BAB IV KONSEP

advertisement
BAB IV
KONSEP
4.1
Landasan Teori
Model teori dari Harold Laswell ini dianggap oleh para pakar komunikasi
sebagai salah satu teori komunikasi yang paling awal dalam perkembangan teori
komunikasi (1948). Laswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk
menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan: Who Says What in
Wich Channel Whom With What Effect (Siapa mengatakan apa melalui saluran apa
kepada
siapa
dengan efek apa).
Jawaban bagi pertanyaan
paradigmatik
(paradigmatic question) Laswell itu merupakan unsur-unsur proses komunikasi,
yaitu:
1. Communicator (komunikator)
2. Message (pesan)
3. Media (media)
4. Receiver (komunikan/ penerima)
5. Effect (efek)
4.2
Landasan Teori Desain Komunikasi Visual
4.2.1 Pengertian Desain Komunikasi Visual
Menurut Sunardi Purwosuwito, Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang
mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk
menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah
elemen desain grafis berupa bentuk gambar, huruf, dan warna serta tata letaknya,
sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya.
18
19
4.2.1.1 Prinsip Desain Komunikasi Visual
Pesan visual harus kreatif (asli, inovatif dan lancar) komunikatif, efisien dan
efektif, sekaligus indah/ estetis.
4.2.1.2 Istilah Desain Komunikasi Visual
1. Seni grafis/ Graphic Arts, termasuk ke dalam kelompok bidang ilmu seni
murni.
2. Grafis/ Graphic adalah hal yang berkaitan dengan tulisan atau gambar
yang mengandung makna untuk menyampaikan pesan/informasi.
3. Desain Grafis/ Graphic Design , istilah yang dipakai sebelum
menggunakan istilah Desain Komunikasi Visual , berasal dari bahasa
Yunani “Graphos” yang berarti tulisan/ gambar.
4.3
Sejarah Buku
Awalnya buku pertama disebutkan lahir di Mesir pada tahun 2400-an SM
setelah orang Mesir menciptakan kertas papirus. Buku yang terbuat dari kertas baru
ada setelah Cina berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM dari bahan dasar
bambu di ditemukan oleh Tsai Lun. Kertas membawa banyak perubahan pada dunia.
Pedagang muslim membawa teknologi penciptaan kertas dari Cina ke Eropa pada
awal abad 11 Masehi. Disinilah industri kertas bertambah maju. Apalagi dengan
diciptakannya mesin cetak oleh Gutenberg perkambangan dan penyebaran buku
mengalami revolusi. Kertas yang ringan dan dapat bertahan lama dikumpulkan
menjadi satu dan terciptalah buku.
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu
pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Kertas-kertas bertulisan itu
mempunyai tema bahasan yang sama dan disusun menurut kronologi tertentu, dari
awal bahasan sampai kesimpulan dan bahasan tersebut. Halaman-halaman tersebut
dijahit atau ditempel menjadi satu disatu sisi dan dijilid. Buku sudah berabad-abad
menjadi suatu sumber informasi.
20
Buku merupakan jendela ilmu pengetahuan. Pengetahuan tertentu dijadikan
sebagai satu kesatuan di dalam buku. Agar pengetahuan tidak terpencar-pencar dan
mudah dipelajari, maka diciptakanlah buku. Tujuan dari buku tidak lain hanyalah
untuk menyatukan ilmu pengetahuan tertentu agar terkumpul dalam satu tempat
sehingga mudah ditemukan dan dipelajari. Biasanya buku mempunyai ukuran
tertentu yang membedakannya dengan penyatuan kertas bertulisan lainnya.
Umumnya buku mempunyai ukuran yang memudahkannya untuk digenggam atau
dibawa-bawa oleh seseorang. Tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, tidak terlalu
tebal dan tidak terlalu tipis. Kepraktisan menjadi tujuan utama lain dari buku.
4.4
Desain Buku
Desainer buku merupakan profesi yang berat sebab amat menentukan laku
atau tidaknya buku dipasar. Sebagus apapun isi sebuah buku dan sehebat apa pun
penulisnya, namun kalau tampilan buku tersebut terlihat kurang menarik belum tentu
dibeli oleh banyak orang.
Karena
itu,
seorang
desainer
buku
dituntut
mencurahkan segenap kemampuan pikiran, rasa dan olah pikirnya untuk
menghasilkan desain buku terbaik. Desainer buku mempunyai peran amat penting
untuk menghasilkan sebuah buku yang berpenampilan bagus. Desain buku
merupakan etalase bagi calon konsumen yang akan mempengaruhi mereka tertarik
atau tidak terhadap buku tersebut.
Desainer buku harus memahami dan menangkap betul apa pesan buku
tersebut, konfliknya, momentumnya, dan karakterisasi tokoh-tokohnya. Desainer
buku harus membaca naskah tersebut sampai selesai. Seringkali desainer buku harus
membaca berulang kali untuk bisa memahami sepenuhnya isi buku tersebut dan
mencari gagasan tentang desain yang paling pas untuk buku tersebut. Baru kemudian
bisa membuatkan desain yang cocok, baik dari segi isi buku, estetika, maupun pasar.
Untuk membuat desai buku yang terbaik, desainer buku juga harus melakukan
komunikasi dengan pihak penerbit maupun penulis.
21
4.5
Teori Layout
Pada dasarnya layout dapat dijabarkan sebagai tataletak elemen-elemen
desain terhadap suatu bidang dalam media tertentu untuk mendukung konsep/pesan
yang dibawanya. Me-layout adalah salah satu proses/tahapan kerja dalam desain.
Dapat dikatakan bahwa desain merupakan arsiteknya, sedangkan layout pekerjanya.
Namun definisi layout dalam perkembangannya sudah sangat meluas dan melebur
dengan definisi desain itu sendiri, sehingga banyak orang mengatakan bahwa melayout itu sama dengan mendesain.
Desain dan layout yang sering dilihat di masa kini sebenarnya adalah proses
eksplorasi kreatif manusia yang tiada henti di masa lalu. Menyelami proses itu akan
memperkaya wawasan seorang desainer sekaligus membuatnya lebih bijaksana
dalam berkarya.
Layout yang dikerjakan melalui proses dan tahapan yang benar bukan tidak
mungkin akan berdampak positif pada tujuan apa pun yang ingin dicapai desainer
melalui karya desain yang dibuatnya. Layout memiliki banyak sekali elemen yang
mempunyai peran yang berbeda-beda dalam membangun keseluruhan layout. Untuk
membuat layout yang optimal, desainer perlu mengetahui peran masing-masing
elemen tersebut.
Sebuah layout dalam desain komunikasi visual adalah menuangkan
pengolahan bahan tulisan dan seni (foto, ilustrasi, atau elemen lain) pada suatu
bidang kerja. Layout yang baik dapat berfungsi dengan benar apabila ada
perencanaan yang akan dilakukan, penentu tujuan karya, dan penentuan target
audience. Perencanaan kemana atau dimana akan ditempatkan dan bagaimana cara
pendistrubusinya. Layout yang baik dan teratur dapat menghasilkan dan
menggambarkan rentetan informasi untuk dipahami. Semua unsur desai komunikasi
visual yang disinggung di atas sangat penting perannya untuk menghasilkan sebuah
buku yang baik. Maka dari itu perlu diterapkan sebaik-baiknya dalam pembuatan
buku ini sesuai dengan kebutuhan dan konsep yang digunakan. (Dikutip dari: Layout
dasar&penerapannya, edisi baru 2009 Surianto Rustan, S.Sn)
22
Prinsip-prinsip Layout
Prinsip layout antara lain urutan, penekanan, keseimbangan, kesatuan, dan
konsistensi. Urutan menunjuk pada aliran membaca. Penekanan menunjuk pada
objek-objek penting dalam urutan pembacaan. Keseimbangan menunjuk pada
pembagian berat ruang, termasuk ruang isi dan kosong (ruang sela). Kesatuan
menunjuk pada usaha menciptakan kesatuan objek, termasuk ruang secara
keseluruhan. Konsistensi menunjuk pada kontrol estetik tampilan keseluruhan.
Konsistensi kian terasa pada penerbitan berkala. Konsistensi selain sebagai kontrol
estetik terutama berguna bagi koordinasi keseluruhan material yang dilayout.
4.6
Teori Grid
Grid adalah kemampuan dasar yang harus dimengerti dan dipahami oleh
seorang desainer. Pada dasarnya, semua yang kita lihat dan saksikan berdasarkan
pada Grid, denah bangunan, bentuk gedung, layout majalah atau buku, tata ruang,
bahkan desain Web berdasarkan pada Grid. Keberadaan grid pada dasarnya adalah
membantu untuk menempatkan berbagai elemen dalam sebuah desain agar nampak
beraturan, lebih harmoni, lebih memiliki alur. Grid memberikan patokan-patokan dan
ukuran-ukuran yang memungkinkan sebuah area atau objek memiliki ukuran dan
posisi yang teratur.
Grid itu juga sebuah landasan untuk penempatan komposisi berupa gambar
atau tipografi. Memiliki susunan kolom dan baris. Grid sangat membantu untuk
mengarahkan Hierarki juga kenyamanan mata untuk melihat desain.
Sistem grid memudahkan penemoatan teks dari halaman ke halaman
berikutnya, sehingga halaman per halaman dari setiap buku dapat tampil konsisten.
Di dalam grid kita juga dapat memanfaatkan ruang kosong sebagai penyeimbang
atau kedinamisa layout. (Dikutip dari: Goodman, Allison. (2000). 7 Essentials of
Graphic Design).
Tujuan dari grid untuk merapihkan penempatan teks dan gambar. Grid
menolong pembaca untuk dengan mudah menemukan materi yang diharapkan setiap
saat, walau saat membuka majalah dengan bahan glossy dengan santai ataupun
membuka halaman per halaman secara cepat oleh seorang jurnalis yang hanya
23
memerlukan informasi tertentu. Desainer sudah sepantasnya menganggap grid
sebagai bantuan untuk mempermudah dibaca dan dipahami (Dikutip dari: Jute,
Andre. (1995) Grid; The Structure of Graphic Design,p110).
Tujuan grid bisa dibagi menjadi 3 kelas:
•
Repetability
: Halaman per halaman mempunyai penempatan yang
identik.
•
Composition
: Komposisi menggambungkan teks dengan ilustrasi
juga fotografi agar terlihat bagus dengan alasan estetis.
•
Communication : Tujuan desain grafis untuk mengkomunikasikan
pesan grid membantu agar pesan tersebut tersampaikan dengan baik.
Buku : “Jamu, Temukan Rahasia Kecantikan Alami Di Dalamnya” akan
memiliki grid dengan tujuan Repetability, yaitu penempatan teks dan ilustrasi pada
tiap halaman relatif identik, sehingga mempermudah untuk dibaca dan dipahami.
4.7 Tipografi
Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal
dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Hadirnya tipografi dalam
sebuah media terpan visual merupakan faktor yang membedakan antara desain grafis
dan media ekspresi visual lain seperti lukisan. Lewat kandungan nilai fungsional dan
nilai estetiknya, huruf memiliki potensi untuk menterjemahkan atmosfir-atmosfir
yang tersirat dalam sebuah komunikasi verbal yang dituangkan melalui abstraksi
bentuk-bentuk visual. Huruf atau biasa juga dikenal dengan istilah “Font” atau
“Typeface” adalah salah satu elemen terpenting dalam Desain Grafis karena huruf
merupakan sebuah bentuk yang universal untuk menghantarkan bentuk visual
menjadi sebuah bentuk bahasa. Huruf dan tulisan memiliki arti amat penting bagi
manusia.
Pada dasarnya huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan gerak mata.
Energi ini dapat dimanfaatkan secara positif apabila dalam penggunaannya
senantiasa diperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, serta
interaksi huruf terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya. Dalam
24
melakukan komunikasi dan menyampaikan pesan pada awalnya dikenal dengan dua
cara,
yaitu
yaitu
dengan
menuturkannya
atau
menuliskannya
dalam
tulisannya.Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan
pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan
tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan
membaca semaksimal mungkin.
Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan
pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf
sebagai lambang bunyi bisa diabaikan. Dalam suatu karya desain, semua elemen
yang ada pada void (ruang tempat elemen-elemen desain disusun) saling berkaitan.
Tipografi sebagai salah satu elemen desain juga mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
elemen desain yang lain, serta dapat mempengaruhi keberhasilan suatu karya desain
secara keseluruhan. Penggunaan tipografi dalam desain komunikasi visual disebut
dengan desain tipografi.
Komponen dasar daripada tipografi adalah huruf (letterform), yang
berkembang dari tulisan tangan (handwriting). Berdasarkan ini, maka dapat
disimpulkan bahwa tipografi adalah sekumpulan tanda-tanda yang mempunyai arti.
Penggunaan tanda tanda tersebut baru dapat dikatakan sebagai desain tipografi
apabila digunakan dengan mempertimbangkan graphic clarity dan prinsip-prinsip
tipografi yang ada. Ada empat buah prinsip pokok tipografi yang sangat
mempengaruhi keberhasilan suatu desain tipografi yaitu:
Legibility adalah kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut dapat
terbaca. Dalam suatu karya desain, dapat terjadi cropping, overlapping, dan lain
sebagainya , yang dapat menyebabkan berkurangnya legibilitas daripada suatu huruf.
Untuk menghindari halini, maka seorang desainer harus mengenal dan mengerti
karakter daripada bentuk suatu huruf dengan baik. Selain itu, penggunaan huruf yang
mempunyai karakter yang sama dalam suatu kata dapat juga menyebabkan kata
tersebut tidak terbaca dengan tepat. Legibility adalah tingkat kemudahan mata
mengenali suatu tulisan tanpa harus bersusah payah.
Hal ini bisa ditentukan oleh:
25
1. Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan
sebagainya
2. Penggunaan warna
3. Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan
sehari-hari
Keterbacaan adalah tingkat kenyamanan suatu susunan huruf saat dibaca, yang
dipengaruhi oleh:
1. Jenis huruf
2. Ukuran
3. Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning dan perataan
4. Kontras warna terhadap latar belakang
Clarity, yaitu kemampuan huruf-huruf yang digunakan dalam suatu karya
desain dapat dibaca dan dimengerti oleh target pengamat yang dituju. Untuk suatu
karya desain dapat berkomunikasi dengan pengamatnya, maka informasi yang
disampaikan harus dapat dimengerti oleh pengamat yang dituju. Beberapa unsur
desain yang dapat mempengaruhi clarity adalah, visual hierarchy, warna, pemilihan
type, dan lain-lain.
Visibility, yang dimaksud dengan visibility adalah kemampuan suatu huruf,
kata, atau kalimat dalam suatu karya desain komunikasi visual dapat terbaca dalam
jarak baca tertentu. Fonts yang kita gunakan untuk headline dalam brosur tentunya
berbeda dengan yang kita gunakan untuk papan iklan. Papan iklan harus
menggunakan fonts yang cukup besar sehingga dapat terbaca dari jarak yang
tertentu. Setiap karya desain mempunyai suatu target jarak baca, dan huruf-huruf
yang digunakan dalam desain tipografi harus dapat terbaca dalam jarak tersebut
sehingga suatu karya desain dapat berkomunikasi dengan baik.
Readibility adalah penggunaan huruf dengan memperhatikan hubungannya
dengan huruf yang lain sehingga terlihat jelas. Dalam menggabungkan huruf dan
huruf baik untuk membentuk suatu kata, kalimat atau tidak harus memperhatikan
hubungan antara huruf yang satu dengan yang lain. Khususnya spasi antar huruf.
Jarak antar huruf tersebut tidak dapat diukur secara matematika, tetapi harus dilihat
dan dirasakan. Ketidak tepatan menggunakan spasi dapat mengurangi kemudahan
26
membaca suatu keterangan yang membuat informasi yang disampaikan pada suatu
desain komunikasi visual terkesan kurang jelas. Huruf-huruf yang digunakan
mungkin sudah cukup legible, tetapi apabila pembaca merasa cepat capai dan kurang
dapat membaca teks tersebut dengan lancar, maka teks tersebut dapat dikatakan tidak
readible.
Keempat prinsip pokok daripada desain tipografi tersebut di atas mempunyai
tujuan utama untuk memastkan agar informasi yang ingin disampaikan oleh suatu
karya desain komunikasi visual dapat tersampaikan dengan tepat. Penyampaian
informasi tidak hanya merupakan satu-satunya peran dan digunakannya desain
tipografi dalam desain komunikasi visual. Sebagai seuatu elemen desain, desain
tipografi dapat juga membawa emosi atau berekspressi, menunjukan pergerakan
elemen dalam suatu desain, dan memperkuat arah daripada suatu karya desain seperti
juga desain-desain elemen yang lain. Maka dari itu, banyak kita temui desain
komunikasi visual yang hanya menggunakan tipografi sebagai elemen utamanya,
tanpa objek gambar.
Kriteria-kriteria lain yang dianggap penting yaitu :
•
Appropriateness, yaitu jenis huruf yang di pilih harus sesuai dengan isi
pesan
yang
disampaikan.
Huruf
dapat
menggambarkan
atau
mengekspresikan emosi dan perasaan.
•
Harmony Appearance, huruf harus selaras dengan elemen yang lain di
dalam desain tersebut.
•
Emphasis, penekanan suatu huruf di dalam sebuah desain dapat juga
berguna untuk menarik perhatian, atau juga memberikan penekanan
kepada bagian yang dianggap penting. Hal ini dapat dicapai dengan
penggunaan huruf yang berbeda, italic atau cetak miring, bold atau cetak
tebal, atau dapat juga dengan memainkan ukuran, dan sebagainya.
Buku “Jamu, Temukan Rahasia Kecantikan Alami Di Dalamnya” akan
menggunakan 3 kategori huruf untuk keperluan yang berbeda. Untuk body text
digunakan jenif huruf san serif yang memiliki sifat clarity dan legibility tinggi,
sehingga mudah dibaca dan selain itu juga menimbulkan kesan modern. Dan untuk
27
informasi pendukung, jenis huruf serif yang mengutamakan visibility dan beauty,
sehingga menarik perhatian pembaca dan bisa merepresentasikan nuansa desain buku
yang diinginkan. Untuk judul bab digunakan jenis huruf dekoratif untuk menarik
perhatian pembaca.
4.8
Warna
Menurut Jacci Howard dalam “Color Meaning” menjelaskan apabila terdapat
satu warna (hue) yang mendominasi dalam sebuah desain, seringkali komposisi
tersebut berhasil dengan baik. Ketika satu warna mendominasi bidang, dapat
dikatakan warna tersebut bekerja sebagai aksen dari karya tersebut. Warna
merupakan elemen desain yang sangat kuat. Warna sering menjadi aspek yang paling
disadari dari sebuah desain. Warna lebih dari hanya sekedar sebuah kombinasi antara
merah dan biru, atau kuning dan hitam. Warna merupakan komuni-kasi non-verbal.
Warna memiliki simbol dan arti lebih dari sekedar tinta. Sebagai desainer grafis,
warna merupakan salah satu dasar utama untuk berkomunikasi. Penggunaan warna
yang benar dan tepat dapat membantu mempercepat penyampaian pesan pada
customer.
Maka warna yang akan digunakan pada buku “Jamu, Temukan Rahasia
Kecantikan Alami Di Dalamnya” adalah warna-warna natural seperti; hijau, coklat,
kuning dan orange yang terkesan hangat, alami, segar dan ceria yang dapat
merepresentasikan tone dan manner dari desain buku yang diinginkan, bahan-bahan
jamu yang alami juga tradisional, serta kecantikan wanita Indonesia.
4.9
Ilustrasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, illustrasi adalah gambar (foto,
lukisan) untuk mem-bantu memperjelas isi buku, karangan, dsb. Merupakan gambar,
desain atau diagram untuk penghias (halaman sampul, dsb) Tujuan Utama dari
sebuah illustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi informasi teks (cerita,
puisi, atau artikel koran) dengan memberikan representasi secara visual.
Fungsi ilustrasi adalah :
1. Memberikan tampilan kepada karakter dalam sebuah cerita.
2. Menampilkan contoh dari barang yang dijelaskan dalam buku teks
akademis.
28
3. Memvisualisasikan sekumpulan langkah instruksional dalam teknis
manual.
4. Mengkomunikasikan tema dasar dalam cerita.
5. Menginspirasikan audience untuk merasakan emosi untuk memperluas
aspek bahasa pada narasi.
Oleh karena itu gaya ilustrasi yang akan dipakai dalam Buku “Jamu,
Temukan Rahasia Kecantikan Alami Di Dalamnya” akan menggunakan teknik
ilustrasi manual menggunakan pensil warna dan cat air sehingga image yang
dihasilkan lebih tampak natural lewat goresannya, serta digabungkan dengan teknik
vector komputerisasi sehingga secara keseluruhan menghasilkan ilustrasi yang
berkesan klasik kontemporer.
4.10
Strategi Kreatif
• Menciptakan suatu publikasi buku yang sarat informasi dan menarik
perhatian target.
• Memberikan informasi resep jamu yang dapat diterapkan sendiri
sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang patut dilestarikan
tradisinya secara tepat sasaran.
4.11
Strategi Komunikasi
4.11.1 Fakta Kunci
• Distribusi jamu pertama kali dipelopori oleh Mbok Jamu, dengan
sangat tradisional
• Jamu berasal dari tumbuhan-tumbuhan alami
• Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi jamu tidak terlalu
meningkat, tetapi sadar akan kesehatan semakin meningkat
• Khasiat jamu telah semakin mudah diperoleh saat ini, mulai dari
bentuk dan cara yang beragam. Diantaranya ada permen, minuman
kesehatan (bentuk kemasan),bubuk, bentuk pil / tablet / kaplet /
kapsul, obat-obat cair berasa dan beraroma menyegarkan dan nikmat
29
• Semakin meningkatnya penyalur distribusi jamu, seperti warung dan
penjaja jamu gendong, juga turut memudahkan masyarakat
memperoleh jamu.
• Lambatnya pertumbuhan semangat cinta obat alam pada masyarakat,
maka sampai kini pun perjuangan untuk memulihkan kedudukan obat
alam dalam dunia kesehatan masih harus terus dilakukan
• Kurangnya kepedulian, khususnya pada masyarakat muda, tentang
jamu dan ruang lingkupnya
• Kurangnya perencanaan komunikasi yang baik tentang jamu, diantara
masyarakat yang satu dengan yang lainnya, melalui cara dan metode
yang lebih menarik.
• Kurangnya kesadaran dan perhatian pada sebagian masyarakat lain
terhadap gaya hidup yang tidak sehat dan menggunakan obat
berbahan dasar kimia
• Sesuai fungsinya, jamu dapat dikategorikan menjadi jamu untuk
kecantikan dan juga kesehatan.
4.11.2 Masalah yang akan dikomunikasikan
Masalah yang akan diangkat menjadi isu utama adalah melestarikan tradisi
meracik dan meminum jamu dengan sebuah publikasi buku berisi resepresep jamu untuk wanita.
4.11.3 Keyword
Tradisional, jamu, alami, natural, wanita, cantik
4.11.4 Tujuan komunikasi
1. Menarik perhatian target
2. Target memiliki keinginan untuk meracik dan meminum jamu sendiri
3. Target menjadi sadar akan khasiat jamu
4. Target menerapkan resep-resep jamu
5. Membuat sistem yang jelas untuk penerapan aplikasi yang sesuai
4.11.5 Tagline
Temukan Rahasia Kecantikan Alami Di Dalamnya
30
4.12
Strategi Desain
4.12.1 Tone & Manner
natural, indah, klasik
4.12.2 Strategi Verbal
Gaya bahasa semi formal
4.12.3 Strategi Visual
Penggabungan teknik manual dengan vector komputer dalam menciptakan
ilustrasi.
Download