Modul 4 PKBR

advertisement
4. IMPLEMENTASI RUKUN ISLAM
Tujuan Pembelajaran:
Mahasiswa memahami dan mampu mengimplementasikan rukun islam dalam kehidupannya
Metode Pendekatan:
1. Ceramah
2. Diskusi
Materi:
1.Pemahaman tentang Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Haji
2. Macam-macam sholat dan manfaatnya.
3. Macam-macam Puasa dan manfaatnya
4. Pentingnya berzakat dan cara melakukannya.
5. Perintah ber Haji dan hakekatnya
A. Pemahaman tentang Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat dan Haji
Hadits yang menjadi dalil dari rukun Islam adalah
‫ قال عنهما هللا رضً الخطاب بن عمر بن هللا عبد الرحمن عبد أبً عن‬: ‫ ٌقول وسلَّم علٌه هللا صلَّى النبً سمعت‬: ًَِ‫اْلسَْل َُم بُن‬
ِ ْ ‫على‬
َّ ، َ‫ج و‬
َ‫ خ ْمس‬: َِ‫ن شهادة‬
َْ ‫ل ِإلهَ لَ أ‬
ََّ ‫هللاُ ِإ‬
َ َ‫ن و‬
ََّ ‫ل ُمح َّمدًا أ‬
َُ ‫س ْو‬
َ ، َ‫ام و‬
َِ ‫صَلَةِ ِإق‬
َِّ ‫ت ح‬
َِ ٌْ ‫ ْالب‬، َ‫ رمضانَ ص ْو َِم و‬.‫و البخاري رواه‬
ُ ‫هللاِ ر‬
َّ ‫ ال‬، َ‫الزكاةَِ ِإٌْتاءَِ و‬
‫ مسلم‬.
Dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab –radhiyallahu ‘anhuma-, katanya, “Aku
mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
‘Islam dibangun di atas lima: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan
benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik
haji, dan puasa Ramadhan’”.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
SYAHADAT
Syahadat dikatakan syahadat apabila apa yang disyahadati, yaitu yang disaksikan, diyakini dalam hati
dan diucapkan lisan. Jika satu saja gugur, maka tidak bisa dikatakan syahadat atau persaksian yang
sah. Kalimat pertama “laa illa ha ilallah” bermakna tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan
sebenar-benarnya kecuali Allah ‘Azza wa Jalla.
Maka kita katakan, bahwa persaksian ‘laa illa ha ilallah’ dianggap benar jika memenuhi rukun dan
syaratnya.
Adapun rukunnya ada dua, yaitu:
1. menafikan segala sesuatu sesembahan yang ada di jagad raya ini, kecuali Allah
2. menetapkan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi dengan sebenarbenarnya.
Berikutnya adalah syarat-syarat sah ‘laa illa ha ilallah’:
1. Mengetahui makna tentang apa yang diucapkannya, bukan asal berucap tanpa mengetahui
maksudnya.
2. Benar-benar meyakini kebenaran apa yang ia ucapkan tanpa ada keraguan sedikit pun.
3. Ikhlas yang berarti memurnikan segala ibadah, lahir maupun batin
4. Orang yang bersyahadat hendaknya mengucapkannya dengan berdasarkan kejujuran, bukan
kedustaan.
5. Kalimat Tauhid tersebut di atas harus benar-benar menjauhi kesyirikan
6. Mencintai kalimat ini dengan segala konsekuensinya dan membenci segala sesuatu yang
membatalkannya.
Kapan seorang hamba dikatakan cinta kepada Rabb-nya? Berikut tanda-tandanya:
a. Mendahulukan kecintaan pada apa yang menjadi kecintaan Allah
b. Loyal kepada siapa saja yang loyal kepada Allah serta Rasul-Nya dan memusuhi siapa pun
yang memusuhi Allah serta Rasul-Nya.
c. Mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan meneladaninya.
B. Macam-macam sholat dan manfaatnya.
Kedudukan shalat yang begitu mulia dalam agama Islam tergambar melalui hadits berikut ini :
َ‫ْن هللاَِ ع ْب َِد ع ْن‬
َِ ‫ضًَ عُمرَ ب‬
َ ‫ ع ْن ُهما‬: َ‫ل قال‬
َُ ‫س ْو‬
َ ‫ سلَّمَ وَ عل ٌْ َِه‬: (ًَِ‫س على اْ ِْلسَل َِم بُن‬
َْ ‫ن ٍشهادةَ خم‬
َْ ‫لَّ إلهَ لَ أ‬
َ ‫هللاُ ِإ‬
َ َ‫ن و‬
ََّ ‫أ‬
ُ ‫هللاُ صلَّى هللاَِ ر‬
ِ ‫هللاُ ر‬
َّ َ‫ج و‬
‫ل ُمح َّمدًا‬
َُ ‫س ْو‬
َِّ ‫ ح‬،ِ‫)رمضانَ ص ْو َِم وَ ْالب ٌْت‬
ُ ‫ ر‬،ِ‫ إِقاماَةِ وَ هللا‬،‫صَلة‬
َّ ‫ إٌِْتاءَِ وَ ال‬،‫الزكاة‬
Dari ‘Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda (yang maknanya):
“Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu syahadat (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan
yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah rasulullah, mendirikan shalat,
menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, serta berpuasa pada bulan Ramadhan.”
Hukum Orang yang Meninggalkan Shalat
Kaum muslimin telah bersepakat bahwa barangsiapa yang tidak menunaikan shalat lima waktu maka
dia telah melakukan suatu perbuatan yang dapat mengantarkannya kepada kekafiran.
Dalil dari Al-Qur’an Qs. At-Taubah: 11
Dalil dari Hadits (As-Sunnah)
ّ ‫صَلةَ تركَُ ْال ُك ْف َِر وَ ال‬
َ‫ل ب ٌِنَ ِإ َّن‬
َِ ‫الر ُج‬
َّ ‫ال‬
َّ َ‫ش ِْركَِ بٌْنَ و‬
Artinya: “Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kesyirikan serta kekufuran adalah
meninggalkan shalat.” (diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabul Iman dari sahabat Jabir Ibn
‘Abdillah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)
Shalat wajib dikerjakan oleh setiap muslim dan muslimat yang telah baligh dan berakal.
Tanda baligh bagi laki-laki dan perempuan adalah:
1. Telah mencapai usia 15 tahun.
2.
Telah mengalami “mimpi basah”.
3. Tumbuh rambut pada kemaluan.
4. Khusus bagi wanita, yaitu keluarnya darah haid dari farji.
Macam-macam sholat wajib:
1. Sholat Isya'
2. Sholat Subuh
3. Sholat Dhuhur
4. Sholat Ashar
5. Sholat Maghrib
Macam-macam sholat sunah:
1.
Shalat Sunah Tahajud.
2.
Shalat Sunah Dhuha.
3.
Shalat Sunah Istikharah.
4.
Shalat Sunah Taubat.
5.
Shalat Sunah Hajat.
6.
Shalat Sunah Safar. Shalat Sunah Rawatib
7.
Shalat Sunah Istisqho’.
8.
Shalat Sunah Witir.
9.
Shalat Tahiyatul Masjid.
10. Shalat Tarawih.
11. Shalat Hari Raya (Idul Adha dan Idul Fitri).
12. Shalat Dua Gerhana.
C. Macam-macam Puasa dan manfaatnya
Puasa Wajib yaitu puasa di bulan Ramadhan. Allah Azza wa Jalla mewajibkan puasa Ramadhan, dan
menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam yang lima; demkian itu dalam firmanNya Ta’ala AlBaqarah: 183
Dan hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata : Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ً‫خمس على اْلسَلم بن‬: ‫ إل إله ل أن شهادة‬،‫ رسول دمحمَا ً وأن هللا‬،‫ وإقام هللا‬،‫ وإٌتاء الصَلة‬،‫ وصوم الزكاة‬،‫هللا بٌت وحج رمضان‬
‫سبٌَلًَ إلٌه استطاع من الحرام‬
“Islam di bangun di atas lima (rukun) : Persaksian bahwa tidak ada yang diibadahi dengan benar
selain Allah, dan bahwasanya Muhammad utusan Allah, Menegakan sholat, menunaikan zakat,
Puasa di bulan Ramadhan, dan haji ke baitullah al-haram bagi yang memiliki kemampuan untuk
sampai ke sana.” (HR. Bukhori No. 8 dan Muslim No. 16)
Puasa sunnah ialah Puasa Tathawwu. Dan tathawwu' artinya mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala
dengan melakukan ibadah-ibadah yang tidak wajib. Tentu saja, puasa adalah ibadat yang terutama.
Di bawah ini juga akan dijelaskan mengenai bermacam-macam puasa sunnah yang dianjurkan untuk
dilakukan.
Adapun hikmah dari disyari'atkannya puasa sunnah ialah menambah ibadat dan pendekatan
(taqarrub) kepada Allah. Karena ibadat apa pun akan menambah seseorang semakin dekat kepada
Tuhannya 'Azza Wa Jalla.
Macam-macam puasa sunnah:
1. Puasa Hari 'Arafah
Hari 'Arafah ialah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa pada hari itu adalah sunnat bagi orang yang tidak
sedang menunaikan ibadah haji:
Dari Abu Qatadah RA, dia mengatakan:
َ‫سئِل‬
َُ ‫س ْو‬
ُ ‫ل‬
ُ ‫ار‬
‫ا صلَّى‬
َ‫ن وسلَّمَ عل ٌْ ِه‬
َْ ‫ عرفةَ ص ْو َِم ع‬٬ َ‫اضٌةَ السَّنةَ ٌُك ِّف َُر ׃ فقال‬
ِ ‫و ْالباقٌِةَٓ ْالم‬
Artinya : "Rasulullah SA W pernah ditanya tentang puasa hari 'Arafah, maka jawab beliau: "Ia
menghapus dosa-dosa di tahun lalu dan yang akan datang. " (H.R. Muslim: 1162)
2. Puasa Hari 'Asyura dan Tasu'a
Hari 'Asyura ialah tanggal 10 Muharram, sedang Hari Tasu'a ialah tanggal 9-nya. Adapun dalil
dimustahabkannya puasa pada kedua hari itu ialah hadits riwayat Ibnu 'Abbas RA:
َ‫ل ا َّن‬
َُ ‫س ْو‬
ُ ‫ار‬
‫ا صلَّى‬
ُ ‫ عا‬٬ َ‫صٌامِ َِهٓ وامر‬
َ‫ش ْوراءَ ٌ ْومَ صامَ وسلَّمَ علٌَْ ِه‬
ِ ِ‫ب‬
Artinya: "Bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada Hari 'Asyura, dan menyuruh supaya melakukan
puasa pada hari itu. " (H.R. al-Bukhari: 1900 dan Muslim: 1130)
3. Puasa Senin Kamis
Dalilnya ialah hadits yang diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi (747) dari Abu Hurairah RA, bahwa
Rasulullah SAW bersabda:
َ‫ض‬
َُ ‫ْن ا ْلٌ ْومَ العْما‬
َِ ٌ‫ْس الِثْن‬
َ ِ ٌ ِ‫ وٍ ْالخم‬، ٍَُ ٍّ ّ‫ن فاُحِ ب‬
َْ ‫ى ٌُ ْعرضَ ا‬
َْ ‫صٍائِمَٓ وانا عم ِل‬
ُ ‫ل ت ُ ْعر‬
Artinya: "Amal-amal dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Oleh karena itu, aku ingin
amalku dihadapkan di kala aku sedang berpuasa. "
4. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan
Dalam hal ini, yang terbaik dilakukan pada hari-hari dari malam putih, yaitu tanggal 13, 14 dan 15
setiap bulan. Disebut malam putih, karena pada tanggal-tanggal tersebut malam begitu terang
dengan adanya bulan purnama.
Adapun dalil dimustahabkannya puasa pada hari-hari ini adalah sebuah hadits riwayat al-Bukhari
(1124) dan Muslim (721), dari Abu Hurairah RA, dia berkata:
َ‫ى‬
َْ ٍِ ‫ا صلَّى خ ِل ًٍْْ ِل‬
ْ ‫ى ا ْوصا ِن‬
َ‫ام ׃ ِبثَلثَ وسلَّمَ عل ٌْ ِه‬
َِ ٌ‫ص‬
َْ ِ‫ل م‬
َِّ ‫ ش ْهرَ ُك‬٬ ‫ الضُّحى ور ْك ٍْعتِى‬٬ ‫ن‬
َْ ‫ن قٍبْ ٍْلَ ا ُ ْوتِرَ وا‬
َْ ‫امٓ ا‬
َِ ‫ان‬
ِ َ‫ن اٌَّامَ ثَلثة‬
Artinya: "Kekasihku S A W pernah berpesan kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan,
shalat Dhuha dua rakaat dan shalat Witir sebelum tidur."
Tetapi, ada yang dikecualikan, yaitu puasa pada tanggal 13 bulan Dzulhijjah, karena puasa pada hari
itu haram hukumnya, sebagaimana akan diterangkan nanti, Insya'allah.
5. Puasa Enam Hari Pada Bulan Syawal
Dalam hal ini, yang terbaik dilakukan berturut-turut, langsung sesudah Hari Raya 'Idul Fitri, sekalipun
tidak dipersyaratkan demikian, tapi kesunnahan bisa juga diperoleh dengan melakukannya secara
terpisah-pisah.
Menurut riwayat Muslim (1163), dari Abu Ayub RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
َ‫ رمضانَ صامَ م ْن‬، ‫ن ِستّ ٍّ ًٍ ا اتْبع َهُ ث ََُّم‬
َْ ِ‫ ش َّوالَ م‬، َ‫ام كان‬
َِ ٌ‫ص‬
ِ ‫الدَّ ْه َِرٓ ك‬
Artinya: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari pada bulan
Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang tahun."
D. Pentingnya berzakat dan cara melakukannya.
Zakat termasuk ibadah maaliyah (harta) yang paling pokok di antara ibadah maaliyah lainnya.
Perintah zakat termaktub dalam Al Quran, dan kewajibannya sering digandeng dengan shalat
sebanyak di 82 ayat. (Fiqhus Sunnah, 1/327).
Di antaranya:
َّ
‫صَلةَ وأقٌِ ُموا‬
َّ ‫الزكاةَ وآتُوا ال‬
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. (QS. Al Baqarah (2): 110)
Tentang zakat, secara global ada dua macam.
1. Zakat Fitri
Yaitu zakat yang dikeluarkan pada saat menjelang hari raya, paling lambat sebelum shalat Idul Fitri,
untuk mengenyangkan kaum fakir miskin saat hari raya, dan hukumnya wajib. Wajib bagi setiap
muslim yang merdeka, yang memiliki kelebihan satu sha’ makanan bagi dirinya dan keluarganya satu
hari satu malam. Zakat itu wajib, bagi dirinya, bagi orang yang menjadi tanggungannya, seperti isteri
dan anak-anaknya, pembantu yang melayani urusan mereka, dan itu merupakan nafkah bagi
mereka. (Ibid, 1/412-413)
Harta yang dikeluarkan adalah makanan pokok di negeri masing-masing, kalau di negeri kita
sebanyak (+/-) 2,5 Kg beras.
2. Zakat Mal (Zakat Harta)
Zakat Mal mencakup beberapa jenis harta, yakni:
A. Zakat Emas dan Perak
Kewajiban zakat emas dan perak, diperintahkan dalam Al Quran: QS. At Taubah (9): 34-35)
B. Zakat Tijarah (Perniagaan)
Zakat ini adalah pada harta apa saja yang memang diniatkan untuk didagangkan, bukan menjadi
harta tetap dan dipakai sendiri.
C. Zakat Hasil Tanaman dan Buah-Buahan
Para fuqaha sepakat atas kewajiban zakat tanaman dan buah-buahan. Tetapi mereka berbeda
pendapat dalam jenis tanaman dan buah apa saja yang dizakatkan.
Secara ringkas sebagai berikut:
a. Zakat tanaman dan buah-buahan hanya pada yang disebutkan secara tegas oleh syariat, seperti
gandum, padi, biji-bijian, kurma dan anggur
b. Sayur-sayuran dan semua yang dihasilkan oleh bumi (tanah) wajib dizakati
D. Zakat Ternak
Zakat hewan ternak (Al An’am) pada Unta, Sapi, Kerbau dan Kambing (dengan berbagai variannya)
adalah ijma’ , tidak ada perbedaan pendapat.
E. Perintah ber Haji dan hakekatnya
Hukum haji adalah fardhu ‘ain, wajib bagi setiap muslim yang mampu, wajibnya sekali seumur hidup.
Haji merupakan bagian dari rukun Islam. Mengenai wajibnya haji telah disebutkan dalam Al Qur’an,
As Sunnah dan ijma’ (kesepakatan para ulama).
1. Dalil Al Qur’an
Allah Ta’ala berfirman,
‫صبِ ا‬
َ َ ‫ت َم ِه ا ْصت‬
‫يًل َو َم ْه َكف ََر فَإ ِ هن ه‬
َ َ‫اَلِل‬
َ‫ع ِه ا ْلعَالَمِ يه‬
ِ ‫اس حِ ُّج ْالبَ ْي‬
َ ‫طا‬
ِ ‫علَى النه‬
َ ‫ي‬
َ ِ‫َو ِ هَلِل‬
َ ‫ع إِلَ ْي ِه‬
ٌّ ِ‫غن‬
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka
sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 97).
Ayat ini adalah dalil tentang wajibnya haji. Kalimat dalam ayat tersebut menggunakan kalimat
perintah yang berarti wajib. Kewajiban ini dikuatkan lagi pada akhir ayat (yang artinya),
“Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak
memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. Di sini, Allah menjadikan lawan dari kewajiban dengan
kekufuran. Artinya, meninggalkan haji bukanlah perilaku muslim, namun perilaku non muslim.
2. Dalil As Sunnah
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‫ َوإِيتَاءِ ه‬، ِ‫صًلَة‬
‫صى ُل ه‬
‫ش َهادَةِ أ َ ْن الَ إِلَهَ إِاله ه‬
َ ‫علَى َخ ْم ٍش‬
َ‫ضان‬
ُ ‫اَلِلُ َوأ َ هن ُم َح همداا َر‬
‫ َوإِقَ ِام ال ه‬، ِ‫اَلِل‬
َ ‫ص ْى ِم َر َم‬
َ ‫اإل ْصًلَ ُم‬
َ ‫ َو‬، ‫ج‬
ِ ‫ِى‬
َ ‫بُن‬
ِ ّ ‫ َو ْال َح‬، ِ‫الزكَاة‬
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain
Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji
dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16). Hadits ini menunjukkan
bahwa haji adalah bagian dari rukun Islam. Ini berarti menunjukkan wajibnya.
3. Dalil Ijma’ (Konsensus Ulama)
Para ulama pun sepakat bahwa hukum haji itu wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Bahkan
kewajiban haji termasuk perkara al ma’lum minad diini bidh dhoruroh (dengan sendirinya sudah
diketahui wajibnya) dan yang mengingkari kewajibannya dinyatakan kafir.
Haji
SYARAT WAJIB HAJI
1. Islam
2. Berakal
3. Baligh
4. Merdeka
5. Mampu
Kelima syarat di atas adalah syarat yang disepakati oleh para ulama. Sampai-sampai Ibnu Qudamah
dalam Al Mughni berkata, “Saya tidak mengetahui ada khilaf (perselisihan) dalam penetapan syaratsyarat ini.” (Al Mughni, 3:164)
Catatan:
1. Seandainya anak kecil berhaji, maka hajinya sah. Namun hajinya tersebut dianggap haji
tathowwu’ (sunnah). Jika sudah baligh, ia masih tetap terkena kewajiban haji. Hal ini
berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’).
2. Syarat mampu bagi laki-laki dan perempuan adalah: (a) mampu dari sisi bekal dan
kendaraan, (b) sehat badan, (c) jalan penuh rasa aman, (d) mampu melakukan perjalanan.
3. Mampu dari sisi bekal mencakup kelebihan dari tiga kebutuhan: (1) nafkah bagi keluarga
yang ditinggal dan yang diberi nafkah, (2) kebutuhan keluarga berupa tempat tinggal dan
pakaian, (3) penunaian utang.
4.
Syarat mampu yang khusus bagi perempuan adalah: (1) ditemani suami atau mahrom, (2)
tidak berada dalam masa ‘iddah.
SYARAT SAHNYA HAJI
1. Islam
2. Berakal
3. Miqot zamani, artinya haji dilakukan di waktu tertentu (pada bulan-bulan haji), tidak di
waktu lainnya. ‘Abullah bin ‘Umar, mayoritas sahabat dan ulama sesudahnya berkata bahwa
waktu tersebut adalah bulan Syawwal, Dzulqo’dah, dan sepuluh hari (pertama) dari bulan
Dzulhijjah.
4. Miqot makani, artinya haji (penunaian rukun dan wajib haji) dilakukan di tempat tertentu
yang telah ditetapkan, tidak sah dilakukan tempat lainnya. Wukuf dilakukan di daerah
Arafah. Thowaf dilakukan di sekeliling Ka’bah. Sa’i dilakukan di jalan antara Shofa dan
Marwah. Dan seterusnya.
Tugas:
1. Menjelaskan rukun Islam dan poin-poin penting didalamnya
2. Mempraktekkan syahadat dan sholat
Evaluasi:
1. Mahasiswa baru dapat menjawab soal-soal yang diberikan
2. Mahasiswa baru dapat menunjukkan motivasinya untuk memperbaiki pelaksanaan rukun
Islam melalui karangan singkat
Download