kuliah biologi sel fertilisasi dan perkembangan embrional

advertisement
KULIAH BIOLOGI SEL
FERTILISASI DAN
PERKEMBANGAN EMBRIONAL
dr. Prategrini P. Sucifaalinda
STIKES MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
DESEMBER 2010



Fertilisasi → peristiwa bersatunya inti spermatozoon
dan inti ovum yang terjadi di ampulla tuba fallopi.
Fertilisasi terjadi 12 s/d 24 jam setelah ovulasi,
sebab spermatozoa hanya dapat hidup di dalam
saluran reproduksi wanita selama 48 jam,
sedangkan ovum akan mati 24 jam setelah ovulasi
bila tidak dibuahi.
Spermatozoa sebelum membuahi ovum harus
melalui proses kapasitasi dan reaksi akrosom
terlebih dahulu.




Proses kapasitasi → dilepaskannya zat inhibitor
(selubung glikoprotein dan protein plasma) dari
selaput plasma yang menyelubungi daerah akrosom
spermatozoa.
Memerlukan waktu 7 jam
Tujuan : agar spermatozoa mampu melakukan
fertilisasi
Berlangsung di tuba falopii, uterus dan Cervix uteri




Reaksi Akrosom → pelepasan isi akrosom
yaitu Enzim Hyaluronidase, Akrosin dan
Corona Penetrating Enzym (CPE)
Hyaluronidase → menembus cumulus
oophorus
Akrosin → proteolitik untuk menembus zona
pelusida
CPE → menembus corona radiata
Tahapan proses fertilisasi



Tahap 1 : penembusan spermatozoa ke
dalam corona radiata
Tahap 2 : penembusan spermatozoa ke
dalam zona pelusida
Tahap 3 : bersatunya sel oosit sekunder
dengan spermatozoon


Dalam 30 jam setelah fertilisasi mulai terjadi
pembelahan zigot. Hal ini dapat berlangsung
oleh karena sitoplasma ovum mengandung
banyak asam amino dan enzim.
3-4 hari setelah fertilisasi, zigot membelah
secara mitosis membentuk morula
(menyerupai buah anggur).



Morula membelah menjadi blastula pada
4,5-5 hari setelah fertilisasi.
Blastula tersusun atas massa sel luar dan
massa sel dalam.
Massa sel luar akan membentuk trofoblas
yang mempunyai kemampuan
menghancurkan jaringan endometrium.



6 hari setelah fertilisasi, trofoblas menempel
pada dinding uterus dan melepaskan hormon
korionik gonadotropin.
Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis,
permukaannya berjonjot dengan tujuan
memperluas daerah penyerapan makanan.
Embrio telah kuat menempel setelah hari ke12 dari fertilisasi.

Perkembangan selanjutnya :




Massa sel dalam (embrioblas) → embrio sesungguhnya
Massa sel luar (trofoblas) + sebagian dari embrio
berkembang → membran ekstra embrio.
Membran ekstra embrio terdiri dari amnion, korion,
kantung kuning dan plasenta
Fungsi membran ekstra embrio :
1.
2.
Proteksi terhadap embrio yang sedang berkembang
Persediaan nutrisi, respirasi dan ekskresi
GASTRULASI



Gastrulasi → proses pembentukan 3 lapisan
germinal yaitu ektoderm, mesoderm dan
entoderm pada embrio.
Terjadi dalam minggu ke-3
Lapisan-lapiasan germinal ini mengandung
materi sehingga bagian embrio mampu
melakukan diferensiasi dalam
perkembangan organ selanjutnya.
Semua bagian tubuh manusia akan dibentuk
oleh tiga lapisan, yaitu :
 Ektoderm → membentuk organ dan bangunan yang
memelihara hubungan dengan dunia luar, seperti :





Sistem saraf pusat
Sistem saraf perifer
Epitel sensorik telinga, hidung dan mata
Epidermis termasuk rambut dan kuku
Kelenjar-kelenjar bawah kulit, kelenjar mamae, kelenjar
hipofisis dan email gigi

Mesoderm membentuk jaringan dan organ-organ
seperti :









Jaringan penyambung, tulang rawan dan tulang
Otot lurik dan otot polos
Sel darah dan sel getah bening serta dinding jantung
Pembuluh darah
Pembuluh getah bening
Ginjal
Kelnejar kelamin dan salurannya
Korteks adrenal
Limfa

Endoderm dalam perkembangan selanjutnya
menghasilkan :






Saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan
Lapisan epitel saluran pernafasan
Parenkim tiroid, kelenjar paratiroid, hati dan pankreas
Stoma retikuler tonsil dan timus
Lapisan epitel kandung kemih dan urethra
Lapisan epitel kavum timpani dan tuba Eustachii
Download