BAB III SOLUSI BISNIS

advertisement
BAB III
SOLUSI BISNIS
3.1. Alternatif Solusi Bisnis
Pada proyek akhir ini telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa PT.
Trimitra Sejati Pratama memiliki beberapa masalah yang bersumber dari internal
perusahaan dan eksternal perusahaan yang mengakibatkan sampai saat ini kinerja
PT. Trimitra Sejati Pratama masih belum dapat memenuhi kepuasan dari setiap
stakeholder. Pemenuhan kepuasan dari setiap stakeholder menjadi aspek yang
perlu diperhatikan agar perusahaan dapat bertahan dan terus berkembang. Oleh
karena itu, untuk memenuhi kepuasan dari setiap stakeholder dapat dituangkan
dalam sistem manajemen kinerja.
Sistem manajemen kinerja merupakan suatu alat untuk mengukur kemajuan
program atau aktivitas yang dilakukan oleh suatu organisasi dalam rangka
pemenuhan kepuasan dari setiap stakeholder. Sistem manajemen kinerja juga
merupakan suatu pendekatan sistematik untuk memperbaiki kinerja perusahaan
melalui proses yang berkelanjutan dan berjangka panjang yang meliputi kegiatan
penetapan strategi, pengukuran kinerja, serta analisa dan pelaporan data kinerja
untuk digunakan dalam perbaikan berkelanjutan (Mahmudi,2005).
Sampai saat ini telah banyak diperkenalkan kerangka sistem manajemen
kinerja yang dapat digunakan oleh berbagai macam perusahaan. Beberapa yang
sangat terkenal adalah Malcolm Baldridge National Quality Award (Department of
Commerce, USA, 1987), The Balanced Scorecard (Kaplan & Norton, 1996) dan
Prism (Neely & Adam, 2002). Setiap kerangka manajemen kinerja mempunyai
kelebihan dan kekurangan masing–masing. Pada projek akhir ini, alternatif
kerangka sistem manajemen kinerja yang akan digunakan adalah sistem
manajemen kinerja yang berbasis Integrated Performance Measurement System
(IPMS) yang diperkenalkan oleh Dermawan Wibisono Ph.D (2006).
25
3.1.1. Pembatasan Masalah
Untuk memperoleh pemecahan masalah yang tepat dan tidak melebar dari
pembahasannya, pada proyek akhir ini ditetapkan pembatasan masalah sebagai
berikut :
• Penelitian hanya difokuskan pada perancangan sistem manajemen kinerja saja.
• Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data
primer diperoleh dari data–data yang disediakan oleh perusahaan didukung
dengan wawancara langsung dengan pihak manajemen. Sedangkan data
sekunder dapat diperoleh melalui internet dan literatur–literatur lainnya yang
masih berhubungan dengan proyek akhir ini.
• Memberi masukan/usulan strategi dalam pencapaian target untuk peningkatan
kinerja berdasarkan sistem manajemen kinerja yang dirancang
3.1.2. Metodologi Pemecahan Masalah
Metodologi yang digunakan dalam pemecahan masalah pada proyek akhir ini
adalah dengan menggunakan perancangan system manajemen kinerja IPMS
(Integrated Performance Measurement System), dimana metodologi perancangan
sistem manajemen kinerja tersebut dikemukakan oleh Dermawan Wibisono Ph.D
dalam bukunya “Manajemen Kinerja : Konsep, Desain dan Teknik Meningkatkan
Daya Saing Perusahaan“ (Tahun 2006:25). (IPMS). Langkah–langkah yang
dilakukan dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut :
26
Identifikasi Masalah
Kinerja PT.Trimitra Sejati Pratama yang masih belum memenuhi kepuasan seluruh
stakeholder yang disebabkan oleh beberapa dalam bidang manajemen,operasional dan
keuangan
Tujuan Penelitian
Merancang Sistem Manajemen Kinerja pada PT. Trimitra Sejati Pratama dengan pengukuran
variable yang tepat sehingga diharapkan kinerja PT.Trimitra Sejati Pratama dapat memuaskan
stakeholdersnya
Studi Pustaka
Literatur/referensi: Konsep Integrated Performance Measurement System dari Dermawan
Wibisono 2006
Pengumpulan dan Pengolahan Data
Data Primer diperoleh dari interview dengan salah satu pemilik perusahaan dan beberapa staf
PT.Trimitra Sejati Pratama dan laporan perusahaan.
Data sekunder diperoleh dari internet dan literature lainnya
Analisis Lingkungan Makro
Analisis SWOT
Analisis lingkungan makro meliputi analisis lingkunganpolitik
dan regulasi,analisis lingkungan ekonomi makro,analisis sosial
dan analisis teknologi sehingga diketahui situasi bisnis yang
terjadi yang mempengaruhi perusahaan
Analisis SWOT diperoleh dari hasil diskusi
dengan salah satu pemilik perusahaan untuk
mengetahui aspek internal dan eksternal
perusahaan
Perancangan Sistem Manajemen Kinerja
Metodologi perancangan sistem manajemen kinerja dengan konsep IPMS dari Dermawan
Wibisono (2006)
Rekomendasi
Usulan strategi dalam rangka peningkatan kinerja berdasarkan system manajemen kinerja yang
dirancang
Gambar 3.1 Tahap Pelaksanaan Proyek Akhir
3.1.3. Sistem Manajemen Kinerja IPMS
Konsep IPMS lebih sederhana daripada konsep–konsep sistem manajemen
kinerja lainnya. Konsep IPMS hanya meliputi tiga aspek pengukuran, yaitu
keluaran organisasi, proses internal dan kemampuan sumber. IPMS mampu
27
menterjemahkan visi perusahaan menjadi strategi yang dijadikan objektif bagi
setiap divisi pada level operasional, sehingga pihak manajemen dapat memonitor
dan mengontrol apakah strategi yang selama ini diterapkan sudah mampu mencapai
visi perusahaan. Dampak yang ditimbulkan adalah perusahaan dapat bersaing dan
terus bertahan. Konsep IPMS dapat diterapkan di berbagai model industri
manufaktur maupun jasa baik milik pemerintah maupun swasta.
Adapun tahapan Perancangan Sistem Manajemen Kinerja dengan konsep
IPMS oleh Dermawan Wibisono Ph.D (2006) adalah seperti gambar di bawah ini :
Gambar 3.2 Tahap Perancangan Sistem Manajemen Kinerja
Telah disebutkan dalam pembatasan masalah bahwa dalam Proyek Akhir ini
hanya difokuskan pada tahap perancangan saja.
3.2. Analisa Solusi Bisnis
Dalam menyusun suatu kerangka sistem manajemen kinerja, terdapat beberapa
hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan agar kerangka yang dirancang dapat
memenuhi kepuasan dari setiap stakeholders. Hal pertama yang harus diperhatikan
adalah perusahaan harus mengetahui keinginan dan kebutuhan dari setiap
stakeholders kemudian dicocokan dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan
sehingga tidak terjadi pertentangan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah ukuran
kinerja harus sesuai dengan strategi, proses dan kemampuan dari perusahaan untuk
28
memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut. Dengan kata lain pengukuran kinerja
harus dilakukan pada variabel yang tepat.
Dalam sistem manajemen kinerja yang berbasis Integrated Performance
Measurement System membagi variabel kinerja dalam tiga perspektif, yaitu
keluaran organisasi, proses internal dan kemampuan sumber daya. Ketiga
perspektif ini merupakan model pendekatan yang cocok diterapkan di Indonesia
karena berdasarkan pengalaman penerapan di beberapa perusahaan di Indonesia,
rancangan ini memiliki aspek kepraktisan dan nilai tambah.
Ketiga perspektif dan aspeknya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.1 Perspektif Sistem Manajemen Kinerja
Perspektif
Aspek
Finansial
Keluaran Organisasi
Non Finansial
Inovasi
Proses Operasi
Proses Internal
Pemasaran
Pelayanan purna jual
Sumber Daya Insani
Kemampuan
Sumber
Sumber Daya Teknologi
Daya
Sumber Daya Organisasi
Pengukuran kinerja sangat penting bagi perusahaan karena perusahaan dapat
mengetahui apa yang telah dicapai selama ini secara terukur. Dalam melakukan
pengukuran kinerja dapat diketahui pula hal apa yang perlu diperhatikan secara
khusus sehingga memudahkan dalam pengolahannya. Dapat dikatakan bahwa
pengukuran kinerja merupakan alat untuk mengkaji ulang manajemen stratejik
yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen (Wibisono,2006).
PT. Trimitra Sejati Pratama merupakan salah satu perusahaan swasta penyedia
alat-alat perminyakan di Indonesia. Sebagai perusahaan swasta, PT. Trimitra Sejati
Pratama lebih berorientasi pada perolehan profit. Tetapi untuk mencapai profit
yang diinginkan PT. Trimitra Sejati Pratama tidak hanya melihat aspek keuangan
saja melainkan juga harus memperhatikan aspek-aspek kinerja lainnya, seperti
aspek non finansial, inovasi, proses operasi, sumber daya insani, sumber daya
teknologi dan sumber daya organisasi.
29
3.2.1. Variabel Kinerja Aspek Finansial
Pengukuran kinerja keuangan merupakan salah satu aspek yang penting. PT.
Trimitra Sejati Pratama sebagai perusahaan swasta sangat memperhatikan kondisi
keuangan perusahaannya. Aspek keuangan perusahaan penting untuk kelangsungan
perusahaan dalam menjalankan proses bisnisnya. Kondisi keuangan perusahaan
dapat diketahui melalui analisis laporan keuangan, yaitu neraca dan laporan rugi
laba. Neraca keuangan memberikan informasi mengenai kondisi keuangan
perusahaan pada periode tertentu, biasanya pada akhir tahun anggaran. Sedangkan
laporan rugi/laba memberikan informasi mengenai hasil kegiatan operasional
perusahaan pada periode tertentu.
Kinerja keuangan dapat diketahui dengan mengukur variabel yang berupa
rasio keuangan. Analisis rasio keuangan dapat mengevaluasi situasi saat ini dan
memprediksi kondisi keuangan di masa mendatang (Rangkuti, 2006). Rasio yang
diukur pada PT. Trimitra Sejati Pratama adalah rasio keuntungan, rasio likuiditas,
rasio aktivitas dan rasio solvabilitas. Tujuan dari pengukuran rasio–rasio tersebut
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.2 Tujuan Pengukuran Rasio Keuangan
Jenis Rasio
Rasio
Keuntungan
(Profitability
Ratio)
Rasio Likuiditas
(Liquidity Ratio)
Tujuan
Mengukur
efektivitas
manajemen yang dapat
keuntungan yang dihasilkan
Contoh
keseluruhan ROA, ROE, ROI,
dilihat dari Profit margin on sales
Mengukur kemampuan perusahaan dalam Current Ratio, Quick
memenuhi kewajiban jangka pendek
Ratio, Inventory to
working capital
Rasio Aktivitas Mengukur efektivitas perusahaan dalam Inventory turnover,
(Activity Ratio)
mengelola sumber dana perusahaan
Collection
period,
Fixed asset turnover
Rasio
Mengukur
kemampuan
perusahaan Debt ratio, Debt
Solvabilitas
memanfaatkan struktur kapital terutama equity ratio, Time
(Solvability
pinjaman, dan kemampuan membayar bunga interest earned
Ratio)
dan cicilan.
Dalam rancangan sistem manajemen kinerja PT. Trimitra Sejati Pratama
variable kinerja keuangan, tolak ukur dan standar yang ditetapkan dapat dilihat
pada tabel berikut ini:
30
Tabel 3.3 Variabel Kinerja Aspek Finansial
PERSPEKTIF
ASPEK
KELUARAN
FINANSIAL
TUJUAN
VARIABEL
Profitability
ORGANISASI
Ratio
TOLOK
UKUR
Profit
Margin
on sales
FORMULASI
STANDAR
Net Income
0.2
Sales
Net Income
ROE
F1:
Peningkatan
keuntungan
Working
Ratio
Activity
F2:
Efisiensi
penggunaan
dana
Total Equity
EBIT
ROI
Ratio
Operating Expense
Collection
Periode
0.5
Operating Revenue
0.5
Total Assets
Account
Receivable
(Sales/365)
PERIODE
Laporan
rugi/laba
Per tahun
Neraca &
Laporan
rugi/laba
Per tahun
N/A
Total Investment
Sales
Assets
Turnover
N/A
SUMBER
30
after
delivery
Neraca &
Laporan
rugi/laba
Laporan
rugi/laba
Neraca &
Laporan
rugi/laba
Neraca &
Laporan
rugi/laba
2005
2006
TARGET
STATUS
-0.006
-0.02
0.15
♦
-0.39
-0.015
N/A
♦
Per tahun
0.42
-0.01
N/A
×
Per tahun
-1.09
-74.01
0.7
×
63.79
0.97
0.5
×
45
45
30
♦
Per tahun
Per tahun
31
Tabel 3.3 Variabel Kinerja Aspek Finansial (Lanjutan)
PERSPEKTIF
ASPEK
TUJUAN
VARIABEL
F3:
Peningkatan
kemampuan
memenuhi
kewajiban
jangka
pendek
Liquidity
Ratio
Solvability
Ratio
F4:
Efektivitas
pemanfaatan
modal
pinjaman
32
TOLOK
UKUR
Quick
Ratio
Debt
Ratio
Time
Interest
Earned
Debt
Equity
Ratio
FORMULASI
STANDAR
SUMBER
2
Neraca
2005
2006
TARGET
STATUS
0.98
159.4
N/A
♦
Per tahun
Current Assets inventory
Current Liabilities
Total Debt
PERIODE
0.5
Neraca
Per tahun
0.77
2.24
N/A
♦
2
Neraca &
Per tahun
N/A
N/A
N/A
N/A
Per tahun
0.79
1.81
N/A
♦
Total Assets
EBIT - Depreciation
Interest
Long-term Debt
Total Equity
laporan
rugi/laba
0.5
Neraca
3.2.2. Variabel Kinerja Aspek Non Finansial
Sama dengan variabel finansial, pengelolaan variabel non finansial ditujukan
untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Akan tetapi sering kali terjadi perbedaan
dalam kebutuhan dari setiap stakeholder sehingga membuat perusahaan melakukan
trade-off dalam memenuhi kebutuhan setiap stakeholder seperti yang terlihat pada
gambar di bawah ini :
Gambar 3.3 Bagan stakeholder yang memegang peranan penting
Kepuasan pelanggan terhadap layanan PT.Trimitra Sejati Pratama dapat diukur
dengan menggunakan survey kepuasan pelanggan. Dengan menggunakan survey
tersebut PT. Trimitra Sejati Pratama dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh
para pelanggannya. Sebagai perusahaan penyedia alat-alat perminyakan PT.
Trimitra Sejati Pratama tidak hanya terfokus pada pelanggan yang selama ini telah
menggunakan jasanya melainkan juga kepada pelanggan-pelanggan yang masih
belum bisa dijangkau oleh pihak PT. Trimitra Sejati Pratama. Oleh karena itu, PT.
Trimitra Sejati Pratama harus berfokus dengan kepuasan pelanggan melalui
penyediaan barang yang sesuai dengan requirement dari pelanggan, peralatan yang
berteknologi tinggi, mempunyai safety factor yang tinggi, ramah terhadap
33
lingkungan sekitar dan harga yang kompetitif. Sedangkan bagi pelanggan–
pelanggan yang belum terjangkau PT. Trimitra Sejati Pratama harus lebih sering
melakukan site visit kepada perusahaan–perusahaan tersebut.
Kelompok stakeholder lain yang harus diperhatikan adalah pegawai.
Pemenuhan kepuasan pegawai dapat diketahui melalui survey kepuasan pegawai.
Dari survey ini dapat diketahui apa yang menjadi kebutuhan pegawai. Pengukuran
variabel ini juga penting untuk mengetahui apakah kompensasi yang diberikan
perusahaan selama ini seperti gaji, bonus dan kesejahteraan telah memenuhi
kepuasan karyawannya. Dengan memenuhi kepuasan pegawai diharapkan dapat
meningkatkan motivasi pegawai untuk memberikan hasil yang terbaik bagi
perusahaan. Selain itu dapat menarik pegawai yang kompeten dan berkualitas untuk
bergabung. Sedangkan pegawai yang sudah bergabung dan memiliki kompetensi,
kualitas, karakter dan memberikan hasil yang baik bagi perusahaan dapat
dipertahankan.
Untuk kelompok pemerintah variabel yang dapat diukur adalah aspek hukum
dan aturan. Adanya aturan pemerintah melalui BP Migas yang ditetapkan dalam
Pedoman Tata Kerja BP Migas No. 007/PTK/VI/2004 mengenai petunjuk
pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan kontraktor Kontrak Kerja
Sama (Kontraktor KKS) BP Migas.
Kelompok lain yang terkait dengan PT. Trimitra Sejati Pratama adalah mitra
kerja. Dalam menjalankan proses bisnisnya, PT. Trimitra Sejati Pratama memiliki
mitra kerja untuk mendukung opersional pelayanan kepada pelanggan. Hubungan
ini dilakukan agar PT. Trimitra Sejati Pratama dapat fokus pada bisnis intinya,
yaitu penyedia alat-alat perminyakan. Mitra kerja yang terlibat dalam mendukung
operasional PT. Trimitra Sejati Pratama dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.4 Mitra Kerja PT. Trimitra Sejati Pratama
Bidang Kerja
Penerimaan Pembayaran
Pendanaan Perusahaan
Principal
34
Mitra Kerja
Bank Bukopin
Bank BNI
Bank BTN Syariah
Bank BTN Syariah
Arena International Pte.Ltd
A&M Industrial
Allendorph Specialties, Inc
American Oil Tools
Arvine Pipe & Supply Co
Budi Arta Sakti, PT
BOPC Inc
BGPS, Inc
Bulldog Specialties, Ltd
BOP Products, LLC
Brannco Oilfield Products
Carter Tool Co.Inc
CPV Industrial Supply PTE, Ltd
Challenger Equipment & Tools
Supply
D.K. Jones Limited Piping Products
D&D Tongs
Demay Internasional
Double Life Corporation
Ener-tex Internasional
indrill Supply of Texas
King Valve Inc
LK Oilfield Products,Inc
Melco
Mallard Oilfield Equipment, Inc
MCM Oil Tools
Oilfield Bearing Industries
O'drill, Inc
Petroleum Elastomers, Inc
S&K Supply
Soon Supply Internasional PTE,Ltd
Stuckey's Speciality Tools
T3 Energy Services
Texas Internasional Oilfield
Transerve Cabins PTE,Ltd
Transmark Fcx PTE.Ltd
Triomandiri Lestarijaya, PT
Tuff Parts
UD.Multi Sarana Tehnik
Valveworks USA
Vetcogray Controls PTE.Ltd
West Coast B.O.P product, Inc
Winches, Inc
Secara lengkap variabel kinerja non finansial yang diukur dapat dilihat pada
tabel berikut ini :
35
Tabel 3.5 Variabel Kinerja Aspek Non Finansial
PERSPEkTIF
ASPEK
KELUARAN
NON
ORGANISASI
FINANSIAL
TUJUAN
N1:
Peningkatan
pelayanan
customer
N2:
Peningkatan
kepuasan
karyawan
N3:
Peningkatan
kepuasan
pemerintah
N4:
Peningkatan
kepuasan
bank
N5:
Peningkatan
kemitraan
N6:
Peningkatan
kepuasan
principal
36
VARIABEL
Tingkat
kepuasan
customer
Cakupan
layanan
TOLOK
UKUR
Indeks
kepuasan
customer
%
cakupan
layanan
FORMULASI
STANDAR
SUMBER
PERIODE
Puas
Quality Assurance (memenuhi
standar teknis)
Jml pelanggan terlayani X 100%
(CSI 65.1%
- 80%)
75%
Jml total customer
Sales &
Marketing
Per tahun
Sales &
Marketing
Per tahun
HRD
Per tahun
2005
2006
TARGET
STATUS
N/A
N/A
N/A
N/A
30%
45%
75%
♦
N/A
N/A
N/A
Tingkat
kepuasan
karyawan
Indeks
kepuasan
karyawan
Survei kepuasan karyawan
Aspek
hukum dan
aturan
Penerapan
Local
Content
Dilakukan penerapan Local
Content
Local
content
30%
Pengawas
(BP Migas)
Per tahun
Ada
Ada
Ada
√
Tingkat
kepuasan
bank
Indeks
kepuasan
Bank
Pengembalian pinjaman tepat
waktu & bagi hasil
N/A
Keuangan
Per tahun
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
mitra kerja
jumlah
mitra
kerja
jumlah mitra kerja
Manajemen
Per tahun
Tingkat
kepuasan
principal
Indeks
kepuasan
principal
survey kepuasan principal
Sales,
Marketing,
Finance
Per tahun
N/A
N/A
N/A
N/A
Puas
(ESI 65.1%
- 80%)
N/A
N/A
Puas
3.2.3. Variabel Kinerja Aspek Inovasi
Aspek Inovasi merupakan bagian dari perspektif proses internal. Aspek
inovasi merupakan salah satu hal yang penting untuk diukur dalam kinerja
perusahaan. Efektivitas, efisiensi dan kecepatan dalam melakukan inovasi pada
suatu perusahaan dapat menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan
dengan kemahiran operasi sehari-hari (Kaplan&Norton, 1996). Aspek inovasi yang
diukur pada PT. Trimitra Sejati Pratama antara lain pengembangan principal baru,
pengembangan peralatan yang ditawarkan dan pengembangan pasar yang baru.
Dengan mengukur variabel inovasi tersebut, maka PT. Trimitra Sejati Pratama
dapat meningkatkan proses pelayanan dengan menyediakan alat-alat perminyakan
yang sesuai dengan requirement dari pelanggan sehingga dapat memenuhi
kepuasan pelanggan dan secara tidak langsung akan memperbaiki kinerja
keuangan.
Pada PT. Trimitra Sejati Pratama inovasi yang telah dilakukan adalah inovasi
dalam hal pengembangan principal baru, pengembangan freight forwarder baru
dan pengembangan peralatan perminyakan yang ditawarkan. Pengembangan
principal baru dilakukan dengan melakukan site visit dan seminar baik yang
diadakan di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan harapan dari site visit dan
mengikuti seminar tersebut PT. Trimitra Sejati Pratama dapat memperoleh
principal baru untuk bekerja sama dalam menyediakan alat-alat perminyakan yang
sesuai dengan requirement dari pelanggan. Sedangkan inovasi dalam hal
pengembangan produk secara otomatis dapat diperoleh dari pengembangan
principal baru. Dengan dukungan principal-principal yang baru dan produk baru
yang lebih kompetitif dan sesuai dengan requirement pelanggan diharapkan pula
PT. Trimitra Sejati Pratama dapat memperluas marketnya dengan memasuki
segmen yang baru yaitu Engineering Procurement and Construction (EPC).
Dengan inovasi tersebut maka dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan
juga memberikan kepuasan kepada pelanggan. Secara ringkas variabel inovasi yang
diukur pada PT. Trimitra Sejati Pratama dapat dilihat pada tabel berikut :
37
Tabel 3.6 Variabel Kinerja Aspek Inovasi
PERSPEKTIF
ASPEK
PROSES
TUJUAN
V1:
Pengembangan
Inovasi yang
INTERNAL
VARIABEL
TOLOK
UKUR
Inovasi Produk
Jml produk
baru yang
dikeluarkan
proses bisnis
Pengembangan
principal baru
Pengembangan
Freight
Forwarder
38
STANDAR
SUMBER
Ada
Mendukung
INOVASI
FORMULASI
Jml
penambahan
principal
baru
Jml
penambahan
freight
forwarder
baru
2005
2006
TARGET
STATUS
Per tahun
Ada
Ada
Ada
√
Per tahun
Ada
Ada
Ada
√
Per tahun
Ada
Ada
Ada
√
Sales &
Marketing
Jml produk baru
yang dikeluarkan
Ada
Jml penambahan
principal baru
Sales &
Marketing
Ada
Jml penambahan
freight forwarder
baru
PERIODE
Sales &
Marketing
3.2.4. Variabel Kinerja Aspek Proses Operasi
Aspek kedua yang diukur pada proses internal adalah proses operasi. Proses
operasi didefinisikan sebagai proses konversi material, energi dan informasi
menjadi produk atau layanan dalam skala tertentu guna memenuhi kebutuhan
pelanggan (Basu dan Wright,1997). Proses operasi yang dilakukan oleh PT.
Trimitra Sejati Pratama merupakan hal yang krusial dalam strategi organisasi.
Salah satu penyebab utama rendahnya kinerja PT. Trimitra Sejati Pratama adalah
proses operasi yang dilakukan masih belum memenuhi ekspektasi dari stakeholders
khususnya pelanggan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran kinerja atas
aspek proses operasi sehingga dapat diketahui hasil yang sudah dicapai dan yang
masih belum tercapai. Sehingga dengan adanya perbaikan proses operasi dapat
membangun keunggulan PT. Trimitra Sejati Pratama secara berkelanjutan.
Dalam menentukan variabel kinerja pada PT. Trimitra Sejati Pratama perlu
adanya identifikasi yang menyebabkan PT. Trimitra Sejati Pratama masih sering
menawarkan produk yang belum sesuai dengan requirement yang diinginkan
pelanggan. Sampai saat ini kinerja proses operasi PT. Trimitra Sejati Pratama
dalam penyediaan produk masih kurang oleh karena itu perlu diadakan perbaikan
proses operasi dalam hal pemenuhan kualitas produk ketersediaan akan produk
yang ditawarkan. Variabel-variabel kinerja yang diukur dapat dilihat pada tabel
berikut :
39
Tabel 3.7 Variabel Kinerja Aspek Proses Operasi
TUJUAN
VARIABEL
TOLOK
UKUR
FORMULASI
STANDAR
Standar tiap tipe
Sesuai dengan
requirement
pelanggan
P1: kualitas
barang
yang
ditawarkan
P2:
Peningkatan
jmlh
penjualan
40
Kualitas
barang yang
ditawarkan
Produktivitas
tenaga
penjual
SUMBER
principal
&
customer
PERIODE
2006
TARGET
Kualitas barang
memenuhi
standar&sesuai
dengan
requirement
pelanggan
Kualitas barang
memenuhi
standar&sesuai
dengan
requirement
pelanggan
Kualitas barang
memenuhi
standar&sesuai
dengan
requirement
pelanggan
16.000us$/sales
22.000us$/sales
35.000us$/sales
STATUS
Per tahun
♦
Kualitas
barang yang
sampai ke
setiap
pelanggan
harus
memenuhi
requirementnya
Pendapatan
yang diperoleh
dari hasil
penjualan
2005
avarage sales
turnover per
employee
20.000us$/sales
sales &
marketing
Per tahun
♦
Tabel 3.7 Variabel Kinerja Aspek Proses Operasi (Lanjutan)
TUJUAN
VARIABEL
P3:
Peningkatan
layanan bank
Ketepatan
waktu
payment ke
principal
P4:
Peningkatan
kehandalan
pelayanan
TOLOK
UKUR
Waktu
payment
ke
principal
Jml enquiry
yang menjadi
quotation
% enquiry
yang
menjadi
quotation
Jml quotation
yang menjadi
PO
%
quotation
yang
menjadi
PO
FORMULASI
STANDAR
Term of payment principal
Wire
transfer
with order
SUMBER
Finance
PERIODE
2005
2006
TARGET
STATUS
Per tahun
N/A
N/A
N/A
N/A
♦
Jml enquiry yg menjadi quatation
X100%
Jml total enquiry
Jml quotation yang menjadi PO
X100%
50%
Managerial
Per tahun
35%
45%
60%
40%
Managerial
Per tahun
20%
25%
50%
♦
Jml total quotation
41
Tabel 3.7 Variabel Kinerja Aspek Proses Operasi (Lanjutan)
TUJUAN
VARIABEL
TOLOK
UKUR
FORMULASI
Kecepatan
layanan
Waktu
pengiriman
Waktu yang diperlukan untuk
pengiriman
barang
Barang
pengiriman barang
Kemudahan
layanan
pembayaran
invoice
Sistem
Pembayaran
Invoice
Sistem Pembayaran
Biaya operasi
Biaya
operasi/ PO
P5: Penurunan
biaya operasi
(unit cost)
STANDAR
Depend on
client
Telegraphic
Transfer
N/A
Jml biaya operasi
Jml PO
SUMBER
PERIODE
2005
2006
Sales &
marketing
Per tahun
N/A
N/A
TARGET
STATUS
N/A
Depend on
client
Sales &
marketing
Per tahun
Sales &
marketing
Per tahun
Sales &
marketing
Ada
Ada
Ada
√
N/A
N/A
N/A
N/A
Per tahun
15%
30%
80%
♦
Per tahun
15%
30%
80%
♦
80%
P6:
Pengembangan
kapabilitas
principal
P7:
Peningkatan
kapabilitas
freight
forwarder
42
Kualifikasi
principal
% principal
yang
memenuhi
kualifikasi
Jml pemasok memenuhi
kualifikasi X100%
Jml total supplier
Kualifikasi
freight
forwarder
% freight
forwarder
yang
memenuhi
kualifikasi
Jml freight forwarder yg
menjadi vendor yg memenuhi
kualifikasi X 100%
Jml total freight forwarder
80%
Sales &
marketing
3.2.5. Variabel Kinerja Aspek Insani
Aspek insani merupakan bagian dari perspektif kemampuan sumber daya.
Sumber Daya Manusia merupakan intangible asset yang penting bagi perusahaan.
Ada pemahaman yang menyebutkan bahwa intangible asset akan memberikan nilai
tambah bagi perusahaan sebesar 75% sedangkan tangible asset hanya mampu
mempresentasikan kurang dari 25% (Wibisono, 2006). Sumber daya insani
merupakan sumber daya yang menjadi tulang punggung dari seluruh sistem yang
dirancang, metode yang diterapkan dan teknologi yang digunakan. Oleh karena itu
pengukuran terhadap variabel ini sangatlah penting dalam rangka pengembangan
sumber daya insani untuk mencapai kesuksesan perusahaan. Pada rancangan sistem
manajemen kinerja PT. Trimitra Sejati Pratama ini variabel yang akan diukur
meliputi kualifikasi pegawai, kualitas pegawai dan produktivitas pegawai.
Pengukuran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
43
Tabel 3.8 Variabel Kinerja Aspek Insani
TUJUAN
S1:
Kualifikasi
karyawan
yang tinggi
S2:
Peningkatan
kualitas
karyawan
VARIABEL
TOLOK UKUR
Tingkat pendidikan
karyawan
% Komposisi
pegawai yang
sesuai dengan
kompetensi yang
dibutuhkan
Training&seminar
karyawan
site visit
S3:
Peningkatan
produktivitas
karyawan
Tingkat keselamatan
kerja
44
% Jml
training&seminar
yg sesuai dengan
kebutuhan
pegawai &
perusahaan
Jml site visit
Jml kecelakaan
kerja
FORMULASI
% Komposisi pegawai yang
sesuai
dengan kompetensi yang
dibutuhkan
Jml training&seminar yg
sesuai dengan kebutuhan
X100%
Jml total training&seminar yg
diadakan
Jml site visit/tahun
STANDAR
SUMBER
N/A
HRD
N/A
HRD
N/A
HRD
0
HSE
PERIODE
2005
2006
TARGET
STATUS
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
Per tahun
Per tahun
Per tahun
Per tahun
Jml kecelakaan kerja / tahun
3.2.6. Variabel Kinerja Aspek Teknologi
Perkembangan tekonologi yang sangat pesat sangat berpengaruh terhadap
perusahaan. Sumber daya teknologi yang dimiliki perusahaan akan mempengaruhi
proses operasi dan hasil yang diharapkan para stakeholders. Selain itu usia dan
kondisi dari sumber teknologi yang dimiliki perusahaan juga akan mempengaruhi
efisiensi dan efektifitas dalam hal penyediaan produk dan layanan. Oleh karena itu
pengukuran variabel sumber daya teknologi juga merupakan aspek yang penting
dalam rancangan sistem manajemen kinerja dalam rangka perbaikan kinerja
perusahaan dan pencapaian objektif perusahaan.
Sumber daya teknologi yang telah digunakan oleh PT. Trimitra Sejati Pratama
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.9 Sumber Daya Teknologi Yang Digunakan PT. Trimitra Sejati Pratama
Bidang
Sarana dan Sistem
Teknologi
Pengolahan Data
Sistem pengolahan data
Hubungan Pelanggan
Sistem pembayaran
Pencarian
pelanggan
principal
Komputerisasi
On line system
transfer)
(Telegrphic
dan
On line system
Variabel kinerja sumber daya teknologi pada PT. Trimitra Sejati Pratama yang
akan diukur dapat dilihat pada tabel berikut :
45
Tabel 3.10 Variabel Kinerja Aspek Teknologi
ASPEK
TUJUAN
VARIABEL
TOLOK
UKUR
FORMULASI
STANDAR
Technical
requirement
customer
Technical
requirement
customer
requirement
customer
Principal&customer
Rata-rata
umur spare
part
Rata-rata
umur main
equipment
Umur spare part
> 2 th
Customer
SUMBER
TEKNOLOGI
Technical data
T1: Efektivitas
penggunaan
teknologi
Umur spare part
Umur Main
equipment
T2:
Pengembangan
sistem IT yg
terintegrasi
46
Teknologi
informasi
Penggunaan
teknologi
informasi
PERIODE
Per tahun
2005
2006
TARGET
STATUS
Ada
Ada
Ada
√
N/A
N/A
< 5 th
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
Ada
Ada
Ada
√
Per tahun
Umur main
equipment
Sistem pembayaran
dan pencarian
pelanggan&principal
>20 th
Customer
Per tahun
Sistem
pembayaran
melalui
Telegraphic
transfer dan
melalui
website
Per tahun
Keuangan &
principal
3.2.7. Variabel Kinerja Aspek Organisasi
Selain sumber daya insani dan teknologi, aspek lain yang perlu diperhatikan
adalah sumber daya organisasi. Sumber daya organisasi penting bagi perusahaan
karena memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan intangible asset agar dapat
dipergunakan sama baiknya dengan tangible asset, dimana pada akhirnya kedua
asset tersebut dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi.
Proses pembangunan sumber daya organisasi harus memperhitungkan
komponen modal organisasi. Menurut Wibisono (2006) terdapat empat komponen
modal organisasi yang terdiri dari budaya (culture), kepemimpinan (leadership),
keselarasan (alignment), kerja sama tim (teamwork) dan membagi ilmu
pengetahuan (knowledge sharring). Variabel-variabel pada sumber daya organisasi
dapat dilihat pada tabel berikut :
47
Tabel 3.11 Variabel Kinerja Aspek Organisasi
PERSPEKTIF
ASPEK
KEMAMPUAN
ORGANISASI
SUMBER
DAYA
48
TUJUAN
VARIABEL
TOLAK
UKUR
FORMULASI
STANDAR
SUMBER
PERIODE
2005
2006
TARGET
STATUS
Jml pegawai yg
memahami visi
& misi X100%
Jml total
karyawan
N/A
Manajemen
Per tahun
N/A
N/A
N/A
N/A
N/A
Manajemen
Per tahun
N/A
N/A
N/A
N/A
Ada
dilaksanakan
Manajemen
Per tahun
Ada
Ada
Ada
dilaksanakan
√
O1:
Pengembangan
budaya untuk
perbaikan
berkelanjutan
Mission &
Vision
awareness
% Jml
pegawai yg
memahami
visi & misi
perusahaan
O2:
Pengembangan
kompetensi
kepemimpinan
Efektivitas
kepemimpinan
Indeks
efektivitas
kepemimpinan
Survei
efektivitas
kepemimpinan
O3:
Pengembangan
organisasi
yang tersusun
rapih
Kelengkapan
dokumen
kerja
Ketersedian
SOP di setiap
unit kerja
perusahaan
Ketersedian
SOP di setiap
unit kerja
perusahaan
3.2.8. Keterkaitan Antar Variabel Kinerja
Dalam struktur organisasi perusahaan pada umumnya terdapat empat level
yang berkaitan dengan manajemen kinerja, yaitu level korporat (corporate level),
unit bisnis perusahaan (business level unit), manajemen operasi (operation
management) dan operasi sehari-hari (shopflor level). Untuk saling mendukung
dalam membangun kemajuan perusahaan maka tiap level perlu adanya keterkaitan
antar variabel kinerja.
Dengan memiliki keterkaitan data variabel kinerja, maka proses perbaikan
variabel kinerja yang belum mencapai standar menjadi lebih mudah. Keterkaitan
variabel kinerja sangatlah penting dalam suatu manajemen kinerja.
Keterkaitan antar variabel kinerja pada sistem manajemen kinerja PT. Trimitra
Sejati Pratama secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut :
49
Gambar 3.4 Keterkaitan Antar Variabel Kinerja
Keterkaitan Antar Variabel
Kemampuan Sumber
Daya
Proses internal
Keluaran Organisasi
Terpenuhinya kebutuhan pelanggan akan peralatan perminyakan melalui pemenuhan requirement pelanggan
50
Efektivitas
pemanfaatan
modal
pinjaman
Peningkatan
kemampuan
memenuhi
kewajiban jangka
pendek
Peningkatan
keuntungan
Efisiensi
penggunaan
dana
Peningkatan
kepuasan
karyawan
Peningkatan
pelayanan
pelanggan
Peningkatan
kemitraan
Peningkatan
jumlah
penjualan
Peningkatan
kehandalan
pelayanan
Penurunan
biaya
operasional
Peningkatan
kualitas
karyawan
Peningkatan
produktivitas
karyawan
Peningkatan
kualitas
barang
Pengembangan
inovasi
Peningkatan
kapabilitas
freight
forwarder
Peningkatan
layanan bank
Kualifikasi
karyawan yg
tinggi
Peningkatan
kepuasan
principal
Peningkatan
kepuasan
pemerintah
Peningkatan
kepuasan
bank
Efektivitas
Penggunaan
Teknologi
Peningkatan
kapabilitas
principal
Pengembangan
efektivitas
kepemimpinan
Pengembangan
IT terintegrasi
Pengembangan
organisasi
tersusun rapi
Pengembangan
budaya utk
perbaikan
berkelanjutan
Download