plagiat merupakan tindakan tidak terpuji

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATERI SISTEM DALAM KEHIDUPAN TUMBUHAN
UNTUK KELAS VIII C SMP BOPKRI 1 YOGYAKARTA
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Program Studi Pendidikan Biologi
Oleh :
Antonius Triantoro
NIM : 081434005
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2012
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
berkatNya skripsi yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe
Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem dalam
Kehidupan Tumbuhan Untuk Kelas VIII C SMP BOPKRI 1 Yogyakarta”
dapat terselesaikan dengan baik.
Skripsi ini diselesaikan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar
Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada program studi Pendidikan Biologi Universitas
Sanata Dharma Yogyakarta. Hal yang lain juga ditujukan untuk memberikan
pandangan di dalam dunia pendidikan tentang model pembelajaran yang dapat
dilakukan. Ketika hasil belajar yang diperoleh siswa kurang maksimal maka
pendidik harus memiliki strategi yang baik untuk dapat meningkatkan hasil
belajar siswa. Salah satunya dengan merubah model pembelajaran yang
digunakan. Model pembelajaran bukan hanya untuk membuat siswa menjadi
pandai, akan tetapi siswa juga merasa senang dengan model pembelajaran
yang diterapkan.
Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat menjadi salah satu
solusi untuk mengatasi rendahnya hasil belajar siswa. Model pembelajaran ini
pada dasarnya membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi yang
dipelajari dengan bantuan diskusi kelompok dan juga presentasi. Selain itu,
siswa juga dituntut untuk aktif dalam setiap pembelajaran.
Dalam proses penyusunan skripsi ini, tentunya penulis mendapatkan
bimbingan, saran, dukungan dan semangat. Untuk itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada :
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
1. Bapak R. Rohandi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pengetahuan Universitas Sanata Dharma.
2. Bapak Drs. A. Atmadi, M. Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta.
3. Ibu Dra. Maslichah Asy’ari M.Pd selaku Dosen Pembimbing yang
telah membimbing dengan penuh kesabaran, memberikan kritik saran
dan telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan.
4. Bapak Drs. Antonius Tri Priantoro, M. For. Sc. selaku Dosen Penguji
yang telah memberikan kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi
ini
5. Drs. Soetardhi Sumartoatmodjo, M. Pd. selaku Dosen Penguji yang
telah memberikan kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini
6. Ibu Dra. Sukami selaku Kepala Sekolah SMP BOPKRI 1 Yogyakarta
yang telah memberikan ijin untuk pelaksanaan penelitian.
7. Ibu Ndari Fajarwati, S.Si selaku guru bidang studi IPA Biologi SMP
BOPKRI 1 Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan untuk
penelitian di kelas VIII C.
8. Siswa kelas VIII C SMP BOPKRI 1 Yogyakarta yang telah
berpartisipasi dalam penelitian yang telah dilakukan.
9. Kedua orangtuaku, Bapak Adi Wiyono dan Ibu Mujiyati yang
senantiasa memberikan doa, dukungan dan restunya kepada penulis
sejak awal studi sampai akhir hingga tersusunnya skripsi ini.
10. Kakakku, Mas Suradi dan Mas Suryatno atas dukungannya.
vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI
SISTEM DALAM KEHIDUPAN TUMBUHAN UNTUK KELAS VIII C
SMP BOPKRI 1 YOGYAKARTA
Antonius Triantoro
Universitas Sanata Dharma
2012
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan peningkatan
hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
bagi siswa kelas VIII C SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.
Penelitian dilakukan dalam dua siklus, yaitu masing-masing siklus dua kali
pertemuan. Dari dua siklus tersebut, peneliti mengukur ranah kognitif dan ranah
afektif. Ranah kognitif diukur dengan menggunakan tes tertulis dan ranah afektif
dengan menggunakan lembar observasi, lembar kuesioner dan wawancara.
Instrumen-instrumen tersebut digunakan untuk mengetahui kemampuan belajar
siswa dan respon siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Target
ketercapaian hasil belajar siswa yaitu 70% siswa memilki nilai diatas ketuntasan
minimal. Target keaktifan siswa yaitu 70% siswa aktif pada saat pembelajaran.
Cara analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif
dan analisis kualitatif. Analisis tersebut digunakan untuk menganalisis ranah
kognitif dan ranah afektif siswa. Analisis kuantitatif dengan menggunakan uji t
untuk mengetahui signifikansi hasil yang diperoleh dari tes yang dilakukan.
Analisis kualitatif dengan menggunakan pemaparan deskripsi berdasarkan
kesimpulan yang diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara siswa.
Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah terjadi
peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan setelah dilakukan uji t. Nilai
rata-rata pre tes yaitu 53,09 menjadi 65,22 pada rata-rata nilai pos tes siklus
pertama dan naik menjadi 81,52 pada rata-rata nilai pos tes siklus kedua.
Sebanyak 84% siswa memiliki nilai diatas kriteria ketuntasan minimal. Untuk
keaktifan siswa mengalami kenaikan dari siklus pertama dan siklus kedua, yaitu
47 % menjadi 75 %. Hasil kuesioner yaitu kategori sangat baik dengan rata-rata
skor 50.
Kata kunci : Hasil belajar, Teknik Jigsaw, Pembelajaran kooperatif
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
THE APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING METHOD OF
JIGSAW TO INCREASE STUDENT’S LEARNING ACHIEVEMENT
OF THE EIGHT C CLASS STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL
ONE BOPKRI YOGYAKARTA
Antonius Triantoro
Sanata Dharma University
2012
Target of this research is to know effectiveness and improvement of result
learn student after applied model study of type co-operative of Jigsaw to class
student of VIII C SMP BOPKRI 1 Yogyakarta.
Research was conducted in two cycle, that is each cycle twice meeting. From
two cycle, researcher measure cognate domain and domain of afektif. Domain of
cognate measured by using tes written and domain of afektif by using observation
sheet, sheet of kuesioner and interview. The Instrument which used by researcher
to know ability learn and student of respon student to study model applied by
researcher. Target achievement of student learning outcomes that students have
the value of 70% above the minimum passing grade. Target student activity that is
70% of the students during the learning active.
Method of analysis used in this research is the analysis of quantitative and
qualitative analysis. The analysis used to analyse cognate domain and domain of
afektif student. Quantitative analysis using a t-test to determine the significance of
the results obtained from the tests performed. Analysis qualitative by using
presentation of description pursuant to obtained conclusion from result of student
interview and kuesioner.
Conclusion from result of research which have been done by happened the
make-up of result learn student by signifikan after t test . Average value of pre tes
that is 53,09 becoming 65,22 at mean assess post of tes first cycle and go up to
become 81,52 at mean assess post of tes second cycle. Counted 84% student have
value above complete criterion minimize. For the livelines of student increase of
first cycle and second cycle, that is 47 % becoming 75 %. Result of kuesioner that
is category very good with score mean 50.
Key word : Result learn, Techniq of Jigsaw, Kooperatif learning
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK ........................ iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................................... v
KATA PENGANTAR .................................................................................... vi
ABSTRAK ...................................................................................................... ix
ABSTRACT ...................................................................................................... x
DAFTAR ISI ................................................................................................... xiv
DAFTAR TABEL ........................................................................................... xv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvi
DAFTAR GRAFIK ......................................................................................... xvii
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... xviii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................. 4
C. Batasan Masalah ............................................................................... 5
D. Hipotesis ........................................................................................... 5
E. Tujuan ............................................................................................... 5
F. Manfaat ............................................................................................ 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Belajar ............................................................................................... 7
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
B. Hasil Belajar ...................................................................................... 9
C. Pembelajaran Kooperatif .................................................................. 11
1. Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Kooperatif .............. 11
2. Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif ....................................... 13
3. Teknik Jigsaw ............................................................................. 14
a. Pengertian Teknik Jigsaw ..................................................... 14
b. Langkah-Langkah Teknik Jigsaw ......................................... 15
c. Keunggulan Teknik Jigsaw ................................................... 17
D. Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan .......................................... 17
E. Fotosintesis ....................................................................................... 19
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian .............................................................................. 21
B. Variabel Penelitian ............................................................................ 21
C. Desain Penelitian .............................................................................. 22
D. Prosedur Penelitian ........................................................................... 23
1. Prosedur Penelitian Tahap 1 dan 2 .............................................. 23
a. Persiapan Penelitian .............................................................. 23
b. Pelaksanaan Penelitian .......................................................... 23
c. Observasi ............................................................................... 24
d. Refleksi ................................................................................. 25
E. Instrumen Penelitian ......................................................................... 25
1. Perangkat Pembelajaran .............................................................. 25
2. Instrumen Pengumpulan Data ..................................................... 25
a. Tes ......................................................................................... 25
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
b. Lembar Observasi ................................................................. 26
c. Kuesioner .............................................................................. 26
d. Wawancara ............................................................................ 27
F. Analisis Data ..................................................................................... 27
1. Ranah Kognitif ............................................................................ 28
2. Ranah Afektif .............................................................................. 29
G. Indikator Keberhasilan ...................................................................... 30
H. Agenda Penelitian ............................................................................. 30
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Setiap Siklus ..................................................................... 32
1. Hasil Siklus 1 .............................................................................. 32
a. Perencanaan ........................................................................... 32
b. Pelaksanaan ........................................................................... 32
c. Observasi ............................................................................... 35
d. Refleksi ................................................................................. 36
2. Hasil Siklus 2 ............................................................................. 37
a. Perencanaan ........................................................................... 37
b. Pelaksanaan ........................................................................... 37
c. Observasi ............................................................................... 40
d. Refleksi ................................................................................. 41
B. Hasil Penelitian dan Analisis data ..................................................... 42
1. Hasil Penelitian Siklus 1 dan 2 .................................................. 42
a. Hasil Penilaian Pre tes ........................................................... 42
b. Hasil Penilaian Pos tes Siklus 1 ............................................ 43
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
c. Hasil Penilaian pos tes Siklus 2 ............................................ 45
d. Hasil Observasi ..................................................................... 46
e. Hasil Kuesioner ..................................................................... 52
2. Analisis Data .............................................................................. 56
a. Analisis Ranah Kognitif ........................................................ 57
b. Analisis Ranah Afektif .......................................................... 59
1) Kuesioner ......................................................................... 59
2) Observasi ......................................................................... 60
3) Wawancara ...................................................................... 61
C. Pembahasan ....................................................................................... 62
1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa ............................................... 62
2. Keaktifan Siswa ......................................................................... 63
3. Respon Siswa Terhadap Pembelajaran ...................................... 64
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ....................................................................................... 66
B. Saran ................................................................................................. 67
1. Bagi Guru .................................................................................... 67
2. Bagi Peneliti Selanjutnya ............................................................ 68
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 69
xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Variabel Penelitian .......................................................................... 21
Tabel 3.2 Penentuan Kategori Nilai Siswa ..................................................... 29
Tabel 3.3 Kriteria Penilaian Kuesioner .......................................................... 30
Tabel 3.4 Indikator Keberhasilan .................................................................... 30
Tabel 4.1 Nilai Pre tes ..................................................................................... 42
Tabel 4.2 Nilai Pos tes Siklus 1 ...................................................................... 43
Tabel 4.3 Nilai Pos tes Siklus 2 ...................................................................... 45
Tabel 4.4 Hasil Observasi Siklus 1 ................................................................. 47
Tabel 4.5 Hasil Observasi Siklus 2 .................................................................. 49
Tabel 4.6 Prosentase Hasil Observasi ............................................................. 50
Tabel 4.7 Hasil Kuesioner ............................................................................... 52
Tabel 4.8 Presentase Respon Siswa ................................................................ 54
Tabel 4.9 Paired Sample Satistic ..................................................................... 57
Tabel 4.10 Paired Sample Correlations ........................................................... 58
Tabel 4.11 Paired Sample Test ....................................................................... 58
xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Model Spiral Kemmis dan Mc Taggart ....................................... 22
Gambar 4.1 Pre tes .......................................................................................... 33
Gambar 4.2 Diskusi Siklus 1 ........................................................................... 34
Gambar 4.3 Presentasi Siklus 1 ....................................................................... 35
Gambar 4.4 Awal Pembelajaran Siklus 2 ....................................................... 38
Gambar 4.5 Diskusi Siklus 2 ........................................................................... 39
Gambar 4.6 Presentasi Siklus 2 ....................................................................... 40
xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Daftar Grafik
Grafik 4.1 Peningkatan Hasil Belajar Siswa ................................................... 46
Grafik 4.2 Peningkatan Aktivitas Siswa ......................................................... 52
Grafik 4.3 Respon Siswa ................................................................................. 56
xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
1. Silabus ....................................................................................................... 71
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ............................................ 75
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ........................................... 80
4. Hand Out Siklus I ...................................................................................... 85
5. Hand Out Siklus II .................................................................................... 89
6. Lembar Kerja Siswa Siklus I ..................................................................... 91
7. Lembar Kerja Siswa Siklus II ................................................................... 92
8. Kisi-Kisi dan Soal Pre tes .......................................................................... 93
9. Kisi-Kisi dan Soal Pos tes siklus I ............................................................. 97
10. Soal Pos tes Siklus II ................................................................................. 101
11. Lembar observasi ...................................................................................... 105
12. Lembar kuesioner ...................................................................................... 108
13. Pedoman wawancara ................................................................................. 112
14. Agenda penelitian ...................................................................................... 113
15. Hasil Tes Siswa
16. Hasil Kuesioner Siswa
17. Surat Ijin Penelitian
18. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian
xviii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam
kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu
bangsa ditentukan oleh kreatifitas pendidikan bangsa itu sendiri dan
kompleksnya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia yang handal
dan mampu berkompetisi, selain itu pendidikan merupakan wadah kegiatan
yang dapat dipandang sebagai pencetak SDM yang bermutu tinggi.
Guru merupakan kunci dalam peningkatan mutu pendidikan dan mereka
berada pada titik sentral dari setiap usaha reformasi pendidikan yang
diarahkan pada perubahan kualitatif. Guru bertanggung jawab untuk mengatur
mengarahkan dan menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan di kelas. Untuk menunjang tugas tersebut
diperlukan pemilihan metode yang tepat dan sesuai dengan materi atau konsep
yang akan diajarkan ( pembenahan gaya mengajar guru ). Metode mengajar
yang dipakai guru akan berpengaruh pula terhadap cara belajar siswa, yang
mana setiap siswa mempunyai cara belajar yang berbeda-beda dengan siswa
lainnya.
Pembelajaran yang dilaksanakan umumnya masih tradisional yaitu guru
menerangkan suatu konsep, memberi contoh, murid secara individual
mengerjakan soal latihan kemudian murid mengerjakan soal-soal sebagai
pekerjaan rumah yang merupakan kegiatan rutin di sekolah. Para murid pada
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
umumnya belajar secara individu tanpa ada kesempatan yang leluasa untuk
menalarkan secara logis dan mengkomunikasikan gagasannya, jawaban suatu
soal juga membatasi kreatifitas murid karena hanya terdapat suatu jawaban
yang benar dan kebenaran tersebut ditentukan berdasar otoritas seorang guru.
Proses pembelajaran tersebut telah menghasilkan sejumlah besar murid tidak
mampu
menggunakan
keterampilan
matematis
untuk
menyelesaikan
permasalahan kecil sekalipun.
Upaya pembaharuan di bidang pendidikan pada dasarnya diarahkan pada
usaha antara lain : penguasaan materi, media dan model pembelajaran yang
digunakan. Model pembelajaran diarahkan pada peningkatan aktivitas siswa
dalam proses belajar mengajar sehingga proses belajar mengajar berlangsung
secara optimal antara guru dan siswa. Interaksi antara guru dan siswa yang
optimal berimbas pada penigkatan penguasaan konsep siswa yang pada
gilirannya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Guru yang kreatif, dapat membuat pembelajaran menjadi menarik, lebih
baik dan disukai oleh siswa sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami
siswa dengan mudah. Keadaan kelas perlu direncanakan oleh guru sehingga
dapat terjadinya interaksi antar siswa unutuk dapat memperoleh hasil belajar
yang maksimal. Sejalan dengan berkembangnya penelitian di bidang
pendidikan maka ditemukan model – model pembelajaran baru yang dapat
meningkatkan interaksi siswa dalam proses belajar mengajar, yang dikenal
dengan model pembelajaran kooperatif yaitu merupakan aktivitas pelaksanaan
pembelajaran dalam kelompok, yang saling berinteraksi satu sama lain,
dimana pembelajaran adalah bergantung kepada interaksi antara ahli-ahli
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
dalam kelompok, setiap siswa bertanggung jawab terhadap proses
pembelajaran di kelas dan juga di dalam kelompoknya (Anonim, 2012).
Kegiatan utama dalam proses pendidikan di sekolah adalah kegiatan
belajar-mengajar. Proses belajar mengajar yang ada merupakan penentu
keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Siswa yang belajar
diharapkan
mengalami
perubahan
baik
dalam
bidang
pengetahuan,
pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. Perubahan tersebut dapat tercapai
bila ditunjang berbagai macam faktor. Faktor yang dapat menghasilkan
perubahan juga berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar. Hasil belajar
merupakan alat untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi yang
telah diajarkan guru. “Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang
dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar” (Sudjana, 2010). Oleh
karena itu, hasil belajar merupakan faktor yang paling penting dalam proses
belajar mengajar.
Dalam dunia pendidikan pada saat ini sudah banyak upaya-upaya untuk
meningkatkan kualitas belajar siswa agar sesuai dengan tuntutan zaman. Teori,
penelitian, dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membuktikan bahwa
guru sudah harus mengubah paradigma pengajaran. Melalui metode
pembelajaran Jigsaw diharapkan dapat memberikan solusi dan suasana baru
yang menarik dalam pengajaran sehingga memberikan konsep baru.
Pembelajaran jigsaw membawa konsep pemahaman inovatif, dan menekankan
keaktifan siswa, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa
bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan memiliki
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
banyak
kesempatan
untuk
mengolah
informasi
dan
4
meningkatkan
keterampilan berkomunikasi.
Penulis menggunakan kelas VIII C SMP BOPKRI 1 Yogyakarta untuk
melaksanakan penelitian. Permasalahan utama yang ada di kelas VIII C yaitu
rendahnya hasil belajar siswa. Penyebab rendahnya hasil belajar siswa
berdasarkan observasi serta laporan dari guru terkait, siswa cenderung hanya
mendengarkan materi yang disampaikan guru dan siswa kurang memberikan
tanggapan atau kurang kritis, seolah-olah siswa sudah memahami materi.
Keaktifan siswa di dalam pembelajaran dapat membantu untuk memahami
materi yang disampaikan oleh guru.
Hasil belajar yang dimiliki siswa kelas VIII C SMP BOPKRI 1
Yogyakarta yaitu dengan rata-rata nilai 55. Sedangkan untuk ketuntasan
minimal kelas VIII mata pelajaran IPA Terpadu yaitu 75. Siswa yang
mendapatkan nilai di atas ketuntasan mininmal yaitu 35 % dan sisianya masih
berada dibawah nilai ketuntasan minimal. Hal tersebut memberikan
pandangan kepada peneliti bahwa memang hasil belajar siswa yang berada
dibawah rata-rata. Guru ketika melakukan pembelajaran juga memberikan
variasi model pembelajaran, yaitu praktikum serta pemanfaatan lingkungan
sekitar sekolahan.
B. Rumusan Masalah
Apakah
dengan
meningkatkan
model
hasil
pembelajaran
belajar
siswa
kooperatif
kelas
VIII
tipe
SMP
Jigsaw
dapat
BOPKRI
YOGYAKARTA pada materi Sistem Dalam Kehidupan Tumbuhan ?
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
C. Batasan Masalah
Mengingat cukup luasnya ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas
maka penulis membatasi permasalahan sebagai tujuan untuk lebih terfokus
pada masalah yang akan dibahas. Pembatasan masalah tersebut penulis hanya
membatasi masalah untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VIII C
SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. Aspek yang akan diukur oleh penulis yaitu
aspek kognitif dan aspek afektif dari siswa.
Materi yang digunakan oleh penulis untuk pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw yaitu pada K.D. 2.1 mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan
tumbuhan serta K.D. 2.2 mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan
transformasi energi pada tumbuhan hijau. Materi tersebut cocok dengan
karakteristik tipe Jigsaw karena adanya sub bab yang dapat di bahas dalam
kelompok belajar. Selain itu, nilai kedua materi tersebut pada tahun ajaran
sebelumnya masih jauh dibawah kriteria ketuntasan minimal.
D. Hipotesis
Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar
siswa kelas VIII C SMP BOPKRI 1 YOGYAKARTA.
E. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan yang diharapkan yaitu untuk mengetahui keefektifan penerapan
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw bagi siswa kelas VIII C SMP
BOPKRI 1 Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
2. Tujuan Khusus
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP
BOPKRI 1 Yogyakarta melalui penggunaan model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw.
F. Manfaat
1. Bagi penulis dapat sebagai acuan untuk lebih mengembangkan berbagai
model pembelajaran untuk meningkatkan presetasi belajar siswa.
2. Bagi guru dapat sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan
prestasi belajar siswa.
3. Bagi SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dengan hasil penelitian ini diharapkan
dapat lebih meningkatkan meningkatkan pengembangan variasi berbagai
model pembelajaran di sekolahan sehingga hasil belajar siswa lebih baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Belajar
Pengertian belajar dalam arti sehari-hari adalah sebagai penambahan
pengetahuan, namun ada yang mengartikan bahwa belajar sama dengan
menghafal, karena orang belajar akan menghafal. Selain itu, belajar juga
merupakan suatu aktivitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan,
meningkatkan ketrampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengkokohkan
kepribadian. Dalam hal ini, pengalaman menjadi peran paling besar untuk
seseorang dalam belajar (Suyono, 2011). Pengertian belajar ini masih sangat
sempit, karena belajar bukan hanya membaca dan menghafal tapi juga
penalaran. Namun pengertian belajar masih sulit untuk diartikan dengan tepat.
Winkel (1987) mengemukakan bahwa belajar merupakan perubahanperbahan atau penyempurnaan terhadap hasil yang telah diperoleh. Hasil
belajar yang diperoleh merupakan kemampuan baru, dapat juga merupakan
penyempurnaan atau pengembangan diri dari suatu kemampuan yang dimiliki.
Perubahan belajar yang dialami seseorang akan bertahan lama sampai taraf
tertentu, bahkan tidak menghilang lagi. Belajar dapat terjadi dalam interaksi
dengan lingkungan, dalam bergaul dengan orang, dalam memegang benda dan
dalam menghadapi suatu peristiwa.
7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
Berikut ini akan disajikan beberapa teori belajar menurut para ahli.
1. Kurt Lewin (Suyono, 2011) menyatakan belajar berlangsung
sebagai akibat perubahan struktur kognitif seseorang. Perubahan
struktur kognitif yang dimaksud yaitu hasil dari dua macam
kekuatan, struktur medan kognitif dan kebutuhan motivasi internal
individu. Dengan kata lain, seseorang akan terus berjalan untuk
mencapai tujuannya dengan adana dorongan dari motivasi hidup.
2. Menurut Teori Belajar Konstruktivisme ( Suyono, 2011) belajar
adalah hasil kontruksi manusia itu sendiri. Pengetahuan bukanlah
pemberian dari alam, melainkan manusia mengembangkan
pengetahuan dari alam karena mengalami kontak langsung. Teori
belajar kontruktivisme lebih menonjolkan refleksi terhadap
pengalaman. Dengan demikian, belajar merupakan suatu proses
pengaturan model mental seseorang untuk mengakomodasi
pengalaman-pengalaman baru.
3. Winkel (Akhmad Sayuti, 2007 ) menyatakan bahwa belajar adalah
suatu aktifitas mental dan psikis yang berlangsung dalam interaksi
aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan
dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan nilai sikap.
Maka dapat dikatakan bahwa belajar adalah kegiatan mental yang
berhubungan dengan lingkungan sekitarnya yang dapat mengubah
intelektual.
Dari berbagai pemahaman tentang belajar yang dikemukanan oleh para
ahli, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu perubahan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
pengetahuan, pemahaman, mental dan kecakapan hidup di dalam kehidupan
manusia.
Hanya saja setiap manusia memiliki cara tersendiri untuk
memberikan perubahan dalam belajar di dalam kehidupan mereka masingmasing.
B. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan segala kemampuan yang dapat dicapai peserta
didik melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan
pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi peserta didik dalam
kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam
rangka mewujudkan manusia berkualitas, bertanggung jawab pada diri sendiri,
masyarakat, bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
Hasil belajar merupakan hal yang dapat di pandang dari dua sisi, yaitu
peserta didik dan guru. Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan tingkat
perkembangan mental yang lebih baik dibandingkan pada saat sebelum belajar
yang terwujud dalam ranah kognitif, afektif dan psikimotor. Sedangkan dari
sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya bahan pelajaran. Hasil
belajar inilah yang nantinya akan digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran
atau kriteria dalam menerapkan suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai
ketika peserta didik sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan
tingkah laku yang lebih baik (Dahar, 1989).
Menurut Arikunto (dalam Anonim, 2011, duniabaca.com/pengertianbelajar-dan-hasil-belajar.html) hasil belajar adalah hasil yang diperoleh
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
setelah mengalami proses belajar yang dapat diukur dan di amati sebagai hasil
dari suatu perubahan. Hasil belajar yang diperoleh bukan hanya perubahan
mengenai pengetahuan, melainkan dapat berupa perubahan kecakapan,
kebiasaan, pengertian, penguasaan dan penghargaan dalam diri seseorang
yang mengalami belajar.
Sebenarnya hasil belajar merupakan realisasi pemekaran dari
kecakapan atau kapsitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil belajar
dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan
pengetahuan, ketrampilan berpikir maupun ketrampilan motorik. Hasil belajar
dapat diperoleh dari tes (formatif, sub formatif dan sumatif), unjuk kerja
(performance), penugasan (proyek), hasil kerja (produk), portofolio, sikap
serta penilaian diri (M. Syah, 1995).
Orang yang telah berhasil dalam belajar akan menjadi orang mandiri
dan memiliki tujuan untuk hidupnya. Pengetahuan dan kemampuan dalam diri
seseorang dapat ditumbuhkan melalui hasil belajar sehingga ia memiliki
kemampuan berupa ketrampilan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan berbagai pengertian diatas, maka dapat disintesiskan
bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan
yang telah dilakukan berulang-ulang, serta akan tersimpan dalam jangka
waktu yang lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil
belajar turut serta dalam membentuk individu yang selalu ingin vmencapai
hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menjalani
kehidupan ini.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
Untuk dapat mencapai hasil belajar yang maksimal menurut
Anto Marleviandra (techonly13.wordpress.com/2009/07/04/pengertian-hasilbelajar) perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu :
1. Faktor individu, yaitu faktor yang ada pada individu yang meliputi
kematangan/ pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor
pribadi.
2. Faktor sosial, yaitu faktor yang ada diluar individu. Faktor sosial
terdiri dari faktor keluarga, guru dan cara mengajar, lingkungan dan
kesempatan yang tersedia serta motivasi sosial.
Sementara itu, hasil belajar yang dicapai peserta didik dipengaruhi
oleh dua faktor utama yaitu faktor yang datang dari peserta didik dan faktor
yang datang dari luar peserta didik atau lingkungan. Faktor yang datang dari
dalam peserta didik yaitu motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan cara
belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan faktor psikis. Sedangkan
faktor dari luar peserta didik atau lingkungan yaitu keluarga, sekolah,
kelompok bermain dan masyarakat.
C. Pembelajaran Kooperatif
1. Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif adalah suatu stategi pembelajaran yang
menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam kerjasama atau
membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam
kelompok yang terdiri atas empat sampai enam orang untuk memecahkan
masalah. Bahasa peserta didik mungkin lebih mudah dipahami
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
dibandingkan dengan bahasa yang digunakan oleh guru, sehingga peserta
didik lebih terbuka kepada teman sebaya dalam kelompok. Keberhasilan
peserta didik dalam belajar disebabkan karena adanya sebuah kerjasama
untuk saling membantu dalam memahami pelajaran yang sedang
berlangsung. Manfaat dari model belajar kooperatif diantaranya adalah
melibatkan peserta didik secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan,
sikap dan keterampilan dalam suasana terbuka dan demokratis (Yusti
Arini, 2008).
Sugiyanto (2009) mengungkapkan bahwa “Model Pembelajaran
Cooperative Learning adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk saling bekerja sama dalam
memaksimalkan kondisi belajar unuk mencapai tujuan belajar”. Konsep
pokok dari pembelajaran kooperatif yaitu menciptakan interaksi yang asah,
asih dan asuh dalam belajar baik guru dengan siswa maupun siswa dengan
siswa.
Pembelajaran Kooperatif juga merupakan sistem pembelajaran yang
memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan
sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur (Ina Karlina, 2002).
Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah
siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya
berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota
kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk
memahami materi pelajaran (Ria Noviana, 2008).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
Dari beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai
pengertian model pembelajaran Cooperative Learning, maka dapat
disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Cooperative Learning adalah
cara belajar bersama-sama dalam sebuah kelompok yang terdiri atas dua
orang atau lebih yang saling membantu antara satu dengan yang lainnya
untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan di dalam setiap
pembelajaran yang dilaksanakan.
2. Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif
Menurut Lie (Sugiyanto, 2009) mengemukakan bahwa untuk dapat
mencapai tujuan pembelajaran kooperatif maka diperlukan unsur-unsur
yang mengikat, yaitu saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka,
tanggung jawab perseorangan, evaluasi antar anggota dan evaluasi proses.
a. Saling ketergantungan positif yakni sifat yang menunjukkan saling
ketergantungan satu terhadap yang lain di dalam kelompok secara
positif. Keberhasilan kelompok sangat tergantung pada usaha
setiap anggotanya. Kegagalan satu anggota kelompok saja berarti
kegagalan kelompok. Penilaian yang dilakukan adalah penilaian
individu dan penilaian kelompok. Dengan demikian setiap siswa
yang memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan
sumbangan nilai pada kelompoknya.
b. Tanggung jawab perseorangan yakni bahwa setiap individu di
dalam kelompok memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi oleh kelompok. Jika tugas dan pola
penilaian dibuat berdasarkan prosedur model pembelajaran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
kooperatif, maka setiap siswa akan mearasa bertanggung jawab
untuk melakukan yang terbaik, sehingga masing-masing anggota
kelompok akan melaksanakn tanggung jawabnya sendiri agar tugas
selanjutnya dalam kelompok dapat terlaksana.
c. Tatap muka yakni bahwa setiap kelompok harus diberikan
kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan ini akan
membetuk sinergi dalam hal menghargai perbedaan, memanfaatkan
kelebihan dan mengisi kekurangan masing-masing anggota.
d. Komunikasi antar anggota yakni dalam berdiskusi atau kerjasama
diperlukan adanya komunikasi antar anggota. Keberhasilan suatu
kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk
mengutarakan pendapat mereka. Guru dapat memotivasi siswanya
agar berani mengutarakan pendapatnya. Proses ini merupakan
proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk
memperkaya pengalaman belajar dan membina perkembangan
mental dan emosional siswa.
e. Evaluasi proses kelompok merupakan proses perolehan jawaban
permasalahan yang dikerjakan oleh kelompok secara bersama.
3. Teknik Jigsaw
a. Pengertian Teknik Jigsaw
Dari sisi etimologi Jigsaw berasal dari bahasa Inggris yaitu
gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah Fuzzle,
yaitu
sebuah
teka
teki
yang
menyususn
potongan
gambar.
Pembelajaran kooperatif model Jigsaw ini juga mengambil pola cara
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
bekerja sebuah gergaji ( jigsaw), yaitu siswa melakukan sesuatu
kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk
mencapai tujuan bersama (Fauzan Marz, 2011).
Model pembelajaran kooperatif model Jigsaw adalah sebuah
model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada kerja
kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. Seperti yang
diungkapkan oleh Arends (1997, dalam akhmadsudrajat.wordpress
.com/2008/07/31/cooperativelearningteknik-jigsaw/) suatu kelompok
belajar yang bertanggung jawab atas penguasaan materi dan mampu
menjelaskan materi kepada teman atau kelompok lain. Dalam model
pembelajaran Jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk
mengemukanakan pendapat, dan mengelolah informasi yang didapat
dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi,
anggota
kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan
ketuntasan bagian materi yang dipelajari, dan dapat menyampaikan
kepada kelompoknya.
b. Langkah-langkah Teknik Jigsaw
Menurut Sugiyanto (2009) pembelajaran model Jigsaw ini
dikenal juga dengan kooperatif para ahli. Karena anggota setiap
kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Namun,
permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama, disebut sebagai
team ahli yang bertugas membahas permasalahan yang dihadapi.
Selanjutnya, hasil pembahasan itu di bawah kekelompok asal dan
disampaikan pada anggota kelompoknya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
Kegiatan yang dilakukan sebagai berikut:
i.
Siswa
mambaca
untuk
menggali
informasi.
Siswa
memeperoleh topik - topik permasalahan untuk di baca
sehingga mendapatkan imformasi dari permasalahan tersebut.
ii.
Diskusi kelompok ahli. Siswa yang telah mendapatkan topik
permasalahan yang sama bertemu dalam satu kelompok atau
disebut dengan kelompok ahli untuk membicarakan topik
permasalahan tersebut.
iii.
Laporan kelompok, kelompok ahli kembali ke kelompok asal
dan menjelaskan dari hasil yang didapat dari diskusi tim ahli.
iv.
Kuis dilakukan mencakup semua topik permasalahan yang
dibicarakan.
v.
Perhitungan skor kelompok dan menetukan penghargaan
kelompok.
Pengajar menggunakan langkah-langjah Jigsaw menurut
Sugiyanto (2009), yaitu sebagai berikut:
i.
Siswa dikelompokan sebanyak 2 - 6 orang siswa.
ii.
Tiap orang dalam team asal diberi bagian materi berbeda.
iii.
Tiap orang dalam team asal diberi bagian materi yang
ditugaskan.
iv.
Anggota dari team asal yang berbeda yang telah mempelajari
bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru
(kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
v.
17
Setelah selesai diskusi sebagai team ahli tiap anggota kembali
kedalam kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu
team mereka tentang sub bab yang mereka kusai dan tiap
anggota lainnya mendengarkan dengan seksama.
c.
vi.
Tiap team ahli mempresentasikan hasil diskusi.
vii.
Guru dan siswa memberi evaluasi terhadap presentasi.
viii.
Penutup.
Keunggulan Teknik Jigsaw
Menurut Syarif Fauzan (syariffauzan.blogspot.com) dan Abdul
Azis (azisgr.blogspot.com) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
memiliki keunggulan antara lain :
i.
Mengembangkan hubungan antar pribadi positif di antara siswa
yang memiliki kemampuan belajar berbeda.
ii.
Menerapkan bimbingan sesama teman.
iii.
Rasa harga diri siswa yang lebih tinggi.
iv.
Memperbaiki kehadiran dan keaktifan siswa dalam mengikuti
pembelajaran.
v.
Meningkatkan motivasi belajar.
vi.
Meningkatkan
rasa
tanggung
jawab
siswa
terhadap
pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain.
vii.
Melatih siswa untuk berdiskusi di dalam membantu memahami
materi dengan teman satu kelompok maupun satu kelas.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
D. Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan
Struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dibagi menjadi tiga bagian, utama
yaitu bagian akar, batang dan daun. Dari ketiga bagian tersebut memiliki
struktur morfologi dan struktur anatomi yang saling mendukung demi
kelangsungan hidup tumbuhan itu sendiri
Secara morfologi, akar tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar
dan tudung akar. Struktur anatomi akar meliputi epidermis, korteks, endodermis dan silinder pusat. Pada bagian akar terjadi proses penyerapan dan
pengangkutan air dan mineral dari tanah menuju daun untuk digunakan dalam
proses fotosintesis.
Rambut akar memiliki fungsi untuk menyerap air dan garam mineral untuk
dibawa menuju daun. Tudung akar berfungsi untuk melindungi ujung akar
dari gesekan keras. Ujung akar berfungsi untuk mencari celah bidang
penyerapan.
Struktur batang dibedakan menjadi morfologi (struktur luar) dan anatomi
(struktur dalam). Morfologi batang dibedakan menjadi batang tumbuhan herba
dan batang tumbuhan berkayu. Struktur anatomi batang tumbuhan berkayu
berbeda dengan batang tumbuhan herba. Batang tumbuhan berkayu memiliki
anatoni epidermis batang, korteks batang dan stele. Sedangkan pada batang
tumbuhan herba merupakan sel-sel epidermis yang tipis dan terdapat stomata.
Struktur anatomi akar dan batang memiliki persamaan yaitu pada
epidermis, korteks dan stele, hanya saja batang tidak memiliki lapisan
endodermis yang berfungsi untuk jalur pengangkutan bahan dan hasil
fotosintesis. Epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan yang ada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
didalamnya. Sedangkan korteks berfungsi sebagai penguat karena tersusun
dari sel-sel kolenkim dan sklerenkim. Silinder pusat berfungsi untuk
perkembangan karena terdapat sel-sel parenkim.
Pada umumnya daun memiliki struktur yang terdiri dari helaian daun
(lamina) dan tangkai daun (ptiolus). Struktur anatomi daun meliputi epidermis
daun, jaringan tiang (jaringan palisade), jaringan bunga karang (jaringan
spons) dan berkas pengangkut. Daun merupakan tempat terjadinya proses
fotositesis dan hasil dari fotositesis akan diedarkan ke seluruh bagian
tumbuhan.
Epidermis daun terdapat stomata yang berfungsi untuk jalan keluar
masuknya udara. Epidermis daun terdiri dari epidermis atas dan epidermis
bawah. Jaringan palisade berfungsi untuk tempat berlangsungnya fotosintesis
karena mengandung kloroplas. Jaringan bunga karang berfungsi sebagai
tempat pertukaran gas. Sedangkan berkas pengangkut berfungsi untuk
mengangkut bahan dan hasil fotosintesis. Berkas pengankut terdapat diseluruh
organ akar, batang dan daun.
E. Fotosintesis
Fotosintesis (asimilasi karbon) merupakan proses perubahan energi
cahaya (energi fisika) menjadi energi kimia (zat gula/C 6H12O6). Fotosintesis
terjadi pada sel-sel daun, terutama di bagian mesofil daun, yaitu jaringan
tiang dan bunga karang. Lebih tepatnya, fotosintesis terjadi pada bagian
kloroplas. Kloroplas mengandung klorofil yang berfungsi untuk menangkap
energi cahaya yang dibutuhkan untuk fotosintesis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
Fotosintesis berlangsung dalam dua tahap, yaitu reaksi terang dan reaksi
gelap. Reaksi terang merupakan proses penangkapan energi cahaya yang
bergantung langsung pada keberadaan cahaya dan terjadi pada bagian grana
kloroplas. Reaksi gelap merupakan proses yang tidak bergantung langsung
pada keberadaan cahaya dan terjadi pada bagian stroma kloroplas.
Zat gula hasil fotosintesis akan digunakan untuk berbagai kepentingan
tubuh tumbuhan. Sebagian zat gula akan dirombak untuk menghasilkan
energi. Energi sangat dibutuhkan untuk berbagai aktivitas tubuh. Sebagian
akan digunakan untuk membangun atau membentuk tubuh tumbuhan.
Tumbuhan butuh tumbuh, berkembang, membentuk anakan atau bertunas,
membentuk bunga, buah, biji, dsb. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
fotosintesis antara lain umur daun, keadaan stomata, jenis tumbuhan, CO2,
O2, ketersediaan air, kelembaban, suhu udara dan keadaan cahaya.
Buku acuan yang dapat digunakan untuk pembelajaran antara lain Ilmu
Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs kelas VIII karangan Joko Sumarsono
dkk, IPA Terpadu SMP dan MTs untuk kelas VIII karangan Mikrajuddin
Abdulla dkk.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat penelitian
: SMP BOPKRI 1 Yogyakarta
2. Subjek penelitian
: siswa kelas VIII C yang berjumlah 25 siswa
3. Objek penelitian
: peningkatan hasil belajar
4. Waktu penelitian
: Mei - Juni 2012, semester II
B. Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan oleh penulis yaitu variabel terikat berupa hasil
belajar siswa dan variabel bebas berupa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Prosedur, alat, pelaku, sumber informasi dan cara analisis diuraikan pada tabel
dibawah ini :
Tabel 3.1
Variabel Penelitian
Sumber
Prosedur
Alat
Pelaku
Cara analisis
informasi
Menganalisis
Tes
Pengajar
Siswa
Analisis kualitatif
Lembar
Observer
Siswa
Analisis kualitatif
hasil belajar siswa
Menganalisis
aktivitas
respon siswa
dan observasi,
wawancara,
kuesioner
21
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
C. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu desain penelitian
menurut Kemmis dan Taggart (Tukiran Taniredja dkk, 2011) yang terbagi
dalam beberapa tahapan, yaitu :
1. Perencanaan (plan)
2. Tindakan (act)
3. Pengamatan (observe)
4. Refleksi (reflect)
Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Siklus dihentikan apabila hasil
yang diinginkan sudah tercapai dan guru yang bersangkutan dapat
mengaplikasikan dalam pembelajaran serta adanya peningkatan keaktifan dan
hasil belajar siswa. Selain itu, hal lain yang diinginkan adalah siswa dapat
merasa senang dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang telah
dilakukan.
REFLECT
Plan
OBSERV
A
C
T
Gambar 3.1
Model spiral menurut Kemmis dan Mc Taggart
22
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
D. Prosedur Penelitian
1. Prosedur Penelitian Tahap I
a. Persiapan Penelitian
Pada tahap ini
pengajar mempersiapkan silabus, rencana
pelaksanaan pembelajaran, hand out, lembar kerja siswa, lembar
observasi keaktifan siswa, lembar angket respon siswa dan pedoman
wawancara
yang
kemudian
dikonsultasikan
dengan
dosen
pembimbing.
b. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan tindakan diawali dengan pre tes untuk mengetahui
pemahaman awal siswa. Tahap tindakan dilakukan oleh pengajar
dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Proses
pembelajaran dilakukan sesuai dengan jadwal pelajaran Biologi kelas
VIII C. Penelitian dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan sesuai dengan
materi yang digunakan oleh pengajar.
Siklus I

Melaksanakan
pembelajaran
dengan
menerapkan
model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang diawali dengan pre tes
untuk mengetahui pemahaman awal siswa.

Melakukan observasi keefektifan penerapan model pembelajaran
kooperatif
tipe
Jigsaw
yang
dilakukan
pengajar
dalam
meningkatkan kemampuan penggunaan model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw.

Menganalisis data hasil belajar siklus I
23
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24
Melakukan kegiatan refleksi siklus I untuk memperbaiki dan
merancang pembelajaran siklus II dengan menggunakan model
kooperatif tipe Jigsaw.
Siklus II

Melakukan pergantian siswa di setiap kelompok, kelompok A, B
dan seterusnya yang anggota-anggota kelompoknya berbeda
dengan siklus I

Pergantian siswa di setiap kelompok dengan dasar siswa pada
siklus II memiliki kemampuan berdiskusi yang lebih baik dari
siklus I

Melaksanakan prosedur pembelajaran dengan menerapkan model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw

Melakukan observasi keefektifan penerapan model pembelajaran
kooperatif
tipe
Jigsaw
yang
dilakukan
peneliti
dalam
meningkatkan kemampuan penggunaan model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw yang diperoleh dari lembar observasi,
wawancara dan kuesioner.

Menganalisis data hasil belajar yang diperoleh dari hasil tes dan
kuesioner

Melakukan kegiatan refleksi siklus II
c. Observasi
Observasi merupakan cara untuk mendapatkan informasi tentang
keadaan tingkah laku siswa selama proses pembelajaran. Kegiatan
pada tahap observasi adalah melaksanakan pengamatan untuk kegiatan
24
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
pembelajaran dan aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung.
Kegiatan
ini
dilakukan
selama
proses
pembelajaran
dengan
menggunakan lembar observasi keaktivan siswa yang telah disiapkan
dan mencatat kejadian-kejadian yang tidak terdapat dalam lembar
observasi dengan membuat lembar catatan lapangan
d. Refleksi
Pada tahap ini dilakukan evaluasi bersama guru dari pelaksanaan
tindakan pada siklus I yang digunakan sebagai bahan pertimbangan
perencanaan pembelajaran pada siklus berikutnya. Apabila hasil yang
diharapkan belum dapat dicapai maka dilakukan perbaikan pada siklus
kedua dan seterusnya.
E. Instrumen Penelitian
1. Perangkat pembelajaran
Perangkat pembelajaran meliputi silabus, RPP, hand out dan LKS.
Berbagai
instrumen
tersebut
nantinya
digunakan
selama
proses
pembelajaran untuk membantu memudahakan siswa di dalam memahami
materi pelajaran. Selain itu, dengan menggunakan perangkat pembelajaran
guru dapat dengan mudah menyusun materi yang akan digunakan untuk
pembelajaran.
Silabus, RPP, hand out dan LKS dapat dilihat pada lampiran 1 - 7
25
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
2. Instrumen Pengumpulan Data
a. Tes
Tes merupakan salah satu alat pengukuran hasil belajar yang di
dalamnya terdapat berbagai pertanyaan atau serangkaian tugas yang
harus dijawab atau dikerjakan oleh responden. Pengajar menggunakan
tes tertulis dengan bentuk pilihan ganda dan uraian. Tes yang
digunakan oleh pengajar terdapat pada post tes siklus I dan siklus II.
Pre tes dan post tes siklus I dengan jumlah 10 soal pilihan ganda dan
tes uraian dengan jumlah 3 soal. Post tes siklus II dengan jumlah soal
10 pilihan ganda dan 4 soal uraian.
Kisi-kisi dapat dilihat pada lampiran 8 - 10
b. Lembar observasi
Lembar observasi atau lembar pengamatan dapat digunakan untuk
mengukur atau menilai hasil dan proses belajar antara lain tingkah laku
siswa, kegiatan diskusi dan partisipasi siswa di dalam pembelajaran.
Observasi ada tiga jenis, yaitu observasi langsung, observasi tidak
langsung dan observasi partisipasi (Sudjana, 2010). Oleh karena itu,
pengajar
akan
menggunakan
jenis
observasi
langsung,
yaitu
pengamatan yang dilakukan secara langsung untuk mengamati proses
yang terjadi dalam situasi yang sebenarnya dan diamati oleh pengamat.
Lembar obervasi dapat dilihat pada lampiran 11
c. Kuesioner
Kuesioner yang akan digunakan oleh penulis yaitu kuesioner
berstruktur. Dimana kuesioner berstruktur merupakan kuesioner yang
26
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
memiliki alur tetap sehingga persiapan sampai pelaksanaan dapat
sesuai harapan yang pengajar inginkan. Selain itu, kuesioner
berstruktur juga dapat dijalankan dengan mudah karena memiliki
struktur yang tetap.
Kuesioner dapat dilihat pada lampiran 12
d. Wawancara
Wawancara dapat digunakan untuk menilai hasil dan proses belajar
mengajar serta memiliki keuntungan yaitu penulis dapat melakukan
kontak langsung dengan objek yang diteliti untuk memperoleh data
atau informasi. Wawancara memiliki dua jenis, yaitu wawancara
berstruktur dan wawancara bebas.
Penulis dalam mengumpulkan data akan menggunakan wawancara
berstruktur supaya semua yang diperlukan dalam memperoleh data
dari objek dapat dipersiapkan dengan baik. Selain itu penulis juga
mempertimbangkan dalam hal pengolahan data yang diperoleh. Karena
wawancara berstruktur merupakan wawancara yang memiliki alur
yang baik, maka penulis dapat mengatur segala sesuatunya sehingga
data yang diperoleh dapat sesuai dengan yang diharapkan.
Penulis membagi siswa menjadi tiga kelompok sesuai dengan
kemampuan masing-masing, yaitu kelompok dengan kemampuan
tinggi, sedang dan rendah. Setiap kelompok akan diambil tiga siswa
untuk selanjutnya dilakukan wawancara.
Pedoman wawancara dapat dilihat pada lampiran 13
27
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
F. Analisis Data
Data hasil belajar dalam penelitian ini yang akan di analisis yaitu
ranah kognitif dan ranah afektif siswa. Analisis data yang digunakan
bersifat kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengetahui hasil belajar siswa
pada ranah kognitif berpedoman pada hasil tes tulis bentuk pilihan ganda
dan uraian, sedangkan untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa ranah
afektif berpedoman pada lembar observasi, wawancara dan kuesioner.
a. Ranah kognitif
Pengukuran hasil belajar siswa pada ranah kognitif menggunakaan tes
dalam bentuk pilihan ganda dan uraian. Adapun teknik penilaian
adalah :
Skor =
Keterangan :
×
B : Banyaknya jumlah nilai butir soal yang dijawab benar
N : Jumlah total nilai soal
Analisis data hasil belajar siswa dapat dilihat dari pre tes dan pos tes
serta membandingkan nilai siswa yang diperoleh pada tahun ajaran
sebelumnya. Semua data hasil belajar siswa pada ranah kognitif akan
di analisis menggunakan uji t dengan taraf nyata 0,05. Rumus yang
digunakan untuk menghitung nilai t adalah :
=
28
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
Keterangan :
̅ : rata-rata perbedaan skor tiap subyek
: jumlah simpangan data
: simpangan baku perbedaan skor tiap subyek
Dari nilai t yang didapat, hasil belajar siswa dapat dianalisis dengan
cara sebagai berikut :
1. Jika t > ttabel maka terdapat perbedaan signifikan sehingga dapat
dikatakan terjadi peningkatan hasil belajar siswa
2. Jika t ≤ ttabel maka tidak terdapat perbedaan signifikan sehingga
dapat dikatakan tidak terjadi peningkatan hasil belajar siswa
Tabel 3.2
Penentuan Kategori Nilai Siswa
Nilai
Kategori
86 - 100
Sangat Baik
71 - 85
Baik
56 – 70
Cukup
41 - 55
Kurang
≤ 40
Sangat Kurang
b. Ranah afektif
Pengukuran hasil belajar pada ranah afektif menggunakan analisis
deskriptif. Peneliti menyajikan data kesimpulan dalam bentuk narasi,
yaitu yang diambil dari hasil observasi aktifitas siswa dan hasil
kuesioner. Cara penilaian kuesioner dikualifikasikan menjadi empat
29
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
kategori sikap, yaitu sangat tinggi (4), tinggi (3), rendah (2) dan sangat
rendah (1). Penentuan kategori hasil pengukuran sikap atau minat :
Tabel 3.3
Pernyataan Kuesioner
No
Skor peserta didik
Kategori sikap
1
50 sampai 60
Sangat baik
2
40 sampai 49
Baik
3
30 sampai 39
Kurang
4
15 sampai 29
Sangat kurang
Keterangan :

Skor tertinggi adalah 15 X 4 = 60

Skor terendah adalah 15 X 1 = 15

15 merupakan jumlah butir pernyataan
G. Indikator Keberhasilan
Tabel 3.4
Indikator Keberhasilan
No
1
Variabel
Hasil belajar
Target
Instrument
70% siswa memenuhi
Tes pilihan ganda
kriteria ketuntasan
dan uraian
minimal
2
Keaktifan
siswa
70% dari jumlah siswa
Kuesioner
aktif dalam
Lembar observasi.
pembelajaran
Wawancara
H. Agenda Penelitian
Agenda penelitian dapat dilihat pada lampiran 14
30
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian ini akan dideskripsikan berdasarkan permasalahan yang
dikemukakan dalam rumusan masalah, yaitu deskripsi tentang penerapan
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada
materi Sistem Dalam Kehidupan Tumbuhan untuk siswa kelas VIII C SMP
BOPKRI 1 Yogyakarta. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil tes,
kuesioner, observasi dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus
dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data hasil penelitian yang
diperoleh dan dianalisis adalah data mengenai hasil belajar Biologi dalam materi
sistem dalam kehidupan tumbuhan kelas VIII C SMP BOPKRI 1 Yogyakarta
setelah adanya penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Alokasi jam pelajaran yang digunakan untuk penelitian yaitu siklus satu 4
X 40 menit dan siklus dua 4 X 40 menit. Pada akhir pos tes siklus dua, penulis
memberikan lembar kuesioner untuk diisi oleh siswa. Sebelum melakukan
penelitian, penulis melakukan kegiatan observasi awal dengan tujuan untuk
melihat kondisi siswa secara langsung. Penulis melakukan observasi awal siswa
dua kali pertemuan.
31
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
A. Deskripsi Setiap Siklus
1. Siklus 1
Siklus satu dilaksanakan dalam dua pertemuan, adapun pelaksanaan siklus
1 adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan siklus 1, pengajar mempersiapkan RPP,
lembar observasi, lembar kerja siswa, soal pre tes dan pos tes 1 yang
digunakan dalam mendapatkan data dari siswa.
b. Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan tindakan ini adanya keterlibatan guru bidang studi
biologi sebagai observer untuk membantu pengajar dalam mengamati
aktivitas siswa. Adapun prosedur pembelajaran yang dilaksanakan
untuk siklus 1 :
1) Kegiatan awal pembelajaran
Pengajar mengkondisikan siswa untuk siap memulai pembelajaran,
memberikan instruksi mengawali kegiatan belajar dengan berdoa
bersama. Selain itu, pengajar juga melakukan absensi untuk
mengetahui siapa yang tidak hadir. Pre tes diberikan oleh pengajar
pada awal pembelajaran dan diberikan waktu 15 menit untuk
mengerjakan soal yang ada pada lembar soal.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
Gambar 4.1
Pre tes
2) Kegiatan Inti Pembelajaran
Proses pembelajaran yang dilaksanakan yaitu menggunakan
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan tahapan pembelajaran
sebagai berikut :
a) Pertemuan 1
Diawali
dengan
pembentukan
kelompok
asal
dan
selanjutnya siswa membentuk kelompok ahli dengan sendirinya
sesuai dengan pilihan LKS. Sebelumnya guru membagikan
LKS untuk dikerjakan dalam diskusi kelompok yang
selanjutnya melakukan diskusi kelas dengan cara presentasi.
Anggota kelompok terdiri dari 4 siswa setiap kelompoknya.
Pada pertemuan 1 hanya difokuskan untuk diskusi
kelompok yang terdapat dalam LKS dan juga penjelasan
dikelompok asal dengan teman yang berbeda.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
Gambar 4.2
Diskusi Siklus 1
b) Pertemuan 2
Presentasi dilakukan oleh setiap kelompok asal dengan
mewakilkan 2 atau 3 siswa untuk mempresentasikan hasil
dikusi kelompok. Kelompok yang lainnya memiliki tugas untuk
memberikan tanggapan atau pertanyaan terhadap materi yang
dipresentasikan, dalam hal belum paham atau ada pertanyaan
yang lain. Alokasi waktu yang digunakan untuk presentasi
yaitu 15 menit.
c) Penguatan
Tahap ini dilakukan oleh guru untuk memberikan jawaban
yang sesuai setelah dilakukan diskusi kelas serta supaya siswa
tidak salah dalam memahami materi yang dipelajari.
d) Penghargaan Kelompok
Penghargaan yang diberikan oleh guru kepada kelompok yang
mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan baik dan
benar yaitu berupa applaus atau ucapan yang lain dengan tujuan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
agar
siswa
mendapatkan
nilai
yang
lebih
dan
35
terus
meningkatkan prestasi.
Gambar 4.3
Presentasi Siklus 1
3) Kegiatan Akhir Pembelajaran
Pada tahap ini guru memberikan post tes untuk mengetahui
pemahaman akhir siswa setelah diterapkannya pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw untuk siklus 1.
c. Observasi
Berdasarkan hasil observasi selama pembelajaran pada siklus 1,
dapat dikatakan bahwa rata-rata pada aktivitas siswa belum ada yang
mendapat kategori baik, pada umumnya mendapat kategori cukup,
meskipun ada beberapa siswa yang pasif pada saat pembelajaran. Hal
ini terlihat ketika berlangsungnya diskusi kelompok, siswa yang aktif
diskusi tetap terus aktif, sedangkan yang pasif hanya melihat hasil
diskusi teman satu kelompok. Hal itu dapat mengakibatkan
pemahaman materi siswa menjadi kurang bagi siswa yang pasif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
Mengenai aktivitas pengajar pada saat pelaksanaan pembelajaran
koopertif tipe Jigsaw masih belum optimal, dimana guru belum dapat
memberikan perhatian kepada siswa. Pengajar juga belum sepenuhnya
dapat mengontrol siswa yang tidak memperhatikan dan membicarakan
hal lain pada saat diskusi. Hal lain dari pengajar yang belum optimal
yaitu berupa penyampaian materi yang masih bersifat hafalan, belum
bersifat pemahaman, sehingga siswa hanya mengikuti yang diberikan
oleh pengajar.
Pada saat melakukan diskusi kelompok, mereka belum optimal
dalam menggunakan sumber informasi yang mereka miliki. Padahal
mereka memiliki sumber informasi pengetahuan yang baik, yaitu
berupa buku pegangan siswa. Keaktifan siswa dalam mencatat materi
tambahan yang diberikan oleh pengajar juga masih rendah. Siswa
mencatat materi tambahan ketika pengajar memberikan arahan untuk
mencatat materi tersebut. Siswa terkesan masih kurang aktif dalam
beberapa hal ketika berlangsungnya pembelajaran.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh observer, ada
beberapa kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaan siklus 1.
Kekurangan yang terjadi yaitu masih ada siswa yang tidak
memperhatikan dan berbicara dengan teman yang lainnya ketika
proses diskusi berlangsung. Hal tersebut menjadikan catatan bagi
pengajar untuk dapat mengkondisikan siswa dalam pelaksanaan siklus
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
2. Hal lainnya yaitu siswa belum terbiasa untuk mengemukakan
pendapat yang dimiliki dan hanya berbisik dengan temannya.
Disamping adanya kekurangan, pelaksanaan siklus 1 juga memiliki
kelebihan yaitu kedekatan antara siswa dengan pengajar sudah terlihat.
Siswa sering menanyakan hal yang dirasa kurang jelas ketika diskusi
untuk memahami materi. Hal lainnya yaitu ada beberapa siswa yang
mulai berani bertanya ketika diskusi kelas berlangsung.
Kekurangan pelaksaan pada siklus 1 akan dijadikan bahan untuk
perbaikan pada siklus 2, dimana pengajar lebih menekankan
pengkondisian dan keaktivan siswa pada saat pelaksaaan pembelajaran
dengan menggunakan pembelajaran koopertif tipe Jigsaw. Dengan hal
itu, pengajar berharap supaya setiap siswa benar-benar memahami
materi yang dipelajari bersama dan suasana yang baik untuk pelaksaan
pembelajaran koopertif tipe Jigsaw. Adanya perhatian dan peran aktif
siswa maka penyampaian materi menjadi lebih mudah dan akhirnya
pemaknaan dari pelajaran akan terbentuk dalam diri siswa.
2. Siklus 2
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan siklus 2, pengajar mempersiapkan RPP,
lembar observasi, lembar kerja siswa, dan pos tes 2 serta kuesioner
yang digunakan dalam mendapatkan data dari siswa.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus 2 merupakan hasil dari berbagai refleksi yang
terdapat pada siklus 1 untuk dilakukan perbaikan sehingga target yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
diinginkan dapat tercapai. Observer melibatkan guru bidang studi
Biologi untuk mengamati segala aktivitas siswa di dalam kelas.
Adapun prosedur pembelajaran yang ditempuh adalah sebagai berikut :
1) Kegiatan Awal Pembelajaran
Pengajar mengkondisikan siswa untuk siap memulai pembelajaran,
memberikan instruksi mengawali kegiatan belajar dengan berdoa
bersama. Selain itu, pengajar juga melakukan absensi untuk
mengetahui siapa yang tidak hadir. Pengajar memberikan sedikit
apersepsi untuk mengawali pembelajaran dan menuntun siswa
untuk mulai pembelajaran.
Gambar 4.4
Awal Pembelajaran Siklus 2
2) Kegiatan Inti Pembelajaran
a) Pertemuan 1
Diawali
dengan
pembentukan
kelompok
asal
dan
selanjutnya siswa membentuk kelompok ahli dengan sendirinya
sesuai dengan pilihan LKS. Sebelumnya pengajar membagikan
LKS untuk dikerjakan dalam diskusi kelompok yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
selanjutnya melakukan diskusi kelas dengan cara presentasi.
Anggota kelompok untuk siklus 2 berbeda dengan anggota
kelompok siklus 1, akan tetapi jumlah anggota dalam
kelompok yaitu 4 siswa.
Pada pertemuan 1 hanya difokuskan untuk diskusi
kelompok yang terdapat dalam LKS dan juga penjelasan
dikelompok asal dengan teman yang berbeda.
Gambar 4.5
Diskusi Siklus 2
b) Pertemuan 2
Presentasi dilakukan oleh setiap kelompok asal dengan
mewakilkan 2 atau 3 siswa untuk mempresentasikan hasil
dikusi kelompok. Kelompok yang lainnya memiliki tugas untuk
bertanya terhadap materi yang dipresentasikan, dalam hal
belum paham atau ada pertanyaan yang lain. Alokasi waktu
yang digunakan untuk presentasi yaitu 15 menit.
c) Penguatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
Tahap ini dilakukan oleh guru untuk memberikan jawaban
yang sesuai setelah dilakukan diskusi kelas serta supaya siswa
tidak salah dalam memahami materi yang dipelajari.
d) Penghargaan Kelompok
Penghargaan yang diberikan oleh pengajar kepada kelompok
yang mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan baik
dan benar yaitu berupa applaus atau ucapan yang lain dengan
tujuan agar siswa mendapatkan nilai yang lebih dan terus
meningkatkan prestasi.
Gambar 4.6
Presentasi Siklus 2
3) Kegiatan Akhir Pembelajaran
Pada tahap ini, pengajar memberikan pos tes untuk mengetahui
pemahaman siswa mengenai materi yang dipelajari setelah
diterapkan model pembelajaran koopertif tipe Jigsaw.
c. Observasi
Observasi difokuskan pada aktivitas siswa pada saat diterapkannya
model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Secara umum, aktivitas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
siswa jauh meningkat dibandingkan pada saat pelaksanaan siklus 1.
Pada saat diskusi kelompok, siswa sudah berani untuk mengemukakan
pendapat mereka sehingga suasana didalam kelompok merupakan
suasana diskusi materi.
Hal lain yang patut dihargai yaitu ketika satu kelompok selesai
presentasi, siswa
yang lainnya
aktif memberikan tanggapan.
Tanggapan tersebut berupa pertanyaan ataupun penambahan materi
yang kurang lengkap. Selain itu kedekatan pengajar dengan siswa
sudah terlihat baik karena siswa berani untuk bertanya tentang banyak
hal yang berkaitan dengan materi.
Pada siklus 2, kompetisi siswa dalam belajar sangat tinggi. Mereka
dapat memberikan pendapat pada saat diskusi berlangsung, tidak hanya
mengikuti siswa yang memang sudah bisa mengerjakan soal yang
diberikan. Dengan demikian siswa sudah mampu untuk berinteraksi
secara baik dengan teman sebaya pada saat pembelajaran berlangsung.
d. Refleksi
Tahap refleksi pada siklus 2 selain dari hasil observasi yang
dilakukan oleh observer juga menggunakan data hasil wawancara
dengan sebagian siswa yang telah dipilih oleh pengajar. Secara umum
aktivitas siswa meningkat dengan baik. Selain itu, interaksi siswa
dengan siswa dan juga siswa dengan pengajar dapat berjalan lebih baik
daripada siklus 1.
Hasil wawancara yang dilakukan oleh pengajar menunjukkan
bahwa pengajar sudah mampu menerapkan pembelajaran kooperatif
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
tipe Jigsaw. Akan tetapi, pengajar masih terlalu cepat dalam hal
menjelaskan materi ketika memberikan penguatan yang berakibat
siswa harus meminta pengajar untuk mengulangi kembali. Selain itu,
pengajar juga kurang tegas ketika ada siswa yang membicarakan hal
lain diluar materi yang disampaikan.
Kekurangan yang diperoleh dari hasil wawancara menunjukkan
pengajar harus berani mengambil tindakan supaya nanti ketika
mengabdi menjadi pendidik dapat menjalankan tugas dengan baik.
B. Hasil Penelitian dan Analisis Data
1. Hasil Penilaian Siklus 1 dan 2
a. Hasil Penilaian Pres tes
Tabel 4.1
Nilai Pre tes
Nomor
Nama
Pre tes
Kategori
1
AS
47
Kurang
2
AG
63,5
Cukup
3
AGP
32,5
Sangat Kurang
4
AP
52,5
Kurang
5
BR
53
Kurang
6
BY
68
Cukup
7
DE
68
Cukup
8
DA
51,5
Kurang
9
FT
42
Kurang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
FA
48,5
Kurang
11
IP
57,5
Cukup
12
IW
47
Kurang
13
OF
53
Kurang
14
RF
47
Kurang
15
RD
57,5
Cukup
16
SA
52
Kurang
17
YV
42
Kurang
18
ID
63
Cukup
19
AP
52
Kurang
Rata-rata
52,5
Nilai tertinggi
68
Nilai terendah
32,5
Kategori Cukup
31,58 %
Kategori Kurang
63,16 %
Kategori Sangat Kurang
5,26 %
b. Hasil Penilaian Pos tes Siklus 1
Tabel 4.2
Nilai Pos tes Siklus 1
Nomor
Nama
Post tes Siklus I
Kategori
1
AS
76,7
Baik
2
AG
76,7
Baik
43
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
AGP
62,7
Cukup
4
AP
61,7
Cukup
5
BR
60,7
Cukup
6
BY
61,7
Cukup
7
DE
63
Cukup
8
DA
80,7
Baik
9
FT
70,5
Cukup
10
FA
64
Cukup
11
IP
61,5
Cukup
12
IW
72,7
Baik
13
OF
47,7
Kurang
14
RF
66
Cukup
15
RD
68,4
Cukup
16
SA
55,7
Kurang
17
YV
69
Cukup
18
ID
67,3
Cukup
19
AP
52,7
Kurang
Rata-rata
65,23
Nilai tertinggi
80,7
Nilai terendah
47,7
Kategori Baik
21,05 %
Kategori Cukup
63,16 %
Kategori Kurang
15,79 %
44
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
c. Hasil Penilaian Pos tes Siklus 2
Tabel 4.3
Nilai Pos tes Siklus 2
Nomor
Nama
Post tes Siklus II
Kategori
1
AS
81,7
Baik
2
AG
77,5
Baik
3
AGP
81,5
Baik
4
AP
79,7
Baik
5
BR
79,3
Baik
6
BY
90,8
Sangat Baik
7
DE
95,7
Sangat Baik
8
DA
95,7
Sangat Baik
9
FT
83,3
Baik
10
FA
78,5
Baik
11
IP
81,7
Baik
12
IW
87,5
Sangat Baik
13
OF
72,5
Baik
14
RF
82,3
Baik
15
RD
78
Baik
16
SA
70,3
Cukup
17
YV
79,7
Baik
18
ID
77,5
Baik
19
AP
72
Baik
45
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Rata-rata
81,32
Nilai tertinggi
95,7
Nilai terendah
70,3
Kategori Sangat Baik
21,05 %
Kategori Baik
73,68 %
Kategori Cukup
5,26 %
Grafik 4.1
Peningkatan Hasil Belajar Siswa
90
81.32
80
65.23
70
60
52.5
50
40
Series1
30
20
10
0
pre tes
pos tes 1
pos tes 2
d. Hasil Observasi
Adapun hasil observasi pada siklus 1 sebagai berikut :
Aktivitas siswa selama KBM
1. Membaca buku siswa dan mengerjakan LKS
2. Memperhatikan penjelasan dari guru atau siswa yang lain
3. Mengajukan pertanyaan/menanggapi pertanyaan
4. Mempresentasikan hasil diskusi
46
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
5. Menghargai/menerima pendapat
6. Mencatat materi tambahan
Keterangan : B = Baik; C = Cukup; K = Kurang
Tabel 4.4
Hasil Observasi Siklus 1
Aktivitas Siswa Selama KBM
No
1
Siswa
B
C
2
K B
√
1.
AS
2.
AG
√
3.
A A
√
4.
AGP
√
5.
AP
−
6.
BR
√
7.
BY
8.
BD
9.
DE
√
10. D A
√
11. F T
−
−
C
3
K B
C
K B
√
√
√
√
√
√
√
√
−
−
√
−
−
√
−
√
√
√
−
−
√
√
√
C
K B
5
6
C
K B C
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
4
√
√
−
−
−
√
−
√
√
−
− −
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
−
√
√
√
K
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
√
12. F A
√
13. I P
14. I W
√
√
√
√
√
√
√
√
√
15. K R
√
√
√
√
√
√
√
48
√
√
√
√
√
√
16. O P
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
− −
−
17. O F
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
−
− −
−
√
18. R F
√
19. R D
√
20. S A
√
√
21. Y V
22. Y B
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
24. S W
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
23. I D
25. AP
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
Tabel 4.5
Hasil Observasi Siklus 2
Aktivitas Siswa Selama KBM
No
1
Siswa
B
C
2
K B
√
C
3
K B
√
1.
AS
2.
AG
√
√
3.
A A
√
√
4.
AGP
√
5.
AP
−
6.
BR
√
7.
BY
√
8.
BD
9.
DE
√
10. D A
−
11. F T
√
√
√
12. F A
√
√
√
13. I P
√
√
√
−
−
−
−
√
√
−
−
−
−
−
√
√
√
√
√
−
−
−
−
√
−
−
−
−
√
−
√
√
√
−
−
−
√
√
−
√
√
−
√
√
√
√
− −
√
√
−
−
√
√
−
−
K
√
√
√
√
−
√
√
√
√
K B C
√
√
√
C
√
√
√
K B
6
K B
√
C
5
C
√
√
√
4
−
− −
−
√
√
√
√
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
√
14. I W
√
√
15. K R
√
√
√
16. O P
−
17. O F
√
√
18. R F
√
√
√
√
√
−
−
−
√
19. R D
20. S A
√
21. Y V
√
−
√
√
√
24. S W
−
25. AP
√
−
−
−
√
√
√
√
√
−
−
−
√
√
√
√
√
−
√
√
√
√
√
√
√
√
√
−
−
√
−
√
√
−
−
−
√
1
Aspek yang diamati
Membaca
buku
mengerjakan LKS
siswa
− −
√
Prosentase Hasil Observasi
Siklus 1
−
√
Tabel 4.6
No
− −
√
√
√
−
−
√
√
−
−
√
√
√
−
−
√
√
−
−
√
√
√
−
−
√
√
√
22. Y B
23. I D
−
50
Siklus 2
K
C
B
K
C
B
%
%
%
%
%
%
dan 50
23
27
19
10
71
%
%
%
%
%
%
−
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
3
Memperhatikan
penjelasan
51
dari 23
36
41
10
10
80
guru atau siswa yang lain
%
%
%
%
%
%
Mengajukan
23
45
32
10
23
67
pertanyaan/menanggapi
%
%
%
%
%
%
23
23
54
10
14
76
%
%
%
%
%
%
14
9
77
0
29
71
%
%
%
%
%
%
41
9
50
14
15
71
%
%
%
%
%
%
Rata-rata 29
24
47
9
16
75
%
%
%
%
%
%
pertanyaan
4
5
6
Mempresentasikan hasil diskusi
Menghargai/menerima pendapat
Mencatat materi tambahan
Keterangan : K : kurang
C : cukup
B : baik
Dari hasil observasi yang dibantu oleh observer, siklus 1 dengan
jumlah siswa 22 memberikan hasil rata-rata baik 47 %, cukup 24 % dan
kurang 29 %. Sedangkan siklus 2 dengan jumlah siswa 23 memberikan
hasil rata-rata baik 75 %, cukup 16 % dan kurang 9 %. Dengan demikian
dari hasil observasi yang dilakukan, adanya peningkatan keaktifan siswa
pada saat pembelajaran dengan diterapkannya model pembelajaran Jigsaw.
Peningkatan tersebut terlihat dari hasil rata-rata keaktifan siswa siklus 1
dengan siklus 2.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
Grafik 4.2
Peningkatan Aktivitas Siswa
80%
75%
70%
60%
47%
50%
siklus 1 Kurang
siklus 1 Cukup
40%
30%
siklus 1 Baik
29%
24%
siklus 2 Kurang
20%
16%
siklus 2 Cukup
9%
10%
siklus 2 Baik
0%
Kurang
Cukup
Baik
Kurang
siklus 1
Cukup
Baik
siklus 2
e. Hasil Kuesioner
Tabel 4.7
Skor Angket Siswa Dan Kategori Respon Siswa Terhadap Angket
No
Skor
Kategori
1
57
Sangat Baik
2
52
Sangat Baik
3
45
Baik
4
47
Baik
5
53
Sangat Baik
6
50
Sangat Baik
7
50
Sangat Baik
8
43
Baik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
52
Sangat Baik
10
53
Sangat baik
11
45
Baik
12
45
Baik
13
49
Baik
14
51
Sangat Baik
15
54
Sangat Baik
16
45
Baik
17
56
Sangat Baik
18
56
Sangat Baik
19
56
Sangat Baik
20
50
Sangat Baik
21
41
Baik
22
53
Sangat Baik
23
50
Sangat baik
24
-
-
25
49
Baik
50
Sangat Bak
53
Ratarata
Dari data hasil kuesioner diatas, siswa memiliki respon sangat baik dengan
jumlah 15 siswa dan kategori baik dengan jumlah 9 siswa, terhadap penerapan
metode Jigsaw pada pernyataan positif. Respon siswa rata-rata yang diperoleh
yaitu dengan skor 50 memiliki kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
bahwa siswa dapat menerima dengan diterapkannya pembelajaran dengan
menggunakan metode Jigsaw.
Tabel 4.8
Presentase Respon Siswa
Respon
No
1
Pernyataan
Saya
mendengarkan
memperhatikan
saat
SS
S
TS
STS
%
%
%
%
62,5
0%
0%
0%
dan 37,5
guru %
%
menjelaskan materi
2
3
Saya mencatat materi yang diberikan 37,5
54,1
8,33
oleh guru
7%
%
12,5
54,1
33.33
%
7%
%
Saya tidak bertanya kepada guru 4,17
16,6
50
29,16
walaupun saya tidak memahami %
7%
%
%
Saya berani menyampaikan pendapat 37,5
54,1
8,33
0%
saya ketika diminta guru untuk %
7%
%
0%
45,8
45,83
3%
%
Saya
%
tidak
mencatat
hasil 0 %
pembahasan yang diberikan oleh
guru
4
materi
5
menyampaikan pendapat
6
Saya
tidak
mendengarkan
dan 8,34
memperhatikan pada saat teman lain %
menjelaskan materi
7
Saya memberikan informasi kepada 37,5
54,1
4,16
4,16
teman jika ada teman yang belum %
7%
7%
%
Saya tidak bertanya kepada teman 0 %
16,6
41,6
41,67
sekelompok jika belum memahami
6%
7%
%
memahami materi
8
materi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
Saya tidak berani menyampaikan 0 %
8,33
50
pendapat
%
%
Saya menghargai pendapat teman 50
50
0%
0%
yang berbeda
%
ketika
ditanya
teman
55
41,67
sekelompok
10
11
12
13
14
%
Saya tidak ikut serta dalam diskusi 0 %
8,33
37,5
54,17
kelompok
%
%
%
Saya bekerjasama dengan teman 62,5
37,5
0%
0%
sekelompok dalam belajar kelompok
%
0%
4,16
Saya ikut mempresentasikan hasil 54,1
41,6
kerja kelompok
7%
7%
Saya tidak mengerjakan LKS yang 4,17
0%
diberikan
15
%
%
%
37,5
58,33
%
%
0%
Saya memanfaatkan sumber belajar 41,6
54,1
4,16
yang lain untuk memahami materi
7%
7%
%
Rata-rata 51,0
44,7
45,2
43,45
9
4%
%
4%
Keterangan : SS
: sangat setuju
S
: setuju
TS
: tidak setuju
STS : sangat tidak setuju
Dari hasil prosentase kuesioner yang dijawab siswa, pada pernyataan
positif siswa menjawab dengan rata-rata kategori sangat setuju dan setuju yaitu
95,83 % . Hal itu menunjukkan bahwa siswa setuju dengan pernyataan positif
yang terdapat pada kuesioner. Sedangkan rata-rata untuk pernyataan negatif
kategori tidak setuju dan sangat tidak setuju yaitu 88,69 % siswa tidak setuju
dengan pernyataan negatif yang terdapat pada kuesioner. Dengan demikian, siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
memiliki timbal balik positif terhadap metode pembelajaran yang diterapkan oleh
pengajar.
Grafik 4.3
Respon Siswa
52.00%
51.04%
50.00%
48.00%
46.00%
44.79%
45.24%
43.45%
44.00%
Series1
42.00%
40.00%
38.00%
SS
S
TS
STS
2. ANALISIS DATA
Hasil penelitian dari siswa berupa tes, kuesioner dan observasi masingmasing dianalisis secara sendiri. Hasil tes dianalisis menggunakan uji t
dengan bantuan SPSS 16 for Windows untuk menghitung data statistika.
Sedangkan untuk hasil kuesioner dan observasi dianalisis menggunakan
analisis deskripsi dan kesimpulan.
Pada hasil pre tes menunjukkan bahwa belum ada siswa yang
mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal. Untuk pos tes siklus pertama,
terdapat tiga siswa yang memiliki nilai di atas kriteria ketuntasan minimal.
Sedangkan untuk pos tes siklus kedua, terdapat 16 siswa memiliki nilai di
atas kriteria ketuntasan minimal. Jumlah siswa keseluruhan yaitu 25 siswa,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57
akan tetapi hanya 19 siswa yang mengikuti tes secara lengkap. Hal
tersebut dikarenakan siswa tidak hadir pada saat tes dilaksanakan.
Hasil kuesioner dan wawancara digunakan oleh pengajar untuk
menguatkan data hasil penelitian. Kuesioner dan wawancara ini ditujukan
untuk mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran kooperatif
tipe Jigsaw.
Dengan kata lain, apakah siswa dapat menerima model
pembelajaran yang diterapkan atau tidak.
a. Anallisis Ranah Kognitif
Tabel 4.9
Paired Samples Statistics
Mean
Pair 1
Pair 2
pre tes
N
Std. Deviation Std. Error Mean
52.5000
19
9.10128
2.08798
pos tes 1
65.2316
19
8.30837
1.90607
pos tes 1
65.2316
19
8.30837
1.90607
pos tes 2
81.3263
19
7.03332
1.61355
Table paired statistic menunjukkan bahwa nilai hasil tes
mengalami kenaikan dari rata-rata awal 52,5 menjadi 65,23 dan juga 65,23
menjadi 81.32.
Tabel 4.10
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
pre tes & pos tes 1
Pair 2
pos tes 1 & pos tes 2
Correlation
19
-.079
Sig.
.748
19
.516
.024
Table Paired Sampel Correlations digunakan untuk menganalisis
hubungan antar pre tes dengan pos tes 1 dan pos tes 1 dengan pos tes 2.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58
Hasil tabel menunjukkan bahwa korelasi pre tes dengan pos tes 1 sangat
lemah, yaitu 0.079, maka dapat disimpulkan bahwa korelasi tidak
signifikan karena nilai Sig. lebih besar daripada nilai korelasi. Sebaliknya,
nilai korelasi antara pos tes 1 dengan pos tes 2 kuat, yaitu 0.516, maka
dapat disimpulkan bahwa terjadi hubungan yang signifikan karena nilai
korelasi lebih besar daripada nilai Sig. (0.024).
Tabel 4.11
Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Difference
Mean
Std.
Deviation
Std. Error
Mean
Lower
Upper
Pair 1 pre tes - pos tes 1 -1.27316E1 12.79848
2.93617 -18.90025
Pair 2 pos tes 1 - pos
tes 2
1.74936 -19.77001 -12.41947
-1.60947E1
7.62528
t
df
Sig. (2-tailed)
-4.336
18
.000
-9.200
18
.000
-6.56291
Hipotesis : pre tes dengan pos tes 1
Ho : kenaikan nilai hasil tes sebelum dan sesudah treatment tidak
signifikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59
H1 : kenaikan nilai hasil tes sebelum dan sesudah treatment
signifikan
t hitung (4.336) > t tabel (18; 0.05) adalah 1.734 sehingga
Ho ditolak. Jadi kenaikan nilai hasil tes sebelum dan sesudah
treatment signifikan.
Hipotesis : pos tes 1 dengan pos tes 2
Ho : kenaikan nilai hasil tes pos tes 1 dan pos tes 2 tidak signifikan
H1 : kenaikan nilai hasil tes pos tes 1 dan pos tes 2 signifikan
t hitung (9.200) > t tabel (18; 0.05) adalah 1.734 sehingga
Ho ditolak. Jadi kenaikan nilai hasil tes pos tes 1 dengan pos tes 2
signifikan.
b. Analisis Ranah Afektif
1) Kuesioner
Kuesioner yang digunakan oleh pengajar bertujuan untuk
mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran
kooperatif tipi Jigsaw.
Berdasarkan tabel 4.10 rata-rata respon
siswa yaitu sangat baik, dengan skor rata-rat 50. Siswa memiliki
respon sangat setuju terhadap penerapan pembelajaran kooperatif
tipe Jigsaw untuk kelas VIII C.
Hal lain yang dapat menguatkan bahwa siswa memiliki
timbal balik positif terhadap penerapan pembelajaran kooperatif
tipe Jigsaw yaitu prosentase respon siswa. Rata-rata kategori setuju
dan sangat setuju untuk pernyataan positif yaitu 95,83 % siswa dan
pernyataan negatif siswa menjawab tidak setuju dan sangat tidak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
setuju dengan rata-rata 88,69 % siswa. Rata-rata tersebut sangat
tinggi untuk hasil yang diperoleh dari kuesioner untuk respon
siswa.
Selain itu, siswa antusias dan merasa senang dengan
pembelajaran yang diterapkan oleh pengajar. Siswa terlihat aktif
berdiskusi dan juga aktif bertanya tentang hal yang belum
dipahami kepada pengajar. Interaksi yang terjadi bukan hanya
antara siswa dengan siswa, akan tetapi juga terjadi interaksi antara
siswa dengan guru secara baik.
2) Observasi
Berdasarkan hasil observasi selama siklus satu dan dua,
aktifitas siswa mengalami peningkatan yang baik. Rata-rata
aktifitas siswa dengan kategori baik meningkat dari 47% menjadi
75%. Hal tersebut memberikan arti bahwa pembelajaran kooperatif
tipe
Jigsaw
dapat
meningkatkan
keaktifan
siswa
ketika
pembelajaran berlangsung. Selain itu, target minimal yang
diinginkan oleh pengajar telah tercapai, yaitu 70% dari jumlah
siswa aktif pada saat penerapan pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw.
Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan bahwa keaktifan
tertinggi siswa terjadi pada saat siswa memperhatikan penjelasan
atau materi tambahan yang diberikan oleh pengajar, yaitu 80%.
Siswa dalam hai ini ingin memahami materi dengan baik yaitu
dengan memperhatikan pengajar saat memberikan penjelasan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
61
Hasil observasi ini menunjukkan tingkat perkembangan
siswa selama penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Dengan kata lain, siswa dapat aktif berdiskusi dengan teman
sebaya ketika pembelajaran berlangsung. Akan tetapi, tingkat
keaktifan siswa dalam hal bertanya masih kurang, belum
memenuhi target yang diinginkan oleh peneliti. Siswa yang aktif
memberikan tanggapan atau pertanyaan pada saat pembelajaran
hanya 67% dari jumlah siswa yang mengikuti pelajaran.
3) Wawancara
Hasil wawancara yang telah dilakukan oleh penulis
memberikan kesimpulan bahwa siswa merasa senang dengan
diterapkannya model pmebelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Selain
itu, siswa berpendapat, pengajar sudah mampu menerapkan model
pembelajaran tersebut dengan baik.
Pendapat siswa yang lain yaitu pengajar terkesan masih
terburu-buru dalam menjelaskan materi/ memberikan materi
tambahan dalam membantu diskusi kelas. Dengan begitu, siswa
masih memerlukan pengulangan pada saat pengajar memberikan
mteri, sehingga siswa dapat memahami materi dengan baik.
Dari hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa menerima
dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
dan juga merasa senang.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
C. PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan
model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, hasil belajar IPA Biologi dalam
materi Sistem Dalam Kehidupan Tumbuhan kelas VIII C SMP BOPKRI 1
Yogyakarta meningkat. Hal itu menunjukkan bahwa model pembelajaran
tersebut dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan model pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti tidaklah
langsung berpengaruh kepada siswa, memerlukan 2 siklus untuk mendapatkan
hasil yang diinginkan. Untuk lebih jelasnya akan dibahas berdasarkan : (1)
peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, (2) aktivitas siswa di dalam kelas selama
proses belajar mengajar dan (3) respon siswa terhadap pembelajaran yang
dilakukan oleh pengajar.
1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa yang diperoleh sebelum dan sesudah diterapkan
model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw meningkat signifikan. Nilai pre
tes siswa dengan rata-rata 52,5 kemudian nilai pos tes 1 siswa dengan ratarata 65,23 dan nilai pos tes 2 siswa dengan rata-rata 81,32. Berdasarkan
data tersebut pengajar dapat memberikan penilaian bahwa peningkatan
hasil belajar siswa terjadi secara signifikan.
Target yang diinginkan oleh pengajar setelah diterapkannya model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 70% siswa memiliki nilai di atas
ketuntasan minimal. Sebanyak 16 siswa dari 19 siswa atau 84% siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
yang mengikuti pos tes 2 memenuhi target yang diinginkan pengajar dan
sisanya belum memenuhi target yang diinginkan.
Selain itu, hasil belajar yang didapatkan oleh siswa merupakan data
normal setelah dilakukan uji normalitas data. Dengan kata lain, nilai yang
diperoleh siswa tidak memiliki rentang perbedaan yang sangat mencolok.
Apabila terjadi perbedaan yang mencolok, maka data hasil nilai siswa
tersebut tidaklah normal. Pengujian normalitas data dilakukan untuk nilai
hasil pre tes dan pos tes.
Hasil belajar siswa juga diuji dengan menggunakan uji statistik
yang dibantu dengan SPSS 16 for Windows yaitu Paired Sample t Test (uji
t). untuk analisis pre tes dengan pos tes 1 mendapatkan hasil t hitung lebih
besar daripada t tabel sehingga nilai hasil pre tes dan pos tes meningkat
signifikan. Sedangkan untuk analisis nilai pos tes 1 dengan pos tes 2
mendapatkan hasil yang sama, t hitung lebih besar daripada t tabel
sehingga nilai pos tes 1 dengan pos tes 2 meningkast signifikan.
2. Keaktivan Siswa
Model pembelajaran kooperaif tipe Jigsaw menuntut siswa untuk
aktif dalam setiap pembelajaran yang dilakukan. Keaktifan siswa yang
diinginkan oleh pengajar minimal 70% siswa aktif di dalam setiap
pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan kriteria observasi pengajar.
Peningkatan keaktifan siswa diperoleh dari observasi siklus 1 dan siklus 2.
Secara
keseluruhan
berdasarkan
hasil
observasi,
terjadi
peningkatan keaktifan siswa pada siklus 1 dan siklus 2. Rata-rata keaktifan
siswa pada siklus 1 yaitu 47% meningkat pada siklus 2 dengan rata-rata
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
75% mendapatkan kategori baik. Akan tetapi pada poin mengajukan/
menanggapi pertanyaan, siswa masih belum baik, yaitu 67%.
Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
dapat meningkatkan keaktifan siswa berdasarkan kriteria yang diberikan
oleh pengajar.
3. Respon Siswa Terhadap Pembelajaran
Berdasarkan hasil kuesioner yang diisi oleh siswa yang berjumlah
24 siswa, menunjukkan bahwa siswa dapat menerima pembelajaran yang
diterapkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw. Rata-rata yang diperoleh yaitu 95,83 % untuk pernyataan positif
dan 88,69 % untuk pernyataan negatif. Dengan hasil tersebut, siswa setuju
dengan pernyataan positif dan siswa tidak setuju dengan pernyataan
negatif yang terdapat pada pernyataan kuesioner.
Siswa mampu menerima pembelajaran yang diterapkan dengan
rata-rata yang sangat baik. Hal itu menunjukkan bahwa terdapat faktor
pengajar yang mampu menerapkan model pembelajaran sesuai rencana,
meskipun ada sedikit hal yang masih kurang yang menjadi pembelajaran
bagi pengajar sendiri.
Selain dari hasil kuesioner, ada juga dari hasil wawancara yang
dilakukan oleh pengajar. Respon dari hasil wawancara menunjukkan siswa
merasa terbantu, dalam memahami materi dan merasa senang dengan
diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Siswa
memberikan beberapa masukan kepada pengajar yaitu ditingkatkan dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
menjelaskan materi yang berkaitan dengan kejelasan, karena pengajar
terlalu cepat dalam menjalaskan materi tambahan.
Faktor pengajar juga dapat mempengaruhi keadaan siswa. Dengan
sikap yang santai dan menyenangkan dalam menerapkan model
pembelajaran yang dilakukan dan tidak keluar dari rencana yang telah
disusun dapat membantu siswa untuk dapat lebih aktif, lebih memahami
dan lebih senang dengan pelajaran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pokok bahasan
Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan serta Fotosintesis untuk kelas
VIII C SMP BOPKRI 1 Yogyakarta, dapat disimpulkan bahwa :
1. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar
siswa. Hasil belajar siswa meningkat yang dilihat dari nilai pre tes dengan
rata-rata 52,5; nilai pos tes siklus 1 dengan rata-rata 65,23 dan nilai pos tes
siklus 2 dengan rata-rata 81,32. Peningkatan hasil belajar siswa signifikan
dengan analisis menggunakan uji t yang telah dilakukan oleh penulis.
Target keberhasilan 70% siswa memiliki nilai diatas kriteria ketuntasan
minimal terpenuhi dengan 84% dari jumlah siswa memiliki nilai diatas
ketuntasan minimal.
2. Siswa lebih aktif dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw. Peningkatan keaktifan siswa berdasarkan hasil observasi yang
telah dilakukan pada siklus 1 dan siklus 2 meningkat dari 47% menjadi
75%. Target keberhasilan 70% siswa aktif pada saat penerapan model
pembelajaran yang dilakukan terpenuhi.
3. Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
sangat baik terlihat pada skor rata-rata 50 dari nilai total 60.
66
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
B. SARAN
1. Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pandangan oleh guru dalam
pelaksanaan pembelajaran yang memanfaatkan keaktifan dan interaksi
siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk dapat melakukan
kegiatan pembelajaran tersebut, guru perlu memperhatikan beberapa hal
sebagai berikut :
a. Pembagian waktu. Sebagai seorang guru tentunya pengaturan waktu
pada saat perencanaan untuk pembelajaran dengan kooperatif tipe
Jigsaw harus benar-benar tepat sehingga waktu dapat dimanfaatkan
dengan baik.
b. Ruangan. Sedapat mungkin guru dan siswa bekerrjasama untuk
mengatur tempat belajar sehingga guru maupun siswa dapat
melaksanakan pembelajaran dengan nyaman.
c. Bimbingan kepada siswa. Guru tidak harus terlalu sering memberikan
bimbingan materi kepada siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw. Hendaknya siswa diberi keleluasaan untuk
mencari pengetahuan dari berbagai sumber, termasuk berinteraksi
dengan teman sebaya.
d. Untuk dapat menerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
diperlukan ketepatan dalam memilih materi yang akan diajarkan.
Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw memfokuskan dalam kerja
kelompok di dalam kelas.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
2. Bagi Peneliti Lebih Lanjut
Hendaknya peneliti selanjutnya yang menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw dapat memberikan waktu yang sesuai dengan
kebutuhan siswa. Hal tersebut dilakukan supaya siswa mempunyai cukup
waktu untuk berinteraksi dengan teman sebaya dalam mengkontruksi
pengetahuan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
Daftar Pustaka
Dahar, R., 1989, Teori-Teori Belajar, 1st ed., Erlangga, Jakarta.
Sudjana, N., 2010, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, 15th ed., Remaja
Rosdakarya, Bandung.
Sugiyanto, H., 2009, Model-Model Pembelajaran Inovatif, 2nd ed., Yuma
Pustaka, Jakarta.
Suyono dan Hariyanto., 2011., Belajar dan Pembelajaran, 1st ed., Remaja
Rosdakarya, Bandung.
Syah, M., 1995, Psikologi Pendidikan, 1st ed., Remaja Rosdakarya, Bandung.
Taniredja, T., 2011., Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Profesi
Guru, 2nd ed., Alfabeta, Bandung
Winkel, W.S., 1987, Psikologi Pengajaran, 2nd ed., Gramedia, Jakarta
Anonim.,
2012,
Konsep
Teknik
Pembelajaran
Kooperatif,
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2252780-konsepteknik-pembelajaran-kooperatif/ (akses tanggal 23 Februari 2012)
Arini,
Yusti.,
2008,
Model
Pembelajaran
Kooperatif,
http://yusti-
arini.blogspot.com/2009/08/model-pembelajaran-kooperatif.html
(diakses tanggal 20 Februari 2012)
Aziz, Abdul., 2009, Keunggulan Teknik Jigsaw, http:// azisgr.blogspot.com/
(diakses tanggal 28 Maret 2012)
Fauzan, Syarif., 2009, Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw, http:// syariffauzan.blogspot.com/ (diakses
tanggal 28 Maret 2012)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
Karlina, Ina., 2002, Pembelajaran Kooperatif Sebagai Salah Satu Strategi
Membangun
Pengetahuan
Siswa,
http://www.sd-binatalenta
.com/arsipartikel/artikel_ina.pdf (akses tanggal 23 Februari 2012)
Marleviandra, Anto., 2009, Pengertian Hasil Belajar, http://techonly13
.wordpress.com/2009/07/04/pengertian-hasil-belajar (akses 28 Maret
2012)
Marz,
Fauzan.,
2011,
Pembelajaran
Kooperatif
Teknik
Jigsaw,
http://chemedu09.wordpress.com/2011/05/05/pembelajarankooperatif-teknik-jigsaw/ (akses tanggal 20 Februari 2012)
Noviana, Ria., 2008, Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika
Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Pokok
Bahasan Bangun Datar, Skripsi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu
Pendidikan Jurusan Matematika, Universitas Muhamadiyah Surakarta
Sayuti, Akhmad., 2007, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII
B SMP 4 Kudus Pada Materi Pokok Teorema Phytagoras Melalui
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Skripsi,
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri
Semarang
Sudrajat,
Akhmad.,
2008,
Cooperative
Learning
tipe
Jigsaw,
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/31/cooperativelearning-teknik-jigsaw/, (akses 28 Maret 2012)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
SILABUS PEMBELAJARAN
Sekolah
: SMP BOPKRI 1 Yogyakarta
Kelas
: VIII
Mata Pelajaran
: IPA
Semester
: 2 (dua)
Standar Kompetensi : 2. Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan
Alokasi Waktu
: 8 x 40’
Materi
Kompetensi
Pokok/
Dasar
Pembelaja
ran
2.1 Mengidentifikasi
struktur dan
fungsi jaringan
tumbuhan
Penilaian
Kegiatan
Pembelajaran
Indikator Pencapaian
Teknik
Kompetensi
Struktur
 Memahami struktur 
dan fungsi jaringan
dan fungsi
akar, batang dan
jaringan
daun menggunakan
tumbuhan
LKS secara diskusi
kelompok dan
presentasi
 Mengidentifikasi
letak epidermis,
kortek dan stele
dengan

menggunakan
gambar struktur akar,
batang dan daun
secara diskusi dan
presentasi
Bentuk
Contoh
Instrumen
Instrumen
Tes tulis Tes PG
Menjelaskan
struktur dan fungsi
jaringan pada akar,
batang dan daun
dengan presentasi
hasil diskusi
kelompok (karakter
siswa : percaya diri
dan tanggung
jawab)
Menunjukkan letak
epidermis, korteks,
dan stele pada
tumbuhan dengan
media gambar
Tes tulis Tes uraian
struktur akar,
Alokasi
Sumber
Waktu
Belajar
Dibawah ini yang
4 x 40’
bukan merupakan
fungsi akar adalah.....
a. tempat penyerapan
air dan garam
mineral
b. memperkokoh
tubuh tumbuhan
c. sebagai tempat
penghasil makanan
bagi tumbuhan
d. memperluas bidang
penyerapan
Buku siswa,
LKS dan
gambar
struktur
tubuh
tumbuhan
Jelaskan fungsi dari sel
penutup pada stomata!
Lampiran 1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
batang dan daun
(karakter siswa :
tekun dan teliti)
Observasi
 Menjelaskan fungsi
jaringan tertentu
yang dijumpai pada
tubuh tumbuhan
dengan presesntasi
(karakter siswa :
gemar membaca)
 Melakukan diskusi
dan presentasi
struktur dan fungsi
jaringan pada akar,
batang dan daun
Kuesioner
2.2 Mendeskripsikan Fotosintesis  Studi pustaka untuk  Menunjukkan
Tes tulis Tes PG
merumuskan
tentang
bagian
daun
yang
proses perolehan
konsep fotosintesis
berperan dalam
nutrisi dan
dan
transformasi
fotosintesis
transformasi
energi melalui
(karakter siswa :
energi pada
diskusi kelompok
ketelitian)
tumbuhan hijau
 Mencari informasi  Menjelaskan
tentang pemanfaatan
tahapan fotosintesis
Tes tulis
hasil fotosintesis dan
(karakter siswa :
faktor-faktor yang
gemar membaca)
Tes uraian
mempengaruhi
 Menjelaskan
proses fotosintesis
pemanfaatan hasil
1. Membaca buku siswa
dan
mengerjakan LKS
2. Memperhatikan
penjelasan dari guru
atau siswa yang lain
3. Mengajukan
pertanyaan/menang
gapi pertanyaan
4. Mempresentasikan
hasil diskusi
5. Menghargai/meneri
ma pendapat
6. Mencatat
materi
tambahan
Saya mendengarkan
dan memperhatikan
saat guru menjelaskan
materi
Bahan baku untuk
4 x 40’ Buku siswa,
menyusun C6H12O6
LKS
dalam fotosintesis
yaitu…..
a. CO2
b. H2O
c. O2
d. C2O dan H2O
Apa perbedaan reaksi
terang dan reaksi gelap
?
Lampiran 1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
melalui diskusi dan
presentasi
fotosintesis
(karakter siswa :
gemar membaca
dan percaya diri)
 Menjelaskan
faktor-faktor yang
mempengaruhi
fotosintesis
(ketelitian)
Observasi
Kuesioner
Wawancara
1. Membaca
buku
siswa
dan
mengerjakan LKS
2. Memperhatikan
penjelasan
dari
guru atau siswa
yang lain
3. Mengajukan
pertanyaan/menang
gapi pertanyaan
4. Mempresentasikan
hasil diskusi
5. Menghargai/meneri
ma pendapat
6. Mencatat
materi
tambahan

Saya mendengarkan
dan memperhatikan
saat guru
menjelaskan materi

apakah siswa
merasa lebih
senang terhadap
pelajaran biologi
dengan
diadakannya
pembelajaran
kooperatif tipe
jigsaw ?
Lampiran 1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74

bagaimana
tanggapan siswa
terhadap
pelaksanaan model
pembelajaran
kooperatif tipe
Jigsaw ?

apakah anda
memahami materi
pembelajaran
dengan
menggunakan
model
pembelajaran
kooperatif tipe
Jigsaw ?
Lampiran 1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Satuan Pendidikan
: S M P BOPKRI 1 Yogyakarta
Mata Pelajaran
: IPA Terpadu
Kelas / Semester
: VIII
Semester
: II
Tahun Pelajaran
: 2011/2012
Standar Kompetensi 2.
Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.
Kompetensi Dasar 2.1.
Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2 x Pertemuan )
A. Indikator Pembelajaran
1. Kognitif Produk

menjelaskan struktur dan fungsi jaringan pada akar, batang dan daun
2. Kognitif Proses

mangamati epidermis, korteks, dan stele pada tumbuhan menggunakan media
gambar struktur akar, batang dan daun, sehingga dapat membantu siswa untuk
lebih tekun dan teliti.
3. Afektif

Melakukan diskusi dan presentasi dengan saling menghargai
B. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif Produk

Dengan presentasi, siswa dapat menjelaskan struktur dan fungsi jaringan pada
akar, batang dan daun, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab siswa.
2. Kognitif Proses

Setelah mengamati gambar struktur anatomi akar, batang dan daun, siswa dapat
menunjukkan letak epidermis, korteks dan stele, sehingga dapat meningkatkan
ketelitian dan ketekunan.
Lampiran 2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
3. Afektif

Dengan diskusi dan presentasi, siswa dapat lebih mudah memahami materi dan
dengan presentasi dapat meningkatkan percaya diri siswa
C. Materi Pembelajaran
Struktur dan fungsi akar, batang dan daun
D. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan
: Pembelajaran kontekstual
2. Metode
: Diskusi
3. Model Pembelajaran : Kooperatif tipe Jigsaw.
E. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan
(Waktu)
Fase
Kegiatan Guru dan Siswa
Pendahuluan Membuka pelajaran
1. Salam pembuka
(10’)
2. Apersepsi, guru menanyakan apa saja bagian-
dan menyampaikan
tujuan pembelajaran
bagian tumbuhan ?
3. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan
dilakukan
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Inti
Mengorganisasi
5. Guru membagi siswa kedalam kelompok, yaitu
(60’)
siswa kedalam
membagi kedalam kelompok asal dan selanjutnya
kelompok belajar
siswa
memilih
didiskusikan
pokok
dengan
materi
yang
membentuk
akan
kelompok
sesuai dengan pokok materi yang sama
6. Kelompok
ahli
mengerjakan
LKS,
dengan
mengerjakan LKS, guru maupun siswa dapat
mengalami proses antara lain :
Eksplorasi

Siswa dapat membedakan struktur dan fungsi
akar, batang daun dan bunga

Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta
didik serta antara peserta didik dengan guru

siswa dapat memahami struktur bagian-bagian
akar, batang, daun dan bunga
Lampiran 2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

77
Guru dapat memfasilitasi peserta didik untuk
berkompetisi secara sehat dalam meningkatkan
prestasi belajar
Elaborasi

Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan
yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa
percaya diri peserta didik dengan kerjasama
kelompok

Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
Konfirmasi

Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
Penutup
Rangkuman dan
(10’)
penutup
7. Guru menuntun siswa untuk merangkum butirbutir pembelajaran.
8. Guru memberikan penugasan mengkaji dari
berbagai literatur untuk menambah pengetahuan
siswa.
Pertemuan 2
Kegiatan
Fase
(waktu)
Kegiatan Guru dan Siswa
Pendahuluan
Membuka pelajaran 1. Salam pembuka
(10 menit)
dan menyampaikan
tujuan
pembelajaran
2. Apersepsi,
guru
menanyakan
tugas
yang
diberikan pada pertemuan sebelumnya
3. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan
dilakukan
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Inti
Mengorganisasi
5. Guru menginstruksikan siswa untuk kembali ke
(60 menit)
siswa kedalam
kelompok asal dan selanjutnya siswa menjelaskan
kelompok
kepada teman dalam kelompok asal.
6. Perwakilan
Eksplorasi
dari
kelompok
ahli
melakukan
presentasi sehingga guru maupun siswa dapat
mengalami proses antara lain :
Lampiran 2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

78
Siswa dapat menjelaskan struktur akar, batang
dan daun

Siswa dapat menjelaskan fungsi jaringan pada
akar, batang dan daun

Siswa dapat memahami letak epidermis, kortes
dan stele pada akar, batang dan daun

Memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk berpikir, menganalisis serta menyelesaikan
masalah tanpa rasa takut
Elaborasi

Memfasilitasi peserta didik untuk berkompetisi
secara sehat dalam meningkatkan prestasi belajar

Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan
yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa
percaya diri peserta didik

Memberikan
umpan
balik
positif
dan
penghargaan kepada peserta didik dalam bentuk
lisan, isyarat, tulisan maupun dalam bentuk
Konfirmasi
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik

Memfasilitasi peserta didik untuk melakukan
refleksi terhadap pengalaman belajar yang telah
dilakukan
Penutup
Rangkuman dan
(10 menit)
penutup
7. Guru menuntun siswa untuk merangkum butirbutir pembelajaran
8. Guru memberikan penugasan untuk mempelajari
lebih lanjut materi struktur dan fungsi jaringan
pada
tumbuhan
sebagai
bahan
untuk
tes
pemahaman siswa
Post Test
Lampiran 2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79
F. Media Pembelajaran
Gambar struktur akar, batang dan daun
G. Sumber Pembelajaran
1. Joko Sumarsono dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs kelas VIII.
Surakarta. Teguh Karya halaman 99-115
2. Mikrajuddin Abdulla dkk. 2007. IPA Terpadu SMP dan MTs Kelas VIII. Jakarta. Esis
halaman 147-170.
3. LKS
4. Internet
H. Penilaian
Indikator Pencapaian
Aspek
Teknik
Bentuk
Kompetensi
Penilaian
Penilaian
Instrumen
Tes tulis
Tes PG
 Menjelaskan struktur
Contoh Instrumen/ Soal
Dibawah ini yang bukan
dan fungsi jaringan di
Ingatan dan
merupakan fungsi akar
akar, batang dan
pemahaman
adalah.....
a. tempat penyerapan air
daun
 Menunjukkan letak
epidermis, korteks,
dan garam mineral
b. memperkokoh tubuh
Pemahaman
tumbuhan
dan stele pada
c. sebagai tempat
tumbuhan
 Menjelaskan fungsi
penghasil makanan
bagi tumbuhan
jaringan tertentu
yang dijumpai pada
Ingatan dan
tubuh tumbuhan
pemahaman
Tes tulis
Tes uraian
d. memperluas bidang
penyerapan
Jelaskan arti pertumbuhan
sekunder kambium !
Lampiran 2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Satuan Pendidikan
: SMP BOPKRI 1 Yogyakarta
Mata Pelajaran
: IPA Terpadu
Kelas
: VIII
Semester
: II
Tahun Pelajaran
: 2011/2012
Standar Kompetensi 2.
Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.
Kompetensi Dasar 2.2.
Mendiskripsikan proses perolehan nutrisi dan tranformasi energi pada tumbuhan hijau
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2 x Pertemuan )
A. Indikator
1. Kognitif Produk

Menjelaskan bagian daun yang berperan alam proses fotosintesis

Menjelaskan pemanfaatan hasil fotosíntesis

Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosíntesis
2. Kognitif Proses
Menjelaskan tahapan fotosíntesis dengan baik
3. Afektif
Melakukan diskusi dan presentasi dengan saling menghargai
B. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif Produk

Dengan bantuan LKS, siswa dapat menunjukkan bagian daun yang berperan alam
proses fotosintesis serta dapat meningkatkan ketelitian siswa

Dengan gemar membaca, siswa dapat menjelaskan pemanfaatan hasil fotosíntesis
dengan baik dan dapat meningkatkan percaya diri siswa melalui presentasi

Dengan sumber belajar yang ada, siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi proses fotosíntesis serta dapat meningkatkan ketelitian siswa
2. Kognitif Proses

Dengan mengamati gambar tahapan fotosintesis, siswa dapat menjelaskan proses
fotosintesis secara sederhana.
Lampiran 3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
3. Afektif

Dengan diskusi dan presentasi, siswa dapat lebih mudah memahami materi dan
dengan presentasi dapat meningkatkan percaya diri siswa
C. Materi Pembelajaran
Proses perolehan nutrisi dan tranformasi energi pada tumbuhan hijau.
D. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan
: Pendekatan konsektual.
2. Metode
: Diskusi
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
E. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan
(Waktu)
Pendahuluan
(10 menit)
Fase
Kegiatan Guru dan Siswa
Membuka
1. Salam pembuka
pelajaran dan
2. Apersepsi, guru menanyakan berupa apa alat respirasi
menyampaikan
tumbuhan ?
tujuan
3. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan dilakukan
pembelajaran
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
5. Guru membagi siswa kedalam kelompok, yaitu membagi
kedalam kelompok asal dan selanjutnya siswa memilih
pokok
Mengorganisasi
yang
akan
didiskusikan
dengan
membentuk kelompok sesuai dengan pokok materi yang
siswa ke dalam
kelompok
materi
sama
6. Kelompok ahli mengerjakan LKS, dengan mengerjakan
Inti
LKS, guru maupun siswa dapat mengalami proses antara
(60 menit)
lain :
Eksplorasi

Siswa dapat menjelaskan proses respirasi tumbuhan.

Siswa dapat menjelaskan proses fotosintesis secara
sederhana

Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya
Lampiran 3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Melibatkan
peserta
didik
aktif
82
didalam
setiap
guru,
siswa
pembelajaran

Dengan
petunjuk
dan
bimbingan
mengerjakan LKS untuk memahami respirasi dan
Elaborasi
fotosintesis

Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif

Memfasilitasi peserta didik untuk berkompetisi secara
sehat dalam meningkatkan prestasi belajar

Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
Konfirmasi

Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan
penyimpulan
Penutup
Rangkuman dan 7. Guru menuntun siswa untuk merangkum butir-butir
(10 menit)
penutup
pembelajaran
8. Guru memberikan penugasan untuk mengkaji lebih
lanjut materi fotosintesis untuk pertemuan selanjutnya
Pertemuan 2
Kegiatan
(Waktu)
Fase
Kegiatan Guru dan Siswa
Pendahuluan Membuka
1. Salam pembuka
(10 menit)
2. Apersepsi,
pelajaran dan
menyampaikan
Inti
(60 menit)
guru
menanyakan
kenapa
tumbuhan
melakukan fotosintesis ?
tujuan
3. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan dilakukan
pembelajaran
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Mengorganisasi
siswa kedalam
kelompok untuk
melakukan
presentasi
5. Guru
menginstruksikan
siswa
untuk
kembali
ke
kelompok asal dan selanjutnya siswa menjelaskan
kepada teman dalam kelompok asal.
6. Perwakilan dari kelompok ahli melakukan presentasi
sehingga guru maupun siswa dapat mengalami proses
antara lain :
Lampiran 3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

83
Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi fotosintesis.

Eksplorasi
Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya

Melibatkan
peserta
didik
aktif
didalam
setiap
pembelajaran

Elaborasi
Siswa berdiskusi dengan bimbingan guru tentang faktorfaktor yang mempengaruhi fotosintesis

Memfasilitasi peserta didik untuk berkompetisi secara
sehat dalam meningkatkan prestasi belajar

Memberikan umpan balik positif dan penguatan kepada
peserta didik dalam bentuk lisan, isyarat, tulisan maupun
Konfirmasi
dalam bentuk hadiah terhadap keberhasilan peserta didik

Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
Penutup
Rangkuman dan 7. Guru menuntun siswa untuk merangkum butir-butir
(10 menit)
penutup
pembelajaran
8. Guru memberikan penugasan untuk mempelajari lebih
lanjut sebagai bahan tes pemahaman siswa
Post test
F. Sumber Pembelajaran
1. Joko Sumarsono dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs kelas VIII.
Surakarta. Teguh Karya halaman 99-115
2. Mikrajuddin Abdulla dkk. 2007. IPA Terpadu SMP dan MTs Kelas VIII. Jakarta. Esis
halaman 147-170.
3. LKS
4. Internet
Lampiran 3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84
G. Penilaian
Indikator Pencapaian
Aspek
Teknik
Bentuk
Kompetensi
Penilaian
Penilaian
Instrumen
 Menunjukkan bagian
daun yang berperan
Ingatan dan Tes tulis
Tes PG
pemahaman
fotosintesis
 Menjelaskan
pemanfaatan hasil
fotosintesis yaitu…..
Ingatan dan
a. CO2
pemahaman
b. H2O
Ingatan dan
c. O2
pemahaman Tes tulis
faktor yang
Tes uraian
d. C2O dan H2O
Apa perbedaan reaksi
fotosintesis
 Menjelaskan faktor-
Bahan baku untuk
menyusun C6H12O6 dalam
dalam fotosintesis
 Menjelaskan tahapan
Contoh Soal
Ingatan dan
terang dan reaksi gelap ?
analisis
memperngaruhi
fotosintesis
Lampiran 3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN PADA TUMBUHAN
A. Akar
1. Fungsi akar
Akar berfungsi sebagai penyokong batang tumbuhan untuk dapat berdiri
kedudukannya. Apabila akar yang dimiliki tumbuhan semakin banya, maka
tumbuhan tersebut menjadi semakin kuat dan daerah penyarapan air dan garam
mineral menjadi semakin luas.akar juga merupakan tempat melekatnya tumbuhan
pada media (tanah) karena memiliki kemampuan menerobos lapisan-lapisan
tanah. Sepadat apapun tanah yang digunakan oleh tumbuhan untuk melekat, akar
tumbuhan mampu mencari celah untuk mendapatkan kebutuhan tumbuhan.
Tumbuhan memiliku bulu-bulu akar yang kecil untuk digunakan tumbuhan
sebagai organ yang dapat menyerap air dan garam mineral dari tanah yang
selanjutnya dibawa menuju daun. Pada beberapa tanaman, akar digunakan sebagai
tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.
Fungsi terakhir dari akar yaitu sebagai alat perkembangbiakan vegetatif pada
tumbuhan tertentu
2. Jenis-jenis akar
a. Akar tunggang
Jenis akar tunggang dimiliki oleh akar tumbuhan dikotil, sedangkan Jenis akar
serabut dimiliki oleh akar tumbuhan monokotil. Pada Jenis akar tunggang terdiri
atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal
dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah
b. Akar serabut
Sementara pada jenis akar serabut, terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang
ke semuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada
waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya, cabang tidak menjadi
besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, bentuknya mirip benang-benang.
c. Akar adventif
Sedangkan jenis perakaran adventif, merupakan akar yang tumbuh dari setiap
bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer. Misalnya akar yang keluar dari
umbi batang, akar yang keluar dari batang (cangkokan).
3. Struktur akar
a. Struktur luar (morfologi)
Lampiran 4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
86
Morfologi akar dibagi menjadi leher akar (pangkal akar), batang akar, cabang
akar, serabut akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar (kaliptra). Rambut
akar berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan yang berkembang dari selsel epidermis. Bagian ujung akar yang berfungsi sebagai pelindung mesistem saat
akar memanjang menembus tanah disebut tudung akar
b. Struktur dalam (anatomi)
1) Epidermis terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat. Didinding selnya
tipis, sehingga mudah ditembus oleh air. Terdapat rambut akar yang
merupakan hasil aktivitas sel dari belakang titik tumbuh.
2) korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis. Korteks
memiliki dinding sel tipis dan mempunyai banyak ruang antar sel untuk
pertukaran gas. Jaringan yang terdapat pada korteks antara lain parenkim,
kolenkim dan sklerenkim.
3) Endodermis terletak disebelah dalam korteks. Endodermis berupa satu
lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Endodermis merupakan
pemisah antara korteks dengan stele dan berfungsi sebagai pengatur jalannya
larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
4) Stele (silinder pusat) terletak disebelah dalam endodermis. Pada stele
terdapat berkas pengangkut (xilem dan floem).
B. Batang
1. Fungsi
Batang merupakan diferensiasi dari akar. Karena diferensiasi dari akar, maka
batang digunakan untuk tempat lintasan makanan dan air. Untuk dapat melakukan
proses tersebut, batang memiliki struktur yang kuat sehingga dapat sebagai
penyokong tumbuhan. Akan tetapi, batang juga merupakan tempat pembentuk
tubuh tumbuhan seperti daun, tunas dan bunga. Batang juga dapat digunakan
sebagai alat reproduksi vegetatif dengancara stek, contohnya tanaman singkong.
Pada beberapa tumbuhan memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda, ada yang
lurus, melekuk-lekuk dan ada pula yang melilit tumbuhan lain. Hal tersebut
berhubungan dengan batang memberikan bentuk tubuh tumbuhan.
Lampiran 4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87
2. Struktur anatomi
Tumbuhan dikotil
a. Epidermis, pada batang dewasa, epidermis akan hilang dan digantikan oleh
lapisan baru dari sel-sel sebelah dalamnya yang disebut periderm. Periderm
merupakan hasil aktivitas kambium gabus pada kulit. Epidermis berfungsi untuk
melindungi lapisan sebelah dalamnya.
b. Korteks, merupakan lapisan yang meliputi semua bagian kulit, kecuali floem dan
epidermis. Sebagian sel-sel penyusun kulit mengalami penebalan menjadi seratserat kulit yang dapat dimanfaatkan untuk industri, contohnya rotan.
c. floem (pembuluh tapis), merupakan berkas pengangkut kulit yang berfungsi
untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh bagian tubuh
tumbuhan.
d. Kambium, merupakan jaringan meristem, jaringan yang aktif membelah.
Aktivitas kambium dapat menyebabkan tumbuhan menjadi bertambah besar.
Pertumbuhan kambium tersebut disebut pertumbuhan sekunder. Kambium juga
dapat mengakibatkan terbentuknya lingkaran tahuan yang dapat dilihat pada
tumbuhan-tumbuhan berkayu, seperti pohon jati.
e. Pembuluh kayu (xilem), berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral
hasil penyerapan oleh akar menuju ke daun untuk digunakan dalam proses
fotosintesis. Xilem tersusun dari beberapa jenis sel, termasuk didalamnya adalah
sel-sel serat dan sel-sel pembentuk pembuluh angkut xilem. Sel-sel tersebtu
mengalami penebalan dinding yang sangat tebal dan kuat, sehingga xilem juga
berfungsi sebagai penguat batang tumbuhan.
f. Silinder pusat (stele), terletak disebelah dalam korteks. Meliputi seluruh bagian
kayu, termasuk semua jaringan pengangkutnya.
Tumbuhan monokotil
 Tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium karena berkas pengangkut
tersebar diseluruh batang tumbuhan.
 Pertumbuhannya terbatas.
 Memiliki empulur dan sklerenkim. Empulur merupakan bagian yang terdapat
ditengah batang tumbuhan kadang ada yang mengandung kloroplas.
Sedangkan sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang keras tersusun
dari sel mati serta bedinidng tebal
 Epidermis dengan stomata dan bulu-bulu akar.
Lampiran 4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88
Tabel perbedaan batng dikotil dan monokotil
Perbedaan
Tumbuhan dikotil
Tumbuhan monokotil
Berkas pengangkut
teratur
tersebar
Kambium
ada
tidak ada
Rongga udara
tidak ada
besar
C. Daun
1. Fungsi daun
a. Merupakan organ fotosintesis dan tempat pertukaran zat
b. Sebagai alat evaporasi
c. Sebagai tempat cadangan makanan
d. Alat reproduksi vegetatif
2. Morfologi daun
Daun yang lengkap mempunyai bagian upih daun (pelepah daun), tangkai daun
(petioles), dan helaian daun (lamina). Daun yang tidak lengkap tidak mempunyai satu
atau dua bagian tersebut. Contohnya daun mangga dan daun nangka. Daun lengkap
dapat dijumpai pada pohon pisang dan rumput-rumputan.
3. Anatomi daun
a. Epidermis, merupakan lapisan sel terluar pada lapisan atas dan bawah daun.
Terdapat stoma yang berfungsi untuk mengatur masuknya CO2 yang dibutuhkan
untuk proses fotosintesis. Stoma memiliki sel penutup/ sel penjaga yang berfungsi
untuk pengaturan membuka dan menutup stoma pada saat masuknya CO2.
b. Jaringan tiang (palisade), tersusun dari sel-sel yang memanjang dalam posisi
tegak dan berisi banyak kloroplas. Kloroplas merupakan perangkat sel tumbuhan
yang didalamnya terdapat klorofil. Pada jaringan inilah terjadinya proses
fotosintesis.
c. Jaringan bunga karang (spons), Jaringan bunga karang terletak di bawah
jaringan palisade, disebut sebagai jaringan spons karena sel-selnya tersusun tidak
rapat sehingga terdapat rongga-rongga udara tempat berlangsungnya pertukaran
gas. Sel-selnya juga berkloroplas sehingga menjadi tempat fotosintesis.
d. Jaringan pengangkut, Jaringan pengangkut pada daun membentuk suatu system
percabangan seperti jala yang kompleks, disebut tulang daun. Tulang daun terletak
di antara jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Pada sayatan melintang, tulang
daun merupakan berkas pengangkut yang tersusun dari xylem dan floem.
Lampiran 4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89
TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN
Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengeluaran zat-zat ke seluruh
bagian tubuh tumbuhan. Pada tumbuhan tingkat rendah (misal ganggang) penyerapan air dan
zat hara yang terlarut di dalamnya dilakukan melalui seluruh bagian tubuh. Pada tumbuhan
tingkat tinggi (misal spermatophyta) proses pengangkutan dilakukan pembuluh pengangkut
yang terdiri dari xylem dan phloem.
Tumbuhan memperoleh bahan dari lingkungan untuk hidup berupa O2, CO2, air dan
unsur hara. Kecuali gas O2 dan CO2 zat diserap dalam bentuk larutan ion. Mekanisme proses
penyerapan dapat belangsung karena adanya proses imbibisi, difusi, osmosis dan transpor
aktif.
Pengangkutan Zat Melalui Xylem
Air dan garam mineral akan diangkut ke daun melalui pembuluh kayu (xylem).
Komponen utama penyusun xylem adalah elemen pembuluh (trakea) dan trakeid. Trakea dan
trakeid merupakan sel-sel yang mati karena tidak mempunyai sitoplasma dan hanya
mempunyai dinding sel. Sel trakea terdiri atas tabung yang berdinding tabal dan membentuk
suatu pembuluh. Sel trakeid merupakan sel dasar penyusun xylem, yang terdiri dari sel
memanjang dan berdinding keras karena mengandung lignin. Pada beberapa tempat dinding
sel trakeid terdapat bagian-bagian yang tidak menebal yang disebut noktah.
Selain trakea dan trakeid xylem juga mengandung sel parenkim (parenkim kayu) yang
merupakan sel hidup dan berfungsi untuk menyimpan bahan makanan. Xylem juga
mengandung serabut kayu yang berfungsi sebagai penguat (penyokong)
Proses pengangkutan air dan zat zat terlarut hingga sampai ke daun pada tumbuhan
dipengaruhi oleh :
 daya kapilaritas : pembuluh xylem yang terdapat pada tumbuhan dianggap sebagai
pipa kapiler. Air akan naik melalui pembuluh kayu sebagai akibat dari gaya adhesi
antara dinding pembuluh kayu dengan molekul air.
 daya tekan akar : tekanan akar pada setiap tumbuhan berbeda-beda. Besarnya tekanan
akar dipengaruhi besar kecil dan tinggi rendahnya tumbuhan (0,7 - 2,0 atm). Bukti
adanya tekanan akar adalah pada batang yang dipotong, maka air tampak menggenang
dipermukaan tunggaknya.
 daya hisap daun : disebabkan adanya penguapan (transpirasi) air dari daun yang
besarnya berbanding lurus dengan luas bidang penguapan (intensitas penguapan).
 pengaruh sel-sel yang hidup
Pengangkutan Melalui Floem
Air dan zat terlarut yang diserap akar diangkut menuju daun akan dipergunakan sebagai
bahan fotosintesis yang hasilnya berupa zat gula/ amilum/ pati. Pengangkutan hasil
fotosintesis berupa larutan melalui phloem secara vaskuler ke seluruh bagian tubuh disebut
translokasi.
Untuk membuktikan adanya pengangkutan hasil fotosintesis melewati phloem dapat
dilihat dari pada proses pencangkokan. Batang yang telah kehilangan kulit (phloem)
mengalami hambatan pengangkutan akibat terjadinya timbunan makanan yang dapat memacu
munculnya akar apabila bagian batang yang terkelupas kulitnya tertutup tanah yang selalu
basah.
Beberapa tumbuhan menyimpan hasil fotosintesis pada akarnya atau batangnya. Pada
umumnya jaringan phloem tersusun oleh 4 komponen, yaitu :
- buluh tapis
- sel pengiring
- parenkim phloem
- serabut-serabut
Lampiran 5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
Tumbuhan mengeluarkan cairan dari tubuhnya melalui 3 proses, yaitu :
1. Transpirasi : adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula
ke udara bebas (evaporasi). Transpirasi dipengaruhi oleh :
Faktor luar, meliputi :
 kelembaban udara : semakin tinggi kelembaban udara maka transpirasi semakin
lambat. Pada saat udara lembab transpirasi akan terganggu, sehingga tumbuhan
akan melakukan gutasi
 suhu udara : semakin tinggi suhu maka transpirasi semakin cepat.
 intensitas cahaya : semakin banyak intensitas cahaya maka transpirasi semakin
giat.
 kecepatan angin : semakin kencang angin maka transpirasi semakin cepat.
 kandungan air tanah
Faktor dalam, meliputi :
 ukuran (luas) daun
 tebal tipisnya daun
 ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun
 jumlah stomata
 jumlah bulu akar (trikoma)
Semakin cepat laju transpirasi berarti semakin cepat pengangkutan air dan zat hara
terlarut, demikian pula sebaliknya. Alat untuk mengukur besarnya laju transpirasi melalui
daun disebut fotometer atau transpirometer.
2. Gutasi : adalah pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah-celah tepi
atau ujung tulang tepi daun yang disebut hidatoda/ gutatoda/ emisarium. Terjadi pada
suhu rendah dan kelembaban tinggi sekitar pukul 04.00 sampai 06.00 pagi hari. Di
alami pada tumbuhan famili Poaceae (padi, jagung, rumput, dll)
3. Perdarahan : adalah pengeluaran air cairan dari tubuh tumbuhan berupa getah yang
disebabkan karena luka atau hal-hal lain yang tidak wajar. Misalnya pada penyadapan
pohon karet dan pohon aren.
Lampiran 5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
91
LEMBAR KERJA SISWA 1
Nama/no. absen :……………………..
A. Judul : Memahami Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan
B. Tujuan :
1. Memahami struktur jaringan pada akar, batang dan daun
2. Memahami fungsi jaringan pada akar, batang dan daun
C. Langkah Kerja
1. Setiap siswa berkumpul dengan kelompok yang telah ditentukan (kelompok asal)
2. Kelompok asal dipecah menjadi kelompok ahli (ahli akar, ahli batang, ahli daun)
3. Kelompok ahli hanya bertugas untuk mengerjakan sesuai dengan nama kelompoknya
4. Setelah selesai mengerjakan, siswa kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan
kepada teman yang lain
5. Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil pembahasan yang
dilakukan oleh kelompok
D. Diskusi Siswa
Ahli Akar
1. Sebutkan fungsi akar
2. Sebutkan struktur morfologi akar
3. Jelaskan struktur morfologi akar
Ahli Batang
1. Sebutkan fungsi batang
2. Jelaskan struktur batang dikotil
3. Jelaskan struktur batang monokotil
Ahli Daun
1. Sebutkan fungsi daun
2. Sebutkan struktur morfologi dan anatomi yang menyusun organ daun
E. Jawaban
Lampiran 6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92
LEMBAR KERJA SISWA 2
Nama/ no. absen
A. Judul
: …………………………………….
: Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada
tumbuhan hijau
B. Tujuan
:
1. Memahami konsep fotosintesis dan transformasi energi
2. Menjelaskan pemanfaatan hasil fotosintesis
3. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis
C. Langkah Kerja
4. Setiap siswa berkumpul dengan kelompok yang telah ditentukan (kelompok asal)
5. Kelompok asal dipecah menjadi kelompok ahli
6. Kelompok ahli hanya bertugas untuk mengerjakan sesuai dengan nama kelompoknya
7. Setelah selesai mengerjakan, siswa kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan
kepada teman yang lain
8. Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil pembahasan yang
dilakukan oleh kelompok
D. Diskusi Siswa
Ahli tempat dan alat fotosintesis
1. Dimanakah proses fotosintesis berlangsung ?
2. Apa itu kloroplas ? Jelaskan !
Ahli tahapan fotosintesis
1. Ada berapa tahapan proses fotosintesis yang terjadi ? Jelaskan !
2. Tuliskan rumus fotosintesis !
Ahli pemanfaatan hasil fotosintesis
1. Apa hasil fotosintesis ?
2. Bagaimana tumbuhan memanfaatkan hasil fotosintesis ? Berikan contoh !
Ahli faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis
1. Apa saja faktor yang mempengaruhi fotosintesis ?
2. Warna sinar apa saja yang dapat digunakan tumbuhan untuk fotosintesis ? Jelaskan !
E. Jawaban
Lampiran 7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
93
Kisi-kisi Soal Pre tes
Indikator
Jumlah
Aspek yang
Soal
diungkap
Menjelaskan struktur
dan fungsi jaringan
pada akar, batang dan
Nomor Soal
Pilihan ganda
5
Ingatan
nomor 1, 2, 9
Pemahaman
Soal uraian
daun
nomor 1 dan 2
Menunjukkan letak
epidermis, korteks dan
3
Ingatan
Pilihan ganda
nomor 4, 7 dan
stele
10
Menjelaskan fungsi
Pilihan ganda
jaringan tertentu yang
dijumpai pada tubuh
5
tumbuhan
Ingatan
Pemahaman
nomor 3, 5, 6
dan 8
Soal uraian
nomor 3
Jumlah
13
Lampiran 8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94
Soal Pre tes
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat
1. Dibawah ini yang bukan merupakan
Berdasarkan gambar tersebut, secara
fungsi akar adalah.....
berurutan jaringan yang ditunjuk pada
a. tempat penyerapan air dan garam
nomor 1 dan 2 adalah…..
mineral
a. epidermis dan korteks
b. memperkokoh tubuh tumbuhan
b. endodermis dan xylem
c. sebagai tempat penghasil makanan
c. korteks dan xylem
bagi tumbuhan
d. memperluas bidang penyerapan
2. Lapisan epidermias adalah.....
a. lapisan yang dapat membentuk
ruang kosong
b. lapisan yang berfungi untuk
munculnya tunas baru
c. lapisan yang dapat memperkokoh
tubuh tumbuhan
d. lapisan terluar yang berfungsi untuk
melindungi jaringan bagian dalam
3. Jenis akar yang dimiliki oleh tumbuhan
dikotil adalah…..
a. akar serabut
b. akar adventif
c. akar tunggang
d. akar serabut dan tunggang
4. Gambar struktur anatomi akar
d. epidermis dan endodermis
5. Fungsi dari pembuluh xilem adalah.....
a. mengangkut air dan garam mineral
ke seluruh tubuh tumbuhan
b. mengangkut hasil fotosintesis ke
seluruh tubuh tumbuhan
c. menyerap CO2 untuk proses
fotosintesis
d. membantu dalam proses
penyerapan air dan garam mineral
6. Floem disebut juga lapisan pembuluh
tapis yang berfungsi untuk.....
a. mengangkut air dan garam mineral
ke seluruh tubuh tumbuhan
b. mengangkut hasil fotosintesis ke
seluruh tubuh tumbuhan
c. menyerap CO2 untuk proses
fotosintesis
d. membantu dalam proses penyerapan
air dan garam mineral
Lampiran 8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7. Gambar struktur anatomi batang
95
10. Gambat struktur anatomi daun
Berdasarkan gambar tersebut, yang
Berdasarkan gambar tersebut, yang
ditunjuk pada nomor 1 dan 2 adalah…..
ditunjuk nomor 1 dan 2 adalah…..
a. kambium dan empulur
a. xilem dan jaringan palisade
b. berkas vaskuler dan empulur
b. jaringan spons dan xylem
c. empulur dan cambium
c. jaringan palisade dan jaringan spons
d. berkas vaskuler dan kambium
d. epidermis atas dan jaringan palisade
8. Struktur anatomi daun dibagi menjadi
empat bagian, yaitu.....
a. kambium, floem, silinder pusat dan
jaringan spons
b. epidermis, jaringan palisade,
kambium dan jaringan pengangkut
c. epidermis, korteks, kambium,
jaringan pengangkut
d. epidermis, jaringan palisade,
jaringan spons dan jaringan
pengangkut
9. Daun memiliki bagian yang disebut
stoma, yang berfungsi untuk.....
a. tempat terjadinya fotosintesis
b. mengatur masuknya CO2 yang
dibutuhkan untuk fotosintesis
c. mengatur keluar masuknya CO2
yang dibutuhkan untuk fotosintesis
d. tempat pertukaran CO2 dan O2
Lampiran 8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
96
B. Jawablah dengan singkat dan tepat !
1. Jelaskan fungsi dari rambut akar !
2. Jelaskan arti pertumbuhan sekunder kambium !
3. Jelaskan fungsi dari sel penutup pada stomata !
Jawaban pilihan ganda
1. c
6. b
2. d
7. b
3. c
8. d
4. d
9. b
5. a
10. a
Jawaban soal essay
1. Rambut akar berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air dan zat hara yang
diperlukan oleh tumbuhan yang berkembang dari sel-sel epidermis yang memanjang ke
arah luar. (Skor 3)
2. Pertumbuhan sekunder kambium merupakan aktivitas kambium ke arah luar membentuk
kulit dan ke arah dalam membentuk kayu yang dapat mengakibatkan batang bertambah
besar. (Skor 3)
3. Sel penutup berfungsi untuk mengatur pertukaran zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan
untuk fotosintesis dengan cara membuka dan menutup stoma. (Skor 3)
Rubrik Penilaian Soal Uraian
Skor
Keterangan
3
Jika jawaban benar
2
Jika jawaban kurang lengkap
1
Jika jawaban salah
0
Jika tidak menjawab
Lampiran 8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97
Kisi-kisi Soal Pos tes Siklus I
Indikator
Jumlah
Aspek yang
Soal
diungkap
Menjelaskan struktur
dan fungsi jaringan
pada akar, batang dan
Nomor Soal
Pilihan ganda
5
Ingatan
nomor 1, 2, 9
Pemahaman
Soal uraian
daun
nomor 1 dan 2
Menunjukkan letak
epidermis, korteks dan
3
Ingatan
Pilihan ganda
nomor 4, 7 dan
stele
10
Menjelaskan fungsi
Pilihan ganda
jaringan tertentu yang
dijumpai pada tubuh
5
tumbuhan
Ingatan
Pemahaman
nomor 3, 5, 6
dan 8
Soal uraian
nomor 3
Jumlah
13
Lampiran 9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98
Soal Pos tes Siklus I
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1. Dibawah ini yang bukan merupakan
Berdasarkan gambar tersebut, secara
fungsi akar adalah.....
berurutan jaringan yang ditunjuk pada
a. tempat penyerapan air dan garam
nomor 1 dan 2 adalah…..
mineral
a. epidermis dan korteks
b. memperkokoh tubuh tumbuhan
b. endodermis dan xylem
c. sebagai tempat penghasil makanan
c. korteks dan xylem
bagi tumbuhan
d. memperluas bidang penyerapan
2. Lapisan epidermias adalah.....
a. lapisan yang dapat membentuk
ruang kosong
b. lapisan yang berfungi untuk
munculnya tunas baru
c. lapisan yang dapat memperkokoh
tubuh tumbuhan
d. lapisan terluar yang berfungsi untuk
melindungi jaringan bagian dalam
3. Jenis akar yang dimiliki oleh tumbuhan
dikotil adalah…..
a. akar serabut
b. akar adventif
c. akar tunggang
d. akar serabut dan tunggang
4. Gambar struktur anatomi akar
d. epidermis dan endodermis
5. Fungsi dari pembuluh xilem adalah.....
a. mengangkut air dan garam mineral
ke seluruh tubuh tumbuhan
b. mengangkut hasil fotosintesis ke
seluruh tubuh tumbuhan
c. menyerap CO2 untuk proses
fotosintesis
d. membantu dalam proses
penyerapan air dan garam mineral
6. Floem disebut juga lapisan pembuluh
tapis yang berfungsi untuk.....
a. mengangkut air dan garam mineral
ke seluruh tubuh tumbuhan
b. mengangkut hasil fotosintesis ke
seluruh tubuh tumbuhan
c. menyerap CO2 untuk proses
fotosintesis
d. membantu dalam proses penyerapan
air dan garam mineral
Lampiran 9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7. Gambar struktur anatomi batang
99
10. Gambat struktur anatomi daun
Berdasarkan gambar tersebut, yang
Berdasarkan gambar tersebut, yang
ditunjuk pada nomor 1 dan 2 adalah…..
ditunjuk nomor 1 dan 2 adalah…..
a. kambium dan empulur
a. xilem dan jaringan palisade
b. berkas vaskuler dan empulur
b. jaringan spons dan xylem
c. empulur dan cambium
c. jaringan palisade dan jaringan spons
d. berkas vaskuler dan kambium
d. epidermis atas dan jaringan palisade
8. Struktur anatomi daun dibagi menjadi
empat bagian, yaitu.....
a. kambium, floem, silinder pusat dan
jaringan spons
b. epidermis, jaringan palisade,
kambium dan jaringan pengangkut
c. epidermis, korteks, kambium,
jaringan pengangkut
d. epidermis, jaringan palisade,
jaringan spons dan jaringan
pengangkut
9. Daun memiliki bagian yang disebut
stoma, yang berfungsi untuk.....
a. tempat terjadinya fotosintesis
b. mengatur masuknya CO2 yang
dibutuhkan untuk fotosintesis
c. mengatur keluar masuknya CO2
yang dibutuhkan untuk fotosintesis
d. tempat pertukaran CO2 dan O2
Lampiran 9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
100
B. Jawablah dengan singkat dan tepat !
1. Jelaskan fungsi dari rambut akar !
2. Jelaskan arti pertumbuhan sekunder kambium !
3. Jelaskan fungsi dari sel penutup pada stomata !
Jawaban pilihan ganda
1. c
6. b
2. d
7. b
3. c
8. d
4. d
9. b
5. a
10. a
Jawaban soal essay
1. Rambut akar berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air dan zat hara yang
diperlukan oleh tumbuhan yang berkembang dari sel-sel epidermis yang memanjang ke
arah luar. (Skor 3)
2. Pertumbuhan sekunder kambium merupakan aktivitas kambium ke arah luar membentuk
kulit dan ke arah dalam membentuk kayu yang dapat mengakibatkan batang bertambah
besar. (Skor 3)
3. Sel penutup berfungsi untuk mengatur pertukaran zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan
untuk fotosintesis dengan cara membuka dan menutup stoma. (Skor 3)
Rubrik Penilaian Soal Uraian
Skor
Keterangan
3
Jika jawaban benar
2
Jika jawaban kurang lengkap
1
Jika jawaban salah
0
Jika tidak menjawab
Lampiran 9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Kisi-Kisi Soal Siklus II
Pokok Materi
Jumlah
Aspek yang
Soal
diungkap
Menunjukkan bagian
daun yang berperan
3
dalam fotosintesis
Ingatan
Pemahaman
Menjelaskan tahapan
Nomor Soal
Pilihan ganda
nomor 1, 2 dan 3
Pilihan ganda
fotosintesis
6
Ingatan
Pemahaman
nomor 4, 5, 6 dan
7
Uraian nomor 1
dan 2
Menjelaskan
pemanfaatan hasil
2
fotosintesis
Ingatan
Pemahaman
Menjelaskan faktorfaktor yang
nomor 8
Uraian nomor 3
Pilihan ganda
3
mempengaruhi
Pilihan ganda
Ingatan
nomor 9 dan 10
Analisis
Uraian nomor 4
fotosintesis
Jumlah
14
Lampiran 10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Soal Pos tes Siklus II
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1. Fotosintesis terjadi pada sel-sel daun, terutama di bagian mesofil (daging daun), yaitu…..
a. jaringan tiang dan epidermis
b. jaringan tiang dan jaringan bunga karang
c. jaringan bunga karang dan epidermis
d. jaringan bunga karang dan kloroplas
2. Suatu pigmen atau zat daun yang paling utama berperan dalam menangkap energi
matahari adalah…..
a. kloroplas
b. karotenoid
c. klorofil
d. grana dan stroma
3. Organela di dalam sel yang berperan dalam fotosintesis adalah…..
a. kloroplas
b. mitokondria
c. vakuola
d. badan Golgi
4. Bahan baku untuk menyusun C6H12O6 dalam fotosintesis yaitu…..
a. CO2
b. H2O
c. O2
d. C2O dan H2O
5. Zat sisa yang dihasilkan dalam fotosintesis yang dilepas ke lingkungan adalah…..
a. O2
b. CO2
c. C6H12O6
d. CO2 dan O2
6. Dibawah ini yang bukan merupakan unsur-unsur yang digunakan dalam proses
fotosintesis…..
a. CO2
b. mineral
c. zat gula
d. H2O
Lampiran 10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7. Sinar yang paling banyak diserap untuk proses fotosintesis adalah…..
a. sinar biru
b. sinar hijau
c. sinar merah
d. sinar kuning
8. Hasil fotosintesis akan ditimbun di tempat-tempat penimbunan. Tempat penimbunan
tersebut dapat berupa…..
a. akar
b. bunga
c. daun
d. buah
9. Faktor yang dapat mempengaruhi fotosintesis adalah…..
a. Ketersediaan air
b. Tanah
c. Luas daun
d. Tinggi tumbuhan
10. Dibawah yang bukan merupakan faktor dari dalam yang dapat mempengaruhi fotosintesis
adalah…..
a. Umur daun
b. Tinggi tumbuhan
c. Keadaan stomata
d. Jenis tumbuhan
B. Jawablah dengan singkat dan tepat !
1. Apa yang dimaksud dengan fotosintesis ?
2. Jelaskan proses fotosintesis berdasarkan gambar dibawah ini
3. Bagaimana cara tumbuhan memanfaatkan hasil fotosintesis ?
4. Faktor yang dapat mempengaruhi fotosintesis salah satunya adalah keadaan cahaya.
Bagaimana pengaruh cahaya dengan proses fotosintesis ?
Lampiran 10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Jawaban pilihan ganda
1. b
6. c
2. c
7. c
3. a
8. d
4. d
9 a
5. a
10. b
Jawaban soal uraian
1.
Fotosintesis (asimilasi karbon) merupakan peristiwa penggabungan karbon dioksida dan
air secara kimiawi dalam klorofil untuk membentuk karbohidrat dengan bantuan cahaya
matahari sebagai sumber energi. (skor 3)
2. Bahan baku fotosintesis adalah air (H2O) dan karbon dioksida (CO2). Air berasal dari
dalam tanah, sedangkan karbon dioksida berasal dari udara bebas yang merupakan hasil
dari proses pernapasan makhluk hidup. Energi matahari yang diserap oleh klorofil
digunakan untuk memecah molekul air menjadi oksigen dan hodrogen. Selanjutnya
fotosintesis menghasilkan glukosa dan oksigen. (skor 3)
3. Zat gula (C6H12O6) hasil fotosintesis akan digunakan untuk berbagai kepentingan tubuh
tumbuhan diantaranya dirombak untuk menghasilkan energi, digunakan untuk
membangun atau membentuk tubuh tumbuhan dan ditimbun dalam bentuk ubi, umbi,
buah dan biji. (skor 3)
4. Cahaya yang paling banyak diserap oleh tumbuhan untuk fotosintesis yaitu cahaya yang
memiliki pigmen warna merah. Untuk fotosintesis dibutuhkan intensitas cahaya minimal
tertentu. Pada intensitas cahaya yang kurang, fotosintesisnya akan lambat. Sebaliknya,
pada intensitas yang lebih tinggi, fotosintesis akan lebih cepat. (skor 3)
Rubrik Penilaian Soal Uraian
Skor
Keterangan
3
Jika jawaban benar
2
Jika jawaban kurang lengkap
1
Jika jawaban salah
0
Jika tidak menjawab
Lampiran 10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
105
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA
Nama sekolah
: …………………….
Mata pelajaran
: …………………….
Materi
: …………………….
Kelas/Semester
: …………………….
Hari/Tanggal
: …………………….
Petunjuk pengisisan :
Amatilah aktivitas siswa dan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung kemudian isilah
lembar observasi dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pengamat dalam melakukan pengamatan duduk ditempat yang memungkinkan dapat
melihat semua aktivitas siswa yang diamati.
2. Kode-kode kategori dituliskan secara berurutan sesuai dengan kejadian pada baris dan
kolom yang tersedia dengan memberikan tanda (√).
3. Pengamatan dilakukan sejak proses belajar mengajar berlangsung.
Aktivitas siswa selama KBM
1. Membaca buku siswa dan mengerjakan LKS
2. Memperhatikan penjelasan dari guru atau siswa yang lain
3. Mengajukan pertanyaan/menanggapi pertanyaan
4. Mempresentasikan hasil diskusi
5. Menghargai/menerima pendapat
6. Mencatat materi tambahan
No
Aktivitas Siswa Selama KBM
Nama
Siswa
1
Siswa 1
2
Siswa 2
3
Siswa 3
4
Siswa 4
5
Siswa 5
6
Siswa 6
7
Siswa 7
8
Siswa 8
1
B
C
2
K B
C
3
K B
C
4
K B
C
5
K B
C
6
K B
C
K
Lampiran 11
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
Siswa 9
10
Siswa
10
Siswa
11
Siswa
12
Siswa
13
Siswa
14
Siswa
15
Siswa
16
Siswa
17
Siswa
18
Siswa
19
Siswa
20
Siswa
21
Siswa
22
Siswa
23
Siswa
24
Siswa
25
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
106
Lampiran 11
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
107
Keterangan :
B : Tinggi
C : Cukup
K : Kurang
Yogyakarta,
Mei 2012
Observer,
(……………………………)
Lampiran 11
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
108
Kisi-Kisi Kuesioner Keaktifan Belajar Siswa dengan Menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
No
1.
Indikator
Interaksi dengan guru
Jumlah
Pertanyaan/pernyataan
butir
5
Saya
mendengarkan
memperhatikan
saat
Skala
dan
4-1
guru
menjelaskan materi
Saya mencatat materi yang diberikan
4-1
oleh guru
Saya
tidak
mencatat
hasil
1-4
pembahasan yang diberikan oleh
guru
1-4
Saya tidak bertanya kepada guru
walaupun
saya
tidak
memahami
materi
4-1
Saya berani menyampaikan pendapat
saya ketika diminta guru untuk
menyampaikan pendapat
2.
Interaksi
siswa
dengan
5
S a ya
dan
tidak
mendengarkan
memperhatikan
1-4
pada
s a a t teman lain yang menjelaskan
materi
4-1
Saya memberikan informasi kepada
teman jika ada teman yang belum
memahami materi
1-4
Saya tidak bertanya kepada teman
sekelompok jika belum memahami
materi
1-4
Saya tidak berani menyampaikan
pendapat
ketika
ditanya
teman
sekelompok
4-1
Saya menghargai pendapat teman
yang berbeda
Lampiran 12
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3.
Kerjasama
dengan
3
teman sekelompok
Saya tidak ikut serta dalam diskusi
109
1-4
kelompok
Saya bekerjasama dengan teman
4-1
sekelompok dalam belajar kelompok
Saya ikut mempresentasikan hasil
4-1
kerja kelompok
4.
Mengerjakan soal dan
1
tugas
5.
Motivasi
Saya tidak mengerjakan LKS yang
1-4
diberikan
dalam
mengikuti pelajaran
1
Saya memanfaatkan sumber belajar
4-1
yang lain untuk memahami materi
Lampiran 12
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
110
Kuesioner Keaktifan Belajar Siswa
Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Nama
:
No. absen
:
Hari/ tanggal :
Siklus
:
Petunjuk pengisian : berilah tanda (√) sesuai dengan apa yang kamu lakukan pada saat
pembelajaran
Keterangan :
SS
: Sangat Setuju
S
: Setuju
TS
: Tidak Setuju
STS
: Sangat Tidak Setuju
No
1.
Kriteria
Pernyataan
SS
S
TS
STS
Saya mendengarkan dan memperhatikan saat guru
menjelaskan materi
2.
Saya mencatat materi yang diberikan oleh guru
3.
Saya
tidak
mencatat
hasil
pembahasan
yang
diberikan oleh guru
4.
Saya tidak bertanya kepada guru walaupun saya tidak
memahami materi
5.
Saya berani menyampaikan pendapat saya ketika
diminta guru untuk menyampaikan pendapat
6.
Saya tidak mendengarkan dan memperhatikan pada
saat teman lain menjelaskan materi
7.
Saya memberikan informasi kepada teman jika ada
teman yang belum memahami materi
8.
Saya tidak bertanya kepada teman sekelompok jika
belum memahami materi
9.
Saya tidak berani menyampaikan pendapat ketika
ditanya teman sekelompok
10.
Saya menghargai pendapat teman yang berbeda
Lampiran 12
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11.
Saya tidak ikut serta dalam diskusi kelompok
12.
Saya bekerjasama dengan teman sekelompok dalam
111
belajar kelompok
13.
Saya ikut mempresentasikan hasil kerja kelompok
14.
Saya tidak mengerjakan LKS yang diberikan
15.
Saya memanfaatkan sumber belajar yang lain untuk
memahami materi
Lampiran 12
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
112
Pedoman Wawancara Mengenai Penggunaan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw
Responden
: siswa kelas VIII C SMP BOPKRI 1 Yogyakarta
Nama siswa
:
Kelas/ semester
:
Jenis kelamin
:L/P
Komentar dan kesimpulan hasil
Pertanyaan Guru
1. apakah
anda
pembelajaran
model
memahami
dengan
pembelajaran
wawancara
materi
menggunakan
kooperatif tipe
Jigsaw ?
2. bagaimana tanggapan siswa terhadap
pelaksanaan
model
pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw ?
3. apakah siswa merasa lebih senang
terhadap
pelajaran
biologi
dengan
diadakannya pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw ?
4. menurut penilaian anda, apakah guru
sudah
dapat
menggunakan
model
pembelajaran tipe Jigsaw dengan baik ?
5. efektifkah model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw diterapkan di
kelas anda ?
6. apa saran anda bagi guru untuk dapat
memberikan materi dengan baik ?
Yogyakarta,
Juni 2012
Pewawancara
Lampiran 13
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
113
No
1
2
3
Maret 2012
Uraian
Kegiatan
I
II
III
IV I
Pembuatan
dan revisi





proposal
Pelaksanaan
Siklus 1
Siklus 2
Pembuatan
dan reisi
naskah
skripsi
Agenda Penelitian
April 20012
Mei 20012
II
III
IV I
II
III
IV I





Juni 2012
II
III
IV
V
Juli 2012
II
III IV
I











Lampiran 14
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 15
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 15
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 15
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 16
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 16
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 16
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 16
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 17
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 18
Download