BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Lingkungan Hidup

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Lingkungan Hidup
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan
sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna
yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang
meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan
fisik tersebut. Lingkungan di Indonesia sering juga disebut "lingkungan hidup".
Misalnya dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup.4
Definisi Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya, yang
memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lain dan dapat mempengaruhi hidupnya.5
Pengertian lingkungan hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang ada di
sekitar manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan
kompleks serta saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen
4
5
Http://www.artikellingkunganhidup.com di ambil pada tanggal 5 Mei 2015
N.H.T Siahaan Hukum lingkungan dan ekologi pembangunan, Jakarta, Erlangga , 2004 hlm 4
8
lainnya. Pengertian lingkungan hidup yang lebih mendalam menurut UU No 32
Tahun 2009 adalah kesatuan ruang dengan semua benda atau kesatuan makhluk
hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi
melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup
lainnya yang ada di sekitarnya.
Menurut Undang Undang UU No 32 Tahun 2009, lingkungan hidup adalah
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup,
termasuk
manusia
dan
perilakunya,
yang
mempengaruhi
kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan
ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam melaksanakan
kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.
Pengertian dalam lingkungan hidup dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan,
dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Undang-Undang No. 32
Tahun 2009 menyatakan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi
lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan
lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian,
pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.
9
Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 menyebutkan pengertian pencemaran
lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi,
dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia
sehingga melampaui Baku Mutu Lingkungan hidup yang telah ditetapkan,
sedangkan pengertian perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang
menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia,
dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan
lingkungan hidup.6
2.1.1
Macam Macam Lingkungan Hidup
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita, hidup dan kehidupan
manusia tidak pernah terlepas dari pengaruh lingkungan. Mempelajari lingkungan
dalam kehidupan lebih banyak dipakai istilah lingkungan hidup. Undang-Undang
Nomor UU No 32 Tahun 2009 mengartikan Lingkungan Hidup sebagai berikut:
“Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan kesemua benda, daya, keadaan
dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup
lainnya”
Bisa diartikan, Lingkungan Hidup merupakan suatu sistem yang meliputi
lingkungan hayati, lingkungan non hayati, lingkungan buatan dan lingkungan
sosial. Sumber daya alam (SDA) merupakan salah satu unsur lingkungan alam,
baik hayati maupun on hayati, yang diperlukan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya. Sumber daya alam sangat
6
Harun M husein, Lingkungan Hidup, Jakarta, Bumi Aksara, , 2000. hlm.19
10
banyak dan melimpah, jadi disusunlah klasifikasi sumber daya alam, yang antara
lain meliputi sumber daya alam terbarui dan tak terbarui.7
Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan diciptakan oleh
Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Contoh lingkungan alam yang ada di
permukaan bumi adalah sungai, danau, laut, gunung dan lembah. Lingkungan
buatan adalah segala sesuatu yang sengaja atau tidak sengaja dibuat oleh manusia
untuk memenuhi kebutuhannya, misalnya desa, kota, pabrik, rumah, waduk,
sawah, tambak, perkebunan.8
2.1.2
Dasar Hukum Lingkungan Hidup
Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup perlu diikuti tindakan
berupa pelestarian sumber daya alam dalam rangka memajukan kesejahteraan
umum. Dengan begitu, UUPLH merupakan dasar ketentuan pelaksanaan dalam
pengelolaan lingkungan hidup serta sebagai dasar penyesuaian terhadap
perubahan atas peraturan yang telah ada sebelumnya, serta menjadikannya sebagai
suatu kesatuan yang bulat dan utuh di dalam suatu sistem. Sebagai subsistem atau
bagian (komponen) dari "sistem hukum nasional" Indonesia, hukum lingkungan
Indonesia di dalam dirinya membentuk suatu sistem, & sebagai suatu sistem,
hukum lingkungan Indonesia mempunyai subsistem yang terdiri atas :
a. Hukum Penataan Lingkungan;
b. Hukum Perdata Lingkungan;
c. Hukum Pidana Lingkungan;
d. Hukum Lingkungan Internasional
7
http://rideralam.com/2011/07/22/lingkungan-alam-buatan-dan-sosial-klh-series/
Takdir Rahmadi, Hukum Lingkungan di Indonesia, pustaka PT Raja Grafindo Persada,
Jakarta.2012, hlm.3
8
11
Adapaun peraturan-peraturan
yang berkaitan dengan Hukum Lingkungan
Indonesia antara lain adalah sebagai berikut:
a. Berbagai peraturan tentang Perusahaan dan Pencemaran Lingkungan,
khususnya pada PP No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan.
b. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2.2 Pengertian Kerusakan Lingkungan Hidup
Kerusakan lingkungan hidup merupakan deteorisasi lingkungan yang ditandai
dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya fauna liar, dan
kerusakan ekosistem. Kerusakan lingkungan merupakan salah satu ancaman yang
paling berbahaya untuk kelangsungan hidup manusia dan sudah diperingatkan
langsung oleh High Level Threat Panel PBB. Rusaknya lingkungan terdiri dari
beberapa tipe. Saat alam rusak karena dihancurkan dan kehilangan sumber daya,
itu merupakan tanda bahwa lingkungan mengalami kerusakan.
Lingkungan alam yang rusak sangat berdampak terhadap kehidupan manusia
sehingga berpotensi menghasilkan bencana untuk saat ini dan untuk masa-masa
yang akan datang. Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor
baik faktor alami ataupun karena akibat ulah manusia. Pentingnya lingkungan
hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan hal ini bisa
menjadikan ekosistem serta kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan
tersebut.
12
Berikut beberapa faktor secara mendalam yang menjadikan kerusakan lingkungan
hidup:
a. Faktor alami
Banyaknya bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab
terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Bencana alam tersebut bisa berupa banjir,
tanah longsor, tsunami, angin puting beliung, angin topan, gunung meletus,
ataupun gempa bumi. Selain berbahaya bagi keselamatan manusia maupun
mahkluk lainnya, bencana ini akan membuat rusaknya lingkungan.
b. Faktor buatan
Manusia sebagai makhluk berakal dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan
dengan makhluk lain akan terus berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke
kehidupan yang modern. Dengan adanya perkembangan kehidupan, tentunya
kebutuhannya juga akan sangat berkembang termasuk kebutuhan eksploitasi
sumber daya alam yang berlebihan.
2.3 Macam Macam Kerusakan Lingkungan Hidup
Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam (gunung meletus, tanah
longsor, gempa bumi, erosi, dan abrasi) hanya sekian persen saja, sedangkan
jumlah prosentase yang lebih besar menunjuk pada ulah manusia yang serakah
dalam mengeksploitasi alam tanpa harus meregenerasikannya lagi. Kegiatankegiatan manusia di lingkungan hidupnya akan menyebabkan siklus permasalahan
lingkungan yang cukup rumit. Masalah lingkungan yang disebabkan oleh ulah
manusia diwujudkan dalam berbagai contoh kerusakan lingkungan yang tengah
terjadi.
13
Berbagai macam kerusakan lingkungan disebabkan oleh ulah manusia yang tanpa
sadar mereka telah merugikan dirinya sendiri dan terlebih lagi untuk lingkungan
sekitar. Berikut adalah beberapa contoh kerusakan lingkungan yang disebabkan
oleh ulah manusia.
Pencemaran lingkungan terbagi menjadi beberapa macam: pencemaran udara,
pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara. Pencemaranpencemaran tersebut akan membuahkan dampak negative pada kita. Dampak/
akibat adanya pencemaran antara lain: adanya tanah kritis, penyimpangan iklim,
hujan asam, dan menipisnya lapisan ozon pada atmosphere bumi.9
2.3.1 Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam
Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi karena adanya gejala atau peristiwa
alam yang terjadi secara hebat sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan
hidup. Peristiwa-peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan lingkungan,
antara lain seperti Letusan Gunung Berapi, Banjir, Gempa Bumi dan sebagainya.
2.3.2 Kerusakan Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia
Manusia mempunyai hubungan timbal balik dengan lingkungan, aktivitasnya
mempengaruhi lingkungannya, sebaliknya manusia juga di pengaruhi oleh
lingkungannya. Hubungan timbal balik demikian terdapat antara manusia sebagai
individu atau kelompok masyarakat dan lingkungan alamnya, terutama dalam
abad ke 20 dalam waktu yang relatif singkat, keseimbangan antara kedua bentuk
lingkungan hidup manusia di atas, yaitu lingkungan hidup alami dan lingkungan
9
http://sahdathidayat.blogspot.com/2014/05/bentuk-bentuk-dan-contoh-kerusakan.html di ambil
pada tanggal 2 Juli 2015
14
hidup buatan mengalami gangguan secara fundamental mengalami konflik. Inilah
yang dianggap sebagai awal krisis lingkungan, karena manusia sebagai pelaku
sekaligus korban.10
2.4 Pencemaran Lingkungan
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau
berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam
sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4
Tahun 1982). 11
Peristiwa pencemaran lingkungan disebut polusi. Zat atau bahan yang dapat
mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut
polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk
hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi
tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
a. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
b. Berada pada waktu yang tidak tepat
c. Berada pada tempat yang tidak tepat
10
M daud silalahi, Hukum Lingkungan Dan Sistem Penegakan Hukum Lingkungan, pt alumni,
bandung 2002 hlm 10
11
https://duniaparapelajar.wordpress.com/2012/05/20/pencemaran-lingkungan
15
Sifat polutan adalah :
a. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan
tidak merusak lagi
b. Merusak dalam jangka waktu lama.
2.4.1 Macam-Macam Pencemaran Lingkungan
a. Pencemaran udara
Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya,
nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan
jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan,
tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk
hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat
kelainan gen, dan bahkan kematian Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm
(part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.
b. Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut:
Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik,
misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan
CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun. Sampah organik yang dibusukkan oleh
bakteri menyebabkan 02 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas
kehidupan organisme air.
Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian terakumulasi dan
menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan
16
pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming alga). Akibatnya, tanaman di dalam
air tidak dapat berfotosintesis karena sinar matahari terhalang.
Salah satu bahan pencemar di laut adalah tumpahan minyak bumi. Untuk
membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan
dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian
manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.
Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh
organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme
pemangsa yang lebih besar.
c. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini:
Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca,
dan kaleng Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diurai)
2.4.2 Pengertian Pencemaran Laut
Pencemaran laut diartikan sebagai adanya kotoran atau hasil buangan aktivitas
makhluk hidup yang masuk ke daerah laut. Pencemaran lingkungan laut
merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsa-bangsa. Pengaruhnya
dapat menjangkau seluruh aktifitas manusia di laut dan karena sifat laut yang
berbeda dengan darat, maka masalah pencemaran laut dapat mempengaruhi semua
negara pantai baik yang sedang berkembang maupun negara-negara maju,
sehingga perlu disadari bahwa semua negara pantai mempunyai kepentingan
terhadap masalah pencemaran laut.
17
Sumber dari pencemaran laut ini antara lain adalah tumpahan minyak, sisa
damparan amunisi perang, buangan sampah dari transportasi darat melalui sungai,
emisi trasportasi laut dan buangan pestisida dari pertanian. Namun, sumber utama
pencemaran lebih sering terjadi pada tumpahnya minyak dari kapal tanker. Hasil
ekspoitasi minyak bumi diangkut oleh kapal tanker ke tempat pengolahan minyak
bumi (crude oil).
Pencemaran minyak bumi dilepas pantai bisa diakibatkan oleh sistem
penampungan yang bocor, atau kapal yang tenggelam yang menyebabkan
lepasnya crude oil ke badan perairan (laut lepas). Dampak dari lepasnya crude oil
di perairan lepas pantai mengakibatkan limbah tersebut dapat tersebar tergantung
kepada gelombang air laut. Penyebaran limbah tersebut dapat berdampak pada
beberapa negara. Dampak yang terjadi akibat dari pencemaran tersebut adalah
tertutupnya lapisan permukaan laut yang dapat menyebabkan penetrasi matahari
berkurang, menyebabkan proses fotosintesis terganggu, pengikatan oksigen
terganggu, dan dapat menyebabkan kematian.12
Menurut Benny 2002, pencemaran minyak di laut berasal dari:
a. Operasi Kapal Tanker
b. Docking (Perbaikan/Perawatan Kapal)
c. Terminal Bongkar Muat Tengah Laut
d. Tanki Ballast dan Tanki Bahan Bakar
e. Scrapping Kapal (pemotongan badan kapal untuk menjadi besi tua)
12
Furkhon, 2010. Analisis Pencemaran Laut Akibat Tumpahan Minyak di Laut, Bandung : Unpad,
hlm. 37
18
f. Kecelakaan Tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan
tabrakan)
g. Sumber di Darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung
hydrocarbon ( perkantoran & industri )
h. Tempat Pembersihan (dari limbah pembuangan Refinery )
2.4.3 Dampak dari Pencemaran Minyak di Laut
Komponen minyak yang tidak dapat larut di dalam air akan mengapung yang
menyebabkan air laut berwarna hitam. Beberapa komponen minyak tenggelam
dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuanbatuan di pantai. Komponen hidrokarbon yang bersifat toksik berpengaruh pada
reproduksi, perkembangan, pertumbuhan, dan perilaku biota laut, terutama pada
plankton, bahkan dapat mematikan ikan, dengan sendirinya dapat menurunkan
produksi ikan.
Proses emulsifikasi merupakan sumber mortalitas bagi organisme, terutama pada
telur, larva, dan perkembangan embrio karena pada tahap ini sangat rentan pada
lingkungan tercemar. Bahwa dampak-dampak yang disebabkan oleh pencemaran
minyak di laut adalah akibat jangka pendek dan akibat jangka panjang.
a. Akibat jangka pendek
Molekul hidrokarbon minyak dapat merusak membran sel biota laut,
mengakibatkan keluarnya cairan sel dan berpenetrasinya bahan tersebut ke dalam
sel. Berbagai jenis udang dan ikan akan beraroma dan berbau minyak, sehingga
menurun mutunya. Secara langsung minyak menyebabkan kematian pada ikan
19
karena kekurangan oksigen, keracunan karbon dioksida, dan keracunan langsung
oleh bahan berbahaya.
b. Akibat jangka panjang
Lebih banyak mengancam biota muda. Minyak di dalam laut dapat termakan oleh
biota laut. Sebagian senyawa minyak dapat dikeluarkan bersama-sama makanan,
sedang sebagian lagi dapat terakumulasi dalam senyawa lemak dan protein. Sifat
akumulasi ini dapat dipindahkan dari organisma satu ke organisma lain melalui
rantai makanan.
Minyak yang tergenang di atas permukaan laut akan menghalangi masuknya sinar
matahari sampai ke lapisan air dimana ikan berkembang biak. Lapisan minyak
juga akan menghalangi pertukaran gas dari atmosfer dan mengurangi kelarutan
oksigen yang akhirnya sampai pada tingkat tidak cukup untuk mendukung bentuk
kehidupan laut yang aerob. Lapisan minyak yang tergenang tersebut juga akan
mempengarungi pertumbuhan rumput laut , lamun dan tumbuhan laut lainnya jika
menempel pada permukaan daunnya.
Pencemaran minyak di laut juga merusak ekosistem mangrove. Minyak tersebut
berpengaruh terhadap sistem perakaran mangrove yang berfungsi dalam
pertukaran CO2 dan O2, dimana akar tersebut akan tertutup minyak sehingga
kadar oksigen dalam akar berkurang. Jika minyak mengendap dalam waktu yang
cukup lama akan menyebabkan pembusukan pada akar mangrove yang
mengakibatkan kematian pada tumbuhan mangrove tersebut.13
13
Fakhruddin, Ibid, hlm 35-37
20
2.4.4 Perilaku Minyak di Laut
Senyawa Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi berupa benzene,
touleuna, ethylbenzen, dan isomer xylena, dikenal sebagai BTEX, merupakan
komponen utama dalam minyak bumi, bersifat mutagenic dan karsinogenik pada
manusia. Senyawa ini bersifat rekalsitran, yang artinya sulit mengalami
perombakan di alam, baik di air maupun didarat, sehingga hal ini akan mengalami
proses biomagnetion pada ikan ataupun pada biota laut lain. Bila senyawa
aromatic tersebut masuk ke dalam darah, akan diserap oleh jaringan lemak dan
akan mengalami oksidasi dalam hati membentuk phenol, kemudian pada proses
berikutnya terjadi reaksi konjugasi membentuk senyawa glucuride yang larut
dalam air, kemudian masuk ke ginjal.
“Ketika minyak masuk ke lingkungan laut, maka minyak tersebut dengan segera
akan mengalami perubahan secara fisik dan kimia. Diantaran proses tersebut
adalah membentuk lapisan ( slick formation ), menyebar (dissolution), menguap
(evaporation), polimerasi (polymerization), emulsifikasi (emulsification), emulsi
air dalam minyak ( water in oil emulsions ), emulsi minyak dalam air (oil in water
emulsions), fotooksida, biodegradasi mikorba, sedimentasi, dicerna oleh planton
dan bentukan gumpalan”.
Hampir semua tumpahan minyak di lingkungan laut dapat dengan segera
membentuk sebuah lapisan tipis di permukaan. Hal ini dikarenakan minyak
tersebut digerakkan oleh pergerakan angin, gelombang dan arus, selain gaya
gravitasi dan tegangan permukaan. Beberapa hidrokarbon minyak bersifat mudah
menguap, dan cepat menguap.
21
2.4.5 Pengaruh Minyak Pada Biota Laut
Tumpahan minyak yang tejadi di laut terbagi kedalam dua tipe, minyak yang larut
dalam air dan akan mengapung pada permukaan air dan minyak yang tenggelam
dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuanbatuan di pantai. Minyak yang mengapung pada permukaan air tentu dapat
menyebabkan air berwarna hitam dan akan menggangu organisme yang berada
pada permukaan perairan, tentu akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang
akan digunakan oleh fitoplankton untuk berfotosintesis, dan dapat memutus rantai
makanan pada daerah tersebut, jika hal demikian terjadi, maka secara langsung
akan mengurangi laju produktivitas primer pada daerah tersebut karena
terhambatnya fitoplankton untuk berfotosintesis.
Sementara pada minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen
sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai, akan mengganggu
organisme interstitial maupun organime intertidal, organisme intertidal merupakan
organisme yang hidupnya berada pada daerah pasang surut, efeknya adalah ketika
minyak tersebut sampai ke pada bibir pantai, maka organisme yang rentan
terhadap minyak seperti kepiting, amenon, moluska dan lainnya akan mengalami
hambatan pertumbuhan, bahkan dapat mengalami kematian. 14
Namun pada daerah intertidal ini, walaupun dampak awalnya sangat hebat seperti
kematian dan berkurangnya spesies, tumpahan minyak akan cepat mengalami
pembersihan secara alami karena pada daerah pasang surut umumnya dapat pulih
14
Fakhruddin, 2004. Dampak Tumpahan Minyak Pada Biota Laut, Jakarta: Kompas, hlm. 28
22
dengan cepat ketika gelombang membersihkan area yang terkontaminasi minyak
dengan sangat cepat.
Sementara pada organisme interstitial yaitu, organisme yang mendiami ruang
yang sangat sempit di antara butir-butir pasir tentu akan terkena dampaknya juga,
karena minyak-minyak tersebut akan terakumulasi dan terendap pada dasar
perairan seperti pasir dan batu-batuan, dan hal ini akan mempengaruhi tingka
laku, reproduksi, dan pertumbuhan dan perkembangan hewan yang mendiami
daerah tersebut.
2.4.6 Pengertian Pantai dan Laut
Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di
daerah pesisir laut. Daerah pantai menjadi batas antara daratan dan perairan laut.
Panjang garis pantai ini diukur mengeliling seluruh pantai yang merupakan daerah
teritorial suatu negara.
Laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang
menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Jadi laut adalah
merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan umumnya
mengandung garam dan berasa asin. Biasanya air mengalir yang ada di darat akan
bermuara ke laut.
Laut memiliki banyak fungsi / peran / manfaat bagi kehidupan manusia dan
makhluk hidup lainnya karena di dalam dan di atas laut terdapat kekayaan sumber
daya alam yang dapat kita manfaatkan diantaranya yaitu :
23
a. Tempat rekreasi dan hiburan
b. Pembangkit listrik tenaga ombak, pasang surut, angin, dsb.
c. Tempat budidaya ikan, kerang mutiara, rumput laun, dll.
d. Tempat barang tambang berada
e. Salah satu sumber air minum (desalinasi)
f. Sebagai jalur transportasi air
g. Sebagai tempat cadangan air bumi
h. Sebagai objek riset penelitian dan pendidikan, dll
2.4.7
Pantai Mutun Sebagai Tempat Pariwisata
Pantai Mutun ini sebenarnya merupakan pantai teluk, jadi bisa dipastikan kalau
ombak di pantai ini tidak terlalu besar. Lokasi Pantai Mutun berada di Kecamatan
Padang Cermin, Kabupaten Pasawaran, atau hanya butuh waktu 30 menit dari
pusat Kota Bandar Lampung. Untuk mencapai pantai ini cukup mudah, terdapat
beberapa papan petunjuk ke arah Pantai Mutun sehingga akan memudahkan
perjalanan anda.
Sepanjang perjalanan menuju Pantai Mutun ini anda akan disuguhi dengan
pemandangan pesisir pantai.
2.5 Pengertian Penegakan Hukum
Penegakan hukum adalah proses dilakukannya upaya untuk tegaknya atau
berfungsinya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman perilaku dalam
lalu lintas atau hubungan-hubungan hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara. Ditinjau dari sudut subjeknya, penegakan hukum itu dapat dilakukan
24
oleh subjek yang luas dan dapat pula diartikan sebagai upaya penegakan hukum
oleh subjek dalam arti yang terbatas atau sempit. Dalam arti luas, proses
penegakan hukum itu melibatkan semua subjek hukum dalam setiap hubungan
hukum.
Siapa saja yang menjalankan aturan normatif atau melakukan sesuatu atau tidak
melakukan sesuatu dengan mendasarkan diri pada norma aturan hukum yang
berlaku, berarti dia menjalankan atau menegakkan aturan hukum. Dalam arti
sempit, dari segi subjeknya itu, penegakan hukum itu hanya diartikan sebagai
upaya aparatur penegakan hukum tertentu untuk menjamin dan memastikan
bahwa suatu aturan hukum berjalan sebagaimana seharusnya. Dalam memastikan
tegaknya hukum itu, apabila diperlukan, aparatur penegak hukum itu
diperkenankan untuk menggunakan daya paksa.
Pengertian penegakan hukum itu dapat pula ditinjau dari sudut objeknya, yaitu
dari segi hukumnya. Dalam hal ini, pengertiannya juga mencakup makna yang
luas dan sempit. Dalam arti luas, penegakan hukum itu mencakup pula nilai-nilai
keadilan yang terkandung di dalamnya bunyi aturan formal maupun nilai-nilai
keadilan yang hidup dalam masyarakat. Tetapi, dalam arti sempit, penegakan
hukum itu hanya menyangkut penegakan peraturan yang formal dan tertulis saja.
2.5.1 Penegakan Hukum Pencemaran Lingkungan
Pencemaran dan perusakan lingkungan sering terjadi dalam suatu proses
pembangunan atau produksi seseorang ataupun korporasi. Korporasi atau
perusahaan merupakan badan usaha atau badan hukum yang dalam proses
produksinya berhubungan langsung dengan lingkungan. Untuk itu kemungkinan
25
besar dalam proses produksinya dapat mengakibatkan pencemaran atau perusakan
lingkungan. Oleh karena itu, pencemaran dan perusakan lingkungan tersebut tentu
sangat
merugikan
masyarakat
yang
tinggal
disekitarnya. Berbagi
kasus
pencemaran yang di lakukan Perusahaan yang telah melakukan pencemaran laut
berupa limbah atau pun tumpahan minyak, sesuai dengan peraturan yang sudah
ada, perusahaan yang jelas-jelas mencemari dan merusak lingkungan pasti
diberikan sanksi.15
Penegakan hukum lingkungan melalui instrumen hukum administrasi merupakan
langkah pertama dan utama untuk mencapai penataan peraturan. Ada beberapa
kelebihan penerapan instrumen hukum lingkungan administrasi dalam penegakan
hukum lingkungan dibandingkan dengan instrumen hukum pidana dan perdata.
Kelebihan ini antara lain antara lain penegakan hukum administrasi di bidang
lingkungan hidup dapat dioptimalkan sebagai perangkat pencegahan, penegakan
hukum administrasi lebih memiliki kemampuan mengundang pastisipasi
masyarakat mulai dari proses perizinan, pemantauan, dan pastisipasi dalam
mengajukan kebijakan untuk memberlakukan sanksi administrasi.16
Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 76 ayat 2 di jelaskan bahwa sanksi
administratif teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan izin lingkungan,
pencabutan izin lingkungan. Efeknya tetap akan mematikan perusahaan, karena
dengan dicabutnya izin lingkungan, izin usahanya otomatis menjadi batal. Pada
sisi perdata, pertanggung jawaban perdata juga memungkinkan permintaan
15
M. Said Saile, 2003. Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Restu Agung, hlm. 2
Muhammad Akib, Penegakan Hukum Lingkungan Dalam Perspektif Holistik-Ekologis,
Universitas Lampung, Bandar Lampung. 2011. Hlm.40
16
26
kompensasi atau ganti rugi sampai kepada perintah pengadilan untuk melakukan
penanggulangan dan pemulihan.
Sedangkan dalam kategori pidana, ada sanksi berupa denda dan perintah
pengadilan menghukum perusahaan pencemar. Efeknyapun bisa mematikan
perusahaan. Selain pidana untuk perusahaan, tentu ada sanksi yang juga diberikan
pada persona yang terlibat seperti pemimpin perusahaan dan pegawai berupa
kurungan penjara, denda, dan tindakan lainnya. Maksimum kurungan 15 tahun,
plus denda beberapa milyar.
2.5.2 Pengawasaan Dan Pengolahan Lingkungan Hidup
Dalam prihal pengawasaan dan pengolahan lingkungan hidup pemerintah telah
memberlakukan Undang Undang Nomor 4 Tahun 1982 Tentang Undang Undang
Lingkungan Hidup di Indonesia. Akan tetapi pelaksanaannya masih tertinggal,
belum semua komponen bangsa memahami dan mengerti undang undang dan
ketentuan dalam AMDAL. Hal ini dapat dipahami karna undang undang
lingkungan hidup masih dikatakan muda. Akan tetapi jika dilihat dari sudut
pandang ketatanegaraan tidak ada alasan masyarakat di suatu Negara tidak
mengetahui atau memahami undang undang yang diberlakukan dinegara
tersebut.17
Bukan hanya masyarakat yang tidak mengetahui undang undang lingkungan
hidup, bahkan para pegawai yang bertugas dibidang lingkungan kurang
seluruhnya mengerti dan memahami arti perlunya pengawasaan terhadap hukum
lingkungan.
17
Banyak faktor
yang mempengaruhi keadaan ini termasuk
Djanius djamin. Pengawasaan dan pelaksanaan undang undang lingkungan hidup, 2007 jakarta
yayasan obor Indonesia hlm 150
27
ketidakpedulian
dan
kualitas
pegawai
dalam
melaksanakan
tugas
dan
kewajibannya.
Proses pengawasaan dan pengolahan lingkungan hidup lebih sukar dilaksanakan
dibandingkan undang undang lain. Hal ini karna hukum lingkungan merupakan
bidang penelitian yang relative baru. Undang undang lingkungan hidup
menempati titik silang dalam berbagai hukum klasik.
Kewajiban memelihara dan lingkungan hidup yang baik dan sehat khususnya bagi
pengusaha industry maupun pabrik terdapat pada pasal 7 undang undang nomor 4
tahun 1982 yaitu setiap orang yang menjalankan suatu bidang usaha wajib
memelihara
lingkungan
hidup
serasi
dan
seimbang
untuk
menunjang
pembangunan dan berkelanjutan. Undang undang ini memperlihatkan bahwa
syarat tentang pengolahan dan pengawasaan lingkungan hidup merupakan unsure
penting dalam pemberian izin usaha kepada pengusaha. Oleh karna itu sangat
mengherankan para pengusaha mengabaikan unsure kelestarian lingkungan hidup
dalam melaksanakan aktifitas perusahaannya.18
18
Ibid hlm 151
Download