perancangan komunikasi visual animasi iklan layanan masyarakat

advertisement
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL
ANIMASI IKLAN LAYANAN
MASYARAKAT ‘STOP LAWAN ARUS!’
Adrianne Jessica Liemchiu
Universitas Bina Nusantara
Jln. K. H. Syahdan no. 9, Kemanggisan, Jakarta Barat 11480
[email protected]
Ardiyan, S.Sn.
Kadek Satria Adidharma, S.T., M. Des.
ABSTRAK
The aim of the research is to make a public service announcement advertisement to urge motorcyle
drivers to not go against the traffic flow. Methods used in the research are field observation and
literarure review to obtain data, be it from books or the internet. The achieved result would be the
emersion of motorbike driver’s awareness and action of not going against the traffic flow. Conclusion
of the research is that this public service announcement advertisement is made to urge drivers to stop
going against the traffic flow and start to actually pay attention to traffic rules.
TUJUAN PENELITIAN, ialah membuat iklan layanan masyarakat untuk mengajak pengendara motor
agar tidak melawan arus. METODE PENELITIAN yang digunakan penulis ialah observasi lapangan
dan tinjauan pustaka untuk memperoleh data dari buku ataupun internet. HASIL YANG DICAPAI
berupa munculnya kesadaran dan tindakan untuk tidak lagi melawan arus. SIMPULAN yang didapat
ialah iklan layanan masyarakat ini ada untuk mengajak masyarakat untuk berhenti melawan arus dan
mulai mempedulikan peraturan lalu lintas.
Kata kunci: iklan layanan masyarakat, tertib lalu lintas, dan melawan arus.
PENDAHULUAN
Jakarta adalah sebuah kota metropolitan dengan jutaan penduduk. Masing-masing penduduk
memiliki aktivitas sehari-hari yang berbeda, mulai dari sekolah, bekerja, hingga aktivitas rekreasi.
Meskipun berada di satu kota, Jakarta, setiap penduduk memiliki domisili wilayah yang berbeda-beda
serta lokasi kegiatan atau aktivitas yang berbeda. Aktivitas daripada setiap penduduk ini terkadang
memiliki tuntutan tinggi. Contohnya, seorang karyawan diharapkan hadir pukul delapan pagi dengan
toleransi keterlambatan 30 menit. Dengan tuntutan waktu dan jarak yang terkadang jauh serta
keterbatasan waktu yang dimiliki seseorang menimbulkan suatu kondisi dimana seorang warga
Jakarta kini membutuhkan mobilitas tinggi. Perpindahan lokasi antara satu tempat dengan tempat lain
harus dilakukan dengan cepat.
Untuk urusan mobilitas, sebenarnya warga bisa memilih dari berbagai metode transportasi
yang ada di Jakarta ini. Mulai dari kendaraan pribadi berupa motor atau mobil, ataupun kendaraan
umum seperti busway, mikrolet, bajaj, bus umum, taksi, ataupun ojek. Mengendarai mobil pribadi
tentu memiliki nilai prestige yang jauh lebih tinggi dibandingkan mengendarai angkutan umum
maupun motor pribadi. Namun kini orang-orang tidak lagi mementingkan prestige tersebut, kecuali
untuk urusan penting seperti bertemu dengan atasan. Untuk urusan yang berhubungan dengan orang
dimana status dan image menjadi suatu hal yang krusial memang dibutuhkan pengorbanan lebih,
seperti bermacet-macetan di dalam mobil. Namun bagi mereka yang dalam pekerjaan sehari-harinya
hanya diam di kantor atau tidak berurusan dengan orang penting dan tidak mementingkan status,
mereka lebih memilih transportasi berupa angkutan umum ataupun motor.
Dengan jumlah kendaraan pribadi yang meningkat pun muncul permasalahan di jalan, yaitu
kemacetan. Jumlah kendaraan pribadi yang tidak sebanding dengan daya tampung jalan menimbulkan
kemacetan. Dengan menggunakan motor yang memiliki body lebih kecil dibandingkan mobil,
memungkinkan waktu yang dihabiskan di jalan lebih kecil. Dengan motor seorang pengendara bisa
menyalip kendaraan lainnya dan umumnya sampai lebih cepat jika dibandingkan dengan
menggunakan mobil.
Dengan alasan efisiensi, penggunaan motor untuk mobilitas sehari-hari tentunya dapat
dimengerti. Sayangnya, demi alasan efisiensi ini pulalah banyak pengendara motor yang kini
mengacuhkan berbagai peraturan lalu lintas yang sudah dibuat oleh pemerintah dan polisi. Contohnya,
melawan arus lalu lintas demi mencapai tujuan yang hanya lima meter di depan dibanding memutar
lebih jauh namun sesuai dengan peraturan dan arus lalu lintas yang ada. Contoh lainnya, melawan arus
untuk mencapai bagian depan antrian kendaraan di lampu merah. Jika mengikuti jalan pemikiran para
pelawan arus ini, melawan arus ini memang membuat mereka sampai tujuan dengan lebih cepat.
Menghemat waktu dan bensin mereka. Namun kenyataannya, tindakan lawan arus ini tidaklah sesuai
dengan peraturan yang ada dan memiliki efek samping. Efek samping tersebut berupa ancaman
keselamatan dan terganggunya arus lalu lintas bagi berbagai pihak.
Tindakan melawan arus ini harus dihentikan. Pada awalnya memang hanya dilakukan oleh
satu-dua orang. Namun perlahan mulai banyak yang mengikuti tindakan melawan aturan ini. Lebih
parahnya lagi terkadang pihak yang salah menolak untuk ditegur dan malah merasa dirinya benar.
Aksi ini harus dihentikan demi keselamatan bersama dan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang
mematuhi peraturan yang berlaku. Untuk itulah penulis membuat iklan layanan masyarakat ini,
dengan harapan menegur masyarakat bahwa tindakan salah tersebut sebaiknya tidak dilakukan demi
keselamatan bersama.
Adapun berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengidentifikasikan masalah yang
muncul sebagai berikut: pengendara motor seringkali melawan arus lalu lintas untuk mencapai tujuan
karena dengan melawan arus mereka lebih cepat sampai ke tujuan, kurangnya kesadaran masyarakat
bahwa melawan arus lalu lintas membahayakan keselamatan berbagai pihak, dan kurangnya
kepeduluan masyarakat untuk menaati peraturan yang berlaku. Kemudian, berdasarkan identifikasi
masalah yang didapat, penulis merumuskan masalah menjadi bagaimana mengemas sebuah pesan di
dalam iklan layanan masyarakat berdurasi 30 detik agar masyarakat tidak melawan arus lalu lintas
dalam berkendara demi keselamatan pengendara dan pengguna lainnya.
Dengan dibuatnya animasi iklan layanan masyarakat ini, diharapkan dapat menginformasikan
kepada pengendara motor bahwa melawan arus lalu lintas merugikan dan membahayakan keselamatan
berbagai pihak. Iklan ini juga dibuat dengan tujuan untuk mengajak masyarakat untuk berhenti
melawan arus lalu lintas.
Dalam membuat animasi iklan layanan masyarakat ini, penulis menggunakan beberapa teori, seperti
teori sinematografi, teori warna, teori animasi, serta menggunakan kajian pustaka untuk mempelajari
lebih lanjut mengenai fenomena lawan arus itu sendiri, dan melakukan observasi lapangan ke jalan
raya untuk mengamati pengendara motor. Selain itu, penulis juga menggunakan kajian teori berupa
riset mengenai iklan layanan masyarakat untuk menghasilkan iklan layanan masyarakat yang efektif.
Dalam perancangan animasi iklan layanan masyarakat ini, teori sinematografi digunakan
untuk menentukan jenis shot yang dipakai dalam setiap adegan, seperti penggunaan close-up shot
untuk menekankan ekspresi, dan penggunaan wide shot untuk menunjukan lingkungan dan kondisi
sekitar pengendara motor. Teori warna digunakan dalam pemilihan warna untuk elemen grafis
pendukung, seperti warna merah untuk melambangkan bahaya dan warna kuning untuk
melambangkan peringatan. Selain itu, teori warna juga digunakan untuk menentukan keseluruhan
mood atau nuansa iklan animasi ini, yaitu penggunaan warna hangat untuk adegan romantis dan warna
dull untuk keseluruhan animasi iklan layanan masyarakat guna menunjukkan nuansa kotor dan polusi.
Dalam membuat cerita dan screenplay animasi ini, penulis menggunakan dua pendekatan, yaitu
pendekatan rasional dan emosional yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Pendekatan
rasional digunakan untuk menunjukkan konsekuensi dari tindakan melawan arus, yaitu
kecelakaan/maut dan hilangnya kesempatan akibat membayar denda. Pendekatan emosional
digunakan untuk meraih simpati audiens dan membuat audiens merasakan suatu kesamaan dengan
karakter dalam iklan layanan masyarakat ini.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian perancangan animasi iklan layanan masyarakat ini dibagi menjadi tiga
bagian, yaitu tahap pre-produksi, tahap produksi, dan tahap post-produksi. Dalam tahapan preproduksi, penulis melakukan kajian pustaka dan observasi. Observasi yang penulis lakukan berupa
pengamatan di jalan raya untuk mengamati intensitas dan tempat-tempat rawan terjadinya aksi lawan
arus oleh pengendara motor sedangkan kajian pustaka dilakukan untuk mencari jumlah statistik pelaku
lawan arus, serta untuk menentukan bagaimana membuat iklan layanan masyarakat yang efektif.
Dalam tahapan ini penulis juga mencari berbagai referensi berupa iklan layanan masyarakat lain yang
pernah ada. Setelah semua data terkumpul, penulis menentukan konsep cerita dan kemudian membuat
screenplay daripada iklan layanan masyarakat tersebut. Selagi screenplay dibuat, desain karakter juga
mulai dibuat.
Setelah tahapan pre-produksi selesai, penulis masuk ke dalam tahapan produksi yang berisi
proses 3D Modelling, texturing, rigging, animating, dan rendering. Dalam tahapan ini desain karakter
yang sudah ada dibuat menjadi bentuk 3D. Kemudian setelah 3D Modelling selesai, penulis memberi
tekstur pada 3D model dan kemudian dilakukan proses rigging agar model yang sudah selesai bisa
dianimasikan. Dalam proses animasi sendiri, penulis melakukan animasi secara bertahap. Yaitu
dengan mengerjakan shot-shot yang mudah terlebih dahulu agar kemudian shot-shot tersebut dapat
dirender selagi penulis mengerjakan shot yang rumit. Cara kerja ini dilakukan untuk mengejar
efisiensi waktu. Kemudian dalam tahap rendering, penulis menggunakan multiple pass rendering.
Dengan menggunakan multiple pass rendering ini memudahkan penulis untuk mengatur hasil akhir
dalam tahapan post-produksi.
Tahapan terakhir, yaitu tahapan post-produksi. Dalam tahapan ini penulis melakukan editing
hasil render iklan layanan masyarakat. Dengan menggunakan Adobe After Effects dan Adobe
Premiere Pro penulis menggabungkan shot-shot menjadi satu kesatuan. Dalam tahapan ini pula lah
penulis menambahkan overlay berupa asap dan debu jalanan agar suasana jalan raya yang macet
menjadi nyata. Selain itu, penulis juga menggunakan sound effect untuk memperkuat nuansa jalan
raya, serta untuk menarik perhatian audiens. Penyesuaian warna juga dilakukan dalam tahapan ini.
HASIL DAN BAHASAN
Dalam hasil dan pembahasan ini, penulis akan membahas hasil akhir dari desain karakter,
environment, serta elemen grafis pendukung yang penulis gunakan di dalam iklan layanan masyarakat
ini. Penulis juga menyertakan screenshot dari hasil akhir animasi iklan layanan masyarakat ini.
Karakter dalam iklan layanan masyarakat ini adalah seorang pengendara motor dan seorang
polisi, ditambah dengan seorang karakter pendukung, yaitu wanita idaman sang pengendara motor.
Desain dari karakter tersebut adalah sebagai berikut:
Gambar 1-3. Desain Karakter
Karakter dalam iklan layanan masyarakat ini dibuat dengan menggunakan pendekatan
karikatur, karena itulah ukuran kepala karakter tidak proporsional dengan badannya. Karakter
pengendara motor sendiri memiliki rambut warna-warni karena merupakan sebuah karakter ‘alay’.
Mulut pengendara ini besar karena ia lebih sering berbicara dan membuat alasan namun jarang
mendengarkan sehingga telinganya kecil. Sementara itu karakter polisi memiliki mulut yang lebih
kecil karena ia jarang berbicara karena sudah lelah menasihati pengendara namun tidak didengar.
Telinganya lebih besar karena ia seringkali mendengar berbagai alasan dari pengguna jalan.
Selain karakter, dalam iklan layanan masyarakat ini, ada tiga environment yang digunakan,
yaitu tenda makan pinggir jalan, jalan raya, dan restoran mewah.
Gambar 4-6. Environment Cerita
Dalam iklan ini terdapat dua tempat yang kontras, restoran mewah dan warung makan
pinggir jalan. Restoran mewah dinamakan Lyx, yang merupakan bahasa Swedia dari kemewahan.
Bahasa Swedia dipilih karena Lyx merupakan penggambaran dari sebuah steak house dan steak
berasal dari daerah Swedia (Old Norse). Untuk tempat makan pinggir jalan, dinamakan ‘Tenda
Korban Tilang Moroseneng’ sebagai bentuk humor dan ironi. Kata ‘Moroseneng’ sendiri merupakan
sebuah kata yang umum digunakan sebagai nama tempat makan. Moroseneng sendiri berarti mencari
kebahagiaan.
Dalam visualisasi akhirnya, hasil render 3D kembali di-touch up dengan Adobe After Effects.
Editing ini berupa penambahan ambience untuk membentuk suasana polusi dan kotor jalan raya.
Garis-garis contour dalam tahap rendering digunakan untuk pemanis dan agar menyerupai karikatur.
Berikut ini adalah hasil visualisasi akhir dari iklan layanan masyarakat berjudul ‘Stop Lawan Arus!’:
Gambar 7-10. Visualisasi Akhir
Untuk mendukung iklan ini, dibutuhkan elemen grafis dengan menggunakan motion graphic
pada bagian akhir iklan. Elemen grafis ini digunakan untuk menyampaikan ajakan agar pengendara
tidak melawan arus. Desain dari elemen grafis ini adalah sebagai berikut:
Gambar 11-12. Elemen Grafis Pendukung
Dalam elemen grafis pendukung ini digunakan warna kuning sebagai warna utama.
Pemilihan warna ini dikarenakan warna kuning memiliki arti warning, sesuai dengan tujuan
pembuatan iklan layanan masyarakat ini, yaitu untuk menghimbau dan memperingati pengendara agar
tidak melawan arus. Warna merah pada tanda stop digunakan karena tanda stop sebagai rambu lalu
lintas sendiri berwarna merah dan juga karena warna merah melambangkan bahaya.
Motion dari elemen grafis ini adalah gerakan ke kanan dan ke kiri. Elemen grafis dibagi menjadi dua
bagian, atas dan bawah. Masing-masing bagian bergerak ke arah yang berbeda sebelum membentuk
grafis akhir. Pergerakan ini melambangkan arus lalu lintas yang terdiri dari dua arus berlawanan.
Berikut adalah beberapa hasil screenshot dari hasil akhir iklan layanan masyarakat ‘Stop
Lawan Arus!’:
Gambar 13. Screenshot hasil akhir karya
SIMPULAN DAN SARAN
Iklan layanan masyarat ‘Stop Lawan Arus!’ adalah suatu bentuk solusi bagi sikap pengendara
motor yang melawan arus lalu lintas. Dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2009 disebutkan bahwa
setiap pengguna jalan yang melanggar aturan lalu lintas akan dikenakan hukuman pidana atau denda
sesuai jenis pelanggarannya. Meskipun telah diatur dalam Undang-Undang, masih banyak pengguna
jalan yang kerap kali melanggar aturan lalu lintas. Hal ini diakibatkan oleh ketidak pedulian
masyarakat untuk menaati peraturan yang berlaku. Bagi pengendara, waktu lebih penting meskipun
untuk mengejar waktu mereka harus mempertaruhkan nyawa.
Maka dari itulah iklan layanan masyarakat ini dibuat dengan pendekatan emosional dan
menampilkan konsekuensi ekstrim (kecelakaan) agar dapat lebih menyentuh audiens. Dengan cerita
ini diharapkan pengendara dapat merasakan kesamaan nasib dan mempertimbangkan kembali
tindakannya melawan arus.
Iklan layanan masyarakat ini juga dapat digunakan untuk menyerukan bahaya melawan arus
bagi para pengendara motor. Selama ini sebagian besar himbauan terkait lalu lintas tampil dalam
wujud spanduk, poster/baliho. Karenanya iklan layanan masyarakat dengan media animasi 3d ini
dapat digunakan untuk menarik perhatian pengendara dan masyarakat terhadap isu lawan arus ini
hingga kemudian muncul kesadaran patuh aturan lalu lintas di tengah masyarakat. Selain itu iklan
masyarakat ini masih dapat dikembangkan dengan membuat berbagai versi cerita menggunakan
pendekatan
emosional.
REFERENSI
Anggarasena, Bima. (2010). Strategi Penegakan Hukum dalam Rangka Meningkatkan Keselamatan
Lalu Lintas dan Mewujudkan Masyarakat Patuh Hukum.
Tesis tidak diterbitkan, Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro
Budiastomo, Nugroho dan Guritnaningsih A. Santoso. 1 Januari, (2007). Hubungan Persepsi Risiko
Kecelakaan dan Pengambilan Keputusan Melanggar Lampu Merah.
JPS. Vol. 13, halaman 55
Collien, Andrew. (2011). Perancangan Komunikasi Visual Kampanye Sosial ‘Sikapmu Solusinya’
untuk Masalah Kesadaran Pengendara Sepeda Motor di Jakarta terhadap Peraturan Lalu Lintas.
Skripsi tidak diterbitkan, Jakarta: Program Sarjana Universitas Bina Nusantara.
Suraji,Aji, Ngudi Tjahjono, Muhammad Cakrawala, dan Syahriar B. Effendy. (2010). Indikator Faktor
Manusia terhadap Kecelakaan Sepeda Motor. Jurnal Transportasi. 2010 (10): 125-134
Jurnal Transportasi
Thomas, Frank dan Ollie Johnston. (1981). The Illusion of Life. New York: Walt Disney Productions.
Bell, Jaclyn. (2010). How to Create the Perfect Public Service Announcement. (Online). Tersedia:
http://www.centerdigitaled.com/artsandhumanities/How-to-Create-the-Perfect-Public-ServiceAnnouncement.html [19 Agustus 2015]
Chapman, Cameron. (2010). Color Theory for Designers, Part 1: The Meaning of Color. (Online).
Tersedia:
http://www.smashingmagazine.com/2010/01/color-theory-for-designers-part-1-themeaning-of-color/ [18 Agustus 2015]
Daniel. (2014). 125 Motor Ditilang Akibat Lawan Arus (Online). Tersedia:
http://harianterbit.com/read/2014/10/15/9816/18/18/125-Motor-Ditilang-Akibat-Lawan-Arus
[14
Maret 2015]
Isaac. (2009). Color Theory for Cinematographers. (Online). Tersedia: http://www.outsidehollywood.com/2009/03/color-theory-for-cinematographers/ [19 Agustus 2015]
Jorgens, Jack, Accent Media, Mclean, dan VA. What Makes a Successful PSA Campaign? (Online).
Tersedia: http://www.psaresearch.com/bib4111.html [5 Februari 2015]
Kowal,
John
Paul.
10
Commandments
of
http://www.psaresearch.com/bib4107.html [5 Februari 2015]
PSAs.
(Online).
Tersedia:
Lapor.ukp.go.id. (2014). Banyaknya Pengendara Sepeda Motor yang Melawan Arus di Fly Over
Kalibata. (Online). Tersedia:
https://lapor.ukp.go.id/id/1214259/banyaknya-pengendara-sepedamotor-yang-melawan-arus-di-fly-over-kalibata.html [15 Maret 2014]
Motodream (2011). AKBP Wahyono: Melawan Arus Penyebab Terbesar Kecelakaan Motor. (Online)
Tersedia:
http://m.motodream.net/content/read/akbp-wahyono-melawan-arus-penyebab-terbesarkecelakaan-motor/ [14 Maret 2015]
Moura, Gabe. (2014). Shot Sizes: Telling What They See. (Online). Tersedia:
http://www.elementsofcinema.com/cinematography/framing-shot-sizes/ [19 Agustus 2015]
Poskotanews. (2014). Motor Melawan Arah Penyebab Arus Lalu Lintas Macet. (Online). Tersedia:
http://poskotanews.com/2014/11/10/motor-melawan-arah-penyebab-arus-lalulintas-macet/ [14 Maret
2015]
Psaresearch. (2014). Effectiveness in Public Service Ad Campaigns. (Online). Tersedia:
http://www.psaresearch.com/caf1024.html [5 Februari 2015]
Psychologywikia,
Persuasive
Communivation.
(Online).
http://www.psychology.wikia.com/wiki/Persuasive_Communication [ 5 Februari 2015]
Tersedia:
Pusat Komunikasi Publik. (2012). 72 Persen Kecelakaan Jalan Raya Melibatkan Sepeda Motor.
(Online).
Tersedia:
http://hubdat.dephub.go.id/berita/988-72-persen-kecelakaan-jalan-rayamelibatkan-sepeda-motor [14 Maret 2015]
Restyanto, Mahmudi. (2014). Cara Menghadapi Motor Lawan Arus. (Online). Tersedia:
http://tips.autobild.co.id/read/2014/07/07/10895/53/15/Cara-Menghadapi-Motor-Lawan-Arus
[12
Agustus 2015]
Sindonews. (2015). 10 Pelanggaran Lalu Lintas Paling Sering Terjadi. (Online). Tersedia:
http://www.koran-sindo.com/read/947769/163/10-pelanggaran-lalu-lintas-paling-sering-terjadi1420695422 [14 Maret 2015]
Sindonews. (2014). Di Jaktim, Motor Nekat Lawan Arus Hindari Macet. (Online). Tersedia:
http://video.sindonews.com/play/10830/di-jaktim-motor-nekat-lawan-arus-hindari-macet [15 Maret
2015]
Sindonews. (2014). Lawan Arus, 160 Motor Ditilang dalam Operasi Zebra. (Online). Tersedia:
http://video.sindonews.com/play/14003/lawan-arus-160-motor-ditilang-dalam-operasi-zebra
[14
Maret 2015]
Wooden, Ruth A. PSAs Can Make a Difference, But It Takes Time. (Online). Tersedia:
http://www.psaresearch.com/bib4201.html [5 Februari 2015]
RIWAYAT PENULIS
Adrianne Jessica Liemchiu lahir di kota Jakarta pada 23 Januari 1993. Penulis menamatkan
pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Desain Komunikasi Visual Program
Animasi pada 2015.
Download