Manajemen Risiko Risk Management

advertisement
Manajemen Risiko
Risk Management
Penerapan manajemen risiko dilakukan dengan menetapkan
kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang diatur dalam
4 (empat) kerangka dasar, yaitu :
Application of risk management is done by setting the risk
management policies and procedures set out in 4 (four) basic
framework, namely :
1.
2.
3.
1.
4.
Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi
Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit
Kecukupan
proses
identifikasi,
pengukuran,
pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem
informasi manajemen risiko
Sistem pengendalian internal yang menyeluruh
2.
3.
4.
The active supervision of the Board of Commissioners and
Board of Directors.
The Adequacy of policies, procedures and limits
The Adequacy of identification, measurement, monitoring
and control of risk and risk management information system
The overall system of internal control
Bank secara berkala mengevaluasi dan mengembangkan
kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan, dengan tujuan
untuk penyempurnaan penerapan manajemen risiko. Selain
kebijakan dan prosedur manajemen risiko, Bank juga
menetapkan kebijakan limit Risk Appetite dan Risk Tolerance
yang berlaku untuk membatasi risiko yang dapat diterima oleh
Bank, menetapkan batasan risiko dan pengendalian dengan
harapan tidak menimbulkan kerugian bagi Bank.
A bank periodically evaluates and develops policies and
procedures that have been established, with the aim of
improvement of risk management. In addition to risk
management policies and procedures, the Bank also
establishes a policy limit of Risk Appetite and Risk Tolerance
applies to limit the risk that is acceptable to the Bank , set risk
limits and controls with no expectation to incur losses for the
Bank .
Bank telah memiliki Komite Pemantau Risiko, Komite
Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko,
sehingga memudahkan bank menjalankan fungsi manajemen
risiko secara terpadu dan terkoordinir untuk mengatisipasi
timbulnya risiko sejalan dengan meningkatkan kinerja Bank.
Komite Pemantau Risiko beranggotakan Komisaris Bank dan
pihak independen. Komite Manajemen Risiko beranggotakan
Direktur Kepatuhan, Direktur Komersial, beberapa pejabat
eksekutif dan Satuan Kerja Manajemen Risiko.
A Bank has a Risk Oversight Committee, Risk Management
Committee and the Risk Management Unit, making it easier for
the bank's risk management function in an integrated and
coordinated to anticipate the onset of risk in line with the
improving performance of the Bank. Risk Monitoring Committee
consists of the Commissioner of Banks and independent parties
. The Risk Management Committee consists of the Director of
Compliance , Commercial Director, executive officials and Risk
Management Unit .
Sejalan dengan ketentuan yang berlaku, sampai saat ini Bank
mengelola 8 (delapan) jenis risiko yaitu : risiko kredit, risiko
likuiditas, risiko pasar, risiko operasional, risiko kepatuhan,
risiko hukum, risiko stratejik dan risiko reputasi.
In line with the applicable regulations, a Bank manages eight (8
) types of risk up to now, namely : credit risk , liquidity risk,
market risk, operational risk, compliance risk, legal risk, strategic
risk and reputation risk .
Pengungkapan permodalan serta pengungkapan eksposur
risiko dan penerapan manajemen risiko bank, meliputi aspekaspek :
Capital disclosure and the disclosure of risk exposures and risk
management of banks, cover the following aspects :
PERMODALAN
CAPITAL
a.
Manajemen permodalan Bank digunakan untuk
mempertahankan posisi modal yang dipersyaratkan,
sehingga dapat mendukung Rencana Bisnis Bank, serta
sebagai sarana mitigasi atas risiko yang timbul. Bank
juga memiliki stress test berdasarkan skenario tertentu
yang digunakan dalam menentukan kebutuhan dana
baik dalam kondisi normal maupun dengan skenario
terburuk.
a.
The Bank capital management is used to maintain the
required capital position, so as to support the Bank's
business plan, as well as a means of mitigating the above
risks arising. Banks also have the stress test based on
specific scenarios used in determining funding
requirements both under normal conditions and with a
worst-case scenario.
b.
Peringkat komposit Profil Risiko Bank mencerminkan
kondisi yang sehat. Berdasarkan ketentuan dari
regulator, modal minimum Bank yang harus disediakan
sesuai dengan Profil Risiko tersebut adalah 9% - 10%
dari ATMR dan saat ini Bank memiliki rasio kewajiban
penyediaan modal minimum (KPMM) sebesar 15,38%.
b.
The Composite rating reflects the Bank's Risk Profile
healthy condition. Under the terms of the regulators , the
Bank's minimum capital to be provided in accordance with
the risk profile is 9% - 10% of risk weighted assets and
current Bank has capital adequacy ratio ( CAR ) of 15.38
%.
Prima Master Bank
1/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 1.a Pengungkapan Kuantitatif Struktur Permodalan Bank Umum
(Dalam Jutaan Rupiah)
KOMPONEN MODAL
(1)
(2)
I KOMPONEN MODAL
A Modal Inti
1 Modal disetor
2 Cadangan Tambahan Modal
3 Modal Inovatif
4 Faktor Pengurang Modal Inti
5 Kepentingan Non Pengendali
B Modal Pelengkap
1 1 Level Atas (Upper Tier 2)
2 2 Level Bawah (Lower Tier 2) maksimum 50% Modal Inti
3 3 Faktor Pengurang Modal Pelengkap
C Faktor Pengurang Modal Inti dan Modal Pelengkap
Eksposur Sekuritisasi
D Modal Pelengkap Tambahan Yang Memenuhi Persyaratan (Tier 3)
E Modal Pelengkap Tambahan Yang Dialokasikan Untuk Mengantisipasi Risiko Pasar
II TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP (A + B - C)
III TOTAL MODAL INTI, MODAL PELENGKAP,DAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN
YANG DIALOKASIKAN UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR (A + B - C + E)
IV ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO KREDIT
V ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO OPERASIONAL
VI ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO PASAR
A Metode Standar
B Model Internal
VII RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT,RISIKO
OPERASIONAL DAN RISIKO PASAR [III : (IV + V + VI)]
Prima Master Bank
31 Desember 2013
Bank
(3)
Konsolidasi
(4)
213,612
200,000
13,612
213,612
200,000
13,612
14,509
14,509
14,509
14,509
228,121
228,121
1,382,008
101,364
1,382,008
101,364
15.38%
15.38%
2/25
Manajemen Risiko
Risk Management
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
APPLICATION OF RISK MANAGEMENT
Penerapan Manajemen Risiko dalam Bank telah dilakukan
cukup efektif dan menyeluruh, proses penerapan
manajemen risiko mulai dari identifikasi, pengukuran,
pemantauan dan pengendalian risiko telah dijalankan oleh
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR). SKMR berada
dibawah Direktur Kepatuhan, bersifat independen dan tidak
terlibat dalam operasional serta tidak memiliki kewenangan
bisnis. Dalam melakukan proses penerapan manajemen
risiko, SKMR bekerjasama dengan seluruh risk taking unit
serta Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) dalam pengawasan
risiko.
The Application of Risk Management in Banks have done
quite effective and thorough risk management process starting
from the identification, measurement, monitoring and risk
control which has been carried out by the Risk Management
Unit (SKMR). SKMR under the Director of Compliance , is
independent and does not involve in the operations of a
business and does not have the authority. In the process of
risk management, in cooperation with SKMR entire risk taking
unit and Internal Audit (Internal Audit) in risk oversight.
Bank memantau dan mengendalikan risiko melalui profil
risiko, serta menetapkan limit risiko, baik secara
keseluruhan, per jenis risiko maupun per aktivitas
fungsional tertentu yang memiliki eksposur risiko. Profil
risiko dari Bank selalu dipantau agar tidak melebihi limit dan
masuk dalam risk appetite Bank. Pemantauan dan
pengendalian yang dimaksud juga melibatkan jajaran
organisasi mulai dari Dewan Komisaris, Direksi maupun
setiap Unit Kerja terkait.
A bank monitor and controlls risk through risk profiles, and
establishes risk limits, either as a whole, per type of risk or per
specific functional activities that have a risk exposure. The risk
profile of the Bank is always monitored so as not to exceed
the limit and into the Bank's risk appetite. Monitoring and
controlling is also involved within the organization ranging from
the Board of Commissioners, the Board of Directors and any
related Work Unit.
Dewan Komisaris juga ikut memantau proses manajemen
risiko melalui Komite Pemantau Risiko yang melakukan
evaluasi pelaksanaan kinerja Satuan Kerja Manajemen
Risiko
dan
Komite
Manajemen
Risiko,
serta
merekomendasikan perbaikan.
BOC also monitors the risk management process through the
Risk Oversight Committee to evaluate the performance of the
implementation of the Risk Management Unit and Risk
Management Committee, and recommend improvements.
Selain hal hal diatas, secara periodik Bank melakukan
sosialisasi kesadaran risiko bagi seluruh karyawan untuk
meningkatkan pemahaman maupun kemampuan karyawan
dalam mengidentifikasi dan memitigasi kemungkinan risiko
yang timbul.
In addition to the above , the Bank periodically disseminate
risk awareness for all employees to increase employee
understanding of an ability to identify and mitigate possible
risks arising.
PENGELOLAAN RISIKO
Pengelolaan risiko terdiri dari 8 (delapan) risiko yang terdiri
dari :
RISK MANAGEMENT
a Risk management consists of 8 ( eight ) risk namely :
1. Risiko Kredit
Risiko kredit merupakan risiko kerugian akibat
kegagalan pihak lawan (counterparty)
memenuhi
kewajibannya. Risiko kredit dapat timbul dari berbagai
aktivitas
fungsional
Bank
seperti
perkreditan
(pembiayaan),
aktivitas
tresuri,
investasi
dan
pembiayaan perdagangan (trade finance).
1. Credit Risk
A Credit risk is the risk of loss due to the failure of
counterparties (counterparties) to meet its obligations . The
Credit risk can arise from a variety of functional activities
such as bank credit (financing), treasury activities,
investment and trade finance (trade finance).
Pengelolaan risiko kredit dalam Bank dilakukan dengan
melakukan kajian sektor ekonomi dari seluruh kredit
yang diberikan, sehingga dapat menghindari risiko
konsentrasi kredit pada sektor tertentu serta mampu
untuk memitigasikan risiko kredit terhadap sektor
ekonomi yang memiliki potensi eksposur besar.
Pengelolaan risiko kredit dalam Bank juga dilakukan
dengan melakukan proses analisa kredit atas potensi
risiko yang timbul melalui proses Compliant Internal
Control Self Assessment dan Credit Risk Rating,
sehingga akan di dapat nilai risiko atas kredit yang
diajukan, sebagai pertimbangan bagi komite kredit
untuk mengambil keputusan atas kredit yang diajukan.
The Management of credit risk in the Bank is done with a
review of the entire economic sector loans, so as to avoid
the risk of credit concentration in a particular sector and is
able to mitigate the credit risk of the economic sector that
has great potential exposures. The Management of credit
risk in the Bank is also done by performing credit analysis
process over the potential risks that arise through the
process of Compliant Internal Control Self Assessment and
Credit Risk Rating, so it will be able to value the credit risk
proposed, as the consideration for the credit committee to
take decisions on credit proposed.
Prima Master Bank
3/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Pengelolaan risiko kredit dalam Bank diterapkan
dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis risiko kredit
yang
melekat
dalam
operasional
perbankan,
memitigasikan potensi dampak risiko yang timbul,
meningkatkan ekspansi kredit yang sehat agar terhindar
dari penurunan kualitas kredit (Non Performing Loan /
NPL) bahkan terhindar dari kerugian yang diakibatkan
oleh kredit macet.
The Bank's credit risk management is applied in order to
identify the type of credit risk inherent in banking
operations, mitigates the potential impact of risks that arise ,
increase healthy credit expansion in order to avoid a decline
in credit quality (non-performing loans/NPL) even avoid
losses caused by bad credit .
Bank telah menetapkan kebijakan limit risiko kredit,
yang meliputi Limit NPL, Konsentrasi Kredit,
Pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK), Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
dan Agunan serta pertumbuhan kredit. Limit risiko kredit
ditentukan, dengan tujuan agar Bank mampu mengelola
pertumbuhan kredit secara efektif tanpa mengabaikan
potensi risiko yang timbul. Limit risiko kredit yang telah
ditentukan berfungsi sebagai early warning signal,
sehingga ketika kredit yang diberikan masih sesuai
dengan risk appetite yang telah ditentukan, Bank masih
dalam kondisi sehat, tetapi ketika kredit yang diberikan
telah mencapai risk tolerance yang telah ditentukan
Bank, maka Bank harus mengambil langkah mitigasi
atas potensi risiko yang dapat terjadi.
The Bank has established a policy of credit risk limits ,
which includes limits credit risk, concentration of credit , of
Lending Lending Limit (LLL) , Allowance for Impairment
Losses (Allowance for impairment) and Collateral and credit
growth. The Credit risk limits are determined , with the aim
that the Bank is able to effectively manage credit growth
without ignoring the potential risks arising. The Credit risk
limits have been determined to function as an early warning
signal , so that when the loans are still in accordance with
the risk appetite that has been determined , the Bank is still
in good health, but when the loans have reached a
predetermined risk tolerance Bank, the Bank must take
mitigation of potential risks that may occur .
CKPN kredit adalah penyisihan yang dibentuk apabila
nilai tercatat kredit setelah penurunan nilai, kurang dari
nilai tercatat awal.
The Credit of impairment provision is established allowance
if the carrying value after impairment, the carrying value is
less than the beginning.
CKPN individual dibentuk untuk kredit yang diberikan
dengan status tunggakan maksimal 90 hari untuk jenis
kredit yang bersifat angsuran dan overdraft ≥ 60 hr
untuk jenis kredit rekening koran, serta memenuhi salah
satu kriteria dibawah ini :
a.
Kredit yang secara individual memiliki nilai
signifikan dan memiliki bukti obyektif penurunan
nilai.
b.
Kredit yang secara individual memiliki nilai tidak
signifikan dan memiliki bukti obyektif penurunan
nilai.
The individuall impairment provision is formed for loans with
a maximum of 90 days delinquent status for types of
installment loans and overdraft are ≥ 60 hr for the type of
credit checking account, and meet one of the criteria below:
a. The loans which individually have significant value and
objective evidence of impairment.
b. The Loans which individually have no significant value
and objective evidence of impairment.
CKPN kolektif dibentuk untuk kredit yang diberikan
dengan status tunggakan kurang dari 90 hari untuk
jenis kredit yang bersifat angsuran dan overdraft ≥ 60
hr untuk jenis kredit rekening koran, serta memenuhi
salah satu kriteria dibawah ini :
a.
Kredit yang secara individual memiliki nilai
signifikan dan tidak memiliki bukti obyektif
penurunan nilai.
b.
Kredit yang secara individual memiliki nilai tidak
signifikan dan tidak memiliki bukti obyektif
penurunan nilai.
The collective impairment provision is formed to loans is
given with arrears status of less than 90 days for this type of
installment credit and overdraft are ≥ 60 days for the type of
credit checking account, and meets one of the criteria below
:
a. The loans which individually have significant value and
no objective evidence of impairment.
Salah satu langkah mitigasi risiko kredit, Bank
mewajibkan debitur memberikan agunan yang
marketable dalam pengajuan permohonan kredit. Jenis
agunan yang diterima Bank antara lain cash collateral,
aktiva tetap, mesin dan kendaraan bermotor.
One of the credit risk mitigation, the Bank requires the
borrowers providing collateral that is marketable in the filing
of the loan application. Types of collateral received by the
Bank include cash collateral, fixed assets, machinery and
motor vehicles.
Prima Master Bank
b. The loans which individually have no significant value
and no objective evidence of impairment.
4/25
Manajemen Risiko
Risk Management
2. Risiko Pasar
Secara umum risiko pasar adalah risiko pada posisi
neraca dan rekening administratif termasuk transaksi
derivatif, akibat perubahan secara keseluruhan dari
kondisi pasar, termasuk risiko perubahan harga option.
Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas
fungsional Bank seperti kegiatan tresuri dan kegiatan
investasi dalam bentuk surat berharga.
2. Market Risk
In general, the market risk is the risk on balance sheet and
off balance sheet positions, including derivative
transactions, due to overall changes in market conditions,
including the risk of price changes in the option. Among
others a market risk containes in the functional activity of
the Bank as treasury activities and investment activities in
the form of securities.
Saat ini Bank hanya terekspos risiko pasar yang terkait
dengan suku bunga. Pengelolaan risiko suku bunga
dilakukan terhadap posisi instrumen keuangan dalam
trading book maupun banking book. Risiko suku bunga
dalam trading book dihitung dengan metode standar
sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang berlaku.
Risiko suku bunga dalam banking book dikelola dengan
melakukan analisa repricing gap antara Risk Sensitive
Assets (RSA) dan Risk Sensitive Liabilities (RSL).
Analisa dilakukan untuk mengukur sensitivitas
pendapatan bunga bersih atas pergerakan suku bunga.
Currently a bank is only exposed to market risk associated
with interest rates. The Interest rate risk management is
done on the position of financial instruments in the trading
book and the banking book. The Interest rate risk in the
trading book is calculated by standard methods in
accordance with the provisions of the applicable Bank
Indonesia. Interest rate risk in the banking book is managed
by analyzing the repricing gap between Risk Sensitive
Assets (RSA) and Risk Sensitive Liabilities (RSL). Analysis
was conducted to measure the sensitivity of net interest
income over interest rate movements.
Bank melakukan stress testing secara berkala,
terutama dalam pemenuhan indikator penilaian dalam
profil risiko pasar. Stress test berguna untuk
mengidentifikasikan kejadian yang berdampak cukup
besar dan mengevaluasi kemampuan Bank dalam
menutup kerugian atas dampak yang ditimbulkan.
Stress test juga berguna untuk memitigasikan risiko
serta memelihara kecukupan modal.
A bank conducts periodic stress testing, especially in the
indicators in the assessment of market risk profile. Stress
tests are useful to identify events that impact large enough
to evaluate the ability of the Bank to cover losses on impact.
Stress tests are also useful to mitigate risk and maintain
capital adequacy.
3. Risiko Operasional
Risiko
operasional
merupakan
risiko
akibat
ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses
internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem
dan/atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang
mempengaruhi operasional Bank. Risiko operasional
dapat menimbulkan kerugian keuangan secara
langsung maupun tidak langsung dan menimbulkan
potensi kesempatan yang tidakberhasil diraih untuk
memperoleh keuntungan.
3. Operational Risk
An Operational risk is the risk due to insufficient and/or
failed internal processes, human error , system failure
and/or the presence of an external event affecting the
operations of the Bank. The Operational risk can lead to
financial loss directly or indirectly and pose a potential
opportunity which is unsuccessful to be achieved.
Risiko operasional dapat melekat di setiap aktivitas
Bank, yakni melekat pada aktivitas perkreditan, tresuri
dan investasi, operasional dan jasa, pembiayaan
perdagangan, pendanaan dan instrumen utang,
teknologi sistem informasi dan sistem informasi
manajemen serta pengelolaan sumber daya manusia.
An Operational risks to get the profit inherents in any
activity to the Bank, which is attached to the activity of
lending, treasury and investment, operations and services,
trade finance, funding and debt instruments, information
systems technology and management information systems
and human resource management.
Bank telah menetapkan kebijakan dan prosedur dalam
pengelolaan risiko operasional. Pengelolaan risiko
operasional Bank dilakukan melalui self assessment
dari risk taking unit yang secara berkala diserahkan
kepada SKMR. Self assessment yang telah
disampaikan digunakan sebagai perbandingan dalam
penilaian profil risiko Bank. Self assessment yang
dilakukan oleh masing-masing risk taking unit
merupakan salah satu sarana penerapan budaya sadar
risiko dalam aktivitas operasional Bank.
The Bank has established the policies and the procedures
in the management of operational risk. The risk
management of bank operation is done through a selfassessment of risk taking units which are periodically
submitted to SKMR. Self-assessment that was submitted is
used as a comparison in the assessment of the risk profile
of the Bank. Self assessment performed by each unit of risk
taking is one of the means of applying a risk awareness
culture within the Bank's operational activities.
Prima Master Bank
5/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Kerugian yang telah diperkirakan dalam risiko
operasional telah dibebankan dalam komponen pricing
asset, sedangkan kerugian operasional yang tidak
diperhitungkan telah diantisipasi dengan modal melalui
perhitungan ATMR risiko operasional. Sebagai bentuk
mitigasi atas potensi risiko operasional, Bank
melakukan pengukuran risiko operasional melalui
indikator yang melekat dalam perhitungan profil risiko
Bank. Indikator dalam profil risiko Bank disesuaikan
dengan limit yang telah ditetapkan oleh Bank.
The losses which have been estimated in the operational
risk component has been charged in the pricing of assets,
while operating loss which is not taken into account has
been anticipated by capital through the calculation of
operational risk RWA. As the shape of the potential
mitigation of operational risk, the Bank does the operational
risk measurement through indicators that are inherent in the
calculation of the Bank's risk profile. The Indicators in the
Bank's risk profile are adjusted to the limit set by the Bank.
Bank telah menetapkan risk appetite yang digunakan
sebagai limit risiko yang mampu diterima oleh Bank dan
menetapkan risk tolerance sebagai batas limit yang
dapat merugikan Bank, sehingga Bank mampu
mengambil tindakan untuk mencegah potensi kerugian
risiko operasional.
The Bank has set a risk appetite that is used as a risk limit
that is able to be accepted by the Bank and establishes the
risk tolerance as the limit which can be detrimental to the
Bank, so the Bank is able to take action to prevent potential
losses of operational risk.
Salah satu bentuk risiko operasional adalah fraud, baik
yang disebabkan dari internal maupun eksternal. Bank
telah menyusun kebijakan dan prosedur penerapan
strategi anti fraud. Dalam penerapan anti fraud, Bank
telah membentuk Fungsi Anti Fraud, dan menunjuk Anti
Fraud Officer yang bertugas untuk menindaklanjuti
indikasi adanya fraud. Guna mendukung penerapan
strategi anti fraud, Bank telah mengikutsertakan pejabat
anti fraud dalam pelatihan yang terkait dengan
penerapan anti fraud dan akan melakukan sosialisasi
strategi anti fraud kepada seluruh karyawan.
One form of operational risk is fraud, whether it is caused
by internal or external resulting. a bank has developed
policies and procedures for the implementation of antifraud strategy. In the application of the anti- fraud , the Bank
has established a Function of Anti Fraud and Anti- Fraud
Officer appointed duty to follow up on indications of fraud.
To support the implementation of anti- fraud strategy, the
Bank has included anti- fraud officers in training related to
the implementation of anti- fraud and will disseminate antifraud strategy to all employees.
4. Risiko Likuiditas
Risiko
likuiditas
merupakan
risiko
akibat
ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban
yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas
dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat
diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi
keuangan Bank. Risiko likuiditas melekat pada aktivitas
fungsional perkreditan, aktivitas tresuri dan kegiatan
hubungan koresponden dengan Bank lain.
4. Liquidity Risk
A liquidity risk is the risk due to the inability of the Bank to
meet its maturing obligations from cash flow funding sources
and/or of high quality liquid assets that can be pledged,
without disturbing the activities and financial condition of the
Bank. The liquidity risk inherents in the activity of lending,
treasury activities and events correspondent relationship with
another bank.
Pemantauan likuiditas Bank dilakukan secara harian
guna memastikan kecukupan dana dan dilaporkan oleh
bagian Tresuri yang mengelola aliran dana masuk dan
keluar, posisi aset likuid primer serta rasio likuiditas
Bank. Bagian Tresuri juga mengawasi posisi primary
reserve dan secondary reserve untuk memastikan
kecukupan likuiditas Bank, sehingga tidak mengganggu
aktivitas Bank terutama dalam melakukan proses
kliring. Pemantauan atas Gap Likuiditas juga dilakukan
oleh SKMR dengan melakukan analisa Standardized
Gap Report berdasarkan sisa waktu sampai dengan
jatuh tempo.
A bank liquidity monitoring is done on a daily basis in order to
ensure sufficient funds and reported by the Treasury which
manages part of the flow of funds in and out, the position of
primary liquid assets and liquidity ratios. Part Treasury also
oversees primary position and secondary reserves to ensure
adequate liquidity, so it does not interfere with the activity of
the Bank, especially in the process of clearing . The Liquidity
Gap monitoring was also conducted by the Standardized
SKMR by analyzing the Gap Report based on the remaining
period to maturity.
Bank telah membuat stress test likuiditas yang
digunakan sebagai indikator untuk memantau likuiditas
Bank, yang dilakukan secara berkala dengan membuat
beberapa skenario untuk menguji kekuatan Bank ketika
dalam keadaan likuiditas normal, rendah maupun tinggi.
Stress Test likuiditas Bank juga digunakan sebagai
bantuan dalam mengambil keputusan untuk mengelola
keuangan Bank, sehingga Bank tidak kelebihan
maupun kekurangan likuiditas sehingga kondisi
likuiditas Bank menjadi lebih optimal dan stabil.
The Bank has made a liquidity stress test which is used as an
indicator to monitor the Bank's liquidity, which is done
periodically to make several scenarios to test the strength of
bank liquidity when in a state of normal, low or high. Stress
Test Bank liquidity is also used as an aid in making decisions
to manage financial condition, so that no excess or shortage
of bank liquidity so that the liquidity conditions become more
optimal and stable.
Prima Master Bank
6/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Bank telah menetapkan kebijakan dan prosedur limit
risiko likuiditas. Melalui profil risiko Bank, SKMR
melakukan pemantauan risiko likuiditas agar sesuai
dengan risk appetite dan
segera menginformasikan kepada pihak terkait untuk
melakukan mitigasi ketika risiko likuiditas telah
mencapai risk tolerance Bank.
The Bank has established the policies and the procedures
limit liquidity risk. Through the Bank's risk profile, SKMR
monitoring the risk liquidity to match the risk appetite and
immediately informs the relevant parties in order to mitigate
liquidity risk when it has reached the Bank's risk tolerance.
5. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah risiko yang disebabkan oleh
adanya kelemahan aspek yuridis, yang antara lain
disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan
peraturan perundang-undangan yang mendukung atau
kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat
sahnya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak
sempurna.
5. Legal Risk
A legal risk is the risk caused by the weakness of the
juridical aspect, which is partly due to the demands of law,
the absence of legislation that supports or weaknesses
such as non-compliance with the terms of the engagement
contract validity and binding collateral is not perfect.
Dalam penerapan manajemen risiko hukum, SKMR
dapat bekerja sama dengan bagian legal di kantor
pusat untuk melakukan review maupun evaluasi atas
setiap kebijakan maupun perjanjian dengan pihak
ketiga sehingga kebijakan maupun pasal-pasal dalam
perjanjian dengan pihak ketiga dapat terhindar dari
potensi risiko hukum. Bank juga melakukan
pendokumentasian penggunaan best practice maupun
mendokumentasikan
penyelesaian
setiap
permasalahan hukum yang pernah terjadi dengan
menggunakan undang-undang yang berlaku sebagai
acuan atau dasar penyelesaian Bank ketika mengalami
masalah yang sama.
In the application of legal risk management, SKMR can
cooperate with the legal section at the central office to
conduct a review and evaluation of all policies and
agreements with third parties so that policy and the clauses
in agreements with third parties can avoid the potential legal
risks. The Bank also makes the document of the use of best
practices and the document of the completion of any legal
issues that have occurred with the use of the applicable law
as a reference or base settlement bank when experiencing
the same problem.
Mitigasi potensi kerugian risiko hukum juga dilakukan
dengan melakukan pemeliharaan atas dokumen
pendukung terkait perjanjian yang dibuat dengan pihak
ketiga sehingga dapat menghindari adanya potensi
kerugian ketika terjadi adanya gugatan dari pihak yang
bersangkutan serta meminimalkan risiko hukum yang
mungkin terjadi.
The mitigation of potential legal risk losses is also done by
performing maintenance on the supporting documents
related to the agreement made with third parties so that
they can avoid any potential losses in the event of any
appeal of the parties concerned and to minimize legal risks
that may occur .
Bank juga telah menetapkan kebijakan dan prosedur
limit risiko hukum. Melalui profil risiko Bank, SKMR
melakukan pemantauan indikator risiko hukum agar
sesuai
dengan
risk
appetite
dan
segera
menginformasikan kepada pihak terkait untuk
melakukan mitigasi ketika risiko hukum sampai pada
batas risk tolerance Bank. Disamping itu juga
mengamati potensi terjadinya risiko hukum terkait
produk-produk layanan Bank melakukan review atas
syarat dan ketentuan yang diberlakukan kepada
nasabah.
The Bank also has established the policies and the
procedures also limiting the legal risks. Through the Bank's
risk profile, SKMR monitors the indicator of the legal risk to
conform with the risk appetite and immediately informs the
relevant parties to mitigate legal risks when it comes to the
Bank's risk tolerance limits. Besides, it also observes the
potential legal risks related the products of bank services to
review based on the terms and conditions applied to
customers.
6. Risiko Stratejik
Risiko stratejik merupakan risiko yang terjadi akibat
ketidaktepatan
dalam
pengambilan
dan
atau
pelaksanaan keputusan stratejik serta kegagalan dalam
mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Risiko
stratejik berhubungan dengan keputusan jangka
panjang Bank yang tertuang dalam rencana bisnis Bank
maupun terhadap suatu strategi Bank yang baru
diterapkan untuk mengembangkan bisnis Bank.
6 . Strategic Risk
A strategic risk is the risk that occurs as a result of
inaccuracies in the making and or the implementation of
strategic decisions and failure to anticipate changes in the
business environment. The Strategic risk is associated with
the Bank's long- term decisions which contain in the
business plan of the bank or the bank's new strategy which
is applied to develop the Bank's business.
Prima Master Bank
7/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Dalam penerapan manajemen risiko stratejik, SKMR
melakukan pemantauan risiko stratejik dengan
membandingkan pencapaian yang telah dilakukan Bank
terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB). Hasil
perbandingan RBB dengan realisasi dituangkan dalam
indikator penilaian profil risiko Bank, sehingga SKMR
mampu mereview maupun mengevaluasi atas rencana
yang tertuang dalam RBB serta memberikan kajian
tersebut baik kepada Direksi secara langsung maupun
melalui Komite Manajemen Risiko.
Bank telah menetapkan kebijakan dan prosedur limit
risiko stratejik. Melalui indikator profil risiko stratejik,
SKMR dapat memantau risiko stratejik agar sesuai
dengan
risk
appetite
Bank
dan
segera
menginformasikan kepada pihak terkait untuk
melakukan mitigasi ketika risiko stratejik sampai pada
batas risk tolerance Bank.
In the application of strategic risk management, the
strategic risk SKMR monitors by comparing the
achievements that have been made to the Bank's Business
Plan (RBB). The result of RBB comparison with actual
results is outlined in the Bank's risk profile assessment
indicators , so SKMR capable of reviewing and evaluating
the above plans which are contained in the Business Plan
and gives a good review to the Board directly or through the
Risk Management Committee .
7. Risiko Kepatuhan
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan
Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan
peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain
yang berlaku. Risiko kepatuhan melekat pada peraturan
perundangan dan ketentuan yang berlaku, antara lain
ketentuan kewajiban pemenuhan modal minimum
sesuai dengan profil risiko, Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK), Kualitas Aktiva Produktif
(KAP), penerapan Good Corporate Governance (GCG)
dan ketentuan lainnya.
Dalam penerapan manajemen risiko kepatuhan, SKMR
melakukan pemantauan risiko kepatuhan melalui
indikator dari profil risiko kepatuhan, meliputi jumlah
maupun frekuensi pelanggaran yang dilakukan Bank,
jenis pelanggaran atau ketidakpatuhan Bank,
signifikansi tindak lanjut Bank atas ketidakpatuhan
tersebut serta pelanggaran atas ketentuan transaksi
keuangan tertentu. SKMR juga bekerja sama dengan
Satuan Kerja Kepatuhan (SKK) untuk melakukan
pemantauan atas peraturan maupun kebijakan
regulator yang baru, sehingga Bank tidak tertinggal
informasi maupun kewajiban atas pemenuhan
peraturan dan kebijakan regulator yang baru. SKK juga
bertanggung jawab terhadap penerapan Program Anti
Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan
Terorisme (APU & PPT) di Bank.
Bank telah menetapkan kebijakan dan prosedur limit
risiko kepatuhan. Melalui indikator profil risiko
kepatuhan, SKMR dapat memantau risiko kepatuhan
Bank agar sesuai dengan risk appetite Bank dan segera
menginformasikan kepada pihak terkait untuk
melakukan mitigasi ketika risiko kepatuhan sampai
pada batas risk tolerance Bank.
7. Compliance Risk
A compliance risk is the risk that causes the Bank not to
comply with or implement legislation and other applicable
regulations. Compliance risk inherents in the laws and
regulations, including the provisions of the minimum capital
obligations in accordance with the risk profile, Lending Limit
(LLL), Assets Quality (KAP), the implementation of Good
Corporate Governance (GCG) and other provisions.
Prima Master Bank
The Bank has established policies and procedures limit
strategic risk. Through the strategic risk profile indicators,
SKMR can monitor strategic risk to match the Bank's risk
appetite and immediately inform the relevant parties to
mitigate when strategic risk achieves the Bank's risk
tolerance limits.
In compliance risk management, compliance risk SKMR
monitors through the indicators of compliance risk profile,
including the number and frequency of violations committed
by the Bank, the type of violation or noncompliance Bank,
the significance of the follow-up of the bank for noncompliance and violation of the provision of certain financial
transactions. SKMR also works closely with the Compliance
Unit (SKK) to monitor the legislation and new regulatory
policies, so that the Bank is not lagging information nor
liability for regulatory compliance and new regulatory
policies. SKK is also responsible for the implementation of
Anti-Money Laundering and combating the Financing of
Terrorism (AML & PPT) in the Bank.
The Bank has established the policies and the procedures
of compliance risk limits. Through the indicators of
compliance risk profiles can monitor the compliance risk
SKMR Bank to conform to the Bank's risk appetite and
immediately inform the relevant parties in order to mitigate
compliance risk as to the Bank's risk tolerance limits.
8/25
Manajemen Risiko
Risk Management
8. Risiko Reputasi
Risiko reputasi merupakan risiko yang terjadi akibat
menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang
bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank. Bank
melakukan pengukuran risiko reputasi dengan
pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Bank memantau
risiko reputasi secara berkala dengan memperhatikan
pengalaman kerugian di masa lalu akibat risiko reputasi
serta memperhatikan indikator risiko reputasi saat ini.
Indikator risiko reputasi dalam profil risiko Bank, lebih
memperhatikan dan memantau berita yang berkaitan
dengan reputasi Bank. Indikator risiko reputasi Bank
lebih fokus pada pengaruh kredibilitas pemilik dan
Bank, etika bisnis Bank yang berkaitan dengan
transparansi informasi keuangan, SDM Bank,
pemasaran produk / jasa Bank, penggunaan hak atas
kekayaan intelektual, kerjasama dengan stakeholder
lainnya, serta adanya frekuensi maupun materialitas
eksposur pemberitaan negatif Bank serta keluhan
nasabah.
8 . Reputation Risk
The Reputation risk is the risk that occurs due to decrease
the levels of stakeholder confidence that come from the
negative perceptions of the Bank. A bank measures the
reputation risk with the qualitative and quantitative
approaches. A bank regularly monitors the risk reputation
by taking into account the past experience losses due the
reputation risk and reputation risk indicators of attention
today. The Indicator of reputation risk in the Bank's risk
profile, more attention and monitoring news relating to the
Bank's reputation . Bank reputation risk indicators focuses
on the influence of the owner 's credibility and the Bank, the
Bank's business ethics relating to the transparency of
financial information, SDM Bank,
the marketing of
products/services of the Bank, the use of intellectual
property rights, cooperation with other stakeholders, as well
as the frequency and exposure reporting materiality Bank
and negative customer complaint.
Bank telah menetapkan kebijakan dan prosedur limit
risiko reputasi. Melalui indikator profil risiko reputasi,
SKMR dapat memantau risiko reputasi Bank agar
sesuai dengan risk appetite Bank dan segera
menginformasikan kepada pihak terkait untuk
melakukan mitigasi ketika indikator risiko reputasi
sampai pada batas risk tolerance Bank.
The Bank has established the policies and the procedures
at reputation risk limits. Through the profile indicator
reputation risk, reputation risk SKMR Bank can monitor to
match the Bank's risk appetite and immediately inform the
relevant parties to mitigate reputation risk as an indicator to
the Bank's risk tolerance limits.
Bank telah memiliki prosedur penanganan pengaduan
nasabah yang meliputi kebijakan, prosedur, unit kerja
yang melakukan pemantauan dan pelaporan sesuai
ketentuan.
The Bank has a customer complaints handling procedure
which includes policies, procedures, work unit monitoring
and reporting in accordance with.
SERTIFIKASI MANAJEMEN RISIKO
RISK MANAGEMENT CERTIFICATION
Sesuai dengan PBI no. 12/7/PBI/2010 tanggal 19 April 2010
tentang Perubahan Atas PBI No.11/19/ PBI/2009 tentang
Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pengurus dan Pejabat
Bank, selama tahun 2013 secara bertahap Bank telah
mengikutsertakan pengurus dan pejabat yang diwajibkan
untuk mengikuti uji kompetensi sesuai dengan level jabatan
yang bersangkutan termasuk juga penyegarannya. Hal ini
merupakan salah satu komitmen Bank untuk meningkatkan
kompetensi pengurus dan pejabat Bank terhadap
pemahaman risiko, sehingga penerapan manajemen risiko
pada semua lini Bank dapat berjalan secara efektif.
In accordance with Regulation no. 12/7/PBI/2010 dated 19
April 2010 on the Amendment of Regulation No.11/19 /
PBI/2009 on Certification of Risk Management for Managers
and Officers of the Bank , during the year 2013 gradually Bank
has included the management and officers are required to
follow the test level of competence in accordance with the
relevant positions including refreshing. This is one of the
Bank's commitment to improve the competence of
management and officers of the Bank to the understanding of
the risks , so that the application of risk management in all
lines of the Bank can run effectively .
PROFIL RISIKO
Sesuai
dengan
Peraturan
Bank
Indonesia
No.
13/01/PBI/2011 tanggal 05 Januari 2011 tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum dan Surat Edaran Bank
Indonesa No. 13/24/DPNP/ tanggal 25 Oktober 2011
tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum, maka
Bank memperhatikan cakupan penilaian penerapan
manajemen risiko melalui profil risiko Bank baik penilaian
inherent risk maupun penilaian kualitas penerapan
manajemen risiko serta menyesuaikan setiap indikator
penilaian sesuai dengan peraturan yang baru dengan
menggunakan konsep Risk Based Bank Rating (RBBR).
RISK PROFILE
In
accordance
with
Bank
Indonesia
Regulation.
13/01/PBI/2011 dated January 5, 2011 on the Assessment of
Commercial Banks and Bank Circular No. Indonesa.
13/24/DPNP / dated October 25, 2011 concerning the
Commercial Banks, a bank pays attention to the scope of risk
management assessment through better risk profile inherent
risk assessment and assessment of the quality of risk
management and assessment customizes every indicator in
accordance with the new regulations by bank using the
concept of Risk Based Rating (RBBR).
Prima Master Bank
9/25
Manajemen Risiko
Risk Management
DAFTAR TABEL MANAJEMEN RISIKO
Tabel 1
Pengungkapan Kuantitatif struktur permodalan Bank Umum
Tabel 2.1.a
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah - bank secara Individual
Tabel 2.2.a.
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak - bank
secara Individual
Tabel 2.3.a.
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi - bank secara
Individual
Tabel 2.4.a.
Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah - bank secara
Individual
Tabel 2.5.a.
Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi - bank
secara Individual
Tabel 2.6.a.
Pengungkapan Rincian Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai - bank
secara Individual
Tabel 3.1.a.
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Skala
Peringkat – bank secara Individual
Tabel 3.2.a.
Pengungkapan Risiko Kredit Pihak Lawan: Transaksi Derivatif
Tabel 3.2.b.1. Pengungkapan Risiko Kredit Pihak Lawan: Transaksi Repo - bank secara
Individual
Tabel 3.2.c.1. Pengungkapan Risiko Kredit Pihak Lawan: Transaksi Reverse Repo - bank
secara Individual
Tabel 4.1.a.
Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko Setelah
Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit - bank secara Individual
Tabel 4.2.a.
Pengungkapan Tagihan Bersih dan Teknik Mitigasi Risiko Kredit - bank secara
Individual
Tabel 6.1.1.
Pengungkapan Eksposur Aset di Neraca
Tabel 6.1.2.
Pengungkapan Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi
Rekening Administratif
Tabel 6.1.3.
Pengungkapan Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan
Pihak Lawan
Tabel 6.1.4.
Pengungkapan Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan
Setelmen
Tabel 6.1.7.
Pengungkapan Total Pengukuran Risiko Kredit
Tabel 7.1.
Pengungkapan Risiko Pasar Dengan Menggunakan Metode Standar
Tabel 7.2.a
Pengungkapan Risiko Pasar Dengan Menggunakan Model Internal (Value at
Risk/VaR) – bank secara Individual
Tabel 8.1.a.
Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional - bank secara Individual
Tabel 9.1.a.
Pengungkapan Profil Maturitas Rupiah - bank secara Individual
Prima Master Bank
10/25
Prima Master Bank
(2)
(1)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Tagihan Kepada Pemerintah
Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Tagihan Kepada Bank
Kredit Beragun Rumah Tinggal
Kredit Beragun Properti Komersial
Kredit Pegawai/Pensiunan
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Tagihan kepada Korporasi
Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
Aset Lainnya
Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Total
Kategori Portofolio
No.
0
0
0
2,215
130,589
132,804
654,237
1,183,685
24,872
43,111
16,298
0
564,440
534,964
Total
(7)
356,149.00
0.00
0.00
24,872.00
56,627.00
19,175.00
0.00
784,271.00
729,632.00
0.00
0.00
0.00
1,970,726.00
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
Wilayah 2 Wilayah 3
dst.
(4)
(5)
(6)
13,516
2,877
0
217,616
64,079
Wilayah 1
(3)
356,149
Tabel 2.1.a Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah - Bank secara Individual
Manajemen Risiko
Risk Management
11/25
Manajemen Risiko
Prima Master Bank
Risk Management
12/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 2.3.a. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank secara Individual
(Dalam Jutaan Rupiah)
No.
Sektor Ekonomi
(1)
(2)
Tagihan Kepada
Tagihan
Tagihan
Bank Pembangunan
Kepada
Kepada
Multilateral dan
Entitas Sektor
Pemerintah
Lembaga
Publik
Internasional
(3)
(4)
(5)
Tagihan
Kepada
Bank
Kredit
Beragun
Rumah
Tinggal
(37)
Kredit
Beragun
Properti
Komersial
(42)
(6)
(7)
(8)
31 Desember 2013
1 Pertanian, perburuan dan Kehutanan
2 Perikanan
3 Pertambangan dan Penggalian
4 Industri pengolahan
5 Listrik, Gas dan Air
6 Konstruksi
7 Perdagangan besar dan eceran
8 Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum
9 Transportasi, pergudangan dan komunikasi
10 Perantara keuangan
11 Real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan
12 Administrasi Pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial
wajib
13 Jasa pendidikan
14 Jasa kesehatan dan kegiatan sosial
15 Jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan
lainnya
16 Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
17 Badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya
18 Bukan Lapangan Usaha
19 Kegiatan yang belum jelas batasannya
20 Lainnya
Total
Prima Master Bank
0
0
5,595
0
0
0
14,867
0
0
0
0
0
7,987
12,858
438
0
293
0
0
0
1,896
1,600
0
0
0
0
2,494
0
1,440
272
0
0
0
0
0
0
21,616
4,446
56,626
19,176
356,149
356,149
0
0
0
13/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 2.3.a. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank secara Individual
(Dalam Jutaan Rupiah)
No.
Sektor Ekonomi
(1)
(2)
31 Desember 2013
1 Pertanian, perburuan dan Kehutanan
2 Perikanan
3 Pertambangan dan Penggalian
4 Industri pengolahan
5 Listrik, Gas dan Air
6 Konstruksi
7 Perdagangan besar dan eceran
8 Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum
9 Transportasi, pergudangan dan komunikasi
10 Perantara keuangan
11 Real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan
12 Administrasi Pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial
wajib
13 Jasa pendidikan
14 Jasa kesehatan dan kegiatan sosial
15 Jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan
lainnya
16 Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
17 Badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya
18 Bukan Lapangan Usaha
19 Kegiatan yang belum jelas batasannya
20 Lainnya
Total
Prima Master Bank
Tagihan Kepada
Kredit
Usaha Mikro,
Pegawai
Usaha Kecil dan
/Pensiunan
Portofolio Ritel
(40)
(36)
(9)
(10)
Tagihan
kepada
Korporasi
(35)
Tagihan
yang Telah
Aset
Jatuh
Lainnya
Tempo
(11)
(12)
0
2,362
0
698
0
0
24,024
3,128
146,082
(13)
Eksposur di
Unit Usaha
Syariah
(apabila ada)
(14)
158
0
156,068
0
5,032
1,250
0
50,589
137,947
0
350,930
288,538
0
6,834
12,562
0
96,599
35,800
0
1,423
0
0
27,035
43,469
0
0
0
0
1,400
2,660
0
3,905
1,129
0
29,089
41,743
0
616
0
0
0
0
0
0
0
0
27,664
15,166
0
784,268
729,632
107,570
0
107,570
14/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 2.4.a. Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah - Bank secara Individual
(Dalam Jutaan Rupiah)
No.
Keterangan
Wilayah 1
(3)
298,089
(1)
(2)
1 Tagihan
2 Tagihan yang mengalami penurunan nilai (impaired )
a. Belum jatuh tempo
b. Telah jatuh tempo
3 Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) - Individual
4 Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) - Kolektif
5 Tagihan yang dihapus buku
31 Desember 2013
Wilayah
Wilayah 2
Wilayah 3
(4)
(5)
132,804
1,158,812
11,217
287
374
24
dst.
(6)
Total
(7)
4,199
1,079
Tabel 2.5.a. Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank secara Individual
No.
(1)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Sektor Ekonomi
(2)
Posisi Tanggal Laporan
Pertanian, perburuan dan Kehutanan
Perikanan
Pertambangan dan Penggalian
Industri pengolahan
Listrik, Gas dan Air
Konstruksi
Perdagangan besar dan eceran
Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum
Transportasi, pergudangan dan komunikasi
Perantara keuangan
Real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan
Administrasi Pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib
Jasa pendidikan
Jasa kesehatan dan kegiatan sosial
Jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan
Jasa perorangan yang melayani rumah tangga
Badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya
Kegiatan yang belum jelas batasannya
Bukan Lapangan Usaha
Lainnya
Total
Prima Master Bank
Tagihan
(3)
2,520
6,293
27,152
317,017
6,283
188,536
660,314
19,833
132,693
1,423
74,000
0
4,060
7,529
72,544
616
0
2,737
0
66,155
1,589,705
(Dalam Jutaan Rupiah)
Cadangan kerugian Cadangan kerugian Tagihan yang
penurunan nilai
penurunan nilai dihapus buku
(CKPN) - Individual (CKPN) - Kolektif
Tagihan yang
Mengalami
PenurunanTelah
Nilai
Belum
Jatuh
jatuh
(4)
(5)
0
(6)
0
(7)
0
0
2,776
2,915
572
878
5,679
0
1,611
0
0
0
0
0
374
0
0
0
0
986
15,791
(8)
0
0
0
222
0
0
267
88
456
0
0
0
1
2
352
2
0
0
0
1
1,391
15/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 2.6.a. Pengungkapan Rincian Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai - Bank secara Individual
No.
Keterangan
(1)
(2)
1
Saldo awal CKPN
2
Pembentukan (pemulihan) CKPN pada periode berjalan (Net)
2.a Pembentukan CKPN pada periode berjalan
2.b Pemulihan CKPN pada periode berjalan
3
CKPN yang digunakan untuk melakukan hapus buku atas tagihan pada peride berjalan
4
Pembentukan (pemulihan) lainnya pada periode berjalan
Saldo akhir CKPN
Prima Master Bank
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
CKPN Individual CKPN Kolektif
(3)
(4)
11,556
2,036
4,235
645
15,791
1,391
16/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 3.1.a. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Skala Peringkat - Bank secara Individual
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
Tagihan Bersih
Lembaga Pemeringkat
No. Kategori Portofolio
(1)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
(2)
Tagihan Kepada
Tagihan Kepada
Tagihan Kepada
Tagihan Kepada
Kredit Beragun
Kredit Beragun
Kredit
Tagihan Kepada
Tagihan kepada
Tagihan yang Telah
Aset Lainnya
Eksposur di Unit
TOTAL
Standard and Poor's
Fitch Rating
Moody's
PT. Fitch Ratings Indonesia
PT ICRA Indonesia
PT Pemeringkat Efek Indonesia
(3)
AAA
AAA
Aaa
AAA (idn)
[Idr]AAA
idAAA
(4)
Peringkat Jangka Panjang
AA+ s.d AAA+ s.d ABBB+ s.d BBBAA+ s.d AAA+ s.d ABBB+ s.d BBBAa1 s.d Aa3
A1 s.d A3
Baa1 s.d Baa3
AA+(idn) s.d AA-(idn) A+(idn) s.d. A-(idn) BBB+(idn) s.d BBB-(idn)
[Idr]AA+ s.d [Idr]AA- [Idr]A+ s.d [Idr]A- [Idr]BBB+ s.d [Idr]BBBidAA+ s.d idAAidA+ s.d id Aid BBB+ s.d id BBB(5)
(6)
(7)
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
Tagihan Bersih
Peringkat Jangka Panjang
Peringkat Jangka Pendek
BB+ s.d BBB+ s.d BKurang dari BA-1
A-2
A-3
Kurang dari A-3
BB+ s.d BBB+ s.d BKurang dari BF1+ s.d F1
F2
F3
Kurang dari F3
Ba1 s.d Ba3
B1 s.d B3
Kurang dari B3
P-1
P-2
P-3
Kurang dari P-3
Tanpa Peringkat
BB+(idn) s.d BB-(idn) B+(idn) s.d B-(idn) Kurang dari B-(idn) F1+(idn) s.d F1(idn)
F2(idn)
F3(idn)
Kurang dari F3(idn)
[Idr]BB+ s.d [Idr]BB- [Idr]B+ s.d [Idr]B- Kurang dari [Idr]B- [Idr]A1+ s.d [Idr]A1 [Idr]A2+ s.d [Idr]A2 [Idr]A3+ s.d [Idr] A3 Kurang dari [Idr]A3
id BB+ s.d id BBid B+ s.d id BKurang dari idBidA1
idA2
idA3 s.d id A4
Kurang dari idA4
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
Prima Master Bank
Total
17/25
(16)
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 3.2.a. Pengungkapan Risiko Kredit Pihak Lawan: Transaksi Derivatif
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
Notional Amount
No
Variabel yang Mendasari
< 1 Tahun
> 1 Tahun -< 5
Tahun
>5
Tahun
Tagihan
Tagihan Kewajiban Bersih
Derivatif Derivatif sebelum
MRK
MRK
Tagihan
Bersih
setelah
MRK
BANK SECARA INDIVIDUAL
1 Suku Bunga
2 Nilai Tukar
3 Lainnya
TOTAL
BANK SECARA KONSOLIDASI
1 Suku Bunga
2 Nilai Tukar
3 Saham
4 Emas
5 Logam selain Emas
6 Lainnya
TOTAL
Prima Master Bank
18/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 3.2.b.1. Pengungkapan Risiko Kredit Pihak Lawan: Transaksi Repo - Bank secara Individual
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
No.
(1)
1
2
3
4
5
6
7
Kategori Portofolio
(2)
Tagihan Kepada Pemerintah
Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Tagihan Kepada Bank
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Tagihan kepada Korporasi
Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Total
Nilai Wajar
SSB Repo
Kewajiban
Repo
(3)
(4)
Tagihan
Bersih
(5)
ATMR
(6)
Tabel 3.2.c.1. Pengungkapan Risiko Kredit Pihak Lawan: Transaksi Reverse Repo - Bank secara Individual
No.
(1)
1
2
3
4
5
6
7
Kategori Portofolio
(2)
Tagihan Kepada Pemerintah
Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Tagihan Kepada Bank
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Tagihan kepada Korporasi
Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Total
Prima Master Bank
Tagihan
Bersih
(3)
356,149
0
0
24,874
774,073
729,376
0
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
Nilai MRK Tagihan
ATMR
Bersih
setelah
setelah
MRK
MRK
(4)
0
19,899
193,518
0
(5)
356,149
0
0
4,975
580,555
729,376
0
(6)
0
0
0
4,975
539,020
704,924
0
19/25
Prima Master Bank
Kategori Portofolio
(1)
(2)
A Eksposur Neraca
1 Tagihan Kepada Pemerintah
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
6 Kredit Beragun Properti Komersial
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
9 Tagihan kepada Korporasi
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
11 Aset Lainnya
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Total Eksposur Neraca
B Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pd Transaksi Rekening Administratif
1 Tagihan Kepada Pemerintah
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
6 Kredit Beragun Properti Komersial
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
9 Tagihan kepada Korporasi
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
11 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Total Eksposur TRA
C Eksposur akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank
5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
6 Tagihan kepada Korporasi
7 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Total Eksposur Counterparty Credit Risk
No.
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Posisi Tanggal Laporan
Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit
20%
35%
40%
45%
50%
75%
100%
150%
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
0
435,981
0
55,380
24,452
0
356,149
0
0
0%
(3)
Tabel 4.1.a. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko Setelah Memperhitungkan Dampak
Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual
0
0
0
0
17,741
17,741
1,632,166
107,570
718,693
704,924
24,874
56,854
19,251
Lainnya
(12)
(13)
ATMR
(14)
Beban
Modal
(Dalam Jutaan Rupiah)
Manajemen Risiko
Risk Management
20/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 4.2.a. Pengungkapan Tagihan Bersih dan Teknik Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
Bagian Yang Dijamin Dengan
No.
Kategori Portofolio
Tagihan
Bersih
Agunan
(1)
(2)
(3)
(4)
A Eksposur Neraca
1 Tagihan Kepada Pemerintah
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
4 Tagihan Kepada Bank
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
6 Kredit Beragun Properti Komersial
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
9 Tagihan kepada Korporasi
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
11 Aset Lainnya
12 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Total Eksposur Neraca
B Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pd Transaksi
Rekening Administratif
1 Tagihan Kepada Pemerintah
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
Tagihan Kepada Bank
4 Internasional
5 Kredit Beragun Rumah Tinggal
6 Kredit Beragun Properti Komersial
7 Kredit Pegawai/Pensiunan
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
9 Tagihan kepada Korporasi
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
11 Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Total Eksposur Rekening Administratif
C Eksposur akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit
Risk)
1 Tagihan Kepada Pemerintah
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
4
5
6
7
Internasional
Tagihan Kepada Bank
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Tagihan kepada Korporasi
Eksposur di Unit Usaha Syariah (apabila ada)
Total Eksposur Counterparty Credit Risk
Total (A+B+C)
Prima Master Bank
Garansi
(5)
356,149
0
0
24,874
56,854
19,251
0
774,073
729,376
0
107,570
356,149
2,068,147
435,981
0
0
0
0
0
0
0
17,741
0
0
17,741
35,482
Asuransi
Kredit
Lainnya
(6)
(7)
Bagian Yang
Tidak
Dijamin
(8) = (3)[(4)+(5)+(6)
+(7)]
55,380
24,452
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
24,874
56,854
19,251
0
718,693
704,924
0
107,570
0
1,632,166
0
0
0
0
0
0
0
0
17,741
0
0
17,741
35,482
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2,103,629
0
0
0
0
0
1,667,648
0
435,981
0
0
0
0
0
0
21/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Perhitungan ATMR Risiko Kredit Pendekatan Standar - Bank secara Individual
Tabel 6.1.1. Pengungkapan Eksposur Aset di Neraca
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
No
Kategori Portofolio
(1)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
(2)
Tagihan Kepada Pemerintah
Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Tagihan Kepada Bank
Kredit Beragun Rumah Tinggal
Kredit Beragun Properti Komersial
Kredit Pegawai/Pensiunan
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Tagihan kepada Korporasi
Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
Aset Lainnya
TOTAL
Tagihan
Bersih
(3)
356,149
0
0
24,874
56,854
19,251
0
774,073
729,376
0
107,570
2,068,147
ATMR Sebelum ATMR Setelah
MRK
MRK
(4)
(5)
0
0
0
4,975
22,410
19,251
0
580,555
729,376
0
0
1,356,567
0
0
0
4,975
22,410
19,251
0
539,020
704,924
0
78,123
1,368,703
Tabel 6.1.2. Pengungkapan Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
No
Kategori Portofolio
(1)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
(2)
Tagihan Kepada Pemerintah
Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
Tagihan Kepada Bank
Kredit Beragun Rumah Tinggal
Kredit Beragun Properti Komersial
Kredit Pegawai/Pensiunan
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Tagihan kepada Korporasi
Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
TOTAL
Prima Master Bank
Tagihan
Bersih
(3)
0
0
0
0
0
0
0
17,741
0
0
17,741
ATMR Sebelum ATMR Setelah
MRK
MRK
(4)
(5)
0
0
0
0
0
0
0
13,305
0
0
13,305
0
0
0
0
0
0
0
13,305
0
0
13,305
22/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 6.1.3. Pengungkapan Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan
(Counterparty Credit Risk)
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
No
Kategori Portofolio
(1)
Tagihan Bersih
(2)
(3)
ATMR
ATMR
Sebelum MRK Setelah MRK
(4)
(5)
1
Tagihan Kepada Pemerintah
0
0
0
2
Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
0
0
0
3
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional
0
0
0
4
Tagihan Kepada Bank
0
0
0
8
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
0
0
0
0
0
0
0
0
0
9 Tagihan kepada Korporasi
TOTAL
Tabel 6.1.4. Pengungkapan Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan Setelmen
(settlement risk)
(Dalam Jutaan Rupiah)
No
Jenis Transaksi
(1)
1 Delivery versus payment
(2)
31 Desember 2013
Nilai Eksposur
Faktor
ATMR
Pengurang Modal Setelah MRK
(3)
(4)
(5)
a. Beban Modal 8% (5-15 hari)
b. Beban Modal 50% (16-30 hari)
c. Beban Modal 75% (31-45 hari)
d. Beban Modal 100% (lebih dari 45 hari)
2
Non-delivery versus payment
TOTAL
Tabel 6.1.7. Pengungkapan Total Pengukuran
31 Desember 2013
TOTAL ATMR RISIKO KREDIT
TOTAL FAKTOR PENGURANG MODAL
Prima Master Bank
1,382,008
2,228
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2012
1,163,287
5,175
23/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 7.1. Pengungkapan Risiko Pasar Dengan Menggunakan Metode Standar
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
No.
(1)
1
Bank
Jenis Risiko
Beban Modal
ATMR
(3)
(4)
(2)
Konsolidasi
Beban Modal ATMR
(5)
(6)
1 Risiko Suku Bunga
a. Risiko Spesifik
b. Risiko Umum
2
2 Risiko Nilai Tukar
3
3 Risiko Ekuitas *)
4
4 Risiko Komoditas *)
5
5 Risiko Option
Tabel 7.2.a Pengungkapan Risiko Pasar Dengan Menggunakan Model Internal (Value at Risk/VaR) - Bank
secara Individual
(Dalam Jutaan Rupiah)
No.
Jenis Risiko
VaR Rata-rata
(1)
(2)
1 Risiko Suku Bunga
2
Risiko Nilai Tukar
3
Risiko Option
31 Desember 2013
Var Maksimum Var Minimum
(3)
(4)
Var akhire Perode
(5)
(6)
Total
Tabel 8.1.a. Pengungkapan Kuantitatif Risiko Operasional - Bank secara Individual
(Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2013
No.
Pendekatan Yang Digunakan
(1)
(2)
1
Pendapatan Bruto
(Rata-rata 3tahun
terakhir)
(3)
Beban
Modal
(4)
ATMR
(5)
Pendekatan Indikator Dasar
Total
Prima Master Bank
24/25
Manajemen Risiko
Risk Management
Tabel 9.1.a. Pengungkapan Profil Maturitas Rupiah - Bank secara Individual
(Dalam Jutaan Rupiah)
No
Pos-pos
(1)
(2)
I NERACA
A Aset
1
Kas
2
Penempatan pada Bank Indonesia
3
Penempatan pada bank lain
4
Surat Berharga
5
Kredit yang diberikan
6
Tagihan lainnya
7
Lain-lain
Total Aset
B. Kewajiban
1
Dana Pihak Ketiga
2
Kewajiban pada Bank Indonesia
3
Kewajiban pada bank lain
4
Surat Berharga yang Diterbitkan
5
Pinjaman yang Diterima
6
Kewajiban lainnya
7
Lain-lain
Total Kewajiban
Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca
II REKENING ADMINISTRATIF
A. Tagihan Rekening Administratif
1
1. Komitmen
2
2. Kontijensi
Total Tagihan Rekening Administratif
B. Kewajiban Rekening Administratif
1
1. Komitmen
2
2. Kontijensi
Total Kewajiban Rekening Administratif
Saldo
< 1 bulan
(3)
(4)
35,107
352,598
22,871
3,551
1,589,705
0
10,517
2,014,349
1,667,916
0
145,353
0
0
0
31 Desember 2013
Jatuh Tempo
> 1 bln s.d. 3 > 3 bln s.d. 6 >6 bln s.d.12 > 12 bulan
bln
bln
bln
(5)
35,107
146,453
20,000
(6)
(7)
(8)
34,661
38,428
223,880
222,555
326,854
326,882
133,056
2,871
3,551
489,534
0
425,440
7,827
230,382
1,727
363,242
845
366,155
118
629,130
1,330,743
200,712
33,455
3,976
99,030
126,490
4,249
14,614
0
0
35,244
0
16,479
890
836
17,039
1,848,513
1,457,233
221,440
48,959
4,812
116,069
165,836
-1,031,793
8,942
314,283
361,343
513,061
0
4,132
4,132
0
4,132
4,132
0
0
0
283,691
49,160
54,048
89,567
87,941
2,975
22,923
22,923
306,614
49,160
76,971
89,567
87,941
2,975
Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif
-302,482
-49,160
-72,839
-89,567
-87,941
-2,975
Selisih [(IA-IB)+(IIA-IIB)]
-136,646
-1,080,953
-63,897
224,716
273,402
510,086
Selisih Kumulatif
Prima Master Bank
25/25
Download