mengenal komponen elektronika

advertisement
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
MENGENAL KOMPONEN ELEKTRONIKA
A. Resistor
Resistor adalah Komponen elektronika yang berfungsi menghambat arus listrik pada suatu
rangkaian.
Resistor terdiri dari dua bahagian yaitu :
a. Resistor tetap : yaitu resistor yang mempunyai nilai tahanan tetap yang tidak dapat diubahubah. Contohnya ; resistor carbon, resistor lilitan kawat dan keramik.
b. Resistor variable : yaitu resistor yang mempunyai nilai tahanan yang dapat diubah-ubah.
Contohnya ; potensio meter, trimpot, NTC, LDR.
Mengenal kode warna pada resistor.
Tabel kode warna pada resistor
Gelang I
Gelang II
Gelang III
Gelang IV
No Warna
(angka I) (angka II)
(perkalian)
(toleransi)
0
1
Hitam
0
10
2
Coklat
1
1
101=10
3
Merah
2
2
102=100
4
Orange
3
3
103=1000
5
Kuning
4
4
104=10.000
6
Hijau
5
5
105=100.000
7
Biru
6
6
106=1000.000
8
Ungu
7
7
107=10.000.000
9
Abu-Abu
8
8
108=100.000.000
10 Putih
9
9
109=1000.000.000
11 Emas
5%
12 Perak
10%
12 Tanpa Warna
20%
Untuk memudahkan mengingat kode warna resistor adalah menggunakan singkatan :
Hi Co M O K Hi B U A P (Hitam,Coklat,Merah,Orange,Kuning,Hijau,Biru,Ungu,Abu-Abu,Putih)
0 1 2 3 4 5 6 7 89
Simbol Resistor =
Gelang IV
Gelang III
Gelang II
Gelang I
Membaca nilai resistor dengan menggunakan angka.
Petunjuk :
- Gelang I, menyatakan angka pertama (angka satuan)
- Gelang II, menyatakan angka kedua (angka puluhan)
- Gelang III, menyatakan faktor perkalian
- Gelang IV, menyatakan nilai toleransi yaitu prosentasi penyimpangan nilai hambatan yang
diizinkan.
Contoh : Sebuah resistor mempunyai kode warna gelang sebagai berikut ; coklat, hitam, merah
dan emas, berapakah nilai tahanan resistor tersebut?
1
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Coklat
Hitam
Merah
Emas
Penyelesaian :
Warna gelang I = Coklat = 1
Warna gelang II = Hitam = 0
Warna gelang III = Merah = x 102
Warna gelang IV = Emas = 5%
Maka nilai hambatan resistor adalah : 10 x 100 = 1.000Ω atau 1k (dibaca 1 kilo ohm)
Dengan toleransi 5% = 5/100 x 1.000 = 50Ω
Jadi toleransi nilai hambatan resistor adalah antara : 1.000Ω - 50Ω (950Ω) s/d 1.000Ω + 50Ω (1.050Ω)
NB : Jika nilai hambatan resistor ribuan contoh tertulis 1.500Ω maka disingkat = 1k5
Tarif watt resistor
Pada dasarnya resistor mempunyai keterbatasan dilalui oleh arus listrik. Jika pada resistor
mengalir arus melebihi batas maksimumnya dapat mengakibatkan rusaknya resistor. Batas arus
maksimum yang diizinkan mengalir pada resistor, berkaitan erat dengan daya yang dipergunakan
oleh resistor tersebut.
Batas daya (tarif watt) sebuah resistor adalah daya maksimum yang boleh didispasikan
(dihamburkan) sebagai panas tanpa merusak resistor. Batas daya dari sebuah resistor dapat
diperkirakan dari ukuran fisiknya atau langsung tertulis pada badan resistor.
Batas daya resistor pakai kode warna yang biasa dijual di pasaran adalah dengan tarif watt
mulai dari : 0,25 watt, 0,5 watt, 1 watt dan 2 watt. Jenis resistor ini tarif wattnya tidak tertulis
tetapi dapat ditentukan berdasarkan ukuran standar pabrik yang membuatnya. Resistor dengan
tarif watt mulai dari 3 watt ke atas umumnya tertulis pada badannya.
0,25 watt
0,5 watt
1 watt
2 watt
Tarif watt beberapa resistor
Fungsi Resistor.
Menurut penggunaannya resistor mempunyai fungsi yang berbeda-beda diantaranya adalah :
 Untuk membatasi arus listrik.
 Sebagai pembagi tegangan.
 Untuk mengatur besar kecilnya sinyal yang dikuatkan.
 Sebagai pemikul beban.
 Untuk menahan frekwensi tinggi dan meneruskan arus searah.
 Untuk mengatur kompensasi panas pada transistor penguat akhir.
 Untuk melindungi voltage suplay terhadap beban yang mengambil arus terlalu besar.
 Untuk stabilisasi tegangan.
Untuk mengetahui nilai tahanan resistor juga dapat diketahui dengan menggunakan test
meter/multitester, yaitu dengan cara ;
 Putarlah selektor pada ohm meter x1, x100, x1k atau yang lain.
 Tempelkanlah testlead merah dan hitam, lalu lihatlah gerakan jarum pada skala. Setelah pada
batas paling ujung (pada angka paling ujung sebelah kanan) menggunakan knop penyetelan
angka Nol. Catatan ; setiap selektor dipindahkan lakukanlah seperti poin kedua.
 Jika jarum sudah normal (baik) ambillah resistor yang hendak diukur. Tempelkan masingmasing testlead pada masing-masing kawat/kaki resistor.
 Amatilah jarum pada skala bergerak kekanan pada batas tertentu.
- Misalnya jika jarum skala menunjuk angka 100 pada papan skala, dan selektor pada posisi
x1 berarti = 100 x 1, jadi ukurannya adalah 1.00Ω
2
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Misalnya jika jarum skala menunjuk angka 100 pada papan skala, dan selektor pada posisi
x10 berarti = 100 x 10, jadi ukurannya adalah 1.000Ω atau 1k.
 Jika nilai tahanannya, pengukurannya tidak tepat seperti sesuai dengan kode warna, contoh
tahanannya 1.000Ω toleransi 5%, pada pengukuran menunjukkan 1.100Ω. Maka Carilah nilai
toleransinya, 5/100 x 1.000 = 50Ω. Jadi toleransi nilai hambatan resistor adalah antara :
1.000Ω - 50Ω (950Ω) s/d 1.000Ω + 50Ω (1.050Ω), maka resistor tersebut tidak baik (rusak)
karena diatas batas toleransi.
-
B. Kondensator.
Kondensator (kapasitor) adalah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan
muatan listrik dalam waktu tertentu tanpa disertai reaksi kimia.
Pada dasarnya kondensator terdiri dari dua buah plat konduktor yang tersekat satu sama
lainnya. Bahan penyekat antara kedua konduktor itu terbuat dari isolator yang disebut dielektrika,
sedangkan kedua pelat konduktornya disebut elektroda-elektroda kondensator.
Pemberian nama kondensator disesuaikan dengan bahan dielektrikanya (bahan
isolatornya), contohnya, bahan isolatornya keramik maka disebut kapasitor keramik, bahan
isolatornya mylar maka disebut kapasitor mylar.
Kapasitas kondensator dan satuannya.
Jika pada elekroda-elektroda kondensator diberi tegangan listrik, maka pada kondensator
akan terjadi pengisian muatan listrik hingga muatannya penuh. Kemampuan dari kondensator
untuk menyimpan muatan listrik disebut kapasitas kondensator. Kapasitas kondendator dinyatakan
dalam satuan : piko Farad (pF), nano Farad (nF), mikro Farad (µF) dan Farad (F).
1 farad = 106 mikro Farad (106 µF)
= 109 nano Farad (109 nF)
= 1012 piko Farad (1012 pF)
Besarnya kapasitas suatu kondensator dipengaruhi oleh :
1. Luas plat (keping) kondensator.
Semakin luas plat (keping) kondensator yang digunakan, semakin besar kapasitasnya.
2. Jarak antara kedua plat (keping) konduktor.
Semakin dekat jarak antara kedua plat (keping) konduktor yang dipergunakan semakin besar
kapasitasnya.
3. Jenis bahan dielektrikanya.
Macam-macam kondensator dan simbolnya.
Menurut polaritasnya kondensator dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1. Kondensator non polaritas adalah: kondensator yang tidak mempunyai kutub positif dan
negatif.
Simbolnya :
Dalam pemasangannya, elektroda-elektroda kondensator ini boleh sembarangan/terbalik (kakikakinya boleh terbalik).
2. Kondensator bipolar adalah: kodensator yang mempunyai dua kutub, yaitu kutub positif dan
negatif.
+ +
Simbolnya :
Dalam pemasangannya, elektroda-elektroda kondensator ini tidak boleh terbalik, dan jika
pemasangan terbalik dapat merusak kondensator itu sendiri.
Macam-macam kondensator dari segi bahan isolatornya (dielektrikanya)
1. Kondensator Keramik.
 bahan isolatornya adalah keramik.
 tidak mempunyai polaritas (kutub positif dan negatif)
 kapasitasnya kecil mulai dari 1 pF hingga ratusan KpF.
 Tegangan kerjanya 25 volt sampai 50 volt, adanya juga ribuan volt.
 Banyak digunakan pada sirkit-sirkit frekwensi menengah, frekwensi tinggi dan sirkit
lainnya.
103
a. Wujudnya
b. Simbolnya.
3
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
2. Kondensator Mylar.
 bahan isolatornya adalah mylar.
 tidak mempunyai polaritas (kutup positif dan negatif)
 kapasitasnya dibawah 1 µF
 tegangan kerjanya 50 volt sampai 100 volt
 banyak digunakan pada sirkit frekwensi menengah dan tinggi.
103
a. Wujudnya
b. Simbolnya
Membaca kode nilai kapasitas kondensator Keramik dan Mylar.
Nilai kapasitas kondensator keramik dan mylar biasa tertulis dalam tubuhnya dalam
bentuk kode. Tetapi jika kapasitasnya puluhan langsung ditulis sesuai dengan kapasitasnya tanpa
ditulis dalam bentuk kode angka, seperti kapasitasnya 10 pF tertulis ditubuhnya 10.
10
Jika ditubuhnya tertulis kode 103 maka nilai kapasitasnya adalah ; angka 1 menyatakan
angka pertama (satuan), angka 0 menyatakan angka kedua (puluhan), angka 3 menyatakan faktor
perkalian. Jadi nilai kapasitasnya 103 = 10 x 103 = 10 x 1000 = 10.000 pF = 10 nF = 10 KpF
103
NB : - 1 pF = 0,000001µF
- 1000 pF = 1 nF = 1 KpF = 0.001µF
222
= 22 x 102 = 2200 pF = 2n2 = 2,2 KpF = 0,002 µF
3. Kondensator Elektrolit (Elco).
 bahan isolatornya adalah elektrolit.
 jenis bipolar (mempunyai kutub positif dan negatif.
 kapasitasnya mulai 0,47µF sampai ribuan mikro Farad.
 tegangan kerjanya mulai dari 6,3 volt sampai ratusan volt.
 banyak digunakan pada sirkit power suplay.
1000 µF
a. Wujudnya
b. Simbolnya
4
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
4. Kondensator Variabel (Varco)
Kondensator variabel adalah sebuah kondensator yang nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah.
Kondensator ini disebut juga kondensator udara. Kondensator ini terdiri dari dua bagian :
1. Bagian yang dapat bergerak disebut rotor.
2. Bagian yang tidak dapat bergerak disebut stator.
Jika rotor diputar hingga masuk ke celah-celah stator, maka nilai kapasitas kondensator
bertambah besar. Bila rotor diputar keluar celah stator, maka nilai kapasitas kondensator
berkurang. Akan tetapi meskipun plat rotor kita putar hingga keluar seluruhnya atau sudah
sangkut, namun kapasitas varco tidak akan sampai nol mikro Farad.
Komponen ini digunakan untuk mencari gelombang radio (siaran radio) yang diinginkan pada
pesawat radio.
V
Ground
VC
a. Wujudnya
b. Simbolnya
Masih banyak lagi macam-macam kondensator yang fungsinya juga bermacam-macam
yang tidak dijelaskan dalam modul ini.
Mengukur / mengetes kondensator Elco.
Untuk mengetahui baik tidaknya suatu kondensator Elco dapat diketahui dengan melihat
tubuhnya, yaitu jika bagian atasnya menggelembung atau bagian bawahnya juga menggelembung
dan mengeluarkan cairan berarti Elco tersebut rusak. Juga dapat diketahui dengan menggunakan
multitester / test meter, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :
 Putarlah selektor menunjuk ohm (x1, x10, x100, atau lainnya).
 Hubungkanlah terlebih dahulu kedua kaki elco setiap pengecekan untuk membuang muatan
listrik dalam tubuh elco.
 Tempelkanlah testlead merah (+) pada kaki Elco negatif dan testlead hitam (-) pada kaki Elco
positif, jika jarum pada skala bergerak ke kanan dan kembali ke kiri penuh berarti Elco masih
baik.
 Bila jarum bergerak ke kanan dan kembali ke kiri tidak penuh, berarti Elco aus/rusak.
 Bila jarum bergerak ke kanan penuh dan tidak kembali berarti Elco rusak.
 Untuk Elco yang kapasitasnya rendah gunakanlah penunjuk ohm yang lebih tinggi seperti
(x1k, x10k atau x100k) tetapi jangan disentuh kedua testleadnya dengan tangan karena tubuh
kita dapat menghantar arus listrik yang mempengaruhi pergerakan jarum pada skala.
Untuk pengukuran kondensator yang nilai kapasitasnya dibawah 1 µF seperti kondensator
keramik, mylar dan lainnya adalah sebagai berikut :
 Putarlah selektor menunjuk ohm (x1, x10, x100).
 Tempelkanlah kedua testlead pada kaki-kaki kondensator secara sembarangan (boleh terbalik).
 Bila jarum pada skala tidak bergerak/bergerak sedikit saja berarti kondensator baik.
 Tetapi jika jarum pada skala bergerak jauh berarti kondensator rusak.
 Begitu juga dengan mengukur varco, tempelkanlah masing-masing testlead ke masing-masing
tapnya, lalu rotor diputar-putar, jika jarum diam varco baik, jika jarum bergerak varco rusak.
C. Dioda.
Dioda berasal dari kata di yang berarti dua dan oda berarti elektroda. Jadi dioda adalah
suatu komponen elektronika yang terdiri dua elektroda yang saling dipertemukan. Kedua
elektroda tersebut diberi nama elekroda anoda (type P) dan elektroda katoda (type N). Perhatikan
gambar berikut ini :
5
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Anoda
P
N
Katoda
Anoda
Katoda
a. Dioda sambungan
b. Simbol dioda
Untuk membedakan elektroda-elektroda suatu dioda, umumnya diberi tanda khusus pada
elektroda katodanya yaitu berupa cincin atau lingkaran berwarna putuh atau hitam. Kaki yang
terdekat dengan lingkaran berwarna tersebut adalah elektroda katodanya. Perhatikan gambar
berikut ini.
Anoda
Katoda
Anoda
Katoda
Gambar. Wujud dioda semi konduktor
Arah Hantaran Arus pada Dioda.
Jika dioda semi konduktor dihubungkan dengan sumber tegangan listrik, akan terjadi dua
keadaan istimewa.
1. Apabila elektroda anoda dihubungkan dengan kutub positif sumber tegangan dan elektroda
katoda dihubungkan kutub negatif, maka arus listrik akan mengalir pada dioda dengan arah
dari anoda ke katoda. Pemberian tegangan seperti ini disebut pemberian tegangan muka maju
(forward bias) atau dioda terpanjar maju. Perhatikan gambar berikut ini.
Vbat = 3 Volt
Gambar. Pemberian tegangan muka maju
Karena dioda terpanjar maju maka arus listrik mengalir pada dioda yaitu dari anoda ke katoda,
akibatnya bola lampu menyala.
2. Apabila elektroda anoda dihubungkan dengan kutub negatif sumber tegangan dan elektroda
katoda dihubungkan dengan kutub positif maka arus listrik tidak mengalir dalam dioda.
Pemberian tegangan seperti ini disebut pemberian tegangan muka terbalik (reverse bias) atau
dioda terpanjar mundur. Perhatikan gambar berikut ini.
Vbat = 3 Volt
Gambar. Pemberian tegangan muka terbalik
Karena dioda terpanjar mundur maka arus listrik tidak mengalir dalam dioda, akibatnya bola
lampu padam (mati).
Dari uraian diatas dapat diberi suatu kesimpulan bahwa :
a. Dioda dapat menghantarkan arus listrik jika diberi tegangan muka maju atau apabila
elektroda anoda berpotensial lebih tinggi dari elektroda katoda.
b. Dioda tidak dapat menghantarkan arus listrik jika diberi tegangan muka terbalik atau
apabila elektroda anoda berpotensial lebih rendah dari elektroda katoda.
c. Dioda hanya menghantarkan arus listrik ke satu arah saja.
Dioda ada beberapa macam diantaranya ; Dioda Silikon, Dioda Germanium, Dioda Zener, Dioda
LED, Dioda Photo, dan lain-lain.
 LED ( Light Emitting Diode )
Simbol LED :
A
K
6
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Ciri – cirinya adalah :
 Terbuat dari bahan semi konduktor campuran : galium , phospor , Indium.
 Dapat memancarkan cahaya jika dikenai tegangan listrik.
 Tegangan kerja berkisar antara 1,4 volt – 3 volt.
 Memerlukan arus berkisar antara 30mA – 100mA.
 Sering digunakan pada lampu indikator, lampu kontrol, lampu variasi, dll.
 Intensitas cahaya berbanding langsung dengan arus maju yang mengalir
 Kaki panjang sebagai anoda dan kaki pendek sebagai katoda (dalam tubuhnya plat yang
kecil sebagai anoda dan plat yang besar sebagai katoda
 Bentuk phisik LED adalah :
Gambar. Wujud dioda LED

Dioda Zener
Simbol dioda Zener :
A
K
Ciri – cirinya adalah :
 Terbuat dari bahan silikon
 Digunakan untuk penstabil tegangan
 Kemampuan daya berkisar antara 400mW – 50W
 Dipasaran terdapat beberapa ukuran : 2,4V , 2,7V , 3,0V , 3,3V , 3,9V , 4,3V , 4,7V , 6V ,
7,5V , 9V , 12V , 15V, dsb.
 Merupakan dioda yang didoping khusus sehingga ketika mendapat tegangan arah maju
akan bertingkah seperti dioda biasa, sedang ketika dikenai tegangan terbalik dioda tidak
menghantar kecuali tinggi tegangan mencapai tegangan zener / tembus.
 Bentuk phisik dioda zener adalah :
Gambar. Wujud dioda zener

Dioda Silikon (penyearah / rectifier)
Ciri – cirinya adalah :
 Mengubah arus bolak – balik (AC) menjadi arus searah (DC).
 Terbuat dari bahan silikon
 Digunakan pada power suplay / adaptor
 Tegangan kerjanya antara 25 volt – 50 volt dengan kemampuan arus antara 0,25 amper – 1
amper
 Dalam memilih dioda ini harus diperhatikan spesifikasi tegangan puncak terbalik dan arus
kerja DC rata – ratanya.
Misal pada dioda silikon tipe IN 4003 tertulis 1 A / 50V, artinya bahwa arus kerja DC rataratanya 1A dan 50 volt adalah tegangan puncak terbaliknya, yang dikenal PRV atau PIV.
 Bentuk phisik dioda penyearah adalah :
7
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Menurut pemakaiannya, di dalam rangkaian-rangkaian elektronik, dioda mempunyai
beberapa fungsi, yaitu :
 Sebagai rectifier (penyearah) arus bolak-balik pada sumber daya adaptor (Power Suplay).
 Sebagai pengaman pada rangkaian elektronik apabila pemberian tegangan yang berasal dari
baterai yang terbalik.
 Sebagai penstabil tegangan / arus DC output pada sumber daya adaptor.
 Sebagai lampu indikator, lampu pilot pada pesawat-pesawat elektronika.
 Sebagai dioda detektor pada pesawat penerima radio.
 Sebagai pengontrol tegangan bolak-balik.
Mengukur / mengetes Dioda.
Untuk mengetahui baik tidaknya sebuah dioda dapat diketahui dengan menggunakan
multitester yaitu ; dengan langkah-langkah sebagai berikut :
 Putarlah selektor menunjuk ohm (x1, x10, x100, atau lainnya).
 Tempelkanlah testlead merah (+) pada kaki katodanya dan testlead hitam (-) pada kaki
anodanya.
 Jika jarum pada skala bergerak berarti dioda baik, tetapi jika jarum tidak bergerak berarti
dioda putus.
 Jika pengukuran dibalik maka kabel testlead merah (+) ditempelkan pada kaki anodanya dan
testlead hitam (-) pada kaki katodanya, jika jarum pada skala tidak bergerak dioda baik, tetapi
jika jarum bergerak berarti dioda bocor (rusak).
Tabel hasil pengujian dioda yang baik.
No
Kabel testlead / jamper
Pos ( Merah )
Neg ( Hitam )
Jarum penunjuk multimeter
1
Kaki Katoda
Kaki Anoda
Bergerak
2
Kaki Anoda
Kaki Katoda
Tidak bergerak
D. Transistor.
Transistor berasal dari kata transfer dan resistor. Transfer berarti memindahkan, resistor
berarti sebagai penghambat. Pemberian nama ini berhubungan dengan sifat-sifat dioda semi
konduktor, dimana pada keadaan tertentu hambatannya kecil dan pada keadaan lainnya
hambatannya besar.
Sifat-sifat dioda semi konduktor ini juga berlaku pada transistor. Sesuai dengan pemberian
nama dan sifat-sifat dioda semi konduktor di atas, maka transistor dapat dikatakan, yaitu suatu
komponen elektronika yang dapat digunakan untuk memindahkan muatan-muatan pada keadaan
tertentu dan pada keadaan lainnya dapat berubah sebagai penghambat.
8
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Bagian-Bagian Elektroda Transistor.
Pada dasarnya, transistor terdiri tiga lapisan bahan semi konduktor yaitu type P dan N
yang saling dipertemukan.
Ketiga lapisan bahan semi konduktor tersebut diberi nama ; elektroda emitor, elektroda
basis dan elektroda kolektor. Lapisan yang tengah memiliki penghantaran yang komplementer
(saling melengkapi) dengan penghantaran yang kedua lapisan sebelah luar. Susunan fisik dari
komponen tersebut dilukiskan dalam dua bentuk.
Kolektor
P
N
P
Emitor
Kolektor
N
Basis
P
N
Emitor
Basis
Gambar. Struktur Transistor
Karena transistor dianggap dua buah dioda yang saling dipertemukan, maka simbolnya
digambarkan sebagai berikut ;
a. Dioda pertemuan type PNP
b. Dioda pertemuan type NPN
Gambar. Dua dioda pertemuan PN
Untuk membedakan kedua type transistor jenis PNP dan NPN, maka dibuat simbol-simbol
sebagai berikut.
Transistor jenis NPN
Transistor jenis PNP
Gambar. Simbol Transistor
Elektroda-elektroda transistor mempunyai fungsi sebagai berikut :
o Emitor berfungsi untuk mensuplay atau memasukkan elektron-elektron kedalam transistor.
o Basis berfungsi sebagai pengatur gerakan-gerakan elektron didalam transistor.
o Kolektor berfungsi sebagai pengumpul, pembawa muatan dan menyalurkannya ke luar
transistor.
Jika transistor jenis PNP dan NPN dihubungkan dengan sumber tenaga listrik DC maka
pemberian tegangannya adalah sebagai berikut :
Pemberian tegangan pada transistor jenis PNP :
o Antara emitor dan basis.
Emitor diberi tegangan positif dan basis diberi tegangan negatif.
o Antara emitor dan kolektor.
Emitor diberi tegangan positif dan kolektor diberi tegangan negatif.
Pemberian tegangan pada transistor jenis NPN :
o Antara emitor dan basis.
Emitor diberi tegangan negatif dan basis diberi tegangan positif.
o Antara emitor dan kolektor.
Emitor diberi tegangan negatif dan kolektor diberi tegangan positif.
9
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Macam-macam Transistor.
Transistor terdiri dari berbagai macam, baik bentuknya dan ukurannya.
Gambar. Wujud transistor
Mengetahui Transistor Jenis PNP atau NPN.
Kemampuan mengetahui jenis transistor apakah NPN atau PNP adalah menentukan dalam
membuat rangkaian atau mereparasi pesawat elektronika. Apabila transistor jenis NPN diganti
dengan jenis PNP tentu pesawat tidak berfungsi, karena kedua jenis transistor ini sifatnya berbedabeda.
Untuk mengetahui transistor jenis NPN atau PNP dapat diketahui dengan menggunakan
testmeter. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
 Putarlah selektor pada posisi ohm (x1, x10, x100).
 Jika telah diketahui kaki basis, tempelkanlah testlead merah (+) pada kaki basis, dan
tempelkanlah testlead hitam (-) pada kaki kolektor jika jarum bergerak pada batas tertentu, lalu
pindahkanlah testlead hitam (-) pada kaki emitor jika jarum bergerak pada batas tertentu maka
transistor tersebut adalah jenis PNP.
 Jika telah diketahui kaki basis, tempelkanlah testlead hitam (-) pada kaki basis, dan
tempelkanlah testlead merah (+) pada kaki kolektor jika jarum bergerak pada batas tertentu,
lalu pindahkanlah testlead merah (+) pada kaki emitor jika jarum bergerak pada batas tertentu
maka transistor tersebut adalah jenis NPN.
Menentukan Kaki-Kaki Transistor.
Transistor-transistor buatan lama umumnya menggunakan tanda atau kode pada salah satu
elektrodanya (kaki-kakinya) yaitu berupa titik, lingkaran, bujur sangkar dan segi tiga.
Adapun cara menentukan kaki-kakinya adalah sebagai berikut ;
 Tanda titik atau lingkaran atau lainnya yang terdapat pada salah satu kakinya, tanda tersebut
adalah kaki kolektor, maka kaki yang berseberangan dengan kolektor adalah kaki emitor dan
kaki yang berada disebelah kanan dari emitor berputar menurut arah jarum jam adalah basis.
Tanda Kolektor
B
E
C
 Tanda plat yang menjorok keluar pada salah satu kakinya, tanda tersebut adalah kaki emitor,
berputar searah dengan jarum jam adalah kaki basis, dan sebuah lagi adalah kaki kolektor.
Tanda Emitor
Cara lain mengetahui kaki-kaki kedua transistor diatas adalah kaki-kaki transistor posisinya
dibuat terbalik atau kakinya menghadap keatas. Kemudian pandang titik-titik kaki transistor
tersebut sehingga membentuk sudut segitiga sama kaki. Puncak segitiga sama kaki tersebut adalah
kaki basis, berputar sesuai dengan arah jarum jam adalah kaki kolektor dan kaki lainnya adalah
emitor.
10
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
B
E
K
Adapun transistor-transistor buatan sekarang seperti empat persegi pipih atau setengah
silinder tidak terdapat tanda pada salah satu kakinya. Adapun untuk mengetahui kaki-kakinya
dengan menggunakan multitester / testmeter, caranya adalah sebagai berikut :
 Putarlah selektor pada posisi ohm (x1, x10, x100).
 Carilah terlebih dahulu kaki basisnya dengan cara menempelkan testlead merah (+) pada salah
satu kakinya, dan testlead hitam (-) pada kaki-kaki yang lain, jika jarum pada skala bergerak
pindahkan salah satu testlead ke kaki lainnya, jika jarum bergerak maka testlead yang tetap
(yang tidak berpindah) adalah kaki basis.
 Jika telah diketahui kaki basisnya maka tinggal menentukan kaki lainnya dengan cara :
 Jika basis disebelah kiri, maka kaki tengah kolektor dan kaki kanan emitor. (Gbr. 1)
 Jika basis disebelah kanan, maka kaki tengah kolektor dan kaki kiri emitor. (Gbr. 2)
BC E

EC B
Gbr. 1
Gbr.2
Jika basis disebelah tengah, maka untuk menentukan kaki kolektor dan emitor adalah :
Apabila telah ditentukan kaki basis dan type transistornya maka langkah selanjutnya
adalah menentukan kaki kolektor dan emitor dengan langkah-langkah berikut:
1. Ubah posisi ohm meter menjadi x10k ohm.
2. Contohnya transistor NPN, pegang kuat ujung testlead hitam dan hubungkan pada salah
satu kaki selain basis (testlead dan kaki transistor dipegang menjadi satu )
3. Hubungkan testlead merah pada kaki yang lain ( juga selain basis ) dan jangan sampai
disentuh.
4. Sentuh kaki basis bila jarum meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain,
sentuh kembali kaki basis. Bila jarum meter bergerak cukup besar maka dapat dipastikan
kaki yang dipegang bersama testlead hitam adalah kolektor, sedangkan kaki yang lain
(testlead merah ) adalah emitor
5. Untuk jenis transistor PNP, caranya sama hanya testlead merah dan hitam dibalik
posisinya.
Contoh : Pada gambar disamping
atau
E BC
CB E
Mencegah Panas pada Transistor.
Setiap komponen yang bernama transistor jika bekerja (mendapat arus listrik), maka
suhunya akan naik turun. Namun maksimum suhu adalah 70o Celsius. Oleh sebab itulah, banyak
transistor yang diberi rangkaian sebagai pencegahan panas. Hal-hal yang harus diperhatikan
terhadap transistor adalah sebagai berikut :
 Jika transistor panas, maka tahanannya menjadi kecil. Aliran listrik yang diperlukan rangkaian
elektronika lebih besar. Dengan demikian arus pada baterai cepat habis.
 Transistor tidak tahan terhadap panas yang berlebihan. Jika transistor terkena panas yang
berlebihan terutama pada saat penyolderan akan menjadi aus.
11
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
 Jika transistor terkena panas yang berlebihan, maka tahanan dalam transistor akan mengecil
dan penguatan yang dilaksanakan akan naik. Pengaruh pada hasil bunyi yang ditimbulkan
menjadi tidak bagus karena cacat.
Agar tidak terjadi sebagaimana hal-hal yang telah disebutkan di atas, maka biasanya
dilakukan pencegahan panas sebagai berikut ini :
 Transistor dilengkapi dengan plat pendingin yang dipasang pada chasis. Hal ini akan memberi
bantuan yang besar dalam mengurangi panas transistor.
 Pada tabung/badan transistor biasanya dipasang plat pendingin. Karena dengan plat pendingin
panas pada tubuh transistor akan mengalir ke plat tersebut, sehingga panas dapat dikurangi.
 Pada tubuh transistor dilengkapi plat rusuk-rusuk pendingin yang berfungsi membuang panas.
 Pada kaki emitor dilengkapi dengan rangkaian tahanan dan kondensator simpang.
Gambar. Transistor dengan plat pendingin
Fungsi Transistor.
Transistor digunakan pada berbagai rangkaian, mulai dari rangkaian elektronika yang
paling sederhana hingga rangkaian yang paling rumit. Transistor pada setiap rangkaian atau
pesawat-pesawat elektronika mempunyai fungsi-fungsi yang berbeda-beda diantaranya :
 Sebagai penguat pada pesawat amplifier.
 Sebagai osilator atau pembangkit getaran listrik pada pesawat pemancar dan pesawat penerima
radio.
 Sebagai pencampur (mixer) pada pesawat penerima radio.
 Sebagai saklar elektronik yaitu dapat memutuskan dan menghubungkan arus dengan
kecepatan yang tinggi. Pemutusan dan penghubung arus oleh saklar elektronik ini bekerja
secara otomatis.
E. IC (Integrated Circuit)
Suatu rangkaian dikatakan rumit, apabila rangkaian itu terdiri dari bermacam-macam
komponen baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis dalam jumlah yang banyak pula.
Rangkaian yang demikian tentunya akan menggunakan tempat dengan ukuran yang
panjang dan lebar. Rangkaian-rangkaian yang seperti itu banyak dijumpai pada pesawat-pesawat
elektronika buatan lama.
Untuk mengatasi hal tersebut, dirancanglah suatu rangkaian terpadu yang penggunaannya
lebih praktis dan ekonomis yang dikenal dengan nama IC (Integrated Circuit).
IC (Integrated Circuit) adalah suatu rangkaian yang terpadu yang terdiri dari beberapa
komponen seperti transistor, dioda, kondenstor dan resistor. Komponen-komponen ini tersusun
dalam bentuk chip (lempengan tipis) yang dibuat dalam kotak plastik / ebonite atau dalam
kemasan kotak metal.
Macam-macam IC (Integrated Circuit).
Menurut jenis pemakaiannya IC dikelompokkan atas dua bagian, yaitu :
 Rangkaian digital, adalah rangkaian yang digunakan sebagai switching atau menghubungkan
rangkaian-rangkaian yang berbeda-beda. Alat-alat elektronika yang menggunakan IC ini,
diantaranya adalah : testmeter/multitester digital, kalkulator, jam digital dan sebagainya.
 Rangkaian analog (linier), adalah rangkaian yang digunakan untuk berbagai keperluan. Alatalat elektronika yang menggunakan IC ini di antaranya adalah : penguat oprasional (OPamplifier), regulator tegangan, penguat audio, modul televisi, komputer, penala radio, penguat
IF dan sebagainya.
Mengingat penggunaannya yang lebih praktis, ekonomis dan multi fungsi, maka
perancang-perancang IC ini membuat IC dari berbagai macam ukuran dan bentuk.
12
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Di antara berbagai macam IC tersebut wujudnya dapat diperhatikan pada gambar berikut.
Gambar. Wujud IC
Simbol IC =
Menentukan kaki-kaki (Pin) IC.
Jumlah kaki (pin) sebuah IC yang disusun berjajar dua, biasanya selalu genap dan jika
disusun hanya satu baris jumlah kaki (pinnya) adalah ganjil.
Untuk menentukan kaki-kaki (pin) IC tersebut tidaklah berbeda, yang perlu diperhatikan
adalah tanda atau kode yang dipergunakan seperti : tanda hitam atau tanda celah.
Arah pemberian nomor kaki (pin) IC dimulai dari ujung yang diberi tanda celah atau tanda
hitam, dan nomor-nomor berikutnya diurutkan berlawanan dengan arah jarum jam. Untuk lebih
jelasnya, perhatikan gambar berikut ini.
8 7
6 5
1
LA 7016
1 2
2 3
4
LA 7016
3 4
8 7
Gambar. IC pandangan atas
6 5
Gambar. IC pandangan bawah
Di dalam penggunaan atau pengoperasian sebuah rangkaian terpadu (IC), pemasangan
kaki-kakinya tidak boleh terbalik. Jika pemasangan kaki-kakinya terbalik, dapat mengakibatkan
rusaknya komponen-komponen yang ada didalam IC tersebut.
F. Transformator (Trafo).
Transformator berasal dari kata transfer yang berarti memindahkan. Transformator (trafo)
adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan daya listrik dari suatu gulungan kepada
gulungan yang lain dengan cara induksi magnet.
Pada dasarnya transformator terdiri dari empat bagian, yaitu :
 Gulungan primer
 Gulungan sekunder
 Inti
 Koker
-
-
Gulungan primer
Gulungan primer adalah suatu kumparan yang terdiri dari lilitan kawat email. Gulungan
primer digunakan sebagai input (masukan) tegangan AC.
Gulungan sekunder
Gulungan adalah juga suatu kumparan yang terdiri dari lilitan kawat email. Gulungan
sekunder digunakan sebagai output (keluaran) tegangan AC.
13
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
-
-
Inti
Inti adalah suatu media yang gunakan untuk memusatkan garis-garis gaya magnet yang
dihasilkan gulungan primer sehingga tegangan terinduksi ke gulungan sekunder. Inti terbuat
dari bahan metal seperti lapisan-lapisan besi yang tipis dan ferit.
Koker
Koker adalah suatu bahan berongga yang terbuat dari plastik atau karton. Koker bagian
dalamnya digunakan untuk tempat lapisan-lapisan besi yang tipis atau ferit dan bagian luarnya
digunakan untuk tempat gulungan primer dan sekunder.
Primer
Sekunder
AC
Input
AC
Output
a. Gambar. Skema transformator
input
output
b. Simbol transformator
Gambar. Wujud transformator
Macam-macam transformator
Berdasarkan frekwensinya transformator terdiri dari tiga jenis yaitu :
 Transformator frekwensi rendah
 Transformator frekwensi menengah
 Transformator frekwensi tinggi
 Transformator frekwensi rendah
Transformator frekwensi rendah terdiri dari :
a. Trafo input
 Digunakan untuk menginduksikan sinyal AF yang berasal dari penguat tegangan
(driver) ke penguat akhir.
 Untuk menyesuaikan impedansi antara penguat tegangan dan penguat akhir.
 Pembalik fasa sinyal informasi yang dikeluarkan.
 Menggunakan Centre Tap (tap tengah) pada gulungan sekundernya.
 Intinya terbuat dari plat keru (lapisan-lapisan besi yang tipis).
b. Trafo output.
 Digunakan untuk menginduksikan daya output penguat akhir ke loudspeker.
 Untuk menyesuaikan impedansi antara penguat akhir dan loudspeaker.
 Menggunakan Centre Tap pada gulungan primernya.
 Intinya terbuat dari plat kerun (lapisan-lapisan besi tipis).
Impedansi adalah perlawanan (hambatan) yang diberikan oleh sebuah rangkaian terhadap
arus bolak-balik (sinyal) yang mengalir di dalamnya.
c. Trafo daya.
 Digunakan untuk menaikkan tegangan AC yang lebih rendah menjadi tegangan AC
yang lebih tinggi (trafo Step-Up).
 Digunakan untuk menurunkan tegangan AC yang lebih tinggi menjadi tegangan
AC yang lebih rendah (trafo Step-Down).
 Intinya terbuat dari bahan plat kerun (lapisan-lapisan besi yang tipis).
14
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Besarnya tegangan yang timbul pada gulungan sekunder transformator tergantung
pada besarnya tegangan masukan dan perbandingan jumlah lilitan pada gulungan primer
dan sekunder.
 Transformator frekwensi menengah
Transformator ini biasa disebut trafo MF atau IF. MF singkatan dari Medium
Frekwensi (frekwensi menengah) dan IF singkatan dari Intermediate Frekwensi (frekwensi
antara).
Trafo MF (IF) biasa dijumpai pada pesawat radio, dan trafo ini umumya terdiri dari
tiga buah yang dipasang secara berurutan dengan warna kuning, putih dan hitam.
 Transformator frekwensi tinggi
Transformator ini digunakan pada pesawat pemancar radio dan pesawat penerima
radio. Transformator yang tergolong pada frekwensi tinggi ini, diantaranya adalah :
a. Osilator RF
Osilator RF berfungsi sebagai pembangkit getaran listrik frekwensi tinggi yang
digunakan untuk membawa sinyal AF (sinyal audio frekwensi). Sinyal AF ini
ditumpangkan pada frekwensi tinggi yang dibangkitkan osilator yang disebut dengan
gelombang pembawa radio (getaran RF) dan selanjutnya dipancarkan melalui antena
pemancar.
b. Osilator Lokal
Osilator lokal juga mempunyai fungsi yang sama dengan osilator RF yaitu
membangkitkan frekwensi tinggi. Osilator local ini terdapat pada pesawat penerima
radio dimana frekwensi yang dihasilkan harus lebih besar dari frekwensi gelombang
terpilih (tuning). Selisih frekwensi osilator lokal ini ± 455 KHz dari frekwensi
gelombang terpilih.
c. Spoel antena
Spoel antena terdapat pada pesawat penerima radio yang digunakan untuk
menginduksikan getaran-getaran listrik frekwensi tinggi yang berasal dari antena
penerima radio. Biasanya spoel antena ini terdiri dari dua gulungan yaitu gulungan
primer dan sekunder yang dililitkan di atas batang ferit.
d. Trafo filter
Trafo filter ini lebih dikenal dengan nama RFC yaitu singkatan dari (Radio Frekwency
Choke). Trafo filter ini digunakan pada pemancar radio dan power suplay. Trafo RFC
yang digunakan pada pemancar radio berfungsi untuk meredam agar getaran-getaran
listrik frekwensi tinggi tidak masuk pada penguat audio, sedangkan pada power suplay
berfungsi untuk meratakan (menyaring) arus DC agar keluarannya menyerupai arus
DC murni.
15
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
ADAPTOR SEDERHANA
ADAPTOR/CATU DAYA
Adaptor/catu daya adalah sumber tegangan DC yang digunakan untuk memberikan
tegangan atau daya kepada berbagai rangkaian elektronika yang membutuhkan tegangan DC agar
dapat beroperasi. Rangkaian pokok dari catu daya tidak lain adalah suatu penyearah yakni suatu
rangkaian yang mengubah sinyal bolak-balik (AC) menjadi sinyal searah (DC). Sumber daya
diperoleh dari baterai, solar sel, generator AC/DC, dan jala-jala listrik PLN.
Berbagai sumber daya tersebut akan kita bahas salah satunya type catu daya yang terjadi
melalui suatu proses pengubahan dari tegangan AC (bolak-balik) ke DC (searah ). Proses
pengubahan dimulai dari penyearahan oleh dioda, penghalusan tegangan kerut (Ripple Voltage
Filter) dengan menggunakan kondensator dan pengaturan (regulasi) oleh rangkaian regulator.
Pengaturan meliputi pengubahan tingkat tegangan atau arus.
Skema Rangkaian Adaptor dengan Centre Tap
Penyearah gelombang penuh dengan menggunakan transformator sadapan pusat (Center
Tap) diperlihatkan seperti gambar berikut :
D1
0V
110 V
220 V
A
+
6V
C1
CT
6V
R1
D2
B
_
Gambar. Penyearah dengan Trafo CT
Bila transformator dilalui arus listrik, ujung A berpolaritas positif dan ujung B berpolaritas
negatif. Pada saat ini D1 menghantar (conduct) sedangkan D2 tidak menghantar (reverse biased).
Pada saat A berpolaritas negatif , sedang B berpolaritas positif, pada saat ini D2 menghantar
sedangkan D1 tidak menghantar. Bentuk gelombang input dan output ditunjukkan seperti terlihat
pada gambar berikut :
Gambar. Bentuk gelombang Penyearah gelombang penuh
16
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
Skema Rangkaian Adaptor dengan Dioda Jembatan
+
A
0V
0 V
D1
D2
6V
C1
R1
110 V
D3
220 V
D4
B
12 V
_
Keterangan :
Trafo = 1 Amper non CT, 7 terminal output skunder (0, 3v, 4,5v, 6v, 7,5v, 9v, dan 12v)
D1 – D4 = IN 4001
R1 = 820 Ω, 1 watt atau 2 watt
C1 = 2.200µF 16 Volt
Bahan – bahan yang diperlukan :
 papan PCB ½ papan
 steker 1 buah
 pencepit buaya warna merah 1 buah dan hitam 2 buah
 kabel hitam merah 1 meter
 kabel kecil (tunggal) warna merah 1 gulung dan hitam 1 gulung
 papan 10 x 10 cm
 resistor = 220k
 dioda led warna kuning 1 buah
Pada saat terminal A positif dan terminal B negatif , dioda-dioda D2 dan D3 berada dalam
kondisi menghantar sedangkan D4 dan D1 tidak menghantar.
Pada saat terminal A negatif dan B positip , dioda yang menghantar adalah D4 dan D1, sedang D2
dan D3 tidak menghantar.
Dengan demikian setiap setengah perioda tegangan bolak balik ada dua dioda yang
menghantar (conduct) secara bersamaan dan dua buah dioda lainnya tidak menghantar sehingga
menghasilkan bentuk gelombang penuh.
Tegangan rata-rata sama dengan sistem penyearah dengan menggunakan trafo CT.
Bentuk gelombang keluaran (output) terlihat seperti gambar
Kelebihan sistem jembatan terhadap sistem trafo CT adalah adanya dioda yang
tersambung seri sehingga masing-masing dioda dapat menahan tegangan balik maksimumnya.
17
Modul : Elektronika Kelas : X SMA Bhayangkari 2 Rantau Prapat
By Muhammad Muslim Hasibuan
FILTER
Penyearah tanpa filter menghasilkan keluaran sinyal output yang berupa pulsa. Walaupun
nilai rata-rata dari sinyal ini tidak nol, akan tetapi sinyal ini masih belum dapat dipakai sebagai
sumber daya atau catu daya untuk peralatan elektronika seperti pesawat radio, tape, komputer dan
lain-lain. Oleh karena itu diperlukan rangkaian tambahan untuk lebih menghaluskan atau
meratakan sinyal keluaran tersebut. Rangkaian ini disebut dengan filter.
Setiap gelombang keluaran hasil penyearahan baik yang tanpa filter maupun yang dengan
filter terdiri atas komponen DC dan komponen AC (ripel). Akan tetapi sumber tegangan
baterai/accu tidak mempunyai komponen AC. Semakin baik kualitas suatu catu daya berarti
semakin kecil perbandingan antara nilai komponen AC (ripel) terhadap komponen DC. Ukuran
ini disebut dengan istilah faktor ripel (r).
Faktor lain yang juga penting dalam menentukan kualitas suatu catu daya adalah regulasi
tegangan (V.R.). Tegangan keluaran suatu catu daya dalam keadaan ada beban cenderung lebih
kecil dibanding dengan tegangan keluaran dalam keadaan tanpa beban. Semakin kecil perbedaan
tersebut, semakin baik kualitas suatu catu daya. Demikian pula sebaliknya, semakin besar
perbedaan tersebut, semakin jelek kualitas suatu catu daya. Regulasi tegangan bisa didefinisikan
sebagai berikut.
Suatu penyearah tanpa filter akan menghasilkan tegangan keluaran yang juga terdiri atas
komponen DC dan komponen AC (ripel).
Filter yang banyak digunakan dalam rangkaian catu daya adalah filter kapasitor
elektrolit/elco (C). Filter C ini sangat sederhana yaitu dengan cara menambahkan secara paralel
komponen C pada penyearah. Semakin besar nilai C yang digunakan, semakin baik faktor
ripelnya atau semakin halus/kecil komponen AC (ripel)nya.
Untuk memperoleh keluaran catu daya yang lebih halus dapat digunakan filter RC, yakni
gabungan antara komponen C dan R. Rangkaian dasar filter RC dapat dilihat pada gambar
berikut:
Gambar . Rangkaian dasar filter RC
18
Download