Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas, Likuiditas

advertisement
Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas,
Likuiditas dan Solvabilitas Terhadap Opini
Audit Dengan Menggunakan Analisis
Multinomial Logit
Oleh :
Tomi Riyadi
106082002688
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ( UIN ) SYARIF
HIDAYATULLAH
JAKARTA
2010
Hari ini Rabu Tanggal 06 Bulan September Tahun Dua Ribu Sepuluh telah dilakukan
Ujian Skripsi atas nama Tomi Riyadi NIM : 106082002688 dengan judul Skripsi
”ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN
SOLVABILITAS TERHADAP OPINI AUDIT DENGAN MENGGUNAKAN
ANALISIS MULTINOMIAL LOGIT”. Memperhatikan penampilan mahasiswa
tersebut selama ujian berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai
salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
Jakarta, 06 September 2010
Tim Penguji Skripsi
Dr. Yahya Hamja, MM
Pembimbing I
Pembimbing II
Drs. Abdul Hamid Chebba,MBA.,CPA
Penguji Ahli I
Yessi Fitri,SE.,Ak.,Msi
Fitri Damayanti,SE.,Msi.
Penguji Ahli II
Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas,
Likuiditas dan Solvabilitas Terhadap Opini
Audit Dengan Menggunakanan Analisis
Multinomial Logit
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
Untuk Memenuhi Syarat-syarat
Untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi
Oleh:
Tomi Riyadi
NIM : 106082002688
Dibawah Bimbingan
Pembimbing I
Pembimbing II
Dr. Yahya Hamja, MM
NIP. 194 906021 978031 001
Yessi Fitri, SE., Ak., M.Si
NIP. 150 377 440
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2010/1431 H
Hari ini Selasa Tanggal Lima Belas Juni Dua Ribu Sepuluh telah dilakukan ujian
komprehensif atas nama Tomi Riyadi NIM : 106082002688 dengan judul ” Analisis
Pengaruh Rasio Profitabilitas, Likuiditas dan Solvabilitas Terhadap Opini
Audit Dengan Menggunakanan Analisis Multinomial Logit”. Memperhatikan
kemampuan keilmuan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka skripsi ini
sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 15 Juni 2010
Tim Penguji Ujian Komprehensif
Rini, SE,Ak.,M.Si
Ketua
Reskino, SE., M.Si, Akt.
Sekretaris
Dr. Amilin, SE., Ak., M.Si.
Penguji Ahli
KEMENTERIAN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU
SOSIAL
Telp : (62-21)7493318,7496006, Fax (62-21) 7496006, 74715705
Website : www.uinjkt.ac.id email : [email protected]
Jl. Ir. H. Juanda no.95, Ciputat 15412, Indonesia
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama Mahasiswa
: TOMI RIYADI
NIM
: 106082002688
Jurusan
: AKUNTANSI
Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri yang
merupakan hasil penelitian, pengolahan dan analisis saya sendiri serta bukan
merupakan replikasi maupun saduran dari hasil karya atau hasil penelitian orang lain.
Apabila terbukti skripsi ini merupakan plagiat atau replikasi maka skripsi
dianggap gugur dan harus melakukan penelitian ulang untuk menyusun skripsi baru
dan kelulusan serta gelarnya dibatalkan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan segala akibat yang timbul di
kemudian hari menjadi tanggung jawab saya.
Jakarta, 06 Sepetember 2010
( Tomi Riyadi)
CURRICULUM VITAE
Data Pribadi
Nama
:
Jenis Kelamin
Tempat / Tanggal Lahir
:
:
Agama
Kewarganegaraan
Alamat
:
:
:
Islam
Indonesia
Jl. Puring Rt 006/07 No.47
Gandul, Limo, Depok 16512
No.Telepon
No. Handphone
:
:
021-7533843
087887936225 / 91810857
TOMI RIYADI
Laki – laki
Jakarta, 02 Mei 1986
Pendidikan Formal
1.
SD Negeri Gandul 02
Gandul, Depok
1992 – 1998
2.
SLTP Negeri 1 Limo
Krukut, Depok
1998 – 2001
3.
SMK Negeri 41 Jakarta
Cilandak, Jakarta Selatan
2001 – 2004
4.
S1 UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
(Fakultas Ekonomi dan Bisnis
–jurusan Akuntansi)
Ciputat, Jakarta Selatan
2006 – 2010
Pengalaman Kerja
1.
Café 21 Cineplex Depok
Crew
2005- 2008
2.
Café XXI Cineplex, Puri
Part Timer
2009 – Sekarang
2.
PT PANASONIC GOBEL
Accounting Division
2010 – Sekarang
ABSTRACT
This research is a purpose to provide empirical evident about profitability,
liquidity and solvability that effect probability of auditor’s opinion. The financial
ratios which researched those are Return on Asset, Return on Equity, Current Asset,
Quick asset, Debt to Asset Ratio and Debt to Equity ratio as independent variables
and Auditor’s opinion as dependent variable.
The samples consist of 92 samples which by 32 companies have unqualified
opinion, 24 companies have unqualified with explanation opinion, and 36 companies
have qualified opinion. Moreover,it chooses by purposive sampling whereas it is
based on some criterias. The statistic method used to test on the research hypothesis
is multinomial logit regression.
The result of this research shows that Return on Asset, Current Ratio and
Qurrent Ratio are significant variables in prediction the probability the company will
get unqualified opinion. This research also indicate that Current Ratio is significant
variable in prediction the probability the company will get unqualified with
explanation opinion.
Keywords :
Financial ratios,Return on Asset, Return on Equity, Current Asset,
Quick asset, Debt to Asset Ratio,Debt to Equity ratio and Auditor’s
opinion
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti mengenai pengaruh rasio
profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas perusahaan terhadap opini auditor. Rasiorasio keuangan yang diteliti yaitu ROA, ROE, CR,QR, DAR dan DER sebagai
variable independent dan opini audit sebagai variable independent.
Jumlah sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 92
sampel yang terdiri dari 32 perusahaan yang diberikan opini wajar tanpa
pengecualian, 24 perusahaan yang diberikan opini wajar tanpa pengecualian dengan
bahasa penjelas dan 36 perusahaan yang diberikan opini wajar dengan pengecualian.
Metode pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling dimana
pengambilan sample dilakukan berdasarkan syarat-syarat tertentu. Metode statistic
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi multinomial logit,
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable rasio ROA, CR dan QR
secara statistic berpengaruh signifikan untuk memprediksi probabilitas perusahaan
diberikan opini wajar tanpa pengecualian. Sedangkan hanya variable rasio CR secara
statistic berpengaruh sigifikan untuk memprediksi probabilitas perusahaan dibeirkan
opini wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelas.
Keywords :
Rasio Keuangan, Return on Asset, Return on Equity, Current Asset,
Quick asset, Debt to Asset Ratio,Debt to Equity ratio dan Opini Audit.
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah SWT yang telah mengkaruniakan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ” ANALISIS
PENGARUH
RASIO
PROFITABILITAS,
LIKUIDITAS,
DAN
SOLVABILITAS TERHADAP OPINI AUDIT DENGAN MENGGUNAKAN
ANALISIS MULTINOMIAL LOGIT”.
Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian syarat - syarat
guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan rasa syukur atas rahmat dan karunia
Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini serta tak lupa penulis
menghaturkan terima kasih kepada:
1. Ibunda Sri Maemunah (almh) yang senantiasa menjadi motivator utama saya dan
tiada henti-hentinya berdoa untuk keberhasilan anaknya. Semoga Allah menerima
amal ibadah Beliau.
2. Keluargaku, Ayahanda Arman Sugiman, saudara dan saudariku mas Anto dan
Bang Junaedi, atas setiap helaan kasih sayangnya, semua perhatian dan
dukungannya memberikan semangat kepada penulis.
3. Bpk.Prof. Abdul Hamid MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang telah memimpin Fakultas ini
dengan kebijakan-kebijakannya guna pencapaian visi Universitas.
4. Bpk. Prof. Dr. Ahmad Rodoni selaku Pudek Bidang Akademik Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidyatullah yang telah memberikan
arahan dan bimbingan kepada seluruh mahasiswa Fakultas ini guna menjadi
mahasiswa yang penuh dengan integritas dan memiliki kemampuan di bidang
akademik.
5. Bpk. Afif Sulfa,SE.,Ak.,MSi selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang telah memimpin
Jurusan Akuntansi, sehingga para mahasiswa dapat belajar dan menimba ilmu
sesuai dengan kurikulum yang memiliki standar tinggi.
6. Yessi Fitri, SE, Ak, MSi selaku Sekretaris Jurusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
7. Bpk Dr. Yahya Hamja, MM selaku dosen pembimbing I, dengan segala
kesabarannya telah berkenan meluangkan waktu, memberikan arahan, bimbingan,
kritik dan saran yang sangat berharga dalam penyelesaian skripsi ini.
8. Ibu Yessi Fitri, SE, Ak, MSi selaku pembimbing II yang telah memberikan
arahan, nasehat dan bimbingan dengan penuh perhatian dan kesabaran bersedia
meluangkan waktunya selama penyusunan skripsi ini.
9. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah mencurahkan
dan mengamalkan ilmunya, serta Karyawan Universitas Islam Negeri yang telah
memberikan bantuannya kepada penulis.
10. Sahabat–sahabatku seperjuangan selama kuliah Tofan Hari Wibowo, Ilham Reza
Fahlevi, Fuad Firmansyah, Sudrajat, Zulfikri Arif, Anneu Dwi Muliani, Acit, Dini
serta Dilas dan Sahabat-Sahabatku yang lain yang tidak dapat penulis sebutkan
satu persatu yang selama ini selalu belajar bersama, saling memberi semangat,
dan nasehat selama ini.
11. Untuk teman-teman Cafe 21 Cineplex Manajemen, terima kasih sudah pengertian
kepada saya untuk memberikan saya kesempatan bekerja untuk membiayai kuliah
saya.
12. Seluruh pihak yang telah memberikan bantuan selama penulisan skripsi ini,
semoga Allah SWT memberikan balasan atas kebaikan dengan limpahan rahmatNya.
Penulis sadar bahwa penyusunan tugas akhir ini masih jauh dari
kesempurnaan dan penulis berharap untuk kesempurnaan tugas akhir ini dapat
dijadikan pelajaran untuk perbaikan penelitian berikutnya dimasa yang akan
datang. Akhir kata semoga skripsi ini bermanfaat dan menambah pengetahuan
khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya
Jakarta, 30 Agustus 2010
Penulis
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan Skripsi ............................................................................. i
Lembar Pengesahan Uji Skripsi ........................................................................ ii
Lembar Pengesahaan Uji Komprehensif ......................................................... iii
Daftar Riwayat Hidup ....................................................................................... iv
Abstract ............................................................................................................... vi
Abstrak ................................................................................................................ vii
Kata Pengantar .................................................................................................. viii
Daftar Isi .............................................................................................................. x
Daftar Tabel......................................................................................................... xiii
Daftar Gambar .................................................................................................... xiv
Bab I Pendahuluan ............................................................................................. 1
A. Latar Belakang ................................................................................... 1
B. Perumusan Masalah ........................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian ............................................................................... 6
D. Manfaat Penelitian ............................................................................. 6
Bab II Landasan Teori ....................................................................................... 8
A. Tinjauan Umum Audit ................ ...................................................... 8
1. Pengertian ..................................................................................... 8
2. Jenis-jenis Audit ............................................................................ 9
B. Standar Profesional Akuntan Publik ................ ................................. 10
1. Standar Umum .............................................................................. 10
2. Standar Pekerjaan Lapangan ......................................................... 10
3. Standar Pelaporan.......................................................................... 11
C. Prosedur Analitis ................................................................................ 12
D. Laporan Keuangan ............................................................................. 16
1. Pengertian...................................................................................... 16
2. Tujuan Laporan Keuangan ............................................................ 17
3. Bentuk Laporan Keuangan............................................................ 18
E. Analisis Keuangan ............................................................................. 21
1. Pengertian...................................................................................... 21
2. Laporan Keuangan (Dasar Analisis) ............................................. 22
F. Rasio Keuangan ................................................................................. 23
1. Pengertian...................................................................................... 23
2. Jenis-jenis Rasio Keuangan .......................................................... 25
G. Opini Auditor ..................................................................................... 28
H. Penelitian Terdahulu .......................................................................... 32
I. Kerangka Pemikiran ........................................................................... 35
J. Hipotesis ............................................................................................. 36
Bab III Metodologi Penelitian .......................................................................... 37
A. Ruang Lingkup Penelitian .................................................................. 37
B. Metode Penentuan Sampel ................................................................. 37
C. Metode Pengumpulan Data ................................................................ 38
D. Metode Analisa Data .......................................................................... 39
1. Analisis Regresi Multinomial Logit ............................................. 39
a. Menilai Model Fit ................................................................... 40
b. Nilai -2Likelihood Ratio ........................................................ 40
c. Koefisien Godnees of Fit ....................................................... 41
d. Koefisien Pseudo-Rsquare ..................................................... 41
e. Prediksi Klasifikasi ................................................................ 42
E. Pengukuran Variabel dan Pendefinisiannya........................................ 44
1. Variabel Bebas ................................................................................ 44
2. Variabel Terikat .............................................................................. 46
Bab IV Hasil dan Pembahasan ......................................................................... 47
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian .................................................. 47
B. Analisis Deskriptif ........................................................................... 56
C. Analisis Multinomial Logit ................................................................. 61
1. Menilai Model Fit ......................................................................... 63
2. Nilai -2Likelihood Ratio ............................................................... 63
3. Koefisien Godnees of Fit .............................................................. 63
4. Koefisien Pseudo-Rsquare ........................................................... 64
5. Prediksi Klasifikasi ...................................................................... 66
D. Interpretasi ......................................................................................... 68
Bab V Kesimpulan dan Implikasi .................................................................... 73
A. Kesimpulan ........................................................................................ 73
B. Implikasi ............................................................................................. 74
C. Saran.................................................................................................... 75
Daftar Pustaka .................................................................................................. .76
Lampiran – Lampiran
DAFTAR TABEL
No.
Keterangan
Halaman
2.1
Penelitian Terdahulu ................................................................................ 33
4.1
Daftar Perusahaan ..................................................................................... 56
4.2
Hasil Pengujian Descriptive Statistics ...................................................... 57
4.3
Hasil Pengujian Case Processing Summary ............................................. 61
4.4
Hasil Pengujian Model Fitting Information ............................................. 62
4.5
Hasil Pengujian Godness of Fit ................................................................. 62
4.6
Hasil Pengujian Pseudo-Rsquare .............................................................. 63
4.7
Hasil Pengujian Likelihood RatioTest ...................................................... 63
4.8
Hasil Pengujian Parameter Estimates ....................................................... 64
4.9
Hasil Pengujian Classification .................................................................. 66
DAFTAR GAMBAR
No.
Keterangan
Halaman
2.1
Kerangka Pemikiran ................................................................................. 35
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang dapat bertahan dalam
kondisi ekonomi apapun, yang terlihat dari kemampuannya dalam memenuhi
kewajiban-kewajiban finansialnya dan melaksanakan operasinya dengan stabil
serta dapat menjaga kontinuitas perkembangan usahanya dari waktu ke waktu.
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh
informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang dicapai
oleh perusahaan tersebut. Dari laporan keuangan perusahaan, dapat diperoleh
informasi tentang kinerja (performance) perusahaan, aliran kas perusahaan
dan informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan. Oleh karena itu,
laporan keuangan sangat diperlukan untuk memahami informasi keuangan.
Seperangkat laporan keuangan utama dalam bentuk neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan modal, dan laporan arus kas belum dapat memberi manfaat
maksimal bagi pemakai sebelum pemakai menganalisis laporan keuangan
tersebut lebih lanjut dalam bentuk analisis laporan keuangan termasuk analisis
terhadap rasio-rasio keuangan (Penman,1992:564). Rasio keuangan berguna
untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan keuangan suatu perusahaan.
Dengan rasio keuangan memungkinkan investor menilai kondisi keuangan
dan hasil operasi perusahaan saat ini dan masa lalu, serta sebagai pedoman
bagi investor mengenai kinerja masa lalu dan masa mendatang yang dapat
dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan investasinya.
Laporan keuangan perusahaan merupakan pencerminan manajemen,
yang memegang tanggung jawab utama atas kewajaran penyajian dan
pengungkapan informasi. Karena pentingnya laporan keuangan, terdapat
permintaan untuk verifikasi independensi atas laporan keuangan tersebut agar
tidak terjadinya laporan keuangan yang menyesatkan (misleading financial
statement). Oleh karena itu, lembaga yang dapat menyatakan kewajaran
penyajian dan pengungkapan informasi atas laporan keuangan perusahaan
yaitu Kantor Akuntan Publik.
Dalam suatu penugasan audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan
Publik, auditor hanya mengumpulkan dan mengevalusi sebagian bukti yang
dipandang representatif guna menyatakan kewajaran mengenai seluruh saldo
akun dan kelompok transaksi. Oleh karena itu, ada kemungkinan bukti yang
tidak dipilih sebagai sampel justru mengandung salah saji material. Prosedur
analitis bisa membantu auditor untuk memberi petunjuk tentang kemungkinan
suatu rekening atau transaksi berisi salah saji material. Penelitian yang
dilakukan oleh Kreutzfield dan Wallace (1986) membuktikan bahwa 40% dari
semua kesalahan yang berhasil dideteksi oleh auditor berasal dari prosedur
analitis. Prosedur analitis dilakukan untuk mengevaluasi informasi keuangan
yang disajikan oleh manajemen dengan cara mempelajari hubungan logis
antar dua (antara data keuangan satu dengan data keuangan atau antara data
keuangan dan data nonkeuangan) guna mengidentifikasi rekening-rekening
yang berisi salah saji material. Penerapan prosedur ini berdasarkan asumsi
bahwa hubungan antar data adalah logis dan diperkirakan berlanjut, atau
apabila kondisi-kondisi yang mendasarinya berubah, maka perubahan masih
bisa diprediksi. Prosedur analitis bisa digunakan pada tiga tahapan: (Boynton
and Kell,1996)
1. Pada tahap perencanaan
2. Pada tahap pengujian substantif
3. Pada tahap review akhir
Statement on Auditing Standard (SAS) Nomor 56, “Analytical
Procedures” mengharuskan pelaksanaan prosedur analitis selama tahap
perencanaan dan tahap review akhir serta memberi rekomendasi kepada
auditor untuk menggunakan prosedur ini sebagai pengujian substantif
(Colbert,1991), Wright dan Ashton (1989) mengatakan bahwa dalam
beberapa hal prosedur analitis lebih efektif dan efisien digunakan dari pada
pengujian rinci untuk mencapai tujuan pengujian substantif. Hasil penelitian
yang mereka lakukan terbukti bahwa 65% dari semua penyesuaian audit
(audit adjustment) yang diperoleh dari petunjuk prosedur analitis dideteksi
selama tahap pekerjaan lapangan.
Setelah prosedur analitis ini dilakukan oleh auditor dalam memperoleh
informasi keuangan perusahaan yang merupakan salah satu dari rangkaian
proses audit, maka dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)
mengharuskan diberikannya auditor’s opinion setiap kali Kantor Akuntan
Publik selesai melakukan proses audit terhadap laporan keuangan perusahaan.
Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan
keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian
tidak dapat diberikan. Apabila pendapat sercara keseluruhan tidak dapat
diberikan maka alasannya harus dinyatakan. Dalam semua hal yang nama
auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, laporan audit harus memuat
petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan auditor, jika ada, dan tingkat
tanggung jawab yang bersangkutan (Standar Pelaporan No.4). Laporan audit
adalah langkah terakhir dari keseluruhan proses audit (Arens 2005). Bagian
terpenting yang merupakan informasi utama dari laporan audit adalah opini
audit (pendapat akuntan). Menurut SPAP 2001 (PSA No.29), ada 5 jenis
pendapat akuntan, yaitu :
1. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
2. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraph Penjelas
(Modified Unqualifed Opinion)
3. Pendapat Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
4. Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)
5. Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion)
Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis, penulis meneliti
pengaruh rasio keuangan terhadap opini audit yang dikeluarkan oleh auditor
independen dengan menggunakan metodologi penelitian yang berbentuk
analisis Regresi Multinomial Logit. Karena pada penelitian ini, penulis
melakukan analisis
signifikansi pengaruh variabel independen terhadap
variabel dependen yang berbentuk kategorik pada variabel terikatnya
(dependend). Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Loh Wenny
Setyawati (2005), dia menggunakan analisis multivariate yang berbentuk
Regresi Logistik Biner (Binary Logistic Regression) yakni penelitian yang
memiliki variable dependen yang bersifat dua kategorik. Variabel
dependennya yaitu Opini Wajar Tanpa Pengecualian dan Opini Going
Concern Penelitian yang dilakukan oleh Kholil (2009) seorang mahasiswa
Universitas Syarif Hidayatullah juga melakukan penelitian yang sama yaitu
menggunakan analisis Regresi Logistik Biner yang menggunakan variabel
dependen opini audit dua kategorik yaitu Opini Wajar Tanpa Pengecualian
dan Opini Wajar.
B. Perumusan Masalah dan Pembatasan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diidentifikasikan masalahmasalah sebagai berikut:
1. Apakah rasio profitabilitas (profitability ratio) memiliki pengaruh
terhadap opini audit
2. Apakah rasio likuiditas (liquidity ratio) memiliki pengaruh terhadap opini
audit
3. Apakah rasio solvabilitas (solvability ratio) memiliki pengaruh terhadap
opini audit.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian perumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian
yang ingin dicapai adalah :
1. untuk mengetahui pengaruh rasio profitabilitas (profitability ratio)
terhadap opini audit
2. untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas (liquidity ratio) terhadap opini
audit
3. untuk mengetahui pengaruh rasio solvabilitas (solvability ratio) terhadap
opini audit.
D. Manfaat Penelitian
Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis diharapkan penelitian ini
bermanfaat bagi:
1. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris mengenai
perbedaan rasio keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan
perusahaan serta pengaruh rasio keuangan yang tergambarkan dalam
laporan keuangan terhadap pemberian opini audit oleh auditor
independen.
2. Bagi
auditor,
diharapkan
penelitian
ini
dapat
menjadikan
pertimbangan awal atau dasar untuk melakukan prosedur analitis
sebagai awal untuk melakukan audit laporan keuangan historis.
3. Bagi pengguna laporan keuangan (users), diharapkan penelitian ini
dapat menjadikan dasar bagi para pengguna laporan keuangan dalam
menilai kinerja manajemen searah dengan perspektif auditor.
4. Bagi manajemen, diharapkan penelitian ini dapat menjadikan motivasi
untuk meningkatkan kinerja manajemen, sehingga dapat tercermin
dalam laporan keuangan yang mereka susun.
5. Bagi para pengambil keputusan (eksekutif), diharapkan penelitian ini
dapat dijadikan dasar penilaian dan dasar pertimbangan dalam
pengambilan keputusan di masa yang akan datang.
6. Bagi penulis, diharapkan penelitian ini dapat membantu dan
menambah penulis dalam menambah wawasan dan pengetahuan dalam
penerapan proses auditing
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tinjauan umum Audit 1. Pengertian Audit merupakan salah satu jasa atestasi yang diberikan oleh
kantor akuntan publik. Atestasi adalah jasa dimana akuntan publik akan
menerbitkan laporan tertulis yang isinya antara lain berupa suatu
kesimpulan tentang kepercayaan suatu asersi ( pernyataan yang
menyebutkan sesuatu itu benar ) yang dibuat oleh pihak lain. Atestasi
merupakan bagian dari jasa assurance yang disediakan oleh kantor
akuntan publik yang terdiri atas tiga kategori, yaitu : audit atas laporan
keuangan historis, tinjauan (review) atas laporan keuangan historis, dan
jasa-jasa atestasi lainnya.
Audit menurut Committee on Basic Auditing Concepts of the
American Accounting Association dalam Louwers (2005 :3).
’’Auditing is a systematic process of objectively obtaining and
evaluating evidence regarding assertion about economic actions and
events to ascertain the degree of correspondence between assertions
and established criteria and communicating the result of interested
users.’’
Audit menurut Arens (2008 :5) dalam bukunya :
Auditing adalah pengumpulan serta pengevaluasian bukti-bukti atas
informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian
informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.
Auditing harus dilaksanakan oleh seseorang yang memiliki
kompetensi.
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa audit adalah
suatu pekerjaan menyatakan pendapat mengenai kewajaran entitas bisnis
yang dilakukan oleh seorang atau lebih yang memiliki pelatihan teknis dan
kecakapan yang memadai dalam memperoleh bukti dan mengevaluasinya
atas informasi yang disediakan oleh manajemen.
2. Jenisā€jenis Audit Terdapat tiga jenis audit yang ada umumnya menunjukkan
karakteristik kunci yang tercakup dalam definisi auditing yang telah
dipaparkan. Jenis-jenis audit tersebut adalah audit laporan keuangan, audit
kepatuhan, dan audit operasional. (Boynton and Kell,2005 : 6). Audit
laporan keuangan (financial statement auditing) berkaitan dengan kegiatan
memperoleh dan mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan entitas
dengan maksud agar dapat memberikan pendapat apakah laporan –laporan
tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan, yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP),
audit kepatuhan (compliance Auditing) berkaitan dengan kegiatan
memperoleh dan memeriksa bukti-bukti untuk menetapkan apakah
kegiatan keuangan atau operasi suatu entitas telah sesuai dengan
persyaratan, ketentuan atau peraturan tertentu. Audit Operasional
(Operational Auditing) berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan
mengevaluasi bukti-bukti tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi
entitas dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan tertentu.
B. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) Standar Audit (PSA) yang terdapat dalam Standar Profesional
Akuntan Publik (SPAP,2001) menyatakan bahwa terdapat tiga standar dalam
proses audit, yaitu ; standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar
pelaporan. Ketiga standar tersebut akan diuraikan sebagai berikut menurut
SPAP 2001:
1. Standar Umum a. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang memadai sebagai seseorang auditor b. Dalam semua hal yang berkaitan dengan perikatan, auditor harus senantiasa menjaga sikap mental independen c. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporan, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama 2. Standar Pekerjaan Lapangan a. Pekerjaan harus direncanakan dengan matang dan apabila digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. b. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh agar dapat merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. c. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, observasi, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasr yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. 3. Standar Pelaporan a. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. b. Laporan auditor harus menunjukkan keadaan di mana prinsip akuntansi tidak diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan prinsip akuntanasi yang diterapkan pada periode sebelumnya. pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecualli dinyatakan lain dalam laporan auditor. c. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara menyeluruh, atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat yang menyeluruh tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dianyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan auditor yang dilaksanakan, dan jika ada, tingkat tanggung jawab yang dipikulnya. C. Prosedur Analitis (Analytical Procedures) AU 329.02, Analytical Procedures (SAS 56) dalam buku Boynton
dkk, mendefinisikan prosedur analitis (analtytical procedures), sebagai
’’evaluasi informasi keuangan yang dilakukan dengan mempelajari hubungan
yang masuk akal antara data keuangan dan data non keuangan.’’ Oleh karena
itu prosedur meliputi pembandingan antara jumlah-jumlah yang dicatat atau
rasio-rasio yang dikembangkan dari jumlah-jumlah yang dicatat, dengan
ekspektasi-ekspektasi yang dikembangkan oleh Auditor. Prosedur tersebut
berkisar dari perbandingan sederhana hingga penggunaan matematika
kompleks dan model statistik yang melibatkan banyak hubungan dan elemen
data.
Prosedur analitis digunakan dalam audit untuk tujuan berikut
(boynton, dkk) dalam bukunya:
1
Dalam tahap perencanaan audit, untuk membantu auditor dalam merencanakan sifat, waktu dan luasnya prosedur audit lainnya 2
Dalam tahap pengujian, sebagai pengujian substantif untuk memperoleh bukti mengenai asersi tertentu yang berhubungan dengan saldo akun atau transaksi 3
Pada penyelesaian audit, dalam melakukan review akhir terhadap kelayakan keseluruhan laporan keuangan yang diaudit Langkah-langkah yang terlibat dalam melaksanakan prosedur analitis:
1. Mengidentifikasi penghitungan dan perbandingan dalam prosedur analitis Jenis penghitungan dan perbandingan yang digunakan secara
umum termasuk hal-hal berikut :
a. Perbandingan data absolut (absolute data comparison). Prosedur ini melibatkan perbandingan sederhana suatu jumlah saat ini, serperti saldo akun, dengan suatu junmlah yang diharapkan atau diprediksi b. Analisis Rasio Keuangan (Ratio Analysis). Sejumlah rasio yang sering kali digunakan oleh manajemen atau analisis keuangan dapat dihitung dan dibandingkan dengan nilai yang diharapkan untuk rasio tersebut. Jumlah hasil penghitungan dapat dianalisis secara individual atau dalam kelompok yang berhubungan seperti rasio solvabilitas atau leverage, efisiensi, aktivitas, profitabilitas,dsb. c. Analisis Tren (Trend Analysis). Analisis ini melibatkan perbandingan beberapa data (absolut,rasio) bagi lebih dari dua periode akuntansi untuk mengidentifikasi perubahan penting yang mungkin tidak nyata dari perbandingan yang terbatas pada periode saat ini dan periode masa lalu. 2. Mengembangkan ekspektasi a. Informasi keuangan klien untuk periode masa lalu yang dapat dibandingkan (Comparible pertimbangan bagi Prior perubahan Periode) yang memberikan diketahui. Menurut pendekatan ini, dengan tidak adanya kondisi yang diketahui, secara sederhana diasumsikan bahwa suatu saldo akun periode berjalan, persentase ukuran umum, rasio, atau hubungan antara data keuangan dan data non keuangan harus memperkirakan jumlah periode masa lalu. b. Hasil yang diantisipasi berdasarkan anggaran formal dan peramalan. Pendekatan ini termasuk penggunaan anggaran yang disiapkan klien, dan permalan untuk periode berjalan baik peramalan yang disiapkan oleh auditor. c.Data Industri. Persentase ukuran umum, rasio, dan data tren perusahaan dalam suatu industri tersedia untuk tujuan perbandingan. 3. Melaksanakan Penghitungan / Perbandingan Langkah ini termasuk mengakumulasi data yang akan digunakan
dalam menghitung jumlah absolut dan persentase perbedaan antara
jumlah saat ini dan tahun lalu, menghitung data ukuran umum serta data
rasionya, dan lain sebagainya. Karena perencanaan dilakukan beberapa
bulan sebelum saldo akun akhir tahun berjalan tersedia, maka lanngkah
ini melibatkan penggunaan data satu tahun hingga tanggal saat ini aktual
dan atau proyeksi data akhir tahun. Langkah ini juga termasuk
pengumpulan data industri untuk tujuan perbandingan. Perangkat lunak
komputer telah secara umum digunakan dalam membuat penghitungan
dan perbandingan, serta dapat juga digunakan dalam memperoleh
informasi dari database industri dan organisasi.
4. Menganalisis Data dan Mengidentifikasi Perbedaan Signifikan Analisis atas penghitungan dan perbandingan harus membuat
auditor lebih memahami bisnis klien. Sebagai contoh, analisis mengenai
data rasio yang tepat menyediakan penilaian berkelanjutan atas
solvabilitas, efisiensi dan profitabilitas relatif terhadap tahun lalu dan
terhadap perusahaan lain dalam industri yang sama. Secara serupa,
perbandingan data entitas tahun berjalan dan tahun lalu akan membantu
auditor untuk memahami dampak kejadian atau keputusan penting
terhadap laporan keuangan entitas.
5. Menyelidiki Perbedaan Signifikan Yang Tidak Diharapkan Perbedaan yang signifikan yang tidak diharapkan harus diselidiki.
Hal ini biasanya melibatkan pertimbangan ulang metode-metode dan
faktor-faktor yang digunakan dalam mengembangkan ekspektasi dan
mengajukan pertanyaan kepada manajemen., kadang-kadang informasi
baru akan mendukung perbaikan ekspektasi, yang pada akhirnya akan
menghilangkan perbedaan siginifikan.
6. Menentukan Dampak atas Perencanaan Audit Perbedaan yang signifikan yang tidak dapat dijelaskan biasanya
dianggap sebagai indikasi suatu peningkatan risiko salah saji dalam
akun-akun yang terlibat dalam perhitungan dan perbandingan. Dalam
kasus ini, biasanya auditor akan merencanakan untuk melaksanakan
pengujian yang lebih mendetail terhadap akun-akun terebut. Prosedur
analitis menyediakan auditor petunjuk mengenai apakah suatu akun
lebih mungkin dinyatakan lebih saji atau kurang saji.
D. Laporan keuangan
1. Pengertian
Laporan keuangan yang dihasilkan oleh pihak manajemen suatu
perusahaan merupakan hasil akhir dari proses atau kegiatan-kegiatan
akuntansi yang dilakukan
perusahaan. Laporan keuangan dibuat untuk
mempertanggungjawabkan kegiatan perusahaan terhadap pemilik dan
memberikan informasi mengenai posisi keuangan yang telah dicapai
perusahaan. Laporan keuangan adalah suatu laporan tertulis yang merupakan
bentuk pandangan secara wajar mengenai posisi keuangan, kinerja dan arus
kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna
laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi, serta
menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumbersumber daya yang dipercayakan kepada mereka (IAI,2002).
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam SAK tentang Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan paragraf 7 mengemukakan
sebagai berikut:
a. Laporan keuangan merupakan bagian dari proses laporan keuangan b. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
laporan keuangan adalah suatu media untuk menyampaikan informasi yang
telah dikumpulkan dan diolah dengan akuntansi keuangan yang kemudian
disusun dalam bentuk neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan posisi
keuangan serta laporan laba yang tidak dibagikan (laba ditahan) dimana
nantinya akan dikomunikasikan secara periodik kepada pemakainya.
2. Tujuan Laporan Keuangan
Ikatan Akuntansi Indonesia dalam PSAK Paragraf 12 mengemukakan
tujuan dari laporan keuangan adalah sebagai berikut : menyediakan informasi
yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan
suatu
perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan ekonomi. (IAI,2002)
3. Bentuk Laporan Keuangan
Ada tiga bentuk laporan keuangan dasar yang bisa digunakan untuk
menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, neraca, laporan
laba rugi, dan laporan arus kas (Keown dkk,2001 :107) dalam Siti
Rakhmaniar Sumiati (2009,31)
Neraca
perusahaan
menggambarkan
untuk
tanggal
aktiva,
hutang
tertentu,sedangkan
dan
ekuitas
laporan
pemilik
laba
rugi
menggambarkan pendapatan bersih dari kegiatan operasi perusahaan serta
periode tertentu. Laporan arus kas menggabungkan informasi dari neraca dan
laporan laba rugi untuk menggambarkan sumber dan penggunaan kas selama
periode tertentu selama sejarah hidup perusahaan.
John J. Wild dkk 2005 :23 dalam bukunya menjelaskan pengertian
dari Laporan keuangan perusahaan sebagai berikut:
a. Neraca (Balance Sheet) Neraca atau disebut juga persamaan akuntansi merupakan dasar
sistem akuntansi :Aktiva = Kewajiban + ekuitas. Sisi kiri persamaan ini
terkait dengan sumber daya yang dapat dikendalikan oleh perusahaan,
atau aktiva. Sumber daya ini merupakan investasi yang diharapkan untuk
menghasilkan laba di masa depan melalui aktivitas operasi. Untuk
menjalankan aktivitas operasi, perusahaan membutuhkan pendanaan
untuk membiayainya. Sisi kanan persamaan ini mengidentifikasi sumber
pendanaan. Kewajiban (Liability) merupakan pendanaan dari kreditor dan
mewakili kewajiban perusahaan, atau klaim kreditor atas aktiva. Ekuitas
atau ekuitas pemegang saham (Shareholder’s equity) merupakan total dari
pendanaan yang diinvestasikan atau dikontribusikan oleh pemilik (modal
kontribusi) dan akumulasi laba yang tidak dibagikan kepada pemilik (laba
ditahan) sejak berdirinya perusahaan.
Apabila laba perusahaan besar, tetapi uang kas tidak mencukupi
untuk mendanai kegiatan operasi, perusahaan belum dapat dikatakan
dalam kondisi sehat. Begitu pula jika uang kas tidak mencukupi untuk
membayar kewajiban-kewajiban jangka pe3ndek yang sudah dan akan
jatuh tempo, perusahaan belum dapat dilakukan sehat. Besarnya laba
yang diperoleh perusahaan belumlah menggambarkan dengan memadai
kesehatan suatu perusahaan, kinerja para pengelola beserta seluruh jajaran
karyawannya, masalah-masalah yang sudah dan sedang dihadapi dan
yang mungkin terjadi pada masa mendatang.
b. Laporan Laba Rugi (Income Statement) Laporan laba rugi mengukur kinerja keuangan perusahaan antara
tanggal neraca. Laporan ini mencverminkan aktivitas operasi perusahaan.
Laporan laba rugi menyediakan rincian pendapatan, beban, untung, dan
rugi perusahaan untuk suatu periode waktu. Di bagian bawah, laba
(earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan prifitabilitas
perusahaan. Laporan laba rugi memuat beberapa indikator profitabilitas
lainnya. Laba kotor (gross profit) yang disebut juga margin kotor (gross
margins) merupakan selisih antara penjualan dan harga pokok penjualan.
Laba kotor mengindikasikan seberapa jauh perusahaan mampu menutupi
biaya produknya. Laba operasi (earning from operations) merupakan
selisih antara penjualan dengan seluruh biaya dan beban operasi. Laba
operasi biasanya tidak mencakup biaya modal (bunga) dan pajak. Laba
sebelum
pajak
(earnings
before
taxes),
sebagaimana
namanya,
merupakan laba dari operasi sebelum cadangan untuk pajak penghasilan.
Laba dari operasi berjalan (earnings from continuing operations)
merupakan laba dari bisnis perusahaan yang sedang berjalan setelah
bunga dan pajak. Laba ini disebut juga laba sebelum pos-pos luar biasa
dan operasi dalam penghentian.
c. Laporan Ekuitas Pemegang Saham (Shareholder’s Equity statement) Laporan ini menyajikan perubahan-perubahan pada pos-pos
ekuitas.
Laporan
ini
bermanfaat
untuk
mengidentifikasi
alasan
peruvbahan klaim pemegang ekuitas atas aktiva perusahaan.
d. Laporan Arus Kas (Cashflow Statement) Laba biasanya tidak sama dengan arus kas bersih, kecuali
sepanjang hidup perusahaan. Karena akuntansi akrual menghasilkan
angka yang berbeda dari akuntansi arus kas, dan kita mengetahui bahwa
arus kas penting dalam pengambilan keputusan, diperlukan pelaporan atas
kas masuk dan kas keluar. Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk
dan arus kas kelluar bagi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan
perusahaan secara terpisah dalam suatu periode tertentu.
E. Analisis Keuangan
1. Pengertian
Analisis
keuangan
adalah
segala
sesuatu
yang
menyangkut
penggunaan informasi akuntansi untuk membuat keputusan bisnis dan
investasi. Analisis keuangan dirancang bagi pengusaha, investor dan kreditor
dimana mereka harus memahami bagaimana membaca mengartikan serta
menganalisis laporan keuangan. Laporan keuangan melaporkan posisi
keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu maupun selama beberapa
periode yang lalu.
Analisis keuangan terdiri atas tiga bagian besar : (1) Analisis
profitabilitas, (2) Analisis risiko, (3) Analisis sumber dan penggunaan dana
(John J. Wild,2005 :16). Analisis profitabilitas
(profitability anlysis)
merupakan evaluasi atas tingkat pengembalian investasi perusahaan. Analisis
ini juga mencakup evaluasi atas dua sumber utama profitabilitasnya, dan
melibatkan
identifikasi
dan
pengukuran
dampak
berbagai
pemicu
profitabilitas : margin (bagian dari penjualan yang tidak tertutup oleh biaya)
dan perputaran (penggunaan modal). Analisis profitabilitas juga berfokus pada
penyebab perubahan profitabilitas dan daya tahan laba. Analisis Risiko (Risk
Analysis) merupakan evaluasi atas kemampuan perusahaan untuk memenuhi
komitmennya. Analisis risiko melibatkan penilaian atas solvabilitas dan
likuiditas perusahaan sejalan dengan variasi laba. Karena risiko menjadi
perhatian utama kreditor, analisis risiko sering dibahas dalam konteks analisis
kredit. Analisis sumber dan penggunaan dana (analysis of sources and users
of funds) merupakan evaluasi bagaimana perusahaan memperoleh dan
menggunakan dananya. Analisis ini memberiekan pandangan tentang
implikasi pendanaan perusahaan di masa depan. Sebagai contoh perusahaan
yang mendanai proyek baru dengan kas (laba) yang dihasilkan dari dalam
perusahaan lebih berpeluang mencapai kinerja keuangan yang lebih baik di
masa depan dibandingkan perusahaan yang banyajk meminjam untuk
mendanai proyeknya, atau lebih parah lagi untuk menutupi kerugian saat ini.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa analisis keuangan
adalah segala hal yang menyangkut informasi keuangan yang dimiliki oleh
perusahaan dianalisa dan menjadi dasar dalam menentukan suatu keputusan
bisnis di masa mendatang serta menjadi tolak ukur untuk menilai kinerja masa
kini.
2. Laporan Keuangan sebagai Dasar Analisis
Sebuah
perusahaan
menjalankan
berbagai
aktivitas
untuk
menyediakan produk atau jasa yang dapat dijual dan menghasilkan
pengembalian investasi yang memuaskan. Laporan keuangan perusahaan
berikut
pengungkapannya
menginformasikan
empat
aktivitas
utama
perusahaan : perencanaan, pendanaan, investasi, dan operasi. Masing-masing
aktivitas bisnis utama ini penting untuk dipahami sebelum kita dapat
menganalis laporan keuangan perusahaan secara efektif.
Pada rencana bisnis dalam tahap perencanaan membantu manajer
untuk memusatkan usaha meeereka dan mengidentifikasi kesempatan dan
rintangan yang diharapkan. Pandangan ke dalam rencana bisnis sangat
membantu analisis atas prospek perusahaan kini dan nanti, dan rencana bisnis
merupakan bagian dari analisis lingkungan bisnis dan strategi. Kita dapat
menemukan berbagai informasi mengenai tujuan perusahaan dan taktiknya,
permintaan pasasr, analisis kompetitif, strategi penjualan (penetapan harga,
promosi, distribusi), kinerja manajemen, dan proyeksi keuangan. Jenis
inforrmasi ini, dalam berbagai bentuk, sering ditemui dalam laporan
keuangan.
F. Rasio Keuangan
1. Pengertian David F. Scott, Jr, John D. Martin, J. William Petty dan Arthur J.
Keown (1999) menyatakan bahwa :
“Financial ratios help us identify some of the financial strengths and
weaknesses of a company. The ratios give us two ways of making
meaningful comparison of a firm financial data : (1) we can examine
the ratios accross time to identify any trends; (2) we can compare the
firm ratios with those of other firms.”
Rasio keuangan dapat membantu kita mengidentifikasi beberapa
kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan. Rasio keuangan memberikan
dua cara untuk membuat perbandingan dari data keuangan perusahaan
menjadi lebih berarti : (1) kita dapat meneliti rasio antar waktu untuk meneliti
arah pergerakannya; dan (2) kita dapat membandingkan rasio keuangan
perusahaan dengan perusahaan lain.
Rasio keuangan merupakan perangkat analisis laporan keuangan yang
paling populer dan paling sering digunakan. Suatu rasio menunjukkan
hubungan matematis antara suatu data keuangan dengan data keuangan
lainnya. Rasio keuangan seperti halnya alat-alat analisis yang lain adalah
future oriented, oleh karena itu penganalisis harus mampu untuk
menyesuaikan faktor-faktor yang ada pada periode waktu ini dengan faktorfaktor di masa yang akan datang yang mungkin akan mempengaruhi posisi
keuangan atau hasil operasi perusahaan yang bersangkutan. Rasio-rasio
keuangan digunakan untuk membandingkan resiko dan keuntungan dari
berbagai perusahaan untuk membantu investor dalam membuat keputusan
investasi dan kredit terbaik. Pengambilan keputusan tersebut membutuhkan
evaluasi dari perubahan kinerja yang terjadi setiap waktu dan kemudian
membandingkannya dengan seluruh perusahaan yang memiliki jalur bisnis
yang sama. Oleh karena itu, peranan rasio keuangan yang utama adalah bahwa
rasio dapat digunakan untuk membandingkan hubungan resiko dan return
perusahaan dalam berbagai ukuran. Rasio juga dapat memberikan gambaran
keadaan perusahaan berupa karakteristik ekonomi, kegiatan operasi, investasi
dan keuangan perusahaan serta strategi kompetitif perusahaan.
Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan
adalah alat utama untuk menganalisis keuangan yang bertujuan untuk menilai
dan mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan
dalam rangka pengambilan keputusan di masa mendatang (future oriented).
Rasio keuangan dapat menstandarisasi keuangan yang dapat dipakai sebagai
alat pembanding antar perusahaan dengan ukuran yang berbeda (Keown
dkk,2001:108). Rasio keuangan merupakan alat penting untuk mengukur
perkembangan suatu usaha dengan para pembandingnya (Gill dan
Chatton,2003;28)
2. Jenis-jenis Rasio Keuangan
Rasio Profitabilitas (Profitabillity Ratio)
Profitabilitas (Profitability) adalah kemampuan suatu perusahaan
untuk menghasilkan laba. Satu-satunya ukuran profitabilitas yang paling
penting adalah laba bersih. Para investor dan kreditor sangat
berkepentingan
dalam
mengevaluasi
kemampuan
perusahaan
menghasilkan laba saat ini maupun di masa mendatang. Rasio
Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dengan menggunakan
modal tertentu.
1) Rasio pengembalian atas aktiva (Return on Asset Ratio) Rasio ini mengukur pengembalian atas total aktiva setelah
bunga dan pajak. Hasil pengembalian total aktiva atau total investasi
menunjukkan
kinerja
manajemen
dalam
menggunakan
aktiva
perusahaan untuk menghasilkan laba.
2) Rasio pengembalian atas modal (return on equity) Rasio ini menunjukkan keberhasilan atau kegagalan pihak
manajemen dalam memaksimumkan tingkat hasil pengembalian
investasi pemegang saham dan menekankan pada hasil pendapatan
sehubungan dengan jumlah yang diinvestasikan.
Rasio Likuiditas (Liqudity Ratio) Aktiva Likuid adalah aktiva yang dapat diperdagangkan pada pasar yang aktif dan dapat dengan seggera dikonversikan menjadi kas. Posisi likuiditas perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya seperti melunasi hutangnya yang jatuh tempo dalam jangka pendek. Rasio Likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo. Rasio ini membandingkan jangka pendek dengan sumber daya jangka pendek (lancar) yang tersedia untuk memenuhi kewajiban tersebut. Dua rasio likuiditas yang umum digunakan yaitu Rasio Lancar (Current Ratio) dan Rasio Cepat (Quick Ratio). 1) Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan
kewajiban lancar. Rasio ini menunjukkan besarnya kewajiban lancar
yang ditutup dengan aktiva yang diharapkan akan dikonversi menjadi
kas dalam jangka pendek. Rasio lancar ini memberikan indikator terbaik
atas besarnya klaim kreditor jangka pendek yang dapat ditutup oleh
aktiva yang diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam jangka
pendek.
2) Rasio Cepat (Quick Ratio)
Rasio ini dihitung dengan mengurangkan persediaan dari aktiva
lancar dan kemudian membagi hasilnya dengan kewajiban lancar.
Persediaan adalah aktiva lancar yang paling tidak likuid dan bila terjadi
likuidasi maka persediaan merupakan aktiva yang paling sering
menderita kerugian.
Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio) Solvabilitas (Solvability) adalah kemampuan untuk membayar utang jangka panjang, baik utang pokoknya maupun bunganya. Kemampuan untuk membayar utang jangka panjang bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba karena cicilan utang pokok maupun bunganya menurut kelaziman dibayar dengan dana kas, dan besarnya dana kas sangat ditentukan oleh besarnya laba yang masuk ke dalam perusahaan dalam bentuk uang kas. Rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur tingkat sejauh mana aktiva perusahaan telah dibiayai oleh penggunaan hutang disebut juga rasio hutang atau debt ratio. 1) Rasio kewajiban jangka panjang atas harta (debt to asset ratio)
Rasio ini merupakan gambaran tentang berapa banyak dana
perusahaan yang berasal dari utang jangka panjang dibandingkan dengan
harta perusahaan. Angka rasio yang rendah mengidentifikasikan adanya
perlindungan yang lebih banyak kepada kreditor jangka panjang.
2) Rasio kewajiban jangka panjang atas modal (debt to equity ratio)
Rasio ini bertujuan untuk melihat berapa besarnya utang jangka
panjang operasi dibandingkan dengan modal perusahaan. Semakin kecil
angka rasio, semakin baik solvabilitas perusahaan. Rasio utang yang
tinggi terhadap pemegang saham atau harta menunjukkan keadaan yang
serius untuk segera dibenahi.
G. Opini Auditor Independen
Opini audit adalah pendapat yang dikeluarkan oleh auditor atas laporan
keuangan yang telah diaudit yang memuat suatu pernyataan bahwa laporan
keuangan yang disusun oleh manajemen menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material, posisi keuangan suatu entitas, hasil usaha dan arus kas susuai
dengan prinsip akuntansi yang diterima umum di Indonesia. Adapun jenis-jenis
pendapat yang dikeluarkan oleh auditor independen adalah Pendapat wajar tanpa
pengecualian (Unqualified Opinion), Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
paragraph penjelas (Modified Unqualifed Opinion), Pendapat wajar dengan
pengecualian (Qualified Opinion), Pendapat tidak wajar (Adverse Opinion),
Pernyataan tidak memberikan pendapat (Disclaimer of Opinion). (Ikatan Akuntan
Indonesia,2001). Berikut adalah penjelasan mengenai opini-opini auditor tersebut.
1. Pendapat Auditor Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
Pendapat auditor wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion)
menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua
hal yang material , posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu
sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum. Pendapat Auditor wajar
tanpa pengecualian dilakukan atau diberikan jika tidak terjadi pembatasan
dalam lingkup audit dan tidak terdapat pengecualian yang signifikan
mengenai kewajaran dan penerapan prinsip akuntansi yang diterima umum
dalam penyusunan laporan keuangan, konsistensi penerapan prinsip akuntansi
yang diterima umum serta pengungkapan yang memadai dalam laporan
keuangan.
2. Pendapat Auditor Wajar tanpa Pengecualian dengan bahasa penjelasan (Modified Unqualified Opinion) Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan diberikan auditor jika dalam keadaan tertentu memungkinkan auditor menambahkan suatu paragraf penjelasan dalam laporan auditnya. Keadaan tersebut meliputi : pendapat auditor sebagian didasarkan atas laporan auditor independen lain, kondisi yang semula menyebabkan seorang auditor yakin tentang adanya kesangsian mengenai kelanngsungan hidup entitas, namun setelah mempertimbangkan rencana manajemen, auditor berkesimpulan bahwa rencaana tersebut dapat berjalan efektif, diantara periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam penggunaan prinsip akuntansi dalam metode penerapannya. 3. Pendapat Auditor Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion) Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion) menyatakan
bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar dalam semuahal yang
material, posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas entitas tertentu seusuai
dengan prinsip akuntansi kecuali untuk dampak hal-hal yang berhubungan
dengan yang dikecualikan.
Pendapat auditor wajar dengan pengecualian
diberikan auditor jika dalam pemeriksaan laporan keuangan klien, adanya
ketidakkonsistenan dalam penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima
umum tersebut serta adanya ketidakpastian yang luar biasa sifatnya yang
mempunyai dampak terhadap laporan keuangan yang tidak dapat diperkirakan
dengan baik pada tanggal pembuatan laporan keuangan.
4. Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion) Pendapat tidak wajar (Adverse Opinion) menyatakan bahwa laporan
keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha dan arus
kas entitas tertentu sesuai prinsip akuntansi diterima umum. Pendapat tidak
wajar yang diberikan oleh auditor jika laporan keuangan tersebut tidak
menyajikan secara wajar posisi keuangan hasil usaha, perubahan laba yang
ditahan, dan perubahan posisi keuangan klien. Jika laporan keuangan
diberikan pendapat tidak wajar oleh auditor, maka informasi yang disajikan
oleh klien dalam laporan keuangan sama sekali tidak dapat dipercaya,
sehingga tidak dapat dipakai oleh pemakai laporan keuangan untuk
pengambilan keputusan.
5. Pernyataan tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion) Suatu pernyataan tidak memberikan pendapat (Disclaimer Opinion)
bahwa auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Auditor
dapat tidak menyatakan suatu pendapat bilamana ia tidak dapat merumuskan
atau tidak merumuskan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Jika auditor menyatakan
tidak memberikan pendapat, laporan auditor harus memberikan semua alasan
substantif yang mendukung pernyataannya tersebut. Ketidakpastian auditor
terhadap wajar tidaknya laporan keuangan yang diperiksa disebabkan jika
auditor tidak melaksanakan audit yang lingkup pemeriksaannya
terjadi
pembatasan yang luar biasa sifatnya. Auditor yakin atas dasar auditnya bahwa
terdapat penyimpangan material dari prinsip akuntansi yang berlaku umum,
Auditor merasa tidak independen antara hubungannya dengan klien.
H. Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Mills and Yamammura (1999) menjelaskan
pentingnya Rasio Arus Kas (cash flow ratios) dalam memperediksi kelangsungan
usaha dimana beberapa rasio arus kas tersebut dipercaya dapat membantu
memberikan informasi yang lebih akurat bagi para auditor dalam memprediksi
kelangsungan usaha entitasnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Rusmin (2001) mengenai penggunaan
analisis rasio keuangan dalam prosedur analitis. Penelitian beliau menggambarkan
bagaimana seorang auditor menggunakan pertimbangan rasio-rasio keuangan
dalam melakukan proses auditing yang terdapat dalam prosedur analitis yang
memberikan kesimpulan bahwa prosedur analitis memberikan petunjuk kepada
auditor tentang adanya kemungjkinan terdapat salah saji material di dalam laporan
keuangan. Hal ini berarti auditor harus melakukan prosedur audit tambahan guna
memberikan indikasi tersebut.
Penelitan lain pula dilakukan oleh Loh Wenny Setiawati dan Soekrisno
Agus (2005) mengenai pengaruh rasio keuangan dan predijksi kebangjkrutan
terhadap opini audit yang dikeluarkan oleh auditor. Penelitan mereka
menggunakan rasio profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, rasio arus kas, dan
prediksi kebangkrutan. Metode analisis yang digunakan
dengan melakukan
pengujian univariate dan multivariate dimana hasil dari kedua pengujian tersebut
dibandingkan terhadap hipotesis yang mereka bangun.
Tabel 2.1
Tinjauan Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti dan Tahun Penelitian 1 Rusmin pada tahun 2001 Judul Penelitian Penggunaan Analisis Rasio Keuangan dalam Prosedur Analitis Variabelā€Variabel yang Digunakan Analisis Rasio Keuangan yang digunakan dalam Prosedur Analitis menurut penelitian ini adalah Fundraising Efficiency Hasil Penelitian Merupakan Statistik Deskriptif yang menjelaskan penggunaan rasio keuangan pada ratio, Fundraising Expense ratio, Management Expenser ratio, Program Service Expense ratio, Program Services expense to Total Assets ratio 2 Rosif Rochman Analisis Normalitas Rasio Keuangan :studi kasus Perusahaanā€
Perusahaan Indonesia yang Tercatat Di BEJ Analisis Rasio Keuangan dalam Penelitian ini berjumlah Lima Jenis Rasio : Market Value ratio, Leverage ratio, Profitability ratio, Activity ratio, dan Liquidity ratio perusahaan Klien yang dianalisa oleh seorang auditor dalam melakukan prosedur analitis , prosedur analitis merupakan kepada petunjuk auditor tentang kemungkinan salah saji material di dalam laporan keuangan Merupakan analisis Statistik kuantitatif Deskriptif yang bertujuan untuk rasio mengetahui rataā€rata keuangan inkdustri serta analisis pola distribusi dari rasioā€rasio keuangan tersebut. Dengan menggunakan Uji Signifikansi Shapiroā€
Wilk Rasio keuangan DAR dan ROI berdistribusi secara normal menunjukkan nilai >0,05 sedangkan Rasio Keuangan EPS, PER, DER, OPM,NPM,ROE, ATO, CR tidak berdistribusi Normal karena Hasil Uji Signifikansi Shapiroā€Wilk <0,05 Lanjutan Tabel 2.1
3 Loh Wenny Setiawati pada Pengaruh Rasio Keuangan dan Prediksi Kebangkrutan Rasio Keuangan yang berupa Rasio Profitabilitas, Solvabilitas,Likuiditas dan Rasio Keuangan Profitabilitas, Solvabilitas, Likuiditas dan Prediksi tahun 2005 Terhadap Opini Audit Yang Dikeluarkan Auditor 4 Rahman Muslim pada tahun 2008 Prediksi Kondisi Financial Distress Perusahaan Go Public dengan Menggunakan Analisis Multinomial Logit 5 Abdul Kholil pada tahun 2009 arus kas serta Prediksi kebangkrutan yang berupa Altman’s Zā€Score Model Variabel independen :Opini yang Dikeluarkan Oleh Auditor yang berbentuk kategorik dua pilihan yaitu : Wajar Tanpa Pengecualian dan Opini Going Concern Penelitian ini menggunakan Analisis Rasio Keuangan yang dibagi menjadi tiga Model yaitu Rasio Keuangan dari Neraca dan Lap. Laba Rugi, Rasio Keuangan dari Lap. Arus Kas, dan Rasio Keuangan dari Neraca, Lap. Laba Rugi dan Lap. Arus Kas Kebangkrutan berpengaruh dalam pemberian Opini Audit oleh seorang Auditor, tetapi Rasio Keuangan Arus Kas tidak berpengaruh dalam pemberian Opini Audit oleh seorang Auditor Merupakan Statistik Deskriptif Model yaitu terhadap ketepatan prediksi model yang dibagi dalam tiga kelompok jenis perusahaan sehat, perusahaan FD dengan laba negatif dan Perusahaan FD dengan Interest Coverage Ratio <1,50. Model 1 menghasilkan prediksi ketepatan sebesar 75,4 %, Model 2 menghasilkan ketepatan Prediksi sebesar 69,7% dan Model 3 menghasilkan ketepatan Prediksi sebesar 83,8 % Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Rasio keuangan Rasio Keuangan Profitabilitas, Likuditias berpengaruh terhadap Terhadap Opini dan Rasio Solvabilitas Opini Audit Audit I. Kerangka Pemikiran
Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan oleh penulis, mulai
dari latar belakang, perumusan masalah serta landasan teori yang ada dapat
disimpulkan bahwa penelitian ini dilakukan untuk meneliti pengaruh rasio
keuangan profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas sebagai variabel bebas
(Independend) terhadap opini audit sebagai variabel terikat (Dependend),
sehingga dapat digambarkan penelitian ini dalam kerangka pemikiran sebagai
berikut :
Variabel Independen
Variabel Dependen
Rasio Profitabilitas
Opini Wajar Tanpa
Pengecualian
Rasio Likuiditas
Opini Wajar dengan
Penjelasan
Rasio Solvabilitas
Opini Wajar
Gambar 2.1
Kerangka pemikiran
J.
Hipotesis
Berdasarakan kerangka pemikiran yang telah digambarkan oleh
penulis, maka penulis membangun hipotesis dalam penelitian ini sebagai
berikut :
H0
: Rasio keuangan profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas tidak
memiliki pengaruh signifikan terhadap opini audit yang diberikan oleh
auditor
Ha
: Rasio keuangan profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas memiliki
pengaruh signifikan terhadap opini audit yang diberikan oleh auditor
Pengujian semua hipotesis tersebut dilakukan dengan menggunakan Program
SPSS (Statistical Package for Social Sciences).
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian
Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio keuangan
yang diperoleh melalui laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan audit
yang dikeluarkan oleh Kantor Akuntan Publik. Dalam penelitian ini membahas
mengenai pengaruh rasio-rasio keuangan yang dipakai sebagai dasar dalam
pelaksanaan prosedur analitis terhadap opini audit yang dikeluarkan oleh auditor.
Oleh karena itu, ruang lingkup penelitian ini terdiri atas rasio keuangan
(independen), sedangkan opini audit (dependen).
B. Metode Penentuan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah
perusahaan manufaktur atau
pabrikasi yang tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan
penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Purposive
Sampling, yakni tipe pemilihan secara tidak acak yang informasinya dengan
menggunakan pertimbangan tertentu (Indriartono dan Supomo,2002:131). Adapun
kriteria-kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan-perusahaan yang telah terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia
minimal sejak tahun 2007-2008
2. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menyelesaikan laporan keuangan per
tanggal 31 Desember dan telah diaudit oleh auditor independen
3. Laporan keuangan perusahaan dan laporan auditor independen telah
dipublikasikan dan tersedia dari tahun 2007-2008
4. Opini audit yang dikeluarkan oleh Auditor adalah Pendapat wajar tanpa
pengecualian (Unqualified Opinion) Pendapat wajar tanpa pengecualian
dengan paragraph penjelas (Modified Unqualifed Opinion), Pendapat wajar
dengan pengecualian (Qualified Opinion)
5. Perusahaan-perusahaan tersebut telah diaudit oleh KAP Big Four maupun
Non Big Four
C. Metode Pengumpulan Data
Menurut sumbernya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder, yaitu berupa catatan atau laporan historis yang telah dipublikasikan,
yaitu berupa laporan auditor independen dan laporan keuangan tahun perusahaan
untuk periode tahun 2007-2008. Dimana data-data tersebut diperoleh dari Bursa
Efek Indonesia (BEI) melalui Pusat Referensi Pasar Modal.
Sedangkan menurut jenis datanya, maka data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah jenis data dokumenter, yaitu laporan keuangan auditee
perusahaan-perusahaan yang telah terdaftar di BEI sejak tahun 2007-2008. Data
dokumenter dalam penelitian ini dapat menjadi bahan atau dasar analisis data yang
kompleks yang dikumpulkan melalui metode observasi dan analisis dokumen.
Sehingga dapat diketahui juga, bahwa horison waktu yang digunakan peneliti pada
penelitian ini adalah studi time series. Dimana studi ini lebih menekankan pada
data penelitian berupa data rentetan waktu.
Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa
teknik sebagai berikut :
1. Studi Kepustakaan (Library Research)
Pengumpulan bahan-bahan berupa teori atau konsep yang diambil dari
internet, perpustakaan berupa literatur, koran, dan artikel atau jurnal ilmiah
yang dapat mendukung sebagai bahan kajian penelitian dan sebagai landasan
untuk menganalisa permasalahan.
2. Studi Lapangan (Field Research)
Data primer berupa pengamatan dan pengambilan data langsung di Pusat
Referensi Pasar Modal (PRPM) atau melakukan Direct Obserrvation di Bursa
Efek Indonesia (BEI)
D. Metode Analisis
1. Analisis Regresi Multinomial Logit
Regresi logistik pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu jika terdapat dua variabel dependen yang bersifat kategorik,
maka disebut Regresi Logistik Biner dan jika variabel dependen bersifat
kategorik lebih dari dua maka disebut Regresi Logistik Multinomial.
Regresi Multinomial Logit disebut juga Model Logit Politom, pada
variable respon atau dependen penelitian ini memiliki tiga kategori, yaitu :
opini auditor Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion),
Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraph penjelas (Modified
Unqualifed Opinion), Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified
Opinion).
a. Menilai model Fit
Langkah pertama adalah menilai Overall Fit Model
terhadap data. Beberapa test statistic diberikan untuk menilai hal
ini. Hipotesis untuk menilai model fit adalah
Ho : Model yang dihipotesakan fit dengan data
Ha : Model yang dihipotesikan tidak fit dengan data
b. Nilai -2Likelihood Ratio
Statistic -2Loglikelihood ratio dapat digunakan untuk
menentukan jika variable bebas ditambahkan ke dalam model
apakah secara siginifikan memperbaiki model fit. Penilaian
keseluruhan model regresi menggunakan nilai -2Likelihood dimana
jika terjadi penurunan dalam nilai -2Likelihood pada blok kedua
jika dibandingkan dengan blok pertama, maka dapat disimpulkan
bahwa model regresi menjadi lebih baik. (Ghazali,2005)
c. Koefisien Godness of Fit
Tes Goodness of fit menunjukkan apakah model cocok dengan
data. Ada dua tes goodness of fit, yaitu Pearson dan Dviance. Nilai
signifikan kedua tes ini lebih besar dari α 0,05, hal ini menunjukkan
model cocok dengan data (Cornelius trihendardi,207).
Tes ini digunakan untuk menguji hipotesis nol bahwa data
empiris cocok atau sesuai dengan model (tidak ada perbedaan antara
model dengan data, sehingga model data dikatakan fit), jika koefisien
goodness of fit sama atau kurang dari 0,05 maka hipotesis nol ditolak
yang berarti ada perbedaan signifikan antara model dengan nilai
observasinya, sehingga goodness of fit model tidak baik karena model
tidak dapat memprediksi nilai observasinya. Jika nilai statistik Chi
Square Hosmer and Lemeshow Goodness of Fit lebih besar dari 0,05
maka hipotesis nol tidak dapat ditolak dan berarti model mampu
memprediksi nilai observasinya. (Ghazali,2005)
d. Koefisien Pseudo-Rsquare
Nilai statistik R Square pada analisis multinomial logistik
didekati dengan nilai Pseudo Rsquare : Cox and Snell, Nagelkerke dan
McFadden. Nilai pada rentang 0-1. Semakin mendekati 1, maka
semakin banyak variasi yang dapat dijelaskan oleh model (Cornelius
Trihendardi,2007).
Koefisien Cox and Snell R Square merupakan ukuran yang
mencoba meniru ukuran Koefisien R Square pada Regresi Linear
Berganda yang didasarkan pada teknik estimasi Likelihood dengan
nilai maksimum <1, sehinggga sulit diinterpretasikan. Nagelkerke R
Square mnerupakan modifikasi dari koefisien Cox and Snell R Square
untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi dari 0-1. Hal ini
dilakukan dengan cara membagi nilai koefisien Cox and Snell R
Square dengan nilai maksimumnya. Nilai koefisien Nageljkerke R
square diinterpretasikan seperti koefisien R square pada Regresi
Linear Berganda.
e. Ketepatan prediksi Klasifikasi
Tabel klasifikasi digunakan untuk menghitung nilai estimasi
yang benar (correct) dan yang tidak benar (incorrect). Pada kolom
merupakan dua nilai dari variabel dependen yaitu opini audit Pendapat
wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion), Pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan paragraph penjelas (Modified Unqualifed
Opinion), Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion),
sedangkan pada baris menunjukkan nilai observasi sesungguhnya yang
sesuai dengan data actual pada model yang sempurna, maka semua
kasus akan berada pada diagonal dengan tingkat permalan 100%
(Ghazali,2005).
Model matematis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
P (Yi= unqualified)
Ln---------------------------- =
P (Yi=Qualified)
a+b1ROA+b2ROE+b3CR+b4QR+
b5DAR+b6DER+e1……………….(1)
P (Yi= unqualified)
Ln---------------------------- = a+b1ROA+b2ROE+b3CR+b4QR+
P (Yi=Qualified)
b5DAR+b6DER+e1……………….(2)
Model Regresi sebagai berikut:
Zj = bjX1+bj2X2+…+bjnXn
J
:
Kelompok
perusahaan
yang
mendapatkan
3
kelompok opini audit
Status : Kelompok opini wajar tanpa pengecualian (0),
kelompok wajar tanpa pengecualian dengan penjelas (1),
kelompok wajar dengan pengecualian (2)
X1…Xn : Rasio-rasio Keuangan
E. Pengukuran Variabel dan Pendefinisiannya
Penelitian ini mengungkapkan
dua variabel, yaitu variabel rasio
keuangan yang diduga berpengaruh terhadap opini audit yang dikeluarkan
oleh auditor independen. Variabel rasio keuangan ditempatkan sebagai
variabel bebas (independen) dan Opini Auditor sebagai variabel terikat
(dependen).
Untuk menjelaskan lingkup penelitian dan mencapai obyektivitas
penelitian khususnya yang berkaitan dengan pengukuran variabel, maka perlu
ditentukan definisi operasional dari variabel yang diteliti terlebih dahulu.
Definisi operasional merupakan salah satu cara dari pendefinisian suatu
gagasan.
1. Variabel Bebas (Independen)
Adalah variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel lain.
Dalam penelitian ini definisi operasional dari variabel-variabel Bebas
adalah sebagai berikut :
a. Rasio Profitabilitas (Profitabillity Ratio)
Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan
perusahaan
dalam
memperoleh
menggunakan modal tertentu.
ROA, Rumusnya :
Laba Bersih
Total Aktiva
ROE, Rumusnya :
Laba Bersih
laba
dengan
Modal
b. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio Likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo.
CR, Rumusnya :
Aktiva Lancar
Kewajiban Lancar
QR, Rumusnya :
Aktiva Lancar - Persediaan
Kewajiban Lancar
c. Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)
Rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur tingkat sejauh mana aktiva
perusahaan telah dibiayai oleh penggunaan hutang disebut juga rasio
hutang atau debt ratio
DAR, Rumusnya :
Kewajiban jk. Panjang
Harta
DER, Rumusnya :
Kewajiban jk. Panjang
Modal
2. Variabel Terikat (Dependen)
Adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh
variabel independen. Dalam penelitian ini variable dependen, yaitu:
6. Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion) dengan
nilai proksi 0
7. Pendapat wajar tanpa pengeculaian dengan paragraph penjelas
(Modified Unqualifed Opinion) dalam kelompok nilai 1
8. Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion) dalam
kelompok nilai 2
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Pasar Modal Indonesia
Sejarah lahirnya perusahaan publik di Indonesia terlepas dari sejarah
berlangsungnya kegiatan pasar modal Indonesia. Pasar modal Indonesia
dimulai ketika pemerintahan Hindia Belanda mendirikan Bursa Efek di
Jakarta (Batavia) pada 14 Desember 1912. Para investor pada masa itu adalah
orang-orang Hindia Belanda dan Eropa lainnya. Perkembangan pasar modal
di Jakarta pada waktu itu cukup menggembirakan, sehingga pemerintah
kolonial Belanda tertarik untuk membuka pasar modal di daerah lain, yaitu di
Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925 dan di Semarang tanggal 1 Agustus
1925.
Pasar modal di Indonesia dapat dibagi menjadi enam periode. Periode
pertama adalah periode jaman Belanda dimulai tahun 1912 yang merupakan
tahun didirikannya pasar modal yang pertama. Periode kedua adalah periode
orde lama yang dimulai pada tahun 1952. Periode ketiga adalah periode orde
baru dengan diaktifkannya kembali pasar modal pada tahun 1977. Periode
keempat adalah periode bangunnya pasar modal dari tidur yang panjang.
Periode kelima adalah periode otomatisasi pasar modal dimulai pada tahun
1995. Periode keenam adalah periode krisis moneter mulai bulan Agustus
1997.
Periode pertama dimulai pada tanggal 14 Desember 1912 yang dikenal
dengan nama Periode Jaman Belanda, suatu asosiasi 13 broker dibentuk di
Jakarta. Asosiasi ini diberi nama Belandanya sebagai “Vereniging Voor
Effectenhandel” yang merupakan cikal bakal pasar modal pertama di
Indonesia. Setelah perang dunia I, pasar modal di Surabaya mendapat giliran
dibuka pada tanggal 1 Januari 1925 dan disusul di Semarang pada tanggal 1
Agustus 1925. Kaena masih dalam jaman penjajahan Belanda dan pasar-pasar
modal ini juga didirikan oleh Belanda, mayoritas saham- saham
diperdagangkan di sana juga merupakan saham-saham perusahaan Belanda
dan afiliasinya yang tergabung dalam Deutch East Indies Trading Agencies.
Periode kedua yang berlangsung selama 8 tahun semenjak 1952-1960.
Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, pada tanggal 1 september 1951
dikeluarkan Undang-Undang Darurat No.12 yang kemudian dijadikan
Undang-Undang No.15/1952 tentang pasar modal. Juga melalui keputusan
Menteri Keuangan No.289737/UU tanggal 1 Nopember 1951, Bursa Efek
Jakarta (BEJ) akhirnya dibuka kembali pada tanggal 3 Juni 1952. Tujuan
dibukanya kembali bursa ini untuk menampung obligasi pemerintah yang
sudah dikeluarkan pada tahun-tahun sebelumnya. Tujuan yang lain adalah
untuk
mencegah
saham-saham
perusahaan
Belanda
yang
dulunya
diperdagangkan di pasar modal di Jakarta lari ke luar negeri. Kepengurusan
bursa efek ini kemudian diserahkan kepada Perserikatan Perdagangan Uang
dan Efek-Efek (PPUE) yang terdiri dari 3 bank dengan Bank Indonesia
sebagai anggota kehormatan.
Periode ketiga berlangsung dari tahun 1977-1988, Bursa Efek Jakarta
dikatakan lahir kembali pada tahun 1977 dalam periode orde baru sebagai
hasil Keputusan Presiden No.52 tahun 1976. Keputusan ini menetapkan
pendirian pasar modal, pembentukan Badan Pembina Pasar Modal,
pembentukan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan PT. Danareksa.
Presiden Suharto meresmikan kembali Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tanggal
10 Agustus 1977. PT. Semen Cibinong merupakan perusahaan pertama yang
tercatat di BEJ. Nilai kapitalisasi pasar yang dihimpun dengan teracatatnya
saham PT. Semen Cibinong Tbk adalah sebesar Rp. 2,37 miliar. Periode ini
disebut juga dengan periode tidur yang panjang, karena sampai dengan tahun
1988 hanya sedikit sekali perusahaan yang tercatat di BEJ, yaitu hanya 24
perusahaan saja. Kurang menariknya pasar modal pada periode ini dari segi
investor mungkin disebabkan oleh tidak dikenakannya pajak atas bunga
deposito, sedangkan penerimaan dividen dikenakan pajak penghasilan sebesar
15%.
Periode Keempat berlangsung dari tahun 1988-1995. Dari tahun 1988
sampai dengan tahun 1990 jumlah perusahaan yang terdaftar di BEJ
meningkat sampai dengan 127 perusahaan. Sampai dengan tahun 1996 jumlah
perusahaan yang terdaftar menjadi 238 perusahaan. Pada periode ini, Initial
Public Offering (IPO) menjadi peristiwa nasional. Peningkatan di pasar modal
antara lain disebabkan oleh deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah di
sektor keuangan dan perbankan termasuk pasar modal. Deregulasi yang
dianggap sangat mempengaruhi perkembangan pasar modal di Indonesia
antara lain adalah Pakto 27, 1988 dan Pakdes 20, 1988. Selanjutnya, dalam
pakto 27, 1988 yang berkaitan dengan usaha pengembangan pasar modal
antara lain adalah dikenakannya pajak atas bunga deposito/tabungan secara
final sebesar 15%. Sementara Pakdes 20, 1988 memberikan kemudahan dan
kesempatan kepada swasta nasional untuk menyelenggarakan Bursa Efek
Swasta dan diperkenankannya company listing yang memungkinkan
perusahaan-perusahaan dapat mencatatkan seluruh saham yang ditempatkan
dan disetor penuh di Bursa.
Periode kelima dimulai dari tahun 1995 dan sudah memulai sistem
otomatisasi. Karena peningkatan kegiatan transaksi yang dirasakan sudah
melebihi
kapasitas
manual,
maka
BEJ
memutuskan
untuk
mengotomatisasikan kegiatan transaksi di bursa. Sistem otomatisasi yang
diterapkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) diberi nama Jakarta Automated
Trading System (JATS) dan mulai dioperasikan pada hari Senin tanggal 22
Mei 1995. Selain itu, untuk mengantisipasi jumlah anggota bursa dan
transaksi yang meningkat, maka pada tanggal 19 September 1996
(diumumkan secara terbuka pada tanggal 10 Maret 1997) BES menerapkan
sistem otomatisasi yang disebut Surabaya Market Information & Automated
Trading System (S-MART).
Periode keenam yang berlangsung mulai bulan Agustus 1997, dimana
pada saat itu terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara di Asia
termasuk Indonesia. Krisis moneter yang terjadi ini terjadi mulai dari
penurunan nilai-nilai mata uang negar-negara Asia tersebut relative terhadap
dolar Amerika Serikat. Untuk mencegah permintaan dolar Amerika yang
berlebihan yang mengakibatkan nilainya meningkat dan menurunnya nilai
rupiah, Bank Indonesia menaikkan suku sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Tingginya suku bunga deposito berakibat negatif terhadap modal. Investor
tidak lagi tertarik untuk menanamkan dananya di pasar modal, karena total
return yang diterima lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan dari bunga
deposito. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah,
begitupun halnya dengan harga saham-saham di pasar modal.
Untuk mengurangi lesunya permintaan sekuritas di pasar modal
Indonesia, pemerintah berusaha meningkatkan aktivitas perdagannya lewat
transaksi investor asing. Pada tanggal 3 September 1997 pemerintah tidak lagi
memberlakukan pembatasan 49% kepemilika asing. Ini berarti investor asing
boleh memiliki saham-saham yang jumlahnya tidak terbatas. Selain itu, untuk
memperbaiki perbaikan yang bergejolakini, pemerintah pada tanggal 1
Nopember 1997 mengumumkan likuidasi 16 bank swasta nasional.
Pengumuman yang mengejutkan ini tidak banyak membantu memperbaiki
lesunya pasar saham. Bahkan IHSG untuk bulan Nopember 1997 ini juga
merosot dengan tajam.
Pasar modal merupakan sebagai bagian dari sektor keungan bukanlah
merupakan barang baru di Indonesia. Sejarah pasar modal Indonesia
sebenarnya telah mulai sejak pemerintahan Hindia Belanda mendirikan Bursa
Efek di Batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912 yang
diselenggarakan
oleh
Vereniging
Voor
de
Effectenhandel.
Dengan
mendasarkan pada pengalaman di negeri Belanda, pendirian Bursa Efek
(Stock Exchange) di Batavia dalam rangka memupuk sumber pembiayaan
bagi perkebunan milik Belanda yang tumbuh secara besar-besaran di
Indonesia. Efek yang diperjual belikan merupakan saham dan obligasi yang
diterbitkan oleh pemerintah Hindia Belanda serta efek-efek Belanda lainnya.
Dengan perkembangan Bursa Efek di Jakarta, pada tanggal 11 Januari
1925 dibuka Bursa Efek Surabaya kemudian disusul dengan pembukaan
Bursa Efek di Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925, namun kegiatan bursa
saham berhenti ketika terjadi pendudukan tentara Jepang di Batavia. Pada
tahun
1952,
bursa
saham
dibuka
kembali
di
Jakarta
dengan
memperdagangkan saham dan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaaperusahaan Belanda sebelum perang dunia. Kegiatan bursa saham berhenti
lagi ketika pemerintahan meluncurkan program nasionalisasi pada tahun 1956.
Di tahun 1977, bursa saham kembali dibuka dan ditangani oleh Badan
Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM), institusi baru dibawah Departemen
Keuangan. Kegiatan perdagangan dan kapitalisasi modal di pasar saham mulai
meningkat dan mencapai puncaknya di tahun 1990 seiring dengan
perkembangan pasar financial dan sektor swasta.
Pada tanggal 13 Juli 1992, bursa baru di swastanisasi menjadi PT.
Bursa Efek Jakarta (PT.BEJ). Swastanisasi bursa saham ini mengakibatkan
beralihnya fungsi BAPEPAM menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Pada
tanggal 22 Mei 1995, Bursa Efek Jakarta memulai babak baru dengan
meluncurkan Jakarta Automated Trading System (JATS), sebuah system
perdagangan otomatis yang menggantikan system perdagangan manual.
Sistem baru ini dapat memfasilitasi perdagangan saham tanpa harus melalui
lantai bursa, dimana transaksi dapat dilakukan oleh WPPE di kantornya.
Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, pada 30 Juni 2000
BEJ mengeluarkan kebijakan pembagian papan pencatatan menjadi dua papan
yaitu papan utama dan papan pengembangan, yang dapat dimanfaatkan oleh
perusahaan
kecil
dam
menengah
untuk
mendapatkan
dana
bagi
pengembangan usahanya melalui pasar modal. Di akhir tahun 2003, tercatat
39 emiten papan utama dan 294 emiten papan pengembangan.
2. Lembaga-Lembaga Penunjang Pasar Modal
Bursa Efek Indonesia Melibatkan banyak lembaga, masing-masing
pihak mempunyai peranan dan fungsi yang berbeda-beda dan saling
menunjang kepentingan pihak lain. Pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan
Bursa Efek Indonesia adalah :
a. Perusahaan yang Go Public (Emiten)
Adalah perusahaan yang melakukan emisi atau yang telah melakukan
penawaran dalam surat berharga. Pihak ini membutuhkan dana guna
membelanjai operasi rencana investasi.
b. Perusahaan Efek
Perusahaan efek adalah perusahaan yang telah memperoleh izin usaha
untuk beberapa kegiatan seperti penjamin emisi efek, perantara
perdagangan, manajer investasi, atau penasehat investasi.
c. Lembaga Kliring
Adalah suatu lembaga yang menyelenggarakan kliring dan penyelesaian
transaksi yang terjadi di Bursa Efek, penyimpanan efek serta penitipan
harta untuk pihak lain.
d. Perusahaan Reksa Dana
Adalah pihak yang kegiatan utamanya melakukan investasi, investasi
kembali (reinvestasi).
e. Pemodal
Adalah pihak perorangan maupun lembaga yang menanamkan modalnya
dalam efek-efek yang diperdagangkan.
f. Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM)
Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) merupakan lembaga
pemerintah yang mempunyai tugas sebagai berikut :
1) Memonitor dan mengatur surat pasar dimana sekuritas-sekuritas dapat
diterbitkan dan diperdagangkan secara teratur, wajar, dan efisien
dengan maksud untuk melindungi kepentingan para para pemodal dan
masyrakat.
2) Mengawasi dan memonitor pertukaran sekuritas, klirng, dan lembagalembaga penyimpanan
reksadana, perusahaan sekuritas dan para
pialang, berbagai lembaga pendukung pasar modal dan para
professional.
3) Untuk memberikan rekomendasi tentang pasar modal kepada menteri
keuangan.
3. Industri Manufaktur
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang
laporan keuangannya dipublikasikan di BEI. Laporan keuangan yang
digunakan sebagai objek penelitian berasal dari neraca, laporan laba rugi dan
laporan arus kas. Industri manufaktur terdiri dari bagian yaitu, industry kimia
dasar, aneka industry dan industry barang dan konsumsi dan masing-masing
memiliki sub bagian sebagai berikut :
a. Industri Kimia Dasar :
1) Semen
2) Keramik, porselen dan kaca
3) Metal dan sejenisnya
4) Kimia
5) Plastik dan kemasan
6) Pakan ternak
7) Kayu
8) Kertas dan alat tulis
b. Aneka Industri :
1) Otomotif dan komponennya
2) Garmen dan tektil
3) Alas kaki
4) Kabel
5) Elektronik dan lain-lain
c. Industri Barang dan Konsumsi
1) Makanan dan minuman
2) Pabrik rokok
3) Farmasi
4) Kosmetik dan barang keperluan rumah tangga
5) Peralatan rumah tangga
B. Analisis Deskriptif
Sampel yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah perusahaan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2007 sampai dengan tahun
2008. Perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan yang tergabung dalam
kelompok perusahaan pabrikasi (Manufactured) . Namun tidak semua kelompok
perusahaan pabrikasi (manufactured) dijadikan sampel, tetapi yang memenuhi
kriteria
kelengkapan
data,
yaitu
perusahaan-perusahaan
yang
telah
mempublikasikan laporan keuangannya dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik tahun 2007 dan tahun 2008. Selain itu penelitian ini juga hanya meneliti
perushaan-perusahaan yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian
(Unqualfied Opinion), opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelas
(Modified Unqualified opinion) dan opini wajar dengan pengecualian (Qualified
Opinion). Dari prosedur pemilihan sampel diatas, diperoleh daftar perusahaan
atau emiten yang telah memenuhi kriteria sampel dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
Tabel 4.1
Daftar Perusahaan
NO
1
2
NAMA PERUSAHAAN
PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk
PT ALUMINDO LIGHT METAL INDUSTRY
Tbk
NO
NAMA PERUSAHAAN
24
PT INDORAMA SYNTHETICS Tbk
25
PT ITAMARAYA GOLD INDUSTRY Tbk
3
PT ANEKA TAMBANG Tbk
26
PT JAKARTA KYOEI STEEL Tbk
4
PT ARWANA CITRAMULIA Tbk
27
PT KEDAUNG INDAH CAN Tbk
5
PT ASIAPLAST INDUSTRIES Tbk
28
PT KERAMIKA INDONESIA Tbk
6
PT BARITO PACIFIC Tbk
29
PT MEDCO ENERGI INTERNATIONAL Tbk
7
PT BAT INDONESIA Tbk
30
PT MULIA INDUSTRINDO
8
PT BENTOEL INTERNASIONAL Tbk
31
PT MULTI PRIMA SEJAHTERA Tbk
9
PT BERLIAN LAJU TANKER
32
PT MUSTIKA RATU Tbk
10
PT BETON JAYA MANUNGGAL Tbk
33
PT PAN BROTHERS Tbk
11
PT BINTANG MITRA SEMESTA RAYA Tbk
34
PT PANASIA FILAMENT INTI Tbk
12
PT CENTURY TEXTILE INDONESIA Tbk
35
PT POLYCHEM INDONESIA Tbk
13
PT DARYA VARIA LABORATORIA Tbk
36
PT POLYSINDO EKA PERKASA Tbk
14
PT DAYA SAKTI UNGGUL Tbk
37
PT RODA VIVATEX Tbk
15
PT DYNAPLAST Tbk
38
PT SEKAR BUMI Tbk
16
PT EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk
39
PT SEMEN GRESIK Tbk
17
PT ERATEX DJAJA Tbk
40
PT SEPATU BATA Tbk
18
PT FAJAR SURYA WISESA Tbk
41
PT SUMALINDO LESTARI JAYA Tbk
19
PT GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk
42
PT SUNSON TEXTILE Tbk
20
PT HANSON INTERNATIONAL Tbk
43
PT SUPARMA Tbk
21
PT HOLCIM INDONESIA Tbk
44
PT SURABAYA AGUNG INDUSTRY Tbk
22
PT INDAL ALUMUNIUM Tbk
45
PT TEMBAGA MULIA SEMANAN Tbk
23
PT INDOFARMA Tbk
46
PT TEXMACO JAYA
Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data. Dalam
statistik deskriptif berisi tentang jumlah sampel yang diteliti, nilai minimum dan
maksimum, mean, dan standar deviasi.
Berikut ini adalah hasil dari uji deskriptif data:
Tabel 4.2
Hasil Pengujian Descriptive Statistics
Descriptive Statistics
N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
ROA
92
-112.489
2.877
-2.47217
16.497732
ROE
92
-69.926
32.695
-.49555
11.496551
CR
92
.012
10.264
1.81539
2.065605
QR
92
.011
10.264
1.41364
1.892777
DAR
92
.000
3.786
.35674
.633404
DER
92
-15.936
135.511
3.26989
20.083249
Valid N (listwise)
92
Berdasarkan tabel 4.2 diatas nilai N menunjukkan banyaknya data
yang digunakan dalam penelitian, yaitu sebanyak 92 data, yang merupakan
jumlah sampel selama periode penelitian 2007 sampai dengan 2008.
Variabel rasio keuangan profitabilitas yang diproksikan oleh ROA
menunjukkan nilai rata–rata yang terjadi sebesar -2,47217 dengan standar
deviasi sebesar 16,497732. Nilai minimum ROA sebesar -112,489 dan
maksimum sebesar 2,877. Hal ini berarti pada salah satu sampel penelitian
memilki tingkat pengembalian atas asset (ROA) yang terkecil
sebesar -
112.489 dan paling tinggi mampu mencapai 2,877. Adapun nilai rata–rata
yang menunjukkan nilai -2,47217, artinya bahwa sampel perusahaan memiliki
nilai rata-rata laba dari asset perusashaan. ROA membandingkann laba bersih
setelah pajak dengan asset yang dimiliki oleh perusahaan dalam suatu periode.
ROA yang tinggi mencerminkan penerimaan perusahaan atas pemberdayaan
asset yang efektif.
Variabel rasio keuangan profitabilitas yang diproksikan oleh ROE
menunjukkan nilai rata–rata yang terjadi sebesar -0.49555 dengan standar
deviasi sebesar
11,496551.
Nilai minimum ROE sebesar
-69,926 dan
maksimum sebesar 32,695. Hal ini berarti pada salah satu sampel penelitian
memilki tingkat pengembalian atas ekuitas (ROE) yang terkecil sebesar 69,926 dan paling tinggi mampu mencapai 32,695. Adapun nilai rata–rata
yang menunjukkan nilai -0,495555, artinya bahwa sampel perusahaan
memiliki nilai rata-rata laba -0,49555 dari ekuitas pemegang saham. ROE
membandingkann laba bersih setelah pajak dengan ekuitas yang telah
diinvestasikan
pemegang
saham
di
perusahaan.
ROE
yang
tinggi
mencerminkan penerimaan perusahaan atas peluang investasi yang efektif.
Variabel rasio keuangan likuiditas yang diproksikan oleh CR
menunjukkan nilai rata–rata yang terjadi sebesar 1,81539 standar deviasi
sebesar 2,065605, minimum CR sebesar 0,012 dan nilai maksimum sebesar
10,264. Hal ini berarti pada salah satu sampel penelitian memilki CR yang
terendah sebesar 0,012 dan paling tinggi mampu mencapai 10,264. Adapun
nilai rata–rata yang menunjukkan nilai 1,81539, artinya bahwa sampel
perusahaan memiliki nilai rata-rata aktiva lancar 1,81539 dari total kewajiban
lancar perusahaan. CR menunjukkan perbandingan antara harta lancar
perusahaan dengan jumlah kewajiban lancar yang diberikan oleh kreditur.
Variabel rasio keuangan likuiditas yang diproksikan oleh QR
menunjukkan nilai rata–rata yang terjadi sebesar 1,41364 dan standar deviasi
sebesar 1,892777, minimum QR sebesar 0,011 dan nilai maksimum sebesar
10,264. Hal ini berarti pada salah satu sampel penelitian memilki QR yang
terendah sebesar 0,011 dan paling tinggi mampu mencapai 10,264. Adapun
nilai rata–rata yang menunjukkan nilai 1,892777, artinya bahwa sampel
perusahaan memiliki nilai rata-rata aktiva lancar setelah dikurangi jumlah
persediaan
1,892777
dari
total
kewajiban
lancar
perusahaan.
QR
menunjukkan perbandingan antara harta lancar setelah dikurangi jumlah
persediaan perusahaan dengan jumlah kewajiban lancar yang diberikan oleh
kreditur.
Variabel rasio keuangan solvabilitas yang diproksikan oleh DAR
menunjukkan nilai rata–rata yang terjadi sebesar 0,35674 dengan standar
deviasi sebesar 0,633404. Nilai minimum DAR sebesar 0,000 dan nilai
maksimum sebesar 3,786. Hal ini berarti pada salah satu sampel penelitian
memilki DER yang terendah
sebesar 0,000 dan paling tinggi mampu
mencapai 3,786. Adapun nilai rata–rata yang menunjukkan nilai 0,35674,
artinya bahwa sampel perusahaan memiliki nilai rata-rata hutang jangka
panjang 0,35674 dari total asset perusahaan. DAR menunjukkan perbandingan
antara hutang yang diberikan kreditur dengan total aset perusahaan.
Variabel rasio keuangan solvabilitas oleh DER menunjukkan nilai
rata–rata yang terjadi sebesar 3,26989 dengan standar deviasi sebesar
20,083249. Nilai minimum DER sebesar -15,936 dan nilai maksimum sebesar
135,511. Hal ini berarti pada salah satu sampel penelitian memilki DER yang
terendah
sebesar -15,936 dan paling tinggi mampu mencapai 135,511.
Adapun nilai rata–rata yang menunjukkan nilai 3,26989 artinya bahwa sampel
perusahaan memiliki nilai rata-rata hutang 3,26989 dari ekuitas pemegang
saham. DER menunjukkan perbandingan antara hutang yang diberikan
kreditur dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik
perusahaan.
C. Analisis Multinomial Logit
Analisis Multinomial Logit digunakan jika dalam variable penelitian,
variabel respon (dependen) memiliki tiga atau lebih kategori.
Dalam penelitian ini, variabel dependen (Y) memiliki tiga kategori pilihan
yaitu: perusahaan yang diberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified
Opinion), perusahaan yang diberikan Opini Wajar Tanpa Pengecalian dengan
Paragraf Penjelas (Unqualified with Explanation Opinion) dan perusahaan yang
diberikan Opini Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion).
Dalam penelitian ini jumlah data yang diproses sebanyak 92 atau N= 92.
Untuk melihat kelengkapan data yang diproses dalam penelitian ini dan tidak
adanya missing case (data yang hilang), makan akan ditunjukkan oleh tabel case
processing summary berikut ini:
Tabel 4.3
Case Processing Summary
OPINI
N
Marginal Percentage
0
32
34.8%
1
24
26.1%
2
36
92
0
92
86a
39.1%
100.0%
Valid
Missing
Total
Subpopulation
a. The dependent variable has only one value observed in 85 (98,8%)
subpopulations.
Dari hasil output pada tabel Case Processing Summary diatas dapat dilihat
bahwa tidak ada data yang hilang, terdapat 32 perusahaan yang diberikan
Opini Wajar Tanpa Pengecualian oleh Auditor termasuk kategori 0, terdapat
24 perusahaan yang diberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan
Penjelasan oleh Auditor termasuk kategori 1, dan terdapat 36 perusahaan yang
diberikan Opini Wajar dengan Pengecualian oleh Auditor termasuk kategori
2.
1. Menilai Model Fit
Tabel 4.4
Model Fitting Information
Model Fitting
Criteria
Likelihood Ratio Tests
Model
-2
Log
Likelihood Chi-Square
df
Sig.
Intercept Only
Final
198.256
152.916
12
.000
45.340
Model fitting Information pada tabel 4.2 dapat dilihat bahwa angka
-2 Log Likelihood pada model awal (intercept only) sebesar 198.256 dan
angka -2 Log Likelihood pada Model final sebesar 152.916. karena hasil
ini menunjukkan adanya penurunan, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa model ini menunjukkan model multinomial logit yang lebih baik
dan dapat diputuskan bahwa dapat menggunakan model lengkap untuk
melakukan analisis.
2. Goodness of Fit Test
Tabel 4.5
Goodness-of-Fit
Chi-Square
Pearson
Deviance
178.327
151.530
df
Sig.
158
158
.128
.630
Hasil Output Chi Square sebesar 178.327 untuk koefisien Pearson
dan 151.530 untuk koefisien Deviance signifikan pada 0.630, oleh karena
nilai ini berada diatas α = 0,05 maka model dapat dikatakan fit dan model
dapat diterima.
3. Pseudo R-Square Test
Tabel 4.6
Pseudo R-Square
Cox and Snell
Nagelkerke
McFadden
.389
.439
.227
Nilai Statistik R-Square (R2) pada analisis multinomial logistik
didekati dengan nilai Pseudor R-Square : Cox and Snell, Nagelkerke
danMcfadden. Nilai pada rentang 0-1, semakin mendekati 1 maka semkin
banyak variasi yang dapat dijelaskan oleh model. Nilai Koefisien Cox and
Snell sebesar 0.389, nilai Koefisien Nagelkerke pada tabel sebesar 0.439
yang berarti bahwa variabilitas variabel dependen yang dpat dijelaskan
oleh variabilitas variabel indpenden sebesar 43.9 %.
4. Likelihood Ratio Test
Tabel 4.7
Likelihood Ratio Tests
Model Fitting
Criteria
-2 Log Likelihood
of Reduced Model
Effect
Intercept
ROA
ROE
CR
QR
DAR
DER
Likelihood
Likelihood Ratio Tests
Chi-Square
162.174
168.563
155.265
172.383
159.160
153.989
153.963
Ratio
Test
df
9.258
15.647
2.349
19.467
6.244
1.073
1.047
merupakan
uji
Sig.
2
2
2
2
2
2
2
signifikansi
model
.010
.000
.309
.000
.044
.585
.593
yang
memperlihatkan kontribusi pengaruh setiap variabel indpenden atau variabel
faktor terhadap model. Hasil output multinomial logit pada kolom Sig terlihat
bahwa untuk variabel faktor ROA memiliki kontribusi yang siginifikan
terhadap model yaitu sebesar 0.00, untuk variabel CR juga memiliki
kontribusi yang signifikan terhadap model yaitu sebesar 0.00, dan untuk
variabel QR memiliki kontribusi yang signifikan terhadap model yaitu sebesar
0.044. ketiga Variabel tersebut dikatakan signifikan karena variabel tersebut
memiliki nilai Sig lebih kecil dari α = 0.05. sedangkan variabel lain seperti
ROE, DAR dan DER tidak memiliki kontribusi yang signifikan terhadap
model karena ketiga variabel-variabel tersebut memiliki nilai sig lebih besar
dari α = 0.05. hal ini mengindikasikan bawa hanya variabel ROA, CR, dan
QR yang dapat digunakan sebagai variabel bebas (Independent) dalam model
Multinomial Logit yang dibuat.
5. Ketepatan Prediksi Klasifikasi
Tabel 4.8
Parameter Estimates
95% Confidence Interval for
Exp(B)
OPINIa
B
0Intercept
-1.226
.439
7.794
1
.005
ROA
.301
.093
10.540
1
.001
1.351
1.127
1.620
ROE
-.039
.055
.490
1
.484
.962
.863
1.072
CR
1.893
.686
7.609
1
.006
6.640
1.730
25.490
QR
-1.466
.729
4.043
1
.044
.231
.055
.964
Std. Error
Wald
df
Sig.
Exp(B)
Lower Bound
Upper Bound
DAR
.054
.142
.143
1
.705
1.055
.799
1.393
DER
-.022
.039
.301
1
.583
.979
.906
1.057
-.975
.413
5.565
1
.018
ROA
.105
.078
1.844
1
.175
1.111
.954
1.294
ROE
-.045
.036
1.619
1
.203
.956
.891
1.025
CR
1.794
.678
7.005
1
.008
6.014
1.593
22.708
QR
-1.398
.720
3.770
1
.052
.247
.060
1.013
-.106
.169
.394
1
.530
.899
.645
1.253
-.002
.006
.157
1
.692
.998
.986
1.009
1Intercept
DAR
DER
a. The reference category is: 2.
Hasil pengujian regresi multinomial logit pada tabel diatas, menunjukkan
bahwa :
a. Variabel yang dapat digunakan untuk memprediksi probabilitas opini
auditor yang akan diberikan kepada perusahaan yaitu antara kelompok 1,
dengan kelompok 3 dan kelompok 3 adalah variabel ROA, CR dan QR
dimana ketiga variabel tersebut memiliki nilai statistik signifikan pada
tingkat 5 %.
b. Sedangkan variabel yang dapat digunakan untuk memperediksi
probabilitas opini auditor yang akan diberikan yaitu antara kelompok 2
dengan kelompok 3 hanya variabel CR yang memiliki nilai Statistik
Signifikan pada tingkat 5%.
6. Tabel Klasifikasi
Tabel 4.9
Classification
Predicted
Observed
0
0
1
2
Overall Percentage
25
7
4
39.1%
1
2
1
5
1
7.6%
Percent Correct
6
12
31
53.3%
78.1%
20.8%
86.1%
66.3%
Analisis lebih lanjut berkaitan dengan daya klasifikasi untuk kelompok
2, kelompok 2 dan kelompok 3, model multinomial logit pada tabel klasifikasi
(classification) terlihat secara keseluruhan memiliki daya klasifikasi sebesar
66.3%, sedangkan sisanya sebesar 23.7% menunjukkan bahwa opini audit
dijelaskan oleh variabel lain selain yang diteliti dalam penelitian ini misalnya
masalah kebijakan manajemen, ekonomi, politik dan lain-lain. Daya
klasifikasi perusahaan kelompok 1 sebesar 39.1%, daya klasifikasi perusahaan
kelompok 2 sebesar 7.6% dan kelompok tiga sebesar 53.3%.
D. Interpretasi
Hasil pengujian multinomial logit menunjukkan daya klasifikasi sebesar 66,3
%, hasil ini ditunjukkan dengan classification table pada model. Nilai koefisien
Nagelkerke R Square menjelaskan bahwa dalam model regresi ini kemampuan
variabel ROA, ROE, CR, QR, DAR dan DER sebesar 43,9% dan sisanya 56,1%
dijelaskan oleh variabel lain.
Likelihood ratio test yaitu uji secara parsial menunjukan bahwa hanyavariabel
ROA, CR dan QR yang memiliki pengaruh siginifikan pada tingkat 5%.
Sehingga variabel yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan kelompok
I dengan kelompok 2 dan kelompok 3 adalah variabel return on asset ratio,
current ratio, dan quick ratio.
Berdasarkan nilai koefisien B pada tebel parameter estimates , maka
diperoleh persamaan untuk menginterpretasikan analisis mulinomil logit yaitu
:
Ln (P1/P0) = -1.226 + 0.301ROA + 1.893CR – 1.466QR
Pada persamaan tersebut jika variabel-variabel independen dianggap nol,
maka akan diperoleh persaamaan sebagai berikut :
Ln (P1/P0) = -1.226
(P1/P0) = Exp (-1.226)
P1/P0 = 0.293
Hal ini berarti bahwa probabilitas variabel ROAC, CR dan QR untuk
memperediksi perusahaan mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian
(unqualified opinion) dari seorang auditor adalah 0.293 kali probabilitas untk
memprediksi perusahaan yang mendapatkan opini wajar dengan pengecualian
(qualified opinion). Dengan kata lain bahwa variabel ROA, CR dan QR
memiliki peluang atau kemampuan yang lebih bsar untuk memprediksi
perusahaan yang mendapatkan opini audit wajar tanpa pengecualian
dibandingkan untuk memprediksi perusahaan yang mendapatkan opini wajar
dengan pengecualian.
Koefisien ROA sebesar 0.301 yang berarti bahwa variabel rasio
keuangan ROA memiliki hubungan positif dan secara statistik signifikan
dengan probabilitas perusahaan pada kelompok 2 dan kelompok 3, artinya
semakin tingga Return on Asset Ratio yang dimiliki perusahaan, maka
semakin tinggi pula peluang untuk mendapatkan opini wajar tanpa
pengecualian. Temuan ini konsisten dengan yang dilakukan oleh Loh. Wenny
Setyawati dan Sukrisno Agus 2005 yang mengatakan bahwa Rasio keuangan
profitabilitas yang diproksikan Return on Asset berpengaruh secara statistik
signifikan pada tingkat 5 % yang memiliki nilai koefisien 0.027. Nilai Exp (B)
sebesar 1.351 menunjukkan bahwa setiap kenaikan rasio ROA akan
meningkatkan probabilitas untuk perusahaan mendapatkan opini wajar tanpa
pengecualian.
Koefisien CR sebesar 1.893 yang berarti bahwa variabel current ratio
mempunyai hubungan positif dan secara statistik dengan probabilitas
perusahaan pada kelompok 2 dan kelompok 3, artinya semakin tinggi tingkat
rasio lancar perusahaan semakin tinggi pula probabilitas perusahaan
mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari seorang auditor independen.
Hasil penelitian ini konsisten dan mendukung penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Wenny dan Sukrisno Agoes yang mengatakan bahwa rasio
likuditas yang diproksikan CR berpengaruh signifikan secara statistik dan
memiliki nilai koefisien 0.782. Nilai Exp (B) sebesar 6.640 menunjukkan
bahwa setiap kenaikan rasio CR akan meningkatkan probabilitas perusahaan
untuk mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari auditor.
Koefisien QR sebesar
-1.466 yang berarti bahwa variabel QR
memiliki hubungan negatif dan secara statistik siginifikan dengan probabilitas
pada perusahaan kelompok 2 dan kelompok 3. hal ini berarti bahwa semakin
tinggi tingkat rasio QR yang dimiliki oleh perusahaan maka semakin kecil
probabilitas perusahaan tersebut mendapatkan opini audit wajar tanpa
pengecualian. Nilai Exp (B) sebesar 0.231 menunjukkan bahwa setiap
kenaikan rasio QR akan menurunkan probabilitas perusahaan mendapatkan
opini wajar tanpa pengecualian sebesar 0.231 dimana variabel lain dianggap
konstan. Hasil penelitian ini konsisten dan sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Wenny yang mengatakan bahwa rasio likuditas yang
diproksikan QR memiliki pengaruh yang signifikan terhadap opini auditor
yang memiliki nilai koefisien sebesar -0.850.
Sementara variabel yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan
kelompok 2 dan kelompok 3 adalah hanya variabel CR yang secara statistik
signifikan pada tingkat 0.05 atau 5 %.
berdasarkan nilai koefisien (B) pada tabel parameter estimates maka diperoleh
persamaan untuk menginterpretasikan analisis multinomial logit yaitu :Ln
(P2/P0) = -0.975 + 1.794CR
Pada persamaan tersebut jika variabel-variabel independen dianggap
nol, maka akan diperoleh persamaan sebagai berikut :
Ln (P2/P0) = -0.975
(P2/P0) = Exp (-0.975)
(P2/P0) = 0.377
P2 = 0.377 P0
Angka tersebut berarti bahwa probabilitas variabel CR untuk
memprediksi perusahaan akan mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian
dengan bahasa penjelas 0.377 kali probabilitas untuk memprediksi perusahaan
yang mendapatkan opini wajar dengan pengecualian. Dengan kata lain bahwa
Current Ratio atau rasio lancar perusahaan memiliki peluang atau kemampuan
yang lebih besar untuk memprediksi perusahaan mendapatkan opini audit
wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelas dibandingkan untuk
memprediksi perusahaan yang mendapatkan opini wajar dengan pengecualian.
Nilai koefisien CR sebesar 1.794 yang berarti bahwa variabel CR
memiliki hubungan positif dan secara statistik signifikan dengan probabilitas
perusahaan pada kelompok 3, artinya semakin tinggi tingkat rasio lancar
perusahaan maka semakin tinggi pula probabilitas perusahaan untuk
mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelas dari
auditor independen. Nilai Exp (B) sebesar 6.014 menunjukkan bahwa setiap
kenaikan variasbel CR akan menaikkan peluang perusahaan mendapatkan
opini wajar tanpa pengecualain dengan bahasa penjelas sebesar 6.014 dimana
variabel lain dianggap konstan.
BAB V
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Dari hasil pembahasan pada penlitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
1. Hasil pengujian secara parsial (Likelihood Ratio Test) menunjukkan bahwa
variable ROA, CR dan QR yang dapat digunakan untuk memprediksi opini
audit yang akan didapatkan oleh perusahaan yang secara statistic signifikan
pada tingkat 5 %
2. Pada pengujian multinomial logit menunjukkan bahwa variable ROA, CR
dan QR dapat digunakanuntuk memprediksi opini audit yang akan
didapatkan oleh perusahaan antara kelompok 1 dengan kelompok 2 dan
kelompok 3. sementara variable yang dapat digunakan untuk memprediksi
opini audit yang akan didapatkan oleh perusahaan antara kelompok 2
dengan kelompok 3 hanya variable CR yang signifikanpada tingkat 5%.
3. Rasio Profitabilitas memiliki pengaruh dalam pemberian opini audit yang
diproksikan oleh variable ROA. Hal tersebut dikarenakan perusahaan yang
menghasilkan laba lebih tinggi maka akan mempengaruhi auditor dalam
memberikan opininya.
4. Rasio likuiditas memiliki pengaruh dalam pemberin opini audit yang
diproksikan oleh variable CR dan QR. Likuiditas yang rendah merupakan
tanda awal bahwa perusahaan tersebut mengalami kesulitan likuiditas,
dimana kemampuan perusahaan membayar hutangnya akan diragukan,yang
berakibat pada proses bisnisnya.
B.
Implikasi
Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan diatas, maka dapat
dipastikan bahwa variabel rasio keuangan yang diproksikan dengan variable
ROA, QR dan CR terbukti mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
opini audit yang akan diberikan oleh auditor. Hasil analisis lebih lanjut
berkaitan dengan daya klasifikasi untuk kelompok 2, kelompok 2 dan
kelompok 3, model multinomial logit pada tabel klasifikasi (classification)
terlihat secara keseluruhan memiliki daya klasifikasi sebesar 66.3%,
sedangkan sisanya sebesar 23.7% menunjukkan bahwa opini audit dijelaskan
oleh variabel lain selain yang diteliti dalam penelitian ini misalnya masalah
kebijakan manajemen, ekonomi, politik dan lain-lain. Daya klasifikasi
perusahaan kelompok 1 sebesar 39.1%, daya klasifikasi perusahaan kelompok
2 sebesar 7.6% dan kelompok tiga sebesar 53.3%.
Semoga hasil penelitian ini akan memberikan input bagi para pemakai
laporan keuangan dan juga menambah literatur mengenai aspek fundamental
yang berkaitan dengan kegunaan laporan keuangan. Serta dapat dijadikan
referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan mengenai penelitian
berikutnya.
C.
Saran
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan bagi
peneliti lain untuk mengembangkan maupun mengoreksi dan melakukan
perbaikan seperlunya. Untuk itu saran–saran yang diajukan oleh penulis
adalah sebagai berikut:
a. Beberapa variabel yang tidak terbukti pada penelitian ini
sebaiknya pada penelitian yang akan datang digunakan proksi
yang lain dari variabel tersebut, sehingga diharapkan dapat
mencerminkan variabel yang digunakan.
b. Perbaikan jumlah rasio keuangan yang digunakan juga
dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang lebih baik, karena
jumlah rasio keuangan yang digunakan sangat sedikit.
Penelitian tambahandibutuhkan untuk memberikan sound
theoretical
rationale
terhadap
pemilihan
rasio
dengan
menggunakan multivariate logit berikutnya.
c. Memperluas penelitian dengan cara memperpanjang periode
penelitian dengan menambah tahun pengamatan dan juga
memperbanyak jumlah sampel untuk penelitian yang akan
datang.
d. Penelitian yang akan datang juga sebaiknya menambah
variabel independen yang masih berbasis pada data laporan
keuangan selain yang digunakan dalam penelitian ini dan tetap
berlandaskan pada penelitian–penelitian sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arrens,A.A and Loebbecke,J.K., “Auditing Pendekatan Terpadu”, Penerbit Salemba
Empat, Jakarta,2000
Astuti, Dewi,”Manajemen Keuangan Perusahaan”, Penerbit Ghalia Indonesia,2004
Bungin, Burhan, “Metodologi Penelitian Kuantitatif”, Prenada Media Group, 2005
Boynton, Johnson, and Kell, ’’Modern Auditing’’ jilid 1, Salemba Empat,
Jakarta, 2000
_________________________, ’’Modern Auditing’’ jilid 2, Salemba Empat,
Jakarta, 2000
Ghazali, Imam, “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”, Badan
Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 2005
Ikatan Akuntan Indonesia, “Standar Akuntansi Keuangan”, Penerbit Salemba
Empat,2009
____________________, Kompartemen Akuntan Publik, “Standar Profesional
Akuntan Publik”,2001
Messier, Glover, and Prawitt,”Auditing and Assurance Services, a systematic
approach”, Penerbit Salemba Empat,2005
Muslim, Rahman, “Prediksi Kondisi Financial Distress Perusahaan Go Public
dengan Menggunakan Analisis Multinomial Logit”,Skripsi, FEIS jurusan
Manajamen, UIN Jakarta, 2008
Palepu and Healy, “Business Analysis and Valuation”, Penerbit Thomson South
Western
Rochman, Rosif, “Analisis Normalitas Rasio Keuangan : Studi Kasus PerusahaanPerusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta”, Jurnal Indonesia
Akuntansi, Percikan, 2003
Rusmin,”Penggunaan Analisis Rasio Keuangan dalam Prosedur Analitis”, Wahana
Vol.4 No.1 Februari 2001
Singleton, Hall, “Information Technology Auditing and Assurance”, Penerbit
Salemba Empat, 2007
Sugiyanto, “Anisis Statistik Sosial”, Penerbit Bayumedia Publishing,2004
Sumiati, Rakhmaniar, Siti, “Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi
Kemungkinan Terjadinya Default”, Skripsi, FEIS jurusan Manajemen, UIN
Jakarta, 2009
Sunyoto, Danang, “Analisis Regresi dan Uji Hipotesis”, Penerbit MedPress,2009
Umar, Husein, “Desain Penelitian Akuntansi Keperilakuan”, Penerbit Rajawali
Pers,2008
Wenny Setiawati dan Sukrisno Agoes, “Pengaruh Rasio Keuangan dan Prediksi
Kebangkrutan Terhadap Opini Audit yang telah Dikeluarkan Auditor”,
Jurnal Akuntansi/Th.IX/01/Jan/2005
Wild, Subramanyam, Halsey, “Financial Statement Analysis”, Penerbit Salemba
Empat,2005
DAFTAR OPINI AUDITOR TAHUN 2007
NO
NAMES OF COMPANY
AUDITOR'S OPINION
1
PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk
Qualified Going con
2
PT ALUMINDO LIGHT METAL INDUSTRY Tbk
Unqualified
3
PT ANEKA TAMBANG Tbk
Unqualified Expl
4
PT ARWANA CITRAMULIA Tbk
Unqualified
5
PT ASIAPLAST INDUSTRIES Tbk
Unqualified Expl
6
PT BARITO PACIFIC Tbk
Qualified Going con
7
PT BAT INDONESIA Tbk
Unqualified Expl
8
PT BENTOEL INTERNASIONAL Tbk
Unqualified
9
PT BERLIAN LAJU TANKER
Unqualified Expl
10
PT BETON JAYA MANUNGGAL Tbk
Unqualified
11
PT BINTANG MITRA SEMESTA RAYA Tbk
Unqualified
12
PT CENTURY TEXTILE INDONESIA Tbk
Unqualified Expl
13
PT DARYA VARIA LABORATORIA Tbk
Unqualified
14
PT DAYA SAKTI UNGGUL Tbk
Qualified Going con
15
PT DYNAPLAST Tbk
Unqualified
16
PT EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk
Unqualified
17
PT ERATEX DJAJA Tbk
Qualified Going con
18
PT FAJAR SURYA WISESA Tbk
Unqualified
19
PT GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk
Unqualified Expl
20
PT HANSON INTERNATIONAL Tbk
Qualified Going con
21
PT HOLCIM INDONESIA Tbk
Unqualified
22
PT INDAL ALUMUNIUM Tbk
Unqualified Expl
23
PT INDOFARMA Tbk
Qualified Going con
24
PT INDORAMA SYNTHETICS Tbk (USD)
Unqualified
25
PT ITAMARAYA GOLD INDUSTRY Tbk
Qualified Going con
26
PT JAKARTA KYOEI STEEL Tbk
Qualified Going con
27
PT KEDAUNG INDAH CAN Tbk
Qualified Going con
28
PT KERAMIKA INDONESIA Tbk
Unqualified Expl
29
PT MEDCO ENERGI INTERNATIONAL Tbk ($)
Unqualified Expl
30
PT MULIA INDUSTRINDO
Qualified Going con
31
PT MULTI PRIMA SEJAHTERA Tbk
Qualified Going con
32
PT MUSTIKA RATU Tbk
Unqualified
33
PT PAN BROTHERS Tbk
Unqualified
34
PT PANASIA FILAMENT INTI Tbk
Qualified Going con
35
PT POLYCHEM INDONESIA Tbk
Qualified Going con
36
PT POLYSINDO EKA PERKASA Tbk
Qualified Going con
37
PT RODA VIVATEX Tbk
Unqualified Expl
38
PT SEKAR BUMI Tbk
Qualified Going con
Lanjutan Tabel Opini Auditor tahun 2007
39
PT SEMEN GRESIK Tbk
Unqualified Expl
40
PT SEPATU BATA Tbk
Unqualified
41
PT SUMALINDO LESTARI JAYA Tbk
Unqualified
42
PT SUNSON TEXTILE Tbk
Qualified Going con
43
PT SUPARMA Tbk
Unqualified
44
PT SURABAYA AGUNG INDUSTRY Tbk
Unqualified Expl
45
PT TEMBAGA MULIA SEMANAN Tbk
Qualified Going con
46
PT TEXMACO JAYA
Unqualified Expl
Sumber Data Diolah
DAFTAR OPINI AUDITOR TAHUN 2008
NO
NAMES OF COMPANY
AUDITOR'S OPINION
1
PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk
Qualified Going con
2
PT ALUMINDO LIGHT METAL INDUSTRY Tbk
Unqualifed
3
PT ANEKA TAMBANG Tbk
Unqualified Espl
4
PT ARWANA CITRAMULIA Tbk
Unqualifed
5
PT ASIAPLAST INDUSTRIES Tbk
Unqualified Espl
6
PT BARITO PACIFIC Tbk
Qualified Going con
7
PT BAT INDONESIA Tbk
8
PT BENTOEL INTERNASIONAL Tbk
Unqualified Espl
Unqualifed
9
PT BERLIAN LAJU TANKER
10
PT BETON JAYA MANUNGGAL Tbk
Unqualified Espl
11
PT BINTANG MITRA SEMESTA RAYA Tbk
Unqualifed
12
PT CENTURY TEXTILE INDONESIA Tbk
Unqualified Espl
13
PT DARYA VARIA LABORATORIA Tbk
Unqualifed
14
PT DAYA SAKTI UNGGUL Tbk
15
PT DYNAPLAST Tbk
Qualified Going con
Unqualifed
16
PT EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk
17
PT ERATEX DJAJA Tbk
Qualified Going con
18
PT FAJAR SURYA WISESA Tbk
Unqualifed
19
PT GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk
Unqualified Espl
20
PT HANSON INTERNATIONAL Tbk
21
PT HOLCIM INDONESIA Tbk
Qualified Going con n
Unqualifed
22
PT INDAL ALUMUNIUM Tbk
23
PT INDOFARMA Tbk
Qualified Going con
24
PT INDORAMA SYNTHETICS Tbk (USD)
25
PT ITAMARAYA GOLD INDUSTRY Tbk
Unqualified
Qualified Going con
26
PT JAKARTA KYOEI STEEL Tbk
27
PT KEDAUNG INDAH CAN Tbk
28
PT KERAMIKA INDONESIA Tbk
29
PT MEDCO ENERGI INTERNATIONAL Tbk ($)
Unqualifed
Unqualifed
Unqualifed
Qualified Going con
Qualified Going con
Qualified Going con
Qualified Going con
Qualified Going con
30
PT MULIA INDUSTRINDO
31
PT MULTI PRIMA SEJAHTERA Tbk
Qualified Going con
32
PT MUSTIKA RATU Tbk
Unqualifed
33
PT PAN BROTHERS Tbk
Unqualified Espl
34
PT PANASIA FILAMENT INTI Tbk
Qualified Going con
35
PT POLYCHEM INDONESIA Tbk
Unqualified Espl
36
PT POLYSINDO EKA PERKASA Tbk
Qualified Going con
37
PT RODA VIVATEX Tbk
Unqualified Espl
Lanjutan Tabel Opini Auditor tahun 2008
38
PT SEKAR BUMI Tbk
Qualified Going con
39
PT SEMEN GRESIK Tbk
Unqualifed
40
PT SEPATU BATA Tbk
41
PT SUMALINDO LESTARI JAYA Tbk
Unqualified Espl
Qualified Going con
42
PT SUNSON TEXTILE Tbk
43
PT SUPARMA Tbk
Unqualified
44
PT SURABAYA AGUNG INDUSTRY Tbk
Qualified Going con
45
PT TEMBAGA MULIA SEMANAN Tbk
Unqualified Espl
46
PT TEXMACO JAYA
Qualified Going con
Qualified Going con
Sumber Data Diolah
RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN TAHUN 2007
NO
RASIO KEUANGAN TAHUN 2008
NAMA PERUSAHAAN
ROA
ROE
CR
QR
DAR
DER
1
ALLBOND MAKMUR USAHA
-0.46
-0.77
0.84
0.76
0.35
0.58
2
ALUMINDO LIGHT METAL INDUSTRY
0.00
0.01
0.74
0.28
0.03
0.12
3
ANEKA TAMBANG
0.13
0.17
8.02
6.10
0.14
0.17
4
ARWANA CITRAMULIA
0.07
0.19
0.76
0.61
0.25
0.65
5
ASIAPLAST INDUSTRIES
-0.02
-0.04
0.67
0.50
0.11
0.25
6
BARITO PACIFIC
-0.20
-0.50
2.21
1.46
0.35
0.88s
7
BAT INDONESIA
-0.16
-0.35
1.46
1.33
0.05
0.10
8
BENTOEL INTERNASIONAL
0.07
0.14
2.48
0.33
0.43
0.86
9
BERLIAN LAJU TANKER
0.01
0.26
0.71
0.69
0.06
2.39
10
BETON JAYA MANUNGGAL
2.88
3.67
4.32
3.38
0.02
0.02
11
BINTANG MITRA SEMESTA RAYA
-0.05
4.14
4.07
0.04
0.04
12
CENTURY TEXTILE INDONESIA
-0.22
-0.05
69.93
0.79
0.34
0.42
135.51
13
DARYA VARIA LABORATORIA
0.11
0.14
4.13
3.59
0.03
0.04
14
DAYA SAKTI UNGGUL
-0.33
0.57
0.24
0.22
0.31
-0.53
15
DYNAPLAST
0.00
0.00
0.82
0.51
0.15
0.48
16
EKADHARMA INTERNATIONAL
0.03
0.08
2.60
2.19
0.10
0.23
17
ERATEX DJAJA
-0.20
-0.50
2.21
2.01
0.35
0.88
18
FAJAR SURYA WISESA
0.01
0.03
2.08
1.16
0.51
1.44
19
GLOBAL LAND DEVELOPMENT
-0.06
10.26
10.26
0.15
0.18
20
PT HANSON INTERNATIONAL Tbk
-0.05
112.49
1.57
0.01
0.01
0.00
0.00
21
HOLCIM INDONESIA
0.04
0.11
1.68
1.35
0.52
1.57
22
INDAL ALUMUNIUM
0.00
0.01
1.20
0.64
0.32
2.58
23
INDOFARMA
0.01
0.02
1.33
1.21
0.04
0.12
24
INDORAMA SYNTHETICS
0.01
0.03
1.05
0.69
0.26
0.65
25
ITAMARAYA GOLD INDUSTRY
-0.09
-0.36
0.15
0.14
0.44
1.69
26
JAKARTA KYOEI STEEL
-0.10
0.07
2.24
2.04
2.17
-1.56
27
KEDAUNG INDAH CAN
-0.40
0.74
0.30
0.27
0.02
-0.03
28
KERAMIKA INDONESIA
-0.78
-0.20
0.13
0.12
3.79
0.96
29
MEDCO ENERGI INTERNATIONAL
0.14
0.38
2.22
2.14
0.43
1.16
30
MULIA INDUSTRINDO
-0.20
0.15
0.20
0.18
0.06
-0.04
31
MULTI PRIMA SEJAHTERA
0.03
0.06
1.30
0.56
0.01
0.03
32
MUSTIKA RATU
0.06
0.07
6.31
5.23
0.02
0.03
33
PAN BROTHERS
-0.04
-0.42
1.02
0.50
0.16
1.56
34
PANASIA FILAMENT INTI
-0.25
6.08
0.88
0.80
0.66
-15.94
35
POLYCHEM INDONESIA
-0.09
-0.21
1.87
1.70
0.21
0.47
36
POLYSINDO EKA PERKASA
-0.46
0.25
0.11
0.10
0.18
-0.10
37
RODA VIVATEX
0.10
0.13
0.75
0.61
0.07
0.10
Lanjutan Tabel Rasio Keuangan tahun 2007
38
SEKAR BUMI
-0.15
0.55
0.47
0.43
0.08
-0.29
39
SEMEN GRESIK
0.24
0.31
3.39
2.63
0.03
0.04
40
SEPATU BATA
0.68
32.69
1.54
0.47
0.27
13.22
41
SUMALINDO LESTARI JAYA
-0.12
-0.81
0.52
0.16
0.41
2.76
42
SUNSON TEXTILE
-0.73
3.03
0.15
0.13
0.36
-1.49
43
SUPARMA
-0.01
-0.02
2.98
1.13
0.45
1.07
44
SURABAYA AGUNG INDUSTRY
-0.17
0.38
0.96
0.87
1.36
-3.00
45
TEMBAGA MULIA SEMANAN
-0.12
-0.52
1.02
0.93
0.13
0.54
46
TEXMACO JAYA
-0.44
0.04
0.24
0.22
0.12
-0.01
Sumber Data Diolah
RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN TAHUN 2008
NO
NAMES OF COMPANY
1
2
PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk
PT ALUMINDO LIGHT METAL INDUSTRY
Tbk
3
PT ANEKA TAMBANG Tbk
4
PT ARWANA CITRAMULIA Tbk
5
ROA
ROE
CR
QR
DAR
DER
-0.46
-0.77
0.84
0.76
0.35
0.58
0.00
0.01
0.74
0.28
0.03
0.12
0.13
0.17
8.02
6.10
0.14
0.17
0.07
0.19
0.76
0.61
0.25
0.65
PT ASIAPLAST INDUSTRIES Tbk
-0.02
-0.04
0.67
0.50
0.11
0.25
6
PT BARITO PACIFIC Tbk
-0.20
-0.50
2.21
1.46
0.35
0.88
7
PT BAT INDONESIA Tbk
-0.16
-0.35
1.46
1.33
0.05
0.10
8
PT BENTOEL INTERNASIONAL Tbk
0.07
0.14
2.48
0.33
0.43
0.86
9
PT BERLIAN LAJU TANKER
0.01
0.26
0.71
0.69
0.06
2.39
10
PT BETON JAYA MANUNGGAL Tbk
2.88
3.67
4.32
3.38
0.02
0.02
11
PT BINTANG MITRA SEMESTA RAYA Tbk
-0.05
-0.05
4.14
4.07
0.04
0.04
12
PT CENTURY TEXTILE INDONESIA Tbk
-0.22
-69.93
0.79
0.34
0.42
135.51
13
PT DARYA VARIA LABORATORIA Tbk
0.11
0.14
4.13
3.59
0.03
0.04
14
PT DAYA SAKTI UNGGUL Tbk
-0.33
0.57
0.24
0.22
0.31
-0.53
15
PT DYNAPLAST Tbk
0.00
0.00
0.82
0.51
0.15
0.48
16
PT EKADHARMA INTERNATIONAL Tbk
0.03
0.08
2.60
2.19
0.10
0.23
17
PT ERATEX DJAJA Tbk
-0.20
-0.50
2.21
2.01
0.35
0.88
18
PT FAJAR SURYA WISESA Tbk
0.01
0.03
2.08
1.16
0.51
1.44
19
PT GLOBAL LAND DEVELOPMENT Tbk
20
PT HANSON INTERNATIONAL Tbk
21
-0.05
-0.06
10.26
10.26
0.15
0.18
-112.49
1.57
0.01
0.01
0.00
0.00
PT HOLCIM INDONESIA Tbk
0.04
0.11
1.68
1.35
0.52
1.57
22
PT INDAL ALUMUNIUM Tbk
0.00
0.01
1.20
0.64
0.32
2.58
23
PT INDOFARMA Tbk
0.01
0.02
1.33
1.21
0.04
0.12
24
PT INDORAMA SYNTHETICS Tbk (USD)
0.01
0.03
1.05
0.69
0.26
0.65
25
PT ITAMARAYA GOLD INDUSTRY Tbk
-0.09
-0.36
0.15
0.14
0.44
1.69
26
PT JAKARTA KYOEI STEEL Tbk
-0.10
0.07
2.24
2.04
2.17
-1.56
27
PT KEDAUNG INDAH CAN Tbk
-0.40
0.74
0.30
0.27
0.02
-0.03
28
PT KERAMIKA INDONESIA Tbk
PT MEDCO ENERGI INTERNATIONAL Tbk
($)
-0.78
-0.20
0.13
0.12
3.79
0.96
0.14
0.38
2.22
2.14
0.43
1.16
29
30
PT MULIA INDUSTRINDO
-0.20
0.15
0.20
0.18
0.06
-0.04
31
PT MULTI PRIMA SEJAHTERA Tbk
0.03
0.06
1.30
0.56
0.01
0.03
32
PT MUSTIKA RATU Tbk
0.06
0.07
6.31
5.23
0.02
0.03
33
PT PAN BROTHERS Tbk
-0.04
-0.42
1.02
0.50
0.16
1.56
34
PT PANASIA FILAMENT INTI Tbk
-0.25
6.08
0.88
0.80
0.66
-15.94
35
PT POLYCHEM INDONESIA Tbk
-0.09
-0.21
1.87
1.70
0.21
0.47
36
PT POLYSINDO EKA PERKASA Tbk
-0.46
0.25
0.11
0.10
0.18
-0.10
37
PT RODA VIVATEX Tbk
0.10
0.13
0.75
0.61
0.07
0.10
Lanjutan Tabel Rasio Keuangan tahun 2008
38
PT SEKAR BUMI Tbk
-0.15
0.55
0.47
0.43
0.08
-0.29
39
PT SEMEN GRESIK Tbk
0.24
0.31
3.39
2.63
0.03
0.04
40
PT SEPATU BATA Tbk
0.68
32.69
1.54
0.47
0.27
13.22
41
PT SUMALINDO LESTARI JAYA Tbk
-0.12
-0.81
0.52
0.16
0.41
2.76
42
PT SUNSON TEXTILE Tbk
-0.73
3.03
0.15
0.13
0.36
-1.49
43
PT SUPARMA Tbk
-0.01
-0.02
2.98
1.13
0.45
1.07
44
PT SURABAYA AGUNG INDUSTRY Tbk
-0.17
0.38
0.96
0.87
1.36
-3.00
45
PT TEMBAGA MULIA SEMANAN Tbk
-0.12
-0.52
1.02
0.93
0.13
0.54
46
PT TEXMACO JAYA
-0.44
0.04
0.24
0.22
0.12
-0.01
Sumber data diolah
Descriptive Statistics
N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
ROA
92
-112.489
2.877
-2.47217
16.497732
ROE
92
-69.926
32.695
-.49555
11.496551
CR
92
.012
10.264
1.81539
2.065605
QR
92
.011
10.264
1.41364
1.892777
DAR
92
.000
3.786
.35674
.633404
DER
92
-15.936
135.511
3.26989
20.083249
Valid N (listwise)
92
Case Processing Summary
OPINI
N
Marginal Percentage
0
32
34.8%
1
24
26.1%
2
36
39.1%
Valid
92
100.0%
Missing
0
Total
92
Subpopulation
86a
a. The dependent variable has only one value observed in 85 (98,8%)
subpopulations.
Model Fitting Information
Model
Model Fitting
Criteria
Likelihood Ratio Tests
Intercept Only
Final
-2
Log
Likelihood Chi-Square
df
Sig.
198.256
152.916
12
.000
45.340
Goodness-of-Fit
Chi-Square
Pearson
Deviance
df
178.327
151.530
Sig.
158
158
.128
.630
Likelihood Ratio Tests
Model Fitting
Criteria
Likelihood Ratio Tests
-2 Log Likelihood
of Reduced Model
Effect
Intercept
ROA
ROE
CR
QR
DAR
DER
Chi-Square
162.174
168.563
155.265
172.383
159.160
153.989
153.963
df
9.258
15.647
2.349
19.467
6.244
1.073
1.047
Sig.
2
2
2
2
2
2
2
.010
.000
.309
.000
.044
.585
.593
Classification
Predicted
Observed
0
1
2
Overall Percentage
0
25
7
4
39.1%
1
2
1
5
1
7.6%
6
12
31
53.3%
Percent Correct
78.1%
20.8%
86.1%
66.3%
Parameter Estimates
95% Confidence Interval for
Exp(B)
OPINIa
B
0Intercept
-1.226
.439
7.794
1
.005
ROA
.301
.093
10.540
1
.001
1.351
1.127
1.620
ROE
-.039
.055
.490
1
.484
.962
.863
1.072
CR
1.893
.686
7.609
1
.006
6.640
1.730
25.490
QR
-1.466
.729
4.043
1
.044
.231
.055
.964
DAR
.054
.142
.143
1
.705
1.055
.799
1.393
DER
-.022
.039
.301
1
.583
.979
.906
1.057
-.975
.413
5.565
1
.018
ROA
.105
.078
1.844
1
.175
1.111
.954
1.294
ROE
-.045
.036
1.619
1
.203
.956
.891
1.025
CR
1.794
.678
7.005
1
.008
6.014
1.593
22.708
QR
-1.398
.720
3.770
1
.052
.247
.060
1.013
-.106
.169
.394
1
.530
.899
.645
1.253
-.002
.006
.157
1
.692
.998
.986
1.009
1Intercept
DAR
Std. Error
Wald
df
Sig.
Exp(B)
Lower Bound
Upper Bound
DER
a. The reference category is: 2.
Download