pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan

advertisement
BAB I
PENDAIIULUAN
A. Latar Bclakang Masalah
Pembangunan Nasioiial di bidang pcndidikan adalah upaya untuk
menccrdaskan kehidupan bangsa dan meningkalkan kualilas manusia
Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. serta
memungkinkan warganya mengembangkan dirinya dari segala aspek, baik
jasmaniah maupun rohaniah, sebagaimana dilegaskan dalam UU Rl No. 2
taluin 1989 bab II pasal 4 tentang Tujuan Pcndidikan Nasioiial, yaitu:
"Pcndidikan Nasioiial bcrtujuan menccrdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia Indonesia seuluhnya, yaitu manusia yang
bcriman dan bertaqwa tcrhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi
pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, keschatan jasmani
dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung
jawab kemasyarakatan dan kebangsaan".
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa untuk membangun suatu
bangsa maka haruslah lerlcbih daluilu membangun maiuisia-manusianya.
Pembangunan manusia yang dimaksud adalah dcngan cara meningkalkan
mutu sumbcr daya yang dimiliki. Mengacu pada hal tcrsebut bahwa tingkat
keberhasilan pembangunan nasioiial Indonesia di segala bidang akan sangat
bergantung pada potensi sumbcr daya manusia sebagai suatu bangsa dalam
mengoptimalkan dan memaksimalkan bcrbagai sumbcr daya yang dimiliki.
Sumbcr daya manusia yang tinggi yang dimaksud adalah manusia yang
potensial, tcrampil, memiliki scmangat juang linggi. dan mampu mcmaliami
dan mcnyikapi segala pcrmasalahan yang dihadapi di dalam bidang tugas dan
pcngabdian masing-masing. Upaya tcrsebut dapat dilakukan dan ditempuh
dengan pcndidikan, baik mclalui jalur pcndidikan formal, maupun mclalui
jalur pendidikan non-formal sepcrti pcnyclenggaraan pelatihan. Karena
pcndidikan memiliki peranan dalam meningkalkan kualilas dan produktivitas
tenaga kerja dan pengembangan teknologi, scbagaimana dikcmukakan oleh
Elwin P. 'foiling dalam Bambang Luky Dewantoro (1996:1) sebagai berikut:
".... Pendidikan berperan dalam mempcrlancar proses ahli teknologi dam m i i
penciptaan teknologi. Karena ilu penyebaran dan penggunaan teknologi
bam hanya dimungkinkan dengan investasi dalam modal fisik (physical
capital) dan modal manusia (human capital)".
Upaya pcningkalan dan pengembangan sumbcr daya manusia hams
terns digalakkan guna memperoleh potensi manusia yang handal, schingga
mampu bersaing dalam pasaran tenaga kerja yang semakin kompetitif dewasa
ini.
Kondisi yang demikian ini lentu akan memerlukan pemikiran dan
perhatian yang sungguh-sungguh dalam rangka meningkalkan sumbcr daya
manusia yang dimiliki. Begitu penlingnya sumbcr daya manusia yang handal
tersebut schingga pemerintah telah mencanangkan dan mempriorilaskan
pcningkalan dan pengembangannya mclalui bidang pcndidikan, scbagaimana
dijclaskan dalam GBHN (1999) berikul:
"Mengembangkan kualilas sumbcr daya manusia sedini mungkin sccara
tcrarah dan terpadu dan mcnyeluruh mclalui bcrbagai upaya proaktif dan
reaktif oleh scluruh komponcn bangsa agar generasi muda dapal
berkembang secara optimal diserlai dcngan hak dukungan dan lindungan
sesuai dengan potensinya".
Scbagaimana dijelaskan di atas bahwa untuk mcnyiapkan sumbcr
daya manusia yang diharapkan dapat bcrkompetisi dalam persaingan global,
dapat dilakukan atau dilempuh mclalui program pelatihan sebagai salah salu
program yang dikembangkannya. Hal ini sejalan dengan pcnjclasan Garis-
garis Besar Hainan Negara Republik Indonesia (1999:58) sebagai berikut:
"Memberdayakan lembaga pcndidikan baik sckolah maupun luarsekolah
sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap, dan kemampuan, scrla
meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh
sarana dan prasaranan yang memadai".
Program pelatihan sebagai salah satu slrategi untuk meningkatkan
sumbcr daya manusia dalam suatu organisasi, lembaga, atau pemsahaan
merupakan kegiatan yang berlangsung dalam waklu yang singkat dan sebagai
problem .solving tcrhadap permasalahan kerja yang dihadapi oleh karyawan
suatu lembaga. instansi, atau pemsahaan.
Dewasa ini pelalihan tclah menjadi allernalil'bagi upaya pcningkalan
mutu sumbcr daya manusia tenaga kerja, karyawan dalam suatu pemsahaan
lembaga/instansi, nanmn demikian bahwa tidak sclamanya program pelatihan
yang dilaksanakan dan dikembangkan Icrsebut memiliki dampak yang positif
terhadap pcningkataii sumbcr daya manusia bagi output-nya. Untuk
menghasilkan suatu program pelalihan yang efeklif (scperti yang diharapkan
tersebut) untuk peserta. maka hams dikclola dengan baik dan profesional.
schingga membcrikan konlribusi yang besar dan positif terhadap pcningkalan
kinerjanya dan meningkatkan produktivitas organisasi, lembaga. dan instansi
atau pemsahaan tempatnya bekerja. Pcngclolaan program pelatihan yang
dimaksud melipuli pcrcncanaan, pclaksanaan. dan evaluasi. serta dampak.
Fenomcna yang ada menunjukkan masih adanya para pclatih yan
belum menunjukkan el'cktivitasnya dalam mcngimplemcnlasikan kurikulu
Ill
pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya hasil evaluasi yang
diperoleh dari para guru peserta latihan.
Kenyataan di alas diperkuat oleh hasil pcnclitian yang tclah
dilakukan oleh Djulaeha Bidulang (2000), yang mcnyimpulkan bahwa secara
urn urn produktivitas widyaiswara/pelatih di Sulawesi Ulara masih rcndah. Ini
menunjukkan bahwa pelalihan yang telah diikuti selama ini belum
memberikan kontribusi yang besar dan positif terhadap pcningkalan kinerja
dan produktivitas para pengajarar/pclatih di Sulawesi Utara. Hal ini agaknya
bcrtolak belakang dcngan lllosoll. misi, dan visi dari program pelalihan yang
merupakan upaya dan stratcgi untuk meningkatkan pengctahuan dan
keterampilan pclatih/widyaiswara dalam pclaksanaan tugasnya.
Selain itu hasil pcnclitian yang dilakukan oleh Hurid Danu Ismadi
(1999), mcnyimpulkan bahwa secara 1111111111 para pelatih/pengajar di lembaga
pelatihan di Jawa Barat masih rcndah produklivilasnya. Hal tcrsebut
menunjukkan perlunya dikaji kembali program pelatihan yang telah
dikembangkan untuk para peserta diktat selama ini, bahwa mungkin terdapat
beberapa komponen pelatihan yang perlu dikaji kembali tcrhadap
pelaksanaannya. Oleh karena itu pcnulis merasa lertarik untuk mcneliti
pentingnya kurikulum sebagai faklor yang mempengaruhi efektivilas
pclaksanaan pelalihan.
Dalam implementasi suatu kurikulum, peranan guru/ pengajar sangat
sangatlah strategis dalam proses belajar mengajar. Pandangan demikian
banyak mendapal kala sepakal, karena bctalapun baiknya suatu kurikuluin
yang telah direncanakan, pada akhirnya berhasil tidaknya sangat tergantung
pada sentuhan aktivitas dan krealivilas guru/pengajar sebagai ujung tombak
dalam mengimplcmentasikan suatu kurikulum. Tcntu saja hal ini dapat
bcrjalan dengan baik, apabila mutu dan kualillkasi guru/pengajar itu scndiri
telah memadai. Scbenarnya tidak bisa dipungkiri, bahwa guru adalah yang
paling mengctahui tentang hal-hal apa yang sepantasnya dianggap paling
efektif sesuai dengan situasi kclas yang dihadapinya.
Berangkat dari hal-hal yang tclah dikemukakan di atas, bahwa upaya
meningkatkan kesadaran dan kemampuan pengajar/guru tcrhadap
pelaksanaan tugas yang akan dihadapi di sekolahnya, maupun terhadap
peningkatan taraf hidupnya. maka bagi mereka perlu diberdayakan dengan
membcrikan suatu stimulus alau kekuatan berupa sejumlah maleri/kcahlian
untuk memperbaiki kinerjanya. Suzanc Kindervatcr (1979) dengan konsep
pemberdayaannya (Empowering Process) mciijclaskaii bahwa "People
gaining and understanding of and control over social economic, and/or
political forces in order to improve their standing in society". Hal tcrsebut
menunjukkan bahwa pemberdayaan adalah setiap upaya dalam pendidikan
yang berlujuan mcmbangkilkan kcsadaran, pengertian dan kepekaan peserta
didik terhadap perkembangan sosial. ekonomi, dan/atau politik, schingga
pada akhirnya mereka memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan kedudukannya sebagai pendidik yang kompcten.
Berangkat dari tujuan pcndidikan dan pelatihan yaitu untuk
mengembangkan kualilas sumbcr daya manusia berkenaan dengan
kompetensi-kompelensi yang hams dimiliki oleh peserta pendidikan dan
pelatihan. Dalam hal ini mclalui pelatihan kompctcnsi dasar di PPPCi
Teknologi Bandung. Dalam tujuan umum ini lerdapal beberapa hal yang
berkaitan dcngan pcnyelcnggaraan Pendidikan dan Pelatihan kompetensi
dasar tcrsebut. Artinya, apakah lulusan program ini disiapkan untuk dapat
melaksanakan peran sebagai berikut: I) mampu melaksanakan lugas sebagai
guru SMK yang menonjolkan kualilas kompetensi dasar jurusan bangunan.
2) mampu melaksanakan lugas sebagai guru SMK yang menonjolkan kualilas
kompetensi dasar jurusan teknik elcktro, 3) mampu melaksanakan lugas
sebagai guru SMK yang menonjolkan kualilas kompctcnsi dasar jurusan
mesin.
Dari kemampuan yang disebutkan di atas, lentiinya kemampuan
yang diharapkan adalah kemampuan yang utuh yang melipuli bcrbagai subsub kompetensi dasar. Untuk mencapai hal demikian, sudah barang tcntu
dipengamhi banyak hal. dan yang paling berperan adalah faklor pclakunya.
yaitu peserta pelatihan dengan hilar belakangnya, dan tenaga pengajar dengan
latar belakangnya (kescsuaian jurusan dan pengalamannya).
Peningkatan kualilas guru/pengajar. berarli upaya meningkalkan
kompelensinya. Hakikat kompetensi selalu berhubungan dengan kemampuan
melaksanakan sesuatu yang berkaitan dengan penampilan dan perbuatan yang
bersifat nyata atau rasional dan memenuhi spesifikasi tcrtcntu di dalam
pelaksanaan tugas-tugas kependidikan.
Pclaksanaan lugas-lugas kependidikan tidak hanya memcrlukan dan
menggunakan kompctcnsi tcknis. Iclapi yang tidak kalah penlingya
kompclcnsi profcsional. Pendidik yang baik tidak hanya memcrlukan
pcnguasaan/kemampuan dalam melaksanakan lugas secara rulinitas, tetapi
yang tidak kalah urgen, hams menyadari sepenuhnya mengapa, untuk apa,
dan kepada siapa perbuatan itu dilakukan/disampaikan.
Seiring dengan uaraian di atas, ada tiga kompetensi yang perlu
mendapal perhatian guru/pengajar yaitu: kompetensi akademik, kompclsni
profcsional, dan kompctcnsi hasil. Kompetensi akademik adalah hal-hal yang
berkenaan dengan kemampuan pengasaan matcri ajar yang akan disampaikan
kcpada peserta didik mclalui intcraksi belajar mengajar di kclas bcrdasarkan
metodc yang tepat. Kompctcnsi profcsional adalah kemampuan yang terkait
langsung dengan tugasnya. Untuk membentuk kompctcnsi ini, pcngalaman
belajar para guru SMK perlu disertai dengan eonloh-contoh performance
yang eukup mcmadai. Selayaknyalah hal ini menjadi perhatian dari para
pengajar/pclatih di lembaga yang terkait. Kompetensi hasil/ konsekuensi
adalah mcrupakan kemampuan yang dimiliki oleh guru, dimana akan diuji
akibat yang dialami selama dalam pclaksanaan pendidikan. antara lain dalam
bentuk perubahan tingkah laku. keterampilan, bakat. kepribadian. prcstasi
dalam pclaksanaan tugas kependidikannya.
ptNDIDI/o^V
Peniikiran dcmikian eukup banyak mendapat dukungan, antara lai'\.^P^^
dari G.G. Tankart (1974) dcngan pendapatnya sebagai berikut: "The
participation and contribution of teacher are escntial to the need assessment
process. Teacher from all approach to diciplin as and levels of instruction
should be involved and should participate during the process". Penganut
pandangan yang menyalakaii bahwa peranan guru/pengajar sebagai inovalor,
promotor, peneelus ide-idc, sudali tcntu sejalan dengan pendapal di atas yang
mengalakan, bahwa posisi guru sangat menentukan dalam lata laksana atau
implementasi suatu kurikulum.
B. Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya cakupan masalah seperti yang diuraikan pada
perumusan masalah di atas. maka penulis dapat mengemukakan ruang
lingkup perniasalahan penelitian yang melipuli: "Proscdur pclaksanaan
implementasi kurikulum berbasis kompctcnsi". "Faktor-faklor yang
mempengaruhi pclaksanaan/ implcmcntasi kurikulum berbasis kompctcnsi
pada pelaksanaan pelalihan kompctcnsi dasar di PPPG Teknologi Bandung".
Berdasarkan idcntilikasi perniasalahan tcrsebut, maka dapat dilihat dalam
tahapan proscdur implcmcntasi kurikulum meliputi; persiapan, pelaksanaan
(proses), dan tahap evaluasi. Sedangkan faktor-faklor yang mempengaruhi
implementasi kurikulum meliputi; faktor eksternal dan faktor internal.
Adapun hal-hal yang dapal dilihat dalam penelitian ini adalah meliputi;
rekmitmen peserta (procurement), idcntilikasi kebutuhan pelatihan (needs
analysis), penjabaran bahan belajar. pengadaan sarana belajar, urutan
pelaksanaan kegiatan pelatihan, bahan belajar, metode dan teknik
pembelajaran, pre tes, proses dan post les, analisis hasil tes, pcnilaian hasil
belajar, motivasi berprcstasi, penyclenggaraan, dukungaii masyarakat,
dukungan pemerintah.
C. Pcrumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah di atas, dapat
dirumuskan beberapa mniusan masalah pcnclitian yang dituangkan ke dalam
pertanyaan penelitian berikut ini:
1. Bagaimanakah proscdur implementasi kurikulum berbasis kompetensi
pada pelatihan kompetensi dasar yang dilaksanakan oleh Pusat
Pengembangan Penataran Guru Teknologi (PPPGT) Bandung?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pclaksanaan/implcmentasi
kurikulum bcrbasis kompctcnsi dalam pelatihan kompetensi dasar di
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi (PPPGT) Bandung?
D. Pengertian Istilah
Dalam pcnclitian ini tcrdapat beberapa istilah penting yang berkaitan
dengan topik dan judul penelitian yang dituangkan dalam mniusan masalah
yang masih perlu diberikan pengertian istilah secara opcrasional. Hal ini
dilakukan untuk menyamakan persepsi dan memudahkan pcniahaman
terhadap ungkapan-ungkapan yang dimaksud tcrsebut. Berikut ini akan
dikemukakan pcnjelasan istilah dari masing-masing ungkapan/kata tcrsebut.
Implcmcntasi.
Scbagaimana pendapal Fullan, 1982 (dalam Miller dan
Seller, 1985:246) implementasi adalah rcalitas subjektif dari pelatih dan
j&SS^
dampak dari perubahan materi dan metodologi. Ditambahkan juga bahv\ /^*^»*^3"
implcmcntasi kurikulum
adalah merupakan
proses inleraksi antara
pengajar/pclalih sebagai pengembang kurikulum. Implementasi kurikulum
dalam proses pelatihan dipengaruhi oleh beberapa faklor yaitu: I) penguasaan
tujuan program pelatihan; 2) inleraksi antara pclatih dan peserta pelatihan; 3)
kemampuan pclatih dalam mengclola proses pelatihan; 4) penguasaan materi
oleh pclatih; 5) fasilitas (sarana dan prasarana) penunjang keberhasilan
pelalihan; 6) karakteristik peserta pelatihan.
Menumt Said Hamid Hasan (1984: 51-57) mengclompokkan faktor-faktor
yang mempengaruhi implementasi kurikulum adalah: 1) karakteristik dari
kurikulum; 2) strategi implementasi; 3) karakteristik dari penggunaan
kurikulum. Schingga implemcnlasi kurikulum tidak tcrlepas dari idealismc,
subjektivitas dan kcyakinan dari pelaksana, schingga diharapkan mempunyai
kemampuan dalam mcngimplemcnlasikaii kurikulum yang menyangkut scgi
kreativitas, kecakapan, kesungguhan dan kelekunan pclatih. Implementasi
kurikulum dalam penelitian ini adalah penerapan kurikulum yang telah
ditetapkan oleh Pusat Pcngcmbangan Penataran Guru Teknologi (PPPGT)
Bandung.
Kurikulum
: adalah merupakan suatu program pendidikan yang
direneanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pcndidikan. Smith
(1985) mengemukakan kurikulum sebagai berikut: "a sequence of potential
experience it sit up it in the for the purpose of dicipline children and youth in
group ways of thinking and action". Sedangkan menumt Oemar llamalik
II
(1993:15) kurikulum adalah suatu alat yang penting untuk mencapai tujuan
pendidikan dan pelatihan. Kurikulum adalah semua kegiatan dan pengalaman
yang menjadi tanggung jawab sekolah, baik yang dilaksanakan di dalam
lingkungan sekolah (lembaga pendidikan) maupun di Iuar sekolah dalam
rangka mencapai tujuan pcndidikan.
Scmentara dalam pcnclitian ini yang dimaksud dengan kurikulum adalah
seperangkat rancangan pembelajaran dalam pelatihan kompctcnsi dasar yang
dilaksanakan oleh Pusal Pcngcmbangan Penataran (iuru feknologi (PPPGI)
Bandung.
Kompetensi. Menumt II.I I. Mc. Ashan (1981:21) dalam Tarsisius Sihono
(1997:69) mendellnisikan kompetensi sebagai pengctahuan, keterampilan dan
kemampuan yang dipcrolch seseorang, yang telah menjadi bagian dirinya di
mana ia dapat melakukan dengan baik perilaku-pcrilaku kognitif, afeklif, dan
psikomotor (The knowledge, skills, and abilities or capabilities that a person
achieves, which become part of his or her being to the extent he or she can
satisfactorily perform particular cognitive, affective, and psychomotor
behavior). Sedangkan J.R. Crunkillon (1988:6) mengatakan
bahwa
kompetensi adalah tugas-tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang
dianggap kritis untuk keberhasilan kelcnagakerjaan. .ladi kompetensi yang
dimaksud dalam pcnclitian ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh
seseorang yang meliputi pengetahuan dan keterampilan. .ladi kompctcnsi
yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengctahuan dan keterampilan
yang dimiliki oleh pengajar dalam melaksanakan tugasnya yang hams
dikuasai dan dijadikan acuan dalam menyusun program pembelajaran.
Implementasi kurikulum berbasis kompetensi yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah pelaksanaan kurikulum pendekatan "kompetensi"
sebagai salu rencana dan pengembangannya dalam kegialan pembelajaran
pada pelalihan kompetensi dasar.
Pelatihan Kompctcnsi Dasar. Suatu proses pelatihan yang pcrcncanaan,
pelaksanaan dan penilaiannya mengaeu kepada penguasaan kompetensi dasar.
Dalam hal ini ada liga kemampuan kompelensi dasar yaitu kompetensi
bangunan dasar, elektro dasar dan mesin dasar yang hams dimiliki peserta
latihan.
E. Tujuan Pcnclitian
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menginterpretasikan
tcrhadap masalah-inasalah yang berkaitan dcngan implcmcntasi atau
pelaksanaan kurikulum berbasis kompctcnsi, antara lain:
1. Membcrikan gambaran proscdur implcmcntasi kurikulum bcrbasis
kompetensi pada pelatihan kompetensi dasar yang dilaksanakan oleh
Pusat Pengembangan Penataran Guru feknologi (PPPGT) Bandung.
2. Memberikan gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
implcmcntasi kurikulum berbasis kompelensi pada pelatihan kompelensi
dasar di Pusal Pengembangan Penataran Guru feknologi (PPPGI)
Bandung.
F.
Manfaat Pcnclitian
•
Secara Tcoritis
Hasil penelitian diharapkan dapal menambah wavvasan tentang
kompctcnsi, dan iniplemenlasi/pelaksanaaii kurikulum dengan menggunakan
pendekatan kompetensi pada pelatihan kompctcnsi dasar di Pusal
Pengembangan Penataran Guru Teknologi (PPPGT) Bandung.
•
Secara Praktis
Secara praktis. hasil pcnclitian ini dapat dipergunakan:
I. Sebagai masukan bagi para pengembang kurikulum, agar dapat
merumuskan kompetensi dan mengembangkan kurikulum secara efektif
yang akan digunakan dalam proses pelalihan atau dalam kegialan
pembelajaran dalam pelatihan.
2. Sebagai masukan bagi pengajar/ pclatih guna meningkatkan kemampuannya dalam pelatihan, baik dalam pengembangan program-program
maupun pada pembelajaran agar dapat meningkalkan kompctcnsi yang ada
sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya.
3. Sebagai masukan bagi lembaga Diklat agar dapat mengembangkan dan
menyempurnakan program pelatihan sesuai dengan kebutuhan. khususnya
untuk pelatihan kompetensi dasar di PPPG feknologi Bandung, dan
sebagai masukan pula bagi para pclatih agar dapat melaksanakan kegialan
pelatihan secara efektif dan ellsien.
4. Sebagai umpan balik bagi pengembang kurikulum untuk melakukan rcvisi
atau inodilikasi berdasarkan temuaii-tcmuan dalam pelalihan dengan
14
mempcrtimbangkan faktor-faklor yang berkaitan dengan implementasi
kurikulum berbasis kompetensi.
5. Menambah wawasan keilmuan tcrhadap pcnulis tentang penerapan/
implementasi kurikulum berbasis kompctcnsi.
G. Kcrangka Bcrllkir Pcnclitian
Memperhatikan dan inenginlerprelasikan uraian latar belakang dan
perumusan masalah di alas, pokok masalah pcnclitian masih lerasa bersifat
umuni dan verbal. Unluk memperjelas arah penelitian dan pokok masalah
yang akan dileliti akan dituangkan dalam bentuk pemetaan scperti terlihat
pada gambar I. Namun gambar ini. bukan menunjukkan hubungan yang
bersifat korelasional, tetapi merupakan alur kcrangka bcrllkir pcncliti
(paradigma penelitian).
Bila lebih jauh dikaji masalali-masalah yang berhubungan dcngan
implementasi kurikulum berbasis kompetensi, tcntu saja cakupan masalahnya
luas dan kompleks. Implcmcntasi ini berhubungan erat dengan
pelaku
kurikulum itu scndiri. Dalam penelitian ini sebagai pelaku utama adalah
tenaga edukatif dan peserta didik sebagai guru SMK. Peserta didik dikatakan
sebagai pelaku kurikulum mempunyai arli tcrsendiri. karena mereka adalah
merupakan produk/hasil dari semua upaya yang berhubungan dengan
kurikulum itu sendiri. Sementara tenaga edukatif/pengajar bersifat pelaksana
dengan potensi dan integrilas yang dimilikinya. Untuk lebih jelasnya alur
kerangka bcrllkir pcnclitian ini dipctakan scperti pada gambar berikut ini:
15
IMPLEMENTASI
TENAGA PENGAJAR
KURIKULUM BERBASIS
PPPG TEKNOLOGI
KOMPETENSI
BANDUNG
FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI KURIKULUM
PESERTA PELATIHAN
KOMPETENSI DASAR PPPG
TEKNOLOGIBANDUNG
LULUSAN DIKLAT
KOMPETSNI DASAR
(GURU SMK)
Gambar. 1
Alur Keran»ka Bcrfikir Pcnclitian
Download