pengaruh corporate social responsibility terhadap

advertisement
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP
KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
(Studi Empiris Pada Perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia Periode 20082012)
1
Kadek Rosiliana, 1Gede Adi Yuniarta, 2Nyoman Ari Surya Darmawan
Jurusan Akuntansi Program S1
Universitas Pendidikan Gahesha
Singaraja, Indonesia
e-mail: {[email protected], [email protected],
[email protected]} @undiksha.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh corporate social responsibility
terhadap kinerja keuangan perusahaan, yang diproksikan dengan ROE (Return On
Equity), ROA (Return On Asset), ROS (Return On Sales). Metode pemilihan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling yang menggunakan
kriteria-kriteria. Sampel penelitian merupakan perusahaan yang termasuk dalam indeks
LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012. Dimana terdiri dari 8 perusahaan
setiap tahunnya, dengan total 40 perusahaan selama 5 tahun periode penelitian. Data
dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data yang
digunakan adalah Uji Asumsi Klasik dan Uji Hipotesis menggunakan regresi berganda
dengan menggunkan program SPSS 19.0 for Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) corporate social responsibility
berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap ROE (Return On Equity), (2)
corporate social responsibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA (Return
On Asset), (3) corporate social responsibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap
ROS (Return On Sales).
Kata Kunci: corporate social responsibility, ROE (Return On Equity), ROA (Return On
Asset), ROS (Return On Sales).
Abstract
The aim of the study was to examine the effect of corporate social responsibility
on the company’s financial performances which were proxied by Return of Equity (ROE),
Return of asset (ROA), Return on Sales (ROS). The sampling method utilized in this
study was a purposive sampling based on several criteria. The samples consisted of all
companies included in the LQ45 in Indonesian Stock Exchanges for the period of 20082012, involving 18 different companies every year, with the total number of 40 companies
for about five years of this study period. The data were collected by using documentation
and library research. The analysis was made by using classical assumption testing and
hypothesis testing based on multiple regression analysis supported by SPSS 19.0 for
windows.
The results indicated that (1) corporate social responsibility had a negative and
insignificant effect on the Return on Equity (ROE), (2) corporate social responsibility had
a positive and significant effect on the Return on Asset (ROA), (3) corporate social
responsibility had a positive and significant effect on the Return on Sales (ROS).
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
Key-words: corporate social responsibility, Return on Equity (ROE),Return on
Asset (ROA),Return on Sales (ROS).
PENDAHULUAN
Perkembangan pembangunan dan
tekhnologi saat ini berdampak pada semakin
maju dan kompleksnya aktivitas operasional
serta tanggung jawab social perusahaan.Hal
Ini
mengakibatkan
tuntutan
terhadap
perusahaan juga semakin besar. Perusahaan
yang baik tidak hanya dituntut untuk
menghasilkan laba yang besar (profit).
Melainkan pula memiliki kepedulian terhadap
kelestarian
lingkungan
(planet)
dan
kesejahteraan masyarakat (people), ini
dikarenakan dalam melaksanakan kegiatan
operasionalnya perusahaan akan berinteraksi
secara langsung maupun tidak langsung
dengan lingkungannya. Hal tersebut sesuai
dengan konsep triple bottom line yang di
popolerkan oleh Jhon Elkington pada tahun
1997 dalam Agoes (2011: 90), dimana
tanggung
jawab
sosial
perusahaan
mencakup 3 dimensi utama yaitu mencari
keuntungan
(profit)
bagi
perusahaan,
memberdayakan masyarakat (people), dan
memelihara kelestarian alam/bumi (planet).
Corporate Social Responsibility atau
tanggung jawab sosial yang harus dimiliki
suatu
perusahaan.
Corporate
Social
Responsibility merupakan salah satu bentuk
sustainability reporting yang menjadikan
perusahaan tidak lagi dihadapkan pada
tanggung jawab yang berpijak pada single
bottom line, yaitu nilai perusahaan (corporate
value) yang direfleksikan dalam kondisi
keuangannya
(financial)
saja.
Tetapi
tanggung jawab perusahaan harus berpijak
pada triple bottom lines yaitu juga
memperhatikan
masalah
sosial
dan
lingkungan (Husnan, 2013).
Pada periode-periode sebelum tahun
2007 pengungkapan Corporate Social
Responsibility atau tanggung jawab sosial
perusahaan masih sekedar bersifat sukarela
(Husnan, 2013: 2), untuk itu pemerintah
Indonesia pada tahun 2007 mengeluarkan
Undang-undang Perseroan Terbatas No.40
Pasal 74 tahun 2007. Bunyi pasal tersebut
menunjukan bahwa perusahaan yang
melakukan
kegiatan
usaha
di
bidang/berkaitan dengan sumber daya alam
wajib melakukan tanggung jawab sosial dan
lingkungan.
Sejak diterapkannya Undang-undang
tersebut satu demi satu perusahaan
perseroan terbatas di Indonesia mulai
mengungkapkan aktivitas tanggung jawab
sosialnya dalam laporan keuangan tahunan,
khususnya
perusahaan
yang
bidang
usahanya yang berkaitan dengan lingkungan.
Dimana pada umumnya dilakukan oleh
perusahaan yang telah go public terutama
perusahaan yang listing di Bursa Efek
Indonesia melalui annual report ataupun
sustainability report.
Corporate Social Responsibility dapat
memberikan dampak positif bagi perusahaan,
dimana dengan melakukan aktivitas CSR
perusahaan
dapat
meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap produk
perusahaan sehingga reputasi perusahaan
juga meningkat dimata masyarakat. Jadi
masyarakat
akan
berkeinginan
untuk
membeli produk perusahaan. Semakin laku
produk perusahaan di pasaran maka laba
(profit) yang dapat dihasilkan perusahaan
akan semakin meningkat.
Dengan
meningkatnya profit akan dapat menarik
investor,
karena
profitabilitas
menjadi
pertimbangan penting bagi investor dalam
keputusan
investasinya
(Kusumadilaga,
2010: 26). Hal ini akan secara signifikan
mempengaruhi
kinerja
keuangan
perusahaan.
Kinerja
keuangan
dapat
menggambarkan kondisi keuangan dan
kesejahteraan perusahaan pada periode
waktu tertentu. Penilaian kinerja keuangan
biasanya dilakukan melalui Analisis rasio
keuangan.Analisis rasio keuangan digunakan
untuk mengukur dan menilai baik, buruknya
prestasi kerja dibidang keuangan suatu
perusahaan dalam periode tertentu. Rasio
yang digunakan dalam penelitian ini adalah
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
ROE (Return On Equity), ROA (Return On
Asset), ROS (Return On Sales). Maya (2008)
dalam Indrawan (2011: 23) menjelaskan
bahwa ROE merupakan alat yang paling
sering
digunakan
investor
dalam
pengambilan keputusan investasi. ROE dapat
memberikan gambaran mengenai tiga hal
pokok, yaitu: (a) Kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba (profitability), (b)
Efisiensi perusahaan dalam mengelola asset
(assets management), (c) Utang yang dipakai
dalam
melakukan
usaha
(financial
leverage).Hasil dari ekuitas (return on equity),
merupakan perbandingan antara laba bersih
setelah pajak dengan ekuitas.
ROA merupakan salah satu rasio
profitabilitas yang digunakan untuk mengukur
efektivitas
perusahaan
di
dalam
menghasilkan
keuntungan
dengan
memanfaatkan total aktiva yang dimilikinya
(Husnan,
2013:
24).Rasio
Tingkat
Pengembalian atas Total Aktiva (Return on
Asset) Rasio ini mencerminkan keuntungan
yang
diperoleh
perusahaan
tanpa
mempermasalahkan dari mana sumber
modal dan menunjukkan tingkat efisiensi
perusahaan dalam melaksanakan operasinya
(Hartono, 2006:99).
Sedangkan Return On Sales adalah
merupakan
rasio
untuk
mengukur
perbandingan antara laba bersih setelah
pajak dengan penjualan bersih (Husnan,
2013).Return On
Sales
yang
tinggi
menandakan
kemampuan
perusahaan
menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat
penjualan tertentu begitu pula sebaliknya.
Sebelumnya
terdapat
beberapa
penelitian
tentang
Corporate
Social
Responsibility
dan
kinerja
keuangan.
Diantaranya Ajilaksana (2011), meneliti
mengenai pengaruh Corporate Social
Responsibility terhadap kinerja keuangan
perusahaan.
Hasil
penelitian
tersebut
menunjukkan bahwa Corporate Social
Responsibility secara parsial yaitu dalam
aspek sosial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Asset Turnover (ATO).
Secara simultan CSR hanya berpengaruh
terhadap kinerja jangka panjang Market to
Book Ratio. Kemudian Cahyono (2011) yang
meneliti mengenai Pengaruh Corporate
Social Responsibility Terhadap Kinerja
Perusahaan Dengan Kepemilikan Asing
Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris
Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar
Di Bursa Efek Indonesia). Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pengungkapan CSR
tidak berpengaruh signifikan terhadap Return
on Equity (ROE) sebagai ukuran kinerja
keuangan dan Cumulative Abnormal Return
(CAR) sebagai ukuran kinerja pasar.
Kepemilikan
asing
sebagai
variabel
moderating dapat mempengaruhi hubungan
antara pengungkapan CSR dan kinerja
keuangan perusahaan, tetapi tidak dapat
mempengaruhi
hubungan
antara
pengungkapan CSR dan kinerja pasar
perusahaan.
Kemudian penelitian yang dilakukan
Husnan (2013) yang berjudul Pengaruh
Corporate
Social
Responsibility
(Csr
Disclosure) terhadap Kinerja Keuangan
Perusahaan. Sampel penelitiannya adalah
perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode
penelitian tahun 2008-2011. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Corporate Social
Responsibility (CSR) berpengaruh signifikan
terhadap Return On Asset (ROA) dan Return
on Sales (ROS) tetapi tidak berpengaruh
signifikan terhadap Return on Equity (ROE)
dan Current Rasio.Penelitian lain yang
dilakukan oleh Yaparto (2013) sedikit
berbeda dengan Husnan dimana hasilnya
menunjukan bahwa
Corporate Social
Responsibilitytidak berpengaruh signifikan
terhadap ROA dan ROE.
Selanjutnya
Indrawan
(2011)
melakukan penelitian yang berjudul pengaruh
Corporate Social Responsibility terhadap
kinerja perusahaan. Menunjukan bahwa pada
hipotesis pertama ditemukan bahwa variabel
corporate social responsibility dan variabel
kontrol
leverage,
berpengaruh
positif
signifikan
terhadap
kinerja
keuangan
perusahaan (ROE), dan variabel kontrol
ukuran perusahaan (size) berpengaruh
negatif signifikan terhadap kinerja keuangan
perusahaan, akan tetapi variabel kesempatan
pertumbuhan (growth) berpengaruh negatif
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
tidak signifikan terhadap kinerja keuangan
perusahaan. Sedangkan pada hipotesis
kedua ditemukan bahwa variabel corporate
social responsibility dan variabel kontrol risiko
sekuritas (beta) berpengaruh positif tidak
signifikan terhadap kinerja pasar (CAR), dan
tiga variabel kontrol lainnya (leverage, size,
dan growth) berpengaruh negatif tidak
signifikan terhadap kinerja pasar, akan tetapi
variabel unexpected earnings berpengaruh
positif signifikan terhadap kinerja pasar.
Sama halnya dengan penelitian Cahyono
(2011), penelitian yang dilakukan oleh
Indrawan (2011) ini juga membagi kinerja
menjadi dua yaitu kinerja keuangan dan
kinerja pasar perusahaan.
Maka berdasarkan uraian di atas,
penulis
mengambil
judul:
Pengaruh
Corporate Social Responsibility Terhadap
Kinerja Keuangan Perusahaan. Untuk
mengetahui dampak tanggung jawab sosial
terhadap kinerja keuangan perusahaan,
dimana dalam penelitian ini kinerja keuangan
diproksikan dengan ROA, ROE, dan ROS,
karena tidak konsistennya hasil penelitian
yang menggunakan variabel
dependen ROA dan ROE. Selain itu,
penelitian ini juga menggunakan ROS
dikarenakan penelitian sebelumnya masih
minim menggunakannya sebagai proksi
kinerja keuangan.Kemudian
perusahaan
yang dijadikan sampel adalah perusahaan
yang terdaftar dalam indeks LQ45 di Bursa
Efek Indonesia periode 2008-2012.
Berdasarkan uraian yang telah
dikemukakan, maka penulis mengidentifikasi
masalah sebagai berikut: (1) Apakah
Corporate Social Responsibility memberikan
pengaruh terhadap Return on Equity (ROE)
perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 di
Bursa Efek Indonesia?, (2) Apakah Corporate
Social Responsibility memberikan pengaruh
terhadap Return On Asset (ROA)perusahaan
yang terdaftar dalam LQ 45 di Bursa Efek
Indonesia?, (3) Apakah Corporate Social
Responsibility
memberikan
pengaruh
terhadap Return On Sales (ROS) perusahaan
yang terdaftar dalam LQ 45 di Bursa Efek
Indonesia?.
Berkaitan dengan masalah yang telah
dirumuskan, Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah : (1) Mengetahui pengaruh Corporate
Social Responsibility terhadap Return on
Equity (ROE) perusahaan yang terdaftar
dalam LQ 45 di Bursa Efek Indonesia, (2)
Mengetahui pengaruh Corporate Social
Responsibility terhadap Return On Asset
(ROA) perusahaan yang terdaftar dalam LQ
45 di Bursa Efek Indonesia, (3) Mengetahui
pengaruh Corporate Social Responsibility
terhadap Return On Sales (ROS) perusahaan
yang terdaftar dalam LQ 45 di Bursa Efek
Indonesia.
METODE
Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek
Indonesia dengan mengolah data-data yang
telah tersedia pada www.idx.co.id. Karena di
BEI tersedia data lengkap mengenai
perusahaan yang go public, dalam hal ini
adalah perusahaan yang termasuk dalam
LQ45.Subjek
dari
penelitian
ini
adalahperusahaan
yang termasuk LQ45
secaraberturut-turut di Bursa Efek Indonesia
tahun
2008-2012.
Sedangkan
objek
penelitian ini adalah corporate social
responsibility yang mempengaruhi kinerja
keuangan perusahaan.Jenis data yang
digunakan adalah datasekunder yaitu Annual
Report dan Laporan Keuangan Tahunandari
perusahaan-perusahaan
yang terdaftar
dalam BEI tahun 2008- 2012 serta masuk
dalam jajaran LQ 45. Data sekunder adalah
data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh
orang yang melakukan penelitian dari
sumber-sumber yang telah ada (Indrawan,
2011).
Variabel Independen (X) dalam
penelitian ini adalah corporate social
responsibility, dan Variabel Kontrol yang
digunakan berupa Ukuran Perusahaan dan
Tipe Perusahaan.Dalam penelitian ini CSR
akan
dihitung
dengan
menggunakan
Corporate Social Disclosure Index (CSDI).
Informasi
mengenai
Corporate
Social
Disclosure Index (CSDI) berdasarkan GRI
yang digunakan dalam penelitian ini
diperoleh
dari
website
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
www.globalreporting.org. Pada GRI terdiri
dari 3 fokus pengungkapan, yaitu ekonomi,
lingkungan dan sosial sebagai dasar
sustainability reporting, dari ketiga fokus
pengungkapan tersebut dipecah lagi menjadi
6 indikator (Ajilaksana, 2011: 45) yaitu :
Indikator Kinerja Ekonomi , Indikator Kinerja
Lingkungan, Indikator Kinerja Tenaga Kerja,
Indikator Kinerja Hak Asasi Manusia,
Indikator Kinerja Sosial, dan Indikator Kinerja
Produk . Dalam penelitian ini, menggunakan
79 item pengungkapan yang terdiri dari
indikator kinerja ekonomi (9 item), lingkungan
(30 item), tenaga kerja (14 item), hak asasi
manusia (9 item), sosial (8 item), dan produk
(9 item) (Indrawan, 2011: 58).
Penghitungan CSDI dilakukan dengan
menggunakan variabel dummy yaitu dengan
menggunakan pendekatan dikotomi, dimana
setiap item CSR dalam instrumen penelitian
diberi nilai 1 jika diungkapkan, dan nilai 0 jika
tidak diungkapkan (Haniffa,dkk, 2005) dalam
Cahyono (2011: 35). Selanjutnya, skor dari
setiap item dijumlahkan untuk memperoleh
keseluruhan skor untuk setiap perusahaan.
Rumus perhitungan CSDI adalah sebagai
berikut (Haniffa,dkk, 2005) dalam Cahyono
(2011: 35) :
(1)
Keterangan :
CSDIj : Corporate Social Responsibility
Disclosure Index perusahaan j
nj : jumlah item untuk perusahaan j, nj = 79
Xij : 1 = jika item i diungkapkan; 0 = jika item i
tidak diungkapkan.
Dengan demikian, 0 < CSDIt < 1
Variabel dependen dalam penelitian
ini adalah kinerja keuangan dengan proksi
ROE, ROA, dan ROS. Dimana rumus untuk
menghitung adalah sebagai berikut:
(2)
(3)
(4)
Sedangkan variable control Ukuran
Perusahaan (size) dihitung menggunakan
logaritma natural (Ln), dan Jenis industri
(profile) dihitung dengan menggunakan
variable dummy dimana 1 untuk perusahaan
high profile dan 0 untuk perusahaan low
profile. Metode pemilihan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
metode
purposive
samplingdengan
menggunakan
kriteria-kriteria.Sampel
penelitian ini merupakan perusahaan yang
termasuk dalam indeks LQ45 di Bursa Efek
Indonesia periode 2008-2012. Dimana terdiri
dari 8 perusahaan setiap tahunnya, dengan
total 40 perusahaan selama lima tahun
periode penelitian .Data dikumpulkan dengan
metode dokumentasi dan studi pustaka.
Sebelum melakukan uji hipotesis,
terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik.
Karena sebuah model regresi akan dapat
dipakai untuk prediksi jika memenuhi
sejumlah asumsi, yang disebut dengan
asumsi klasik (Santoso, 2010). Adapun uji
asumsi klasik yang digunakan dalam
penelitian ini adalah uji normalitas, uji
Multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan
uji autokorelasi.
Uji normalitas dilakukan untuk
menguji apakah distribusi data normal atau
tidak dapat dilakukan dengan melihat nilai
signifikasi uji Kolmogorov-Smirnov (K-S). Uji
K-S dilakukan dengan membuat hipotesis :
H0 : Data residual terdistribusi normal.
HA : Data residual tidak terdistribusi normal.
Apabila nilai signifikansi uji K-S
bernilai signifikan maka H0 ditolak yang
berarti data residual tidak terdistribusi secara
normal, tetapi jika nilai signifikansi uji K-S
bernilai tidak signifikan maka H0 diterima
yang berarti data residual terdistribusi secara
normal (Ghozali, 2006).
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk
menguji apakah model regresi ditemukan
adanya korelasi antara variabel bebas
(independent) (Gujarati, 2003) dalam Ghozali
(2007: 95).
Jika variabel bebas saling
berkorelasi maka variabel-variabel ini tidak
orthogonal. Pedoman suatu model regresi
yang bebas multikolinearitas, menurut
Joseph et.al (1995) dalam Ghozali (2007: 96)
adalah mempunyai VIF < 10 dan mempunyai
angka tolerance < 10
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
Uji Heterokedastisitas dapat dilakukan
dengan menggunakan uji glejser dengan
meregresi nilai absolute residual terhadap
variabel independent (Ghozali, 2009). Model
tidak
mengandung
heteroskedastisitas
apabila tidak ada variabel yang secara
sognifikan mempengaruhi variabel dependen
nilai absolute Ut dan probabilitas signifikansi
> 0,05 atau 5%.
Sedangkan untuk uji autokorelasi
dilakukan dengan uji Durbin- Watson (DW
test). Uji Durbin Witson banyak digunakan
untuk autokorelasi tingkat satu (first order
autocorrelation) dan mensyaratkan adanya
intersep dalam model regresi dan tidak ada
autokorelasi lagi diantara variabel bebas.
Pengmbilan keputusan untuk autokorelasi
dapat dilihat dengan beberapa kriteria
Santoso (2010):(1) Angka DW dibawah -2
berarti ada autokorelasi positif, (2) Angka DW
berada diantara -2 sampai dengan 2 berarti
tidak ada autokorelasi, (3) Angka DW diatas
2 berarti ada autokorelasi negatif.
Uji
regresi
bertujuan
untuk
mengetahui bagaimana pengaruh variabel –
variabel independen terhadap variabel
dependen. Analisis regresi linear berganda
ini diolah dengan program SPSS for windows
versi 19. Model Regresi yang digunakan
untuk menguji hipotesis mengacu pada
penelitian Ajilaksana (2011) yaitu:
ROE = β0+ β1CSDI + β2 Size + β3 Profile+ ε
(Model pertama)
(5)
ROA= β0+ β1CSDI + β2Size + β3 Profile+ ε
(Model kedua)
(6)
ROS= β0+ β1CSDI + β2 Size + β3 Profile+ ε
(Model ketiga)
(7)
koefisien determinasi (Adjust R
Squared)
mengukur
seberapa
besar
kemampuan model dalam menerangkan
variabel-variabel dependennya, dimana nilai
koefisien determinasi antara 0 dan 1
(Ghozali, 2009). Uji statistik t dilakukan untuk
menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu
variabel independen secara individual dalam
menerangkan variasi variabel dependen.Uji t
dapat juga dilakukan dengan melihat nilai
signifikansi t masing-masing variabel. Jika
nilai signifikansi lebih besar dari
maka
hipotesis ditolak, yang berarti secara
individual
variabel
independen
tidak
mempunyai
pengaruh yang
signifikan
terhadap variabel dependen begitu pula
sebaliknya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang diperoleh dari
situs resmi Bursa Efek Indonesia, diperoleh
data perusahaan yang termasuk dalam
indeks LQ45 selama periode 2008-2012
adalah 225 perusahaan yang tiap-tiap
tahunnya terdiri dari 45 perusahaan.
Penentuan sampel penelitian dilakukan
dengan metode purposive sampling. Adapun
kriteria yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu (1) sampel merupakan perusahaan
yang termasuk LQ45 secara berturut-turut di
Bursa Efek Indonesia periode tahun 20082012, (2) menyajikan annual report berturutturut tahun 2008-2012 dan memiliki laporan
keuangan
yang
lengkap,
(3)
Serta
mengungkapkan tanggung jawab sosial
dalam
annual
report
perusahaan.
Berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan
maka diperoleh sampel akhir sebanyak 40
observasi selama lima tahun periode
pengamatan.
Hasil
statistik
deskriptif
menunjukan bahwa Variabel CSDI memliki
rentang nilai dari 0,09 hingga 0,57. Nilai
terendah dimiliki oleh perusahan dengan
kode ASII pada tahun 2008 (Sampel no.4),
dan nilai tertinggi dimiliki oleh perusahaan
dengan kode AALI dan PGAS pada tahun
2012. Nilai rata-rata CSDI adalah 0,3068 dan
standar deviasi 0,13238. Jika dilihat dari
rata-rata variabel, dapat diperoleh informasi
bahwa
rata-rata
jumlah
item
yang
diungkapkan perusahaan kurang lebih
sebanyak 24 item.
Variabel size memiliki rentang nilai
dari 11,30 sampai 31,10. Nilai terendah
dimiliki oleh perusahaan dengan kode ASII
dan UNTR tahun 2008 (Sampel no. 3 dan 8),
dan nilai tertinggi dimiliki oleh perusahaan
dengan kode PGAS tahun 2010 (Sampel
no.6). Nilai rata-rata size adalah 18,9235 dan
standar deviasi 5,36157. Sedangkan untuk
variabel profile yang merupakan variabel
dummy dengan rentang 0 dan 1. Nilai rata-
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
rata profile 0,75 dengan standar deviasi
0,439.
Variabel ROA, ROE, dan ROS
merupakan proksi dari kinerja keuangan
perusahaan. ROA memiliki rentang nilai dari
0,02 dan 0,40. Nilai ROA terendah dimiliki
oleh perusahaan dengan kode BBCA dan
BDMN pada tahun 2008 dan 2009 (Sampel
no. 4 dan 5), dan nilai tertinggi dimiliki oleh
perusahaan dengan kode AALI tahun 2008
(Sampel no.1). Nilai rata-rata ROA 0,1278
sedangkan standar deviasinya bernilai
0,08285.
Variabel ROE memliki rentang nilai
dari 0,07 hingga 0,55. Nilai terendah dimiliki
oleh perusahan dengan kode ANTM pada
tahun 2009 (Sampel no.2), dan nilai tertinggi
dimiliki oleh perusahaan dengan kode PGAS
pada tahun 2009 (Sampel no. 6). Nilai ratarata ROE adalah 0,2638 dan standar deviasi
dengan nilai 0,10767.
Variabel ROS memliki rentang nilai
dari 0,06 hingga 0,67. Nilai terendah dimiliki
oleh perusahan dengan kode PGAS pada
tahun 2008 dan nilai tertinggi dimiliki oleh
perusahaan dengan kode BDMN pada tahun
2008. Nilai rata-rata ROE adalah 0,2753
dengan standar deviasi 0,17369.
Uji normalitas dilakukan untuk
memastikan bahwa variabel dependen
dan independen dalam persamaan
regresi sudah berdistribusi normal atau
tidak. Untuk menguji normalitas data
dilakukan
dengan
uji
KolmogorofSmirnov. Residual berdistribusi normal
jika tingkat signifikansi menunjukan nilai
lebih besar dari 0,05 (5%). Hasil uji
normalitas
dalam
penelitian
ini
menunjukan nilai Asymp. Sig. (2-tailed)
sebesar 0,235 > 0,05 berarti data residual
terdistribusi normal.
Uji heteroskedastisitas bertujuan
untuk
menguji
apakah
terjadi
ketidaksamaan variance residual suatu
pengamatan kepengamatan lainnya.
Model regresi yang baik adalah yang
homoskedastisitas atau yang tidak
heteroskedastisitas. Dalam penelitian ini
digunakan uji Glejser untuk menguji
heteroskedastiditas.
Hasil
uji
heteroskedastisitas
dengan
menggunakan uji Glejser menunjukkan
bahwa nilai signifikansi dari semua
variabel dependen terhadap absolut
residual (ABSRES) adalah lebih besar
dari α = 0,05, maka dapat disimpulkan
bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.
Uji
multikolonieritas
bertujuan
untuk menguji apakah pada model
regresi ditemukan adanya korelasi antar
variabel bebas atau tidak
(Ghozali,
2009). Pada penelitian ini pengujian
multikolinearitas dilihat dari nilai tolerance
atau varianceinflation factor (VIF).
Multikolinearitas terjadi jika tolerance
lebih kecil dari 0,10 dan nilai VIF lebih
dari 10. Dalam penelitian ini hasil
pengujian menunjukkan bahwa semua
variabel dependen memiliki nilai tolerance
lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang
dari 10, maka dapat disimpulkan dalam
model
regresi
tidak
terjadi
multikolonieritas.
Uji autokorelasi bertujuan untuk
menentukan apakah persamaan regresi
layak digunakan untuk memprediksi atau
tidak karena uji ini menguji adanya
autokorelasi
antara
kesalahan
pengganggu pada periode t dengan
kesalahan pada periode t-1 (periode
sebelumnya). Dalam penelitian ini
digunakan uji Durbin Watson (dw). Pada
uji durbin watson menunjukan bahwa
tidak ada masalah autokorelasi dimana
nilai durbin watson berada diantara angka
-2 sampai dengan 2 (Santoso, 2010).
pengujian dengan variabel dependen
ROE (Y1) menunjukan nilai DW sebesar
1,008, ROA (Y2) 1,414dan ROS (Y3)
dengan nilai DW sebesar 1,338.
Menurut Ghozali (2009) koefisien
determinasi (Adjust R Squared) mengukur
seberapa besar kemampuan model dalam
menerangkan
variabel-variabel
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
dependennya,
dimana
nilai
koefisien
determinasi antara 0 dan 1. Semakin besar
nilai koefisien determinasi berarti semakin
besar pula kemampuan variabel-variabel
independen dalam menjelaskan variabel
dependen. Jika nilai mendekati 1 maka
variabel-variabel independen memberikan
hampir semua informasi yang dibutuhkan
untuk
memprediksi
variasi
variabel
dependen. Hasil uji koefisien determinasi
pada penelitian ini sebesar 0,700 untuk ROA,
0,155 untuk ROE, dan ROS memiliki nilai
sebesar 0,751. Hal ini menunjukan bahwa 70
persen variabel dependen ROA dapat
dijelaskan oleh variabel independen CSDI,
Size, dan Profile. Sisanya sebesar 30 persen
dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang
tidak dimasukan dalam model. Kemudian
Sebesar 15,5 persen variabel dependen ROE
dan 75,1 persen variabel dependen ROS
dapat dijelaskan oleh variabel CSDI, Size,
dan Profile. Sisanya sebesar 84,5 persen
ROE dan 24,9 persen ROS dijelaskan oleh
variabel-variabel lain yang tidak dimasukan
dalam model.
Nilai standar error of the estimate
menunjukan nilai masing-masing untuk ROA,
ROE, dan ROS sebesar 0,03850, 0,10533,
dan 0,08667. Nilai yang semakin kecil akan
membuat model regresi semakin tepat dalam
memprediksi variabel dependen (Ghozali,
2009).
Uji statistik t dilakukan untuk
menunjukan seberapa jauh pengaruh satu
variabel independen dalam menerangkan
variasi variabel dependen. Dalam penelitian
ini uji statistik t akan digunakan untuk
melakukan pengujian hipotesis. Hasil uji
statistik t pada tabel menunjukan pengaruh
secara parsial variabel independen CSDI,
size, dan profile terhadap variabel dependen
kinerja keuangan dengan proksi ROE, ROA,
dan ROS. Dengan demikian dapat disusun 3
persamaan regresi yaitu:
ROE= 0,229 - 0,059CSDI – 0,005SIZE +
0,111PROFILE
(8)
ROA= -0,003 + 0,167CSDI + 0,000SIZE +
0,106PROFILE
(9)
ROS= 0,361 + 0,443CSDI + 0,003SIZE –
0,379PROFILE
(10)
Pada uji statistik t dengan variabel
dependen ROE, dari ketiga variabel yang
dimasukan kedalam model regresi hanya
profile yang mempunyai koefisien regresi
sebesar 0,111 dengan tingkat signifikansi
0,015 hal ini menunjukan bahwa profile
memberikan pengaruh positif dan signifikan
terhadap ROE. Sedangkan variabel CSDI
dan size dengan koefisien regresi sebesar 0,059 dan -0,005 dengan tingkat signifikansi
sebesar 0,685 dan 0,133 lebih dari 0,05.
Dalam model regresi kedua dengan
variabel dependen ROA, dari ketiga variabel
yang dimasukan kedalam model regresi
variabel CSDI memberikan koefisien regresi
0,167 dengan tingkat signifikansi 0,003 yang
berarti memberikan pengaruh positif dan
signifikan terhadap ROA.Profile memberikan
koefisien regresi 0,106 dengan tingkat
signifikansi 0,000, artinya Profile mempunyai
pengaruh positif dan signifikan terhadap
ROA, Sedangkan size memberikan koefisien
regresi sebesar 0,000 dan tingkat signifikansi
0,771 > 0,05. Koefisien regresi CSR sebesar
0,167
menyatakan
bahwa
setiap
pengungkapan 1 item CSR maka akan
meningkatkan ROA sebesar 0,167 %.
Model regresi yang ketiga dengan
variabel dependen ROS, dari ketiga variabel
yang dimasukan kedalam model regresi
hanya variabel CSDI yang memberikan
koefisien regresi sebesar 0,443 dengan
tingkat signifikansi 0,001 yang artinya CSDI
mempunyai pengaruh positif dan signifikan
terhadap ROS. Variabel profile mempunyai
koefisien regresi sebesar -0,379 dengan
tingkat signifikansi 0,000 menunjukan bahwa
profile berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap ROS. Sedangkan variabel size
memberikan koefisien regresi sebesar 0,003
dengan tingkat signifikansi 0,213 berarti
berpengaruh positif namun tidak signifikan
terhadap ROS. Hasil uji selengkapnya dapat
dilihat pada tabel berikut:
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
Tabel 1. Uji Statistik t Variabel Dependen ROE
Unstandardized Coefficients
Model
B
Std. Error
1
(Constant)
,299
,071
CSDI
-,059
,144
LN_SIZE
-,005
,003
PROFILE
,111
,043
a. Dependent Variable: ROE
Standardized
Coefficients
Beta
t
4,190
-,409
-1,536
2,569
-,068
-,230
,423
Sig.
,000
,685
,133
,015
Sumber: data diolah 2014
Tabel 2. Uji Statistik t Variabel Dependen ROA
Unstandardized Coefficients
Model
B
Std. Error
1
(Constant)
-,003
,026
CSDI
,167
,053
LN_SIZE
,000
,001
PROFILE
,106
,016
a. Dependent Variable: ROA
Standardized
Coefficients
Beta
t
-,115
3,168
-,293
6,761
Sig.
,909
,003
,771
,000
t
6,140
3,734
1,267
-10,701
Sig.
,000
,001
,213
,000
,315
-,026
,664
Sumber: data diolah, 2014
Tabel 3. Uji Statistik t Variabel Dependen ROS
Unstandardized Coefficients
Model
B
Std. Error
1
(Constant)
,361
,059
CSDI
,443
,119
LN_SIZE
,003
,003
PROFILE
-,379
,035
a. Dependent Variable: ROS
Standardized
Coefficients
Beta
,338
,103
-,957
Sumber: data diolah, 2014
Pengaruh Corporate Social Responsibility
Terhadap ROE (Return On Equity)
Corporate social responsibility atau
tanggung
jawab
sosial
perusahaan
mencakup 3 dimensi utama yaitu mencari
keuntungan
(profit)
bagi
perusahaan,
memberdayakan masyarakat (people), dan
memelihara kelestarian alam/bumi (planet).
Beberapa contoh aktivitas tanggung jawab
social yang biasanya dilakukan perusahaan
yaitu program beasiswa, pendirian sekolah
binaan, kemitraan melalui UMKM, kesehatan
dan
keselamatan
kerja,
pelestarian
lingkungan berupa penghijauan dll. Publikasi
tanggung jawab sosial perusahaan ini tentu
saja memerlukan suatu biaya yang tidak kecil
jumlahnya. Dimana biaya yang besar dapat
mengurangi pendapatan perusahaan. Pada
akhirnya berdampak pada penurunan laba
tahun berjalan. Maka semakin banyak
perusahaan melakukan CSR, laba yang
dihasilkan
menjadi
semakin
menurun
sehingga nilai ROE juga otomatis menurun.
Hasil penelitian ini adalah variabel
CSDI dengan koefisien regresi sebesar 0,059 dengan tingkat signifikansi sebesar
0,685 > 0,05. Hal ini menunjukan bahwa
corporate social responsibility berpengaruh
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
negatif atau memiliki arah hubungan yang
terbalik dan tidak signifikan terhadap ROE.
Dengan demikian
H1 yang menyatakan
corporate social responsibility berpengaruh
positif terhadap ROE ditolak. Dapat dibuat
suatu kesimpulan bahwa semakin banyak
perusahaan melakukan CSR, sebaliknya nilai
ROE akan menurun.
Pengaruh Corporate Social Responsibility
Terhadap ROA (Return On Asset).
Penerapan
corporate
social
responsibility dipercaya dapat meningkatkan
kinerja keuangan perusahaan, dimana
investor cenderung menanamkan modal
pada perusahaan yang melakukan aktivitas
CSR. Karena bagi investor, perusahaan yang
melakukan aktivitas CSR berpotensi dalam
menghasilkan laba yang lebih besar
dibandingkan
yang
tidak,
sehingga
kedepannya perusahaan akan mampu
meningkatkan kinerja keuangannya.
Pelaksanaan
CSR
ini
akan
menyebabkan
perusahaan
akan
mengeluarkan biaya tambahan yang tidak
sedikit jumlahnya. Pengeluaran akibat biaya
ini tentu akan mempengaruhi perolehan laba
perusahaan. Namun, aktivitas ini juga akan
menimbulkan citra positif perusahaan dimata
masyarakat sehingga biaya-biaya sosial yang
dikeluarkan untuk CSR ini akan berpengaruh
terhadap profitabilitas (Januarti, 2005) dalam
Septiana (2010).
ROA
merupakan
kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba
dengan aset yang dipergunakan. ROA dalam
analisa keuangan mempunyai arti yang
sangat penting sebagai salah satu alat
analisis guna mengukur seberapa efisien
manajemen dalam menggunakan aktiva
untuk menghasilkan laba. ROA menjadi suatu
informasi kepada investor tentang seberapa
besar laba yang dihasilkan dari modal yang
telah
ditanamkan.
Perusahaan
yang
menghadapi kompetisi yang tajam dalam
dunia usaha akan menerapkan strategi
perputaran aktiva atau return on asset
(Husnan, 2013).
Hasil dari penelitian ini menunjukan
bahwa variabel CSDI memberikan koefisien
regresi 0,167 dengan tingkat signifikansi
0,003 yang berarti memberikan pengaruh
positif dan signifikan terhadap ROA. Dengan
demikian H2 yang menyatakan corporate
social responsibility berpengaruh positif
terhadap ROA diterima. Dapat disimpulkan
bahwa semakin banyak aktivitas CSR yang
dipublikasikan perusahaan maka ROA juga
akan meningkat.
Pengaruh Corporate Social Responsibility
Terhadap ROS (Return On Sales).
Corporate Social Responsibility dapat
memberikan dampak positif bagi perusahaan,
dimana dengan melakukan aktivitas CSR
perusahaan
dapat
meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap produk
perusahaan sehingga reputasi perusahaan
juga meningkat dimata masyarakat. Jadi
masyarakat
akan
berkeinginan
untuk
membeli produk perusahaan. Semakin laku
produk perusahaan di pasaran maka laba
(profit) yang dapat dihasilkan perusahaan
akan semakin meningkat.
Dengan
meningkatnya profit akan dapat menarik
investor,
karena
profitabilitas
menjadi
pertimbangan penting bagi investor dalam
keputusan
investasinya
(Kusumadilaga,
2010: 26). Hal ini akan secara signifikan
mempengaruhi
kinerja
keuangan
perusahaan.
Dengan kata lain semakin baik
perusahaan
melakukan
pengungkapan
tanggung jawab sosial, maka akan terbangun
image perusahaan yang baik di mata
konsumen. Konsumen akan mempunyai
pandangan yang bagus karena perusahaan
telah memperhatikan kepentingan umum,
dengan demikian konsumen tidak keberatan
menggunakan produk tersebut. Semakin
banyak
konsumen
mennggunakan
produk,maka akan meningkatkan penjualan
perusahaan (Ajilaksana, 2011: 39).
Penelitian ini menunjukan bahwa
corporate social responsibility yang dihitung
dengan CSDI (Corporate Social Disclosure
Indeks) terbukti memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap ROS (Return On Sales).
Ini ditunjukan dengan hasil uji statistik CSDI
yang memberikan koefisien regresi sebesar
0,443 degan tingkat signifikansi 0,001 yang
artinya CSDI mempunyai pengaruh positif
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
dan signifikan terhadap ROS. Semakin
banyak perusahaan mengungkapkan dan
melakukan
aktivitas
CSR
akan
mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat
penjualan perusahaan yang pada akhirnya
akan mampu meningkatkan laba. Laba
meningkat maka nilai ROS pun akan
meningkat. Hal ini menunjukan bahwa
hipotesis ketiga (H3) diterima.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan, maka dapat ditarik beberapa
kesimpulan yaitu: (1) Variabel CSR yang
diukur dengan CSDI memiliki pengaruh
negatif dan tidak signifikan terhadap ROE.
CSR pada intinya merupakan suatu biaya,
dimana biaya dapat mengurangi pendapatan
perusahaan.Semakin banyak perusahaan
melakukan CSR, laba yang dihasilkan
menjadi semakin menurun sehingga nilai
ROE juga otomatis menurun.(2) Variabel
CSR yang diukur dengan CSDI memiliki
pengaruh Positif dan signifikan terhadap
ROA.Publikasi CSR ini menyebabkan
perusahaan mengeluarkan biaya tambahan
yang tidak sedikit jumlahnya. Pengeluaran
biaya tentu akan mempengaruhi perolehan
laba perusahaan. Namun, disisi lain juga
akan menimbulkan citra positif perusahaan
dimata masyarakat. Sehingga masyarakat
merespon baik produk perusahaan, yang
pada akhirnya berdampak pada peningkatan
laba perusahaan. Laba meningkat maka ROA
pun akan meningkat.(3) Variabel CSR yang
diukur dengan CSDI memiliki pengaruh
Positif dan signifikan terhadap ROS.CSR
dapat memberikan dampak positif bagi
perusahaan, dimana dengan melakukan
aktivitas
CSR
perusahaan
dapat
meningkatkan
kepercayaan
masyarakat
terhadap produk perusahaan sehingga
reputasi perusahaan juga meningkat dimata
masyarakat.
Jadi
masyarakat
akan
berkeinginan
untuk
membeli
produk
perusahaan.
Semakin
laku
produk
perusahaan di pasaran maka laba (profit)
yang dapat dihasilkan perusahaan akan
semakin meningkat.
Laba perusahaan
meningkat, maka secara otomatis ROS juga
meningkat.
SARAN
Saran yang dapat diberikan berkaitan
dengan hasil penelitian yaitu Hasil penelitian
ini diharapkan dapat memberikan masukan
bagi perusahaan untuk mempublikasikan
aktivitas CSR yang dilakukan, karena CSR
dapat memberikan beberapa manfaat bagi
perusahaan yaitu memberikan citra produk
yang baik dan
meningkatkan reputasi
perusahaan dimata masyarakat.Selain itu,
hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi
masukan bagi investor dalam melakukan
invetasi saham dengan melihat kondisi
kinerja keuangan perusahaan khususnya
melalui rasio ROE, ROA, dan ROS.
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Sukrisno, I Cenik Ardana. 2011. Etika
Bisnis
Dan
Profesi
Tantangan
Membangun Manusia Seutuhnya Edisi
Revisi. Salemba Empat: Jakarta
Ajilaksana, I Dewa Ketut Yudyadana. 2011.
Pengaruh
Corporate
Social
Responsibility
Terhadap
Kinerja
Keuangan
Perusahaan.
Skripsi.
Universitas Diponegoro: Semarang
Cahyono, Budi. 2011. Pengaruh Corporate
Social Responsibility Terhadap Kinerja
Perusahaan
Dengan
Kepemilikan
Asing Sebagai Variabel Moderating
(Studi Empiris Pada Perusahaan
Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa
efek indonesia). Skripsi. Universitas
Diponegoro: Semarang.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis
Multivariat dengan Program SPSS.
Cetakan ke IV. Badan Penerbit
Universitas Diponegoro. Semarang.
-------, 2007.AplikasiAnalisis Multivariate
dengan Program SPSS, Cetakan IV.
Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro, Semarang.
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
-------,
2009.Aplikasi Analisis Multivariate
Dengan
Program
SPSS,
Edisi
Keempat,
Penerbit
Universitas
Diponegoro.
Hartono, Budi. 2006. Analisis Kinerja
Perusahaan Berdasarkan Laporan
Keuangan Dan Proyeksi Kebutuhan
Dana Untuk Periode Yang Akan
Datang (Studi Kasus : Pt. Pln (persero)
Distribusi
Jakarta
Raya
Dan
Tangerang Area Jaringan Kramat Jati
Periode 2003–2005). Skripsi. Institut
Pertanian Bogor.
Husnan, Ahmad. 2013. Pengaruh Corporate
Social Responsibility (CSR Disclosure)
Terhadap
Kinerja
Keuangan
Perusahaan.
Skripsi.
Universitas
Diponegoro: Semarang.
Indrawan, Danu Candra. 2011. Pengaruh
Corporate
Social
Responsibility
Terhadap Kinerja Perusahaan. Skripsi.
Universitas Diponegoro: Semarang.
Kusumadilaga, Rimba. 2010. Pengaruh
corporate
social
Responsibility
terhadap nilaiPerusahaan dengan
profitabilitas
Sebagai
variabel
moderating(studi
empiris
pada
perusahaan manufaktur yang terdaftar
di bursa efekIndonesia). Skripsi.
Univrsitas Diponegoro: Semarang
Permana, Desak Made Riza Amelia. 2013.
Kemampuan
Pengungkapan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Dalam Memoderasi Hubungan Antara
Kinerja Keuangan Dengan Nilai
Perusahaan Pada Perusahaan Yang
Terdaftar Di Indeks Kompas 100.
Tesis. Universitas Udayana: Denpasar
Santoso, Singgih. 2012. Analisis SPSS Pada
Statistik Parametrik. Jakarta: PT. Elex
Media Komputindo
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 02 No. 1 Tahun 2014)
Download