GAS 1 New Features

advertisement
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
KERANGKA KONSEPTUAL
AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Pertemuan 3
1
Standar Akuntansi Pemerintahan
(SAP)
2



Kompartemen Akuntan Sektor Publik di IAI pada tanggal
8 Mei 2000
Programnya adalah penyusunan standar akuntansi keuangan
untuk berbagai unit kerja pemerintahan. Keprihatinan akan
situasi proses pelaporan keuangan sektor publik dijadikan
satu-satunya alasan bagi peluncuran program pengembangan
standar akuntansi
Pemerintah
menetapkan
Komite
Standar
Akuntansi
Pemerintahan (KSAP) :
 KMK Nomor 308/KMK.012/2002
 KMK Nomor 379/KMK.012/2004
 Keppres RI Nomor 84 Tahun 2004
 Keppres RI Nomor 2 Tahun 2005
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan
(KSAP)
3

Terdiri dari:
Komite konsultatif SAP


Komite Kerja SAP



Bertugas memberi konsultasi dan/atau pendapat dalam
rangka perumusan konsep rancangan peraturan
pemerintah mengenai SAP
Bertugas mempersiapkan, merumuskan dan menyusun
konsep rancangan peraturan pemerintah mengenai SAP
Berwenang menerbitkan berbagai publikasi
lainnya, antara lain Interpretasi Pernyataan
Standar Akuntansi Pemerintahan (IPSAP) dan
Buletin Teknis
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan
(KSAP)
4

Proses penyiapan SAP





Identifikasi topik untuk dikembangkan menjadi
standar
Pembentukan kelompok kerja (Pokja) di dalam KSAP
yang berasal dari berbagai instansi yang kompeten
di bidangnya
Riset terbatas oleh kelompok kerja
Penulisan draf SAP oleh Kelompok kerja
Pembahasan draf oleh Komite kerja (termasuk diskusi
dengan BPK) yang mengutamakan pada substansi
dan implikasi penerapan standar
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan
(KSAP)
5

Proses penyiapan SAP





Pengambilan keputusan draf untuk dipublikasikan (diskusi
antara Komite kerja dengan Komite konsultatif)
Peluncuran Draf Publikasian SAP (Exposure Draft) dengan
mengirimkannya kepada para stakeholders
Dengar pendapat terbatas/limited hearing (dengan
mengundang pihak2 dari kalangan akademisi, praktisi
dan pemerhati akuntansi pemerintahan) dan dengar
pendapat publik/public hearings (dengan masyarakat
yang berkepentingan terhadap SAP)
Pembahasan tanggapan dan masukan terhadap Draf
Publikasian
Finalisasi standar
PP 24/2005
Standar Akuntansi Pemerintahan
6
Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP):
No 01
No 02
No 03
No 04
No 05
No 06
No 07
No 08
No 09
No 10
Penyajian Laporan Keuangan
Laporan Realisasi Anggaran
Laporan Arus Kas
Catatan atas Laporan Keuangan
Akuntansi Persediaan
Akuntansi Investasi
Akuntansi Aset Tetap
Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan
Akuntansi Kewajiban
Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan
Peristiwa Luar Biasa dan
No 11 Laporan Keuangan Konsolidasian
PP 24/2005
Standar Akuntansi Pemerintahan
7
Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan
(IPSAP) adalah klarifikasi, penjelasan dan uraian lebih lanjut
atas PSAP yang diterbitkan oleh KSAP
Buletin Teknis adalah nformasi yang diterbitkan oleh KSAP
yang memberikan arahan/pedoman secara tepat waktu
untuk mengatasi masalah-masalah akuntansi maupun
pelaporan keuangan yang timbul
No 01 Penyusunan neraca awal pemerintah pusat
No 02 Penyusunan neraca awal pemerintah daerah
No 03 Penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Sesuai
dengan SAP dengan Konversi
No 04 Penyajian dan pengungkapan belanja pemerintah
No 05 Akuntansi Penyusutan
No 06 Akuntansi Piutang
No 07 Akuntansi Dana Bergulir
Tujuan Kerangka Konseptual
8
Sebagai acuan bagi :
 Penyusun standar
 Penyusun laporan keuangan
 Pemeriksa
 Para pengguna laporan
Posisi Kerangka Konseptual
9



Kerangka Konseptual bukan standar akuntansi
Kerangka konseptual berfungsi sebagai acuan jika
terdapat masalah akuntansi yang belum dinyatakan
dalam SAP
Jika terjadi pertentangan antara kerangka
konseptual dan standar akuntansi, maka ketentuan
standar akuntansi diunggulkan relatif terhadap
kerangka konseptual
Lingkungan Akuntansi Pemerintahan
10
 Ciri utama struktur pemerintahan dan pelayanan
 Bentuk umum pemerintahan dan pemisahan kekuasaaan
 Sistem pemerintahan otonomi dan transfer pendapatan antar
pemerintahan
 Adanya pengaruh proses politik
 Hubungan antara pembayar pajak dengan pelayanan
pemerintah
 Ciri keuangan pemerintah
 Anggaran sbg pernyatan publik, target fiskal dan sebagai
alat pengendalian
 Investasi aset tidak langsung menghasilkan pendapatan
 Kemungkinan Penggunaan akuntansi dana
Anggaran
11





Anggaran merupakan pernyataan kebijakan publik.
Anggaran
merupakan
target
fiskal
yang
menggambarkan keseimbangan antara belanja,
pendapatan, dan pembiayaan yang diinginkan.
Anggaran menjadi landasan pengendalian yang
memiliki konsekuensi hukum.
Anggaran memberi landasan penilaian kinerja
pemerintah.
Hasil pelaksanaan anggaran dituangkan dalam
laporan keuangan pemerintah sebagai
Pengguna Laporan Keuangan
12




Masyarakat;
Para wakil rakyat, lembaga pengawas, dan
lembaga pemeriksa;
Pihak yang memberi atau berperan dalam proses
donasi, investasi, dan pinjaman, dan
Pemerintah.
Entitas Pelaporan
13
Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri
dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut
ketentuan
peraturan
perundang-undangan
wajib
menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa
laporan keuangan, yang terdiri dari:
 Pemerintah pusat;
 Pemerintah daerah;
 Satuan
organisasi di lingkungan pemerintah
pusat/daerah atau organisasi lainnya, jika menurut
peraturan perundang-undangan satuan organisasi
dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan
Peranan Pelaporan Keuangan Pemerintah
14

Akuntabilitas
 mempertanggungjawabkan pengelolaan
kebijakan sumber daya dalam mencapai tujuan

dan
pelaksanaan
Manajemen
 memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan
pengendalian atas aset, kewajiban dan ekuitas dana pemerintah

Transparansi
 memberikan informasi keuangan yang terbuka, jujur, menyeluruh
kepada stakeholders

Keseimbangan Antargenerasi
 memberikan informasi mengenai kecukupan penerimaan
pemerintah untuk membiayai seluruh pengeluaran, dan apakah
generasi y.a.d ikut menanggung beban pengeluaran tersebut
Tujuan Laporan Keuangan Pemerintah
15
Secara umum
 menyajikan informasi posisi keuangan, kinerja, dan
arus kas suatu entitas yang bermanfaat dalam
membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai
alokasi sumber daya.
 peranan prediktif dan prospektif
Tujuan Laporan Keuangan Pemerintah
16
Secara spesifik






Menyediakan informasi mengenai kecukupan penerimaan periode
berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran.
Menyediakan informasi mengenai kesesuaian cara memperoleh
sumber daya ekonomi dan alokasinya dengan anggaran yang
ditetapkan dan peraturan perundang-undangan.
Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi
yang digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil
yang telah dicapai.
Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan
mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya.
Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi
entitas pelaporan berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya,
baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk yang berasal
dari pungutan pajak dan pinjaman.
Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan entitas
pelaporan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai
akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.
Komponen Laporan Keuangan
17




Laporan Realisasi Anggaran : ikhtisar sumber, alokasi, dan
pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola, yang
menggambarkan perbandingan antara anggaran dan
realisasinya dalam satu periode pelaporan.
Neraca : posisi keuangan suatu entitas pelaporan
mengenai aset, kewajiban dan ekuitas dana pada tanggal
tertentu
Laporan Arus Kas : menyajikan informasi mengenai
penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.
Catatan atas Laporan Keuangan : keterangan-keterangan
yang harus disajikan dalam laporan keuangan agar para
pengguna laporan keuangan bisa mendapatkan informasi
yang lengkap.
Asumsi Dasar
18

Asumsi kemandirian entitas


Asumsi kesinambungan entitas



setiap unit organisasi dianggap sebagai unit yang mandiri dan
mempunyai kewajiban untuk menyajikan laporan keuangan
sehingga tidak terjadi kekacauan antar unit instansi pemerintah
dalam pelaporan keuangan.
Entitas pelaporan akan berlanjut keberadaannya.
Pemerintah diasumsikan tidak bermaksud melakukan likuidasi
atas entitas pelaporan dalam jangka pendek.
Asumsi keterukuran dalam satuan uang (monetary
measurement)


entitas pelaporan harus menyajikan setiap kegiatan yang
diasumsikan dapat dinilai dengan satuan uang.
Agar memungkinkan dilakukannya analisis dan pengukuran
dalam akuntansi.
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
19




Relevan;
Andal;
Dapat dibandingkan; dan
Dapat dipahami
Relevan
20

Memiliki manfaat umpan balik (feedback value).


Memiliki manfaat prediktif (predictive value)


Informasi dapat membantu pengguna untuk memprediksi masa
yang akan datang berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian
masa kini.
Tepat waktu


Informasi memungkinkan pengguna untuk menegaskan atau
mengoreksi ekspektasi mereka di masa lalu.
Informasi disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh
dan berguna dalam pengambilan keputusan.
Lengkap

Informasi akuntansi keuangan pemerintah disajikan selengkap
mungkin, yaitu mencakup semua informasi akuntansi yang dapat
mempengaruhi pengambilan keputusan. Informasi yang
melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat
dalam laporan keuangan diungkapkan dengan jelas agar
kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah.
Keandalan
21
Informasi mungkin relevan, tetapi jika hakikat atau penyajiannya
tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut
secara potensial dapat menyesatkan. Informasi yang andal
memenuhi karakteristik:
 Penyajian Jujur


Dapat Diverifikasi (verifiability)


Informasi menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa
lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat
diharapkan untuk disajikan.
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diuji,
dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak
yang berbeda, hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak
berbeda jauh.
Netralitas

Informasi diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak
pada kebutuhan pihak tertentu.
Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
22








Basis akuntansi;
Prinsip nilai historis;
Prinsip realisasi;
Prinsip substansi mengungguli bentuk formal;
Prinsip periodisitas;
Prinsip konsistensi;
Prinsip pengungkapan lengkap; dan
Prinsip penyajian wajar.
Prinsip Akuntansi – Basis Akuntansi
23



BASIS KAS: untuk pengakuan pendapatan, belanja,
dan pembiayaan;
BASIS AKRUAL: untuk pengakuan aset, kewajiban,
dan ekuitas;
Entitas diperkenankan menggunakan basis akrual
sepenuhnya, namun tetap menyajikan Laporan
Realisasi Anggaran berdasarkan basis kas.
“Cash towards Accrual”
Prinsip Akuntansi – Prinsip Nilai Historis
24
Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara
kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari
imbalan untuk memperoleh aset tersebut pada saat
perolehan.
 Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara
kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk
memenuhi kewajiban di masa yang akan datang.
 Nilai perolehan lebih dapat diandalkan daripada
penilaian yang lain karena lebih obyektif dan dapat
diverifikasi.

Prinsip Akuntansi – Prinsip Realisasi
25


Pendapatan
yang
tersedia
yang
telah
diotorisasikan melalui anggaran pemerintah selama
suatu tahun fiskal akan digunakan untuk membiayai
belanja yang terjadi dalam periode tersebut.
Prinsip penandingan pendapatan-belanja tidak
mendapat penekanan seperti dalam akuntansi
komersial.
Prinsip Akuntansi – Substance over form
26
Peristiwa harus dicatat dan disajikan sesuai
dengan substansi dan realitas ekonomi,
bukan hanya mengikuti aspek formalitas.
Prinsip Akuntansi – Periodisitas
27
Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan
entitas pemerintah perlu dibagi menjadi
periode-periode pelaporan sehingga kinerja
entitas dapat diukur dan posisi sumber daya
yang dimilikinya dapat ditentukan
Prinsip Akuntansi – Konsistensi
28



Perlakuan akuntansi yang sama harus ditetapkan pada
kejadian yang serupa dari periode ke periode oleh
suatu entitas (prinsip konsistensi internal).
Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan
syarat metode yang baru diterapkan menunjukkan hasil
yang lebih baik dari metode yang lama.
Pengaruh atas perubahan penerapan metode harus
diungkapkan dalam laporan keuangan.
Prinsip Akuntansi – Pengungkapan lengkap
29


Laporan keuangan harus menyajikan secara
lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.
Informasi tersebut dapat ditempatkan pada lembar
muka laporan keuangan atau catatan atas laporan
keuangan.
Prinsip Akuntansi – Penyajian wajar
30
Dalam penyajian dengan wajar posisi keuangan,
kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu
entitas, diperlukan pertimbangan sehat yang
mengandung unsur-unsur kehati-hatian pada saat
melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian
sehingga aset atau pendapatan tidak dinyatakan
terlalu tinggi dan kewajiban tidak dinyatakan
terlalu rendah
Kendala informasi yang relevan dan andal
31



Materialitas
Pertimbangan biaya dan manfaat
Keseimbangan antar karakteristik kualitatif
Pengakuan
32




Aset diakui pada saat potensi ekonomi masa
depan diperoleh dan mempunyai nilai yang
dapat diukur dengan andal;
Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman
diterima atau pada saat kewajiban timbul;
Pendapatan diakui pada saat kas diterima di
Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas
pelaporan;
Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran
dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau
entitas pelaporan.
Diskusi -1
33



Jelaskan salah satu perbedaan kerangka konseptual
SAP dengan SAK
Menurut Anda apakah seorang penyusun laporan
keuangan harus mengerti dan memahami standar
akuntansi keuangan ?
Menurut Anda mengapa standar akuntansi keuangan
harus ada ?
Diskusi -2
34

Kantor pajak diajukan sebagai terbanding oleh
PT. Intan atas hasil pemeriksaan dan keberatan
PPh badan PT Intan tahun 2006. Sampai periode
yang berakhir 31/12/2008, proses banding di
pengadilan pajak belum selesai. Berdasarkan hasil
diskusi dengan konsultan pajak PT Intan, kemungkinan
besar perusahaan akan kalah dalam pengadilan dan
harus membayar denda sebesar 10 milyar sesuai hasil
pemeriksaan dan keberatan yang dikeluarkan oleh
kantor pajak.
Download