PENERAPAN CSR - perpus iain salatiga

advertisement
PENERAPAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY)
BMT SUMBER USAHA KEMBANG SARI
TAHUN 2011
TUGAS AKHIR
Oleh:
Ahmad Sahal
NIM 20108008
JURUSAN SYARIAH
PROGRAM STUDI DIII PERBANKAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
2012
PENERAPAN CSR (CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY) BMT SUMBER USAHA
KEMBANG SARI
TAHUN 2011
TUGAS AKHIR
Disusun dan diajukan untuk memenuhi syarat guna
memperoleh gelar Ahli Madya
pada Program Studi Perbankan Syariah
Oleh:
Ahmad Sahal
NIM 20108008
JURUSAN SYARIAH
PROGRAM STUDI DIII PERBANKAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
2012
PERNYATAAN KEASLIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini saya :
Nama
NIM
Jurusan
: Ahmad Sahal
: 20108008
: Syariah
Program Studi : DIII Perbankan Syariah
Menyatakan dengan sesungguhnya dan sejujurnya, bahwa tugas akhir saya yang
berjudul : “PENERAPAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY)
BMT SUMBER USAHA KEMBANG SARI”
adalah murni hasil penelitian saya sendiri dan bukan plagiat hasil karya orang lain,
kecuali pada bagian-bagian yang disebutkan rujukannya.
Salatiga, 26 Juli 2012
Yang menyatakan
Ahmad sahal
20108 008
MOTTO
Kita Harus Bersyukur Walaupun Rejeki Maju Mundur
PERSEMBAHAN
Tugas akhir, ini kupersembahkan kepada:
1. Bapak dan Ibu terimakasih untuk kasih sayang, doa dan pengorbananmu
selama ini.
2. Kakak-kakakku Siti Riayati,Mukholid terimakasih untuk bantuan dan
pengarahanmu.
3. Bapak Seno jl.perumdis sekeluarga, TX banget atas bantuannya selama
perkuliahan.
4. Almamaterku terindah.
5. Teman-teman yang telah membantu kesuksesan tugas akhir ini, Masjid
Assyifa tempat tinggal tercinta. Zulfa saiban, Witina Dektrilian, Kristian
Sutrisno, Didik Kurniawan, Sholeh Pratama dan teman-teman seangkatan
seperjuangan 2008 DIII Perbankan Syari’ah.
6. Semua karyawan BMT “Sumber Usaha” Kembang Sari
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan
hidayah-Nya yang telah diberikan kepada Penulis, sehingga penulis mampu
menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Penerapan CSR (Corporate Social
Responsibility) BMT Sumber Usaha Kembang Sari Tahun 2011”.
Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada Nabi besar
Muhammad SAW.
Tugas Akhir ini disusun guna memenuhi syarat memperoleh gelar Ahli
Madya Ekonomi Syariah.
Atas terselesainya penulisan Tugas Akhir ini, Penulis ingin mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Drs. Imam Sutomo, M.Ag, selaku Ketua STAIN Salatiga.
2. Drs. Mubasirun, M.Ag, selaku Ketua Jurusan Syari’ah.
3. Bapak Abdul Aziz NP, M.Ag, selaku Ketua Program Studi Diploma III
Perbankan Syari’ah.
4. Bapak Mifdlol, SE, MM selaku dosen pembimbing.
5. Ibu Rodliyatul Hani’ah, SE, dan seluruh karyawan BMT Sumber Usaha
Kembang Sari, Kab. Semarang.
6. Keluarga, teman-teman dan pihak-pihak yang mendukung yang tidak
dapat disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih banyak kekurangan. Oleh
karena itu kritik dan saran dari pembaca senantiasa Penulis harapkan.
Semoga Tugas Akhir ini bisa bermanfaat bukan hanya bagi Penulis tetapi
juga bagi para pembaca.
Salatiga, 06 Juli 2012
Ahmad Sahal
ABSTRAK
Penerapan CSR (Corperate Social Responsibility) BMT Sumber Usaha
Kembang Sari Tahun 2011
CSR Corporate Social Responsibility adalah suatu tindakan atau konsep
yang di lakukan oleh lembaga keuangan Syariah (sesuai kemampuan) sebagai
tanggung jawab mereka terhadap sosial atau lingkungan sekitar dimana lembaga
tersebut berada.
Program
CSR pada BMT Sumber Usaha dilakukan dengan cara
melakukan aktifitas sosial seperti, Pemberian Sembako, Pemberian biasiswa,
Pemberian hadiah bagi siswa berprestasi, Pemberian bantuan untuk Masjid.
Program tersebut biasanya BMT Sumber Usaha mengadakan setiap satu tahun
sekali yaitu pada hari ulang tahunnya BMT Sumber Usaha.
Dengan adanya CSR, BMT Sumber Usaha dapat lebih akrab terhadap
masyarakat, sehingga dapat dengan mudah untuk menjalin hubungan kerja. juga
dapat di nilai oleh masyarakat setempat bahwa perusahaan tersebut tidak hanya
mementingkan dirinya sendiri, lembaga tersebut telah melakukan tanggung jawab
nya terhadap masyarakat dengan program-program yang telah di lakukan.
DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................................................... i
Halaman Persetujuan Pembimbing .....................................................................ii
Halaman Pengesahan ..........................................................................................iii
Pernyataan Keaslian............................................................................................iv
Motto dan Persembahan......................................................................................v
Kata Pengantar ....................................................................................................vi
Abstrak................................................................................................................vii
Daftar Isi .............................................................................................................viii
BAB I Pendahuluan
A.
Latar Belakang ...............................................................................1
B.
C.
D.
E.
Rumusan Masalah ...........................................................................3
Tujuan dan Kegunaan ......................................................................4
Manfaat Laporan Tugas Akhir.........................................................4
Penelitian Terdahulu .......................................................................5
F.
Metode Penelitian ...........................................................................7
G. Sistematika Penulisan ......................................................................8
BAB II Landasan Teori
A. Telaah Pustaka .................................................................................10
B. Manfaat CSR (Corporate Social Responsibility).............................17
C. Peran CSR (Corporate Social Responsibility).................................19
D. Etika Bisnis Islam ............................................................................21
BAB III Laporan Objek
A. Gambaran Umum.............................................................................25
B. Kegiatan BMT..................................................................................33
C. Permodalan BMT.............................................................................36
BAB IV Analisis
A. Format dan Konsep CSR (Corporate Social Responsibility) BMT.38
B. Dampak Program CSR Terhadap Peningkatan Asset BMT ............42
BAB V Penutup
A. Kesimpulan ......................................................................................50
B. Saran.................................................................................................51
Daftar Pustaka
Daftar Riwayat Hidup
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Dewasa ini, para pemimpin perusahaan menghadapi tugas yang
menantang dalam menerapkan standar-standar etis terhadap praktik bisnis
yang bertanggung jawab. Perusahaan berusaha meningkatkan kinerjanya
untuk mendapatkan keuntungan yang optimal supaya dapat bersaing
dengan perusahaan lainnya. Namun dalam usaha untuk mencapai
keuntungan yang optimal ini perusahaan juga harus memperhatikan
lingkungan sekitar perusahaan yaitu masyarakat setempat dan pemerintah.
Perusahaan
sebagai
sebuah
sistem,
dalam
keberlanjutan
dan
keseimbangannya tidak bisa berdiri sendiri. Eksistensi suatu perusahaan
tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat sebagai lingkungan eksternalnya.
Ada hubungan resiprokal (timbal balik) antara perusahaan dengan
masyarakat. Perusahaan dan masyarakat adalah pasangan hidup yang
saling
memberi
dan
membutuhkan.
Perusahaan
selain
mengejar
keuntungan ekonomi untuk kesejahteraan dirinya, juga memerlukan alam
untuk sumber daya olahannya dan stakeholders lain untuk mencapai
tujuannya. Dengan menggunakan pendekatan tanggung jawab sosial
perusahaan, perusahaan tidak hanya mendapatkan keuntungan ekonomi,
tetapi juga keuntungan secara sosial. Dengan demikian keberlangsungan
usaha tersebut dapat berlangsung dengan baik dan secara tidak langsung
akan mencegah konflik yang merugikan.
CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan suatu tindakan
atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan
perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap
sosial/lingkungan sekitar di mana perusahaan itu berada. Contoh bentuk
tanggung jawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan
yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan
lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian
dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas
masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak,
khususnya masyarakat yang berkepentingan di sekitar perusahaan tersebut.
Dalam menerapkan CSR, umumnya perusahaan akan melibatkan
partisipasi masyarakat, baik sebagai objek maupun sebagai subjek program
CSR. Hal ini dikarenakan masyarakat adalah salah satu pihak yang cukup
berpengaruh dalam menjaga eksistensi suatu perusahaan. Masyarakat
adalah pihak yang paling merasakan dampak dari kegiatan produksi suatu
perusahaan, baik itu dampak positif ataupun negatif. Dampak ini dapat
terjadi dalam bidang sosial, ekonomi, politik maupun lingkungan.
Seperti yang telah di kemukakan di atas, tanggung jawab sosial
perusahaan atau CSR secara hakiki merupakan tanggung jawab moral
pengusaha kepada para pemegang saham, karyawan dan anggota
keluarganya
serta
masyarakat
yang
terkena
dampak
bisnisnya
(stakeholders). Penegasan ini senada dengan beberapa pakar, seperti
Greenberg Baron (2008:73) yang mendefinisikan CSR sebagai praktikpraktik bisnis yang berhubungan erat dengan nilai-nilai etis yang selaras
dengan tuntunan-tuntunan hukum dan lingkungan. Tentu saja yang di
maksud baron di sini bahwa suatu perusahaan yang baik dan bermutu tidak
hanya semata mencari keuntungan ekonomis, melainkan juga harus
tuunduk kepada peraturan-peraturan yang berlaku.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis wajar melakukan
penelitian
dengan
judul
“Penerapan
CSR
(Corporate
Social
Responsibility) BMT Sumber Usaha Tahun 2011”.
B. Rumusan Masalah
Untuk membatasi masalah yang akan di bahas, maka penulis
merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah format dan konsep penerapan CSR ( Corporate Cocial
Responsibility ) BMT Sumber Usaha Tahun 2011
2. Bagaimanakah dampak program CSR terhadap peningkatan asset di
BMT Sumber Usaha Kembang Sari?
C. Tujuan dan Kegunaan
Penelitian ini di maksudkan untuk memperoleh data yang di
jadikan bahan dalam pembuatan laporan Tugas Akhir oleh penulis sebagai
salah satu syarat dalam menempuh ujian sidang (munaqosah) Diploma III
Program Study Perbankan Syariah fakultas Syariah STAIN SALATIGA
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini
bertujuan:
1. Untuk
mengetahui
format
dan
konsep
CSR
yang
telah
diimplementasikan BMT Sumber Usaha Kembang sari.
2. Untuk mengetahui dampak program CSR terhadap peningkatan
asset di BMT Sumber Usaha Kembang Sari.
D. Manfaat Laporan Tugas Akhir
1. Bagi penulis
sebagai tambahan wawasan untuk mengetahui apakah dampak
Program CSR BMT Sumber Usaha terhadap kesejahteraan
masyarakat.
2. Bagi Akademis
Bagi kalangan akademisi, penelitian ini diharapkan sebagai bahan
masukan bagi penelitian lebih lanjut untuk meneliti topik yang
sama.
3. Bagi Perusahaan
Bagi para pengambil kebijakan pada manajemen BMT Sumber
Usaha penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi dalam
menghasilkan perencanaan yang lebih baik dalam Penerapan CSR
Perusahaan
E. Penelitian Terdahulu
Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corperate Social
Responsibility (CSR) merupakan isu yang palingsanter di antara isu-isu
yang di munculkan dewasa ini. Ide dasar di balik isu terletak dalam katakatanya. Lebih menarik lagi, ketika kata yang di pakai untuk isi tersebut
sama-sama memiliki maknayang sangat berbobot dari segi moral maupun
dari segi bisnis. Corporate atau korporasi langsung di pahami sebagai
perusahaan pada hal secaraetimologos kata itu mengandung makna yang
jauh lebih luas.kata Corporate berasal dari bahasa latin Corpus yang
berarti badan atau tubuh. Sudah sejak abad ke -4sM kata corpus di pakai
secara luassebagai gambaran organik suatu masyarakat. Plato (429347Sm) memakai istilah ini untuk membedakan manusia dalam conteks
pendidikan. Menurut plato, manusia dapat di bedakan kedalam tiga jenis.
Pertama, manusia perut atau manusia hasrat.manusia jenis ini di dominasi
oleh keinginan-keinginan dan hasyrat. Banyak sekali keinginan serta
hasratnya. Manusia jenis ini tidak akan pernah merasa puas dalam
hidupnya. Setelah keinginan satu terpenuhi, muncul keinginan yang lain
setelah keinginan yang lain terpenuhi akan ada lagi keinginan yang lainnya
lagi tanpa akhir
Di abad modern,filsuf yang memakai kata tubuh atau badan dalam
konsepsinya filosofisnya adalah filsuf empirik-mekanistik inggris, thomas
Hobbes (1588-1679). Kata tubuh di pakai Hobbes untuk menggambarkan
negara secara organik. Menurut Hobbes, negara adalah manusiabuatan
atau artificial man. Manusia buatan itu terdiri dari berbagai bagian dengan
tugas dan tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Lembaga atau badan-badan
dalam masyarakat merupakan bagian dari tubuh besar (Negara), ganjaran
atau hukuman merupakan titik-titik syaraf manusia buatan, kerukunan
merupakan kondisi sehat,sebaliknya kerusuhan merupakan koondisi sakit
manusia buatan. Pada aras itu , perang saudara merupakan kematian bagi
manusia buatan. Kontrak merupakan pemersatu manusia buatan.hal yang
tak kalah menarik dari fisuf empirik-mekanistis ini adalah gagasan nya
tentang manusia dalam state of nature yang identik dengan pasar bebasnya
bapak ekonomi modern, Adam Smith. Dari filsuf empirik-mekanistis
inilah ungkapanyang banyak di kutip dalam ilmu sosial seperti ilmu politik
dan ekonomi, homo homini lupus itu berasal.
F. Metode Penelitian
1.
Penelitian
Tipe penelitian atau penulisan dalam tugas akhir ini adalah
deskriptif, yaitu penulisan yang menyajikan analisis mengenai suatu
objek yang menggambarkan secara sisitematik dan akurat mengenai
bidang tertentu.
2.
Jenis pola yang dibutuhkan
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan
data sekunder :
a. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh dari observasi, penulis memperoleh data
dengan pengamatan secara langsung dari sumber penelitian yang
diamati.
b. Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh dari dokumen, internet buku-buku dan
arsip-arsip yang berkaitan dengan topik yang akan diteliti.
3. Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi Langsung
Observasi langsung ini dimaksudkan guna memberikan gambaran
yang utuh tentang keadaan BMT Sumber Usaha Kembangsari.
b. Wawancara
Wawancara adalah suatu percakapan, tanya jawab antara dua orang
atau lebih yang duduk berhadapan secara fisik diarahkan pada suatu
masalah tertentu.
G. Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui gambaran dan mempermudah cara memahami
laporan tugas akhir ini penulis menyusun dalam beberapa bab antara lain
sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Di dalam bab ini penulis akan menguraikan latar belakang masalah,
rumusan masalah, tujuan dan kegunaan, metode penelitian, sistematika
penulisan.
BAB II Landasan Teori
Bab ini merupakan kerangka awal yang akan menguraikan tentang semua
hal yang berhubungan dengan BMT dan analisis tingkat kesehatan BMT
Sumber Usaha Kembang Sari.
BAB III Laporan Objek
Pada bab ini penulis akan mendeskripsikan tentang kegiatan, permodalan
dan tingkat perkembangan BMT Sumber Usaha Kembang Sari.
BAB IV Analisis
Pada bab ini penulis akan menguraikan hasil penelitian yang telah penulis
kumpulkan.
BAB V Penutup
Pada bab ini penulis akan mengambil kesimpulan yang terdapat pada bab
sebelumnya, khususnya pada bab yang menyangkut permasalahan dan
penulis akan mencoba memberikan saran-saran.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Telaah Pustaka
1. Pengertian CSR (Corporate Social Responsibility)
Menurut Kotler dan Nancy (2005: 156) Corporate Social
Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai komitmen perusahaan
untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik
bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya
perusahaan.
Menurut CSR Forum (Wibisono, 2007: 40) Corporate
Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai bisnis yang
dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada
nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada
karyawan, komunitas dan lingkungan.
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu
tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai
kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab
mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu
berada. contoh bentuk tanggung jawab itu bermacam-macam,
mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian
beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk
pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas
masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat
banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan
tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan
fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan
kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana
kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah
lebih penting daripada sekedar profitability.
Dalam Saktiyanti dan Irvan (2006: 27) mendefinisikan CSR
sebagai tanggung jawab moral organisasi kepada kelompok
stakeholder mereka, yang baik secara langsung maupun tidak
langsung memengaruhi kegiatan organisasi. Hal ini mengharuskan
perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan
beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan
pemegang
saham,
yang
merupakan
salah
satu
pemangku
kepentingan internal.
2. Sejarah Singkat
Di Indonesia, istilah CSR semakin populer digunakan sejak
tahun 1990-an. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama
melakukan CSA (Corporate Social Activity) atau “aktivitas sosial
perusahaan”. Walaupun tidak menamainya sebagai CSR, secara
faktual aksinya mendekati konsep CSR yang merepresentasikan
bentuk “peran serta” dan “kepedulian” perusahaan terhadap aspek
sosial dan lingkungan. Melalui konsep investasi sosial perusahaan,
sejak tahun 2003 Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga
pemerintah yang aktif dalam mengembangkan konsep CSR dan
melakukan advokasi kepada berbagai perusahaan nasional.
Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan
bahwasannya kegiatan perusahaan membawa dampak bagi kondisi
lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar
perusahaan beroperasi. Selain itu, pemilik perusahaan sejatinya
bukan hanya shareholders atau para pemegang saham. Melainkan
pula stakeholders, yakni pihak-pihak yang berkepentingan terhadap
eksistensi perusahaan.
Stakeholders dapat mencakup karyawan dan keluarganya,
pelanggan, pemasok, masyarakat sekitar perusahaan, lembagalembaga swadaya masyarakat, media massa dan pemerintah selaku
regulator. Jenis dan prioritas stakeholders relatif berbeda antara
satu perusahaan dengan lainnya, tergantung pada core bisnis
perusahaan yang bersangkutan (Supomo, 2004: 89).
3. Alasan terkait bisnis (business case) untuk CSR
Skala dan sifat keuntungan dari CSR untuk suatu organisasi
dapat berbeda-beda tergantung dari sifat perusahaan tersebut.
Banyak pihak berpendapat bahwa amat sulit untuk mengukur
kinerja CSR, walaupun sesungguhnya cukup banyak literatur yang
memuat tentang cara mengukurnya. Literatur tersebut misalnya
metode
"Empat
belas
poin balanced
scorecard oleh Deming.
Literatur lain misalnya Orlizty, Schmidt, dan Ryneas yang
menemukan suatu korelasi positif walaupun lemah antara kinerja
sosial dan lingkungan hidup dengan kinerja keuangan perusahaan.
Kebanyakan penelitian yang mengaitkan antara kinerja CSR
(corporate
perusahaan
social
performance)
(corporate
dengan
financial
kinerja
finansial
performance)
memang
menunjukkan kecenderungan positif, namun kesepakatan mengenai
bagaimana CSR diukur belum lah lagi tercapai. Mungkin,
kesepakatan
para
pemangku
kepentingan
global
yang
mendefinisikan berbagai subjek inti (core subject) dalam ISO
26000 Guidance on Social Responsibility direncanakan terbit pada
September 2010 akan lebih memudahkan perusahaan untuk
menurunkan isu-isu di setiap subjek inti dalam standar tersebut
menjadi alat ukur keberhasilan CSR.
Secara umum, alasan terkait bisnis untuk melaksanakan
biasanya berkisar satu ataupun lebih dari argumentasi di bawah ini :
a) Sumberdaya manusia
Program CSR dapat berwujud rekruitmen tenaga kerja dan
memperjakan masyarakat sekitar. Lebih jauh lagi CSR dapat
dipergunakan untuk menarik perhatian para calon pelamar
pekerjaan terutama sekali dengan adanya persaingan kerja di
antara para lulusan. Akan terjadi peningkatan kemungkinan
untuk ditanyakannya kebijakan CSR perusahaan, terutama pada
saat perusahaan merekruit tenaga kerja dari lulusan terbaik yang
memiliki kesadaran sosial dan lingkungan. Dengan memiliki
suatu kebijakan komprehensif atas kinerja sosial dan lingkungan,
perusahaan akan bisa menarik calon-calon pekerja yang
memiliki nilai-nilai progresif. CSR dapat juga digunakan untuk
membentuk suatu atmosfer kerja yang nyaman di antara para
staf, terutama apabila mereka dapat dilibatkan dalam kegiatankegiatan yang mereka percayai bisa mendatangkan manfaat bagi
masyarakat luas, baik itu bentuknya "penyisihan gaji",
"penggalangan dana" ataupun kesukarelawanan (volunteering)
dalam bekerja untuk masyarakat.
b) Manajemen resiko
Manajemen resiko merupakan salah satu hal paling penting
dari strategi perusahaan. Reputasi yang dibentuk dengan susah
payah selama bertahun-tahun dapat musnah dalam sekejap
melalui insiden seperti skandal korupsi atau tuduhan melakukan
perusakan lingkungan hidup. Kejadian-kejadian seperti itu dapat
menarik perhatian yang tidak diinginkan dari penguasa,
pengadilan, pemerintah dan media massa. Membentuk suatu
budaya kerja yang "mengerjakan sesuatu dengan benar", baik itu
terkait dengan aspek tata kelola perusahaan, sosial, maupun
lingkungan yang semuanya merupakan komponen CSR pada
perusahaan dapat mengurangi risiko terjadinya hal-hal negatif
tersebut.
c) Membedakan merek
Di tengah hiruk pikuknya pasar maka perusahaan berupaya
keras untuk membuat suatu cara penjualan yang unik sehingga
dapat membedakan produknya dari para pesaingnya di benak
konsumen. CSR dapat berperan untuk menciptakan loyalitas
konsumen atas dasar nilai khusus dari etika perusahaan yang
juga merupakan nilai yang dianut masyarakat. Menurut Philip
Kotler dan Nancy Lee, setidaknya ada dua jenis kegiatan CSR
yang
bisa
mendatangkan
keuntungan
terhadap
merek,
yaitu corporate social marketing (CSM) dan cause related
marketing (CRM). Pada CSM, perusahaan memilih satu atau
beberapa isu biasanya yang terkait dengan produknya yang bisa
disokong
penyebarluasannya
di
masyarakat,
misalnya
melalui media campaign. Dengan terus menerus mendukung isu
tersebut, maka lama kelamaan konsumen akan mengenali
perusahaan
tersebut
sebagai
perusahaan
yang
memiliki
kepedulian pada isu itu. Segmen tertentu dari masyarakat
kemudian akan melakukan pembelian produk perusahaan itu
dengan pertimbangan kesamaan perhatian atas isu tersebut.
CRM bersifat lebih langsung. Perusahaan menyatakan akan
menyumbangkan sejumlah dana tertentu untuk membantu
memecahkan
masalah
sosial
atau
lingkungan
dengan
mengaitkannya dengan hasil penjualan produk tertentu atau
keuntungan yang mereka peroleh. Biasanya berupa pernyataan
rupiah per produk terjual atau proporsi tertentu dari penjualan
atau keuntungan. Dengan demikian, segmen konsumen yang
ingin menyumbang bagi pemecahan masalah sosial dan atau
lingkungan, kemudian tergerak membeli produk tersebut.
Mereka merasa bisa berbelanja sekaligus menyumbang.
Perusahaan yang bisa mengkampanyekan CSM dan CRM-nya
dengan baik akan mendapati produknya lebih banyak dibeli
orang, selain juga mendapatkan citra sebagai perusahaan yang
peduli pada isu tertentu
B. Manfaat CSR (Corporate Social Responsibility) Bagi Perusahaan
Serta Masyarakat dan Lingkungan
CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat, ini akan
sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi
lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002: 76)
menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi
pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan
sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif
dan peningkatan kemampuan organisasi. Untuk Indonesia, bisa
dibayangkan, pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah
daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban sosial. Pemerintah
dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi di
tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah persoalan
kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah
harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR
(Corporate Social Responsibilty). Pemerintah bisa menetapkan
bidang-bidang penanganan yang menjadi fokus, dengan masukan
pihak yang kompeten. Setelah itu, pemerintah memfasilitasi,
mendukung, dan memberi penghargaan pada kalangan bisnis yang
mau terlibat dalam upaya besar ini. Pemerintah juga dapat mengawasi
proses interaksi antara pelaku bisnis dan kelompok-kelompok lain
agar terjadi proses interaksi yang lebih adil dan menghindarkan proses
manipulasi atau pengancaman satu pihak terhadap yang lain.
CSR yang dilakukan perusahaan sebagai suatu bentuk kearifan
moral perusahaan memiliki pengaruh yang lebih luas dari perusahaan
kepada masyarakat untuk keuntungan perusahaan dan masyarakat
secara keseluruhan (Saktiyanti dan Irvan, 2006: 27). Tentu banyak
manfaat yang dapat diperoleh masyarakat sekitar, diantaranya
perluasan lapangan kerja, pelayanan public yang lebih baik, seperti
pelayanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai bidang lainnya
tergantung pada bentuk CSR yang dilakukan oleh perusahaan.
Sementara itu, CSR juga akan memberikan manfaat dengan
menciptakan dan melestarikan lingkungan dan sumber daya yang ada
ke arah yang lebih baik.
Namun CSR yang diterapkan tidak hanya memeri manfaat
bagi masyarakat dan lingkungan, melainkan juga bermanfaat bagi
perusahaan. Telah disinggung sebelumnya, bahwa penerapan CSR
akan berimbas dan mempengaruhi keberlanjutan usaha. Menurut
Wibisono (2007: 84-87), manfaat CSR bagi perusahaan diantaranya,
mempertahankan
atau
mendongkrak
reputasi
dan brand
image perusahaan, layak mendapatkan social license to operate,
mereduksi resiko bisnis perusahaan, melebarkan akses sumber daya,
membentangkan akses menuju market, mereduksi biaya, memperbaiki
hubungan dengan stakeholders, memperbaiki hubungan dengan
regulator, meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan,
memberikan peluang untuk mendapatkan penghargaan, dan beberapa
keuntungan lainnya.
C. Peran CSR (Corporate Social Responsibility) Dalam Pmbentukan
Citra Positif Perusahaan
Dalam penerapan CSR, perusahaan dirasa perlu memiliki
pandangan bahwa CSR adalah investasi masa depan. Artinya, CSR
bukan lagi dilihat sebagai sentra biaya (cost centre), melainkan sentra
laba (profit centre) di masa mendatang. Karena melalui hubungan
timbal baliknya masyarakat juga akan ikut menjaga eksistensi
perusahaan (Wibisono, 2007: 35).
Menurut Elkington dalam Wibisono (2007: 70-72), CSR yang
dilakukan oleh sejumlah perusahaan dapat diimplementasikan ke
dalam 4 kelompok korporasi berdasarkan kesamaan sifatnya dengan
empat jenis serangga yang memiliki karakter berbeda, yaitu:
1) Ulat, menggambarkan perusahaan yang menjalankan bisnis sematamata untuk kepentingannya sendiri dan tidak peduli pada aspek
lingkungan dan social sekelilingnya.
2) Belalang, menggambarkan perusahaan yang mulai mempraktikkan
CSR, namun hanya memandangnya sebagai komponen biaya yang
akan mengurangi keuntungannya.
3) Kupu-kupu, menggambarkan perusahaan yang menganggap praktik
CSR akan memberi dampak positif terhadap usahanya, karena
mereka menilai CSR sebagai investasi, bukan biaya.
4) Lebah
madu,
menggambarkan
perusahaan
yang
tulus
memparktikkan CSR, dimana CSR tidak sekedar dianggap sebagai
suatu keharusan, namun merupakan suatu kebutuhan, bukan
sebagai liabilitas tapi ekuitas (modal social). Mereka percaya, ada
nilai tukar (trade off) atas aspek lingkungan dan aspek social
terhadap aspek ekonomi. Karenanya, mereka meyakini bahwa
usahanya hanya dapat sustain apabila disamping memiliki modal
financial mereka juga mesti memiliki modal capital dan modal
social. Buahnya, perusahaan ini tidak saja mendapat citra positif,
tapi juga kepercyaan dan dukungan penuh dari masyarakat. Mereka
dengan sukarela akan membela keberlanjutan usaha perusahaan ini.
5) Pengelompokkan tersebut didukung oleh Wibisono (2007: 73),
dengan turut serta mengklasifikasikan perilaku perusahaan dalam
mengimplementasikan CSR ke dalam empat peringkat, yaitu hitam
yang setara dengan kelompok ulat; merah yang setara dengan
kelompok belalang; biru yang setara dengan kelompok kupu-kupu;
dan hijau yang setara dengan kelompok lebah madu, dimana
perusahaan mendapatkan citra positif dari implementasi CSR.
Mereka beranggapan bahwa masyarakat dan lingkungan juga
merupakan aspek penting bagi keberlanjutan usahanya. Jadi
semata-mata tulus karena berbuat baik saja. Bahwa kemudian
efeknya positif ke arah pembentukan citra, melampaui standar
regulasi yang berlaku, mendongkrak saham, atau memenangi
kompetisi dan memperoleh penghargaan, itu sudah seharusnya
(Wibisono, 2007: 74).
D. Etika Bisnis Islami
Etika memiliki dua pengertian : Pertama, etika sebagaimana
moralitas, berisikan nilai dan norma-norma konkret yang menjadi
pedoman dan pegangan hidup manusia dalam seluruh kehidupan.
Kedua, etika sebagai refleksi kritis dan rasional. Etika membantu
manusia bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggung-jawabkan.
Sedangkan bisnis mengutip Straub, Alimin (2004: 56), sebagai suatu
organisasi yang menjalankan aktivitas produksi dan penjualan barang
dan jasa yang diinginkan oleh konsumen untuk memperoleh profit.
Penggabungan etika dan bisnis dapat berarti memaksakan normanorma agama bagi dunia bisnis, memasang kode etik profesi bisnis,
merevisi sistem dan hukum ekonomi, meningkatkan keterampilan
memenuhi tuntutan-tuntutan etika pihak-pihak luar untuk mencari
aman dan sebaginya. Bisnis yang beretika adalah bisnis yang memiliki
komitmen ketulusan dalam menjaga kontrak sosial yang sudah
berjalan. Kontrak sosial merupakan janji yang harus ditepati.
Bisnis Islami ialah serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai
bentuknya yang tidak dibatasi jumlah kepemilikan (barang/jasa)
termasuk profitnya, namun dibatasi dalam caramemperolehnya dan
pendayagunaan hartanya karena aturan halal dan haram (lihat. QS.
2:1884:29). Etika bisnis Islam sebenarnya telah diajarkan Nabi
Saw. saat menjalankan perdagangan. Karakteristik Nabi Saw., sebagai
pedagang adalah selain dedikasi dan keuletannya juga memiliki sifat
shidiq, fathanah, amanah dan tabligh. Ciri-ciri itu masih ditambah
Istiqamah. Shidiq berarti mempunyai kejujuran dan selalu melandasi
ucapan, keyakinan dan amal perbuatan atas dasar nilai-nilai yang
diajarkan Islam. Istiqamah atau konsisten dalam iman dan nilai-nilai
kebaikan, meski menghadapi godaan dan tantangan. Istiqamah dalam
kebaikan ditampilkan dalam keteguhan, kesabaran serta keuletan
sehingga menghasilkan sesuatu yang optimal. Fathanah berarti
mengerti, memahami, dan menghayati secara mendalam segala yang
menjaditugas dan kewajibannya. Sifat ini akan menimbulkan
kreatifitas dan kemampuan melakukakn berbagai macam inovasi yang
bermanfaat.
Amanah,
tanggung
jawab
dalam
melaksanakan
setiaptugas dan kewajiban. Amanah ditampilkan dalam keterbukaan,
kejujuran, pelayanan yangoptimal, dan ihsan (kebajikan) dalam segala
hal. Tablig, mengajak sekaligus memberikan contoh kepada pihak lain
untuk
melaksanakan
ketentuan-ketentuan
ajaran
Islam
dalam
kehidupan sehari-hari (berbagai sumber). Berdasarkan sifat-sifat
tersebut, dalam konteks corporate social responsibility (CSR), para
pelaku usaha atau pihak perusahaan dituntut besikap tidak kontradiksi
secara disengaja antara ucapandan perbuatan dalam bisnisnya. Mereka
dituntut tepat janji, tepat waktu, mengakui kelemahan dan kekurangan
(tidak ditutup-tutupi), selalu memperbaiki kualitas barang atau jasa
secara berkesinambungan serta tidak boleh menipu dan berbohong.
Pelaku usaha/pihak perusahaan harus memiliki amanah dengan
menampilkan sikap keterbukaan, kejujuran, pelayanan yang optimal,
dan
ihsan
(berbuat
yang
terbaik)
dalam
segala
hal,
apalagi berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Dengan sifat
amanah, pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan
kewajiban-kewajibannya. Sifat tablig dapat disampaikan pelaku usaha
dengan bijak (hikmah), sabar, argumentatif, dan persuasif akan
menumbuhkan hubungan kemanusiaan yang solid dan kuat. Para
pelaku usaha dituntut mempunyai kesadaran mengenai etika dan
moral, karena keduanya merupakan kebutuhan yang harus dimiliki.
Pelaku usaha atau perusahaan yang ceroboh dan tidak menjaga etika,
tidak akan berbisnis secara baik sehingga dapat mengancam hubungan
sosial dan merugikan konsumen, bahkan dirinya sendiri. Program
CSR merupakan investasi bagi perusahaan untuk mendorong
pertumbuhan berkelanjutan. CSR bukan sebagai sentra biaya,
melainkan sebagai sentra laba (profit centre) dimasa yang akan
datang. Dalam pandangan Islam, CSR merupakan kewajiban
pengusaha yang dikeluarkan dari pendapatan yang jatuh pada
kewajiban zakat, infaq ataupun sedekah.
BAB III
LAPORAN OBJEK
A.
Gambaran Umum
1.
Sejarah BMT Sumber Usaha
Pendirian BMT Sumber Usaha di latar belakangi karena
banyaknya pengusaha dan pedagang mikro disekitar Desa Karang
Duren yang mengalami kesulitan mendapat akses permodalan.
Meskipun sebenarnya mereka mempunyai potensi untuk berkembang.
Golongan tersebut didominasi oleh kelompok ekonomi lemah dan
dengan pendidikan yang terbatas. Langkah pintas biasanya diambil oleh
beberapa diantara mereka dengan meminjam modal pada rentenir
dengan bunga yang terkadang melampaui pendapatan dari mereka.
Di antara akses yang dapat mereka peroleh adalah lembaga
perbankan, namun biasanya mereka justru terkendala oleh sistem dan
prosedur bank yang baku dan dengan proses yang lama. Dan juga
perbankan yang lebih mengutamakan pengusaha tingkat menengah ke
atas. Faktor inilah yang disiasati oleh pendiri BMT, dengan diilhami
dari ayat Al Quran surat Al. Hasyr ayat 7 :
“Supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya
diantara kamu”.
Diharapkan dengan adanya BMT Sumber Usaha masyarakat
sekitar desa Karang Duren antara yang surplus dana dengan yang
membutuhkan dana akan terhubung. Sehingga secara tidak langsung
kedua pihak tersebut dengan perantara BMT Sumber Usaha dapat
tercipta suatu hubungan yang positif. Pembangunan ekonomi berjalan
dengan memberdayakan masyarakat, khususnya golongan ekonomi
mikro. Disamping itu tujuan BMT terlaksana yaitu memperoleh
keuntungan dunia yang bersifat materi dan persaudaraan juga
keuntungan yang akan dipetik di akhirat dengan terhindarkan dari harta
riba.
BMT Sumber Usaha untuk pertama kali didirikan pada tanggal
18 Mei 2001. Diantara yang berperan dalam pendirian BMT Sumber
Usaha adalah tokoh-tokoh masyarakat dan ulama desa Karang Duren.
Diantara tokoh-tokoh yang memprakarsai berdirinya BMT adalah Bp.
Dhofari S.Pd., Bp. Drs. H. Sholiminudin, Bp. H.A. Djuremi dan para
ulama yang ada di desa Karang Duren, Kec. Tengaran seperti KH.
Fatcul Mu’in.
Lembaga keuangan ini mendapat perizinan menjadi salah satu
Unit Otonomi Simpan Pinjam dari Koperasi dan Pembinaan Menengah
dengan
Badan
Hukum
Koperasi
nomor
236/BH/KDK.II.I/188.4/VII/2001 pada tanggal 4 Juli 2001. Lokasi
pertama lembaga ini beroperasi adalah Pasar Lama Kembangsari yang
saat ini telah menjadi markas TNI. Kemudian di tahun 2005 telah
menempati gedung baru di Kompleks Kios Pasar Kembangsari Baru
dengan ruangan yang representatif dan lokasi yang strategis.
2. Visi dan Misi
Visi BMT Sumber Usaha sebagai suatu badan usaha atau
lembaga yang memiliki kegiatan yang berlandaskan syariah Islam
dalam upaya meningkatkan dan atau mewujudkan kualitas kehidupan
sosial dan ekonomi umat secara umum dan masyarakat di sekitar BMT
Sumber Usaha.
Visi ini mewujud ke misi yang tertuang sebagai berikut :
a. Ikut serta dalam meningkatkan atau memajukan kualitas kehidupan
sosial ekonomi umat.
b. Memberikan keuntungan yang wajar bagi pihak – pihak yang
memiliki akses langsung maupun tidak langsung pada BMT
Sumber Usaha
c.
Mengusahakan pertumbuhan BMT Sumber Usaha seoptimal
mungkin
3.
d.
Memberikan kontribusi positif bagi umat Islam
e.
Memberikan kondisi yang nyaman untuk bekerja.
Perkembangan Usaha
Dari waktu ke waktu BMT Sumber Usaha menujukkan
perkembangan yang pesat. Modal awal Rp 29.000.000,00 ( Dua Puluh
Sembilan Juta Rupiah ) dan hingga Desember th 2006 sudah mencapai
modal Rp.181.807.000,00 (Seratus Delapan Puluh Satu Juta Delapan
Ratus Tujuh Ribu Rupiah), dengan asset Rp 4,8 Milyard. Sedangkan
sumber daya insani dari 3 orang menjadi 8 orang. Kepercayaan
masyarakat meningkat dengan dapat dihimpunnya dana dari anggota
sebesar Rp 3,1 Milyard dengan jumlah anggota 2800 orang dan
jangkauan operasional di sekitar pasar Kembangsari, desa Karangduren,
wilayah kecamatan Tengaran dan Salatiga. Ini menunjukkan bahwa
BMT Sumber Usaha semakin dipercaya masyarakat di sekitar BMT
SUMBER USAHA.
4.
Struktur Organisasi
Adapun Struktur Organisasi di BMT Sumber Usaha
Kembangsari periode 2009-2011 adalah sebagai berikut:
Gambar 3.1.
STRUKTUR ORGANISASI
BMT “SUMBER USAHA” KEMBANGSARI
PERIODE 2009 – 2011
DEWAN
PENASEHAT
BADAN
PENGAWAS
PENGURUS
MANAGER
ACCOUNTING
BAGIAN
PEMBIAYAAN
TELLER
PEMASARAN
a. Pengurus :
1) Ketua
: Wignyo Gutomo,SH
2) Sekretaris
: Waluya, S.Pd
3) Bendahara
: Dhofari, S.Pd.,MM
b. Pengelola :
1) Manager
: Rodliyatul Hani’ah, SE
2) Accounting
: Luthfi Al Jauhari. S.Ag.
3) Teller
: Yulianingsih,SE
4) Bag. Pemby.
: Totok Pramono, SE
5) Bag. Pemby.
: Nur Kholiq
6) Pemasaran
: Alip Wiyono, SE
7) Pemasaran
: Anida Fitri Nur Susanti
8) Office Boy
: Saliq, S.Ag.
c. Badan Pemeriksa :
1) Ketua
: Agus Joko Susilo, SE
2) Anggota
: Rinif Budi Prasetyo, SH
Joko Purwadi, S.Pd.
d. Dewan Penasehat :
1) Drs.H. Soliminudin,MM
2) H. M. Zuhri
Tugas-tugas pengelola di BMT Sumber Usaha Kembangsari
1. Manajer
a. Mengoptimalkan sumber daya yang ada di BMT Sumber Usaha
tengaran guna mencapai BMT yang profesional (sehat dan
efisien).
b. Menyusun anggaran
c. Menyusun strategi dan rencana kerja untuk mencapai anggaran
d. Mengkoordinasikan
aktifitas
penghimpuna
dana
dan
penyaluran pembiayaan dengan aman dan lancar
e. Memastikan laporan keuangan tepat waktu dan benar
f. Sistem dan prosedur operasianal dilaksanakan sesuai ketentuan
g. Meningkatkan, memelihara dan mengamankan harta BMT
h. Menindaklanjuti hasil evaluasi / pemeriksaan Dewan Syari’ah
2. Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus.
a. Mereview aplikasi pembiayaan sebelum menyetujui dan
merekomendasikan
b. Melakukan penilaian secara menyeluruh untuk mengatur
kelayakan usaha calon direktur
c. Merekomendasikan / mengusulkan penyelesaian pinjaman
bermasalah
d. Meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme SDM
3. Tanggung jawab manager:
Terkoordinasinya semua aktifitas BMT baik dibidang
operasi, investasi, pembiayaan, pemasaran, dan SDM dengan
sebaik-baiknya.
a. Tercapainya citra yang baik dan hubungan yang harmonis
dengan lingkungan masyarakat sekitar BMT Sumber Usaha
Kembangsari
b. Pencapaian target sesuai anggaran yang telah ditetapkan
4. Accounting
a. Mengelola administrasi pembukuan dan laporan kegiatan.
b. Melaksanakan pembukuan atas transaksi yang dilaksanakan
setiap hari.
c. Membuat laporan neraca dan rugi/laba harian dan bulanan.
d. Memproses, mengelola pembukuan transaksi bank.
e. Melaksanakan buku yang menjadi tanggung jawab pembukuan.
f. Membuat laporan bulanan setiap periode.
5. Bagian pembiayaan
a. Melayani pembukuan sampai dengan pencairan deposito serta
pembebanan bagi hasilnya.
b. Melayani pembukuan sampai dengan penutupan rekening
tabungan.
c. Memberikan informasi kepada nasabah mengenai bagi hasil
tabungan dan deposito yang berlaku.
d. Memeriksa kelengkapan akad pembiayaan.
e. Memonitor proses penandatanganan akad pembiayaan.
f. Merencanakan pengembangan SDM.
g. Mensupervisi peraturan kekaryawanan.
h. Mengontrol penggunaan blangko deposito (nomor deposito).
i. Melaksanakan proses pembukuan dan pencairan deposito.
j. Membuat register mutasi deposito / tabungan.
k. Membuat cadangan bagi hasil deposito.
l. Mencetak posisi tabungan ke buku tabungan nasabah.
m. Pembukuan dan pencairan deposito.
n. Bertanggung jawab terhadap kerahasiaan data nasabah.
6. Teller
a. Melayani transaksi harian secara tunai di counter.
b. Mengelola kas dan uang tunai.
c. Memberi informasi dan penjelasan.
d. Memeriksa ulang transaksi nasabah.
e. Mengakses mutasi harian ke komputer sesuai pass pengolahan
datanya.
f. Mencocokan transaksi harian dengan nominal uangnya.
7. Pemasaran
a. Melaksanakan wawancara dengan calon debitur.
b. Mengadakan pemeriksaan ke lokasi usaha.
c. Mengadakan pemeriksaan dan penilaian jaminan pembiayaan.
d. Membuat laporan analisa pembiayaan.
8. Dewan Pengawas
a. Mengawasi seluruh kegiatan BMT dalam aspek syari’ah
b. Memberikan persetujuan pemberian pembiayaan besar
9. Dewan Penasehat
Memberikan nasehat kepada manager untuk menjalankan
kegiatan operasional sesuai dengan syariat Islam.
B. Kegiatan BMT Sumber Usaha
Tidak berbeda dengan lembaga keuangan lain, BMT Sumber Usaha
mempunyai suatu kegiatan usaha yaitu mengelola perputaran uang
khususnya untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat dan pada umumnya
ikut serta membangun tatanan ekonomi nasional dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945. Jenis pelayanan yang diselenggarakan
berbentuk usaha simpan pinjam. Adapun produk-produk yang dikelola
antara lain:
a. Simpanan (Funding)
a. Si – Rela
Adalah simpanan suka rela lancar yang setoran dan
penarikannya dapat dilakukan setiap saat selama jam kerja.
Bagi hasil keuntungan dihitung berdasarkan saldo rata-rata
harian dan diberikan setiap akhir bulan langsung menambah
saldo SI – Rela.
Syarat – syarat
:
-
Pembukaan rekening atas nama perorangan / lembaga
-
Setoran pertama Rp. 10.000,-
-
Setoran selanjutnya minimal sebesar Rp. 2.000,-
-
Penarikan dapat dilakukan setiap jam kerja
Keuntungan :
-
Bagi hasil keuntungan dihitung atas saldo rata-rata harian
dengan kadar keutungan sebesar 30 : 70
Rumus yang digunakan dalam menghitung bagi hasil
Total Rata2 Tabungan A
X Pendapatan Kotor PYD X 30%
Total Rata2 Aset
Ket. :
30 adalah nisbah untuk nasabah
70 % adalah nisbah untuk BMT
PYD : Pembiayaan Yang Diberikan
b. Si suka
Adalah simpanan Suka Rela Berjangka atas dasar akad
wadiah yadlomanah yang dikelola dengan sistem syariah Islam.
Jangka waktu jatuh tempo 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan.
Syarat – syarat :
-
Pembukaan rekening atas nama perorang / lembaga
-
Pembukaan Rekening dengan setoran minimal Rp. 1.000.000,-
b. Pembiayaan (Lending)
a. Mudharabah (MDA)
Adalah pembiayaan yang dilakukan untuk membiayai
seluruh modal yang diperlukan nasabah. Dan atas keuntungan
yang diperoleh nasabah disepakati pembagiannya atara nasabah
dengan BMT. Modal yang dimanfaatkan ini dikembalikan
sesuai dengan jangka waktu yang disepakati.
b. Bai’ Bitsaman Ajil (BBA)
Pembiayaan yang diberikan untuk pembelian suatu barang yang
diperlukan nasabah dan nasabah akan membayar harga barang
tersebut secara mengangsur ditambah jumlah keuntungan
(mark up) yang diberikan kepada BMT.
c. Qardhul Hasan
Pinjaman kebijakan untuk usaha yang produktif bagi yang
berhak. Dalam akad ini peminjam hanya berkewajiban
mengembalikan pinjaman sebesar pokok pinjaman tanpa
tambahan apapun.
C. Permodalan
Modal BMT Sumber Usaha Kembangsari berasal dari sisa hasil
usaha, simpanan anggota, pinjaman pemerintah dan simpanan dari
masyarakat selain anggota.
a. Sisa Hasil Usaha (SHU)
Sisa hasil usaha merupakan keuntungan yang diperoleh
selama melakukan operasional. Perhitungannya dilakukan setiap
satu tahun sekali. Setelah SHU dibagikan kepada anggota sesuai
dengan porsi pembagian berdasarkan aturan yang ada, maka
kelebihannya dijadikan modal olej BMT.
b. Simpanan Pokok
Dalam BMT Sumber Usaha simpanan pokok ini dihitung
dalam lembaran usaha. Setiap saham senilai Rp 2.500.000,- (dua
juta lima ratus ribu rupiah)
c. Simpanan Wajib
Simpanan wajib dikenakan bagi setiap anggota, besarnya
yaitu Rp 10.000,- per bulan. Namun dalam prakteknya simpanan
wajib ini dibayarkan sekali dalam setahun.
d. Pinjaman Pemerintah
Pada tahun 2003 BMT Sumber Usaha Kembangsari
mendapatkan pinjaman sebesar Rp 250.000.000,- dari pemerintah.
Pinjaman ini diberikan dengan periode pengembalian selama 3
tahun.
e. Modal Penyertaan
Dana ini diperoleh dari masyarakat diluar anggota. Mereka
menitipkan sejumlah uang untuk dikelola guna mendapatkan
pembagian dari SHU yang ada di BMT Sumber Usaha.
BAB IV
ANALISIS
A. Format dan Konsep CSR (Corperate Social Responsibility) BMT Sumber
Usaha Kembang Sari
Dalam menjalankan sebuah usaha tidaklah terlepas dari kegiatan
sosial, perusahaan mewajibkan dirinya untuk bisa menjalin hubungan
antara masyarakat setempat dengan baik. Hal tersebut juga telah di
lakukan oleh BMT Sumber Usaha yang mana sebuah perusahaan telah
melakukan aktifitas sosialnya. Hal tersebut dapat dilihat dengan seperti
berikut.
a.
Beasiswa Anak SMP
Berdasarkan hasil wawancara kepada pihak SMP 2 Tengaran Bp.
Dhofari, S.Ag. sebagai kepala sekolah, mengatakan bahwa Beasiswa
diberikan setiap satu tahun sekali dengan jumlah Rp 300.000,- per anak.
Beasiswa tersebut diberikan hanya kepada siswa yang benar-benar tidak
mampu. Setiap tahunnya BMT Sumber Usaha memberikan beasiswa
kepada 6 siswa yaitu 2 siswa kelas 1, 2 siswa kelas 2, dan 2 siswa kelas 3.
Jadi tiap tahunnya jumlah beasiswa yang diberikan sebesar Rp 1.800.000,-
b.
Pemberian Hadiah Bagi Siswa Berprestasi
Jumlah hadiah yang diberikan oleh BMT Sumber Usaha kepada
SMP2 Tengaran sebesar Rp 1.000.000,-. Hadiah tersebut diberikan tidak
berupa uang melainkan berupa barang seperti, baju, dan perlengkapan
sekolah lainnya. Hadiah tersebut diberikan setiap tahunnya pada acara
perpisahan kelulusan siswa.
c. Pemberian Bantuan Sembako
Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk tanggung jawab social BMT
Sumber Usaha bagi warga sekitar yang tergolong dalam kategori kurang
mampu. Bantuan yang diberikan berupa bahan makanan pokok seperti
beras, gula, minyak goreng, dan lain-lain. Kegiatan pembagian sembako
ini mengeluarkan biaya sebesar Rp 17.280.000,-. Sembako ini diberikan
setiap setahun sekali pada acara ulang tahun BMT Sumber Usaha.
mekanisme pemberian bantuan ini adalah BMT mendata warga sekitar
yang kurang mampu kemudian pihak BMT, dalam hal ini karyawan di
bantu warga setempat memberikan secara langsung bantuan sembako di
rumah masing-masing. Hal tersebut di lakukan untuk mengantisipasi
terjadinya kekisruhan dalam pembagian tersebut.
Tabel 4.1.
Jumlah Pengeluaran Sembako
Pada BMT Sumber Usaha
No
Jumlah Rp
Keterangan
1
Beras 5kg x 200 sak ( Rp 37,500 x 200 )
7.500.000
2
200kg gula pasir ( Rp 11,250 x 200 )
2.250.000
3
400 box teh sari wangi ( Rp 3,750 x 400 )
1.500.000
4
200 L minyak Hemart ( Rp 12,000 x 200 )
2.400.000
5
2000 bks mie Sedap ( Rp 1,225 x 2000 )
2.450.000
6
6 lakban ( Rp 6000 x 6 )
7
200 kardus ( 4.500 x 200 )
900.000
8
Santunan Umi Fasilah Kembang Sari
200.000
9
Transport angkutan sembako
30.000
50.000
17.280.000
Jumlah
Sumber: BMT Sumber usaha Kembang Sari
d. Pemberian Bantuan Untuk Kegiatan TPA
Sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan khususnya di
bidang agama, BMT sumber usaha memberikan tambahan bantuan berupa
insentif
kepada
tenaga
pengajar
TPA,
yang
diharapkan
dapat
meningkatkan semangat para pengajar untuk mendidik para santri.
Mekanisme pemberian bantuan tersebut adalah dengan memberikan uang
kepada pengurus masjid untuk di berikan kepada pengajar TPA sebagai
tambahan setiap bulannya, jumlah tambahan yang di berikan BMT kepada
TPA adalah 1.000.000 di berikan setiap tahun satu kali
e. Pemberian Bantuan Untuk Masjid
Masjid merupakan salah satu sarana tempat beribadah, yang harus
di jaga baik dalam kebersihan maupun kenyamanan untuk beribadah,
kebutuhan masjid setiap hari seperti air listrik, dan properti lain juga harus
di penuhi, oleh karena itu BMT Sumber Usaha memberikan bantuan
secara cuma-cuma, mengingat pemasukan yang di dapat oleh masjid
tersebut masih sangat sedikit. Jumlah bantuan yang di berikan BMT
terhadap masjid dalam satu tahunnya mencapai kurang lebihnya 1.500.000
Dalam pemberian bantuan tersebut tidak di berikan secara tunai, namun
dalam kebutuhan masjid tersebut BMT sering sekali memberikan bantuan
dengan rincian sebagai berikut.
Tabel 4.2.
No
Keterangan
Jumlah
1
Listrik 12 Bulan ( 30.000 x 12 )
360.000
2
Air 12 Bulan ( 40.000 x 12 )
480.000
3
Kebutuhan lain-lain
660.000
Jumlah
Sumber: BMT Sumber usaha Kembang Sari
1.500.000
Tabel 4.3.
Rincian Dana CSR ( Corperate Social Responsibility )
BMT SUMBER USAHA
TAHUN 2011
No
Bidang
1
Bidang pendidikan
2
Bidang sosial
3
Bidang keagamaan
Nama kegiatan
Jumlah
%
1.800.000
1.000.000
7,9
4,4
17.280.000
76,5
untuk
1.500.000
6,7
untuk
1.000.000
4,4
22.580.000
100
a. Beasiswa anak smp
b. Pemberian hadiah bagi siswa
yang berprestasi
Pemberian bantuan sembako
a. Pemberian
bantuan
kegiatan TPA
b. Pemberian
bantuan
mushola
Jumlah
Sumber: BMT Sumber usaha Kembang Sari
B.
Dampak Program CSR Terhadap Peningkatan Asset BMT Sumber
Usaha
Dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa program CSR sangat
berpengaruh terhadap asset perusahaan BMT Sumber Usaha, hal ini
menunjukkan bahwa besar kecilnya praktek CSR mempengaruhi
peningkatan perusahaan. Hal tersebut sesuai dengan teori, bahwa
perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingan
sendiri namun harus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, maka
akan timbul kepuasan bagi masyarakat sendiri sehingga dengan sendirinya
untuk memilih. teori tersebut sering sekali di lakukan oleh perusahaan
perusahaan lainnya dan hasilnyapun juga tidak akan sia-sia. Dengan
adanya CSR (Corperate Cocial Responsibility) dalam perusahaan memang
sangat penting sekali, tanpa adanya CSR perusahaan tersebut di anggap
perusahaan yang pelit, hal tersebut juga bisa menjadi sorotan masyarakat
bahwa nilai-nilai sosial perusahaan tersebut sangat kurang, sehingga
menimbulkan kerenggangan terhadap hubungan masyarakat setempat.
Namun untuk menerapkan CSR (Corperate Cocial Responsibility) juga
harus membutuhkan dana yang tidak sedikit, sedangkan melihat keadaan
perusahaan tersebut asset nya masih sedikit. Jadi tidak mungkin
perusahaan bisa menggunakan
program
CSR
(Corperate
Cocial
Responsibility). Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan sebelum dan
sesudah adanya CSR pada BMT Sumber Usaha Kembang Sari.
a. Keadaan BMT Sebelum Adanya CSR
Berikut data BMT Sumber Usaha pada Th 2001-2004, yang mana
perusahaan tersebut belum melakukan program CSR (Corperate Social
Responsibility)
Tabel 4.4.
Laju Perkembangan Koperasi BMT Sumber Usaha
Tahun 2001-2004
Keterangan
No
2001
2002
2003
2004
1
Asset
236.970.984
564.852.185
1.188.819.540
2.263.416.652
2
Kas
19.776.150
31.426.450
35.539.350
116.238.450
3
Penempatan pada bank
66.002.825
68.573.635
265.610.135
397.261.835
4
Penempatan pada
koperasi
-
50.000
50.000
34.500.000
5
Pembiayaan di berikan
152
240
372
476
148.581.550
440.244.200
827.065.900
1.629.623.817
Jumlah anggota
Pembiayaan
6
Harta ttp, invs &
persediaan
1.139.750
7.941.500
8.788.155
13.741.850
7
Biaya di bayar di muka
1.470.709
16.616.400
21.766.000
76.077.700
8
Dana pihak KE III
151.605.503
276.705.370
784.561.137
1.632.157.626
Dana pinjaman
40.000.000
160.000.000
199.166.584
320.833.300
9
Modal dasar
32.000.000
80.600.000
116.800.000
143.355.000
10
Cadangan
279.650
4.000
5.539.896
26.519.008
11
Pendapatan
28.721.416
131.466.471
246.893.659
442.430.091
12
Beban biaya
20.335.585
84.009.487
165.152.155
306.428.373
13
Laba rugi tahun lalu
-
8.085.831
47.456.984
-
14
Laba rugi tahun berjalan
8.085.831
47.456.984
81.741.504
136.001.718
Sumber: BMT Sumber usaha Kembang Sari Tahun 2001-2004
Dari data di atas menunjukkan bahwa asset yang di miliki oleh
BMT masih sedikit, jadi pada dasarnya BMT SUMBER USAHA memang
belum mampu untuk mengadakan program CSR (Corperate Cocial
Responsibility) pada tahun dimana kekayaan perusahaan masih begitu
minim. Jadi CSR (Corperate Cocial Responsibility) belum bisa di terapkan
oleh BMT Sumber Usaha.
b. Keadaan BMT Setelah Adanya Program CSR
Tabel 4.5.
Laju Perkembangan Koperasi BMT Sumber Usaha
Tahun 2005-2011
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Keterangan
Asset
Kas
Penempatan pada
bank
Penempatan pada
koperasi
Pembiayaan yang di
berikan
Jumlah anggota
Pembiayaan
Harta ttp, inv &
persediaan
Biaya di bayar di
muka
Dana pihak KE III
Dana pinjaman
Modal dasar
Cadangan
Pendapatan
Beban biaya
Laba rugi tahun lalu
Laba rugi tahun
berjalan
2005
2006
2007
2008
3.104.722.681 4.821.106.774 7.586.232.311 10.413.458.003
351.915.875
221.424.500 466.082.425
396.558.425
469.840.039
500.000
1.176.254.732 1.638.512.986 3.880.885.376
500.000
587
807
980
2.129.196.467 3.390.536.000 5.345.647
1.012
6.105.487.100
181.375.300
323.320.950
118.389.500
93.824.600
1.895.000
12.180.000
17.600.000
1.885.787.775
806.545.764
143.355.000
82.241.352
679.627.409
492.834.619
186.792.790
3.106.385.794
1.259.604.050
181.807.000
105.837.910
874.483.795
707.011.775
5.763.776.613 8.935.400.006
1.132.000.000 610.277.778
199.127.000
502.114..500
183.838.091
131.338.091
1.334.901.698 1.608.641.150
1.152.122.813 1.374.313.522
167.472.020
182.778.885
234.327.628
2009
2010
2011
11.893.558.815
427.789.800
15.003.414.959
539.720.700
18.803.231.069
747.314.200
3.105.255.098
3.752.317.511
5.234.085.548
Jumlah anggota
1.170
Pembiayaan
8.378.018.656
Harta ttp,inv &
6
89.518.111
persediaan
7 Biaya di bayar di muka
8 Dana pihak KE III
10.126.863.664
Dana pinjaman
437.500.000
9 Modal dasar
583.887.500
10 Cadangan
178.203.617
11 Pendapatan
2.364.805.323
12 Beban biaya
1.914.648.290
13 Laba rugi tahun lalu
14 Laba rugi tahun berjalan
450.157.033
Sumber: BMT Sumber usaha Kembang Sari
1.406
11.112.138.475
1.586
12.943.086.475
61.983.973
58.584.346
12.995.518.485
470.000.000
120.667.000
1.261.521.000
3.054.676.726
2.808.966.254
171.240.000
15.826.488.075
447.500.000
124.387.000
1.897.977.173
3.211.210.338
2.704.331.519
245.710.472
506.878.819
No
1
2
3
4
5
Keterangan
Asset
Kas
Penempatan pada bank
Penempatan pada
koperasi
Pembiayaan yang di
berikan
Dapat dilihat dari data di atas bahwa pertumbuhan asset BMT Sumber
Usaha sebelum dan sesudah adanya CSR (Corporate Social Responsibility) dapat
di lihat dari hasil persentase pada tabel berikut.
Tabel 4.6.
Pertumbuhan asset sebelum adanya CSR (Corporate Social Responsibility)
Th 2001-2005
No
Tahun
Persentase
1
2
3
2001-2002
2002-2003
2003-2004
138 %
110 %
90 %
Jumlah rata-rata
112 %
Tabel 4.7.
Pertumbuhan asset setelah adanya CSR (Corporate Social Responsibility)
Th 2005-2011
No
Tahun
Persentase
1
2
3
4
5
6
2005-2006
2006-2007
2007-2008
2008-2009
2009-2010
2010-2011
55 %
57 %
37 %
14 %
26 %
25 %
Jumlah rata-rata
36 %
Dari data tersebut dapat di simpulkan bahwa pertumbuhan asset di BMT
Sumber Usaha setelah adanya CSR (Corporate Social Responsibility) tidak begitu
signifikan pertumbuhannya, di bandingkan sebelum adanya CSR (Corporate
Social Responsibility) pada tahun 2001-2004 yang rata-rata pertumbuhan assetnya
112 % sedangkan setelah adanya CSR jangka waktu dalam 6 tahun rata-rata
pertumbuhannya hanya 36 %.
Jadi penulis menyimpulkan bahwa setelah adanya CSR (Corporate Social
Responsibility) pada tahun 2005-2011, sebenarnya masih belum begitu membawa
dampak terhadap peningkatan asset BMT Sumber Usaha secara signifikan.
Menurut penulis, hal tersebut di sebabkan karena :
-
Sosialisasi CSR belum menyebar terhadap masyarakat
-
Biaya alokasi CSR masih terlalu sedikit
-
Kurangnya komunikasi terhadap masyarakat setempat sehingga
penerapan CSR belum tepat sasaran
BAB V
PENUTUP
Setelah membahas teori dan menganalisis hasil penelitian pada
BMT Sumber Usaha Kembang Sari, maka pada bab ini penulis akan
membuat kesimpulan dan saran yang semoga dapat bermanfaat bagi BMT
Sumber Usaha untuk masa yang akan mendatang.
A. KESIMPULAN
CSR merupakan kewajiban mutlak perusahaan sebagai suatu
bentuk tanggung jawab sosial perusahaan berupa kepedulian dan perhatian
pada komunitas sekitarnya. Pandangan perusahaan terhadap kewajiban
tersebut berbeda-beda. Mulai dari anggapan sekedar basa-basi atau suatu
keterpaksaan, hanya untuk pemenuhan kewajiban, hingga pelaksanaan
berdasarkan asas kesukarelaan. Bentuk-bentuk CSR yang dapat dilakukan
oleh perusahaan dapat diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan yang
penerapannya harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat penerima
CSR.
CSR
memberikan
manfaat
yang
sangat
besar
dalam
menyejarterakan masyarakat dan melestarikan lingkungan sekitarnya, serta
bentuk investasi bagi perusahaan pelakunya. Investasi bagi perusahaan
dapat berupa jaminan keberlanjutan operasi perusahaan dan pembentukan
citra positif perusahaan. Manfaat ini dapat diperoleh apabila perusahaan
menerapkan CSR atas dasar kesukarelaan, sehingga akan timbul hubungan
timbal balik antara pihak perusahaan dengan masyarakat sekitar.
Masyarakat akan secara sukarela membela keberlanjutan perusahaan
tersebut dan memberikan persepsi yang baik pada perusahaan. Dengan
begitu citra positif perusahaan akan terbentuk dengan sendirinya.
CSR yang di terapkan oleh BMT Sumber Usaha Kembang Sari
memang belum dapat meningkatkan asset yang tinggi terhadap perusahan,
hal tersebut sudah menjadi kewajaran perusahaan, karena asset yang di
miliki masih begitu sedikit.
B. SARAN
Berdasarkan fakta dan berbagai teori mengenai CSR (Corperate
Social Responsibility), saran yang dapat diajukan dari tulisan ilmiah ini,
diantaranya:
1.
Sebaiknya
perusahaan
memandang
dan
melaksanakan
CSR
(Corperate Social Responsibility) secara sukarela sebagai bentuk
kearifan moral perusahaan.
2.
Dalam
pelaksanaan
dan
penerapan
CSR
(Corperate
Social
Responsibility), sebaiknya tujuan dan fokus utamanya adalah
kesejahteraan masyarakat dan upaya pelestarian lingkungan sebagai
bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
3.
Perusahaan sebaiknya menjalin hubungan dan komunikasi yang baik
dengan komunitas sekitar, agar penerapan CSR tepat pada sasaran
yang diharapkan.
4.
Memperluas program CSR terhadap masyarakat sekitarnya agar dapat
menjalin hubungan silaturrahim yang baik.
BAB V
PENUTUP
C. KESIMPULAN
1. Format dan konsep CSR (Corporate Social Responsibility)BMT
Sumber Usaha Kembang Sari.
Dalam melakukan aktifitas sosialnya BMT Sumber Usaha
memberikan program-program tehadap lingkungan, seperti pemberian
Biasiswa terhadap anak SMP Negeri 2 tengaran, Pemberian hadiah
bagi seiswa berprestasi, pemberian bantuan sembako kepada
masyarakat setempat yang kurang mampu.memberikan bantuan kepada
TPA dan bantuan untuk masjid
2. Dampak program CSR terhadap peningkatan asset BMT Sumber
Usaha
Dengan adanya program CSR pada BMT Sumber Usaha,
pertumbuhan asset dari tahun 2005 sampai tahun 2011 tidak begitu
signifikan di bandingkan sebelum adanya CSR pada tahun 2001
sampai 2004, yang mana rata-rata pertumbuhan asset nya 112%,
sedangkan setelah adanya CSR pada tahun 2005 sampai 2011 dalam
jangka waktu enam tahun rata-rata pertumbuhannya hanya mencapai
36%.
D. SARAN
Berdasarkan fakta dan berbagai teori mengenai CSR(Corperate
Social Responsibility), saran yang dapat diajukan dari tulisan ilmiah ini,
diantaranya:
5.
Sebaiknya
Lembaga
Keuangan
Syariah
memandang
dan
melaksanakan CSR (Corperate Social Responsibility)secara sukarela
sebagai bentuk kearifan moral perusahaan.
6.
Dalam
pelaksanaan
dan
penerapan
CSR(Corperate
Social
Responsibility), sebaiknya tujuan dan fokus utamanya adalah
kesejahteraan masyarakat dan upaya pelestarian lingkungan sebagai
bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
7.
Lembaga Keuangan Syariah sebaiknya menjalin hubungan dan
komunikasi yang baik dengan komunitas sekitar, agar penerapan CSR
tepat pada sasaran yang diharapkan.
8.
Memperluas program CSR terhadap masyarakat sekitarnya agar dapat
menjalin hubungan silaturrahim yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Greenberg, Jerald & Baron, Robert A. Behavior in Organizations ed.9. New
Jersey : Pearson; 2008.
Kotler, Philip & Nancy, Lee. Corporate Social Responsibility. New Jersey :
Hoboken; 2005.
Wibisono, Yusuf. Membedah Konsep dan Aplikasi CSR. Gresik : Fascho
Publishing; 2007.
Saktiyanti, Rusfadia & Irvan, Jahja M. Menilai Tanggung Jawab Televisi. Jakarta
: Piramedia; 2006.
Supomo, Bambang. Akutansi Manajemen. Yogyakarta : FE UGM; 2004.
Howard, Dick & Fox, James J. Pembangunan yang Berimbang. Jakarta :
Gramedia; 2002.
Hobbes Thomas, 1997, leviathan, Oxford’s Classics, Oxford University Press,
Oxford
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Ahmad Sahal
Tempat/Tanggal Lahir : Boyolali, 06 Juli 1988
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Warga Negara
: Indonesia
Agama
: Islam
Alamat
: Desa Gunung Wijil, Bakulan, Cepogo, KAB.Boyolali
Jenjang Pendidikan:
-
TK Gunung Wijil, Cepogo
-
SDN 02 Pusaka Jaya, Palembang, Muara Enim
-
MTs Negeri Cepogo
-
MA Ma’arif Cepogo
-
DIII Perbankan Syari’ah STAIN Salatiga
Demikian riwayat hidup ini dibuat dengan sebenar-benarnya.
Salatiga, 12 Agustus 2012
Penulis
Ahmad Sahal
NIM. 201 08 002
Download