksi saja
yang disepakati dalam
MEA?
ASEAN sebagai kawasan yang
pembangunan ekonominya
merata dengan menitikberatkan
pada pengembangan usaha kecil
dan menengah, serta prakarsa
mengurangi kesenjangan
pembangunan di ASEAN
khususnya untuk negara-negara
CMLV (Cambodia, Myanmar, Laos
dan Vietnam).
ASEAN sebagai kawasan yang
terintegrasi secara penuh dengan
perekonomian global melalui
pendekatan ekonomi yang koheren
dalam hubungan ASEAN dan
mitranya di luar kawasan dan
meningkatkan peran serta dalam
jejaring produk global.
28
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
16.
Q:
Mengapa
dibentuk
MEA?
17.
A: Pada tahun 1997-1998, negara-negara anggota
ASEAN menyadari pentingnya meningkatkan kerjasama,
terutama saat terjadinya krisis ekonomi di Asia Tenggara,
sebagai bentuk sikap negara anggota ASEAN terutama
dalam menghadapi situasi dan kondisi ekonomi serta
persaingan global. Pada KTT ASEAN ke-2 di Kuala
Lumpur 15 Desember 1997, para Kepala Negara
ASEAN menyepakati ASEAN Vision 2020.
Q:
Mohon
dijelaskan
tentang ASEAN
Vision 2020?
18.
Q:
Apa saja
yang
disepakati dalam
ASEAN Vision
2020?
A: KTT ASEAN ke-9
tanggal 7 Oktober 2003
menyepakati Declaration
of ASEAN Concord II
(Bali Concord II) yang
menyepakati tiga pilar
untuk mewujudkan
ASEAN Vision 2020 yaitu:
(1) ASEAN Economic
Community (AEC), (2)
ASEAN Political-Security
Community, (3) ASEAN
Socio-Cultural Community.
A: Sebuah visi jangka panjang untuk
mewujudkan kawasan ASEAN yang
stabil, makmur, dan berdaya saing
tinggi dengan pembangunan ekonomi
merata yang ditandai oleh penurunan
tingkat kemiskinan dan penghilangan
perbedaan sosial ekonomi.
19.
Q:
Dari tiga pilar ASEAN
Vision 2020, mana yang
dijadikan prioritas?
A: Para Pemimpin ASEAN memprioritaskan
dan mendeklarasikan konsep Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) dengan mengusung
tujuan integrasi ekonomi regional tahun 2020.
Konsep MEA ini mengalami kemajuan pada
KTT ASEAN ke-10 di Laos, 2004, dengan
disusunnya strategi dan program kerja untuk
mewujudkan ASEAN Vision 2020.
Para pemimpin ASEAN memperkuat upaya
menuju MEA pada KTT ke-12 di Filipina, 13
Januari 2007, dengan menyepakati “Cebu
Declaration on the Acceleration of the
Establishment of an ASEAN Community by 2015”.
Disepakati juga percepatan implementasi blueprint
MEA dari tahun 2020 menjadi 2015. Tepatnya,
masyarakat ekonomi ASEAN terimplementasi
secara penuh pada 31 Desember 2015.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
29
20.
Q:
21.
Mengapa MEA
dipercepat?
A: Untuk memperkuat daya saing
ASEAN dalam persaingan global
agar mampu bersaing dengan
kawasan perdagangan bebas
lainnya termasuk dalam rangka
bersaing dengan kemajuan
ekonomi mitra perdagangan
bebasnya seperti Tiongkok, India,
Jepang, maupun di pasar Uni
Eropa dan Amerika.
Selain itu, untuk meningkatkan
posisi tawar dalam konteks
perundingan ASEAN Plus 1
(Tiongkok, Korea, Jepang,
Australia-New Zealand, India,
Uni Eropa), dan sebagai respons
atas kecenderungan terhadap
regionalisme.
Percepatan juga dilakukan karena
beberapa hal berikut: (i) adanya
potensi penurunan biaya produksi
di ASEAN sebesar 10-20%
untuk barang konsumsi sebagai
dampak integrasi ekonomi (ii)
potensi meningkatnya kemampuan
kawasan dengan implementasi
standar dan praktik internasional,
HAKI (Hak atas Kekayaan
Intelektual) dan adanya persaingan.
30
Q:
Apa sebenarnya
sasaran utama
dari pembentukan MEA?
A: Menjadikan ASEAN sebagai
kawasan yang makmur dan berdaya
saing dengan pembangunan ekonomi
yang merata, serta mengurangi
tingkat kemiskinan dan perbedaan
sosial-ekonomi di kawasan ASEAN.
Masyarakat regional ini juga
bertujuan agar masyarakat ASEAN
lebih dinamis dan kompetitif. Hal
ini dapat dicapai dengan langkahlangkah dan mekanisme baru
untuk mempermudah implementasi
inisiatif-inisiatif ekonomi yang telah
dikomitmenkan, mempercepat
integrasi untuk sektor-sektor prioritas;
mempermudah perpindahan para
pelaku usaha, tenaga kerja terampil
dan berbakat; serta memperkuat
mekanisme institusi ASEAN.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
22.
Q:
Apa harapan dari pelaksanaan MEA?
A: Bergulirnya MEA diharapkan memberikan manfaat positif
bagi perekonomian negara-negara anggotanya sekaligus sebagai
upaya negara anggota ASEAN untuk saling menyesuaikan cara
pandang di antara sesama negara Asia Tenggara agar lebih terbuka
membahas permasalahan domestik yang berdampak kepada kawasan.
Keterbukaan tersebut tentunya tanpa meninggalkan prinsip-prinsip
utama ASEAN yaitu, saling menghormati (mutual respect), tidak
mencampuri urusan dalam negeri (non-interference), konsensus,
dialog dan konsultasi.
23.
Q:
Mengapa
MEA harus
dilaksanakan?
A: Pertama, sudah saatnya ASEAN
menuju pada sesuatu yang lebih
besar daripada sekadar forum
diskusi atau talkshows.
Kedua, mulai tahun 2000-an
terjadi perkembangan faktor
eksternal maupun internal seperti
tumbuh-kembangnya dua raksasa
ekonomi, yaitu Tiongkok dan India
menjadi faktor eksternal. ASEAN
berada dalam suatu kawasan yang
membuatnya harus bersaing dengan
kedua negara itu.
Ketiga, ASEAN tidak relevan lagi
setelah dilanda krisis keuangan
Asia. Karena itu perlu memperkuat
ASEAN sebagai a real region.
Sebagai sebuah kawasan ASEAN
yang berpopulasi 560 juta jiwa
saat itu diyakini akan menjadi kuat.
Hal inilah yang menyebabkan
lahirnya konsep ASEAN
Community pada 2003, baik dari
segi ekonomi, sosial, dan politik.
Keempat, keinginan menjadikan
ASEAN sebagai pusat kerjasama
ekonomi regional dan menjadi
center of gravity. Untuk
mewujudkannya perlu dukungan
kekuatan ASEAN itu sendiri. Inilah
yang menjadi semangat bagi
negara-negara Asia Tenggara untuk
menciptakan ASEAN Economic
Community yang kuat.
Kelima, sesuai dengan perjanjian
ASEAN Free Trade Agreement
(AFTA), ASEAN menjadi satu
pusat produksi regional yang
memperoleh keuntungan dari
complementary resources
PUSAT HUMAS KEMENDAG
31
endowment yang ada di berbagai
negara ASEAN untuk menjual ke
pasar ketiga. Berbeda dengan
konsep European Economic
Community atau Masyarakat
Ekonomi Eropa (MEE) yang dari
awal selalu membayangkan pasar
tunggal dan pasar internal yang
besar sebagai dorongan untuk
melakukan kerjasama regional.
Keenam, fakta demografis yang
menguntungkan. Data sementara
menunjukkan tingkat urbanisasi di
ASEAN secara keseluruhan berada
24.
Q:
di kisaran 42%, relatif lebih tinggi bila
dibandingkan dengan India. Sebanyak
31,6% dari penduduk ASEAN berusia
kurang dari 15 tahun, 28,1% antara
15-29 tahun, sehingga 60% dari
populasi di ASEAN berada di bawah
usia 29 tahun. Ini membuktikan
banyaknya persentase tenaga kerja
muda. Data lain, sumber daya manusia
ASEAN ialah 21,5% berusia 3034 tahun. Artinya sekitar 81% dari
populasi ASEAN di bawah usia 44
tahun, rata-rata usia yang sangat
menjual untuk menggerakkan ekonomi.
Apakah MEA memiliki
karakter tertentu?
A: Ya. MEA memiliki empat
karakteristik utama, yaitu (i) pasar
tunggal dan basis produksi, (ii)
kawasan ekonomi yang berdaya
saing tinggi, (iii) kawasan dengan
pembangunan ekonomi yang merata,
(iv) kawasan yang terintegrasi penuh
dengan ekonomi global.
Keempat karakteristik tersebut saling
berkaitan erat dan memperkuat satu
sama lainnya. Hal ini dibutuhkan,
mengingat pentingnya perdagangan
ASEAN dengan negara lain di luar
kawasan. Juga menjadi kebutuhan
32
MEA untuk tetap
berwawasan ke luar
ASEAN.
Disamping itu perbedaan
kondisi perekonomian,
tingkat pembangunan
ekonomi serta daya
dukung ekonomi masingmasing negara anggota
merupakan karakteristik
tersendiri bagi kawasan
ekonomi ASEAN
dibandingkan kawasan
ekonomi negara lain.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
25.
Q:
Apakah keberadaan MEA menjadi
sesuatu yang positif bagi masyarakat
Asia Tenggara, atau sebaliknya?
A: Sebagaimana harapan para pemimpin negara ASEAN,
pelaksanaan MEA diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan bagi
masyarakat negara-negara Asia Tenggara. Lapangan kerja lebih luas,
dimana masyarakat bebas berdagang, berusaha, berinvestasi dan
bekerja di negara ASEAN. Dalam era MEA beberapa hal positif yang
terjadi, antara lain, biaya transportasi dan komunikasi lebih murah,
jumlah pengguna internet meningkat, informasi semakin mudah
dan cepat diakses, dan meningkatnya ekspor komoditas tradisional
maupun baru. Harapan ini bisa saja berbalik negatif bila pemerintah
dan masyarakat negara anggota ASEAN tak siap menghadapinya.
26.
Q:
Bagaimana memantau kesiapan
anggota ASEAN dalam mewujudkan
ASEAN Vision?
A: Disusunnya ASEAN
Baseline Report (ABR)
berperan sebagai scorecard
untuk memantau kemajuan.
Setiap tahun, indikator
kinerja utama dilaporkan
oleh Sekjen ASEAN kepada
para Menteri dan Kepala
Negara/Pemerintahan
negara ASEAN.
Laporan tersebut berisi
kemajuan implementasi
dari tiga pilar masyarakat
ASEAN (keamanan,
ekonomi dan sosial-budaya),
ukuran kemajuan kerjasama
regional, dan panduan dalam
mempersempit adanya
kesenjangan pembangunan
antarnegara ASEAN.
Dalam laporan itu juga memuat
analisis kuantitatif dengan
indikator terpilih yang memenuhi
kriteria: (i) relevansi terhadap
kebijakan, (ii) sederhana, (iii)
konsistensi secara statistik, (iv)
valid, (v) ketersediaan data, dan
(vi) cakupan indikator.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
33
27.
Q:
Bagaimana dengan
pemantauan
implementasi MEA?
A: Khusus pemantauan MEA,
sesuai arahan para Kepala
Negara dan para Menteri
Ekonomi ASEAN tahun
2008, Sekretariat ASEAN
menyusun ASEAN Economic
Community Scorecard
sebagai alat untuk mengukur
dan mengkomunikasikan
kepada publik, terkait
kemajuan yang dicapai oleh
ASEAN dalam melaksanakan
komitmennya dalam
mewujudkan MEA 2015, baik
secara kolektif (ASEAN-wide)
maupun individual.
Untuk menghasilkan
scorecard yang akurat,
dibuat analisis lebih tajam
dan konsultasi lebih intens
dengan berbagai sectoral
bodies, sebagaimana
diusulkan oleh Indonesia
34
di setiap bidang kerjasama. Hal
ini penting mengingat beberapa
measures (tolak ukur) dalam
AEC Blueprint bersifat inspiratif
dan sulit diukur secara kuantitatif.
Sementara measures lainnya
lebih mudah diukur tetapi
memerlukan kesepahaman
dengan sectoral bodies
mengenai kriteria penentuan
measures yang akan diukur.
Berdasarkan usul Indonesia,
disepakati agar AEC Scorecard
disiapkan dalam dua versi.
Pertama, untuk keperluan internal
ASEAN guna melihat kepatuhan
anggota memenuhi komitmenkomitmennya. Kedua, untuk
konsumsi publik yang bersifat lebih
umum namun dapat memberikan
gambaran kemajuan menuju
MEA 2015 dan menumbuhkan
dukungan masyarakat.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
PUSAT HUMAS KEMENDAG
35
Bagian 3
28.
Q:
Dalam
menjalankan
kesepakatan,
ada empat
pilar yang
menopang
MEA, apa
saja?
POKOK-POKOK
KESEPAKATAN
MEA
A: Empat pilar Masyarakat Ekonomi
ASEAN saling berkaitan erat dan saling
memperkuat satu sama lainnya.
Pertama, ASEAN sebagai pasar tunggal
dan basis produksi (single market and
production base) ditandai oleh aliran
bebas barang, aliran bebas jasa, aliran
bebas investasi, aliran bebas tenaga kerja
terdidik dan aliran modal yang lebih bebas.
Selain itu, yang termasuk kelompok ini
adalah sektor integrasi prioritas, sektor
makanan, pertanian, dan kehutanan.
Kedua, ASEAN sebagai kawasan
ekonomi berdaya saing tinggi (competitive
economic region) ditandai adanya
peraturan kompetisi, perlindungan
konsumen, hak atas kekayaan intelektual,
pengembangan infrastruktur, perpajakan,
dan e-commerce di semua negara
anggota ASEAN.
Ketiga, ASEAN sebagai kawasan dengan
pengembangan ekonomi yang merata
(equitable economic development)
ditandai oleh pengembangan usaha kecil
dan menengah, dan prakarsa integrasi
ASEAN untuk negara-negara CMLV
(Cambodia, Myanmar, Laos, dan Vietnam).
36
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Keempat, ASEAN sebagai kawasan
yang terintegrasi secara penuh dengan
perekonomian global (integration into
the global economy) ditandai oleh
pendekatan yang koheren dalam
hubungan ekonomi di luar kawasan, dan
peningkatan peran serta dalam jejaring
produksi global.
29.
Q:
Apakah
Arus Bebas
Barang merupakan
elemen utama
dalam MEA?
A: Ya. Arus bebas
barang merupakan salah
satu elemen utama
AEC Blueprint dalam
mewujudkan MEA dengan
kekuatan pasar tunggal
dan basis produksi.
Dengan mekanisme
arus barang yang bebas
di kawasan ASEAN
diharapkan jaringan
produksi regional ASEAN
akan terbentuk dengan
sendirinya.
30.
Q:
Apa keuntungan dari
diberlakukannya Arus
Bebas Barang?
A: Sejumlah keuntungan yang diperoleh dari
diberlakukannya arus barang adalah:
a. Terciptanya kepastian hukum dalam
menjalankan usaha di bidang
perdagangan barang
b. Terbukanya peluang untuk meningkatkan
volume ekspor barang dari Indonesia ke
negara-negara Anggota ASEAN lainnya
c. Terciptanya iklim usaha yang semakin
kondusif dengan diterapkannya
penghapusan ekonomi biaya tinggi dan
penyederhanaan perijinan
d. Meningkatnya produktivitas secara
internal untuk memperkuat daya saing
e. Meningkatnya kemampuan pelaku usaha
di ASEAN melalui pemanfaatan berbagai
kerja sama ekonomi yang disepakati
PUSAT HUMAS KEMENDAG
37
f. Adanya kemudahan dan penyederhanaan
prosedur kepabeanan, perijinan, dan imigrasi bagi
para pelaku usaha dan pihak-pihak yang terkait
dengan pelaksanaan persetujuan ini
g. Terciptanya perdagangan barang yang lebih
terprediksi, adil, transparan, dan terstandardisasi
h. Terciptanya lapangan kerja baru dan berkurangnya
kesenjangan sosial masyarakat sebagai akibat dari
meningkatnya penanaman modal di Indonesia
i. Terbukanya peluang pemanfaatan teknologi di
antara negara anggota
j. Meningkatnya keterlibatan sektor swasta dalam
perdagangan barang sehingga peran serta
Indonesia nyata dalam mewujudkan Masyarakat
Ekonomi ASEAN 2015.
31.
Q:
Guna
mendukung
pasar tunggal dan
basis produksi,
ditetapkan ATIGA,
apa yang dimaksud
dengan ATIGA?
38
A: ASEAN Trade in Goods Agreement
(ATIGA) merupakan kodifikasi atas
keseluruhan kesepakatan ASEAN dalam
liberalisasi dan fasilitasi perdagangan
barang (trade in goods). ATIGA disepakati
negara-negara anggota ASEAN pada
pertemuan KTT ASEAN ke-14 tanggal
27 Februari 2009 di Chaam, Thailand.
Dengan demikian, ATIGA menggantikan
Common Effective Preferential Tariffs
(CEPT) Agreement serta penyempurnaan
perjanjian ASEAN dalam perdagangan
barang secara komprehensif dan
integratif. ATIGA juga disesuaikan dengan
kesepakatan AEC Blueprint terkait
dengan pergerakan arus barang (free
flow of goods) sebagai salah satu elemen
pembentuk pasar tunggal dan basis
produksi regional.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
32.
33.
Q:
Prinsip-prinsip
apa saja yang
tercantum dalam ATIGA?
A: Pokok prinsip ATIGA adalah
sebagai berikut:
a. Mewujudkan kawasan arus
barang yang bebas sebagai
salah satu prinsip
b. Membentuk pasar tunggal dan
basis produksi dalam ASEAN
Economic Community (AEC)
tahun 2015 yang dituangkan
dalam AEC Blueprint
c. Meminimalkan hambatan
dan memperkuat kerjasama
di antara negara-negara
anggota ASEAN
d. Menurunkan biaya usaha
e. Meningkatkan
perdagangan, investasi dan
efisiensi ekonomi
f. Menciptakan pasar yang lebih
besar dengan kesempatan
dan skala ekonomi yang lebih
besar untuk para pengusaha
di negara-negara anggota
ASEAN
Q:
Apa saja
komponen arus
bebas barang?
A: Ada beberapa komponen
arus bebas barang yang
harus diketahui, yaitu:
a. Penurunan dan
Penghapusan Tarif
b. Ketentuan Asal Barang/
Rules of Origin (ROO)
c. Penghapusan Non-Tariff
Barriers (NTBs)
d. Trade Facilitation
e. Customs Integration
(Integrasi Kepabeanan)
f. ASEAN Single Window
g. Standard, Technical
Regulation and Conformity
Assessment Procedures
h. Sanitary and Phytosanitary
Measures
i. Trade Remedies
(Pemulihan Perdagangan)
g. Menciptakan kawasan
investasi yang kompetitif.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
39
34.
Q:
Tidak semua barang intra-ASEAN
mendapatkan penurunan dan penghapusan
tarif, lalu kategori produk apa yang mendapatkan
perlakuan berbeda?
A: Perlakuan berbeda ditujukan bagi barang yang masuk dalam
kategori Sensitive List (SL) dan Highly Sensitive List (HSL).
Pelaksanaannya dilakukan sesuai jadwal dan komitmen yang telah
ditetapkan dalam persetujuan CEPT-AFTA dan digariskan dalam
Roadmap for Integration of ASEAN (RIA), yaitu pada tahun 2010
untuk ASEAN-6 dan tahun 2015 untuk ASEAN-4 (CLMV).
35.
36.
Q:
Q:
A: Beberapa negara anggota
ASEAN melakukan reservasi
(pengecualian) terhadap
produk-produk sensitifnya.
Indonesia melakukan reservasi
terhadap produk beras dan gula
sebagaimana tercantum dalam
Protocol to Provide Special
Consideration on Rice and Sugar.
Selain reservasi untuk produk
sensitif, Indonesia juga melakukan
reservasi atas produk minuman
beralkohol (General Exlusion
List) untuk tidak menurunkan bea
masuknya (bea masuk MFN).
A: Rules of Origin (ROO) merupakan
ketentuan asal barang yang ditetapkan
dalam rangka memanfaatkan fasilitas
CEPT. Penurunan/penghapusan tarif
atas barang yang masuk dalam CEPT
hanya dapat dinikmati oleh produkproduk yang berasal dari negara
anggota ASEAN, yang dibuktikan
dengan Sertifikat Keterangan Asal/SKA
(Certificate Rules of Origin).
Produk reservasi
(pengecualian) apa
yang dimintakan Indonesia
untuk tidak diturunkan/
dihapuskan bea masuknya?
40
Bagian penting dari
pelaksanaan arus bebas
barang adalah Rules of Origin,
apa yang dimaksud dengan itu
dan apa keuntungannya?
Fasilitas ROO berguna bagi
negara anggota ASEAN untuk
mengimplementasikan kebijakan “antidumping” dan “safeguard”; statistik
perdagangan; penerapan persyaratan
“labelling” dan “marking”; dan
pengadaan barang oleh pemerintah.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
37.
Q:
Apa saja kriteria yang harus dipenuhi untuk
mendapatkan certifikat of origin/SKA?
A: Setiap barang harus
memenuhi salah satu kriteria
sebagai berikut agar dapat
memperoleh Certificate of
Origin (COO) atau Surat
Keterangan Asal (SKA):
a. Memenuhi Regional
Value Content (RVC)
b. Memenuhi kriteria
“Change in Tariff
Classification (CTC)”
38.
Q:
Butir-butir
penting
dalam pelaksanaan
arus bebas
barang adalah
menghilangkah
hambatan nontarif. Apa saja yang
harus dilakukan
oleh masingmasing negara?
sebagai kriteria alternatif untuk menikmati
tingkat CEPT bagi produk yang tidak dapat
memenuhi 40% kandungan lokal/ASEAN.
Kriteria CTC, dapat berupa:
i. Change in Chapter (CC)
ii. Change in Tariff Heading (CTH)
iii. Change in Tariff Sub-Heading (CTSH)
c. Memenuhi kriteria “Specific Process”, seperti
diterapkan pada tekstil dan produk tekstil
(TPT) serta produk-produk kimia.
d. Kombinasi kriteria 2 atau 3 tersebut di atas.
A: Terkait kesepakatan untuk menghilangkan
hambatan non-tarif, langkah yang harus
dilakukan negara anggota ASEAN adalah:
a. Meningkatkan transparansi dengan
mematuhi Protocol on Notification
Procedure dan menyusun Surveilance
Mechanism yang efektif
b. Mematuhi komitmen standstill and roll
back atas hambatan non-tarif
c. Menghapuskan seluruh hambatan nontarif selambat-lambatnya pada 2010 untuk
ASEAN-5 pada 2012 untuk Filipina, dan
pada 2015 dengan fleksibilitas hingga
tahun 2018 untuk CLMV, berdasarkan
kesepakatan penghapusan Work
Programme on Non-Tariff Barries (NTBs),
d. Meningkatkan transparasi langkahlangkah kebijakan non-tarif
e. Sedapat mungkin, memilliki aturanaturan regional dan kebijakan yang
konsisten dengan praktik-praktik
internasional yang terbaik.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
41
39.
40.
Q:
Trade
Facilitation
merupakan bagian dalam
komitmen ATIGA, apa
yang dimaksud itu?
A: Fasilitasi Perdagangan
(Trade Facilitation) adalah
penyederhanaan, harmonisasi,
standardisasi, dan modernisasi
prosedur perdagangan. Fasilitasi
ini diharapkan bisa mengurangi
biaya transaksi ASEAN sehingga
dapat meningkatkan daya saing
ekspor dan mempermudah
integrasi ASEAN menuju pasar
tunggal dan basis produksi untuk
barang, jasa, dan investasi.
41.
Q:
Q:
Integrasi kepabeanan
merupakan unsur penting
dalam menopang arus bebas
barang, apa yang menjadi fokus?
A: Integrasi Kepabeanan (Customs
Integration) dalam arus bebas barang
dititik beratkan pada pengintegrasian
struktur kepabeanan, modernisasi
klasifikasi tarif, penilaian kepabeanan
(customs valuation) dan penentuan
asal barang serta mengembangkan
ASEAN e-Customs, kelancaran proses
kepabeanan, penguatan kemampuan
sumber daya manusia, peningkatan
kerjasama dengan organisasi internasional
terkait, pengurangan perbedaan sistem
dalam kepabeanan di antara negaranegara ASEAN, dan penerapan teknik
pengelolaan risiko dan kontrol berbasis
audit (PCA) untuk trade facilitation.
ASEAN Single Window (NSW),
apa yang dimaksud dengan itu?
A: ASEAN Single Window merupakan
suatu wahana bagi sepuluh National
Single Windows (NSW) dari setiap
Negara Anggota ASEAN yang
oprasionalisasinya teritegrasi.
NSW merupakan sistem elektronik
yang akan mengintegrasikan
informasi terkait dengan proses
penanganan dokumen kepabeanan
dan pengeluaran barang. Sistem
42
ini nantinya menjamin keamanan
data dan informasi. Ia juga
memadukan alur dan proses
informasi antarsistem internal secara
otomatis yang meliputi sistem
kepabeanan, perijinan, kepelabuhan/
kebandarudaraan dan sistem
lain yang terkait dengan proses
penanganan dokumen kepabeanan
dan pengeluaran barang.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
42.
Q:
Apa keuntungan
dari pelaksanaan ASW?
A: Pelaksanaan ASW yang diimplementasikan sepenuhnya
pada 2012, mempercepat dan mempermudah alur data
dan informasi pemerintah, serta pelaku usaha terakit
proses ekspor dan impor negara ASEAN. Proses izin
pengiriman barang dapat diselesaikan dalam waktu 30
menit, sebagaimana ditargetkan dalam Strategic Plan of
Customs Development. Tanpa NSW, diperlukan waktu 3-5
hari untuk pemrosesan izin.
ASEAN Single Window juga dapat mengakomodasi
keberadaan negara non-ASEAN yang bekerjasama dalam
perdagangan internasional. Dalam lingkungan ASW,
negara non-ASEAN dapat memasukkan permohonan
secara elektronik untuk pengiriman barang, segala
informasi terkait kemudian disebarkan melalui jaringan
yang aman pada seluruh NSW negara ASEAN.
43.
Q:
Sebagai
syarat agar
MEA berjalan lancar,
diperlukan standar,
technical regulation
and conformity
assesement
procedur, apa itu?
A: Standar, peraturan teknis dan prosedur
penilaian kesesuaian yang harus ditetapkan
dan diterapkan oleh setiap negara ASEAN.
Dengan harapan dapat mengurangi
hambatan perdagangan yang tidak diperlukan
(unnecessary obstacles) dalam membangun
pasar tunggal dan basis produksi regional
ASEAN. Diharapkan standar, peraturan
teknis dan prosedur penilaian kesesuaian
juga dapat diharmonisasikan dengan standar
internasional dan kerjasama kepabeanan.
Syarat ini juga akan diselaraskan melalui
implementasi ASEAN Policy Guideline on
Standards and Conformance secara lebih
transparan, lebih berkualitas atas penilaian
kesesuaian yang lebih baik, dan partisipasi
aktif sektor swasta.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
43
44.
46.
Q:
Dalam arus bebas
barang juga diatur
mengenai sanitary and
phytosanitary measures,
apa itu?
A: Sebuah tindakan untuk
memfasilitasi perdagangan dalam
rangka melindungi kehidupan dan
kesehatan manusia, hewan atau
tumbuhan sesuai dengan prinsip
Perjanjian SPS dalam WTO untuk
mencapai komitmen-komitmen
terkait kebijakan tersebut. Kebijakan
ini boleh dikatakan sebagai ‘alat
sensor’ dalam perdagangan barang.
Q:
Apakah Arus
Bebas Jasa
merupakan elemen penting
lainnya dalam MEA?
A: Ya pasti. Arus bebas jasa juga
merupakan elemen penting dalam
pembentukan ASEAN sebagai
pasar tunggal dan basis produksi.
Liberalisasi jasa merupakan
perdagangan bebas pada sektor
jasa yang di dalamnya tidak ada
hambatan bagi para pemasok jasa
ASEAN lintas negara di kawasan,
sesuai dengan aturan domestik di
setiap negara anggota MEA
45.
Q:
Diatur pula trade
remedies, apa yang
dimaksud itu?
A: Hak dan kewajiban yang
diberikan kepada setiap negara
anggota MEA untuk menerapkan
kebijakan pemulihan perdagangan,
antara lain berupa anti-dumping,
bea imbalan (terkait dengan
subsidi) dan safeguard. Dengan
kebijakan ini, negara anggota juga
dapat menggunakan mekanisme
penyelesaian sengketa yaitu
Protocol on Enhanced Dispute
Settlement Mechanism.
44
47.
Q:
Apa tujuan dari
arus bebas jasa ?
A: Tujuan dari arus bebas
jasa adalah menghilangkan
hambatan-hambatan
perdagangan jasa terkait
pembukaan akses pasar (market
access) dan menghapuskan
diskriminasi dalam penerapan
perlakuan nasional (national
treatment).
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
48.
Q:
Arus
bebas jasa
dilandaskan
melalui ASEAN
Framework
Agreement on
Services (AFAS).
Apa itu?
49.
Q:
A: ASEAN Framework Agreement on Service
(AFAS) adalah sebuah persetujuan di antara
negara-negara ASEAN untuk membuka
pasarjasa. Dibentuk pada 15 Desember 1995 di
Bangkok oleh menteri-menteri ekonomi ASEAN.
Liberalisasi perdagangan jasa di bawah kerangka
AFAS dilaksanakan melalui putaran negosiasi
setiap dua tahun hingga 2015. Putaran-putaran
perundingan tersebut menghasilkan suatu
jadwal komitmen yang spesifik dilampirkan pada
kerangka perjanjian. Jadwal ini sering disebut
sebagai paket komitmen jasa.
Komitmen tersebut mencakup liberalisasi
jasa bisnis, profesional, konstruksi, distribusi,
pendidikan, lingkungan, kesehatan, transportasi
laut, telekomunikasi, dan pariwisata. Terdapat
juga empat paket komitmen pada jasa keuangan
yang ditandatangani menteri-menteri keuangan
ASEAN dan enam paket transportasi udara yang
ditandatangani menteri-menteri transportasi
ASEAN untuk mengintegrasikan pasar jasa
melalui pembukaan akses pasar jasa.
Apa saja cakupan
komitmen tersebut?
Komitmen tersebut mencakup liberalisasi
jasa bisnis, profesional, konstruksi, distribusi,
pendidikan, lingkungan, kesehatan,
transportasi laut, telekomunikasi, dan
pariwisata. Terdapat juga empat paket
komitmen pada jasa keuangan yang
ditandatangani menteri-menteri keuangan
ASEAN dan enam paket transportasi
udara yang ditandatangani menteri-menteri
transportasi ASEAN.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
45
50.
Q:
Liberalisasi jasa dilakukan melalui
empat cara (mode), apa saja?
Q:
Hambatan yang mempengaruhi akses
pasar pada liberalisasi ini apa saja?
A: Liberalisasi jasa dengan pengurangan atau penghapusan
hambatan dilakukan melalui empat cara atau modes of supply,
baik untuk horizontal commitment maupun national treatment,
sebagai berikut:
A. Mode 1 (cross-border supply) yaitu jasa yang
dipasokoleh penyedia jasa luar negeri kepada pengguna
jasa dalam negeri, pemasok dan pengguna berada di
negara masing-masing.
B. Mode 2 (consumption abroad) yaitu jasa yang dipasok oleh
penyedia dalam negeri kepada pengguna jasa dari luar negeri
yang datang ke negara penyedia jasa.
C. Mode 3 (commercial presence) yaitu penyedia jasa luar
negeri dan memasok jasa kepada konsumen di negara
pengguna melalui keberadaan secara komersial
D. Mode 4 (movement of individual service providers) yaitu
penyediaan jasa luar negeri melalui hadirnya orang
perorangan yang menyediakan keahlian tertentu dan
datang ke negara pengguna jasa.
51.
A: Adapun limitasi yang dapat memengaruhi akses pasar
dalam liberalisasi perdagangan jasa adalah pembatasan jumlah
penyedia jasa, volume transaksi, jumlah operator, jumlah tenaga
kerja, bentuk hukum dan kepemilikan modal asing.
Adapun limitasi dalam perlakuan nasional antara lain
peraturan yang dianggap diskriminatif untuk persyaratan
pajak, kewarganegaraan, jangka waktu menetap, perizinan,
standardisasi dan kualifikasi, kewajiban pendaftaran serta
batasan kepemilikan properti dan lahan.
46
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
PUSAT HUMAS KEMENDAG
47
52.
Q:
Apakah Arus Bebas
Investasi juga merupakan
komponen penting lainnya dalam
mewujudkan MEA?
Negara-negara ASEAN sepakat menempatkan
investasi sebagai komponen utama dalam
pembangunan ekonomi ASEAN dan
menjadikannya sebagai salah satu tujuan pokok
ASEAN dalam upaya mewujudkan integrasi
ekonomi ASEAN (AEC) pada tahun 2015.
53.
Q:
Mengapa arus
bebas investasi
dianggap penting?
A: Karena arus investasi yang bebas dan
terbuka dipastikan akan meningkatkan
penanaman modal asing (PMA) baik
dari penanaman modal yang bersumber
dari intra-ASEAN maupun dari negara
non-ASEAN. Bila investasi asing besar,
pembangunan ekonomi ASEAN juga
terus tumbuh dan mendongkrak tingkat
kesejahteraan masyarakat ASEAN. Alasan
itulah yang membuat negara-negara
ASEAN menempatkan investasi sebagai
komponen utama dalam membangun
perekonomian ASEAN.
48
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
54.
55.
Q:
Q:
A: Prinsip Kesetaraan (Non
Discriminatory) merupakan prinsipprinsip perdagangan internasional
yang telah menjadi prinsip
penanaman modal asing dan wajib
dijabarkan di dalam pengaturan
penanaman modal di host country.
Ada dua Prinsip Kesetaraan:
A. The Most Favoured Nation
(MFN) Principle, yaitu prinsip
kesetaraan yang memberikan
perlakuan yang sama terhadap
semua PMA yang masuk ke
wilayah suatu negara tertentu,
baik yang berkaitan dengan
perjanjian bilateral dan maupun
multilateral yang dituangkan
dalam undang-undang PMA.
B. National Treatment Principle
(NTP), yaitu adanya perlakuan
yang sama oleh host country
terhadap PMA dan PMDN.
PMA yang masuk ke negara
tertentu untuk mendapatkan
perlakuan yang sama
berdasarkan NTP, harus tunduk
pada hukum yang berlaku di
negara tersebut.
A: Ada lima aksi strategis dalam
melaksanakan arus bebas
investasi, yaitu:
a. Perlindungan investasi,
bertujuan untuk
menyediakan perlindungan
kepada semua investor
dan investasi yang dicakup
dalam perjanjian tersebut.
b. Fasilitasi dan kerjasama,
bertujuan untuk menyediakan
peraturan, ketentuan,
kebijakan, dan prosedur
investasi yang transparan,
konsisten dan dapat diprediksi.
c. Promosi dan awareness,
bertujuan untuk
mempromosikan ASEAN
d. Kawasan investasi terpadu
dan jejaring produksi.
e. Liberalisasi, bertujuan untuk
mendorong liberalisasi investasi
secara progressif.
Dua prinsip
kesetaraan
yang dianut dalam
pelaksanaan arus bebas
investasi, apa saja?
Ada lima aksi
strategis dalam
pelaksanaan arus bebas
investasi. Apa saja aksi
strategis itu ?
PUSAT HUMAS KEMENDAG
49
56.
57.
Q:
Tindakan
apa yang
diperlukan untuk
pelaksanaan
perlindungan
investasi?
A: Perlindungan yang
lebih baik bagi investor
beserta investasi yang akan
dicakup dalam persetujuan
yang komprehensif sangat
diperlukan. Berikut pokokpokok yang menjadi
perhatian:
a. Mekanisme penyelesaian
sengketa antar investor
dan pemerintah
b. Transfer dan repatriasi
modal, laba, deviden, dll
c. Cakupan mengenai
pengambilalihan
oleh pemerintah dan
kompensasi transparan
d. Perlindungan dan
pengamanan secara
penuh
e. Pemberian kompensasi
terhadap kerugian akibat
huru-hara
50
Q:
Tindakan apa yang
diperlukan untuk
menjalankan aksi strategik
fasilitas dan kerjasama?
A: Untuk menciptakan prosedur, kebijakan,
regulasi, peraturan investasi yang
lebih transparan, konsisten dan dapat
diprediksi, maka diperlukan hal-hal berikut
dalam menjalankan strategi fasilitas dan
kerjasama:
A. Menyelerasakan, apabila dimungkinkan,
kebijakan investasi untuk mencapai
pembangunan industri yang saling
melengkapi dan integrasi ekonomi
B. Merampingkan dan
menyederhanakan prosedur aplikasi
dan persetujuan investasi
C. Menyebarluaskan informasi investasi;
peraturan, ketentuan, kebijakan,
dan prosedur, termasuk melalui
pusat investasi satu atap atau badan
promosi investasi
D. Memperkuat database semua bentuk
investasi yang mencakup barang dan
jasa untuk fasilitas formulasi kebijakan
E. Memperkuat koordinasi di antara
kementerian dan lembaga
pemerintahan terkait
F. Melakukan konsultasi dengan sektor
swasta untuk memfasilitasi investasi
G. Mengidentifikasi dan mengupayakan
sektor-sektor yang saling melengkapi
di seluruh ASEAN, serta integrrasi
ekonomi liberal.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
58.
59.
Q:
Q:
A: Mendorong ASEAN menjadi kawasan
investasi dan jaringan produksi yang
terintergrasi, diperlukan tindakan berikut
dalam hal promosi dan awareness:
A. Menciptakan iklim yang diperlukan
untuk mendorong segala bentuk
investasi dan wilayah pertumbuhan
baru ke dalam ASEAN
B. Mendorong investasi intraASEAN, khususnya investasi dari
ASEAN-6 ke CLMV
C. Mendorong pertumbuhan dan
pengembangan usaha kecil
dan menengah (UKM) serta
perusahaan multinasional
D. Mendorong perkembangan industri
yang saling melengkapi dan jaringan
produksi antara-perusahaan
multinasional di ASEAN
E. Mendorong misi promosi investasi
bersama yang mengarah pada
pembentukan klaster dan jaringan
produksi regional
F. Memperluas manfaat dari inisiatif
kerjasama industri ASEAN di
samping skema AICO untuk
mendorong pembentukan klaster
dan jaringan produksi kawasan
G. Mengupayakan pembentukan
jejaring yang efektif mengenai
persetujuan bilateral penghindaran
pengenaan pajak berganda antarnegara ASEAN
A: Aksi strategis yang dilakukan
adalahmembebaskan secara
progresif tata aturan investasi
yang menghambat di negaranegara anggota ASEAN untuk
mencapai iklim investasi yang
bebas terbuka, dengan tindakantindakan berikut:
a. Memperluas perlakuan
non-diskriminasi, termasuk
national treatment dan mostfavoured nation treatment,
bagi investor ASEAN dengan
pengecualian yang terbatas,
mengurangi, dan apabila
dimungkinkan, menghapuskan
pengecualian tersebut,
b. Mengurangi dan apabila
dimungkinkan, menghapuskan
hambatan-hambatan
masuknya investasi di sektor
prioritas intergrasi yang
mencakupi barang dan jasa
c. Mengurangi dan apabila
dimungkinkan menghapus
kebijakan pembatasan
investasi dan hambatanhambatan lainnya, termasuk
persyaratan perfoma investasi
(perfomance requirements).
Untuk promosi dan
awareness, tindakan
apa yang diperlukan?
Apa saja
tindakan yang
diperlukan untuk aksi
strategis liberalisasi?
PUSAT HUMAS KEMENDAG
51
60.
61.
Q:
Apakah
Arus
Modal juga
menjadi elemen
penting dalam
mewujudkan
MEA?
A: Ya. Arus modal
sangat penting yaitu
arus modal yang “lebih
bebas.” Secara umum,
arus modal yang
lebih bebas ini dapat
diterjemahkan dengan
pengurangan (relaxing)
atas restriksi-restriksi
dalam arus modal
misalnya relaxing on
capital control.
Q:
Mengapa MEA mengatur
arus modal yang lebih
bebas, tidak arus bebas seperti
pada tarif & non-tarif, jasa dan
investasi?
A: Menurut kebijakan Masyarakat Ekonomi
ASEAN, arus modal mempunyai karakteristik
berbeda bila dikaitkan dengan proses
liberalisasi. Keterbukaan yang sangat
bebas atas arus modal dianggap akan
berpotensi menimbulkan risiko, yakni
mengancam stabilisasi perekonomian suatu
negara. Namun pada sisi lain, membatasi
aliran modal akan membuat suatu negara
mengalami keterbatasan ketersediaan
modal yang diperlukan untuk mendorong
peningkatan arus perdagangan dan
pengembangan pasar uang. Sebab itulah
ASEAN memutuskan hanya akan membuat
arus modal menjadi lebih bebas.
62.
Q:
Apa
tujuan
dilaksanakannya
arus modal yang
lebih bebas?
52
A: Arus modal yang lebih bebas ditujukan
untuk mendukung transaksi keuangan yang
lebih efisien, sebagai salah satu sumber
pembiayaan pembangunan, memfasilitasi
perdagangan internasional, mendukung
pengembangan sektor keuangan dan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
63.
Q:
Lima program
untuk
mengembangkan
dan meningkatkan
integrasi pasar modal
apa saja?
A: Ditetapkan lima program
utama untuk mengembangkan
dan meningkatkan integrasi
pasar modal ASEAN, yaitu:
64.
Q:
Apa saja
prinsipprinsip dalam
memfasilitasi
pergerakan modal
yang lebih besar?
a. Harmonisasi berbagai standar di
pasar modal ASEAN, khususnya
dalam hal ketentuan penawaran
harga (initial public offering)
b. Memfasilitasi adanya Mutual
Recognition Agreement (MRA) untuk
pekerja profesional di pasar modal
c. Adanya fleksibilitas dalam ketentuan
hukum untuk penerbitan sekuritas
d. Memfasilitasi berbagai usaha
yang bersifat market driven untuk
membentuk hubungan antarpasar
saham dan pasar obligasi
e. Memperkuat struktur mekanisme
pemungutan pajak penghasilan (pph)
untuk memperkuat basis investasi bagi
penerbitan surat utang di ASEAN
A: Dalam upaya memfasilitasi
pergerakan modal yang lebih besar,
liberalisasi pergerakan modal mengacu
pada tiga prinsip berikut:
a. Memastikan suatu liberalisasi capital
account yang konsisten dengan
agenda nasional kesiapan ekonomi
negara anggota
b. Memperbolehkan penggunaan
instrumen pengamanan terhadap
potensi risiko instabilitas dan sistemik
ekonomi makro yang mungkin
muncul dari proses liberalisasi,
termasuk hak memberlakukan
kebijakan yang dirasa perlu untuk
stabilitas ekonomi makro;
c. Memastikan manfaat liberalisasi
yang akan diperoleh seluruh negara
ASEAN.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
53
66.
65.
Q:
Apakah
Arus
Bebas Tenaga
Kerja Terampil
merupakan
elemen
penting dalam
mewujudkan
MEA?
Ya. Setiap warga
negara anggota
ASEAN yang memiliki
keterampilan di bidang
tertentu dimana suatu
negara memberikan
komitmen dapat keluar
dan masuk dari satu
negara ke negara lain
untuk mendapatkan
pekerjaan tanpa adanya
hambatan di negara
yang dituju. Mereka
bisa bekerja dalam
bidang perdagangan
barang, jasa dan
investasi sesuai dengan
peraturan yang berlaku
di negara penerima.
54
Q:
Apa definisi tenaga kerja
terampil dalam MEA?
A: Tenaga kerja dalam MEA hanya ditujukan
khusus kepada tenaga kerja terampil (skilled
labour). Mengingat tenaga kerja kurang
terampil sangat sensitif, maka pembahasan
mengenai tenaga kerja kurang terampil
(unskilled labour) tidak menjadi bagian dalam
MEA 2015. Secara umun skilled labor dapat
diartikan sebagai pekerja yang mempunyai
keterampilan atau keahlian khusus,
pengetahuan, atau kemampuan di bidangnya,
yang bisa berasal dari lulusan perguruan
tinggi, akademisi atau sekolah teknik ataupun
dari pengalaman kerja yang dibuktikan dengan
sertifikat kompetensi/ijazah.
67.
Q:
Bagaimana agar tenaga
kerja terampil dapat
memanfaatkan liberalisasi ini?
A: Tenaga kerja terampil di bidang tertentu
dapat mempelajari lampiran (schedule of
commitment) masing-masing negara dalam
perjanjian MNP (Movement of Natural
Person) untuk mengetahui persayaratan dan
sub-sektor apa saja yang terbuka. Salah satu
upaya untuk mendukung hal tersebut adalah
dengan disusunnya Mutual Recognition
Arrangement (MRA).
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
68.
69.
Q:
Lantas
apa
yang dimaksud
dengan mutual
recognition
arrangement
(MRA) dan apa
tujuannya?
A: MRA dapat diartikan
sebagai saling
pengakuan untuk
kompetensi tertentu oleh
seluruh negara ASEAN
atas kemampuan
seseorang untuk bekerja
dibidangnya.
Kesepakatan MRA
bertujuan untuk
menciptakan prosedur
dan mekanisme
akreditasi untuk
mendapatkan
kesamaan/kesetaraan.
Juga untuk mengakui
perbedaan antarnegara
untuk pendidikan,
pelatihan, pengalaman
dan persyaratan lisensi
untuk para profesional
yang ingin berpraktik.
Q:
MRA apa saja yang sudah
disepakati dalam MEA 2015?
A: Hingga tahun 2015 terdapat 8MRA yang
telah disepakati oleh ASEAN yaitu MRA untuk
jasa-jasa teknik, keperawatan, arsitektur,
surveying qualification (pemetaan), tenaga
medis, dokter gigi, jasa-jasa akuntansi dan
pariwisata. MRA tersebut ditandatangani para
menteri ekonomi ASEAN (untuk Indonesia,
Menteri Perdagangan) pada saat yang berbeda
sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai
di masing-masing kelompok kerja. MRA ini
dirundingkan oleh K/L pemerintah atau non
pemerintah yang berwenang terkait profesi.
70.
Q:
Apa pengertian Sektor
Prioritas Integrasi ?
A: Sektor Prioritas Integrasi (Priority
Integration Sectors/PIS) adalah sektor-sektor
yang dianggap strategis untuk terlebih dulu/
dipercepat pembukaan akses pasarnya
menuju pasar tunggal dan basis produksi.
71.
Q:
Sektor apa saja yang
masuk dalam sektor
prioritas integrasi?
A: Para menteri ekonomi ASEAN dalam
special informal aem meeting, 2003, di jakarta,
menyepakati 11 sektor yang masuk kategori
sektor prioritas integrasi dan 1 sektor lagi pada
2006 di Filipina. adapun ke-12 sektor itu terdiri
atas tujuh sektor perdagangan barang yaitu
produk pertanian, otomotif, elektronik, perikanan,
produk karet, tekstil & pakaian, produk kayu, dan
logistik; serta lima sektor perdagangan jasa yaitu
transportasi udara, e-asean, pelayanan kesehatan,
logistik, dan pariwisata.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
55
Bagian 4
72.
KEBIJAKAN
PENDUKUNG
MEA
Q:
Pemerintah Indonesia membuat
beberapa kebijakan strategis dan
teknis sebagai persiapan menghadapi MEA,
seperti apa?
A: Pemerintah membuat sejumlah kebijakan strategis dan
teknis, baik yang bersifat sektoral maupun lintas sektoral.
Kebijakan strategis lintas sektoral antara lain penerbitan Master
Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),
pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas), kebijakan
Hilirisasi sektor industri nasional, kebijakan ketahanan pangan,
Sistem Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, mendirikan
ASEAN Center serta Pusat Studi ASEAN di beberapa
universitas dan sebagainya.
73.
Q:
Apa dampak dari kebijakan terkait
MEA tersebut?
A: Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berdampak positif.
Salah satu hasil nyata adalah semakin meningkatnya rangking
Indonesia baik berdasarkan Global Competitiveness Index
(GCI) maupun berdasarkan Logistic Performance Index (LPI).
Jika pada tahun 2010 (berdasarkan LPI) Indonesia menduduki
peringkat ke 75 dengan total skor adalah 2,76, maka dengan
diterapkannya Sislognas, peringkat Indonesia tahun 2014
meningkat menjadi 53 dengan total skor 3,08.
56
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
74.
Q:
Apakah ada dukungan teknis?
Q:
Guna berkoordinasi dengan pelaku usaha,
apa kebijakan yang telah dikeluarkan?
A: Dukungan teknis juga diberikan pemerintah antara
lain pembentukan Indonesia National Single Window (INSW)
sebagai sarana untuk memfasilitasi para pelaku usaha. Kemudian,
aplikasi online di seluruh kantor/instansi penerbit Surat Keterangan
Asal (SKA) untuk lebih mempermudah eksportir nasional,
penerapan Standard Nasional Indonesia (SNI) untuk peningkatan
mutu produk nasional sekaligus memastikan produk impor
memenuhi aturan yang berlaku di dalam negeri.
75.
A: Pemerintah dalam membangun koordinasi antara kementerian/
lembaga termasuk para pelaku usaha, mengeluarkan berbagai
kebijakan yang tertuang dalam intrumen Instruksi Presiden (Inpres)
No. 5/2008 tentang Fokus Program Ekonomi dan Inpres No. 11/2011
tentang Pelaksanaan Komitmen Cetak Biru Masyarakat Ekonomi
ASEAN. Inpres tersebut diperuntukkan sebagai pedoman bagi
aparat baik pusat maupun daerah.
Pemerintah juga menerbitkan Inpres No. 6 Tahun 2014 tentang
Peningkatan Daya Saing Nasional dalam Rangka Menghadapi
Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Keppres No. 37 tahun 2014
tentang Komite Nasional Persiapan Pelaksanaan Masyarakat
Ekonomi ASEAN yang ditetapkan 1 September 2014. Komite
Nasional ini dikoordinasi oleh Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian dengan anggota yang terdiri dari Pemerintah Pusat
dan Daerah, akademisi dari berbagai universitas, serta para pelaku
usaha (KADIN, APINDO, HIPMI, dan sebagainya).
PUSAT HUMAS KEMENDAG
57
76.
77
Q:
Pemetaan
sektor
sangat penting untuk
menghadapi MEA,
apa saja?
A: Dalam rencana
meningkatkan daya saing,
pemerintah telah memetakan
sektor-sektor yang perlu
mendapatkan perhatian
serius yaitu: pengembangan
infrastruktur; sektor logistik;
sektor perdagangan; industri;
pariwisata; investasi;
energi; UMKM; perbankan;
pertanian; tenaga kerja; dan
pengembangan koordinasi
Pusat dan Daerah.
Dalam menjalankan aksi
tersebut, pemerintah berupaya
melakukan perbaikan
terhadap infrastruktur fisik,
peningkatan iklim usaha
yang kondusif, reformasi
kebijakan, peningkatan
kualitas SDM, pengembangan
industri prioritas, dan
reformasi kelembagaan dan
kepemerintahan.
58
Q:
Apa saja yang
dilakukan guna
menjalankan aksi tersebut?
A: Dalam menjalankan aksi tersebut,
pemerintah berupaya melakukan
perbaikan terhadap infrastruktur fisik,
peningkatan iklim usaha yang kondusif,
reformasi kebijakan, peningkatan
kualitas SDM, pengembangan industri
prioritas, dan reformasi kelembagaan
dan kepemerintahan.
78.
Q:
Mengenai tarif bea
masuk, kemajuan apa
yang telah dicapai?
A: Mulai 1 Januari 2010, tarif Bea Masuk
0% sudah diterapkan untuk lebih dari
99% pos tarif di seluruh ASEAN-6
(Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura dan Thailand). Akhir 2015,
negara anggota ASEAN-4 (Kamboja,
Laos, Myanmar dan Vietnam) akan
menghapuskan lebih dari 99% tarif bea
masuknya. Sehingga, menciptakan
peluang bagi produk Indonesia di pasar
sebesar lebih dari 180 juta jiwa.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
79.
80.
Q:
Terkait tarif
Bea Masuk,
kebijakan apa yang
telah dikeluarkan
Kemendag?
A: Kementerian Perdagangan dan
Kementerian Keuangan saling
berkoordinasi dengan menerbitkan
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
208/PMK.011/2012 tanggal 17
Desember 2012 tentang penetapan
tarif bea masuk dalam rangka
ASEAN Trade In Goods Agreements
(ATIGA), dengan melampirkan Surat
Keterangan Asal (SKA) form D.
Q:
Mengenai kebijakan nontarif, apa langkah
yang ditempuh Kemendag?
A: Kemendag melakukan pemutakhiran database kebijakan
non-tarif dan penyelesaian kasus aktual yang menghambat
akses pasar eksportir Indonesia ke ASEAN. Dibentuk juga Task
Force yang menangani Non-Tariff Measures (NTMs) Indonesia.
Kemendag berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian membahas penanganan NTMs/NonTariff Barriers (NTBs) Indonesia, yang diatur dalam Perpres
No. 76 Tahun 2014.
Indonesia juga telah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi
I, II, III, IV dan V yang salah satunya berisi deregulasi dan
debirokratisasi tahun 2015. Salah satu tujuan deregulasi ini
adalah untuk memudahkan arus barang, modal, dan investasi
guna meningkatkan daya saing nasional, memperkuat industri
dalam negeri, menciptakan iklim usaha yang sehat.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
59
81.
Q:
Bagaimana tentang
Surat Keterangan
Asal (SKA), kemajuan apa
yang telah dicapai?
A: Mulai 1 Januari 2012, Kemendag telah membuat
website e-SKA untuk penerbitan SKA secara online
di 86 Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal
(IPSKA) dalam rangka penyederhanaan proses
ekspor-impor, peningkatan pelayanan perijinan dan
terkoneksi dengan Inatrade dan Indonesia National
Single Window (INSW) untuk menciptakan iklim
usaha yang lebih kondusif, penetapan regulasi yang
berorientasi pada ekspor produk bernilai tambah
tinggi, dan peningkatan pengamanan pasar di
negara tujuan ekspor.
Pelaksanaan 2nd pilot project Self-Certification (SC) di
ASEAN (Filipina & Laos) per 1 Januari 2014 dengan
menerbitkan SKA sendiri (invoice declaration) untuk
15 eksportir bersertifikasi. Indonesia telah menerbitkan
Perpres No 29 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 39/M-DAG/8/2013.
Persiapan pelaksanaan SKA form D yang baru per
1 Januari 2014 dengan menghapus FOB kecuali
untuk kasus RVC 40% dengan masa transisi masih
menerima SKA Form D yang lama sampai 30 Juni
2014. Sejak 2008-4 Desember 2013, Kementerian
Perdagangan telah menerbitkan 670.222 SKA Form D.
60
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
82.
Q:
Untuk kemudahan
informasi terkait kebijakan
ekspor-impor, apa kebijakan yang
dilakukan Kemendang?
A: Kemendag berkoordinasi dengan Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian membuat dan
mengembangkan Indonesia Nasional Trade Repository
(INTR) yang terintegrasi dengan INSW. Diharapkan dapat
menjadi media informasi peraturan perdagangan bagi
pengusaha dan masyarakat terkait ekspor-impor.
83.
Q:
Guna memenangi persaingan
di pasar ASEAN, langkah
strategis apa saja yang dilakukan?
A: Dalam rangka peningkatan daya saing ekspor nasional dan
pelaksanaan tugas Pokja Ekspor Tim Nasional Pengembangan
Ekspor serta Pengembangan Investasi, Menteri Perdagangan
selaku Ketua Pokja Ekspor terus menerus meningkatkan
komunikasi dan fasilitasi dengan para pelaku usaha.
Kemendag juga terus-menerus melakukan promosi ekspor
untuk mengembangkan pasar internasional sekaligus upaya
pencitraan produk dan jasa Indonesia. Dijalankan pula misi
dagang dan instore promotion secara lebih profesional dan
berkualitas, peningkatan kelembagaan ekspor, pengembangan
ekspor dan pasar komoditas, serta penguatan peran perwakilan
di luar negeri (Atase Perdagangan & ITPC). Saat ini Kemendag
sudah memiliki atase perdagangan di 25 negara dan ITPC di 19
negara. Sementara di ASEAN baru ada 4 Atase Perdagangan
(Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Manila).
PUSAT HUMAS KEMENDAG
61
84.
Q:
Distribusi adalah kunci menghadapi
persaingan, apa kebijakan yang
diambil terkait hal ini?
A: Memperkuat jaringan distribusi nasional yang merupakan
bagian dari sistem logistik nasional. Untuk hal ini Kemendag
telah melakukan revitalisasi pasar tradisional yang akan
dikembangkan sebagai pasar-pasar percontohan dan
pembangunan gudang pangan. Hingga saat ini, sedikitnya sudah
dilakukan revitalisasi (dan dalam proses revitalisasi) sebanyak
1.000 pasar tradisional, baik fisik maupun manajemen melalui
Tugas Pembantuan (TP). Puluhan diantaranya merupakan pasar
percontohan serta membangun Pusat Pameran Produk Dalam
Negeri, selain juga pembangunan gudang sebanyak 15 gudang
(Sistem Resi Gudang - SRG) di 11 provinsi, 268 pasar tertib
ukur serta 16 daerah tertib ukur. Untuk tahun 2015 s/d 2019 akan
direvitalisasi dan dibangun 5.000 pasar.
85.
Q:
Penguatan
pasar dalam
negeri juga
penting,
apa langkah
yang sudah
ditempuh?
62
A: Kemendag juga melaksanakan berbagai
upaya dalam rangka penguatan pasar dalam
negeri, seperti penyusunan regulasi teknis yang
bertujuan meningkatkan perlindungan kepada
konsumen dan menjaga kualitas barang beredar
dan jasa. Upaya itu direalisasikan dengan
pembentukan Badan Penyelesaian Sengketa
Konsumen (BPSK).
Hingga 2012 sebanyak 84 BPSK tersebar
di sejumlah kabupaten/kota dan Lembaga
Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat
(LPKSM), peningkatan operasional Penyidik
Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen
(PPNS-PK) dan tenaga Petugas Pengawas
Barang Beredar dan Jasa (PPBJ), serta
peningkatan pengawasan terhadap alat Ukur
Takar Timbang dan Perlengkapannya (UTTP).
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
86.
Q:
Terhadap konsumen, apa upaya
yang telah dilakukan?
A: Sebagai upaya perlindungan konsumen, pemerintah
mewajibkan label berbahasa Indonesia dan penerapan
SNI. Kemendag untuk mendukung hal tersebut
melakukan upaya peningkatan kepedulian masyarakat
terhadap perlindungan konsumen melalui program
edukasi konsumen cerdas. Penerapan standardisasi
produk listrik dan elektronik melalui ASEAN
Harmonised Electrical and Electronic Equipment
Regulatory Regime (AHEEERR) yang saat ini sedang
proses transposisi ke dalam peraturan domestik.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
63
Bagian 5
87.
Q:
PELUANG &
TANTANGAN
MENGHADAPI MEA
Peluang apa saja yang didapat
Indonesia dari pelaksanaan MEA?
A: Setidaknya terbuka tujuh peluang bagi Indonesia
dengan dilaksanakan Masyarakat Ekonomi ASEAN:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi
Menjadi pasar potensial dunia
Menjadi negara pengekspor
Negara tujuan investor
Meningkatkan daya saing
Terbukanya peluang usaha di pasar barang dan jasa
g. Manfaat aliran modal asing
88.
Q:
Bagaimana Indonesia bisa
menjadi pasar potensial dunia?
A: Pelaksanaan MEA pada 2015 akan menempatkan
ASEAN sebagai kawasan pasar terbesar ke-3 di dunia,
apalagi didukung oleh jumlah penduduk Indonesia yang
ke-3 terbesar (8% dari total penduduk dunia) di dunia
setelah China dan India. Jumlah penduduk Indonesia
yang terbesar di kawasan (40% dari total 500-an juta
penduduk ASEAN) merupakan potensi yang sangat
besar untuk menjadi negara ekonomi yang produktif
dan dinamis, bahkan bisa memimpin pasar ASEAN di
masa depan.
64
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
89.
Q:
Apa saja
produk
unggulan Indonesia?
A: Berikut daftar 10 produk
unggulan Indonesia per
2014 dengan rincian total
perdagangannya masingmasing: elektronik, otomotif,
tekstil & produk tekstil
(TPT), sawit, hasil hutan,
karet, kakao, alas kaki, kopi,
dan udang.
No.
Produk
Potensial
Total Perdagangan
(dollar AS)
1
Elektronik
8,24 M
2
Otomotif
3
TPT
1,69 M
4
Sawit
1,58 M
5
Hasil Hutan
0,92 M
6
Karet
0,83 M
7
Kakao
0,35 M
8
Alas Kaki
0,21 M
9
Kopi
0,15 M
10
Udang
0,08 M
4,8 M
90.
Q:
Terdapat
pula produk
potensial dalam
menghadapi MEA,
apa saja?
A: Makanan olahan, minyak
atsiri, perhiasan, peralatan
medis, ikan, rempahrempah, kulit, tanaman obat,
kerajinan, dan peralatan
kantor. Berikut tabel rincian
total perdagangannya.
No.
Produk
Potensial
1
Makanan olahan
2
Minyak atsiri
3
Perhiasan
4
Peralatan Medis
5
Ikan
0,38 M
6
Rempah-rempah
0,25 M
7
Kulit
0,18 M
8
Tanaman obat
0,10 M
9
Kerajinan
0,06 M
10
Peralatan kantor
0,03 M
PUSAT HUMAS KEMENDAG
Total Perdagangan
(dollar AS)
4,05 M
1,9 M
1,07 M
0,4 M
65
91.
Q:
Peluang bisnis apa yang dapat dimanfaatkan
Indonesia di sejumlah negara ASEAN?
A:
D.KAMBOJA
A.MALAYSIA
BARANG: makanan & minuman
olahan, produk konstruksi, obat,
pupuk, perlengkapan mandi,
produk plastik & elektronik, ban,
kertas, furnitur, kosmetik
JASA: legal, teknisi, arsitek,
perawat, kurir, telekomunikasi,
konstruksi, komputer, distribusi,
transportasi
BARANG: tekstil & garmen, produk
kehutanan, cokelat, kopi, udang,
kulit & produk kulit, rempah obat,
makanan olahan, kerajinan, bambu
JASA: periklanan, perfilman,
konstruksi, hotel, restoran,
tanaman rekreasi, serta
transportasi udara & laut
B.SINGAPURA
BARANG: karet, alas kaki,
udang, kopi, cokelat, alat medis,
rempah, perikanan, makanan &
minuman olahan, kertas, alat tulis,
perhiasan, elektronik
JASA: legal, akuntansi, medis &
dokter gigi, teknisi, arsitek, dokter
hewan, hotel, restoran, audiovisual, distribusi
C.THAILAND
BARANG: elektronik, kimia organik,
kertas, produk plastik, perhiasan,
ban, produk kehutanan, otomotif,
perikanan, bumbu, cokelat
JASA: taman hiburan, rumah sakit,
legal, akuntan, medis & dokter
gigi, teknisi, arsitek, audio-visual,
distribusi
66
E.MYANMAR
BARANG: makanan & minuman
olahan, produk konstruksi, obat,
pupuk, toiletries, produk plastik
& elektrik, ban, kertas, furnitur &
kosmetik
JASA: legal, teknisi, arsitek,
perawat, kurir, telekomunikasi,
konstruksi, komputer, distribusi,
transportasi
F. VIETNAM
BARANG: mesin & peralatan,
produk baja, bahan baku industri
pakaian & sepatu, elektronik,
plastik, otomotif
JASA: dokter hewan, perawat,
arsitek, waralaba, hotel, restoran,
agen perjalanan & wisata, kereta
api & konstruksi
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
92.
93.
Q:
Hal apa yang
memberikan
peluang Indonesia sebagai
tujuan penanaman
modal?
A: Sebagai negara dengan jumlah
penduduk terbesar di antara
anggota ASEAN, Indonesia
diharapkan mampu menarik
investor ke dalam negeri dan
mendapat peluang ekonomi yang
lebih besar dari negara anggota
ASEAN lainnya. Indonesia
mencatat fakta bahwa salah
satu faktor penyebab turunnya
rasio investasi adalah belum
membaiknya iklim investasi
dan keterbatasan infrastuktur.
Berbeda sekali dengan negara
ASEAN lainnya yang dipengaruhi
faktor berkembangnya regional
hub-production. Indonesia
menyongsong MEA 2015
dengan membangun berbagai
kerjasama regional yang bertujuan
meningkatkan infrastuktur (pipa
gas, teknologi informasi) maupun
pembiayaan. Dari sektor inilah
kesempatan terbuka lebar.
Q:
Selain
mendapatkan
peluang bersaing dalam
kualitas dan harga
produk, Indonesia juga
akan diuntungkan oleh
terbukanya sektor jasa.
Bagaimana keuntungan
tersebut?
A: ASEAN sangat memungkinkan
untuk membuka sektor jasa seluasluasnya melalui sektor-sektor jasa
prioritas yaitu sektor pariwisata,
kesehatan, penerbangan, e-ASEAN,
dan logistik. Jasa prioritas ini belum
merata, hanya berkembang di
Singapura, Malaysia dan Thailand.
Namun, kemajuan ketiga negara
tersebut dapat dimanfaatkan
sebagai penggerak dan acuan untuk
perkembangan liberalisasi jasa di
ASEAN. Indonesia akan unggul dari
stok tenaga kerja. Diyakini Indonesia
dapat menyediakan tenaga kerja
yang cukup dan pasar yang besar,
sehingga menjadi pusat industri.
Indonesia pun dapat menjadikan
ASEAN sebagai tujuan pekerjaan
guna mengisi investasi yang akan
dilakukan dalam rangka MEA 2015.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
67
94.
Q:
Bagaimana caranya peluang bisa
datang dari aliran modal?
A: ASEAN dari segi penarikan aliran modal asing dikenal
sebagai tujuan penanaman modal global. MEA membuka
peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan aliran modal
masuk ke kawasan. Aliran modal tersebut tidak hanya
dalam bentuk porsi dari portofolio regional tapi juga aliran
modal langsung (PMA). Sedangkan dari sisi peningkatan
kapasitas dan kualitas lembaga, peraturan terkait, maupun
sumber daya manusia, berbagai program kerjasama
regional yang dilakukan tidak terlepas dari keharusan
melakukan harmonisasi, standarisasi, maupun mengikuti
MRA yang telah disetujui bersama. Artinya akan terjadi
proses perbaikan kapasitas di berbagai institusi, sektor,
maupun peraturan terkait. Penerapan ASEAN Single
Window sangat mendukung peluang ini.
95.
Q:
Selain peluang, Indonesia juga
memiliki sejumlah tantangan
dalam menghadapi MEA. Apa saja?
A: Sejumlah tantangan dihadapi Indonesia pada
pelaksanaan MEA, antara lain:
a. Laju peningkatan ekspor dan impor
b. Laju inflasi
c. Dampak negatif arus modal yang lebih bebas
d. Kesamaan produk
e. Daya saing Sektor Prioritas Integrasi
f. Daya saing SDM
g. Tingkat perkembangan ekonomi
h. Kepentingan nasional
i. Kedaulatan negara
68
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
96.
97.
Q:
Q:
A: Indonesia akan mendapat
persaingan ketat dengan sesama
negara anggota ASEAN dan nonASEAN dari segi ekspor dan impor.
Kinerja ekspor periode 2004-2008
Indonesia yang berada di urutan
ke-4 setelah Singapura, Malaysia,
dan Thailand, dan importer
tertinggi ke-3 setelah Singapura
dan Malaysia. Grafik ekspor dan
impor Indonesia juga tidak jauh
berbeda pada periode 2009-2014.
Hal ini merupakan tantangan
sangat serius yang mengakibatkan
neraca perdagangan Indonesia
defisit terhadap beberapa negara
ASEAN tersebut. Ancaman yang
diperkirakan lebih serius lagi
adalah perdagangan bebas ASEAN
dengan Tiongkok.
A: Data Badan Pusat Statistik
mencatat, ekspor Indonesia ke
ASEAN periode Januari-November
2014 sebesar USD 26,424 miliar.
Sementara nilai impor dari ASEAN
periode yang sama sebesar USD
27,490 miliar. Ekspor ke ASEAN
periode Januari-November 2014
menyumbang 19,77% terhadap total
ekspor nonmigas. Impor dari ASEAN
pada periode tersebut berkontribusi
22,23% terhadap total impor
nonmigas. Dapat dikatakan, tingkat
pemanfaatan pasar ASEAN oleh
Indonesia relatif masih rendah.
Di sisi lain, tergambar pula tingkat
ketergantungan Indonesia terhadap
produk dari negara ASEAN.
Mengapa laju
ekspor dan
impor menjadi sebuah
tantangan?
Apakah itu
dapat diartikan
Indonesia justru memiliki
ketergantungan terhadap
ASEAN?
PUSAT HUMAS KEMENDAG
69
98.
Q:
Kesamaan
produk
harus betul-betul
dicermati sebagai
satu tantangan,
mengapa?
99.
Q:
A: Adanya kesamaan keunggulan
komparatif kawasan ASEAN,
khususnya di sektor pertanian,
perikanan, produk karet, produk
berbasis kayu, dan elektronik,
merupakan salah satu penyebab
pangsa perdagangan intra-ASEAN
hanya berkisar 20-25% dari total
perdagangan ASEAN. Alasan inilah
yang menuntut Indonesia perlu
mendongkrak nilai tambah produk
ekspornya sehingga memiliki
karakteristik sendiri.
Langkah apa yang diperlukan agar
tetap memenangi persaingan?
A: Setidaknya, pelaku usaha harus memperhatikan
tiga faktor penting, antara lain:
a. Pastikan produk yang ditawarkan lebih baik
dibandingkan barang sejenis
b. Waktu produksi harus lebih cepat
c. Harga yang ditawarkan juga harus lebih murah
Meski demikian, dukungan seperti infrastruktur,
kemudahan akses modal serta kualitas sumber daya
manusia sangat penting. Dalam hal ini, pemerintah telah
mengimbau agar bank-bank nasional terutama BUMN
untuk memberikan bantuan pinjaman modal dengan kredit
lunak bagi pelaku usaha dari berbagai skala terutama
UMKM. Akses permodalan dianggap sangat penting untuk
meningkatkan kapasitas produksi dan ekspansi usaha.
Pemerintah juga telah mengeluarkan Paket Kebijakan
Ekonomi I- V untuk memperkuat daya saing nasional dan,
termasuk dari segi pembiayaan kepada UMKM.
70
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
100.
Q:
Sudah siapkah sumber daya
manusia Indonesia bersaing, dan
bagaimana masyarakat Indonesia dalam
menghadapi MEA?
A: Daya saing SDM tenaga kerja Indonesia harus
ditingkatkan baik secara formal maupun informal.
Setidaknya memenuhi ketentuan dalam MRA yang
telah disetujui oleh negara anggota ASEAN. Kualitas
tenaga kerja Indonesia wajib ditingkatkan sehingga bisa
digunakan baik di dalam negeri maupun intra-ASEAN,
untuk mencegah banjirnya tenaga kerja terampil dari luar.
Pekerjaan yang tidak mudah tentunya. Sebab memerlukan
adanya cetak biru sistem pendidikan secara menyeluruh
dan sertifikasi berbagai profesi terkait.
Kementerian Tenaga Kerja membuat 3 pilar upaya yang
dilakukan untuk menghadapi MEA. Pertama, percepatan
penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI). Kedua, dilakukan Pelatihan Berbasis Kompetensi
(PBK). Ketiga, Sertifikasi Kompetensi.
Peningkatan kualitas SDM jelas merupakan elemen kunci
dalam menyongsong peluang MEA. SDM yang cekatan,
terampil serta inovatif dalam mengambil ide, langkah, dan
tindakan, merupakan modal dasar yang harus ditingkatkan
disamping penguasaan bahasa asing. Pengembangan
skill bisa juga dilakukan dengan pelatihan, seminar dan
workshop baik yang bertaraf nasional dan internasional,
pertemuan rutin antar pelaku ekonomi, juga pembangunan
networking, sehingga para pelaku usaha selalu mengikuti
perkembangan terbaru perekonomian
PUSAT HUMAS KEMENDAG
71
Survei Masyarakat Tentang MEA
Masyarakat Indonesia dinyatakan 80% memandang ASEAN
penting dan relevan; 42% belum mengetahui Komunitas
ASEAN; 88% mendukung terbentuknya MEA; 78%
memandang MEA akan memberikan manfaat bagi ekonomi
Indonesia. Demikian hasil survei Journal of Current Sount
East Asian Affairs 2011 di Indonesia.
Hasil Survey on ASEAN Community Building Effort 2012
oleh Sekretariat ASEAN dan Japan-ASEAN Integration Fund
(JAIF) di 10 negara anggota ASEAN juga mengungkapkan
sebuah fakta positif. Setidaknya sekitar 81% masyarakat
ASEAN telah mengetahui keberadaan perhimpunan bangsabangsa Asia Tenggara tersebut, tetapi 76% di antaranya
masih kurang memiliki pemahaman dasar mengenai
ASEAN. Sementara itu, sekitar 55% dari kalangan bisnis
ASEAN telah memiliki pemahaman dasar mengenai ASEAN,
sementara 15% lainnya sudah memiliki pemahaman dasar
yang baik tentang ASEAN.
Pemerintah membentuk Pusat Studi ASEAN (PSA) di 11
perguruan tinggi Tanah Air dengan tujuan mempercepat
terciptanya kesadaran masyarakat terhadap palaksanaan
MEA melalui bantuan mahsiswa. Ke-11 PTN itu yakni
pada tahun 2012 dibentuk di Universitas Gadjah Mada;
sedangkan pada 2013 di Universitas Airlangga; Universitas
Indonesia; Universitas Hasanuddin; Universitas Andalas;
Universitas Brawijaya; Universitas Sam Ratulangi;
Universitas Padjajaran; Universitas Mulawarman;
Universitas Pattimura; dan Universitas Udayana. Atas
inisiatif sendiri, Universitas 17 Agustus Semarang pun ikut
mendirikan Pusat Studi ASEAN.
72
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
TIPS, PELUANG
DAN TANTANGAN
MENGHADAPI MEA
B
agi pengusaha
pakaian jadi
(garmen)
Tips! Sebagaimana
diketahui salah satu
manfaat MEA adalah
penghapusan tariff untuk
hampir semua produk.
Sejak 1 Januari 2010 untuk
tekstil dan produk tekstil
bea masuknya sudah nol.
Dengan demikian jika
pengusaha garmen ingin
mengekspor produknya ke
salah satu negara ASEAN
dengan sendirinya importir
di negara tujuan tidak perlu
membayar bea masuk.
Sementara bea masuk produk yang
sama dari pesaing Indonesia seperti
Bangladesh harus tetap membayar
tariff. Dengan demikian produk kita
mendapatkan keuntungan dibanding
produk yang sama dari non ASEAN.
Selain itu, bagi produsen garmen
Indonesia, disarankan untuk memberli
bahan baku tekstil dan produk tekstil
dari sesama negara ASEAN karena
tidak perlu membayar bea masuk,
dibandingkan produk yang sama dari
negara non ASEAN. Tantangan yang
akan dihadapi adalah persaingan
untuk produk-produk sejenis dari
ASEAN yang diproduksi oleh negaranegara yang lebih efisien seperti
Filipina dan Vietnam.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
73
B
agi perajin
kulit—seperti
jaket, topi, dompet
dsb
Tips! Untuk produk kulit,
pada prinsipnya memiliki
peluang yang sama dengan
produk pakaian jadi/garmen
demikian pula dengan
tantangannya. Produk
sejenis yang menjadi
pesaing bagi Indonesia
adalah produk-produk kulit
yang berasal dari Thailand.
74
B
agi pengusaha
jasa
konstruksi
Tips! Jasa konstruksi
merupakan salah satu
jasa yang masuk dalam
128 sebsektor jasa yang
diliberalisasikan dalam
MEA 2015. Manfaat yang
dapat dirasakan adalah
perusahaan konstruksi
Indonesia dapat mendirikan
usahanya di negara-negara
ASEAN untuk mengikuti
tender konstruksi di ASEAN.
100 PERTANYAAN TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
B
agi
pengusaha
hotel
Tips! Jasa perhotelan
merupakan salah satu
jasa yang masuk dalam
128 sektor jasa yang
diliberalisasikan dalam
MEA 2015. Manfaat
yang dapat dirasakan
adalah Indonesia dapat
melakukan investasi hotel
di negara-negara ASEAN.
B
agi seorang
arsitek
Tips!
B
agi seorang
perawat
Tips! Ajukan aplikasi untuk
mendapatkan sertifikasi kompetensi
sebagai tenaga perawat yg sesuai dengan
kesepakatan saling pengakuan (MRA)
ASEAN. Dengan modal sertifikasi tersebut
kamudian mencari peluang kerja di
berbagai institusi kesehatan/rumah sakit,
contoh di Penang, Malaka, Malaysia.
Sebagai arsitektur
perlu mendapat sertifikasi
kompetensi yang diakui
oleh kesepakatan saling
pengakuan (MRA) ASEAN.
Setelah mendapatkan
sertifikasi tersebut peluang
untuk praktisi bidang
arsitektur di wilayah
ASEAN akan menjadi
mudah.
PUSAT HUMAS KEMENDAG
75
M
erujuk Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun
2014 tentang Komite Nasional Persiapan
Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (Association
of Southeast Asian Nation), Kementerian Perdagangan
perlu melakukan sosialisasi Masyarakat Ekonomi
ASEAN (MEA) kepada masyarakat luas.
E
konomi ASEAN akan menjadi satu kesatuan
dengan kekuatan pasar sekitar 650 juta penduduk.
ASEAN akan menjadi kekuatan baru bagi perdagangan
dunia dan menjadi bagian penting bangsa Indonesia
untuk menuju masyarakat dunia.
A
khirnya, buku ini kami persembahkan sebagai
bagian penting guna menandai sejarah lahirnya
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sekaligus
sosialisasi bagi masyarakat luas agar bangsa Indonesia
menjadi lebih produktif dan mampu menjadi bagian
penting bagi perdagangan dunia. Selamat membaca
dan menjadi warga baru ekonomi ASEAN.
THINK BIG, THINK ASEAN
— Kepala Pusat Humas Kemendag RI
Ani Mulyati
pert anyaan
tentang
Masyaraka t E konomi ASEAN
(MEA)
www.kemendag.go.id
76
100 PERTANYAAN
TENTANG
MASYARAKAT EKONOMI
ASEAN (MEA)
Kementerian
Perdagangan
@Kemendag
Download