6.2 Pendekatan Database Untuk Pengelolaan Data

advertisement
6.2 Pendekatan Database Untuk Pengelolaan Data
Database adalah sekumpulan data yang diorganisasikan untuk melayani berbagai
aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengurangi penggandaan data. Database
tunggal yang melayani banyak aplikasi, sebagai contohnya, suatu perusahaan daripada
menyimpan data kepegawaiannya pada sistem–sistem informasi dan file yang berbeda untuk
data pribadi, penggajian, dan tunjangan, perusahaan dapat menciptakan database sumber daya
tunggal.
DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)
DBMS adalah perangkat lunak yang mampu digunakan untuk memusatkan data,
mengelolanya secara efisien dan menyediakan akses terhadap data yang disimpan oleh
program aplikasi. Saat sebuah program aplikasi meminta suatu item data seperti gaji bruto,
DBMS akan menemukan item itu pada database dan menampilkannya lewat program
aplikasi. Misal suatu database sumber daya manusia menyediakan banyak tampilan data,
bergantung informasi uang diminta oleh pengguna. DBMS dapat menyelesaikan masalahmasalah pada lingkungan file tradisional dengan mengurangi redudansi (ganda) dan
inkonsistensi data dengan meminimalisasi file-file yang terisolasi yang berisi data yang sama.

DMBS Relasional
DBMS relasional menampilkan data menjadi tabel dua dimensi (yang disebut relasi).
Tabel dapat juga dianggap seagai file. Setiap tabel berisi data pada sebuah entitas berikut
atributnya. Setiap elemen individu pada data untuk setiap entitas disimpan sebagai field
yang terpisah, dan setiap field mewakili suatu atribut untuk entitas tersebut. Field pada
database ini juga disebut kolom. Baris disebut juga record (karena mewakili satu informasi
lengkap mengenai seseorang).
Setiap tabel pada database relasional memiliki satu buah field yang ditunjuk sebagai
kunci primer (primary key). Field kunci merupakan pemberi identitas yang unik untuk
setiap informasi dalam satu baris/ record pada sebuah tabel yang sama halnya dengan
kunci primer, mereka tidak dapat diduplikasi. Ketika suatu field kunci A muncul di tabel
field kunci B atau tabel field kunci lainnya, field kunci A tersebut disebut kunci asing

(foreign key).
Operasi DBMS Relasional
Andaikan ingin mencari nama pemasok yang memasok suku cadang no 137 dan 150.
Kita perlu informasi dari 2 tabel: tabel PEMASOK dan tabel SUKU CADANG. Dua file
ini memiliki satu data yang saling berbagi yaitu: Nomor_Pemasok Terdapat tiga operasi
dasar dalam database relasional yaitu select, join dan project. Operasi select menampilkan
suatu bagian berisi seluruh rekaman pada suatu file berdasarkan kriteria yang ditentukan.
Operasi join mengombinasikan tabel-tabel yang memiliki keterkaitan untuk menyediakan
informasi yang lebih lengkap kepada pengguna ketimbang satu tabel saja. Operasi project
menampilkan kolom-kolom dari suatu tabel berdasarkan kriteria tertentu, yang
memungkinkan pengguna untuk menampilkan tabel baru yang berisi informasi-informasi
yang benar dibutuhkan.

Database Non-Relasional dan Database pada Sistem Cloud Computing
Sistem manajemen database non-relasional menggunakan model data yang lebih
fleksibel dan dirancang untuk mengelola data berukuran besar yang didistribusikan pada
banyak perangkat serta mempermudah dalam meningkatkan/ menurunkan skalabilitas.
Berguna untuk menangani permintaan data sederhana pada data terstruktur maupun yang
tidak memiliki volume besar. Seperti web, media sosial, grafis, dan lainnya yang sulit
dianalisis menggunakan perangkat tradisional berbasis SQL.
KAPABILITAS SISTEM MANAJEMEN DATABASE

Meminta Data dan Melaporkan
DBMS menyertakan pernagkat untuk mengakses dan memanipulasi informasi pada
database. DBMS memiliki bahasa manipulasi data (contohnya SQL atau Structured Query
Languange) yang digunakan untuk menambah, mengubah, menghapus, dan mengambil
data pada database. Bahasa ini mengandung perintah untuk mengekstrak/ menyaring data
dari database untuk memenuhi kebutuhan informasi dan mengembangkan aplikasi.
MERANCANG DATABASE

Normalisasi dan Diagram Relasi Entitas
Proses perancangan mengidentifikasi hubungan antara elemen- elemen data dan cara
efisien dalam mengelompokkan elemen data untuk menjawab kebutuhan informasi
organisasi bisnis. Sekelompok data diorganisasikan, diperbaiki, dan didistribusikan dengan
lanar, sampai hubungan logis diantara seluruh data pada database tampak jelas.Untuk
menggunakan model database relasional dengan efektif, kelompok data yang rumit
disederhanakan untuk meminimalisasi elemen data yang ganda serta hubungan jamak
yang janggal. Proses menciptakan struktur data yang ringkas, stabil, serta fleksibel dan
adaptif dari sekelompok data yang rumit dinamakan normalisasi.
6.3 Memanfaatkan Database Untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis dan Pengambilan
Keputusan
INFRASTRUKTUR INTELIJIN BISNIS
Apabila ingin meringkas informasi penting mengenai kegiatan operasional, tren, dan
perubahan terkini di seluruh organisasi diperlukan rangkaian perangkat infrastruktur dari
intelijin bisnis untuk memperoleh informasi tersebut dari berbagai jenis data berbeda pada
organisasi bisnis itu, termasuk data berkapasitas besar yang semi-terstruktur maupun tidak.
 Data Warehouse dan Data Mart
Data warehouse adalah data yang menyimpan dan menghasilkan data historis dan
data terkini dari berbagai sistem operasi pada organisasi yang berpengaruh bagi
kepentingan pengambil keputusan. Data ini dikombinasikan dengan data eksternal, serta
mengoreksi data yang tidak akurat dan kurang lengkap sekaligus memperbaiki susunan
data bagi kepentingan pelaporan dan analisis data bagi pihak manajemen sebelum
dimasukkan ke dalam data warehouse. Data mart adalah bagian dari data warehouse yang
diringkas/ dikhususkan untuk penanganan jenis-jenis data tertentu pada database yang
terpisah untuk kelompok pengguna yang telah ditentukan,
 Hadoop
Hadoop adalah kernagka kerja open source yang dikelola oleh Apache Software
Foundation yag memungkinkan pendistribusian proses data berkapasitas besar secara
paralel pada komputer-komputer berbiaya terjangkau. Hadoop memecah masalah data
besar itu menjadi bagian lebih kecil, lalu mendistribusikan ke ribuan titik pemrosesan
komputer, kemudian mengimbinasikan hasilnya menjadi rangkaian data yang lebih kecil
untuk mempermudah proses analisis. Facebook menyimpan banyak sekali datanya dalam

cluster Hadoop yang sangat besar, yang diperkirakan dapat menahan 100 petabyte.
Komputasi Dalam Memori
Untuk memfasilitasi analisis data yang besar adalah in-memory computing yang
mengandalkan pada memori utama dari komputer RAM untuk data penyimpanan
Pengguna akan mengakses data yang disimpan dalam memori utama, demikian dapat
menghilangkan kemacetan dari mengambil dan membaca data dalam suatu datase

tradisional.
Platform Analitis
Platform analitis berkecepatan tinggi yang terspesialisasi dengan menggunakan baik
teknologi terkait maupun yang tidak terkait yang dioptimalkan untuk menganalisis
kumpulan data yang besar.
PERANGKAT ANALITIS: HUBUNGAN, POLA, TREN

Pemrosesan Analitis Online (OLAP)
OLAP mendukung analisis data yang mltidimensional, memungkinakan oengguna
untuk melihat data yang sama dalam cara-cara yang berbeda dengan menggunakan banyak
dimensi.
 Data Mining
Data mining lebih terdorong pada penemuan, memberikan wawasan pada korporat,
data yang tidak dapat diperoleh dengan OLAP dengan menemukan pola-pola yang
tersembunyi serta hubungan dalam database yang besar dan aturan menarik kesimpulan
dari mereka untuk memprediksikan perilaku pada masa yang akan datang. Tipe informasi
yang dapat diperoleh dari data mining adalah asosiasi, urutan, klasifikasi, cluster, dan

peramalan.
Teks Mining dan Web Mining
Text mining mengekstrak elemen-elemen kunci dari rangkaian data yang besar yang
tidak terstruktur, menemukan pola hubungan, dan meringkas informasi. Web mining dapat
digunakan untuk memahami perilaku konsumen, melakukan evaluasi atas keefektifan situs
web tertentu, atau kuantitas dari keberhasilan dari suatu kampanye pemasaran. Misal
pemasar menggunakan Google Trend dan Google Insight, layanan Search, untuk
mempelajari apa yang diminati oleh orang-orang.
6.4 Mengelola Sumber Daya
MENETAPKAN KEBIJAKAN INFORMASI
Kebijakan informasi menentukan aturan organisasi dalam hal pembagian,
penyebaran, perolehan, standardisasi, klasifikasi, dan penyimpanan informasi, UU Kebijakan
Informasi menjelaskan prosedur dan mengidentifikasi informasi dapat saling dibagikan oleh
pengguna dan unit organisasi, dimana informasi daoat didistribusikan, dan siapa yang
bertanggung jawab untuk memperbarui dan memelihara informasinya. Administrasi data
bertanggung jawab atas kebijakan dan prosedur yang mengatur data sebagai sumber daya
organisasi, tanggung jawab meliputi pengembangan kebijakan informasi, pernecanaan fata m
pengawasan rancangan database logis, dan lainnya.
Tata kelola data berkaitan dengan kebijakan dan proses untuk mengelola
ketersediaan, kegunaan, integritas, dan keamanan dari data yang digunakan dalam suatu
perusahaan, dengan penekanan khusus pada dukungan untuk privasi, keamanan, kualitas data,
dan kepatuhan terhadap berbagai aturan pemerintah.
MEMASTIKAN KUALITAS DATA
Audit Kualitas Data merupakan survei terstruktur atas keakuratan dan tingkat
kelengkapan dari data dalam suatu sistem informasi, diselenggarakan dengan menyurvei
keseluruhan file data, sample data, pengguna data atas persepsi mereka mengenai kualitas
data. Pembersihan data, terdiri atas kegiatan mendetejsi dan mengoreksi data dalam database
yang tidak benar, tidak lengkap, tidak diformat dengan tepat. Selain itu menekankan
konsistensi dianatara serangkaian data yang berbeda ang berasal dari sistem informasi yang
terpisah.
Download