A. Latar Belakang Sumberdaya manusia Buton Utara dan Tokoh

advertisement
A. Latar Belakang
Sumberdaya manusia Buton Utara dan Tokoh masyarakatnya telah berkipra
dalam berbagai bidang pembangunan di Sulawesi Tenggara dan dikancah nasional.
Peran tokoh-tokoh Buton Utara telah banyak mewarnai pembangunan Sulawesi
Tenggara baik sebagai birokrat, akademisi, pengusaha maupun politikus dan
memberikan sumbangsih yang besar untuk pembangunan masyarakat Sulawesi
Tenggara.
Potensi sumberdaya alam di daerah ini melimpah. Di daratan terdapat
kekayaan alam seperti perkebunan, pertanian, kehutanan dan peternakan, sedang
dilaut kekayaan daerah ini meliputi potensi perikanan, rumput laut, teripang, kepiting
bakau dan lain-lain. Selain itu Buton Utara juga memiliki kekayaan sumberdaya
mineral seperti aspal, nikel dan kekayaan tambang lainnya.
Sumberdaya pembangunan lainnya yang perlu dikelola secara baik adalah
tersedianya anggaran pembangunan yang bersumber dari pendapatan asli daerah
maupun bagi hasil dalam bentuk dana perimbangan pembangunan pemerintah. Saat
ini tersedia anggaran pembangunan sekitar Rp. 275 milyar untuk mendukung
pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan masyarakat. Anggaran pembangunan
yang tersedia ini merupakan salah satu potensi daerah untuk mendorong
pembangunan daerah ini dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat maupun
pembangunan infrastruktur peayanan dasar dan pelayanan perekonomian.
Sumberdaya alam dan sumberdaya pembangunan yang pada prinsipnya
adalah milik masyarakat dan daerah, ini harus dikelola secara berkelanjutan,
transparan dan akuntabel untuk kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat dan
darah Buton Utara hususnya serta masyarakat dan bangsa Indonesia secara umum.
Karena itu diperlukan pemerintahan dengan kepemimpinan yang kuat, cerdas, cermat
dan berorientasi untuk kesejahteraan dan kemajuan daerah ini. Hal ini harus didukung
oleh perencanaan dengan wawasan jauh kedepan berkaria dengan cita-cita untuk
kemajuan masyarakat, mengelola pemerintahan dengan prinsip-prinsip tata kelolah
pemerintahan yang baik (good governance) dan senantiasa mengedepankan
kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan. Karena itu
kepemimpinan yang akan dijalankan harus bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Pengalaman selama puluhan tahun sebagai birokrat dengan berbagai jabatan
secara pribadi merupakan modal dasar untuk membangun tanah kelahiran yang saya
cintai ini. Tidak perlu ada keraguan terhadap kapasitas dan integritas saya karena
saya memiliki cita-cita untuk menjadi bupati Buton Utara, dan inilah bentuk
pengapdian saya yang tertinggi dalam perjalanan karir dan karia sebagai Putra
Terbaik Buton Utara. Oleh karena itu dalam mewujudkan Kabupaten Buton Utara
yang maju dan mandiri tahun 2016-2021 akan saya capai melalui agenda utama,
pengembangan kualitas sumberdaya manusia, pengembangan infastruktur pelayanan
dasar, pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat aktualisasi
budaya
masyarakat
Buton
Utara
penguatan
Pemerintahan
Daerah.
B. TUJUAN DAN KEGUNAAN
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah
Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 06 Tahun 2005 Tentang Pemilihan
Pengesahan Pengangkatan Dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah, maka seorang calon Bupati harus menyusun Visi dan Misi Pembangunan
lima tahun untuk periode jabatannya.
Selama untuk memenuhi amanat UU, maka penyusunana Visi dan Misi ini juga
bertujuan untuk: (1). Memberikan gambaran tentang apa yang akan saya lakukan
selama lima tahun kedepan untuk masyarakat Buton Utara, bila saya terpilih menjadi
Bupati, (2). Mempertegas komitmen saya untuk membangun masyarakat berdasarkan
Visi Misi dan program-program utama yang akan saya lakukan secara tertulis untuk
dapat dikethui oleh public, (3). Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada
masyarakat untuk membaca dan mengetahui garis besar pikiran dan rencana saya
dalam membangun kabupaten Buton Utara dan (4). Sebagai salah satu pertanggung
jawaban untuk menjadi bahan evaluasi tentang apa yang saya lakukan bila terpilih
menjadi Bupati Buton utara periode 2016-2021.
C. SISTEMATIKA PENULISAN
Bab 1 PENDAHULUAN
A. Tujuan dan Kegunaan
B. Sistematika Penulisan
Bab 2. GAMBARAN UMUM KABUPATEN BUTON UTARA
A. Administrasi Wilayah
B. Konsisi Sosial Ekonomi
C. Pendidikan
D. Kesehatan
E. Infrastruktur
F. Pemerintahan
Bab 3. MASALAH PELUANG DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN
A. Permasaalahan
B. Analisis Faktor Internal dan Eksternal
Bab 4. VISI, MISI dan STRATEGI DAN PENDEKATAN PEMBANGUNAN
Bab 5. KEBIJAKAN DAN PROGRAM POKOK
Bab 6. PENUTUP
A. ADMINISTRASI WILAYAH
Kabupaten Buton Utara adalah salah satu Kabupeten di Provinsi Sulawesi
Tenggara, yaitu wilayahnya meliputi sebagian Pulau Buton bagian Utara, serta pulaupulau kecil yang tersebar disekitar kawasan tersebut.
Kabupaten Buton Utara Terletak dibagian Selatan Katulistiwa pada garis
lintang 4006’ samapi 5015’ Lintang Selatan dan dari Barat ke Timur 122 059’ Bujur
Timur sampai dengan 1230 Bujur Timur.
Kabupaten Buton Utara disebelah Utara berbatasan dengan selat Wawonii,
Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda Selatan dengan Kabupaten Buton dan
sebelah barat berbatasan dengan Selat Buton dan Kabupaten Muna.
Kabupaten Buton Utara secara administrative terdiri dari 6 Kecamatan
definitiv selanjutnya terbagi atas 49 Desa, 8 Kelurahan dan 2 unit pemukiman
transmigrasi (UPT) yang masi dalam tahap pembinaan dinas tenaga kerja dan
transmigrasi Kabupaten Buton Utara. Luas daratan Kabupaten Buton Utara seluas
1.923,03 km atau 192.303 hektar yang terletak dibagian utara Pulau Buton. Dari 6
kecamatan yang berada di Kabupaten Buton Utara, Kecamatan Bonegunu merupakan
Kecamatan yang memiliki wilayah yang paling luas disbanding Kecamatan lainnya,
yaitu seluas 491,44 km atau 25,56 persen dari seluruh luas Kabupaten Buton Utara
Selanjutnya disusul Kecamatan Kulisusu Barat seluas 370,47 km atau 19,26
persen, Kecamatan Kulisusu Utara seluas 339,64 km atau 17,66 persen, Kecamatan
Kambowa Seluas 303,64 km atau 15,78 persen. Selanjutnya 2 kecamatan lainnya
memiliki wilayah yang lebih kecil masing-masing kecamatan Wakorumba seluas
245,26 km atau 12,75 persen dan yang terahir adalah Kecamatan Kulisusu seluas
172,78 km atau 8,98 persen dari seluruh luas Wilayah Kabupaten Buton Utara.
B.
KONSISI SOSIAL EKONOMI
1. Penduduk
Penduduk Kabupaten Buton Utara berjumlah 48.700 jiwa yang terdiri dari
penduduk laki-lakai 23.389 jiwa dan penduduk perempuan sebesar 25.311 jiwa
dengan jumlah rumaht angga sebesar 12.508 Kepala Keluaraga (KK).
Penduduk Kabupaten Buon Utara terbesar di 6 (enam) Kecamatan yakni
Kecamatan Bonegunu sebesar 7.252 jiwa (14,89) persen Kecamatan Kambowa
5.364 jiwa (11,01) persen, Kecamatan Wakorumba 6.096 jiwa (12,52) persen,
Kecamatan Kulisusu 17.100 jiwa (35,11) persen, Kecamatan Kulisusu Barat
5.978 jiwa (12,28) persen dan Kecamatan Kulisusu Utara sebesar 6.910 jiwa
(14,19) persen.
Terdapat perbedaan mengenai penduduk yang bekerja dan menganggur
antara penduduk laki-laki dan perempuan, dimana presentasi penduduk
perempuan yang mengaggur lebih dua kali lipat disbanding laki-laki. Tercatat
penduduk laki-laki yang menganggur sebanyak 1,85 persen sedangkan
penduduk perempuan yang menganggur sebanyak 4,99 persen.
Untuk penduduk yang termasuk dalam kategori Bukan Angkatan Kerja
kegiatan yang paling banyak adalah mengurus rumah tangga (15,46) persen
disusul kemudian sekolah (9,58) persen. Terdapat perbedaan yang sangat
mencolok apabila dilihat menurut jenis kelamin. Apabila sebagian besar
penduduk laki-laki adalah mempunyai kegiatan sekolah yaitu sebanayak 8.73
persen dari seluruh penduduk usia 10 tahun ke atas, maka penduduk perempuan
yang sekolah adalah sebesar 10,34 persen. Selanjutnya penduduk kabupaten
buton utara usia 10 tahun keatas yang mengurus rumah tangga adalah sebesar
14,46 persen. Terdapat perbedaan yang sangat menyolok antara penduduk lakilaki dan perempuan, dimana untuk penduduk laki-laki sebanyak 2,56 persen
dan
penduduk
perempuan
sebanyak
27,10
persen
2. Penggunaan tanah
Secara umum total penggunaan tanah di Kabupaten Buton Utara tahun
2008 mencapai 192303 hektar. Rincian penggunaan tanah tersebut yang terluas
adalah arela hutan Negara seluas 59.834 hektar atau sebesar 31,11 persen dari
seluruh luas wilayah Kabupaten Buton Utara. Penggunaan terlaus berikut
adalah untuk kebutuhan lainya dan lahan yang sementara tidak diusahakan
dengan luas masing-masing 45.565 hektar (18,49 persen) dan 34.946 hektar
atau 18,37 persen dari luas wilayah Kabupaten Buton Utara. Selanjutnya adalah
berupa areal perkebunana seluas 30.130 hektar atau 15,67 persen, menyususl
tanaman kayu-kayuan seluas 12.436 hektar atau 6,47 persen. Presentase lahan
yang dimanfaatkan untuk tanaman kayu-kayuan relatif luas karena sebagaian
besar masyarakat lagi giat melakukan kegiatan penanaman tanaman kehutanan
seperti jati pada lahan yang mereka miliki. Sementara yang terkecil adalah
berupa padang rumput seluas 147 hektar atau 0,08 persen dari seluruh luas
lahan di Kabupaten Buton Uatara.
Sementara itu luas tanah sawa ada 1.962 hektar atau 1,02 persen yang
sudah diusahakan seluas 400 hektar atau 0,21 persen, sedangakan yang tidak
diusahakan seluas 1.562 hektar atau 0,81 persen. Besarnya lahan sawa yang
belum diusahakan disebapkan sarana pengaiaran berupa irigasi belum tersedia
dengan memadai sehingga pengolahan lahan sawa pada umumnya tergantung
pada curah hujan.
3. Tanaman pangan
Produksi padi Kabupaten Buton Uatara tahun 2008 berjumlah 2.011 ton
yang terdiri dari padi sawa sebanyak 544 ton (27,05 persen) dan padi ladang
sebanyak 1.467 ton (72,95 persen) dari total produksi padi. Pada tahun 2008
luas panen padi tercatat 1.783 hektar terdiri dari luas panen padi sawa seluas
390 hektar dengan rata-rata produksi 13,90 kwintal perhektar dan luas panen
padi ladang seluas 1.392,5 hektar dengan rata-rata produksi 10,5 kwintal
perhektar.
Sementara itu produksi jagung selama tahun 2008 adalah sebesar 1.968,
90 ton dengan luas panen seluas 1.940 hektar dan rata-rata produksi 10,1
kwintal perhektar.
Produksi ubi kayau tahun 2008 mencapai 9.969,8 ton dengan luas panen
1.085 hektar serta rata-rata produksi atau produktifitas mencapai 91,9 kwintal
perhektar, sedangkan untuk komoditi ubi jalar dari luas panen 28,25 hektar
prouksi tercatat sebesar 873 ton yang berarti rata-rata produksi 31 kwintal
perhektar.
Luas panen tanaman kacang tanah di kabupaten buton utara mencapai
151 hektar dengan produksi sebesar 169,2 ton dan rata-rata produksi per hektar
sebesar 11,2 kwintal perhektar. Selanjutnya produksi kacang kedelai dan
kacang hijau yaitu masing-masing sebanyak 86,95 ton dan 233,76 ton dari luas
panen kedua jenis tanaman yakni masing-masing seluas 100,25 hektar untuk
kacang kedelai dan 159,75 hektar untuk kacang hiajau.
4. Tanaman perkebunaan
Produksi kelepaa tahun 2008 mencapai 3.593 ton dengan luas tanaman
berjumlah 4.105 hektar. Sementara itu tanaman jambu mete yang mencapai luas
tanaman 7.044 hektar memperoleh produksi sebanyak 2.505, 8 ton sedangkan
jumlah produksi tanamaan coklat/kakao tahun2008 mencapai 851,7 ton
Selain 3 (tiga) komoditi diatas yang dikembangkan di Kabupaten Buton
Utara, juga terdapat komoditi lain seperti tanaman kopi tahun 2008 produksinya
mencapai 513,4 ton dengan luas tanaman 153,3 hektar. Disamping itu tanaman
kapuk seluas 84,5 hektar dengan produksi 22 ton lada seluas 74,5 hektar
mempunyai produksi 25,8 ton serta cengkeh tahun 2008 produksinya mencapai
9,6 ton dengan luas sebesar 89 hektar.
5. Peternakan
Secara keseluruhan populasi ternak besar berupa sapi tahun 2008
berjumlah 2.962 ekor tersebar di semua Kecamatan, di Kecamaatn Bonegunu
jumlah ternak sapi sebanayak 501 ekor, Kecamatan Kambowa 450 ekor,
Wakorumba 835 ekor, Kulisusu 603 ekor, Kulisusu Barat 213 ekor dan
Kulisusus Utara 300 ekor. Sedangkan untuk kerbau terdapat 47 ekor dimana 29
ekor ada di kecamatan Wakorumba dan 18 ekor terdapat dikecamatan bone
gunu.
Khusus ternak kecil berupa kambIng juga menyebar diseluruh Kecamatan
dalam Wilaya Kabupaten Buton Utara. Jumlah popilasi kambing tahun 2008
sebanayak 1.750 ekor terdapat di Kecamatan Bonegunu 413 ekor, Kambowa
211 ekor, WakorumBa 109 ekor Kulisusu 731 ekor Kulisusu Barat 92 ekor dan
Kulisusus Utara bejumlah 93 ekor.
6. Perikanan
Jumlah produksi ikan tangkap tahun 2008 berjumlah 3.004 ton terdapat di
Kecamatan Bonegunu sebesar 292,3 ton, Kambowa 430,22 ton, Wakorumba
240,44 ton, Kulisusu 651,56 ton, Kulisusu barat sebanyak 136,28 ton dan
Kulisusu Utara sebesar 1.253,35 ton.
Selain perikanan dikabupaten buton uatara dikembangkan usaha budidaya
rumput laut yang terdapat diseluruh kecamatan. Tahun 2008 produksi rumput
laut mencapai 11.898 ton dengan produksi pada masing-masing Kecamatan
adalah Kecamatan Bonegunu sebesar 760,7 ton, Kambowa 745 ton,
Wakorumba 270 ton, Kulisusu 8760 ton, kulisusu barat 741,7 ton dan kulisusu
utara sebanyak 621 ton. Selain itu juga terdapat produksi hasil laut lainya
berupa kepiting, udang, kerang dan lainnya yang masi sangat potensil untuk di
kembangkan di Kabpaten Buton Uatara.
7. Kehutanan
Kawasan hutan merupakan salah satu luas kawasan Kabupaten Buton
Utara yang terbesar, yaitu seluas 59.834 hektar atau 32,11 prsen dari seluruh
Luas Kabupaten Buton Utara.
Jenis kawasan hutan yang terluas di Kabupaten Buton Utara adalah
berupa hutan produksi yang dapat di konfersi yaitu seluas 33.14 hektar atau
55,68 persen dari seluruh luas kawasan hutan, kemudian disusul hutan produksi
terbatas (limitet productif forest) seluas 10.515 hektar atau 17,61 persen
kawasan hutan lindung (proctetion forest) seluas 9.464 hektar (15,82 persen),
serta hutan produksi biasa (productif forest) seluas 6.521 hektar atau sebesar
10,90 persen dari seluruh luas kawasan hutan Buton Utara. Sdeangkan untuk
kawasan hutan wisata (park and reserfation forest) belum dipetakan
dikabupaten Buton Uatara.
8. Industry
Usaha industri yang paling banyak adalah industri makanan dan minuman
yaitu 1.285 usaha dengan jumlah tenaga kerja 2772 orang atau 62,90 persen
dari total tenaga kerja di sekitar industri. Kemudian industri kayu berjumlah
732 usaha dengan jumlah tenaga kerja 1.212 atau 27,50 persen sedangkan
industri lainnya sebanyak 244 usaha dan tenaga kerja yang diserap sebanyak
423 orang atau 9,60 persen.
Jumlah tenaga kerja usaha penggalian kerikil di Kabupaten Buton Utara
tahun 2008 sebesar 15 tenaga kerja dengan produksi 2.700 m3 , usaha
penggalian pasir menyerap tenaga kerja 172 orang dengan produksi sebesar
15.040 m3, sedangkan usaha penggalian batu gunung mempunyai 198 orang
tenaga kerja dengan total produksi 7.408 m3.
9. Perdagangan
Jenis komoditi yang paling banyak diperdagangkan berupa hasil
perikanan termasuk rumput laut yaitu sebesar 27.604 ton dengan nilai
perdagangan sebesar Rp 315.401 ribu rupiah.Kemudian menyusul kayu rimba
3
gergajian dengan volume sebesar 7.200 m sebesar Rp.14.400 ribu. Selain itu
hasil perkebunan juga memberikan kontribusi yang cukup besar diantaranya
coklat/kakao sebnyak 498 ton dengan nilai Rp.9.462.000 ribu, kemudian kopra
sebanyak 2.337 ton dengan nilai Rp.5.842.500 ribu serta jambu mete sebanyak
629 ton dengan nilai perdagangan sebanyak Rp.4.088.500 ribu. Selain itu juga
ada komoditi hasil pertanian tanaman pangan, hasil hutan berupa rotan,serta
hasil petrnakan. Sedangkan untuk hasil penggalian dan hasil industry/kerajinan
datanya belum tersedia.
Jumlah pasar di Kabupaten Buton Utara sebanyak 24 unit terdri dari 14
unit pasar dengan bangunan permanen dan 10 unit pasar tanpa bangunan
permanen. Pasar dengan bangunan permanen terdapat di kecamatan bonegunu 4
unit, Kecamatan Kambowa 1 unit, Kecamatan Wakorumba 7 unit dan
Kecamatan Kulisusu 2 unit. Selanjutnya pasar tanpa bangunan permanen
terdapat Kecamatan Kambowa 4 unit, Kecamaatn Wakorumba 1 unit dan
Kecamatan Kulisusu Barat 2 unit. Selanjutnya pasar tanpa bangunan permanen
terdapat di Kecamatan Kambowa 4 unit Kecamatan Wakorumba 1 unit dan
Kecamatan Kulisusu Barat 2 unit. Disamping itu juga terdapat kios yang
menyediakan 9 bahan pokok/barang campuran yang berjumlah 1.362 buah
terdri dari kios permanen 641 buah dan kios tidak permanen 721 buah.
Rumh makan hanya terdapat di Kecamatan Kulisusu berjumlah 5 buah,
sedangkan warung makan berjumlah 13 buah terdapat di Kecamatan Bonegunu
4 buah, Kecamatan Kulisusu 6 buah dan Kulisusu Barat 3 buah. Banyaknya
beras yang disalurkan untuk keluarga miskin menurut Kecamatan. Tahun 2007
jumlah beras yang disalurkan sebanyak 658,68 ton dan tahun 2008 menjadi
1.570, 98 ton dengan jumlah terbanyak terdapat di Kecamatan Kulisusu
sebanayak 470,40 ton dan yang terkecil tersalur di Kecamatan Kambowa
sebanyak
166,25
ton.
C. PENDIDIKAN
Hingga tahun 1983, kenyataan menunjukan masi 16,4% penduduk usia
SD (7-12 tahun) dalam kondisi tidak sekola. Beranjak dari realita itu, pada
tahun 1984 pemerintah mencanankan gerakan wajib belajar anak usia 7-12
tahun. Selain bertujuan untuk mereduksi persentase penduduk yang tidak tamat
SD secara implicit kebijakan ini juga menegaskan bahwa pendidikan SD
merupakan suatu kebutuhan dasar bagi setiap penduduk.
Pada tahun ajaran 2008 jumlah sekolah Taman kanak-kanak (TK)
berjumlah 36 unit dengan jumlah guru 59 orang serta murid berjumlah 1.565
orang. Rasio murid terhadap guru adalah 27 yang bearti setiap 1 orang guru
terdapat 27 murid.
Jumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Buton Utara tahun 2008 adalah
70 unit yang tersebar di 6 Kecamatan dengan jumla guru 529 orang serta
jumlah murit sebanyak 9.533 orang. Kecamatan Kulisusu adalah Kecamatan
yang memiliki sekolah dasar terbanyak yaitu 23 unit dan gurunya berjumlah
197 orang dengan jumlah murid 3271 orang, menyusul Kecamatan Bonegunu
dan Wakorumba masing-masing terdapat 11 unit, Kecamatan Kulisusu Utara
ada 9 unit dan yang paling sedikit adalah Kecamatan Kambowa dan Kecamatan
Kulisusu Barat, Masing-masing mempunyai sekolah dasar 8 unit. Adapun rasio
murid sekolah dasar terhadap guru adalah 18 dan yang paling tinggi terdapat di
Kecamatan Kulsusu Barat sebanyak 24 dan yang paling kecil adalah
Kecamatan Kulisusu sebesar 17. Kecilnya rasio murit seko;ah dasar per guru di
kecamatan kulisusu dsebapkan pertambahan guru yang relative besar, dimana
tahun 2007 sebanyak 107 orang dan tahun 2008 meningkat menjadi 197 orang.
Pada tingkat menengah pertama (SMP) di Kabupaten Buton Utara
berjumlah 19 unit, dengan jumlah guru 246 orang serta jumlah murit sebanyak
3501 orang. Pembangunan sarana pendidikan SMP di Kabupaten Buton Utara
sudah ada di setiap kecamatan bahkan dikecaatan kulisusu terdapat 8 unit SMP.
Kecamatan Bonegunu ada 4 unit, Kecamatan Kmbowa, Wakorumba dan
Kulisusu Utara masing-masing dua unit serta Kecamatan Kulisusu Barat
terdapat 1 unit SMP. Dilihat dari rasio murit terhadap guru untuk tingkat SMP
rata-rata 14.
Pembangunan pendidikan tingkat sekolah menenga atas (SLTA) di
Kabupaten Buton Utara juga telah menjangkau disemua Kecamatan bahkan di
Kecamatan Bonegunu, Kulisusu dan Kulisusu Utara terdapat 2 unit SLTA,
sedangkan di Kecamatan lainnya masing-masing terdapat 1 unit. Jumlah sekola
menenga atas di kabupaten buton utara sebanayak 9 unit, dengan 152 orang
guru dengan siswa berjumlah 2264 orang
Adapun rasio murid terhadap guru adalah rata-rata 15 yang tertinggi
terdapat di Kecamatan Bonegunu rata-rata 22 dan yang paling rendah
Kecamatan Kambowa rata-rata 6.
D. KESEHATAN
Jumlah tenaga kerja di Kabupaten Buton Utara terdiri dari 3 orang dokter
masing-masing 2 orang dokter laki-laki dan 1 orang dokter perempuan.
Disamping iu terdapat 20 orang tenaga bidan, 81 orang tenaga kesehatan
lainnya dari 140 orang dukun bayi yang terbesar di 8 kecamatan se Kabupaten
Buton Utara
Salah satu program nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam
kaitannya dalam kesehatan balita adalah program imunisasi atau yang terkenal
dengan nama PIN. Imunisasi dimaksudkan untuk member kekebalan/imun
kepada balita terhadap kemungkinan terserang penyakit tertentu. Artinya, dari
segi kesehatan sangatlah perlu bagi seorang anak untuk mendapatkan imunisasi.
Jumlah orang yang diimunisasi tahun 2008 untuk jenis faksinasi BCG
berjumlah 1.407 orang, DPT 1 sebanyak 1.515 orang, DPT 2 TERCATAT
SEbanyak
1.488
orang
dan
DPT
3
berjumla
1.461
orang.
Untuk jenis faksinasi polio 1 berjumlah 1524 orang kemudian polio 2
sebanyak 1488 orang polio 3 ada 1568 orang, polio 4 sebesar 1326 orang dan
campak juga berjumlah 1326 orang.
Jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Kabupaten Buton
Utara tahun 2008 adalah jeis penyakit infeksi saluran pernafasan atas dengan
penderita bejumlah 6378 penderita, menyusul diare yang mencapai 2537
penderita penyakit lain pada saluran pernfasan tercatat 1932 penderita dan
penyakit kulit karena infeksi sejumlah 1830 penderita. Selanjtnya penderita
malaria sebanyak 1784 penderita, bronchitis sebanyak 1558 penderita, penyakit
kulit karena alergi dan kecelakaan dengan jumlah penderita masing-masing
sebanyak 1107 dan 971 penderita.
Jumlah klinik KB di Kabupaten Buton Utara tahun 2008 berjumlah 10
buah dimana untuk Kecamatan Bonegunu, Kulisusu, Kulisusu Barat, dan
Kulisusu Utara masing-masing 2 buah sedangkan untuk Kecamatan Kambowa
dan Wakorumba masing-masing 1 buah.
Untuk pelayanan akseptor barualat kontrasepsi yang paling banyak
digunakan adalah suntikan sebanyak 753 akseptor (53,18) persen, pil sebanyak
535 akseptor (37,78) persen, serta IMP sebanyak 93 apsektor atau 6,43 persen
dan kondom sebanyak 29 apsekotor atau 2,33 persen dari seluruh apsektor baru
tahun 2008.
E. TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI
1.
Prasarana jalan
Secara umum kondisi jalan di Kabupaten Buton Utara tahun 2007, baik
jalan Provinsi maupun jalan Kabpaten dan jembatan yang menghubungkan
antar Kabupaten Kecamatan maupun antar Desa adalah rusak berat. Panjang
jalan yang menjadi kewenangan provinsi adalah 66,0 km dan jalan kabupaten
sepanjang 180 km. panjang jalan tersebut sama dengan keadaan selama tahun
2007 kemudian menurut permukaan selama tahun 2008, jalan profinsi yang
telah di aspal sdepanjang 9.0 km dan tidak di aspal sepanjang 57 km, sedangkan
jalan kabupaten sepanjang 180,0 km seluruhnya belum teraspal/aspal rusak. dan
menurut klasifikasi jalan seluruh panjang jalan tidak dirinci.
2. Angkutan darat
Jumlah mobil tahun 2008 sebanayak 57 buah terdiri dari mini bus 2 buah,
truk 16 buah dan mikrolet 39 buah. Sedangkan ojek sepeda motor berjumlah
597 buah tersebar disemua kecamatan dalam wilayah kabpaten buton utara dan
gerobak tercatat 221 buah terdapat diseluruh Kecamaatn di Kabupaten Buton
Utara
3. Angkutan laut
Jumla prasarana angkutan laut berupa perahu bermotor sebanya 109 buah
terdapat di Kecamatan Bonegunu 31 buah, Kecamatan Wakorumba 34 buah,
Kecamatan Kulisusu 17 buah, Kecamatan Kulisusu Barat 4 buah, dan
Kecamatan Kulisusu Utara berjumlah 23 buah. Sementara itu jumlah perahu tak
bermotor sebesar 327 buah terdapat di Kecamatan Bonegunu, Kambowa,
Kulisusus, Kulisusus Barat dan Kukisusus Utara. Sedangkan kapal motor ada 8
buah terdapat di Kecamatan Kulisusu Utara. Disamping itu jumlah katingting
atau jonson berjumlah 414 buah terdapat disemua Kecamatan dalam wilayah
Kabupaten Buton Utara.
4. Komunikasi
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, berkomunikasi merupakan
salah satu kebutuhan yang sangat mandasar, slah satu alat/media berkomunikasi
adalah melalu pos dan giro.
Selain kantor pos pembantu untuk memperlancar arus informasi di
kabupaten buton utara , juga telah tersedia wartel sebagai sarana komunikasi
yang
digunakan
masyarakat.
Disamping itu untuk beberapa wilayah Kabupaten Buton Utara telah
dapat mengakses jaringan komunikasi seluler, sedangkan untuk wilayah lainya
telah menjadi program urama pemerintah Kabupaten Buton Utara untuk
pembangunan jaringan telepon seluler.
Dengan di undangkannya undang-undang nomor 14 tahun 2007 tanggal 2
januari 2007
tentang pembentukan Kabupaten Buton Utara di Provinsi
Sulawesi Tenggara yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Muna, maka
pembagian wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Buton Utara meliputi
6 kecamatan yaitu Kecamatan Bonegunu, Kecamatan Kambowa, Kecamatan
Wakorumba, Kecamatan Kulisususu, Kecamatan Kulisusu Barat,
dan
Kecamatan Klisusu Utara.
Dari 6 (enam) kecematan tersebut, selanjutnya terbagi menjadi 49 buah
desa. 8 kelurahan dan 2 (dua) buah unit pmukiman transmigrasi (UPT) yang
masi menjadi tanggung jawab dinas tenaga kerja dan transmigrasi dalam
pembinaanya.
Sejalan dengan terbentuknya pemerintah Kabupaten Buton Utara, juga
diiringi dengan pengengkatan anggota dewan perwakilan rakyat daerah
(DPRD) Kabupaten Buton Utara yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari
laki-laki 17 orang dan perempuan 3 orang dari hasil pemilihan legis latif tahun
2009-2014
A. PERMASAALAHAN
Secara umum permasaalahan yang dihadapi dalam pembangunan lima
tahun kedepan adalah: bagaimana mengembangkan potensi yang ada melalui
suatu sistem manajemen pemerintahan yang lebih berpihak pada masyarakat
serta dengan mengarahkan sumberdaya yang dimiliki untuk dikembangkan
melalui program-program pembangunan masyarakat bersifat pragmatis dan
memecahkan prsoalan yang dhadapi terutama di desa-desa.
Sedangkan beberapa permasaalahan pokok yang perlu mendapatkan
perhatian penanganan pembangunan dalam kaitanya dengan upaya untuk
mengatasi permasaalahan secara umum tersebut yaitu:
1. Bagaimana mempercepat dan mengebangkan pembangunan infastruktur
wilayah, infrastruktur perekonomian dan infrastruktur pelayanan umum
(kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan).
2. Bagaimana mengembangkan jaringan tataniaga komoditas masyarakat,
menyediakan informasi pasar serta mengembangkan jaringan transportasi
barang dan jasa, serta menciptakan iklim berusaha dan investasi yang
kondusif .
3. Bagaimana meningkatkan kapasitas aparat desa dan kecamatan serta fasilitas
pendudukan
dan
insentifinya.
B. ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
Untuk mengatasi permasaalahan tersebut diatas maka perlu untuk melihat
kondisi internal dan eksternal Sulawesi Tenggara berkaitan dengan kekuatan
dan kelemahan serta fasilitas pendukung dan intensifnya
1. Kekuatan.
Factor-faktor yang menjadi kekuatan dalam pembangunana kabupaten Buton
Utara diidentifikasi sebagai berikut:
a. Potensi pengembangan budi daya pertanian dalam arti luas yaitu pertanian
tanaman pangan, horticultura, perkebunan dan peternakan.
b. Potensi kehutanan baik hutan alam maupun hutan tanaman.
c. Potensi pertambangan nikel, aspal, dan minyak bumi.
d. Potensi perikanan tambak ikan dan udang
e. Potensi perikanan tangkap
f. Potensi hasil laut selain ikan.
g. Potensi budidaya perikanan laut
h. Potensi sumberdaya pariwisata, wisata alam dan wisata budaya serta situs
budaya lainya yang bernilai sejarah.
i. Potensi sumberdaya pmanusia seperti petani dan nelayan yang cukup
terampil.
j. Akses terhadap pasar yang cukup baik
k. Keberadaan lembaga pemerintahan hingga ke daerah terpencil
l. Akses keseluruh wilayah yang relative terbuka dan dapat dijangkau.
2. Kelemahan
a. Belum semua akses masyarakat mendapat akses kepada sumber-sumber
keuangan(modal).
b. Belum tergarapnya sumberdaya alam yang tersedia secara optimal.
c. Masih terbatasnya regulasi untuk mengatur dan mengembangkan potensi
sumberdaya untuk kesejahtraan masyarakat.
d. Belum tertatanya jaringan tataniaga yang memungkinkan para petani dan
nelayan dapat menjual hasilnya dengan harga yang menguntungkan.
e. Masih terbatasnya infrastruktur pelayanan dasar untuk mendukung usahausaha ekonomi secara layak serta terbatasnya pelayanan pendidikan dan
kesehatan serta pelayanan pemerintahan secara optimal.
3. Peluang
Beberapa peluang pembangunan yang dikembangkan adalah:
a. Beberapa produk pertanian dalam arti luas seperti kakao, merica, ternak sapi,
cukup tersedia dan memiliki pasar domestic, nasional serta secara
internasional secara luas.
b. Produk hasil laut seperti ikan tangkap, ikan kerapu, lobster dan hasil laut
lainnya cukup dikenal dipasar nasional maupun internasional.
c. Potensi sumberdaya alam daratan
memungkinkan untuk dikembangkan.
dan
lautan
yang
masih
sangat
d. Potensi pertambangan aspal dan nikel, sangat memungkinkan untuk
dikembangkan dalam bentuk investasi daerah menguntungkan.
e. Tersedianya lembaga-lembaga keuangan seprti perbankan dan lembaga
keuangan nasional didaerah ini yang dapat mendorong pembangunan
perekonomian masyarakat didaerah ini.
4. Ancaman
a. Situasi bangsa Indonesia akhir-akhir ini yang banyak diwarnai demonstrasi.
b. Situasi politik dibutur yang hangat menjelang pilkada.
Visi
“Mewujudkan Kabupaten Buton Utara yang Egaliter 2016-2021”
A. MISI (AGENDA UTAMA)
Untuk mewujudkan visi pembangunan tersebut akan dilaksanakan misi
atau agenda utama pembangunan sebagai berikut:
1. Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Pelayanan Dasar.
2. Pengembangan Kualitas sumberdaya Manusia .
3. Pembangunan Ekonomi Masyarakat dan Mendorong Investasi Daerah.
4. Oenguatan pemerintahan daerah.
5. Aktualisasi budaya msyarakat buton utara;
B. STRATEGI PEMBANGUNAN
1. Pembangunana Pusat-Pusat Pertumbuhan, Berbasis Potensi Wilayah
Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat
serta mendorong perkembangan daerah maka terutama ekonomi masyarakat
melalui potensi dan kapasitas masyarakat maka mendorong pusat-pusat
pertumbuhan adalah merupakan salah satu pilhan yang tepat. Mealui strategi
pendekatan ini maka dalam lima tahun kedepan pemerintah akan menstimulasi
pembangunan pusat-pusat pertumbuhan sesuai dengan potensi wilayah dan
rencana penataan ruang. Melalui stimulus yang diberikan diharapkan
masyarakat dapat mengembangkan potensi yang ada seperti apa yang sudah
berjalan selama ini.
2. Pembangunan berwawasana lingkungan dan berkelanjutan (enviromental
suspainnable development)
Bumi tempat kita berpijak ini adalah merupakan satu-satunya penopang
kehidupan umat manusia, yang tidak bertambah luasnya. Tetapi dilain pihak
populasi masia terus bertambah, dimana pertambahan populasi secara otomatis
mendorong pertambahan penggunaan lahan, tanah dan air. Karena itu kita
semua harus sadar untuk memanfaatkan setiap jengkal tanah kita dengan baik,
meningkatkan produktifitasnya serta menjaga fungsi-fungsi ekosistemnya.
Karena itu pembangunan yang berwawasan lingkungan tidak sekedar
melestarikan lingkungan hidup, tetapi bagaimana memanfaatkan sumber daya
alam secara berkelanjutan melalui pemeliharaan nlingkungan.
3.
pengaruh keutamaan gender (gender mainstreaming)
Pepata lama yang masi sanagat relefan dan sesuai dengan kultur bangsa
kita khusus masyarakat buton utara adalah Surga Berada Di Bawa Telapak
Kaki Ibu peghormatan terhadap perempuan adalah merupakan harga diri bagi
kita semua. Secara statistic jumlah perempuan di Kabupaten Butoan Utara ±
52%. Ini berarti potensi perempuan di daerah ini cukup besar. Karena itu
pengarus utamaan gender merupakan salah satu strategi pembangunan, dimana
peran serta kaum perempuan akan ditingkatkan disemualini kehidupan
masyarakat, walaupun demikian pemberian peran tersebut harus dibarengi
dengan
profesionalisme
dan
kapabilitasnya.
Pembangunana pada hakikatnya merupakan upaya sadar yang dilakukan
untuk menciptakan kondisi kemasyarakatan dan kewilayahan lebih dari waktu
kewaktu. Sebab itu pembangunan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan
manusia secara langsung maupun tidak langsung yang tertuang dalam kebijakan
dan program yang akan menjadi arahan pelaksanaannya.
Kabupaten Buton Utara yang sudah memasuki usia 8 tahun perlu
percepatan seluruh aspek pembanguan agar dapat sejajar dengan perkembangan
kabupaten lainnya di Sulawesi Tenggara. Hal ini sangat memungkinkan karena
sebagai
daerah
otonom
Kabupaten
Buton
Uatar
memiliki
anggaran
pembangunan secara tetap, memiliki potensi sumberdaya alam yang dapat di
manfaatkan untuk mampercepa pembangunan daerah dan sumberdaya manusia
yang sangat memadai. Karena itu kebijakan dan program pembangunan dalam
rangka melaksanakan visi dan misi pembangunan sebagai mana di sebutkan
diarahkan untuk memecahkan berbagai permasaalahan dan mengembangkan
potensi pembangunan yaitu potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan
potensi anggaran yang tersedia untuk mengaktualisasikan agenda-agenda
pembangunan yang telah ditetapkan dalam misi pembangunan Kabupaten
Buton Utara.
A.
AGENDA
MEMPERCEPAT
PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR
PELAYANAN DASAR
1. KEBIJAKAN UMUM
Kebijakan pembangunna infrastruktur pelayanan dasar ditujukan untuk
mengaselerasi perkembanagan wilayah melalui pembangunan jalan jembatan
dan penyebrangan untuk menghubungkan seluruh pusat-pusat pemerintahaan
kecamatan, membuka isolasi desa-desa dan kawasan potensi ekonomi, serta
memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan secara merata kepada seluruh
masyarakat kabupaten buton utarayang disinkornkan dengan kebijakan
pembangunana pemerintah pusat dan pemerintah profinsi Sulawesi tenggara.
Pembangunan infrastruktur pelayanan dasar yang di maksdukan adalah
meliputi:
1. Infrastruktur trasnportsi, jalan, jembatan, pelabuhan laut, pelabuhan
penyebrangan dan irigasi.
2. Infrastruktur pelayanan kesehatan meliputi rumah sakit, puskesmas dan
polindes.
3. Infrastruktur perekonomian meliputi pusat perbelanjaan pasar .
4. Infrastruktur pemerintahan meliputi perkantoran kabupaten, kecamatan,
desa dan kelurahan.
2. Program pokok
Beberapa program pokok yang akan dikembangakan untuk mendukung
kebijakan tersebut adalah:
a. Pembangunan infrastruktr transportsi
Pengembangan infrastruktur transportsi dityjukan untuk mendukung
pembangunan
wilayah
secara
keseluruhan,
mempermudah
akese
penumpang, barangdan jasa serta mndorong percepatan pembangunan
ekonomi masyarakat dengan program pokok.
1. Pembagunan jalan, jembatan kabupaten untuk:
a) Menghubungkan seluruh ibu kota kecamatan.
b) Menghubungkan sentra-sentra perekonomian serta
c) Membuk isolasi desa.
2. Pembangunan pelabuhan laut
a) Pengembangan pelabuhan utama di Kota Labuan
b) Pembangunan pelabuhan penyebrangan
3. Pembangunna Pelabuhan Penyebrangan
Mendukung pembangunan sarana pendukung pelabuhan penyebrangan
dilabuan, sesuai dengan program pembagunan nasional dan Provinsi
Sulawesi Tenggara
4. Pembangunan Irigasi, ditujukan untuk mengembangkan jaringan irigasi
untuk mendukung pengembangan perasawahan dan pertanian dalam arti
luas.
b. Pembangunan Infrastruktur Pelayanan Kesehatan
Pembangunan infrastruktur pelayanan kesehatan masyarakat dalam
rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya pelayanan
untuk menurunkan angka mortalitas ibu,bayi dan balita serta meningkatkan
pelayanan kesehatan individu dan pelayanan kesehatan masyarakat dengan
program pokok pengembangan infrastruktur antara lain :
1) Pembangunan rumah sakit kabupaten dan labortorium kesehatan
2) Pembangunan dan pengembangan puskesmas serta
3) Pembangunan dan pengembangan polindes di seluruh desa.
c. Pembangunan Infrastruktur Perekonomian
Pembangunan infrastruktur perekonomian ditujukan untuk mempermudah
dan mengembangkan pusat-pusat transaksi dosetiap wilayah agar memudahkan
masyarakat dalam mengakses pasar.Program pokok pembangunan infrstruktur
perekonomian antara lain:
1) Pembangunan pusat perbelanjaan kabupaten
2) Pengembangan dan pembangunan pasar kecamatan serta
3) Pengembangan dan Pembangunan pasar-pasar desa
d. Pembangunan Infrastruktur pemerntahan
Pembangunan infrastruktur pemerintahan ditujukan untuk meningkatkan
pelayanan pemerintahan kepada masyarakat program pokoknya antara lain:
1) Pembangunan perkantoran pemerintah kabupaten
2) Pembangunan dan pengembangan perkantoran kecamatan,dan
3) pengembangan kantor serta fasilitas perkantoran desa dan kelurahan.
e. Pembangunan Infrastruktur Teknis dan Air Bersih
pengembangan jaringan telepon seluler agar informasi dapat menjangkau
semua wilayah butur. Peningkatan ketersediaan air bersih dipedesaan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
B. AGENDA PENGEMBANGAN KUALITAS
SUMBERDAYA
MANUSIA
1. KEBIJAKAN UMUM
Kebijakan
pengembangan
kualitas
sumberdaya
ditujukan
untuk
mempersiapkan sumberdaya manusia masyarakat Buton Utara dalam rangka
mendukung pelaksanaan pembangunan didaerah ini.kebijakan ini terutama
ditujukan untuk peningkatan kualitas intelektual dan kualitas iman dan taqwa.
a. Peningkatan dan Pengembangan Cakupan pendidikan
Ditujukan untuk memberikan pelayanan pendidikan sesuai dengan target
pembangunan
pendidikan
secara
nasional
serta
memberikan
muatan
pengetahuan kepada peserta didik untuk memahami lingkungan sekitarnya.
Kebijakan ini juga terkait dengan prinsip-prinsipkeberpihakan,perlindungan dan
pemberdayaan terhadap stakeholder pendidikan yaitu guru,murid/siswa dan
orang tua murid.Program pokok kebijakan ini adalah:
1) Peningkatan cakupan pendidikan dasar
2) Peningkatan kualitas pendidikan menengah
3) Dukungan terhadap pendidikan tinggi
4) Peningkatan cakupan pendidikan informal
5) Pengembangan pendidikan berbasis gender
6) Pembinaan pemuda dan olahraga
7) Peningkatan kualitas iman dan taqwa
b. Peningkatan dan pengembangan derajat kesehatan masyarakat
Ditujukan
untuk
memberikan
pelayanan
kesehatan
kepada
masyarakat,secara berjenjang melalui sinergitas dengan program nasional
maupun Provinsi Sulawesi Tenggara. Program pokok peningkatan dan
pengembangan derajat kesehatan masyarakat antara lain:
1) Peningkatan
pelayanan
kesehatan
individu,yang
berpihak
masyarakat,terutama peningkatan pelayanan bebas biaya pada instalasi
gawat darurat dan persalinan
2) Peningkatan kesadaran perilaku dan lingkungan sehat.
C. AGENDA PEMBANGUNAN EKONOMI MASYARAKAT DAN INVESTASI
DAERAH
1. KEBIJAKAN UMUM
Upaya pembangunan akan dilakukan melalui pengembangan ekonomi
masyarakat dikaitkan dengan strategi pengembangan pusat-pusat berbasis
potensi
wilayah.
Dengan
demikian
diharapkan
ekonomi
masyarakat
berkembang berdasarkan potensi yang dimiliki .Kegiatan ini akan didukung
dengan pembiayaan murah dan pembangunan infrastruktur perekonomian.
Sedang
pembangunan
investasi
daerah
dilakukan
dengan
mengembangkan iklim investasi yang kondusif yaitu melalui pengembangan
system pelayanan proma dalam pemberian izin (mudah, murah, ramag serta
kepastian waktu dan hokum). Pengembangan investasi daerah juga ditujukan
untuk memperluas lapangan kerja serta membuka kesempatan berusaha melalui
multiplier effect dari investasi. Berdasarkan pendekatan dan strategi
pengembangan pusat-pusat pertumbuhan, maka pengembangan investasi juga
ditujukan untuk menciptakan pusat-pusat perekonomian baru.
2. PROGRAM POKOK
a. Program pokok untuk mendukung upaya pembangunan ekonomi
masyarakat antara lain:
1) Membangun lembaga-lembaga keuangan local yang bersinergi dengan
lembaga perbankan dalam lembaga keuangan lainya.
2) Mengembangkan system proteksi dan subsidi untuk melindungi sumbersumber pendapatan masyarakat.
3) Mendukung ketersediaan sarana produksi pertanian.
b. Pengembangan infestasi daerah akan dilaksanakan melalui program pokok
anatara lain:
1) Pembangunan system informasi digital
2) Pengembangan system pelayanan perizinan terpadu satu pintu
D . AGEDA PENGUATAN PEMERINTAHAN DAERAH
1.
Kebijakan umum
Dimaksudkan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan
berwibawa, lebih berorientasi pada pelayanan masyarakat. pemerintahan yang
transparan dan akuntable, serta bersi dari praktek-praktek kolusi, korupsi dan
nepotisme.
Berdasarkan kebijakan ini maka peningkatan professional dan kinerja
birokrat penataan fungsi-fungsi kelembagaan, peningkatan pelayanan kepada
masyarakat serta disiplin aparat dalam menyelesaikantugas-tugas administrasi
dan
pelayanan
masyarakat
akan
semakin
meningkat.
Agenda
penguatan
pemerintahan
daerah
meliputi
penongkatan
professional aparat dan kelembagaan. Penataan keuangan daerah dan
pengembangan system pengadaan barang dan jasa pemerintah secara
elektronik.
2. Program pokok
Untuk
mendukung
pelaksanaan
kebijakan
agenda
penguatan
pemerintahan daerah maka beberapa ditetapkan beberapa program pokok
sebagai berikut:
a. Peningkatan profesionala dan disiplin aparat.
b. Penataan kelembagaan daerah
c. Penembangan system administrasi keuanagan daerah
d. Disentralisai fiksal melalui pemberian bantuan keyuangan kepala desa
e. Pengembanagan sisten pengadaan barang dana jasa pemerintah secara
elektronik.
E . AGENDA AKTUALISASI BUDAYA BUTON UTARA
1. Kebijakan umum
Kebudayaan merupakan jati diri suatu suku bangsa, yang dapat
memberikan gambaran terhadap karakter ke arifan dan prinsip-prinsi ndalan
menjalankan kehidupanya. Budaya juga dpat dikembangakan menjadi
komodutas ekonomi. Yang dikembangkan melaluipaket-paket para wisata
bahkan dengan paket yang di susun secara profesionla budaya dapat meberikan
ontribusi terhadap pendapatan asli daerah dan defisa Negara
Kebijakan pengembangan aktualisasi budaya Buton Utara diarahkan pada
pengembangan seni budaya masyarakat dan pengembangan kearifan local.
Selain itu juga diarahkan pada refitalsasi situs budaya yang terdapat di
kabupaten
buton
utara
2. Program pokok
Untuk mendukung kebijakan tersebut maka program pokok dalam
pelaksanaan aktualisasi budaya buton utara antara lain:
a. Pengembangan seni budaya masyarakat yaitu lagu daerah, tarian daerah dan
seni cipta lainnya.
b. Pengembangan wisata bahari
c. Pengembanagan norma-norma kearifan local
d. Refitalisasi situs budaya
Pencapaian Visi daan Misi sebagaimana kami jelaskan di atas adalah
merupakan upaya pemikiran, gagasan dan konsep pembangunan kabupaten
buton utara 5 tahun kedepan.
Sesuai peraturan pemerintah nomor 6 tahun 2005 tentang pemilihan,
pengesahan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala
daerah, disebtykan:
 Pasal 55 ayat 4 hari pertama kampanye dilakukan dala rapat paripurna DPRD
dengan acara penyampaian visi, misi dan program dari pasangan calon
secara berurutan dengan waktu yang sama tanpa dilakukan dialog
 Pasal 55 ayat 5 bentuk dan format visi misi dan program sevagai maan di
maksud pada ayat 4 memperhatikan tata cara penyusunana perencanaan,
 Pasal 55 ayat 6 apabila calon pasangan calon terpilih kepala daerah dan wakil
kepala daerah visi misi dan program sebagai mana dimaksud pada ayat 4
menjadi dokumen resmi daerah.
Sesuai peraturan pemerintah tersebut maka gagasan-gagasan yang ami
kemukakan nantinya akan tertuang dalam dokumen RPJMD dan sekaligus
menjadi komitemen kami dlaam menjalankan pemerintahan dalam 5 tahun
kedepan
Karena itu visi misi yang kami susun telah mengikuti tata aturan
perencanaan yang secara muda dan jelas dapat dituangkan dalam rancangan
pembangunan jangka menegah daerah (RPJMD) kabupaten Buton Utara
periode tahun 2016-2021 bila kelak masyarakat buton utara mempercayakan
kami untuk memegang amana sebagai bupati buton utara.
Semoga allah SWT senantiasa meridoi upaya-upaya dan cita-cita
pembangunana di Buton Utara. Amin
CALON BUPATI
CALON WAKIL BUPATI
LAODE ABDUL GANIUN, SE
AHMAD GAMSIR, S.SOS
Download