BAB II LANDASAN TEORI

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 NDLC (Network Development Life Cycle)
Menurut Forouzan (2005), Network Development Life Cycle (NDLC)
merupakan suatu metode pengembangan sistem, yang merupakan turunan dari
Sistem Development Life Cycle (SDLC). Terdapat beberapa pendapat
mengatakan bahwa konsep-konsep dari NDLC sangat mirip dengan konsep
SDLC.
Metode desain jaringan atau NDLC, melibatkan tiga langkah yang
dilakukan berulang kali, yaitu Need Analysis, Technology Design, dan Cost
assessment. Proses ini dimulai dengan analisis kebutuhan, dimana Network
Designer berusaha untuk memahami jaringan yang digunakan saat ini dan yang
akan digunakan di masa depan kebutuhan mendasar pengguna, aplikasi,
departemen (Sumber: Gerald, et al [2010])
Gambar 2.1 NDLC
(Sumber: Gerald, et al [2010])
2.1.1 Tahap Analisis
Tahap awal pada metode Network Development Life Cycle (NDLC)
adalah tahap analisis. Didalam tahap ini dibagi lagi menjadi dua tahapan yaitu
baselining dan needs analysis. Tahapan analisis dapat dilihat pada gambar
berikut ini :
Analysis
Phase
Needs
Analysis
Baselining
Scope
Needs
User
Needs
Gambar 2.2 Tahap analisis
(Sumber: Forouzan, [2006])
Baselining merupakan pengukuran dan pencatatan suatu sistem jaringan
yang sudah ada dan dilakukan pada jangka waktu tertentu. Analisis ini meliputi:
1.
Pengguna sistem. Pengguna merupakan bagian terpenting dalam
sebuah sistem. Pengguna sistem di analisis dari aplikasi apa saja
yang di gunakan dalam sistem dan juga waktu penggunaan sisten
tersebut.
2.
Protocol, yang perlu dianalisis disini adalah jenis protocol yang
digunakan oleh system tersebut, versi dari protocol.
3.
Program aplikasi, berisikan tentang tipe aplikasi, kegunaan dari
aplikasi tersebut untuk sistem.
4.
Traffic jaringan. Dalam suatu jaringan, kita akan dapat mengetahui
lalu lintas data dengan menganalisis traffic jaringannya.
Need Analysis, analisis ini mendifinisikan karakteristik dari sistem
jaringan yang akan dibangun. Needs analysis terdiri dari dua komponen yaitu :
1.
Scope analysis needs dalam hal ini fokus analisis adalah pada
ruang lingkup dari jaringan yang akan dibuat. Analisis yang
dilakukan meliputi tiga bagian yaitu : local network, backbone
network, dan global connection.
2.
User needs analysis fokus yang dilakukan dalam hal ini adalah
melakukan penganalisisan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Menurut Forouzan, 2006, beberapa metode dalam pengumpulkan
informasi, antara lain :
1.
Sampling, Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan data sampel
yang mempresentasikan kebutuhan dari pengguna secara umum.
2.
Interviewing, Tahapan ini merupakan cara pengumpulan data dari
pengguna dengan cara melakukan wawancara pada pengguna.
3.
Questionnaire, Tahapan ini biasanya dilakukan dengan cara
memberikan pertanyaan seputar topik yang kita buat dengan
menggunakan media kertas
4.
Observation, Teknik ini untuk mengetahui keadaan sebenarnya
dari system yang lama. Analis bisa saja menggunakan aplikasi
untuk mengukur bandwidth yang di butuhkan, tetapi untuk
mengetahui topologi yang di gunakan, seorang analis bisa saja
langsung terjun ke lapangan.
5.
Prototyping, Para analis biasanya menggunakan data yang sudah
ada untuk mengembangkan sistemnya.
2.1.2 Tahap Disain
Dalam tahap disain sistem akan dirancang sesuai dengan analisis yang
sudah dilakukan dan juga sesuai dengan kebutuhan. Dalam tahapan ini, dibagi
menjadi empat yaitu: menentukan upper-layer protocols, menentukan lower-
layer protocols, menentukan hardware, dan menentukan global connection.
Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan pada gambar berikut :
Gambar 2.3 Tahapan Disain NDLC
( Sumber : Forouzan, [2006] )
Hal yang pertama dilakukan adalah menetukan protokol pada upperlayer protokol pada lower-layer, tahap berikutnya adalah menentukan hardware
yang digunakan. Penentuan hardware berdasarkan informasi yang didapkan dari
laporan analisis ruang lingkup jaringan dan protocol yang digunakan pada
lower-layer. Langkah berikutnya pada tahapan disain adalah menentukan
bagaimana suatu organisasi dapat saling terkoneksi dengan organisasi lainnya
atau tempat lainnya pada satu organisasi.
2.1.3
Tahap Implementasi
Setelah tahap disain dilakukan, maka akan di lanjutkan ke tahap
implementasi. Pada tahap ini ada beberapa aktivitas yang dilakukan,
seperti:
Gambar 2.4 Tahapan Implementasi NDLC
( Sumber : Forouzan, [2006] )
Pada tahap implementasi, ada beberapa tahapan-tahapan yang perlu
diperhatikan, yaitu :
1.
Purchasing, Pada tahap ini, akan dipersiapkan segala keperluan hardware
dan software untuk sistem yang akan dibangun.
2.
Installation, Tahapan ini merupakan proses installasi hardware atau
software yang telah dipersiapkan pada tahap sebelumnya.
3.
User Training, Pada tahapan ini dilakukan pelatihan untuk pengguna yang
menggunakan
sistem
jaringan
tersebut.
Selain
itu
juga
dapat
diinformasikan keuntungan apa yang di dapat setelah proses perubahan
terhadap sistem dilakukan. Pelatihan dapat dilakukan secara individual
atau berkelompok sesuai dengan tingkat pengetahuannya.
4.
Testing, Tahapan ini dilakukan berdasarkan dari catatan respon pengguna
terhadap sistem. Tahap ini dibutuhkan untuk menganalisis kelemahan
sistem tersebut.
5.
Documentation, Tahap yang terakhir adalah dokumentasi sistem yang kita
buat. Tahap ini bertujuan agar setiap pembaharuan yang kita buat untuk
sistem dapat kita catat dan kita jadikan acuan. Dokumen dibedakan
menjadi dua, yaitu:
1.
Dokumentasi untuk pengguna
Dokumen ini berisi tata cara penggunaan sistem dan permasalahan
yang mungkin terjadi pada sistem tersebut.
2.
Dokumentasi sistem
Dokumentasi ini menjelaskan mengenai jaringan itu sendiri dengan
tujuan agar perawatan dan modifikasi oleh orang yang bukan
pengembang aslinya lebih mudah dilakukan.
2.2.
IP PBX
IP PBX atau Internet Protocol Private Branch Exchange adalah PABX
yang menggunakan teknologi IP. IP PBX adalah perangkat switching
komunikasi telepon dan data berbasis teknologi Internet Protocol (IP) yang
mengendalikan ekstension telepon analog (TDM) maupun ekstension IP Phone.
Fungsi-fungsi yang dapat dilakukan antara lain penyambungan, pengendalian,
dan pemutusan hubungan telepon; translasi protokol komunikasi; translasi
media komunikasi atau transcoding; serta pengendalian perangkat-perangkat IP
Teleponi seperti VoIP Gateway, Access Gateway, dan Trunk Gateway.
Solusi berbasis IP PBX merupakan konsep jaringan komunikasi generasi
masa depan atau dikenal dengan istilah NGN (Next Generation Network) yang
dapat mengintegrasikan jaringan telepon konvensional (PSTN/POTS), jaringan
telepon bergerak (GSM/CDMA), jaringan telepon satelit, jaringan Cordless
(DECT), dan jaringan berbasis paket (IP/ATM).
IP PBX membawa kemampuan multilayanan di jaringan IP ke dunia
komunikasi teleponi, sehingga akan memungkinkan semakin banyak layanan
komunikasi yang dapat berjalan di atas jaringan IP. Multilayanan tersebut
adalah Voicemail dan Voice Conference, Interactive Voice Response (IVR),
Automatic Call Distribution (ACD), Computer Telephony Integration (CTI),
Unified Messaging System (UMS), Fax server dan Fax on Demand, Call
Recording System, Billing System, serta Web-based Management System.
IP PBX dapat mendukung antarmuka trunk Analog FXO/FXS; Digital E1MFC R2, ISDN BRI, ISDN PRI; IP (H.323/SIP/IAX); dan Analog Tie Line
E&M. Selain itu, IP PBX dapat mendukung antarmuka extensions Analog
FXO/FXS; ekstension Digital; ISDN Interface BRI (2B+D); dan TCP IP
(H.323/SIP/IAX).
IP PBX adalah kombinasi dari switch / router dan sebuah PBX yang
menangani Voice over IP (VoIP).
Gambar 2.5 Struktur sistem telepon menggunakan IP PBX
(Sumber: Silicon Press, www.silicon-press.com , [2010])
Dalam sebuah IP PBX, komputer dapat berada dalam sebuah shared LAN
yang terhubung ke IP PBX. Di sisi lain, telepon harus langsung terhubung dengan
IP PBX. Hal ini untuk menghindari masalah-masalah Quality of Service (QoS)
yang timbul jika kedua komputer dan telepon berada pada LAN bersama. Dalam
kasus seperti itu, paket suara harus bersaing dengan paket data untuk shared LAN.
Kualitas suara telepon yang kurang baik akan dihasilkan jika paket-paket suara
tidak ditransmisikan dalam waktu yang tepat.
2.3. Teknologi Fax
2.3.1 Mesin Fax
Mesin fax adalah alat yang digunakan untuk mengirimkan atau
menerima dokumen teks atau gambar melewati jaringan telepon. Mesin fax
biasa terdiri dari scanner, printer dan modem.
Gambar 2.6 Fax konvensional
(Sumber: David Hanes, Gonzalo Salgueiro, [2008] )
Scaner di gunakan untuk digitalisasi gambar selama proses pengiriman fax
berlangsung, sedangkan printer di gunakan untuk mencetak saat dokumen fax
diterima dan modem digunakan untuk mengirim dan menerima data transmisi
melalui jaringan telepon.
Gambar 2.7 struktur dan proses sistem fax yang sederhana
(Sumber: David Hanes, Gonzalo Salgueiro, [2008] )
2.3.2 Teknologi Fax Over Internet Protocol (FoIP)
Internet faxing menggunakan prinsip yang sama seperti pengiriman fax
melalui PSTN, tetapi sebagai gantinya menggunakan IP jaringan sebagai media
komunikasi. Hal ini dapat menjadi pilihan, fleksibel, murah untuk transmisi
dokumen. Standar komponen fax over IP termasuk terminal faks dan gateway.
Sebuah peralatan terminal fax yang dirancang untuk bekerja pada PSTN atau
malah mungkin menjadi perangkat lunak host pada komputer.
Fax Over IP adalah penyimpangan dari Voice over Internet Protocol
(VoIP) karena pembuatannya menggunakan protokol baru (T.38) bukannya
codec suara. Namun, baik VoIP dan FoIP memiliki fitur manajemen sesi yang
sama dalam keduanya memiliki tahap koneksi, pemutusan dan negosiasi. Dalam
VoIP data audio dan dikirim melalui codec kompresi audio misalnya G.117.
Dalam FoIP data adalah T.30 bukan data audio dan T.30 tidak menggunakan
skema kompresi. Karena T.30 data cukup dikompresi dalam dirinya sendiri,
tidak ada kebutuhan untuk kompresi tapi kebanyakan integritas data, dan seperti
digambarkan dalam diagram di bawah ini, FoIP menggunakan protokol yang
disebut T.38 untuk mentransfer data fax over IP.
Gambar 2.8 Format data yang disampaikan dari pengirim ke penerima
dalam VoIP dan FoIP.
(Sumber: GFI White paper)
2.3.3 Pengolahan Data FoIP
Menurut Pengolahan data FoIP terdiri dari langkah berikut: sinyal, encoding,
transportasi, dan kontrol gateway (Dandekar, 2008).:
1. Signaling: Tujuan dari protokol signaling adalah untuk membuat dan
mengelola sambungan atau panggilan antara endpoints. H.323 dan
protokol SIP adalah dua standar yang banyak digunakan untuk call setup
dan manajemen.
2.
Encoding dan Transportasi: Setelah koneksi setup, faks harus di
tranmisikan oleh segmentasi sinyal faks ke dalam aliran paket. Langkah
pertama dalam proses ini adalah dengan menggunakan analog ke digital.
3. Gateway Control: Jaringan IP sendiri kemudian harus memastikan bahwa
komunikasi real time diangkut di sistem telepon yang akan dikonversi oleh
gateway untuk interoperation dengan skema multimedia berbasis IP yang
berbeda atau karena panggilan sedang ditempatkan ke PSTN.
2.3.4 Hylafax
Hylafax adalah fax server terkemuka untuk sistem komputer yang di tulis
oleh Sam Leffler. Hylafax menggunakan desain client-server dan mendukung
pengiriman dan penerimaan faks serta halaman teks, pada skala apapun dari
rendah ke volume yang sangat tinggi, jika perlu memanfaatkan sejumlah besar
modem. Ini adalah open source, perangkat lunak bebas dan dapat digun.akan
secara komersial tanpa biaya
Hylafax dirilis ke publik pada bulan Juni 1991. Leffler bekerja selama
beberapa tahun pada FlexFAX, menambahkan fitur baru dan port perangkat lunak
untuk platform baru. Pada bulan April 1995 FlexFAX dinamai Hylafax.
2.4. Session Initiation Protocol (SIP)
SIP (Session Initiation Protocol) adalah sebuah protokol berbasis ASCII,
yakni protokol kendali layer-aplikasi (application layer) yang digunakan untuk
membentuk, merawat dan menterminasi (mengakhiri) panggilan-panggilan di
antara dua endpoint atau lebih (Rafiudin Rahmat, 2006).
Sesi SIP melibatkan satu atau lebih peserta dan dapat menggunakan
unicast atau multicast komunikasi. Menggunakan beberapa Internet protokol,
seperti HTTP dan SMTP, SIP adalah text-encoded dan sangat extensible. SIP
dapat diperpanjang untuk mengakomodasi fitur dan layanan seperti layanan call
control, mobilitas, interoperabilitas dengan sistem telepon yang ada, dan banyak
lagi.
SIP berkarakteristik client-server, karena Request diberikan oleh client dan
Request ini dikirimkan ke server. Kemudian server mengolah Request dan
memberikan tanggapan (response) terhadap Request tersebut ke client. Request
dan tanggapan (response) terhadap Request disebut transaksi SIP.
2.4.1 Fungsi Session Initiation Protocol (SIP)
Fungsi SIP terdiri dari tiga fungsi, yaitu:
1.
Call Initiation

Membangun sebuah sesi komunikasi

Negosisasi media transfer protocol

Mengundang user agent lain untuk bergabung di dalam sesi
komunikasi.
2. Call Modification

Bila perlu, SIP dapat memodifikasi sesi komunikasi
3. Call Termination

Menutup sesi komunikasi
2.4.2 Susunan Protokol SIP
Protokol SIP didukung oleh beberapa protokol, antara lain RSVP
(Resource Reservation Protocol) untuk melakukan pemesanan resource pada
jaringan, RTP (Real-time Transport Protocol) dan RTCP (Real-Time Transport
Control Protocol) untuk mentransmisikan media dan mengetahui kualitas
layanan, serta SDP (Session Description Protocol) untuk mendeskripsikan sesi
media. Secara default, SIP menggunakan protokol UDP (User Datagram
Protocol), tetapi pada beberapa kasus dapat juga menggunakan TCP (Transport
Control Protocol) sebagai protokol transport.
.2.4.2.1 RSVP (Resource Reservation Protocol)
RSVP bekerja pada layer transport. Digunakan untuk menyediakan
bandwidth agar data suara yang dikirimkan tidak mengalami delay ataupun
kerusakan saat mencapai alamat tujuan unicast maupun multicast.
2.4.2.2 RTP (Real-time Transport Protocol)
Protokol RTP menyediakan transfer media secara real-time pada jaringan
paket. Protokol RTP menggunakan protokol UDP dan header RTP mengandung
informasi kode bit yang spesifik pada tiap paket yang dikirimkan, hal ini
membantu si penerima untuk melakukan antisipasi jika terjadi paket yang hilang.
2.4.2.3 RTCP (Real-time Transport Control Protocol)
Protokol RTCP merupakan protokol yang megendalikan transfer media.
Protokol ini bekerja sama dengan protokol RTP. Dalam satu sesi komunikasi,
protokol RTP mengirimkan paket RTCP secara periodik untuk memperoleh
informasi transfer media dalam memperbaiki kualitas layanan.
2.4.2.4 SDP (Session Description Protocol)
Protokol SDP merupakan protokol yang mendeskripsikan media dalam
suatu komunikasi. Tujuan protokol SDP adalah untuk memberikan informasi
aliran media dalam satu sesi komunikasi agar penerima yang menerima informasi
tersebut dapat berkomunikasi.
2.4.3 Komponen SIP
Dalam hubungannya dengan IP Telephony, ada dua komponen yang ada
dalam sistem SIP, yaitu:
1.
User agent
User agent terdiri dari dua komponen utama yaitu:
a.
User Agent Client (UAC)
User agent ini bertugas memulai sesi komunikasi.
b. User Agent Server (UAS)
User agent ini bertugas menerima atau menanggapi sesi komunikasi.
2.
Network Server
Agar user pada jaringan SIP dapat memulai suatu panggilan dan dapat
pula di panggil, maka user terlebih dahulu harus melakukan registrasi agar
lokasinya dapat di ketahui. Registrasi dapat dilakukan dengan mengirimkan pesan
REGISTER ke server SIP. Lokasi user dapat berbeda-beda sehingga untuk
mendapatkan lokasi user yang actual diperlukan location server. Pada jaringan
SIP, ada tiga tipe network server, yaitu:
a.
Proxy Server
Proxy Server adalah komponen penengah antar user agent,
bertindak sebagai server dan client yang menerima Request message dari
user agent dan menyampaikan pada user agent lainnya. Request dapat
dilayani sendiri atau disampaikan (forward) pada proxy server lain. Proxy
server bertugas menerjemahkan dan/atau menulis ulang Request message
sebelum menyampaikan pada user agent tujuan atau proxy lain.
b. Redirect server
Komponen ini adalah komponen yang menerima Request message
dari user agent, memetakan alamat SIP user agent atau proxy server
tujuan kemudian menyampaikan hasil pemetaan kembali pada user agent
pengirim (UAC). Redirect Server tidak menyimpan state sesi komunikasi
antara UAC dan UAS setelah pemetaan disampaikan pada UAC. Redirect
server berbeda dengan proxy server, yaitu tidak dapat memulai inisiasi
Request message. Selain itu, redirect server tidak dapat menerima dan
menutup sesi komunikasi.
c.
Register Server
Register server adalah komponen yang menerima Request message
REGISTER. Register server menyimpan database user untuk otentikasi
dan lokasi sebenarnya (berupa IP dan port) agar user yang terdapat dapat
duhubungi oleh komponen SIP lainnya (berfungsi sebagai Location Server
juga). Register server dapat dipasangkan dengan Proxy Server.
2.4.4. SIP Request
Ada enam tipe pesan request, antara lain:
1. INVITE
Pesan ini digunakan untuk memulai suatu komunikasi atau mengundang
user agent lain untuk bergabung dalam sesi komunikasi. Message body
pesan INVITE berisikan deskripsi media yang dapat digunakan dalam
komunikasi.
2. ACK
Pesan ini berfungsi memberitahukan bahwa client telah menerima
tanggapan terakhir terhadap INVITE. Message body pada pesan ACK
dapat membaca deskripsi media yang akan digunakan oleh user yang
dipanggil.
3. BYE
Pesan ini dikirim oleh client untuk mengakhiri komunikasi.
4. CANCEL
Pesan CANCEL dikirim untuk membatalkan pesan Request (INVITE).
5. OPTIONS
Pesan ini dikirimkan oleh client ke server untuk mengetahui tentang
informasi kemampuan server.
6. REGISTER
Client dapat melakukan registrasi lokasinya dengan mengirimkan pesaN
REGISTER ke server SIP dimana server yang menerima pesan REGISTER
disebut SIP Register.
2.5
H.323
H.323 merupakan protokol standar yang direkomendasikan oleh ITU-T
yang mendefinisikan komunikasi multimedia real-time dan konferensi melalui
jaringan packet-based yang tidak menyediakan guaranteed QoS seperti LAN dan
Internet. Jaringan berbasis paket tersebut antara lain internet Protocol (IP),
internet Packet Exchange (IPX), Local Area Network (LAN), Enterprise Network
(EN), Metropolitan Area Network (MAN), dan Wide Area Network (WAN).
Standar ini bukan standar yang berdiri sendiri tetapi merupakan kumpulan dari
beberapa komponen, protokol dan prosedur dalam membangun layanan
komunikasi multimedia yang menerangkan set voice, video dan standar konferensi
data.
2.5.1
Komponen H.323
Standar H.323 terdiri atas empat komponen yang jika disatukan dalam
suatu jaringan akan memberikan layanan komunikasi multimedia point to point
dan multipoint.
a) Terminal (Endpoints)
Digunakan untuk komunikasi multimedia yang realtime bidirectional.
Terminal H.323 dapat berupa sebuah personal computer. Tujuan utama
terminal H.323 adalah agar dapat berinteroperasi dengan terminal
terminal multimedia lainnya.
Terminal H.323 kompatibel dengan terminal H.324 pada Switch Circuit
Network (SCN)
Elemen-elemen terminal dalam lingkup H.323:
- video codec (H.261, H.263)
- audio codec (G.711, G722, G.728, G.729)
- receiver path delay (mengatur sinkronisasi pengiriman pesan)
- fungsi kendali H.245 (mengatur pesan kendali untu H.323)
- layer H.255.0 (mengatur saluran logika audio, video, atau
informasi kendali.)
Gambar 2.9 Perbandingan Codec Audio
b) Gateway
Fungsi dari gateway adalah menghubungkan dua jaringan yang berbeda.
Gateway H.323 menghubungkan jaringan H.323 dengan jaringan nonH.323. Contoh, gateway dapat menghubungkan komunikasi terminal
H.323 dengan Switch Circuit Network (misalnya PSTN). Gateway tidak
diperlukan untuk komunikasi antara dua terminal yang berada pada
jaringan H.323.
c) Gatekeeper
Gatekeeper Merupakan pusat dari semua panggilan yang terjadi pada
network H.323. Menyediakan layanan-layanan seperti pengalamatan,
otorisasi, manajemen bandwith, dan call-routing. Memetakan nomer IP ke
nomer analog (sehingga kita tidak perlu tahu alamat IP tujuan, kita hanya
perlu men-dial no tujuan saja).
d) Multipoint Control Unit
Fungsi dari Multipoint Control Unit adalah memberikan dukungan untuk
konferensi tiga atau lebih terminal H.323 Semua terminal yang akan
berpartisipasi dalam melakukan konferensi terlebih dahulu melakukan
koneksi dengan multipoint control unit
Bertugas mengatur resource,
negosiasi antar terminal, penentuan audio atau video decoder (codec).
Gatekeeper, gateway, dan Multipoint Control Unit secara logika memang
terpisah tetapi dapat diimplementasikan sebagai single physical device.
2.5.2
Protokol-Protokol pada H.323
Pada H.323 terdapat beberapa protokol dalam pengiriman data yang
mendukung agar data terkirim real-time. Protokol – protokol tersebut tidak
semuanya merupakan rekomendasi ITU-T tapi ada juga yang merupakan
rekomendasi IETF.
Dibawah ini dijelaskan beberapa protokol pada layer network dan transport:
1. H.26x codec’s Rekomendasi mengenai proses digitalisasi sinyal video
analog. Contohnya : H.261 dan H.263.
2. G.7xx codec’s Rekomendasi - rekomendasi ini mendefinisikan mengenai
coding dan decoding sinyal suara analog ke format digital beserta dengan
format kompresinya. Contohnya : G.711, G.729, G.722, G.723 dan
lainlain.
3. T.120 Protokol untuk mengatur pertukaran data pada saat terjadi panggilan
multimedia. Misalnya white boarding, chat, dan lain-lain.
4. H.245 Protokol ini berfungsi untuk membangun kanal logikal (logical
channel) yang akan menjadi kanal transmisi media. Setelah proses setup
hubungan antara dua endpoint berhasil dilakukan menggunakan H.225.0
dan Q.931.
5. H.225.0 Jika gatekeeper terdapat dalam suatu network maka H.225.0
mengatur proses registrasi terminal ke gatekeeper tersebut dan mengatur
pula proses admisi di jaringan tersebut. Jika gatekeeper tidak ada maka
H.225 digunakan untuk proses setup dan cleardown panggilan, bekerja
sama denga protokol Q.931.
6. Q.931 digunakan bersama H.225.0 untuk membangun hubungan H.323
H.225.0 di sisipkan dalam pesan UUIE (User to User Information
Element) dari Q.931 untuk menyediakan informasi tambahan yang tidak
tersedia dalam format Q.931 misalnya informasi mengenai IP address.
7. RTP (Real Time Transport Protocol). RTP merupakan protokol yang
digunakan untuk mendapatkan transmisi multimedia (suara dan video)
secara real time. Pada saat ditransmisikan melalui jaringan IP, RTP
menempati layer di atas UDP.
8. RTCP (RTP Control Protocol). Merupakan suatu protocol yang biasanya
digunakan bersama-sama dengan RTP. RTCP mirip dengan RTP, RTCP
digunakan untuk mengirimkan paket control setiap terminal yang
berpartisipasi pada percakapan yang digunakan sebagai informasi untuk
kualitas transmisi pada jaringan.
2.6
Protokol penunjang.
Protokol-protokol lain yang ikut berperan dalam proses transfer data suara
pada jaringan VoIP diantaranya adalah protokol TCP/IP (Transfer Control
Protocol/Internet Protocol), karena protokol ini merupakan protokol yang
digunakan pada jaringan Internet. Protokol ini terdiri dari dua bagian besar, yaitu
TCP dan IP. Selain itu terdapat juga protokol UDP (User Datagram Protocol).
Masing-masing protokol akan dijelaskan sebagai berikut:
2.6.1
Transmission Control Protocol (TCP)
Dalam mentransmisikan data pada layer Transport, ada dua protokol yang
berperan yaitu TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram
Protocol). TCP merupakan protokol yang connection-oriented yang artinya
menjaga reliabilitas hubungan komunikasi end-to-end. Konsep dasar cara kerja
TCP adalah mengirim dan menerima segment– segment informasi dengan panjang
data bervariasi pada suatu datagram internet.
TCP menjamin realibilitas hubungan komunikasi karena melakukan
perbaikan terhadap data yang rusak, hilang atau kesalahan kirim. Hal ini
dilakukan dengan memberikan nomor urut pada setiap oktet yang dikirimkan dan
membutuhkan sinyal jawaban positif dari penerima berupa sinyal ACK
(acknowledgment). Jika sinyal ACK ini tidak diterima pada interval pada waktu
tertentu, maka data akan dikirimkan kembali. Pada sisi penerima, nomor urut tadi
berguna untuk mencegah kesalahan urutan data dan duplikasi data.
TCP juga memiliki mekanisme fllow control dengan cara mencantumkan
informasi dalam sinyal ACK mengenai batas jumlah oktet data yang masih boleh
ditransmisikan pada setiap segment yang diterima dengan sukses.
Dalam hubungannya dengan VoIP, TCP digunakan pada saat signaling,
TCP digunakan untuk menjamin setup suatu panggilan pada tahap signaling. TCP
tidak digunakan dalam pengiriman data suara pada VoIP karena pada suatu
komunikasi data VoIP penanganan data yang mengalami keterlambatan lebih
penting daripada penanganan paket yang hilang.
2.6.2 User Datagram Protocol (UDP)
Menurut Mansfield (2004), User Datagram Protocol (UDP) adalah
protokol transport yang hanya berhubungan dengan komunikasi antara dua endpoint (misalnya aplikasi client dan aplikasi server pada mesin remote) yang
merupakan salah satu protokol utama diatas IP merupakan transport protokol
yang lebih sederhana dibandingkan dengan TCP. UDP digunakan untuk situasi
yang tidak mementingkan mekanisme reliabilitas. Header UDP hanya berisi
empat field yaitu source port, destination port, length dan UDP checksum dimana
fungsinya hampir sama dengan TCP, namun fasilitas checksum pada UDP bersifat
opsional.
Untuk mengurangi jumlah paket yang hilang saat pengiriman data (karena
tidak terdapat mekanisme pengiriman ulang) maka pada teknologi VoIP
pengiriman data banyak dilakukan pada private network.
2.6.3 Internet Protocol (IP)
Internet Protocol (IP) didesain untuk interkoneksi sistem komunikasi
komputer pada jaringan paket switched. Pada jaringan TCP/IP, sebuah komputer
diidentifikasi dengan alamat IP. Tiap-tiap komputer memiliki alamat IP yang
unik, masing-masing berbeda satu sama lainnya. Hal ini dilakukan untuk
mencegah kesalahan pada transfer data.
Selanjutnya protokol data akses berhubungan langsung dengan media
fisik. Secara umum protokol ini bertugas untuk menangani pendeteksian
kesalahan pada saat transfer data. Untuk komunikasi datanya, Internet Protocol
mengimplementasikan dua fungsi dasar yaitu pengalamatan dan fragmentasi.
Salah satu hal penting dalam pengiriman informasi adalah metode pengalamatan
pengirim dan penerima.
Saat ini terdapat standar pengalamatan yang sudah digunakan yaitu IPv4
dengan alamat yang terdiri dari 32 bit. Jumlah alamat yang dapat dibuat dengan
IPv4 diperkirakan tidak dapat mencukupi kebutuhan pengalamatan IP sehingga
dalam beberapa tahun mendatang akan diimplementasikan sistem pengalamatan
yang baru yaitu IPv6 yang menggunakan system pengalamatan terdiri dari 128 bit.
2.7 Asterisk
Menurut Gomillion dan Demster (2006), Asterisk adalah simbol bintang
(*). Simbol bintang ini menggambarkan sebuah wild card pada beberapa bahasa
komputer. Hal ini memberikan kita pengertian mengenai harapan pengembang
terhadap asterisk. Asterisk didisain cukup flexibel untuk memenuhi kebutuhan
dalam dunia telephony.
Asterisk adalah software open source, setelah diinstal di PC bersama
dengan interface yang benar, dapat digunakan sebagai fitur PBX penuh untuk
pengguna rumah, perusahaan, penyedia layanan VoIP dan telekomunikasi
(Gonçalves, 2006). Asterisk merupakan open source software yang biasanya
digunakan untuk membangun suatu sistem layanan komunikasi serta memberikan
kemudahan kepada penggunanya untuk mengembangkan layanan telepon sendiri
dengan kustomisasi yang seluas-luasnya diberikan kepada pihak pengguna.
Asterisk juga dapat dikatakan sebagai PBX yang lengkap dalam bentuk
perangkat lunak, dan menyediakan semua fitur seperti PBX. Kelebihan Asterisk
adalah dapat jalan dibanyak platform OS, antara lain Linux, Windows, BSD, dan
OS X, dan juga dapat melakukan koneksi dengan hampir semua standar yang
berbasis teleponi, dengan menggunakan hardware yang tidak begitu mahal
sebagai gateway-nya.
2.8 Analog Telephone Adaptor (ATA)
ATA ini dirancang untuk memungkinkan telepon analog tradisional (dan
perangkat analog lainnya, seperti mesin faks, telepon nirkabel, amplifier paging,
dan semacamnya) untuk menghubungkan ke jaringan SIP, yang berisi konektor
RJ-11 konektor untuk telepon (biasanya disebut sebagai port FXS), konektor RJ45 untuk jaringan, dan sebuah konektor daya (Madsen, 2011).
Analog Telephone Adapter (ATA), adalah alat pengubah sinyal dari analog
menjadi digital. Cara kerjanya adalah mengubah sinyal analog dari telepon dan
mengubahnya menjadi data digital untuk di transmisikan melalui internet. ATA
terdiri dari dua jenis, yaitu:
1.
Foreign Exchange Office (FXO), merupakan VoIP gateway yang berfungsi
untuk menjembatani jaringan VoIP dengan jaringan PSTN.
2.
Foreign Exchange Subscriber (FXS), merupakan voip gateway yang
memungkinkan terjalinnya koneksi untuk perlengkapan telepon standar,
keyset, dan PBX. Koneksi FXS berperan menyuplai nada dering, voltage, dan
nada dial (Rafiudin Rahmad, 2006).
2.9 Elastix
Elastix merupakan open source Unified Communications Server software
sebuah perangkat lunak yang menyatukan IP PBX, email, IM, fax dan fungsi
kolaborasi. Memiliki antarmuka web dan termasuk kemampuan seperti perangkat
lunak call center dengan panggilan prediktif
Fungsi Elastix didasarkan pada proyek-proyek open source termasuk
Asterisk, Hylafax, Openfire dan Postfix. Mereka menawarkan paket PBX, fax,
instant messaging dan fungsi email. Pengembang Elastix telah menulis interface
web yang memungkinkan Anda untuk mengakses program, sehingga elastix
terlihat seperti salah satu produk yang lengkap. Elastix juga menulis perangkat
lunak tertentu seperti pelaporan program, deteksi hardware, konfigurasi jaringan,
modul update software, restore backup, dan manajemen user ( Sharif, 2010).
Elastix diciptakan oleh PaloSanto Solution, sebuah dukungan perusahaan
yang berbasis Open Source di Ekuador. Elastix dirilis ke publik untuk pertama
kalinya pada Maret 2006. Itu bukan sebuah distribusi lengkap tapi antarmuka Web
untuk pelaporan CDR (Call Detail Records). Elastix distribusi Linux didasarkan
pada CentOS, yang merupakan edisi gratis dan open source dari Red Hat
Enterprise Linux.
Download