leadership skills

advertisement
REVIEW
Perbedaan Tanaman Semusim dan Tanaman
Tahunan ? ?
KLASIFIKASI TANAMAN TAHUNAN
KLASIFIKASI
CONTOH TANAMAN
TANAMAN INDUSTRI
Hevea brasiliensis
TANAMAN REMPAH
Piper nigrum, Myristica fragrans, Eugenia
cariophyllus
TANAMAN MINYAK
Cocos nucifera, Elaeis guineensis
TANAMAN PENYEGAR
Theobroma cacao, Coffea arabica, C.canephora,
C.liberica
TANAMAN OBAT
Cinchona ledgeriana, C.succirubra
TANAMAN BUAH
Durio zibethinus, Anacardium occidentale
KLASIFIKASI KAKAO
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Sterculiaceae
Genus: Theobroma
Spesies: Theobroma cacao L.
SIFAT KHUSUS KAKAO
AKAR
BATANG
Akar tunggang → 8 m, lateral → 15 m
Distribusi akar : pada kedalaman : 0-10 cm 56%, 11-20 cm 26%, 21-30 cm
14%, 30 cm 4%, ujung akar → cabang-cabang kecil tak teratur (intricate)
3 th → 1,8-3,0 m, 12 th → 4,5-7,0 m
dimorfisme → cabang ortotrop & cabang plagiotrop
DAUN
Daun muda merah halus muncul serentak (flush), bila tua hijau kasar
Tangkai daun: silindris bersisik halus, pada cabang ortotrop panjang 7,5-10
cm, pada cabang plagiotrop panjang 2,5 cm , Sudut daun: 30-80 derajat
BUNGA
Bunga muncul dari bantalan pada batangt/cabang disebut caulifloris, 5-12
ribu bunga/phn/th → buah (1%), 5 kelopak (calyx) dan 10 benangsari
(stamen, androcium)
Klon DR-1 incompatible, harus ditanam biklonal
BUAH
tebal kulit 2 cm, terdapat 10 alur, muda biji menempel, bila tua lepas
Syarat tumbuh KAKAO
Tanaman kakao untuk tumbuhnya memerlukan kondisi tanah
yang mempunyai struktur tanah yang gembur juga sistem
drainase yang baik. pH antara 6 – 7. Tanaman kakao
menghendaki permukaan air tanah yang dalam.
Tanaman kakao dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian
0 – 600 meter diatas permukaan laut.
Curah hujan yang optimal untuk pertumbuhan tanaman kakao
berkisar antara 1.500 – 2.000 mm setiap tahun, dengan
penyebaran yang merata sepanjang tahun.
Suhu yang ideal untuk pertumbuhan tanaman kakao adalah
sekitar 25 - 270C dengan fluktuasi suhu yang tidak terlalu besar.
Intensitas cahaya yang ideal bagi tanaman kakao adalah antara
50 – 70%.
KLASIFIKASI KOPI
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Rubiales
Famili: Rubiaceae(suku kopi-kopian)
Genus: Coffea
Spesies: Coffea arabica L, C.robusta
SIFAT KHUSUS KOPI
AKAR
a.tunggang → 2-3 m, a.lateral → 1-2 m, bila drainase jelek 90% → 30 cm
BATANG
Batang: tegak beruas-ruas →10 m, Ortotrop: tiap ketiak 4-5 tunas reproduksi
Asal bt utama →1 tunas primer (plagiotrop) , Asal cb.primer→1 tunas sekunder
(plagiotrop)
Cabang kipas: cb-cb reprod. tumbuh kuat pada cb.primer, bila tan. sudah tua sifat seperti
cb. Primer
Cabang pecut: cabang kipas tidak mampu membentuk cabang primer
Cabang balik: cabang reproduksi pada cabang primer mengarah batang utama
Cabang air: cabang reproduksi tumbuh pesat, ruas panjang, lunak berair
DAUN
bulat telur, pada cabang plagiotrop ber- dampingan, pada cabang ortotrop selang-seling,
Luas daun liberika>robusta>arabika
stomata: 216-326 302-388 148-185/mm2
BUNGA
pada ketiak daun cb. Plagiotrop, tiap ketiak 4-5 tandan a’ 3-5 kuntum,
Jumlah: liberika<robusta<arabika (6-8 bunga)
▪ Mahkota putih: jumlah 6-8>3-8>5
▪ Tangkai putik: arabika < benangsari, maka menyerbuk silang
Bunga →buah matang: arabika 6-8 bl, robusta 8-11 bl, bunga mekar awal kemarau, buah
masak akhir kemarau
Penyerbukan: self fertil dan self steril (arabika)
BUAH
Muda hijau, tua merah, Tiap buah terdapat 2 biji
Biji: bidang datar dan bidang cembung
kulit keras, kulit ari, lekukan, Kulit buah: kulit luar dan daging buah
Syarat Tumbuh KOPI
• Tanaman kopi umumnya dapat tumbuh baik pada ketinggian
tempat 700 m di atas permukaan laut (dpl).
• Introduksi klon-klon baru dari luar negeri, beberapa
diantaranya dapat ditanam pada ketinggian 500 m dpl.
• Arabika : tumbuh baik dengan citarasa bermutu pada
ketinggian di atas 1000 m dpl. Penanaman kopi arabika pada
dataran rendah, produktivitasnya rendah dan rentan penyakit
karat daun (Hemileia vastatrix ).
• Arabika : Jumlah curah hujan 1.500 - 2.500 mm/th, bulan kering
13 bulan, dan suhu udara rata-rata 17-21 oC.
• Robusta, juga memerlukan kisaran curah hujan 1.500 - 2.500
mm/th, bulan kering 13 bulan, dan suhu udara rata-rata 21-24
oC.
• Tanah dengan solum dalam, gembur, subur, kandungan bahan
organik tinggi, dan berdrainase baik, pH 5,5 - 6,5.
KLASIFIKASI TEH
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Theales
Famili: Theaceae
Genus: Camellia
Spesies: Camellia sinensis
SIFAT KHUSUS TEH
AKAR
DAUN
akar tunggang
Daun bentuk lanset, lancip, bergerigi, duduk hampir berseling, tua
licin, muda berbulu halu. s, Terdapat kuncup peko dan burung
tunggal keluar dari ketiak daun
Tiap ketiak terdapat > 1 bunga
BUNGA Tiap bunga ada 5-6 kelopak putih, benangsari 100, putik 5-7
Kebanyakan self steril, hanya 2% seluruh bunga menjadi biji
BUAH
Buah: bentuk bulat Ø 1,2-1,5 cm
Terdapat 3 biji, kadang 4-5 biji, muda putih, tua coklat
2 keping, a’ muka datar dan bulat
Syarat Tumbuh TEH
Curah hujan : 2.000 mm/tahun.
Tanaman teh tidak tahan kekeringan.
Suhu udara harian tanaman teh adalah 13-25 derajat C.
Kelembaban udara kurang dari 70%.
Teh menyukai tanah dengan lapisan atas yang tebal, struktur remah,
berlempung sampai berdebu, gembur.
• pH berkisar antara 4,5-6,0.
• Berdasarkan ketinggian tempat, kebun teh di Indonesia dibagi
menjadi 2 daerah yaitu:
(1) dataran rendah: sampai 800 m dpl;
(2) dataran sedang: 800-1.200 m dpl; dan
(3) dataran tinggi : lebih dari 1.200 meter dpl.
Perbedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan
pertumbuhan dan kualitas teh.
•
•
•
•
•
KLASIFIKASI KARET
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Euphorbiales
Famili: Euphorbiaceae
Genus: Hevea
Spesies: Hevea brasiliensis
SIFAT KHUSUS KARET
AKAR
BATANG
DAUN
a.tunggang →2 m, a.lateral →10 m, Umur 3 th: a.tunggang 2,5 m, a.lateral 7-10 m
tinggi 15-25 m, silndris, kulit pucat kecoklatan
trifoliat, hijau, anak daun elip rata, ujung runcing
Tangkai daun utama 3-20 cm
BUNGA
bergerombol pada ketiak daun
Tiap bunga tangkai pendek
Bunga ♀ diujung umur 3-4 hari, kepala putik 3
30-50% bunga ♀ gugur awal
Bunga ♂ umur 1 hari, 10 benangsari
Penyerbukan: entomophylous
BUAH
Buah: masak 5-6 bulan setelah penyerbukan
Terdapat 3 ruang bakal buah
Ukuran biji (2-3,5)x(1,3-3) cm
Warna coklat bercak-bercak berpola khas
Berat 1 biji 2-4 g
Syarat Tumbuh Karet
Suhu udara 240C - 280C.
Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun
Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari
Kelembaban tinggi
Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air
dan tidak berpadas
Tanah ber pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
Ketinggian lahan 200 m dpl.
KLASIFIKASI KELAPA SAWIT
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
(suku pinang-pinangan)
Genus: Elaeis
Spesies: Elaeis guineensis Jacq.
SIFAT KHUSUS KELAPA SAWIT
AKAR
BATANG
DAUN
tak ada a.tunggang dan a.cabang
Akar primer (Ø 5-10 cm): vertikal (radikel), horizontal (adventif)
A.sekunder (Ø 1-4 mm): vertikal dan horizontal
A.tertier (Ø 0,5-1,5 mm): mendatar 15 cm
A.kuarter (Ø 0,2-0,5 mm): 3 cm (air, hara, dan O2), jumlah akar terbesar 15-30 cm
tinggi 15-25 m, silndris, kulit pucat kecoklatan
trifoliat, hijau, anak daun elip rata, ujung runcing
Tangkai daun utama 3-20 cm
BUNGA
bergerombol pada ketiak daun
Tiap bunga tangkai pendek
Bunga ♀ diujung umur 3-4 hari, kepala putik 3
30-50% bunga ♀ gugur awal
Bunga ♂ umur 1 hari, 10 benangsari
Penyerbukan: entomophylous
BUAH
Buah: masak 5-6 bulan setelah penyerbukan
Terdapat 3 ruang bakal buah
Ukuran biji (2-3,5)x(1,3-3) cm
Warna coklat bercak-bercak berpola khas
Berat 1 biji 2-4 g
Syarat Tumbuh Kelapa Sawit
Tanah yang baik mengandung banyak
lempung, beraerasi baik dan subur.
Berdrainase baik, permukaan air tanah
cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm)
pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu.
Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah
gambut saprik, dataran pantai dan muara
sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa
sawit.
KLASIFIKASI KELAPA
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
(suku pinang-pinangan)
Genus: Cocos
Spesies: Cocos nucifera
SIFAT KHUSUS KELAPA
AKAR
BATANG
DAUN
BUNGA
BUAH
Akar: akar serabut – utama Ø 1 cm ± 10 m, tanah lempung pada lapisan 50 cm, tanah pasir lebih
dalam
Umur 3 th panjang akar 3 m
76-85% akar berada pada radius 2 m, semakin jauh dari batang berkurang
Batang lurus ke atas, satu titik tumbuh
Titik tumbuh tak selalu tampak tersembunyi di antara peleah daun teratas
Kecepatan tumbuh 1,5 m/th; 0,5 m/th pada umur 25 th
Umur sampai 60-80 th
menyirip, ibu tulang daun tebal, kedua sisi terdapat deretan anak daun
Daun pertama dengan daun kedua membentuk sudut divergensi 140 derajat
Filotaksis 2/5 → 2 spiral 5 daun (antara dua daun posisi sama)
Daun muda bentuk tombak (janur)
Tanaman muda, daun bentuk pedang (anak daun saling melekat seperti kipas)
Tanaman dewasa, 30-35 daun membuka
Panjang daun 6 m, 200 anak daun, 90-135 cm
Umur 24-30 bulan → 12-14 daun/th
tandan bunga pada ketiak daun, bersifat monoceous
Kelapa dalam (Tall variety) bersifat protandry, umur berbunga 8-10 tahun
Kelapa genjah (Dwarf variety) = cebol atau kate, umur berbunga 3- 4 tahun
Bunga ♂ umur 8 hari, sedang bunga ♀ 21 hari membuka bersamaan
Kelapa dalam: 10 buah/tandan, umur produktif 30-40 tahun, daging buah baik untuk kopra
Kelapa genjah: 15 buah/tandan, 9-10 th
Warna buah: kuning, keemasan, hijau, putih perak
Ukuran buah: besar, kecil
Daging buah lunak, tidak baik untuk kopra
Syarat Tumbuh Kelapa
Tanah yang ideal untuk penanaman kelapa adalah tanah berpasir
, berabu gunung, dan tanah berliat, pH 5,2 - 8 dan , struktur
remah sehingga perakaran dapat berkembang dengan baik.
Sinar matahari banyak minimal 120 jam perbulan, jika kurang
dari itu produksi buah akan rendah.
Suhu yang paling cocok adalah 27ºC , suhu kurang dari 20º C
tanaman kurang produktif.
Curah hujan yang baik 1300-2300 mm/th. Kekeringan panjang
menyebabkan produksi berkurang 50% , sedangkan kelembapan
tinggi menyebabkan serangan penyakit jamur. Angin yang terlalu
kencang terkadang merugikan tanaman yang terlalu tinggi
terutama varietas dalam.
KLASIFIKASI CENGKEH
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
(suku jambu-jambuan)
Genus: Syzygium
Spesies: Syzygium aromaticum
Eugenia aromaticum
SIFAT KHUSUS CENGKEH
AKAR
BATANG
a.tunggang 3 m, a.lateral 10 m
Tumbuh tegak, kadang 2-3 bt
Kulit batang: kasar, warna abu-abu
Kulit cabang: halus, tipis
Cabang bawah merata, horizontal, ranting tumbuh padat (banyak)
DAUN
duduk berhadapan, muda merah
Bentuk daun: bulat panjang, pangkal seperti taji, ujung runcing
Jenis siputih: daun lebar hijau muda
Jenis sikotok: daun sempit hijau tua
BUNGA
di ujung ranting, tangkai pendek bertandan,
tiap tandan 3 kelompok bunga atau 3-20 kuntum bunga
BUAH
bakal buah pipa, panjang 1 cm, terdapat ovarium dan lembaga
Ujung bakal buah terdapat tajuk bunga bergerigi
Daun mahkota putih kemerahan melingkari benangsari dan putik
Buah masak warna merah berisi biji, bercelah terdapat 1-2 lembaga
Syarat Tumbuh Cengkeh
• Tanah yang sesuai untuk tanaman cengkeh adalah gembur,
solum tanah tebal (minimal 1,5 meter) serta kedalaman air
tanah lebih dari 3 meter dari permukaan tanah, jenis tanah
yang sesuai adalah latosol, podsolik merah, mediteran dan
andoso.
• Keasaman tanah (pH) optimum berkisar antara 5,5 – 6,5.
• Besarnya curah hujan optimal untuk perkembangan
tanaman cengkeh berkisar 1.500 – 2.500 mm/tahun serta
bulan kering kurang dari 2 bulan, suhu antara 25 – 34º C
kelembaban (RH) 80 – 90 %.
• Ketinggian tempat yang optimal bagi pertumbuhan
tanaman cengkeh berkisar antara 200 – 600 meter diatas
permukaan laut (dpl).
KLASIFIKASI PALA
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Magnoliales
Famili: Myristicaceae
Genus: Myristica
Spesies: Myristica fragrans Houtt
SIFAT KHUSUS PALA
AKAR
BATANG
DAUN
BUNGA
BUAH
perakaran dangkal, akar cabang muda ramping
panjang 10 m, berbuku-buku, tempat tumbuh daun dan akar lekat
tunggal, tangkai pendek berseling, bentuk bulat telur, pangkal, ujung
runcing, bila diremas bau harum
Sisi bawah daun hijau kebiruan, pucat, sisi atas hijau tua
1 malai ada 50-100 bunga kecil, hijau kekuningan, tidak bertangkai,
biseksual
Bunga ♂ bentuk periuk letak di ujung malai, bunga ♀ lebih besar
Tan. liar: bunga uniseksual, penyerbukan dilakukan angin, hujan, semut
muda hijau keruh, tua merah terang, kuning- oranye
bentuk buah pir, lebar, gundul
Kultivar Balancatta (India) buah besar, produksi tinggi
Belantung (Sumatera): pala hitam
Buntok (Bangka): pala putih
Lampung: buah besar warna terang
Kucing (Serawak, Malaysia): hasil tinggi, daun lebar
Syarat Tumbuh Pala
Tanaman Pala memerlukan iklim yang agak
konstan terutama pada masa pertumbuhan.
Banyaknya curah hujan berkisar 2.000 – 3.000
mm/tahun dengan 108 – 180 hari / hujan
Temperatur antara 18º - 34º C.
Tanah subur, gembur, banyak mengandung
humus, drainase baik, pH tanah 5,5 – 6,5
dengan struktur tanah lempung berpasir.
Ketinggian tempat : 0 – 700 m dpl.
KLASIFIKASI LADA
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Piperales
Famili: Piperaceae(suku sirih-sirihan)
Genus: Piper
Spesies: Piper nigrum L.
SIFAT KHUSUS LADA
AKAR
BATANG
DAUN
BUNGA
BUAH
Akar tunggang
Cabang ortotrop tumbuh vertikal dari buku batang primer, bulat, ruas panjang
Cabang plagiotrop tumbuh horizontal dari buku batang primer/cabang ortotrop
Pada umur 8-12 bulan, tinggi 1-1,5 m, 20 ruas
Dari buku cabang ortotrop tumbuh akar lekat, daun dan cabang plagiotrop yang
letaknya berhadpan
Jumlah cabang plagiotrop banyak sekali, ruas pendek, buku tidak membentuk akar
lekat, tumbuh daun dan malai bunga berhadapan
tunggal, bulat telur, ujung runcing, sisi atas hijau tua mengkilat, sisi bawah hijau pucat
tak mengkilat, bertangkai pendek 2-4 cm
Daun bawah bulat, daun atas agak panjang
Pd cb. ortotrop simetris, warna tua, pd cb. pla-giotrop asimetris warna muda
tersusun pada malai yang tumbuh dekat ujung cb.plagiotrop, disusul di bawahnya
Panjang malai 7-12 cm, tiap malai terdapat sekitar 150 bunga
Tajuk bunga hijau melekat pada malai menjadi dasar buah
Mahkota bunga kuning kehijauan, kecil, halus, layu setelah penyerbukanBunga
biseksual, terdapat 3-5 tangkai putik, dan 2-4 benangsari
bulat Ø 4-6 mm, tidak bertangkai, muda warna hijau, tua kuning, masak merah
berlendir rasa manis
Kulit buah atau pericarp lunak (tersusun exo-, meso-, endocarp), biji keras dengan Ø
3-4 mm
LADA
• Lada hitam (Sumatra): dipetik saat buah
masih warna hijau, dijemur sampai kering,
dibersihkan dari malai, rendemen 33-36%
• Lada putih (Bangka, Kalbar), dipetik buah
warna merah, direndam dalam karung lama
7-10 hari, biji dipisahkan dari kulit yang telah
busuk, dijemur sampai kering, rendemen 2427%
Syarat Tumbuh Lada
Ketinggian mulai dari 0-700 m di atas permukaan laut
(dpl).
Penyebaran tanaman lada sangat luas berada di wilayah
tropika antara 200 LU dan 200 LS, dengan curah hujan dari
1.000-3.000 mm/tahun, merata sepanjang tahun dan
mempunyai hari hujan 110-170 hari per tahun, musim
kemarau hanya 2-3 bulan per tahun.
Kelembaban udara 63%- 98% selama musim hujan,
dengan suhu maksimum 350C dan suhu minimum 200C.
Lada dapat tumbuh pada semua jenis tanah, terutama
tanah berpasir dan gembur dengan unsur hara cukup,
drainase (pengairan) baik, dan pH 5,0 - 6,5.
KLASIFIKASI JAMBU METE
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Anacardiaceae
Genus: Anacardium
Spesies: Anacardium occidentale L
SIFAT KHUSUS JAMBU METE
AKAR
BATANG
DAUN
BUNGA
BUAH
akar tunggang panjang 5 m, akar cabang menyebar horizontal
tumbuh tegak tinggi 10-15m, bercabang-cabang membentuk ranting
Tunggal berseling, bulat panjang atau oval, ujung meruncing, panjang 10-20
cm, lebar 5-10 cm
Daun muda coklat kemerahan, tua hijau gelap
Tangkai daun: 0,5-1 cm, tulang daun menyirip
terbentuk pada ujung ranting, ukuran kecil, bau harum, bunga majemuk,
sering hermaprodit
Malai terbentuk pada ketiak daun atau ujung ranting
Daun pelindung bulat telur, hijau panjang 5-10 mm, kelopak hijau muda,
panjang 4-5 mm, berambut
Mahkota runcing, muda putih, tua merah
Umur berbunga 3-5 tahun
Bila distribusi hujan merata berbunga sepanjang tahun
Buah sejati dan semu (tangkai buah membengkak)
Buah sejati: panjang 2,5-3,5 cm, lebar 2 cm, tebal kulit 1-1,5 mm, berat 5-6 g
Kernal (mete): dua keping warna putih
Syarat Tumbuh Jambu Mete
Jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1.200 m dpl. Batas
optimum ketinggian tempat sampai 700 m dpl, kecuali untuk tujuan
rehabilitasi tanah kritis.
Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimum antara 15-25
derajat celcius dan maksimum antara 25-35 derajat celcius. Tanaman ini
akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata
27 derajat celcius.
Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan
kelembapan nisbi antara 70-80%. Akan tetapi tanaman jambu mete masih
dapat bertoleransi pada tingkat kelembapan 60-70%.
Daerah yang paling sesuai untuk budidaya jambu mete ialah di daerah
yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.000 mm/tahun
dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).
Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah
berpasir, tanah lempung berpasir dan tanah ringan berpasir dengan pH
antara 6,3-7,3, tetapi masih sesuai pada pH antara 5,5-6,3.
Download