4. b Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

advertisement
BENTUK-BENTUK
INTERAKSI SOSIAL
BENTUK – BENTUK INTERAKSI SOSIAL
A. Yang menuju ke arah kerjasama (assosiatif)
1. Kerjasama (cooperation)
2. Akomodasi
3. Asimilasi
B. Yang menuju ke arah perpecahan (disassosiatif)
1. Persaingan (competition)
2. Kontraversi
3. Pertentangan (conflict)
• A.1 Kerjasama
• Timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai
kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang
bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian
terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan
tersebut, kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang
sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting
dalam kerjasama yang berguna. (Charles H. Cooley)
Bentuk – Bentuk Kerjasama
1. Kerukunan: Gotong Royong / Gugur Gunung / Tolong menolong.
2.
Bargaining: Pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang
dan atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
3.
Koalisi: Kombinasi dua organisasi atau lebih yang mempunyai
tujuan yang sama,
4.
Joint Venture: Kerjasama dalam pengusahaan proyek.
A.2. Akomodasi
- Suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan
kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
- Usaha-usaha untuk menyelesaikan pertentangan tanpa
menghancurkan pihak lawan.
Tujuan Akomodasi
1. Mengurangi pertentangan sbg akibat perbedaan faham.
2. Mencegah meledaknya suatu pertentangan.
3. Memungkinkan terjadinya kerjasama.
4. Mengusahakan peleburan kelompok sosial.
Bentuk-Bentuk Akomodasi
1. Coercion.
Bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya
paksaan. Contohnya perbudakan.
2. Compromise.
Salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan memahami keadaan
pihak lain.
3. Arbitration:
Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yg dipilih kedua belah pihak.
4. Mediation:
Sama seperti arbitration hanya pihak ketiga tidak mempunyai
wewenang memberi keputusan.
5. Conciliation
Usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang
berselisih. Sifatnya lebih lunak dibanding coerrcive.
6. Toleration.
Bentuk akomodasi tanpa persetujuan formal bisa timbul tanpa sengaja
atau tidak disadari.
7. Ajudication.
Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
• A.3. Asimilasi
• Asimilasi adalah suatu usaha yang dilakukan
oleh perorangan atau kelompok untuk
mengurangi perbedaan diantara mereka.
• Proses sosial yang timbul bila ada kelompok
masyarakat dengan latar belakang kebudayaan
yang berbeda. Lambat laun kebudayaan asli
mereka akan berubah sifat & wujudnya
membentuk kebudayaan baru sebagai
kebudayaan campuran.
•
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Faktor-faktor yang menghambat Asimilasi
Terisolasi.
Kurangnya pengetahuan.
Perasaan takut.
Perasaan lebih tinggi.
Perbedaan ciri-ciri badaniah.
In group feeling.
Gangguan dari golongan yang berkuasa.
Perbedaan kepentingan.
•
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Faktor-faktor yang mempermudah
Asimiliasi
Toleransi.
Kesempatan yang seimbang.
Sikap terbuka dan saling menghargai
Persamaan unsur kebudayaan.
Perkawinan campuran.
Ada musuh bersama
•
•
B.1 Persaingan
Suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang
bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan
tanpa menggunakan ancaman kekerasan.
•
1.
2.
3.
4.
Bentuk-bentuk persaingan:
Persaingan ekonomi.
Persaingan kebudayaan.
Persaingan kedudukan & peranan
Persaingan ras.
• Fungsi Persaingan
1. Mengasah sifat kompetitif, krn manusia selalu ingin yg
terbaik.
2. Sumber penemuan baru.
3. Alat untuk menseleksi.
4. Menghasilkan pembagian kerja yang efektif.
•
1.
2.
3.
4.
Hasil persaingan terkait
Kepribadian seseorang.
Kemajuan dalam masyarakat
Solidaritas kelompok
Disorganisasi
• B.2. Kontraversi
• Sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang
lain. Sikap ini kadang dapat berubah menjadi kebencian
tetapi tidak sampai menjadi pertentangan. Lawan tidak
diserang secara fisik melainkan secara psikologis.
• Kontraversi bila dibandingkan dengan persaingan /
pertentangan bersifat agak tertutup & bersifat rahasia.
Perang dingin merupakan kontraversi karena tujuannya
membuat lawan tidak tenang. Dalam hal ini lawan tidak
diserang secara fisik tetapi secara psikologis. Wujudnya
bisa memfitnah, memaki-maki, menyebarkan desasdesus dengan surat selebaran, dll.
• Gejala ada / tidak kontraversi dapat dilihat dari ada atau
tidaknya perasaan tidak suka, kebencian, keraguan yg
tdk diungkapkan.
• B. 3. Pertikaian
• Gejala atau fenomena sosial yang bersifat universal,
merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.
• Terjadi karena perbedaan paham dan kepentingan yang
sangat sehingga menimbulkan adanya semacam gap
atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di
antara mereka yang bertikai tersebut.
Hal – hal yang menimbulkan terjadinya konflik
1.
Perbedaan prinsip.
2.
Perbedaan kebudayaan atau perubahan sosial.
3.
Benturan kepentingan tentang obyek yang sama.
4.
Perbedaan sistem nilai dan norma.
5.
Perbedaan kepentingan politik,
Akibat Konflik
1. Tambahnya solidaritas in-group.
2. Retaknya kelompok.
3. Perubahan kepribadian.
4. Jatuhnya korban hilangnya harta.
5. Dominasi salah satu group.
Bentuk – Bentuk Khusus Konflik
1. Konflik Pribadi.
2. Konflik Rasial
3. Konflik Kelas Sosial.
4. Konflik Politik.
5. Konflik Internasional.
Download