12. Penyerah Gel.-Paruh dan Penuh

advertisement
Penyearah Gelombang-Paruh
• Karena kemampuannya menghantarkan
arus dalam satu arah dan memblok arus
pada arah yang lain, maka dioda
digunakan dalam rangkaian yang disebut
penyearah yang mengonversi tegangan ac
ke dc.
• Penyearah
terdapat
penyuplai daya dc.
pada
seluruh
Penyuplai Daya DC Dasar
Alat ini mengonversi tegangan distribusi standar (mis: 110 V,
60Hz) AC ke tegangan DC konstan yang diperlukan. Ia
merupakan rangkaian elektronika yang paling banyak ditemui
dalam keseharian kita. Tegangan DC yang dihasilkan oleh
penyuplai daya digunakan oleh alat-ala seperti: pesawat
penerima TV, Radio, pemutar CD, dsb.
• Diagram balok untuk penyuplai daya diperlihatkan pada
Gambar 1. Penyearah dapat berupa penyearah
gelombang-paruh atau gelombang-penuh.
• Penyearah mengonversi tegangan masukan ac ke pulsa
tegangan dc. Filter, mengurangi fluktuasi dalam tegangan
dc tersearahkan sehingga tegangan relatif lebih halus.
Regulator menjaga tegangan dc luaran agar konstan
terhadap perubahan masukan atau lauaran.
• Tipe penyearah yang paling sederhana adalah penyerah
gelombang-paruh.
• Rangkaiannya diperlihatkan pada Gambar 2. Ia hanya
menyearahkan setengah dari setiap siklus masukan.
• Jadi, setengah siklus pertama dioda menghantar
sementara setengah siklus berikut ‘memblok’ arus.
(a) rangkaian penyearah gelombang-paruh
(b) operasi pada siklus pertama
(c) operasi pada siklus kedua
(d) tegangan luaran gelombang-paruh untuk tiga siklus
Gambar 2. (a) – (d), penyearah gelombang-paruh
Nilai Rerata Tegangan Luaran Gelombang-Paruh
Nilai ini adalah nilai yang akan terbaca oleh voltmeter
dc. Nilai tersebut dapat dihitung dengan persamaan
berikut:
dengan VP(out) adalah nilai puncak dari tegangan
luaran gelombang-paruh.
Gambar 3 memperlihatkan tegangan gelombangparuh dengan nilai reratanya diindikasikan oleh garis
putus-putus.
Gambar 3. Nilai gelombang-paruh rerata dari sinyal
tersearahkan
Contoh:
Berapa nilai rerata (dc) dari bentuk gelombang
luaran tersearahkan, seperti Gambar berikut?
Jawab:
Pengaruh Potensial Barrier pada Tegangan
Luaran Penyearah Gelombang-Paruh
• Pada pembicaraan sebelumnya, dioda telah
dianggap ideal. Saat potensial barrier dioda
diperhatikan, maka selama siklus-paruh positif,
tegangan masukan harus melawan potensial
barrier sebelum dioda terbias-maju.
• Untuk dioda silikon, ini akan menyebabkan
tegangan luaran gelombang-paruh mempunyai nilai
puncak yag lebih kecil 0,7 V daripada nilai puncak
tegangan masukan.
• Hal tersebut bisa dilihat pada Gambar 4.
Persamaan untuk nilai puncak tegangan luaran
adalah
Gambar 4. Pengaruh potensial-barrier pada
tegangan luaran Tersearahkan gelombang-paruh
(dioda silicon)
• Saat bekerja dalam rangkaian dioda,
sering menjadi praktis bila mengabaikan
pengaruh potensial barrier ketika nilai
tegangan (masukan) jauh lebih besar
(minimal 10X) daripada tegangan-barrier.
• Sepanjang pembicaraan, dioda yang
digunakan adalah silikon dan teganganbarrier akan dianggap berpengaruh,
kecuali ditetapkan lain.
Contoh:
Tentukan puncak tegangan luaran dari penyearah
silikon seperti Gambar.
Jawab:
Penyearah Gelombang-Penuh
• Meskipun penyearah gelombang-paruh mempunyai
banyak aplikasi, penyerah gelombangpenuh adalah
yang paling sering digunakan dalam penyulai daya
dc.
• Perbedaan antara penyearah gelombang-penuh
dengan penyearah gelombang-paruh adalah
bahwa penyearah gelombang-penuh, mengalirkan
arus dc ke beban selama satu siklus gelombang
masukan sementara penyerah gelombang-paruh
hanya mengalirkan pada setengah siklus
gelombang masukan.
• Hasil dari penyearahan gelombang-penuh adalah
suatu tegangan luaran dc yang berpulsa untuk
setiap setengah siklus gelombang masukan,
sebaga terlihat pada Gambar 5.
Gambar 5. Penyearahan gelombang-penuh
Nilai rerata untuk tegangan luaran tersearahkan
gelombang-penuh adalah dua kali pada gelombangparuh, sebagai berikut:
Contoh:
Cari nilai rerata dari tegangan luaran berikut.
Jawab:
Penyearah Gelombang-Penuh Tertap Tengah
• Penyearah gelombang-penuh tertap pusat (center tapped,
CT) menggunakan dua dioda yang terhubung ke sekunder
trafo, seperti Gambar 6. Sinyal masukan tergandeng
dengan melalui trafo ke sekunder.
• Setengah dari tegangan sekunder timbul antara pusat tap
dengan setiap ujung sekunder.
• Nilai rerata untuk tegangan luaran gelombang-penuh
tersearahkan adalah dua kali tegangan luaran gelombangparuh tersearahkan, sbb:
• Penyearah ini menggunakan dua buah dioda yang
terhubung ke sekunder dari trafo tertap-tengah,
sebagaimana diperlihatkan oleh Gambar 6.
• Sinyal masukan tergadeng dengan sekunder melalui trafo.
Setengah dari tegangan sekunder tampak antara tap
dengan setiap ujung belitan sekunder.
• Untuk setengah siklus positif tegangan masukan,
polaritas tegangan sekunder terlihat seperti Gambar 6.a.
Jalur arus melalui D1 dan beban.
• Sementara untuk setengah siklus negatif dari tegangan
masukan, polaritas tegangan pada sekunder terlihat seperti
Gambar 13.b. Jalur melalui D2 dan beban.
• Karena arus pada kedua siklus (positif dan negatif) dari
tegangan masukan, menghasilkan polaritas (arah) arus
yang sama pada beban, maka tegangan luaran pada beban
adalah tegangan dc tersearahkan gelombang-penuh.
Gambar 6. Penyearah gelombang-penuh tertap
tengah
Gambar 6.a. Selama setengah siklus positif, D1
adalah terbias-maju serta D2 terbias-balik.
Gambar 6.b. Selama setengah siklus positif, D1
adalah terbias-balik serta D2 terbias-maju.
Pengaruh Rasio Belitan pada Tegangan Luaran
Gelombang-Penuh
• Jika rasio belitan trafo adalah satu, nilai puncak dari
tegangan luaran tersearahkan sama dengan
setengah nilai puncak dari tegangan primer kurang
potensial barrier.
• Nilai ini terjadi karena setengah dari tegangan primer
terlihat pada setiap setengah belitan sekunder.
• Dalam rangka memperoleh suatu tegangan luaran
yang sama dengan masukan (kurang potensial
barrier), suatu trafo penaik-tegangan dengan rasio
belitan 1 banding 2 (1:2) harus digunakan.
• Dalam kasus ini, tegangan sekunder total adalah
dua kali tegangan primer, sehingga tegangan pada
setiap setengah belitan sekunder adalah sama
dengan masukan.
Download