BAB II

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan penjabaran tentang dasar-dasar teori yang menjadi
landasan dalam perancangan Data Collecting Pencatatan Hasil Pengukuran Beban
Gardu Distribusi Berbasis Mobile.
2.1
Gardu Distribusi
Gardu distribusi merupakan salah satu komponen dari suatu sistem
distribusi yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan ke konsumen atau untuk
membagikan/mendistribusikan
tenaga
listrik
pada
beban/konsumen
baik
konsumen tegangan menengah (TM) maupun konsumen tegangan rendah (TR)
(Daman, 2009).
2.1.1
Jenis-jenis Gardu Distribusi
Gardu distribusi dapat dibedakan dari beberapa hal yang diantaranya
(Daman Suswanto, 2009) :
1. Gardu Hubung
Gardu hubung adalah gardu yang berfungsi untuk membagi beban pada
sejumlah gardu atau untuk menghubungkan satu feeder TM dengan feeder TM
yang lain. Dengan demikian pada gardu ini hanya dilengkapi peralatan hubung
dan bila perlu misalnya untuk melayani konsumen TM dilengkapi dengan alat
pembatas dan pengukur.
2. Gardu Trafo
Gardu Trafo adalah gardu yang akan berfungsi untuk membagikan energi
listrik pada konsumen yang memerlukan tegangan rendah. Dengan demikian pada
gardu trafo dipasang/ditempatkan satu atau dua trafo distribusi yang dipergunakan
untuk merubah tegangan menengah menjadi tegangan rendah selain dari peralatan
hubungnya untuk melayani konsumen tegangan rendah.
5
3. Gardu Open Type (Gardu Sel)
Gardu open type adalah gardu distribusi yang mempunyai peralatan
hubung terbuka. Dimana dalam bekerjanya komponen dalam peralatan hubung,
dapat dengan mudah dilihat mata biasa (dapat diawasi) baik pada saat masuk
(menutup) atau saat keluar (membuka). Biasanya tempat pemasangan peralatan
hubung semacam ini diberi sekat antara satu dengan yang lainnya yang terbuat
dari tembok dan karena hal ini, gardu tembol open type sering disebut gardu sel.
4. Gardu Closed Type (Gardu Kubikel)
Gardu closed type adalah gardu distribusi baik gardu trafo atau gardu
hubung yang memiliki peralatan hubung tertutup. Dimana peralatan hubung baik
untuk incoming, outgoing, pengamatan trafo dan sebagainnya ditempatkan dalam
suatu lemari khusus yang tertutup. Gardu dengan tipe ini sering disebut sebagai
gardu kubikel.
5. Gardu Tembok (Gardu Beton)
Gardu tembok adalah gardu trafo /hubung yang secara keseluruhan
konstruksinya tersebut dari tembok/beton.
Gambar 2.1 Gardu Beton
6. Gardu Kios (Gardu Besi)
Gardu kios adalah gardu yang bangunan keseluruhannya terbuat dari plat
besi dengan konstruksi seperti kios.
6
Gambar 2.2 Gardu Kios
7. Gardu Portal
Gardu portal adalah gardu trafo yang secara keseluruhan instalasinya
dipasang pada 2 buah tiang atau lebih.
Gambar 2.3 Gardu Portal dan Bagan Satu Garis
7
8. Gardu Kontrol
Gardu kontrol adalah gardu trafo yang secara keseluruhan instalasinya
dipasang pada satu tiang.
Gambar 2.4 Gardu Kontrol
2.1.2
Komponen Utama Gardu Distribusi
Secara umum komponen Utama konstruksi gardu distribusi adalah
sebagai berikut:

Transformator

Fuse Cut Out

Arrester

Panel Tegangan Rendah
8

Saklar Pemutus Utama

Fuse jurusan

Pentanahan / Pembumian
2.2
Transformator
Transformator (trafo ) adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan
dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian
listrik yang lain, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi
elektromagnetik (Aditya, 2010).
Gambar 2.5 Transformasi Energi
2.2.1 Sejarah Transformator

1831,
Michael
Faraday
mendemonstrasikan
sebuah
koil
dapat
menghasilkan tegangan dari koil lain

1832, Joseph Henry menemukan bahwa perubahan flux yang cepat dapat
menghasilkan tegangan koil yang cukup tinggi

1836, Nicholas Callan memodifikasi penemuan Henry dengan dua koil.

1850 – 1884, era penemuan generator AC dan penggunaan listrik AC

1885, Georges Westinghouse & William Stanley mengembangkan
transformer berdasarkan generator AC

1889, Mikhail Dolivo-Dobrovolski mengembangkan transformer 3 fasa
pertama
9
2.2.2 Prinsip Dasar Transformator
Prinsip dasar suatu transformator adalah induksi bersama(mutual
induction) antara dua rangkaian yang dihubungkan oleh fluks magnet. Dalam
bentuk yang sederhana, transformator terdiri dari dua buah kumparan induksi
yang secara listrik terpisah tetapi secara magnet dihubungkan oleh suatu path yang
mempunyai relaktansi yang rendah. Kedua kumparan tersebut mempunyai mutual
induction yang tinggi. Jika salah satu kumparan dihubungkan dengan sumber
tegangan bolak-balik, fluks bolak-balik timbul di dalam inti besi yang
dihubungkan dengan kumparan yang lain menyebabkan atau menimbulkan ggl
(gaya gerak listrik) induksi ( sesuai dengan induksi elektromagnet) dari hukum
faraday, Bila arus bolak balik mengalir pada induktor, maka akan timbul gaya
gerak listrik (ggl).
Gambar 2.6 Sejarah Perkembangan Trafo
2.2.3 Simbol Transformator
Di bawah ini merupakan penggambaran symbol trafo 1 Phase dan 3 Phase:
Gambar 2.7 Simbol Transformer 1 phase
10
Gambar 2.8 Simbol Transformer 3 phase
Daya – daya nominal pada 50 Hz dalam KVA:
Untuk transformator-transformator tiga fasa: 5, 10, 20, 30, 50, 75, 100, 125, 160,
200, 250, 325, 400, 500, 630, 800, 1000, 1250, 1600, 2000, 2500, 3150, 4000,
5000, 6300, 8000, 10000, dan seterusnya.
Untuk transformator-transformator satu fasa: 1, 2, 3, 5, 7, 13, 20, 35, 50, 70.
Normalisasi tegangan: 125 V, 220 V, 380 V, dan 500 V untuk tegangan rendah
dan 3 KV, 5 KV, 6 KV, 10 KV, 15 KV, 20 KV, 25 KV, 30 KV, 60 KV, 110 KV,
220 KV, dan 380 KV untuk tegangan tinggi. Data tersebut merupakan nilai
nominal dari Daya, tegangan, frekuensi pada Transformator Distribusi menurut
VDE (asosiasi listrik Jerman).
2.2.4 Macam – macam Trafo
Macam-macam trafo dapat dikelompokkan menjadi :
1.
Trafo Radio
2.
Trafo Pengukuran
3.
Trafo Tenaga
2.2.4.1 Trafo Radio
Trafo yang biasa digunakan pada rangkaian radio dan televisi dengan
tegangan input 220 v/110 v dan tegangan output 48 v – 24 v step down. Dimensi
pada trafo ini sangat kecil dan efisiensi rendah.
11
2.2.4.2 Trafo Pengukuran

Current Transformer
Berfungsi untuk menurunkan besarnya arus listrik pada tegangan tinggi
menjadi arus listrik yang kecil dan diperlukan untuk alat ukur dan
pengaman.
Gambar 2.9 Metering Current Transformer

Potential Transformer
Berfungsi untuk menurunkan besarnya tegangan tinggi menjadi tegangan
rendah yang diperlukan untuk alat ukur dan pengaman/proteksi.
2.2.4.3 Trafo Tenaga
Trafo ini biasanya digunakan pada pemakaian daya dari rumah tangga,
sampai pembangkit , transmisi dan distribusi tenaga listrik. Beberapa alasan
digunakannya trafo ini, antara lain :
1. Tegangan yang dihasilkan sumber tidak sesuai dengan tegangan pemakai
2. Biasanya sumber jauh dari pemakai sehingga perlu tegangan tinggi (pada
jaringan transmisi)
3. Kebutuhan pemakai/beban memerlukan tegangan yang bervariasi.
12
Selain kapasitas daya, dalam pemilihan transformator perlu diperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
1. Bushing
Bushing merupakan salah satu komponen pada transformator sebagai tempat
penghubung antara transformator dengan jaringan luar. Bushing terbuat dari
porselin, dimana porselin ini berfungsi sebagai penyekat antara konduktor
(penghantar yang bertegangan) dengan tangki transformator.
2. Sistem Pendinginan
Dalam memilih transformator kita harus mengetahui system pendinginan yang
digunakan transformator tersebut.
3. Peralatan Proteksi
Transformator Distribusi yang digunakan harus memiliki peralatan proteksi.
4. Indikator
Indikator dalam transformator digunakan untuk mengetahui tinggi dari
permukaan minyak dan temperature / suhu minyak.
5. Tap Changer
Tap Changer adalah perubahan tegangan dari satu tegangan ke tegangan lain
dilakukan dalam keadaan tanpa beban (tegangan off) dan dilakukan secara
manual melalui sebuah tuas.
6. Spesifikasi Teknis Transformator
Untuk pemilihan transformator perlu melihat spesifikasi teknisnya, apakah
transformator tersebut Step Up atau transformator Step Down.
Dari spesifikasi tersebut diperoleh informasi sebagai berikut :
a.
Type
b.
Standar menurut IEC dan SPLN
c.
Rating
d.
Vektor grup
e.
Sifat kelistrikan
f.
Berat dan dimensi
13
Deskripsi kerja transformator dan Step Down adalah sebagai berikut :
a.
Transformator Step Up berfungsi untuk menaikkan tegangan misalnya
dari 400 V pada sisi primer menjadi 20 KV pada sisi sekunder.
b.
Transformator Step Down berfungsi untuk menurunkan tegangan
misalnya dari 20 KV pada sisi primer menjadi 400 V pada sisi sekunder.
2.2.5 Prinsip Kerja
Prinsip kerja suatu transformator adalah induksi bersama (mutual
induction) antara dua rangkaian yang dihubungkan oleh fluks magnet. Dalam
bentuk yang sederhana, transformator terdiri dari dua buah kumparan yang secara
listrik terpisah tetapi secara magnet dihubungkan oleh suatu alur induksi. Kedua
kumparan tersebut mempunyai mutual induction yang tinggi. Jika salah satu
kumparan dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, fluks bolak-balik
timbul di dalam inti besi yang dihubungkan dengan kumparan yang lain
menyebabkan atau menimbulkan ggl (gaya gerak listrik) induksi ( sesuai dengan
induksi elektromagnet) dari hukum faraday.
Gambar 2.10 Rangkaian Transformer
Berdasarkan hukum Faraday yang menyatakan magnitude dari electromotive
force(emf) proporsional terhadap perubahan fluks terhubung dan hukum Lenz
yang menyatakan arah dari emf berlawanan dengan arah fluks sebagai reaksi
perlawanan dari perubahan fluks tersebut didapatkan persaman :
e = emf sesaat (instantaneous emf)
Ψ = fluks terhubung (linked flux)
14
Dan pada transformer ideal yang dieksitasi dengan sumber sinusoidal
berlaku persamaan:
E = Tegangan (rms)
N = jumlah lilitan
Φm = fluks puncak (peak flux)
f = frekuensi
Dan persamaan:
Dikarenakan pada transformer ideal seluruh mutual flux yang dihasilkan salah
satu kumparan akan diterima seutuhnya oleh kumparan yang lainnya tanpa adanya
leakage flux maupun loss lain misalnya berubah menjadi panas. Atas dasar inilah
didapatkan pula persamaan:
P1 = P2
V1.I1 = V2.I2
Gambar 2.11 Grafik Arus, Tegangan dan Fluks yang terjadi
15
2.2.6 Rangkaian Ekuivalen Transformator
Untuk mempermudah analisis dalam pengujian, rangkaian primer dan
sekunder dibuat menjadi sebuah rangkaian yang disebut rangkaian equivalent.
Pada
rangkaian ini rugi tembaga pada sisi sekunder diubah menjadi nilai
ekuivalennya dan dilihat dari arah primer.
Gambar 2.12 Rangkaian ekuivalen transformer
Dimana a adalah rasio perbandingan lilitan kumparan sekunder terhadap
kumparan primer sehingga resistansi sekunder didapatkan :
dan reaktansi sekunder didapatkan:
16
Dari persamaan sebelumnya dapat digambarkan rangkaian ekuivalen
transformer menjadi
Gambar 2.13 Rangkaian ekuivalen yang telah disederhanakan
2.2.7 Transformer Praktis
Pada dasarnya rangkaian ekuivalen transformer praktis sama dengan
transformer ideal, hanya saja ditambahkan rugi-rugi inti yaitu rugi hysterisis dan
rugi arus pusar (eddy current). Rugi-rugi ini digambarkan sebagai induktansi dan
resistansi yang terhubung secara parallel dengan kumparan primer, pada gambar
dilambangkan sebagai Xm untuk induktansi dan Rm untuk resistansi.
Gambar 2.14 Rangkaian ekuivalen transformer praktis
Selain
memperhitungkan
rugi-rugi
inti,
transformer
praktis
juga
memasukkan unsure fluks bocor (leakage flux). Untuk menghitung tegangan
induksi akibat fluks bocor ini dapat dilakukan dengan memodifikasi Φm menjadi
Φl leakage pada persamaan 2.2.
17
2.2.8 Analisis Rugi – Rugi pada Gardu
Perhitungan analisa rugi – rugi atau losses atau susut pada suatu gardu
distribusi dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu :
1. Rugi Trafo ( Rugi Tembaga dan Rugi Inti Besi)
a.
Rugi Tembaga ( Pcu )
Rugi
Tembaga
Rugi
Tembaga
KUMPARAN
PRIMER
SUMBER
FLUKS
BERSAMA
KUMPARAN
SKUNDER
Fluks
bocor
Rugi besi
Histeresis,
Eddy current
Gambar 2.15 Rugi- rugi pada transformator
Rugi yang disebabkan arus beban mengalir pada kawat tembaga
dapat ditulis sebagai berikut :
Pcu = I2 R
Karena arus beban berubah ubah , rugi tembaga juga tidak konstan
bergantung pada beban
b.
Rugi Besi ( Pi )
Rugi besi terdiri dari :
(1) Rugi histerisis, yaitu rugi yang disebabkan fluks bolak balik
pada inti besi, yang dinyatkan sebagai :
Ph = Kh ƒBmaks watt
Kh = konstanta
Bmaks = fluks maksimum ( weber )
18
Output
Rugi ‘eddy current’ yaitu rugi yang disebabkan arus pusar pada inti besi.
Dirumuskan sebagai :
Pe = Ke ƒBmaks watt
Jadi rugi besi (rugi inti) adalah:
Pi = P h + Pe
2. Rugi JTR
Rugi JTR merupakan pendekatan perhitungan rugi gardu distribusi dengan
menghitung selisih kWh yang terukur di gardu dengan kWh pelanggan
yang terpasang pada gardu tersebut.
kWh Gardu diperoleh dengan mengkonversi hasil ukur gardu, dengan
tahapan sebagai berikut :
Beban Trafo (S) = Ir. Vrn + Is. Vsn + It. Vtn
Daya Trafo = Beban Trafo * Cos Phi
kWh Trafo = Daya Trafo x Jam Nyala (Waktu Beban Puncak)
kWh Pelanggan diperoleh dengan mengkonversi daya kontrak pelanggan,
dengan tahapan sebagai berikut :
Data Daya Kontrak Pelanggan Per Gardu
Daya Pelanggan = Daya Kontrak Pelanggan Per Gardu x Cos Phi
kWh Pelanggan = Daya Pelanggan x Jam Nyala (Waktu Beban Puncak)
3. Derating Daya Trafo Karena Harmonisa
19
2.2.9 Transformer Tiga Fasa
Konstruksi suatu trafo tiga fasa terdiri dari rangaian tiga buah trafo satu
fasa.
Gambar 2.16 Konstruksi trafo tiga fasa
Namun pada saat ini untuk transformer tiga fasa sudah menggunakan satu
buah core untuk ketiga fasanya.
Pada dasarnya formulasi trafo tiga fasa
dikembangkan atau merupakan jumlah vector dari tiga buah trafo satu fasa.
Pada trafo satu fasa
S = I. V
Maka untuk trafo 3 fasa :
S = S1 + S2 + S3
= I1.V1 + I2.V2 + I3.V3
Contoh perhitungan :
Tabel 2.1 Hasil Pengukuran
Fasa
Vp-n (V)
I (A)
R
226
223,1
S
226
165,0
T
227
90,6
Tabel di atas adalah data hasil pengukuran gardu 3 fasa dengan daya trafo 160
kVA.
20
Untuk memperoleh beban trafo adalah sebagai berikut :
S 3 Fasa
= I1.V1 + I2.V2 + I3.V3
= Ir. Vrn + Is. Vsn + It. Vtn
= (223,1 x 226) + (165,0 x 226) + (90,6 x 227)
= 108.277 VA
= 108,28 kVA
Untuk menghitung bobot beban trafo maka :
= S 3 Fasa
x
100 %
x
100 %
Daya Trafo
=
108.28
160
= 67,68 %
2.2.10 Variasi Tegangan Pelayanan
Tegangan pelayanan merupakan tegangan pada terminal suplai yang
diukur pada alat pembatas dan pengukur (APP) milik PT PLN (Persero) pada
pelanggan. Variasi tegangan pelayan terjadi akibat adanya perubahan beban dan
usaha pengaturan tegangan.
Batas standar variasi tegangan layanan adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2 Variasi Tegangan Pelayanan
Tegangan Nominal (Volt)
Variasi Tegangan
Batas
Pelayanan (%)
Tegangan Standar (Volt)
+5%, -10%
198 s.d 231
220/380
Apabila tegangan pelayanan disisi pelanggan di bawah batas minimum
ketentuan tegangan standar maka tegangan disebut tegangan drop (under
voltage), sedangkan apabila melebihi disebut tegangan over (over voltage).
21
2.2.11 Ketidakseimbangan Beban Pada Trafo 3 Fasa
Keadaan seimbang pada trafo 3 fasa adalah suatu keadaan di mana :
- Ketiga vektor arus / tegangan sama besar.
- Ketiga vektor saling membentuk sudut 120º satu sama lain.
Sedangkan yang dimaksud dengan keadaan tidak seimbang adalah
keadaan di mana salah satu atau kedua syarat keadaan seimbang tidak terpenuhi.
Kemungkinan keadaan tidak seimbang ada 3 yaitu :
- Ketiga vektor sama besar tetapi tidak membentuk sudut 120º satu sama lain.
- Ketiga vektor tidak sama besar tetapi membentuk sudut 120º satu sama lain.
- Ketiga vektor tidak sama besar dan tidak membentuk sudut 120º satu sama lain.
Gambar 2.17 Vektor Diagram Arus
Misalnya daya sebesar P disalurkan melalui suatu saluran dengan
penghantar netral. Apabila pada penyaluran daya ini arus-arus fasa dalam keadaan
seimbang, maka besarnya daya dapat dinyatakan sebagai berikut :
P = 3 . [V] . [I] . cos Φ
dimana :
P
: daya pada ujung kirim
V
: tegangan pada ujung kirim
cos Φ : faktor daya
Daya yang sampai ujung terima akan lebih kecil dari P karena terjadi
penyusutan dalam saluran.
22
Jika [I] adalah besaran arus fasa dalam penyaluran daya sebesar P pada
keadaan seimbang, maka pada penyaluran daya yang sama tetapi dengan keadaan
tak seimbang besarnya arus-arus fasa dapat dinyatakan dengan koefisien a, b dan c
sebagai berikut :
[IR] = a [I]
[IS] = b [I]
[IT] = c [I]
Dengan IR , IS dan IT berturut-turut adalah arus di fasa R, S dan T.
Bila faktor daya di ketiga fasa dianggap sama walaupun besarnya arus berbeda,
besarnya daya yang disalurkan dapat dinyatakan sebagai :
P = (a + b + c) . [V] . [I] . cos Φ
Apabila persamaan P = (a + b + c) . [V] . [I] . cos Φ dan persamaan P = 3. [V] . [I]
. cos Φ menyatakan daya yang besarnya sama, maka dari kedua persamaan itu
dapat diperoleh persyaratan untuk koefisien a, b, dan c yaitu :
a+b+c=3
dimana pada keadaan seimbang, nilai a = b = c = 1
Contoh analisa ketidakseimbangan beban pada trafo :
Tabel 2.3 Hasil Pengukuran
Fasa
Vp-n (V)
I (A)
R
226
223,1
S
226
165,0
T
227
90,6
Irata-rata
=
IR + IS + IT = 223,1+165,0 + 90,6 = 159,67 Ampere
3
3
Dengan menggunakan persamaan, koefisien a, b, dan c dapat diketahui besarnya,
dimana besarnya arus fasa dalam keadaan seimbang ( I ) sama dengan besarnya
arus rata-rata ( Irata ).
IR = a . I maka: a = IR = 223,1 = 1,40
I 159,67
23
IS = b . I maka : b = IS = 165,0 = 1,03
I 159,67
IT = c . I maka : c = IT = 90,6 = 0,57
I 159,67
Pada keadaan seimbang, besarnya koefisien a, b dan c adalah 1. Dengan demikian,
rata-rata ketidakseimbangan beban (dalam %) adalah :
(|𝑎 − 1| + |𝑏 − 1| + |𝑐 − 1|)
× 100 %
3
(|1,40 − 1| + |1,03 − 1| + |0,57 − 1|)
=
× 100 %
3
=
= 28, 7%
2.3
Konsep Database Management System(DBMS)
Perancangan sistem yang baik harus sesuai dengan beberapa komponen
konsep dalam database management system. Konsep tersebut diantaranya
(Fathansyah, 2002) :
2.3.1
Definisi database
Basis data (database) adalah kumpulan data terhubung yang disimpan
secara bersama pada suatu media, tanpa adanya suatu kerangkapan data, sehingga
mudah untuk digunakan kembali, dapat digunakan oleh satu atau lebih program
aplikasi secara optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada
program yang akan menggunakannya, data disimpan sedemikian rupa sehingga
apabila ada penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat dilakukan
dengan mudah dan terkontrol.
2.3.2
Definisi DBMS
DBMS merupakan kumpulan tabel yang saling berkaitan bersama
dengan program sebagai pengelolanya. Basis data adalah kumpulan datanya,
sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam suatu paket program untuk
membaca data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam basis data.
24
2.3.3
Istilah – Istilah Dalam Sistem Basis Data
Beberapa istilah yang penting dan sering digunakan dalam penyusunan
suatu basis data adalah (Nugroho, 2004) :
a.
Enterprise, yaitu suatu bentuk organisasi. Data yang disimpan dalam basis
data merupakan data operasional dari suatu enterprise. Contoh : Sekolah,
Rumah Sakit, Bank dan lain sebagainya.
b.
Entitas, yaitu obyek yang dapat dibedakan dengan obyek lainnya. Contoh:
dalam enterprise sekolah terdapat entitas mahasiswa, mata kuliah.
c.
Atribut, yaitu sebutan untuk mewakili suatu entity. Contoh : dalam entitas
mahasiswa memiliki atribut NIM, Nama, Alamat dan Agama.
d.
Nilai Data atau Data Value, yaitu informasi yang tercakup dalam setiap
elemen data. Isi dari atribut disebut Nilai Data.
e.
Record (Tuple), yaitu kumpulan field-field yang saling berkaitan yang
menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.
f.
File, yaitu kumpulan record-record yang sejenis dimana mempunyai
panjang elemen yang sama, atribut yang sama namun berbeda-beda data
value-nya.
g.
Database, yaitu kumpulan file-file yang mempunyai ikatan antara satu file
dengan file lainnya sehingga membentuk suatu bangunan data.
2.3.4
Kegunaan DBMS
Tujuan awal dan utama dalam pengelolaan data dalam sebuah basis
data adalah agar kita dapat memperoleh atau mencari data dengan mudah dan
cepat. Selain itu pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi tujuan berikut
(Fathansyah, 2002) :
1. Kecepatan dan kemudahan.
2. Basis data memungkinkan kita untuk dapat menyimpan dan melakukan
perubahan terhadap data dan menampilkan kembali dengan cepat dan mudah.
3. Efisiensi ruang penyimpanan (space).
25
4. Efesiensi ruang penyimpanan dilakukan karena dapat dilakukan penekanan
jumlah redudansi data, dengan penerapan sejumlah pengkodean atau dengan
menggunakan relasi-relasi antar kelompok data yang saling berhubungan.
5. Keakuratan (accuracy).
6. Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan
menerapkan aturan tipe data, domain data dan lainnya secara ketat dapat
menekan ketidakakuratan pemasukan data atau penyimpanan data.
7. Ketersediaan (availability).
8. Pertumbuhan data sejalan dengan waktu akan semakin membutuhkan ruang
penyimpanan yang besar, padahal tidak semua data digunakan. Karena itu kita
dapat memilih adanya data utama, data transaksi, data historis hingga data
kadaluarsa.
9. Kelengkapan (completeness).
10. Lengkapnya data yang dikelola dalam sebuah basis data bersifat relative.
Untuk menambah kelengkapan, maka dapat ditambahkan record-record data.
11. Keamanan (security).
12. Dalam membangun basis data, kita dapat menentukan siapa saja yang berhak
menggunakan basis data dan operasi apa saja yang boleh dilakukan.
13. Kebersamaan pemakaian (share ability).
Pemakaian basis data umumnya tidak terbatas pada satu pemakai atau satu
lokasi saja. Basis data juga dapat dikelola oleh sistem yang didukung
lingkungan banyak pemakai (multiuser).
2.3.5
Komponen DBMS
Sistem basis data yang lengkap akan memiliki komponen-komponen
utama yaitu sebagai berikut (Fathansyah, 2002):
1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras yang mendukung sistem basis data antara lain :
-
Unit pusat pengolah (CPU), berjumlah satu untuk sistem stand alone atau
lebih dari satu untuk sistem jaringan.
26
-
Media penyimpan data, berupa harddisk atau
removable disk untuk
keperluan backup data.
-
Media input, berupa keyboard, kamera, scanner.
-
Perangkat jaringan untuk koneksi, berupa LAN card, modem, wireless,
infra merah.
-
Media output, berupa monitor untuk tampilan visual atau printer untuk
mencetak laporan.
2. Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengoperasikan sistem basis data
adalah sistem operasi dan program pendukung DBMS. Sistem operasi adalah
program
yang
mengaktifkan
atau
memfungsikan
sistem
komputer,
mengendalikan seluruh sumber daya seperti proses I/O, memanajemen filefile. Sistem operasi yang banyak digunakan antara lain Micrososft Windows
98/Me/2000/NT/XP/2003, LINUX, UNIX, MS-DOS. Program pendukung
DBMS antara lain DBaseIII/IV, Foxbase, Foxpro, MySQL, SQL Server, MS.
Access, Oracle.
3. Basis Data (Database).
Sistem database dapat memiliki beberapa database. Setiap database memiliki
sejumlah objek database seperti tabel, indeks, prosedur tersimpan dan lainlain. Disamping menyimpan data, setiap database juga menyimpan definisi
struktur baik untuk database maupun objek-objeknya secara detail. Yang
sangat
ditonjolkan
dalam
database
adalah
pengaturan,
pemilahan,
pengelompokan dan pengorganisasian data yang akan kita simpan sesuai
fungsi dan jenisnya. Pemilahan, pengelompokkan dan pengorganisasian ini
dapat berbentuk sejumlah tabel terpisah atau dalam bentuk pendefinisian
kolom-kolom / field-field data dalam setiap tabel.
Dalam setiap tabel terdapat record-record yang sejenis, sama bentuk. Satu
record terdiri dari field-field yang saling berhubungan untuk menunjukkan
bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam
satu record.
27
Operasi yang berkenaan dengan pembuatan database dan tabel merupakan
operasi awal yang hanya dilakukan sekali dan berlaku seterusnya. Sedangkan
operasi-operasi yang berkaitan dengan isi tabel (data) merupakan operasi rutin
yang akan berlangsung berulan-ulang dan karena itu operasi-operasi inilah
yang lebih tepat mewakili aktivitas pengelolaan dan pengolahan data dalam
database.
4. Pemakai (User)
Manusia merupakan elemen penting pada sistem basis data. Pemakai ini
terbagi atas empat kategori :
-
System Engineer yaitu tenaga ahli yang bertanggung jawab atas
pemasangan sistem basis data dan juga mengadakan peningkatan serta
melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual.
-
Administrator Basis Data, yaitu tenaga ahli yang mempunyai tugas
mengawasi basis data , merencanakan dan mengaturnya.
-
Programmer, yaitu bertugas membuat program aplikasi yang diperlukan
oleh pemakai akhir dengan menggunakan data yang terdapat dalam sistem
basis data.
-
Pemakai Akhir, yaitu tenaga ahli yang menggunakan data untuk
mengambil
suatu
keputusan
yang
diperlukan
dalam
suatu
instansi/perusahaan.
5. Aplikasi (Perangkat Lunak) Lain.
Aplikasi lain ini bersifat opsional. Artinya ada tidaknya tergantung pada
kebutuhan
kita.
DBMS
yang
digunakan
lebih
berperan
dalam
pengorganisasian data dalam database, sementara bagi pemakai database
khususnya yang menjadi end user dapat dibuatkan program aplikasi khusus
untuk
melakukan pengisian, pengubahan dan pengambilan data. Program
aplikasi ini ada yang disediakan bersama dengan DBMS-nya, ada juga yang
dirancang dan dibuat sendiri dengan menggunakan aplikasi lain yang khusus
untuk pengorganisasian database.
28
2.3.6
Abstraksi DBMS
Pembuatan DBMS dan aplikasi basis data memiliki tujuan untuk
menyediakan layanan antar muka (interface) dalam melihat data pemakai. Untuk
itu, hal detail tentang bagaimana data disimpan dan dipelihara akan
disembunyikan oleh sistem. Maka dari itu, sering kali data yang dilihat oleh
pemakai sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik. Abstraksi data
merupakan tingkatan atau level bagaimana melihat data dalam sebuah sistem
database. Terdapat 3 (tiga) tingkat abstraksi data, yaitu (Fathansyah, 2002) :
1.
Tingkat Fisik (Physical Level)
Bagaimana sesungguhnya suatu data itu disimpan ditunjukkan pada tingkat
ini. Pada tingkat ini juga pemakai berkompeten dalam mengetahui bagaimana
representasi fisik dari penyimpanan dan pengorganisasian data.
2.
Tingkat Logik/Konseptual (Conceptual Level)
Dalam tingkat ini digambarkan data apa yang disimpan sebenarnya dalam
database dan hubungannya dengan data yang lain.
3.
Tingkat Penampakan (View Level)
Merupakan tingkat tertinggi dari abstraksi data. Pada tingkat ini hanya
sebagian data yang ditunjukkan dari database. Hanya sebagian data/informasi
dalam database yang dibutuhkan pemakai dan yang kemunculannya di depan
pemakai diatur oleh program aplikasi yang digunakan.
2.3.7
Bahasa DBMS
DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan database dalam
media penyimpanan seperti harddisk maupun removable disk. Cara berinteraksi
antara pemakai dengan database tersebut diatur dalam suatu bahasa khusus yang
ditetapkan oleh perusahaan pembuat DBMS. Bahasa itu disebut sebagai Bahasa
Database atau Database Language yang terdiri atas sejumlah perintah (statement)
yang diformulasikan dan dapat diberikan pemakai dan dikenali oleh DBMS untuk
melakukan suatu aksi seperti permintaan (query) data tertentu. Contoh-contoh
bahasa database seperti SQL (Structured Query Language).
29
Sebuah bahasa database biasanya dapat dipilah ke dalam 2 (dua) kategori,
yaitu (Fathansyah, 2002) :
1. Data Definition Language (DDL)
DDL adalah bahasa yang disepesifikasikan untuk medifinisikan data dan objek
database. Jika perintah ini digunakan, enteri akan dibuat kedalam kamus data
(data dictionary). Di dalam kategori ini terdapat beberapa contoh-contoh
perintah seperti pada Tabel 2.1 berikut (Fathansyah, 2002) :
Tabel 2.4 Contoh perintah-perintah Data Definition Language(DDL)
Perintah
Fungsi
CREATE TABLE
Membuat tabel baru
ALTER TABLE
Menambah satu atau lebih kolom (field) pada
tabel yang baru dibuat
DROP TABLE
Menghapus suatu tabel
CREATE INDEKS
Membuat indeks
DROP INDEKS
Menghapus tabel yang sudah terindeks
CREATE VIEW
Memanipulasi data
DROP VIEW
Menghapus file view
2. Data Manipulation Language (DML)
Data manipulation language (DML) adalah bahasa yang diperbolehkan
pemakai untuk mengakses atau memanipulasi data yang telah diorganisasikan
sebelumnya dalam model data yang tepat. Beberapa perintah yang termasuk
dalam DML seperti pada Tabel 2.2 berikut (Fathansyah, 2002) :
Tabel 2.5 Contoh perintah-perintah Data Manipulation Language (DML)
Perintah
Fungsi
SELECT
Menentukan data/informasi yang akan keluar dari tabel
UPDATE
Mengubah isi record pada suatu tabel
DELETE
Menghapus sebuah field
INSERT
Menyisipkan suatu record
30
Beberapa fasilitas yang telah disediakan dalam DML antara lain (Fathansyah,
2002) :
Tabel 2.6 Contoh fasilitas Data Manipulation Language (DML)
Perintah
Fungsi
ALL
Mendapatkan semua baris yang sesuai dengan
WHERE
DISTINCT
Mendapatkan baris yang tidak duplikat
WHERE
Menyatakan kondisi yang akan digabungkan
dengan operator logika seperti AND, OR,
NOT, dengan operator pembanding <, >, =
GROUP BY
Mengelompokkan baris-baris dengan isi
kolom yang sama
ORDER BY
Menyusun tabel hasil dengan nilai pada satu
atau lebih dari satu kolom
2.4
COUNT
Menghitung jumlah baris
SUM
Menghitung jumlah nilai
AVG
Menghitung nilai rata-rata
MIN
Menghitung nilai minimal
MySQL
MySQL adalah sebuah aplikasi Relational Database Management Server
(RDBMS) yang sangat cepat dan kokoh. Dengan menggunakan MySQL Server
maka data dapat diakses oleh banyak pemakai secara bersamaan sekaligus dapat
membatasi akses para pemakai berdasarkan privilege (hak akses) yang diberikan.
MySQL menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language) yaitu bahasa
standar yang digunakan untuk pemrograman database. MySQL dipublikasikan
sejak 1996, tetapi sebenarnya dikembangkan sejak 1979. MySQL telah
memenangkan penghargaan Linux Journal Reader’s Choice Award selama tiga
tahun. MySQL sekarang tersedia dibawah izin open source, tetapi juga ada izin
untuk penggunaan secara komersial. Keunggulan dari MySQL adalah (Team
Training, 2007):
31
o
Bersifat open source.
o
Sistem yang digunakan oleh perangkat lunak ini tidak memberatkan kerja
dari server, karena dapat bekerja di background.
o
Mempunyai koneksi yang stabil dan kecepatan yang tinggi.
2.4.1 Tipe Data MySQL
Beberapa jenis tipe data dalam MySQL memiliki tipe tersendiri dalam tiap
field di table databasenya. MySQL mengenal beberapa type data field, yaitu
(Team Training, 2007) :
1.
Tipe data numerik
Tipe data numerik dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tipe data
integer dan tipe data floating point. Tipe data integer untuk data bilangan
bulat sedangkan tipe data floating point digunakan untuk bilangan desimal.
Tipe data numeric dapat kita sajikan dalam table di bawah ini (Team
Training, 2007) :
Tabel 2.7 Tipe Data Numerik
Tipe Data
Kisaran Nilai
Tinyint
(-128) – 127 atau 0-225
Smallint
(-32768) – 32767 atau 0 – 65535
Mediumint
(-8388608)-8388607 atau 0-16777215
Int
(-2147683648)-(2147683647) atau 0-4294967295
Bigint
(-9223372036854775808)-(9223372036854775807)
atau
0 – 18446744073709551615
Float(x)
(-3.402823466E+38)-(-1.175494351E-38),0,dan
1.175494351E-38 – 3.402823466E + 38
Float
(-3.402823466E+38)-(-1.175494351E-38),0,dan
1.175494351E-38 – 3.402823466E + 38
Double
(-1.7976E+308)–(-2.22E-308),0,dan(2.22E-308)(1.79E+308)
32
Besar kebutuhan memori penyimpanan untuk masing-masing tipe data di
atas sebagai berikut (Team Training, 2007):
Tabel 2.8 Kebutuhan memori tipe data numerik
Kebutuhan memori
penyimpanan
1 byte
2 bytes
3 bytes
4 bytes
4 bytes
8 bytes
4 bytes
8 bytes
4 bytes
8 bytes
8 bytes
8 bytes
M bytes (D+2, if M < D)
M bytes (D+2, if M < D)
Tipe data
TINYINT
SMALLINT
MEDIUMINT
INT
INTEGER
BIGINT
FLOAT(4)
FLOAT(8)
FLOAT
DOUBLE
DOUBLE PRECISION
REAL
DECIMAL(M,D)
NUMERIC(M,D)
2.
Tipe data string
Tipe data string adalah sebagai berikut (Team Training, 2007):
Tabel 2.9 Tipe Data String
Tipe data
CHAR(M)
VARCHAR(M)
TINYBLOB, TINYTEXT
BLOB, TEXT
MEDIUMBLOB, MEDIUMTEXT
Kebutuhan memori penyimpanan
M bytes, 1 <= M <= 255
L+1 bytes, dimana L <= M dan 1 <= M <= 255
L+1 bytes, dimana L < 2^8
L+2 bytes, dimana L < 2^16
L+3 bytes, dimana L < 2^24
LONGBLOB, LONGTEXT
L+4 bytes, dimana L < 2^32
ENUM ('value1','value2',...)
1 or 2 bytes, tergantung pada jumlah nilai
pencacahan (maksimum 65535)
1, 2, 3, 4 or 8 bytes, tergantung pada jumlah
anggota yang ditetapkan ( maksimum 64)
SET ('value1','value2',. ..)
33
3.
Tipe data waktu
Tipe data waktu adalah sebagai berikut (Team Training, 2007):
Tabel 2.10 Tipe data waktu
Tipe data
DATETIME
DATE
TIMESTAMP
TIME
YEAR
4.
Kebutuhan memori penyimpanan
8 bytes
3 bytes
4 bytes
3 bytes
1 byte
Tipe data char() dan varchar()
Tipe data char() dan varchar() pada prinsipnya sama. Perbedaannya adalah
pada jumlah memori yang dibutuhkan untuk penyimpanan. Memori
penyimpanan yang dibutuhkan tipe data char() bersifat statis, besarnya
tergantung pada berapa jumlah karakter yang ditetapkan pada saat field
tersebut dideklarasikan. Sebaliknya, tipe data varchar() besar memori
penyimpanan tergantung terhadap berapa karakter yang digunakan
ditambah 1 byte yang berisi data jumlah karakter yang digunakan (Team
Training, 2007).
2.5
Perangkat Pemodelan Sistem
Perangkat pemodelan merupakan salah satu ciri pendekatan terstruktur.
Perangkat
pemodelan
digunakan
untuk
menguraikan
sistem
menjadi
bagian‐bagian yang dapat diatur dan mengkomunikasikan ciri konseptual dan
fungsional.
2.5.1 Statement of purpose (STP)
Statement Of Purpose (STP) berisi penggambaran tekstual fungsi sistem
secara keseluruhan. Hal ini berguna bagi hampir semua level antara lain level
puncak, level pemakai, dan level lain yang tidak terlibat secara langsung dalam
pengembangan sistem.
34
2.5.2 Event List (EL)
Event List adalah daftar narasi stimuli (daftar kejadian) yang terjadi dalam
lingkungan dan mempunyai hubungan dengan respon yang diberikan sistem.
Aturan-aturan dalam EL antara lain daftar kejadian yang kita buat dan
digambarkan dalam bentuk tekstual sederhana yang berfungsi memodelkan
kejadian dalam lingkungan dimana sistem harus memberikan respon.
Ketika membuat EL maka kita harus yakin perbedaan antara kejadian dan
kejadian yang berelasi dengan aliran. Sebagai contoh kalimat berikut :
”Pemesanan pelanggan diterima oleh sistem”
Karena yang terjadi adalah masuknya data dengan sistem sebagai pelaku,
maka kalimat yang lebih tepat digunakan yaitu :
”Pelanggan memesan”
2.5.3 Diagram Konteks
Diagram Konteks merupakan diagram yang menggambarkan sebuah
sistem secara garis besar dan dari diagram ini dapat dipecah menjadi
proses – proses / bagian yang lebih kecil lagi yang disebut DFD.
2.5.3.1 Data Flow Diagram (DFD)
DFD adalah suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang menggunakan
sejumlah bentuk – bentuk simbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir
melalui proses yang saling berkaitan. Ada beberapa simbol yang digunakan pada
DFD untuk maksud mewakili (Jogiyanto,2005):
35
1. External entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem)
Batas sistem digunakan untuk memisahkan suatu sistem dengan lingkungan
luarnya.
Gambar 2.18 Notasi kesatuan luar di DFD
(Sumber : Analisis dan Desain Sistem Informasi, Jogiyanto, Andi Offset)
2. Process (Proses)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau
komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk
dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
identifikasi
identifikasi
atau
Nama
Proses
atau
Nama proses
Pemroses
Gambar 2.19 Notasi proses di DFD
(Sumber : Analisis dan Desain Sistem Informasi, Jogiyanto, Andi Offset)
3. Data flow (arus data)
Arus data (data flow) di DFD diberi symbol suatu panah. Arus data ini
mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar.
a
1
Nama arus data
Kesatuan
Luar
Proses
Gambar 2.20 Arus Data dari kesatuan luar ke proses
(Sumber : Analisis dan Desain Sistem Informasi, Jogiyanto, Andi Offset)
36
4. Data Store (Simpanan Data)
Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa
suatu file atau basis data di sistem komputer, arsip atau catatan manual, kotak
tempat data di meja seseorang, tabel acuan manual, dan agenda atau buku.
media
Nama data store
Gambar 2.21 Simbol dari simpanan data di DFD
(Sumber : Analisis dan Desain Sistem Informasi, Jogiyanto, Andi Offset)
Petunjuk yang perlu dilakukan untuk membuat DFD yang jelas yaitu :
1. Pilih nama yang jelas bagi poses, aliran, penyimpanan dan terminator.
2. Menomori proses untuk memperjelas sistematika.
3. Menggambar DFD hingga beberapa kali sehingga cukup estetik.
4. Mencegah DFD yang terlalu komplek dan tidak perlu.
5. Menjamin konsistensi DFD tersebut secara intern ataupun yang
berkaitan
dengan DFD.
Hal-hal penting yang harus diingat :
1. Mencegah proses yang mempunyai masukan tetapi tidak mempunyai keluaran,
yang dikenal dengan lubang hitam atau kejadian sebaliknya.
2. Hati-hati dengan aliran dan proses yang tidak dinamakan karena dapat
mengakibatkan elemen data yang saling tidak berhubungan menjadi satu.
3. Hati-hati dengan penyimpanan yang punya status hanya dapat dibaca atau
hanya dapat ditulis dan berkaitan erat dengan proses yang hanya memproses
masukan atau hanya memproses keluaran.
2.6
Pemograman Java
Java adalah suatu bahasa pemograman yang dikembangkan oleh Sun
microsystem dan berorientasi pada obyek (object oriented programming). Maka
pada sistem Java terdapat beberapa kelas (class), yang disusun dalam suatu paket
37
(package) dan digunakan untuk pemograman suatu aplikasi. Bahasa pemograman
Java sangat mirip dengan pemograman bahasa C. Hal yang membedakan bahasa
pemograman Java dengan pemograman C yaitu jika pada pemograman bahasa C
hanya menggunakan compiler, yaitu ketika proses compiling yang dihasilkan
adalah sebuah excutable file yang hanya dapat berjalan pada mesin sesuai,
sedangkan pada bahasa Java menggunakan compiler dan intepreter, compiler
mengubah source code menjadi bytecode, dan bytecode tersebut yang kemudian
dengan menggunakan Java Virtual Machine (JVM) sebagai interpreter dieksekusi
menjadi kode mesin (natif) seperti yang terlihat pada Gambar 2.22. Hal ini yang
menyebabkan bahasa pemograman Java disebut sebagai platform independent
yang artinya hasil kompilasi tidak bergantung pada platform ataupun sistem
operasi, asalkan pada sistem operasi tersebut terdapat JVM.
Gambar 2.22 Source code menjadi kode mesin pada bahasa Java
(Sumber: http://www.master.web.id/mwmag/issue/04/content/tutorial-java-1/image01.gif
diakses terakhir tanggal 20 Mei 2011)
2.6.1
Java Micro Edition ( Java ME)
SUN Microsystem mengembangkan 3 Java platform seperti yang
terlihat pada Gambar 2.23, yaitu adalah Java 2 Platform, Standard Edition (J2SE),
Java 2 Platform Enterprise Edition (J2SE), Java Platform Micro Edition (Java
ME). Perbedaan dari masing-masing platform yaitu J2SE lebih pada
pengembangan aplikasi pada computer dan server untuk skala enterprise,
sedangkan Java ME disediakan untuk perkembangan aplikasi device berukuran
kecil dalam arti memori dan CPU yang lebih kecil dibandingkan personal
computer seperti handphone, two way pager, personal digital assistant (PDA) dan
lain sebagainya.
38
Gambar 2.23 Java platform
(Sumber http://www.oracle.com/technetwork/java/javame/about-java-me-395899.html)
2.6.2
Arsitektur Java ME
Gambar 2.24 Arsitektur Java ME
Desain dari arsitektur Java ME memungkinkan sebuah aplikasi untuk bisa
ditempatkan pada batasan-batasan yang dimiliki oleh sebuah small computing
device. Arsitektur Java ME terdiri dari lapisan – lapisan yang diletakkan pada
sistem operasi yang terdiri dari dua lapisan software yaitu :
1.
Lapisan Configuration
Lapisan lingkungan Java ME. Configuration terdiri dari class library yang
diminimalkan karena terbatasnya ukuran memori yang ada, virtual machine yang
bertujuan untuk mengeksekusi Java byte codes. Lapisan configuration juga
39
menghandle interaksi antara profile dengan KVM. Terdapat 2 macam
configuration pada Java ME yaitu:
a.
Connected limited devices configuration (CLDC)
CLDC adalah konfigurasi pada device yang mendukung aplikasi Java
dengan ciri-ciri sebagai berikut:
• Memory sebesar 128 Kb – 512 Kb.
• 16 atau 32 bit Central Processing Unit (CPU).
• Bandwidth sebesar 56 Kbs.
• Menggunakan KVM untuk virtual mesin.
b.
Connected Device Configuration (CDC)
CDC adalah konfigurasi yang didesain untuk peralatan elektronik yang
mendukung aplikasi Java dengan ciri-ciri yaitu:
• Memory dengan kapasitas minimum 2 MB.
• 32 bit Central Processing Unit (CPU).
• Bandwidth untuk yang cukup besar.
• Menggunakan JVM.
2.
Lapisan Profile
Lapisan profile yang berisikan kumpulan application programming
interfaces (APIs) minimum pada small coumputing device. Terdapat 7 (tujuh)
lapisan profile yaitu:
a.
Mobile Information Device Profile (MIDP)
Mobile Information Device Profile (MIDP) digunakan pada CLDC
configuration dan berisikan Java APIs untuk user network connections,
persistence storage, dan user interface. MIDP juga mengijinkan untuk
mengakses library CLDC dan library MIDP.
b.
PDA Profile (PDAP)
PDA Profile (PDAP) digunakan pada CLDC configuration dan ditujukan
untuk PDA yang memiliki tampilan layar yang lebih besar dan mempunya
kapasitas memori yang lebih besar dibandingkan MIDP pada mobile
device.
40
c.
Foundation Profile
Foundation Profile digunakan pada CDC configuration dan merupakan inti
dari perangkat yang mendukung aplikasi Java pada hampir semua lapisan
profile yang konfigurasinya merupakan CDC.
d.
Personal Basis dan Personal Profile
Personal Basis dan Personal Profile digunakan pada CDC Configuration
dimana Personal Basic. Profile menambahkan fungsi basic user interface
pada Foundation Profile. Personal Basic Profile ditujukan untuk digunakan
pada device yang mendukung aplikasi Java dengan tampilan layar yang
tidak rumit, maka dari itu tidak diperbolehkan tampilan window lebih dari
satu. Platform yang dapat digunakan untuk mendukung tampilan layar
yang kompleks dengan window lebih dari satu adalah Personal Profile.
e.
RMI Profile
RMI Profile digunakan dengan CDC configuration dan Foundation Profile
untuk menyediakan Remote Method Invocation libraries pada Foundation
Profile, namun hanya pada sisi client saja.
f.
Game Profile
Game Profile menyediakan platform untuk pembuatan game yang
menggunakan CDC sebagai konfigurasinya.
2.7
Pemrograman Berbasis Web
Pemrograman berbasis web menggunakan beberapa bahasa yang berbeda
yang saling mendukung antara yang satu dengan yang lannya. Beberapa bahasa
tersebut diantaranya (Asep Herman, 2007) :
2.7.1
Hypertext Markup Language ( HTML )
HTML merupakan suatu script (naskah) di mana informasi dan daya
kreasi yang dibuat bisa ditampilkan lewat Internet. HTML sendiri adalah suatu
dokumen teks biasa yang mudah untuk dimengerti dibandingkan dengan bahasa
pemrograman yang lainnya, dan karena bentuknya itu maka HTML dapat dibaca
oleh flatform yang berlainan seperti Windows, UNIX, dan Linux.
41
HTML merupakan bahasa pemrograman fleksibel yang bisa diletakkan
atau disisipkan script dari bahasa pemrograman yang lain seperti JAVA, Visual
Basic, C dan lainnya. Hypertext dalam HTML berarti bahwa kita dapat menuju ke
suatu tempat, misalnya Website atau halaman homepage lain, dengan cara
memilih suatu link yang biasanya digarisbawahi atau diwakili oleh suatu gambar.
Selain link ke Website atau homepage lain, hypertext ini juga mengijinkan kita
untuk menuju ke salah satu bagian dalam suatu teks itu sendiri. Sedangkan
Markup Language menunjukkan suatu fasilitas yang berupa tanda tertentu dalam
script HTML di mana kita bisa men-set judul, garis, tabel, gambar dan lainlainnya, dengan perintah khusus.
Sesuai dengan namanya, bahasa ini merupakan tanda (markup) untuk
menandai perintah-perintahnya.
Saat ini banyak sekali aplikasi yang dapat
digunakan untuk membuat halaman Web secara mudah, seperti Microsoft
FrontPage, ColdFusion Studio, Macromedia Dreamweaver, dan program aplikasi
lainnya.
Namun demikian untuk seorang Web developer kemampuan dasar
perintah HTML tetap dibutuhkan.
2.7.2 Tag-tag dasar pada HTML
Untuk menyampaikan ide pada browser Web, HTML menggunakan apa
yang dinamakan tag. Beberapa tag menggunakan bentuk <TAG>…</TAG> untuk
menandai bagian yang termasuk di dalamnya. Beberapa tag lain hanya ditulis
dengan <TAG> saja. Tag yang demikian akan mengeset atribut elemen halaman
dibawahnya. Tag dapat berisi tag lain yang dapat digunakan di dalam tag ini
(Asep Herman, 2007).

Tag <HTML>, digunakan pada awal dan akhir dokumen HTML.
Penulisannya adalah <HTML>…</HTML>.
<HEAD>.
Dapat berisi tag <BODY> dan
Semua dokumen HTML akan selalu diletakkan di dalam tag
<HTML>.

Tag <HEAD>, digunakan untuk menyimpan informasi tentang halaman Web.
Informasi ini tidak akan ditampilkan pada halaman Web. Bagian ini akan
dipanggil sebelum bagian yang lain, oleh karena itu tag <SCRIPT> dan
42
<OBJECT>
paling
<HEAD>…</HEAD>.
cocok
diletakkan
disini.
Penulisannya
adalah
Dapat berisi tag <BASE>, <ISINDEX>, <LINK>,
<META>, <NEXTID>, <TITLE>, <SCRIPT> dan <OBJECT>.
Dapat
diletakkan di tag <HTML>.

Tag <BODY>, berisi halaman Web yang akan ditampilkan. Penulisannya
adalah <BODY>……</BODY>.
Atribut yang dapat dipakai (bersifat
opsional) adalah ALINK = color, BACKGROUND = url, BGCOLOR = color,
BGPROPERTIES = FIXED, BOTTOMMARGIN = pixels, CLASS =
classname, ID = value, LANG = language, LANGUAGE = JAVASCRIPT |
JSCRIPT | VBSCRIPT | VBS, LEFTMARGIN = pixels, LINK = color,
RIGHTMARGIN = pixels, SCROLL = YES | NO, STYLE = css1-properties,
TEXT = color, TITLE = string, TOPMARGIN = n, VLINK = color. Dapat
diisi tag <H1> sampai <H6>, <P>, <OL>, <UL>, <DIR>, <MENU>, <DL>,
<PRE>, <BLOCKQUOTE>, <FORM>, <ISINDEX>, <HR>, <TABLE>,
<ADDRESS>, dan lain-lainnya. Diletakkan pada tag <HTML>.

Tag komentar <! …>, digunakan untuk menyisipkan komentar pada halaman
Web dan tidak ditampilkan pada browser Web.
Tag Heading <Hn> memungkinkan untuk membuat kerangka dari halaman
Web. Pemberian tag ini selalu disertai dengan nomor. Nomor ini akan
mempengaruhi tampilan teks. Tag heading dengan nomor yang lebih kecil
akan
menampilkan
tulisan
yang
lebih
besar.
Penulisannya
adalah
<H1>…</H1>, <H2>…</H2>, …., <H6>…</H6>. Atribut yang bisa
digunakan adalah ALIGN = Center | Left | Right, CLASS = classname, ID =
value, LANG = language, LANGUAGE = JavaScript | JScript | VbScript |
VBS, STYLE = css1-properties, TITLE = text

Tag Paragraf, <P>…</P>, digunakan untuk memisahkan muatan halaman
menjadi beberapa bagian. Jika teks diletakkan dalam tag paragraf, maka teks
dalam tag ini akan diletakkan pada bagian yang baru. Namun sebelumnya,
tag paragraf akan mengakhiri bagian sebelumnya, kemudian meletakkan spasi
sesudah bagian tersebut. Atribut yang dapat digunakan adalah ALIGN =
Center | Left | Right, CLASS = classname, ID = value, LANG = language,
43
LANGUAGE = JAVASCRIPT | JSCRIPT | VBSCRIPT | VBS, STYLE = css1properties, TITLE = text. Tag paragraf dapat disisipi tag-tag yaitu antara lain
<A>, <IMG>, <BR>, <EM>, <STRONG>, <CODE>, <SAMP>, <KBD>,
<VAR>, <CITE>, <B>, <I>, <TT>.

Tag <A>…</A>, dapat diibaratkan inti dari halaman Internet.
Tag ini
memungkinkan untuk melompat ke halaman lain jika daerah tertentu pada
halaman Web diklik. Atribut yang bisa dipakai adalah ACCESSKEY = key,
CLASS = classname, DATAFLD = colname, DATASRC = #ID, HREF = url,
ID = value, LANG = language, LANGUAGE = JAVASCRIPT | JSCRIPT |
VBSCRIPT | VBS, STYLE = css1-properties, TITLE = text, METHODS =
http-method, NAME = name, REL = “stylesheet”, REV = “stylesheet”,
TABINDEX = n, TARGET = window_name | _blank | _parent | _self | _top,
URN = urn.
Dapat berisi tag-tag antara lain <IMG>, <BR>, <EM>,
<STRONG>, <CODE>, <SAMP>, <KBD>, <VAR>, <CITE>, <B>, <I>,
<TT>.

Tag tabel, <TABLE>…</TABLE>, merupakan cara penyajian data yang
ditampilkan dalam bentuk baris dan kolom. Atribut yang bisa digunakan
antara
lain
ALIGN,
BORDERCOLOR,
BACKGROUND,
BORDERCOLORDARK,
BGCOLOR,
BORDER,
BORDERCOLORLIGHT,
CELLPADDING, CELLSPACING, CLASS, COLS, HEIGHT, WIDTH.

Tag <FORM> dan <INPUT> digunakan bersama-sama untuk meminta
masukan dari pengguna untuk kemudian dikirim dan diolah di dalam Server
Web. Tag <FORM> menyediakan kerangkanya dan
tag <INPUT>
menyediakan elemen antar muka pengguna. Penulisan tag <FORM> adalah
<FORM>…</FORM>.
Atribut yang bisa digunakan pada tag <FORM>
antara lain ACTION, METHOD, ENCTYPE. Tag <FROM> dapat berisi <H1>
sampai <H6>, <P>, <OL>, <UL>, <DIR>, <MENU>, <DL>, <PRE>,
<BLOCKQUOTE>, <ISINDEX>, <TABLE>, <HR>, <ADDRESS>, <INPUT>,
<SELECT>, <TEXTAREA>. Tag <INPUT> memiliki sepuluh macam obyek
antar muka untuk HTML versi 4.0, yaitu CHECKBOX, HIDDEN, RADIO,
RESET, SUBMIT, FILE, TEXT, BUTTON, PASSWORD dan IMAGE.
44
Penulisan tag <INPUT> tanpa diakhiri dengan tag penutup </INPUT>.
Atribut yang dapat dipakai antara lain TYPE, NAME, VALUE, SRC,
CHECKED, SIZE, MAXLENGTH, ALIGN.

Tag <SCRIPT> adalah tag yang dipakai untuk menyisipkan script (naskah)
dari bahasa pemrograman lainnya seperti JavaScript dan VBScript.
Penulisannnya adalah <SCRIPT>….</SCRIPT>. Atribut yang dapat dipakai
diantaranya adalah LANGUAGE dan SRC. Tag <SCRIPT> dapat diletakkan
pada tag <HEAD>.
Tag <SCRIPT> yang diletakkkan di dalam tag <HEAD> bertujuan agar kode
script dipanggil sebelum halaman Web melakukan hal-hal yang lain. Kode
script dituliskan di dalam tag komentar dengan tujuan untuk menghindari
browser-browser lama menjalankan kode tersebut, sedangkan untuk memberi
komentar terhadap kode yang dibuat maka bisa digunakan notasi asli dari
bahasa yang digunakan.
2.7.3 PHP Hyperytext Prepocessor (PHP)
PHP dikenal sebagi sebuah bahasa scripting yang menyatu dengan tagtag HTML, dieksekusi di server, dan digunakan untuk membuat halaman web
yang dinamis seperti halnya Active Server Pages (ASP) atau Java Server Pages
(JSP) (Firdaus, 2007).
1.
Perkembangan PHP
Versi pertama PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Versi
pertama ini berupa sekumpulan script PERL yang digunakan oleh Rasmus Lerdorf
untuk membuat halaman web yang dinamis pada home page pribadinya. Rasmus
menulis ulang script-script PERL tersebut menggunakan bahasa C, kemudian
menambahkan fasilitas untuk Form HTML, koneksi MySQL dan meluncurlah
PHP versi kedua yang diberi nama PHP/F1 pada tahun 1996.
PHP versi ketiga dirilis pertengahan 1997. Pada versi ini pembuatannya
tidak lagi oleh Rasmus sendiri, tetapi juga melibatkan beberapa programmer lain
yang antusias untuk mengembangkan PHP.
45
Versi terakhir PHP 4.0 dirilis bulan Oktober 2000. Perubahan mendasar
pada PHP 4.0 adalah integrasi Zend Engine. Zend dibuat oleh Zeef Suraski
dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP 3 scripting engine.
Hal lain adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan
seperti pada PHP 3.
2.
Popularitas PHP
Popularitas PHP sangat cepat, hal ini dikarenakan PHP merupakan
software open house. Lebih dari satu juta site telah menggunakan PHP, termasuk
perusahaan besar seperti Mitsubhisi dan Redhat. Penggunaan PHP sebagai bahasa
script dilandasi karena kemampuan yang dimiliki software ini, seperti (Firdaus,
2007) :

Life Cycle yang singkat, sehingga PHP selelu up to date mengikuti
perkembangan internet.

Cross platform PHP dapat dipakai dihampir semua web server yang ada di
pasaran (Apache, AOLServer, Microsoft IIS, PWS, dan lain-lain) yang
dijalankan pada berbagai sistem operasi (Linux, FreeBSD, Unix, Solaris,
Windows).
Dengan
demikian,
proses
developing
dapat
dilakukan
menggunakan sistem operasi yang berbeda dengan sistem operasi yang
digunakan setelah publish (misalnya, developing di Windows kemudian
dipasang di web server yang menggunakan sistem operasi Linux).

PHP mendukung banyak paket database baik yang komersil maupun non
komersil, seperti MySQL, Oracle, Microsoft SQL Server, dan yang lainnya.
3.
Konsep Kerja PHP
Metode kerja PHP diawali dengan permintaan suatu halaman web oleh
browser, berdasarkan URL (Uniform Resource Locator) atau dikenal dengan
sebutan alamat Internet. Browser mendapatkan alamat dari web server,
mengidentifikasi halaman yang dikehendaki, dan menyampaikan segala informasi
yang dibutuhkan oleh web server. Selanjutnya web server akan mencarikan berkas
PHP yang diminta dan setelah didapatkan, isinya akan segera dikirimkan ke mesin
PHP dan mesin inilah yang memproses dan memberikan hasilnya berupa kode
46
HTML ke web server. Lalu web server akan menyampaikan isi halaman web
tersebut kepada client melalui browser (Firdaus, 2007).
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.13 berikut.
Script PHP
Permintaan HTTP
(Index.php)
Mesin PHP
Kode HTML
User
Browser Client
Gambar 2.25 Konsep Kerja PHP
4.
Konfigurasi dan Instalasi
PHP umumnya dipasang sebagai sebuah modul Apache, sehinggga Web
Server dapat langsung mengerti dan memproses script PHP karena interpreter
PHP telah ditanamkan ke dalamnya. PHP dapat di-install sebagai bagian atau
modul dari apache web server atau sebagai script yang mandiri. Banyak
keuntungan yang diperoleh jika menggunakan PHP sebagai modul dari Apache
diantaranya
:

Waktu eksekusi lebih cepat

Akses database yang lebih fleksibel

Tingkat keamanan lebih tinggi
47
5.
Pemrograman PHP
Perintah PHP dapat disisipkan di sembarang tempat dari tag-tag HTML.
Setiap baris perintah PHP diakhiri dengan tanda titik koma (;).
Penulisan script PHP dalam tag HTML dapat dilakukan dengan dua cara
yaitu Embedded Script dan Non Embedded Script.

Embedded Script
Cara ini dilakukan dengan meletakkan script PHP di antara tag HTML.
<html>
<head>
<title>.: Embedded Script :.</title>
</head>
<body>
<?
echo "Ini adalah contoh embedded script";
?>
</body>
</html>
Tampilan pada browser :
Gambar 2.26 Tampilan PHP dengan embedded script
48

Non Embedded Script
Non embedded script merupakan pembuatan program murni PHP,
dimana tag-tag HTML yang diletakkan di dalamnya.
<?
echo "<html>";
echo "<head>";
echo "<title>.: Non Embedded Script
:.</title>";
echo "</head>";
echo "<body>:";
echo "Ini adalah contoh non embedded script";
echo "</body>";
echo "</html>";
?>
Tampilan pada browser :
Gambar 2.27 Tampilan PHP dengan non embedded script
Script PHP menerapkan aturan case sensitive, yakni adanya perbedaan
penulisan antara huruf besar dengan huruf kecil. Setiap penulisan didalam script
harus mengikuti aturan yang telah ditentukan terutama untuk nama variabel.
2.8 Short Message Service (SMS)
Short Message Service (SMS) adalah kemampuan untuk mengirim dan
menerima pesan dalam bentuk teks dari dan kepada ponsel. Teks tersebut bisa
terdiri dari kata-kata atau nomor atau kombinasi alphanumeric. SMS diciptakan
sebagai standar pesan (message) oleh ETSI (Europesan Telecommunication
Standards Institute), yang juga membuat standar GSM yang diimplementasikan
49
oleh semua operator GSM. SMS yang pertama dikirimkan pada Desember 1992
dari PC ke sebuah ponsel melalui jaringan GSM Vodafone di UK. Setiap Pesan
maksimal terdiri dari 160 karakter jika menggunakan alphabet Latin, dan 70
karakter jika menggunakan alphabet non-Latin seperti huruf Arab atau China
(Team GSM, 2002).
2.9 SMS Gateway
Istilah gateway dapat diartikan sebagai pintu gerbang. Namun pada dunia
komputer, gateway dapat diartikan sebagai jembatan penghubung antara satu
sistem dengan sistem yang lain, sehingga dapat terjadi pertukaran data antar
sistem tersebut. Dengan demikian, SMS gateway dapat diartikan sebagai
penghubung untuk lalu lintas data-data SMS.
Pada awalnya, SMS gateway dibutuhkan untuk menjembatani antar
SMSC. Hal ini dikarenakan SMSC yang dibangun oleh perusahaan yang berbeda
memiliki protokol komunikasi sendiri, dan protokol tersebut bersifat pribadi. SMS
gateway ini kemudian ditempatkan di antara kedua SMSC yang berbeda protokol
tersebut, yang akan menerjemahkan data dari protokol SMSC satu ke protokol
SMSC lainnya yang dituju.
Namun seiring perkembangan teknologi komputer dan perkembangan
teknologi komunikasi, masyarakat lebih mengartikan SMS gateway sebagai suatu
jembatan komunikasi yang menghubungkan perangkat komunikasi (dalam hal ini
ponsel) dengan perangkat komputer.
SMS gateway kemudian lebih mengarah kepada sebuah program yang
mengkomunikasikan sistem operasi komputer dengan perangkat komunikasi yang
terpasang untuk mengirim atau menerima SMS (Team GSM, 2002).
2.10
Gammu
Gammu merupakan salah satu pustaka atau library opensource yang
dibuat sebagai gateway antara handphone dengan perangkat komputer.
Pengembangan Gammu awalnya dari pendahulunya yaitu gnooki yang dari segi
konsep masih sangat sederhana dan rumit. Namun pada gammu proses instalasi
50
dan penerapan pembangunan aplikasi sms semakin mudah. Ini merupakan jasa
dari beberapa developer yang telah membangun gammu. Gammu dibuat
menggunakan gabungan phyton dan C. ada juga versi lain yang telah dikemas
menjadi aplikasi jadi bernama wammu yang dibangun menggunakan bahasa C++.
Gammu dapat di gunakan di semua Operating System. Baik itu linux, unix,
windows. Namun setiap OS memiliki proses instalasi yang berbeda-beda.
2.10.1 Instalasi Gammu Versi 1.29
Langkah – langkah proses instalasi Gammu adalah sebagai berikut
(Pratama, 2011):
1. Download File Gammu versi 1.29
2. Install Gammu dan pilih radio button seperti gambar di bawah ini.
Gambar 2.28 Tampilan Installasi Gammu
51
Pilih direktori instalasi di drive C , kemudian ganti nama Gammu
1.29.0 menjadi “gammu”.
Gambar 2.29 Tampilan Seting Lokasi Installasi Gammu
Klik tombol next hingga proses instalasi selesai.
3. Setting konfigurasi Gammu
-
Masuk ke folder dimana gammu di install
-
Masuk ke C:\gammu\share\doc\gammu\examples\config (Apabila
gammu di install di drive C:)
-
Copy file smsdrc dan gammurc ke C:\gammu\bin
-
Lakukan konfigurasi file ‘smsdrc’ seperti contoh berikut :
01
[gammu]
02
#port yang digunakan dapat dilihat di device manager
03
device = com3
04
#Contoh Type kokensi modem / phone menggunakan
siemens C55 maka menggunakan at 19200
05
connection = at19200
06
07
[smsd]
08
#karena menggunakan database mysql untuk database
penyimpanan pesan maka setting service = MYSQL
09
service = MYSQL
10
#PIN kartu sim
11
PIN = 1234
52
12
logfile = smsdlog
13
debuglevel = 0
14
15
#Tuliskan nama / ID pengenal untuk modem atau phone yang
anda gunakan
16
phoneid = SiemensC55
17
commtimeout = 30
18
sendtimeout = 30
19
20
#Masukan user, pass, host, dan nama database yang akan kita
gunakan sebagai tempat penyimpanan data pesan sms
gateway
21
user = root
22
password = gayuh
23
pc = localhost
24
database = mgardu
25
26
27
# DBI configuration
28
driver = sqlite
Configurasi file gammurc
1
[gammu]
2
device = com3
3
connection = at19200
4. Membuat Database MySQL untuk Gammu
Langkah ini bertujuan untuk menyiapkan database MySQL untuk
menampung data-data SMS yang diperlukan Gammu untuk SMS
Gateway.
a.
Akses ke http://localhost/phpmyadmin/
b.
Kemudian buat database baru, yaitu sms
53
Gambar 2.30 Tampilan import database gammu
c. Kemudian
pilih
tab
import,
lalu
C:\gammu\share\doc\gammu\examples\sql\mysql.sql,
telusuri
lalu
klik
tombol GO.
d. Jika benar maka akan tampil pesan “Import has been successfully
finshed, 10 queries executed”.
6. Menjalankan Service Gammu
a. Jalankan service gammu melalui command prompt
Gambar 2.31 Tampilan instalasi service gammu
54
b. Sebelum menjalankan service gammu, pastikan modem / phone
yang akan kita gunakan terhubung dengan gammu dengan
menggunakan perintah “gammu -s 0 -c gammurc identify”
Gambar 2.32 Tampilan Cek Koneksi Modem
c. Install service untuk gammu dengan menggunakan perintah
“gammu-smsd -c smsdrc -i“
d. Start service untuk gammu dengan menggunakan perintah
“gammu-smsd -c smsdrc -s“
e. Setelah service dijalankan maka gammu siap digunakan
55
Download