manajemen rekayasa konstruksi gedung

advertisement
ANALISIS KOMPOSISI BIAYA DOMINAN
PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG DI KOTA MEDAN
TUGAS AKHIR
Ditulis Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Mendapatkan
Gelar Sarjana Sains Terapan
oleh:
M. IRVAN LUBIS
NIM: 0905141015
PROGRAM STUDI MRKG
(MANAJEMEN REKAYASA KONSTRUKSI GEDUNG)
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2013
ABSTRAK
Analisis Komposisi Biaya Dominan
Pada Proyek Bangunan Gedung di Kota Medan
M. Irvan Lubis
0905141015
Penyelenggaraan proyek konstruksi suatu bangunan dilaksanakan melalui sistem
manajemen proyek tertentu. Tingkat keberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari besar
biaya yang efisien, waktu yang singkat dan tepatnya kualitas produk yang dicapai. Dalam
penyelenggaraan konstruksi, faktor biaya merupakan bahan pertimbangan utama karena
menyangkut jumlah investasi yang besar yang harus ditanamkan oleh kontraktor yang
rentan terhadap resiko kegagalan. Secara umum komposisi biaya adalah suatu susunan
biaya atau kapasitas biaya yang dapat dimanfaatkan oleh kegiatan manusia untuk kegiatan
sosial ekonomi. Sehingga lebih spesifik dapat dinyatakan bahwa komposisi biaya proyek
konstruksi merupakan susunan biaya atau kapasitas biaya yang dapat dimanfaatkan untuk
kegiatan konstruksi. Komposisi dalam pembiayaan pekerjaan proyek konstruksi terdiri dari
beberapa jenis diantaranya pekerjaan persiapan, pekerjaan urugan, pekerjaan struktur,
pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal, pekerjaan elektrikal serta pekerjaan
tambahan/sub-kontrak. Penelitian ini bermaksud mengidentifikasi dan menganalisa
beberapa pekerjaan yang dapat mempengaruhi ketepatan komposisi biaya proyek, dimana
selanjutnya akan dilakukan analisa komposisi biaya proyek terbesar yang mendominasi
dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Lingkup kajian pada penelitian yang akan
dilaksanakan ini, dibatasi oleh analisa biaya yang ditinjau dalam penelitian ini hanya dari
dokumen RAB yang berhasil didapatkan dan tinjauan komposisi biaya dominan dilihat dari
3 jenis pekerjaan yang memiliki komposisi biaya terbesar dari setiap jenis bangunan.
Komposisi biaya pekerjaan yang dominan dari proyek yang diteliti untuk jenis bangunan
perkuliahan di Kota Medan sebesar 27.73% untuk pekerjaan struktur, 37.65% untuk
pekerjaan arsitektur dan 20.78% untuk pekerjaan mekanikal & elektrikal. Komposisi biaya
pekerjaan yang dominan dari proyek yang diteliti untuk jenis bangunan perkantoran
bandara di Kota Medan sebesar 34.65% untuk pekerjaan struktur, 30.65% untuk pekerjaan
arsitektur, dan 24.90% untuk pekerjaan elektrikal. Komposisi biaya pekerjaan yang
dominan dari proyek yang diteliti untuk jenis bangunan rumah sakit di Kota Medan sebesar
36.67% untuk pekerjaan struktur, 41.04% untuk pekerjaan arsitektur, dan 19.13% untuk
pekerjaan mekanikal & elektrikal. Pada jenis bangunan perkantoran bandara, terdapat
perbedaan komposisi biaya terbesar dari setiap bangunan. Pada kantor administrasi biaya
terbesar ada pada pekerjaan arsitektur, sedangkan pada kantor kargo biaya terbersar ada
pada pekerjaan struktur. Kelemahan laporan ini ada pada data yang belum maksimal,
penambahan data diperlukan agar hasil komposisi biaya yang diperlukan dari tiap jenis
bangunan gedung lebih valid.
Kata kunci : komposisi biaya dominan, bangunan gedung
KATA PENGANTAR
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, penulis berhasil menyelesaikan tugas akhir
dengan judul “Analisis Komposisi Biaya Dominan Pada Proyek Bangunan Gedung di
Kota Medan”.
Penyusunan tugas akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi syarat menyelesaikan
matakuliah semester VIII program studi MRKG Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri
Medan.
Selama proses penulisan tugas akhir ini penulis menyadari adanya keterbatasan dan
hambatan, akan tetapi berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, baik secara
langsung maupun tidak langsung sehingga proses penulisan tugas akhir ini dapat selesai
dengan baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak M. Syahruddin, M.T., selaku Direktur Politeknik Negeri Medan;
2. Bapak Drs. Syaiful Hazmi, M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri
Medan;
3. Bapak Fadli, M.T., selaku Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa Konstruksi
Gedung Politeknik Negeri Medan;
4. Bapak Darman. F. Saragih, Dipl.Ing., M.T., selaku dosen pembimbing penyusunan
Laporan Tugas Akhir;
5. Kedua orangtua yang tercinta serta seluruh keluarga;
6. Seluruh Dosen dan Pegawai Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan;
Penulis menyadari bahwa kemungkinan laporan ini belum sempurna. Oleh Karena
itu, saran dan kritik yang membangun penulis harapkan demi kesempurnaan tugas akhir ini.
Medan, 6 September 2013
Penulis
M. Irvan Lubis
NIM: 0905141015
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN…………………………………………………………. i
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………………. ii
ABSTRAK…………………………………………………………………………… iii
KATA PENGANTAR………………………………………………..………….…. iv
DAFTAR ISI…………………………………………………………….………….. v
DAFTAR TABEL………………………………………………………………….. vii
DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………….. viii
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………….……. ix
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………....…… 1
1.2 Perumusan Masalah……………………………………………….…..….
3
1.3 Tujuan Penelitian……………………………………………………..…… 4
1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………………..……… 5
1.5 Batasan Masalah……………………………………………………………. 5
1.6 Sistematika Penulisan……………………………………………………… 6
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA
2.1 Industri Konstruksi……………….. …………………………..……..…..
7
2.2 Proyek Konstruksi……………………………………………..………..… 8
2.3 Jenis Proyek Konstruksi……….…………………………..……………… 9
2.3.1 Konstruksi Gedung……………………………………………………… 9
2.3.2 Klasifikasi Bangunan Gedung……..……………………………………
10
2.4 Ruang Lingkup Pekerjaan Bangunan Gedung…………………..……….
10
2.4.1 Pekerjaan Struktur………………………………………………………. 11
2.4.2 Pekerjaan Arsitektur…………………………………………………….. 12
2.4.3 Pekerjaan Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing………………………..
13
2.5 Pembiayaan Proyek Konstruksi……………………………….….……….
13
2.5.1 Estimasi Biaya Proyek…………………………………………………..
14
2.5.2 Informasi Pembiayaan…………………………………………………… 15
2.6 Anggaran Biaya Proyek…………………………………………………… 15
2.6.1 Rencana Anggaran Biaya (RAB)……………………………………….. 17
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.1 Kerangka Pikir…………………………………………………………….. 19
3.2 Tahapan Penelitian………………………………….………..………….
19
3.3 Tempat, Waktu dan Jenis Penelitian…………………………...………..
21
3.3.1 Tempat Penelitian……………………………………………..….……. 21
3.3.2 Waktu Penelitian………………………………..…………..….………
21
3.3.3 Jenis Penelitian……………………………………………….…..…….. 22
3.4 Teknik Pengumpulan Data……………………………………………….. 22
BAB 4 PEMBAHASAN
4.1 Komposisi Biaya Bangunan Perkuliahan…..………………….….……
24
4.2 Komposisi Biaya Bangunan Perkantoran Bandara………..……………
32
4.3 Komposisi Biaya Bangunan Rumah Sakit.....….……………………….
36
4.4 Perbandingan Komposisi Biaya Dominan Pada Setiap Jenis
Bangunan Gedung………………………………………………………..
38
BAB 5 PENUTUP
5.1 Simpulan…………….……………………………………………………. 41
5.2 Saran………………………………………………………………………. 41
DAFTAR KEPUSTAKAAN……………………………………………………….. 42
LAMPIRAN……………………………………………….………….……………. 43
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Penelitian……………………………………………… 22
Tabel 4.1 Rekapitulasi Biaya Pembangunan Pengembangan Gedung
Pendidikan dan Prasarana Serta Sarana Pendukung Politeknik
Negeri Medan…………………………………………………………… 25
Tabel 4.2 Tabel Komposisi Biaya Pekerjaan Pembangunan Pengembangan
Gedung Pendidikan dan Prasarana Serta Sarana Pendukung Politeknik
Negeri Medan…………………………………………………………… 26
Tabel 4.3 Bahan dan Jenis Pekerjaan Arsitektur yang dominan pada proyek
Pengembangan Gedung Pendidikan dan Prasarana Serta Pendukung
Politeknik Negeri Medan……………………………………………… 27
Tabel 4.4 Bahan dan Jenis Biaya Pekerjaan Struktur yang dominan pada proyek
Pengembangan Gedung Pendidikan dan Prasarana Serta Pendukung
Politeknik Negeri Medan………………………………………………...28
Tabel 4.5 Rekapitulasi Biaya Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Sumatera Utara………………………………………. 29
Tabel 4.6 Bahan dan Jenis Pekerjaaan Arsitektur yang dominan pada proyek
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
30
Tabel 4.7 Bahan dan Jenis Pekerjaan Struktur yang dominan pada proyek
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
31
Tabel 4.8 Rekapitulasi Biaya Pekerjaan Pembangunan Bangunan Administrasi
Bandara Internasional Kualanamu ……………………………………... 32
Tabel 4.9 Rekapitulasi Biaya Perkantoran Kargo Bandara Internasional
Kualanamu………………………………………………………………. 34
Tabel 4.10 Rekapitulasi Biaya Pembangunan Rumah Sakit Prima………………. 37
Tabel 4.11 Komposisi Biaya Dominan dari setiap Jenis Bangunan ……………... 38
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 4.1 Komposisi Biaya Pembangunan Pengembangan Gedung
Pendidikan dan Prasarana Serta Sarana Pendukung Politeknik
Negeri Medan…………………………………………………………. 26
Gambar 4.2 Komposisi Biaya Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Sumatera Utara…………………………………….. 28
Gambar 4.3 Komposisi Biaya Dominan pada Bangunan Perkuliahan…………….. 29
Gambar 4.4 Komposisi Biaya Bangunan Administrasi Bandara Kualanamu……... 30
Gambar 4.5 Komposisi Biaya Bangunan Kargo Bandara Kualanamu…………….. 31
Gambar 4.6 Komposisi Biaya Dominan pada Bangunan Perkantoran Bandara…… 32
Gambar 4.7 Komposisi Biaya Dominan pada Bangunan Rumah Sakit…………….33
Gambar 4.8 Perbandingan Komposisi Biaya Dominan dari setiap Jenis Bangunan. 35
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
I.
RAB Gedung Pendidikan dan Prasarana Serta Sarana Pendukung
Politeknik Negeri Medan………………………………………………………
II.
RAB Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera
Utara……………………………………………………………………………
III.
RAB Bangunan Administrasi Bandara Internasional Kualanamu…………….
IV.
RAB Perkantoran Kargo Bandara Internasional Kualanamu………………….
V.
RAB Rumah Sakit Prima……………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Penyelenggaraan proyek konstruksi suatu bangunan dilaksanakan melalui sistem
manajemen proyek tertentu. Tingkat keberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari besar
biaya yang efisien, waktu yang singkat dan tepatnya kualitas produk yang dicapai. Dalam
penyelenggaraan konstruksi, faktor biaya merupakan bahan pertimbangan utama karena
menyangkut jumlah investasi yang besar yang harus ditanamkan oleh kontraktor yang
rentan terhadap resiko kegagalan.
Konstruksi secara umum di terjemahkan segala bentuk infrastruktur (contoh: jalan,
jembatan, gedung, irigasi) serta pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur,
(Wells, 1986). Dalam pelaksanaannya, proyek konstruksi membutuhkan suatu manajemen
untuk mengolah dari bahan baku sebagai input kegiatan menjadi suatu konstruksi. Dengan
kata lain, kegiatan pelaksanaan konstruksi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan
sementara, yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumberdaya
tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk dengan kriteria-kriteria yang telah
digariskan secara jelas dalam kontrak.
Secara umum komposisi biaya adalah suatu susunan biaya atau kapasitas biaya yang
dapat dimanfaatkan oleh kegiatan manusia untuk kegiatan sosial ekonomi. Sehingga lebih
spesifik dapat dinyatakan bahwa komposisi biaya proyek konstruksi merupakan susunan
biaya atau kapasitas biaya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan konstruksi. Komposisi
dalam pembiayaan pekerjaan proyek konstruksi terdiri dari beberapa jenis diantaranya
pekerjaan persiapan, pekerjaan urugan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan
mekanikal, pekerjaan elektrikal serta pekerjaan tambahan/sub-kontrak, dimana dalam
mengoperasionalkan setiap komposisi biaya dari masing-masing pekerjaan tersebut perlu
dilakukan dalam suatu sistem menajemen yang baik, sehingga dapat dimanfaatkan secara
optimal.
Unsur input dari proyek konstruksi diantaranya man (tenaga kerja), money (biaya),
methods (metode), machines (peralatan), materials (bahan) dan market (pasar). Semua
unsur tersebut perlu diatur sedemikian rupa sehingga proporsi unsur-unsur yang menjadi
kebutuhan dalam proyek konstruksi tersebut dapat tepat dalam penggunaannya dan proyek
dapat berjalan secara efisien. Ketepatan perhitungan kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan
dalam perencanaan. Ketidaktepatan perhitungan akan menyebabkan pembengkakan biaya
sehingga efisiensi proyek sulit dicapai (Hermiati, 2007).
Perkiraan biaya merupakan unsur penting dalam pengelolaan biaya proyek secara
keseluruhan. Pada taraf pertama, tahap konseptual dipergunakan untuk mengetahui berapa
besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek atau investasi (Soeharto, 1995).
Selanjutnya, perkiraan biaya memiliki fungsi dengan spektrum yang sangat luas, yaitu
merencanakan dan mengendalikan sumberdaya, seperti material, tenaga kerja, maupuin
peralatan. Meskipun kegunaannya sama, namun penekanannya berbeda-beda untuk masingmasing organisasi peserta proyek. Bagi pemilik, angka yang menunjukkan jumlah perkiraan
biaya akan menjadi salah satu patokan untuk menentukan kelayakan investasi. Bagi
kontraktor, keuntungan finansial yang akan diperoleh tergantung pada berapa jauh
kecakapannya memperkirakan biaya, sedangkan untuk konsultan, angka tersebut diajukan
kepada pemilik sebagai usulan jumlah biaya terbaik untuk berbagai kegunaan sesuai untuk
perkembangan proyek dan sampai derajat tertentu, kredibilitasnya terkait dengan kebenaran
dan ketepatan angka-angka yang diusulkan.
Dalam konteks yang luas manajemen konstruksi berfungsi menjamin pelaksanaan
proyek (konstruksi) dengan baik agar dapat mencapai sasaran kinerja proyek, yakni
ketepatan waktu, biaya dan mutu. Karena sasaran-sasaran kinerja tersebut sebenarnya
adalah hasil dari suatu perkiraan (estimasi), maka harus diakui bahwa kesesuian antara
sasaran-sasaran kinerja tersebut dengan hasil nyata yang dicapai tidak dapat dijamin tepat.
Oleh karena itu, dalam merencanakan susunan program suatu proyek, perlu diketahui
adanya saling ketergantungan antara berbagai parameter seperti dana untuk membiayai
proyek, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, dan sumberdaya yang
dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan. Dalam hal ini yang dimaksud dengan sumber
daya adalah human resources (tenaga ahli dan pekerja), dan non-human resources (material
dan peralatan).
Penggunaan material dalam proses konstruksi secara efektif sangat bergantung dari
desain yang dikehendaki dari suatu bangunan. Penghematan material dapat dilakukan pada
tahap penyediaan, handling, dan processing selama waktu konstruksi. Pemilihan alat yang
tepat dan efektif akan mempengaruhi faktor kecepatan proses konstruksi, pemindahan atau
distribusi material dengan cepat, baik arah horizontal maupun vertikal.
Pengendalian secara terpadu untuk keseluruhan proses konstruksi harus ditunjang
dengan upaya kordinasi dan pengorganisasian agar tidak terjadi kesimpangsiuran, untuk itu
diperlukan adanya suatu standar dalam pencapain sasaran. Ketepatan perhitungan
komposisi biaya yang harus dikeluarkan oleh sutau proyek konstruksi, akan dapat
terorganisir apabila terdapat suatu standar yang digunakan sebagai suatu acuan sehingga
penggunaan cost secara efisien akan tercapai.
Oleh karena itu, perencana proyek sangat membutuhkan suatu metoda yang tepat
dan akurat dalam menganalisis komposisi yang diinginkan. Hal tersebut harus dilaksanakan
dalam perencanaan awal sebelum masa konstruksi dimulai, sehingga perlu dilakukan suatu
penelitian yang detail terhadap faktor pembiayaan terkait dengan komposisi biaya proyek.
Pada jenis bangunan yang berbeda tentunya komposisi biaya dari setiap pekerjaan
yang dihabiskan tentunya akan jelas berbeda. Pada jenis bangunan perkuliahan misalnya,
komposisi biaya yang paling dominan dari setiap pekerjaan proyek akan jelas berbeda
dengan jenis bangunan perkantoran. Hal ini lah yang akan penulis teliti dalam penulisan
tugas akhir ini.
Dari latar belakang permasalahan tersebut, sangat diperlukan suatu penelitian yang
mampu memberikan gambaran mengenai komposisi biaya dominan yang dihasilkan pada
setiap jenis pekerjaan proyek, dimana hal ini dapat dijadikan suatu acuan dalam
penghitungan komposisi biaya yang tepat, oleh karena nya dalam hal ini akan dilakukan
penelitian mengenai “Analisis Komposisi Biaya Dominan Pada Proyek Bangunan
Gedung di Kota Medan”.
1.2
Perumusan Masalah
Suatu permasalahan dalam proyek konstruksi banyak disebabkan karena kurang
tepatnya perhitungan dalam perencanaan yang akan menyebabkan tingginya biaya yang
harus dikeluarkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan ketepatan perhitungan pada
perencanaan biaya proyek, sehingga permasalahan-permasalahan tersebut dapat dihindari.
Adapun permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah:
1.
Bagaimana gambaran komposisi biaya pekerjaan yang dominan pada proyek
bangunan gedung di Kota Medan?
2.
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perbedaan komposisi biaya dari jenis
pekerjaan tersebut?
Dari perumusan masalah tersebut, dalam penelitian ini akan di tinjau pada pekerjaan
yang mana saja yang memiliki komposisi biaya dominan dari setiap jenis bangunan
gedung. Dari setiap jenis bangunan gedung akan diambil 3 jenis pekerjaan yang memiliki
komposisi biaya terbesar untuk kemudian dibandingkan dengan jenis bangunan gedung
yang lainnya.
1.3
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bermaksud mengidentifikasi dan menganalisa beberapa pekerjaan
yang dapat mempengaruhi ketepatan komposisi biaya proyek, dimana selanjutnya akan
dilakukan analisa komposisi biaya proyek terbesar yang mendominasi dalam pelaksanaan
suatu proyek konstruksi.
Sasaran tersebut dapat diwujudkan melalui tujuan penelitian sebagai berikut:
1.
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi biaya proyek, untuk kemudian akan
diidentifikasi seberapa besar pengaruhnya;
2.
Melakukan pemodelan untuk mengetahui bagaimana besarnya biaya pada proyek
konstruksi berdasarkan jenis proyek;
3.
Mengetahui tren komposisi biaya dominan pada bangunan gedung di kota Medan
yang telah diteliti.
1.4
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang digunakan sebagai acuan
baik bagi para penyelenggara jasa konstruksi, owner, maupun bagi perusahaan konstruksi
yang akan menawar tender. Dimana dengan di teliti nya komposisi biaya pekerjaan
konstruksi, akan memberikan kontribusi dalam ketepatan perhitungan antara kebutuhan
sumberdaya dengan kebutuhan biaya pada saat perencanaan konstruksi. Sehingga
permasalahan yang terjadi dalam proyek konstruksi yang diakibatkan karena ketidaktepatan
perhitungan komposisi biaya yang dapat menyebabkan kerugian pada proyek dapat
dihindari.
Bagi owner, penelitian ini bermanfaat untuk melihat kesiapan pendanaan untuk
memulai melaksanakan pembangunan gedung. Dengan hasil penelitian ini, dan dana yang
ia miliki, owner dapat memutuskan apakah ia dapat memulai atau menunda proyek
bangunan gedung yang akan ia bangun.
Sedangkan manfaat untuk perusahaan, dapat digunakan sebagai acuan dalam
memilih pekerjaan dari setiap jenis bangunan proyek konstruksi. Terkait dengan pendanaan
proyek tersebut, penelitian ini berguna untuk mengetahui gambaran komposisi biaya dari
setiap item pekerjaan proyek, sehingga dapat diperkirakan berapa dana/modal yang harus
tersedia untuk pelaksanaan setiap jenis pekerjaan konstruksi.
1.5
Batasan Masalah
Lingkup kajian pada penelitian yang akan dilaksanakan ini, dibatasi oleh hal-hal
sebagai berikut:
1.
Analisa biaya yang ditinjau dalam penelitian ini hanya dari dokumen RAB yang
berhasil di dapatkan;
2.
Tinjauan komposisi biaya dominan dilihat dari 3 jenis pekerjaan yang memiliki
komposisi biaya terbesar dari setiap jenis bangunan.
1.6
Sistematika Penulisan
Penulisan Tugas Akhir ini disusun dalam 5 (lima) bab, dengan rincian sebagai
berikut:
Bab I
Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang, perumusan masalah, maksud dan tujuan penelitian,
manfaat penelitian, pembatasan masalah dan sistematika penulisan.
Bab II
Kajian Pustaka
Bab ini berisi penjelasan tentang pengertian proyek konstruksi, jenis pekerjaan
proyek, pembiayaan proyek konstruksi, sasaran proyek, jenis dan tipe konstruksi
gedung, dan konsep pemodelan.
Bab III
Metode Penelitian
Bab ini berisi penjelasan tentang kerangka pikir, tahapan penelitian, tempat dan
waktu penelitian, teknik pengambilan sample, dan metode analisis data.
Bab IV
Pembahasan
Bab ini menerangkan mengenai seluruh hasil pengumpulan data, berisi tabulasi
data, hasil analisis serta pembahasannya.
Bab V
Kesimpulan dan Saran
Berisi kesimpulan yang dapat di ambil mengenai komposisi biaya dominan dari
setiap jenis bangunan dari hasil penelitian ini, serta saran-saran yang dapat
diberikan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.
Download