surya 84 - STIKES Muhammadiyah Lamongan

advertisement
PENGARUH MENDENGARKAN BACAAN AL-QUR’AN TERHADAP PENYEMBUHAN
LUKA POST SIRKUMSISI DIBALAI PENGOBATAN LAMONGAN
Sri Hananto Ponco Nugroho
…………......……….…… ……
. .….ABSTRAK…… … ......………. …… …… . .….
Sirkumsisi atau sunat sudah dilakukan sejak jaman pra sejarah (Journal of Men’s Studies, Amerika
Serikat). Secara medis dikatakan bahwa sirkumsisi sangat menguntungkan bagi kesehatan. Luka
sirkumsisi ada sedikit jaringan yang hilang karena luka ini hasil tindakan pemotongan, maka
diperlukan adanya perawatan khusus agar tidak terjadi infeksi, dalam penyembuhan luka
dipengaruhi beberapa faktor ntara lain adalah nutrisi, perawatan luka, psikologis dan spiritual.
Desain penelitian ini menggunakan komparasi dengan pendekatan pra-eksperimen design: static
group comparison. Populasi seluruh anak post sirkumsisi sebanyak 30 anak. Sampling: Probability,
jenis simple random sampling. sampel sebanyak 28 anak, variabel independen mendengarkan
bacaan al qur’an, variabel dependen penyembuhan luka, pengumpulan data menggunakan lembar
observasi, pengolahan data dengan editing, coding, scoring, tabulating kemudian diprosentasi dan
di analisis menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p = < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya responden dengan perlakuan mengalami
penyembuhan luka normal yaitu 13 anak (92,2,1%). Dan sebagian kecil responden mengalami
penyembuhan luka abnormal 1 anak (7,1%). Dan hampir seluruhnya responden tanpa perlakuan
mengalami penyembuhan luka abnormal yaitu 11 anak (78,6%). Dan sebagian kecil responden
mengalami penyembuhan luka normal 3 anak (7,1%). Setelah dilakukan uji statistik didapatkan
nilai X2 hitung = 14.583 dan p = 0,000 dimana p <0,05 maka H1 diterima artinya ada pengaruh
mendengarkan bacaan Al quran terhadap penyembuhan luka post sirkumsisi.
Untuk mengatasi lama penyembuhan luka, salah satu alternatif pengobatan non farmokologis yang
dapat digunakan adalah dengan mendengarkan bacaan Al quran yang bermanfaat untuk
menenangkan psikologis, menurunkan hormon-hormon stres, meningkatkan perasaan rileks,
memperbaiki sistem kimia tubuh yang melancarkan aliran darah sehingga nutrisi dan suplai
oksigen kedalam tubuh terserap dengan baik menjadikan penyembuhan luka menjadi cepat.
Kata kunci : Mendengarkan Al quran, Penyembuhan Luka, Sirkumsisi
PENDAHULUAN. …… .
… ….
tumor ganas dan praganas pada daerah
kelamin pria. dan Pria yang di sunat lebih
higienis. Setiap orang tua mengharapkan luka
sirkumsisi sembuh secara cepat, namun pada
kenyataannya terkadang luka sirkumsisi
mengalami
keterlambatan
dalam
penyembuhannya.
Sirkumsisi ini bertujuan sebagai
pelaksana ibadah/ritual atau bertujuan medis,
dan secara medis sirkumsisi ini dimaksudkan
untuk: 1)
menjaga higiene penis dari
smegma dan sisa-sisa urine 2) mencegah
terjadinya infeksi pada glans atau prepusium
penis 3) mencegah timbulnya karsinoma
penis.
Sirkumsisi atau sunat sudah dilakukan
sejak jaman pra sejarah (Journal of Men’s
Studies, Amerika Serikat). Sirkumsisi juga
diharuskan dalam agama islam. Secara medis
dikatakan
bahwa
sirkumsisi
sangat
menguntungkan bagi kesehatan. Banyak
penelitian kemudian membuktikan bahwa
sunat dapat mengurangi risiko kanker penis,
infeksi saluran kemih, dan mencegah
penularan berbagai penyakit menular seksual,
termasuk HIV/AIDS dan juga mencegah
penularan human papilloma virus. Selain itu
sirkumsisi juga dapat mencegah penyakit
seperti phimosis, paraphimosis, candidiasis,
SURYA
84
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengaruh Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an Terhadap Penyembuhan Luka Post Sirkumsisi Dibalai
Pengobatan Lamongan
Dampak atau resiko tidak sunat selain
mengurangi risiko terserang kanker prostat,
sunat atau sirkumsisi menjaga penis dari
peradangan yang disebut balanitis. Pasalnya,
balanitis kerap menyerang pria-pria yang
tidak menjalani sirkumsisi pada organ
intimnya.
Survei awal yang dilakukan pada 15
anak post sirkumsisi, didapatkan 10 anak
post sirkumsisi (66,67%) mengalami proses
penyembuhan yang lambat dan 5 anak
(33,33%) sembuh tepat waktu. Jadi masalah
dalam penelitian ini adalah masih banyak
anak post sirkumsisi yang mengalami
penyembuhan luka yang lambat.
Biasanya luka sirkumsisi ada sedikit
jaringan yang hilang karena luka ini hasil
tindakan
pemotongan.
Kecepatan
penyembuhan luka sirkumsisi biasanya 7 –
10 hari, reepitelisasi secara normal sudah
sempurna. Pada kenyataan fase – fase
penyembuhan akan tergantung pada beberapa
faktor termasuk ukuran dan tempat luka,
kondisi fisiologis umum pasien, terpenuhinya
kebutuhan nutrisi, perawatan luka dan
bantuan ataupun intervensi dari luar yang
ditujukan dalam mendukung penyembuhan
(Moya JM, 2004).
Faktor-faktor yang mempengaruhi
penyembuhan luka sirkumsisi antara lain
adalah nutrisi dan makanan yang memenuhi
syarat gizi pada anak post sirkumsisi perlu
mendapat perhatian karena dapat membantu
dalam mempercepat proses penyembuhan
luka sirkumsisi (Moya JM, 2004). Faktor
yang kedua adalah perawatan luka,
perawatan yang tidak benar menyebabkan
infeksi dan memperlambat penyembuhan
(Smelzer, 2002). Faktor yang ketiga adalah
personal hygiene (kebersihan diri) dapat
memperlambat penyembuhan, hal ini dapat
menyebabkan adanya benda asing seperti
debu dan kuman (Smelzer, 2002). Faktor
yang keempat adalah luas luka, luas luka
makin kecil maka waktu penyembuhan lebih
cepat karena jaringan baru yang diperlukan
untuk mengganti yang rusak akan lebih
sedikit (Smelzer, 2002).
Stress atau cemas juga mempengaruhi
penyembuhan, pada saat mengalami stres,
individu akan mencari dukungan dari
SURYA
keyakinan agamanya. Dukungan ini sangat
diperlukan untuk dapat menerima keadaan
sakit klien yang dialami, khususnya jika
penyakit tersebut memerlukan proses
penyembuhan yang lama dengan hasil yang
belum pasti seperti pasien yang akan
menjalani operasi (Hamid, 2008). Spiritual
dan keyakinan beragama sangat penting
dalam kehidupan manusia karena hal tersebut
dapat mempengaruhi gaya hidup, kebiasaan
dan perasaan terhadap kesakitan. Ketika
penyakit,
kehilangan
atau
nyeri
mempengaruhi seseorang, energi orang
tersebut menipis, dan spirit orang tersebut
dipengaruhi (Potter & Perry, 2006).
Faktor yang berpengaruh juga yaitu
usia, usia seseorang jika semakin tua maka
akan semakin menurun kecepatan proses
penyembuhan
lukanya,
karena
daya
regenerasi jaringan mengalami penurunan.
Semakin bertambah usia seseorang, daya
regenerasi pada jaringan atau organ akan
mengalami penurunan (Wim Dejong, 2005).
Dan juga yang sangat diperlukan adalah
terapi obat digunakan untuk menangani
kesakitan manusia.
Pemilihan obat yang benar dan rencana
terapi yang tepat yaitu untuk memantau dan
mengukur hasil terapi, dan dalam pemberian
terapi obat harus memperhatikan dosis obat,
rute pemberian, dan lain – lain, jangan
sampai terjadi kesalahan karena akan
menyebabkan
kegagalan
untuk
mengakomodasi
perubahan
dalam
metabolisme obat (Charles JP, 2006).
Kemudian yang terakhir mobilisasi dini yaitu
kebijakan
untuk
selekas
mungkin
membimbing penderita keluar dari tempat
tidurnya dan membimbingnya selekas
mungkin
berjalan.
Mobilisasi
dapat
membantu anak memperoleh kembali
kekuatan dengan cepat dan memudahkan
kerja usus besar dan kandung kemih, serta
organ tubuh lainnya dapat bekerja seperti
semula (Wim Dejong, 2005).
Terapi yang saat ini mulai berkembang
adalah terapi spiritual. Pentingnya agama
sangat berpengaruh terhadap kesehatan,
dilihat
dari
batasan World Health
Organization (WHO,1984) yang menyatakan
bahwa aspek spiritual (kerohanian/agama)
85
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengaruh Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an Terhadap Penyembuhan Luka Post Sirkumsisi Dibalai
Pengobatan Lamongan
merupakan salah satu unsur dari pengertian
kesehatan seutuhnya, melengkapi aspek lain
berupa kesehatan fisik, psikologi dan sosial.
Larson, at all (2000) dalam
penelitiannya sebagaimana termuat dalam
"Religious Commitment and Health"
menyatakan bahwa komitmen agama amat
penting dalam pencegahan agar sesorang
tidak jatuh sakit, meningkatkan kemampuan
seseorang dalam mengatasi penderitaan bila
ia sedang sakit, agama lebih bersifat protektif
daripada menimbulkan masalah serta
komitmen agama mempunyai hubungan
signifikan dan positif terhadap klinik. Selain
itu, Mattheus (1996) dari Universitas
Georgetown, Amerika Serikat mengatakan
dalam pertemuan tahunan "The American
Association for the Advancement of
Science"(1996), antara lain bahwa mungkin
saja suatu saat para dokter akan menuliskan
terapi dzikir dan doa dalam resep obat
pasiennya. Selanjutnya ia mengatakan bahwa
dari 212 studi yang telah dilakukan para ahli,
ternyata 75% menyatakan bahwa komitmen
agama menunjukkan pengaruh positif pada
pasien.
Al Kaheel asal Suriah dalam
makalahnya menjelaskan bahwa solusi paling
baik untuk seluruh penyakit adalah, AlQur’an. Berdasarkan pengalamannya, ia
mengatakan bahwa pengobatan Al-Qur’an
mampu mengobati penyakit yang di alaminya
yang tidak mampu di obati oleh tim medis.
Dengan mendengarkan ayat-ayat mulia dari
Al-Qur’an, getaran neuron akan kembali
stabil bahkan melakukan fungsi prinsipilnya
secara baik. (MajalahTarbawi, 2010).
Peneliti mengangkat topik ini dalam
penelitian karena dipandang perlu untuk
melakukannya agar tim kesehatan bahkan
masyarakat pada umumnya bisa tahu
bagaimana mendengarkan bacaan Al-Qur’an
dapat berpengaruh terhadap penyembuhan
luka post Sirkumsisi pada anak.
Upaya untuk mengatasi keterlambatan
penyembuhan luka sirkumsisi yaitu dengan
memperhatikan faktor-faktor seperti nutrisi
yang memenuhi kebutuhan, personal hygiene,
perawatan luka serta faktor spiritual ikut serta
dalam
proses
penyembuhan,
Dalam
penelitian ini, peneliti akan menerapkan
SURYA
metode
memberikan
intervensi
mendengarkan bacaan Al-Qur’an kepada
kelompok anak pasien post sirkumsisi yang
mengalami lama penyembuhan luka, Di balai
pengobatan Lamongan.
Tujuan dari penelitian ini adalah
Menjelaskan pengaruh mendengarkan bacaan
Al-Qur’an terhadap penyembuhan luka
sirkumsisi pada anak di BP Lamongan.
METODOLOGI .PENELITIAN
Rancangan penelitian adalah suatu
yang sangat penting dalam penelitian yang
memungkinkan
pemksimalan
kontrol
beberapa faktor yang mempengaruhi akurasi
suatu hasil (Nursalam, 2008). Penelitian ini
menggunakan metode pra-eksperimen (preexperiment design: static group comparison)
yaitu penelitian untuk membandingkan hasil
intervensi dari kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol.
HASIL .PENELITIAN
…
Data Umum
1) Data Anak
(1) Usia
Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan
usia anak post sirkumsisi di Balai
Pengobatan Lamongan.
No
Usia
Frekuensi Prosentase
(tahun)
(%)
1
1 s/d 5 th
4
14,3
2
6 s/d 10 th
23
82,1
3
11 s/d 15 th
1
3,6
Jumlah
28
100
Berdasarkan data di atas menunjukkan
bahwa dari total 28 pasien, hampir
seluruhnya adalah berusia 6 s/d 10 tahun
yaitu sebanyak 23 anak (82,1%), dan
sebagian kecil berusia 11 s/d 15 tahun yaitu
sebanyak 1 anak (3,6%).
(2) Pendidikan
Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan
pendidikan anak post sirkumsisi di
Balai Pengobatan Lamongan.
86
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengaruh Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an Terhadap Penyembuhan Luka Post Sirkumsisi Dibalai
Pengobatan Lamongan
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan
bahwa hampir seluruhnya penyembuhan luka
sirkumsisi abnormal yaitu sebanyak 11 anak
(78,6%) dan sebagian kecil normal yaitu
sebanyak 3 anak (21,4%).
No
Pendidikan Frekuensi Prosentase
(%)
1 Belum
2
7,1
2 sekolah
5
17,9
3 TK
20
71,4
4 SD
1
3,6
SMP
Jumlah
28
100
Dari tabel di atas menunjukan bahwa
dari total 28 pasien, sebagian besar tingkat
pendidikan adalah SD yaitu sebanyak 20
anak (71,4%) dan sebagian kecil tingkat
pendidikan adalah SMP yaitu sebanyak 1
anak (3,6%).
3) Tabel silang berdasarkan pengaruh
mendengarkan bacaan Al-qur’an dengan
lama penyembuhan luka sirkumsisi
Tabel 5. Tabulasi silang antara perlakuan
mendengarkan bacaan Al-qur’an
dengan
penyembuhan
luka
sirkumsisi pada anak di Balai
pengobatan Lamongan.
No Frekuensi
Penyembuhan
Prosentase
(%)
Normal Abnormal
Data Khusus
1) Penyembuhan Luka dengan perlakuan
Tabel 3. Distribusi responden berdasarkan
Penyembuhan Luka Sirkumsisi
pada anak dengan perlakuan
mendengarkan bacaan Al-qur’an di
Balai Pengobatan Lamongan.
No Penyembuhan Frekuensi Prosentase
Luka
intervensi
(%)
Sirkumsisi
1
Normal
13
92,9
2
Abnnormal
1
7,1
Jumlah
14
100
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan
bahwa hampir seluruhnya penyembuhan luka
sirkumsisi normal yaitu sebanyak 13 anak
(92,9%) dan sebagian kecil abnormal yaitu
sebanyak 1 anak (7,1%).
2) Penyembuhan Luka tanpa perlakuan
Tabel 4. Distribusi responden berdasarkan
Penyembuhan Luka Sirkumsisi
pada
anak
tanpa
perlakuan
mendengarkan bacaan Al-qur’an di
Balai Pengobatan Lamongan
No Penyembuhan Frekuensi Prosentase
Luka
Kontrol
(%)
Sirkumsisi
1 Normal
3
21,4
2 Abnnormal
11
78,6
Jumlah
SURYA
14
1
Perlakuan
13
(92,9%)
1
(7,1%)
14
(100%)
2
Kontrol
3
(21,4%)
11
(78,6%)
14
(100%)
16
(57,1%)
12
(42,9%)
28
(100%)
Jumlah
X2 = 14,583 dan p = 0,000
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan
bahwa sebagian besar lama penyembuhan
luka sirkumsisi normal yaitu sebanyak 16
anak (57,1%) dan sebagian kecil abnormal
yaitu sebanyak 12 anak (42,9%). dapat
dilihat bahwa dari 28 pasien yaitu 14 anak
dengan perlakuan mendengarkan bacaan Alqur’an, dari jumlah tersebut hampir
seluruhnya 13 anak (92,9%) penyembuhan
luka normal dan sebagian kecil yaitu 1 anak
(7,1%)
penyembuhan luka abnormal.
Sedangkan 14 pasien pada kelompok kontrol
hampir seluruhnya yaitu 11 anak (78,6% )
penyembuhan luka abnormal, dan sebagian
kecil yaitu 3 anak (21,4%) penyembuhan
luka normal.
100
87
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengaruh Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an Terhadap Penyembuhan Luka Post Sirkumsisi Dibalai
Pengobatan Lamongan
PEMBAHASAN .…
.…
membantu klien memenuhi kebutuhan dasar
yang holistik. Dalam pelayanan kesehatan,
perawat sebagai petugas kesehatan harus
memiliki peran utama dalam memenuhi
kebutuhan spiritual.
Keyakinan agama tidak dapat dengan
mudah dievaluasi. Walaupun demikian
pengaruh keyakinan tersebut dapat diamati
oleh tenaga kesehatan dengan mengetahui
bahwa individu cenderung dapat menahan
distress fisik yang luar biasa karena
mempunyai keyakinan yang kuat. Klien akan
mengikuti semua proses penyembuhan yang
memerlukan upaya luar biasa, karena
keyakinan bahwa semua upaya tersebut akan
berhasil. Sejalan dengan teori yang
dikemukakan
1) Penyembuhan Luka Dengan Perlakuan
Berdasarkan data dari tabel 4.3 diatas
menunjukkan bahwa hampir seluruhnya
penyembuhan luka sirkumsisi normal yaitu
sebanyak 13 pasien (92,9%) dan sebagian
kecil abnormal yaitu sebanyak 1 anak (7,1%).
Dari fakta diatas bahwa hampir
seluruhnya penyembuhan luka normal,
dimana hal tersebut dapat dipengaruhi oleh
penerapan mendengarkan bacaan Al-qur’an,
hal ini dikarenakan Al-qur’an merupakan
obat yang komplet untuk segala jenis
penyakit, baik penyakit hati maupun penyakit
fisik, baik penyakit dunia maupun penyakit
akhirat (Ad-Dihami, 2005), sedangkan Yani
Ahmad (2002) menyatakan bahwa Al-qur’an
bermanfaat untuk menjadi obat, penawar dan
penyembuh dari berbagai persoalan hidup
manusia. Lantunan Al-Qur’an secara fisik
mengandung unsur suara manusia, sedangkan
suara manusia merupakan instrumen
penyembuhan yang menakjubkan dan alat
yang paling mudah dijangkau. Suara dapat
menurunkan
hormon-hormon
stres,
mengaktifkan hormon endorfin alami,
meningkatkan
perasaan
rileks,
dan
mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas
dan tegang, memperbaiki sistem kimia tubuh
sehingga menurunkan tekanan darah serta
memperlambat pernafasan, detak jantung,
denyut nadi, dan aktivitas gelombang otak.
Laju pernafasan yang lebih dalam atau lebih
lambat tersebut sangat baik menimbulkan
ketenangan, kendali emosi, pemikiran yang
lebih dalam dan metabolisme yang lebih baik
(Heru, 2008).
Kebutuhan
spiritual
merupakan
kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap
manusia. Apabila seseorang dalam keadaan
sakit, maka hubungan dengan Tuhannya pun
semakin dekat, mengingat seseorang dalam
kondisi sakit menjadi lemah dalam segala hal,
tidak ada yang mampu membangkitkannya
dari kesembuhan, kecuali Sang Pencipta.
Perawat sebagai tenaga kesehatan yang
profesional mempunyai kesempatan yang
paling besar untuk memberikan pelayanan
kesehatan
khususnya
pelayanan/asuhan
keperawatan yang komprehensif dengan
SURYA
2) Penyembuhan Luka Tanpa Perlakuan
Berdasarkan data dari tabel 4.4 di atas
menunjukkan bahwa hampir seluruhnya
penyembuhan luka sirkumsisi abnormal yaitu
sebanyak 11 pasien (78,6%) dan sebagian
kecil normal yaitu sebanyak 3 anak (21,4%).
Dari fakta diatas bahwa hampir
seluruhnya penyembuhan luka abnormal,
dimana hal tersebut dapat dipengaruhi oleh
kurangnya pemenuhan kebutuhan spiritual,
Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan
untuk mencari arti dan tujuan hidup,
kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta
rasa keterikatan dan kebutuhan untuk
memberikan dan mendapatkan maaf. Adapun
adaptasi spiritual adalah proses penyesuaian
diri dengan melakukan perubahan perilaku
yang didasarkan pada keyakinan atau
kepercayaan yang dimiliki sesuai dengan
agama yang dianutnya (Asmadi, 2008),
kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan
dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia.
Apabila seseorang dalam keadaan sakit,
maka hubungan dengan Tuhannya pun
semakin dekat, mengingat seseorang dalam
kondisi sakit menjadi lemah dalam segala hal,
tidak ada yang mampu membangkitkannya
dari kesembuhan, kecuali Sang Pencipta.
Perawat sebagai tenaga kesehatan yang
profesional mempunyai kesempatan yang
paling besar untuk memberikan pelayanan
kesehatan
khususnya
pelayanan/asuhan
keperawatan yang komprehensif dengan
88
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengaruh Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an Terhadap Penyembuhan Luka Post Sirkumsisi Dibalai
Pengobatan Lamongan
membantu klien memenuhi kebutuhan dasar
yang holistik. Dalam pelayanan kesehatan,
perawat sebagai petugas kesehatan harus
memiliki peran utama dalam memenuhi
kebutuhan spiritual.
Lantunan Al-qur’an secara fisik
mengandung unsur suara manusia, sedangkan
suara manusia merupakan instrumen
penyembuhan yang menakjubkan dan alat
yang paling mudah dijangkau. Suara dapat
menurunkan
hormon-hormon
stres,
mengaktifkan hormon endorfin alami,
meningkatkan
perasaan
rileks,
dan
mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas
dan tegang, memperbaiki sistem kimia tubuh
sehingga menurunkan tekanan darah serta
memperlambat pernafasan, detak jantung,
denyut nadi, dan aktivitas gelombang otak.
Laju pernafasan yang lebih dalam atau lebih
lambat tersebut sangat baik menimbulkan
ketenangan, kendali emosi, pemikiran yang
lebih dalam dan metabolisme yang lebih baik
(Heru, 2008).
Dengan penerapan aspek spiritualitas
yang baik telah memberikan pengaruh positif
terhadap pemenuhan kebutuhan spitiual
pasien sehingga kebutuhan spiritual pasien
terpenuhi. Manusia terdiri dari jasmani dan
ruhani, oleh karenanya menjadi penting bagi
umat Islam untuk memahami kesehatan
individu dan masyarakat secara holistik, tidak
hanya sisi jasmani saja melainkan juga
memperhatikan sisi ruhaninya, Salah satu
aspek dalam keperawatan adalah masalah
pemenuhan kebutuhan spiritual, hal ini
sangat penting ketika seseorang sedang
mengalami sakit fisik. Ketika kondisi fisik
terganggu ada kemungkinan seseorang
mengalami perubahan emosi. Pada kondisi
tersebut komponen spiritual seseorang sangat
penting untuk mengatasi perubahan emosi
tersebut Keimanan pada Tuhan diyakini akan
memudahkan seseorang untuk mengatasi
perubahan emosional selama sakit, dengan
bacaan Al-Qur’an dan tahu artinya maka
ketakuatan, rasa sakit, kecemasan terhadap
segala hal apapun akan hilang serta system
kekebalan
tubuh
akan
meningkat,
memperbaiki sistem kimia tubuh yang
melancarkan aliran darah sehingga nutrisi
dan suplai oksigen kedalam tubuh terserap
SURYA
dengan baik menjadikan penyembuhan luka
menjadi cepat.
3) Hasil Analisis pengaruh perlakuan
mendengarkan
bacaan
Al-qur’an
terhadap penyembuhan luka
Berdasarkan data dari tabel 4.5 di atas
menunjukkan bahwa sebagian besar anak
post sirkumsisi di Balai Pengobatan Assalam Pangkatrejo Kecamatan Maduran
Kabupaten
Lamongan
mengalami
penyembuhan luka sirkumsisi normal yaitu
sebanyak 16 pasien (57,1%) dan sebagian
kecil abnormal yaitu sebanyak 12 pasien
(42,9%).
Hal ini dapat dilihat pada tabulasi
silang dimana diperoleh data bahwa dari 28
pasien
yaitu terdapat 14 anak dengan
perlakuan mendengarkan bacaan Al-qur’an,
dari jumlah tersebut hampir seluruhnya 13
anak (92,9%) mengalami penyembuhan luka
normal dan sebagian kecil yaitu 1 anak (7,1%)
mengalami penyembuhan luka abnormal.
Sedangkan 14 anak pada kelompok kontrol
hampir seluruhnya yaitu 11 anak (78,6% )
mengalami penyembuhan luka abnormal, dan
sebagian kecil yaitu 3 anak (21,4%)
penyembuhan luka normal.
Berdasarkan hasil perhitungan data
dengan menggunakan program SPSS for
windows versi 16 dengan menggunakan uji
chi square didapatkan X2 hitung =14,583 dan
p=0,000 dimana p <0,05 maka H1 diterima
artinya ada pengaruh mendengarkan bacaan
Al-qur’an terhadap penyembuhan luka anak
post sirkumsisi.
Melihat
hasil
ini
penerapan
mendengarkan bacaan Al-qur’an mengalami
penyembuhan lebih cepat (normal), hal ini
dikarenakan Al-qur’an merupakan obat yang
komplet untuk segala jenis penyakit, baik
penyakit hati maupun penyakit fisik, baik
penyakit dunia maupun penyakit akhirat (AdDihami, 2005), sedangkan Yani Ahmad
(2002) menyatakan bahwa Al-qur’an
bermanfaat untuk menjadi obat, penawar dan
penyembuh dari berbagai persoalan hidup
manusia.
Lantunan Al-qur’an secara fisik
mengandung unsur suara manusia, sedangkan
suara manusia merupakan instrumen
89
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengaruh Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an Terhadap Penyembuhan Luka Post Sirkumsisi Dibalai
Pengobatan Lamongan
penyembuhan yang menakjubkan dan alat
yang paling mudah dijangkau. Suara dapat
menurunkan
hormon-hormon
stres,
mengaktifkan hormon endorfin alami,
meningkatkan
perasaan
rileks,
dan
mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas
dan tegang, memperbaiki sistem kimia tubuh
sehingga menurunkan tekanan darah serta
memperlambat pernafasan, detak jantung,
denyut nadi, dan aktivitas gelombang otak.
Laju pernafasan yang lebih dalam atau lebih
lambat tersebut sangat baik menimbulkan
ketenangan, kendali emosi, pemikiran yang
lebih dalam dan metabolisme yang lebih baik
(Heru, 2008).
Menurut Taylor, Lilis dan Le Mone
(1997), nilai dari keyakinan agama tidak
dapat dengan mudah dievaluasi. Walaupun
demikian pengaruh keyakinan tersebut dapat
diamati oleh tenaga kesehatan dengan
mengetahui bahwa individu cenderung dapat
menahan distress fisik yang luar biasa karena
mempunyai keyakinan yang kuat. Klien akan
mengikuti semua proses penyembuhan yang
memerlukan upaya luar biasa, karena
keyakinan bahwa semua upaya tersebut akan
berhasil. Sejalan dengan teori yang
dikemukakan
Moya JM (2004) yang menyatakan
biasanya luka sirkumsisi ada sedikit jaringan
yang hilang karena luka ini hasil tindakan
pemotongan. Kecepatan penyembuhan luka
sirkumsisi biasanya 7 – 10 hari, reepitelisasi
secara normal sudah sempurna, pada fasefase penyembuhan akan tergantung pada
beberapa faktor termasuk terpenuhinya
kebutuhan nutrisi, perawatan luka, dan
bantuan atau intervensi dari luar yang
ditujukan dalam mendukung penyembuhan.
R. Sjamsu Hidayat Wimdejong (2005)
luka adalah keadaan hilang atau terputusnya
jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan
oleh trauma benda tajam atau tumpul,
perubahan suhu zat kimia, ledakan, sengatan
listrik atau gigitan hewan.
penyembuhan luka adalah panjang
waktu proses pemulihan pada kulit karena
adanya kerusakan atau disintegritas jaringan
kulit. Untuk waktu yang tepat dalam
penyembuhan luka maka nutrisi yang juga
dibutuhkan setelah sirkumsisi adalah kalori,
SURYA
kalori ini biasanya banyak terdapat pada
makanan karbohidrat seperti nasi singkong,
kentang, susu dan lainnya, kalori sangat
diperlukan untuk mengembalikan energi
setelah sirkumsisi sehingga luka sirkumsisi
cepat sembuh.
Pengaruh mendengarkan bacaan Alqur’an terhadap lama penyembuhan luka
adalah sebagai berikut pengobatan Al-qur’an
mampu mengobati penyakit yang di alaminya
yang tidak mampu di obati oleh tim medis.
Dengan mendengarkan ayat-ayat mulia dari
Al-qur’an, getaran neuron akan kembali
stabil bahkan melakukan fungsi prinsipilnya
secara baik. (Tarbawi, 2010). Al-qur’an
merupakan obat yang komplet untuk segala
jenis penyakit, baik penyakit hati maupun
penyakit fisik, baik penyakit dunia maupun
penyakit akhirat (Ad-Dihami, 2005),
sedangkan Yani Ahmad (2002) menyatakan
bahwa Al-qur’an bermanfaat untuk menjadi
obat, penawar dan penyembuh dari berbagai
persoalan hidup manusia.
Sejalan
dengan
teori
yang
dikemukakan diatas peneliti berpendapat hal
ini terjadi karena perawat memiliki peran
utama untuk memberikan pelayanan dalam
memenuhi kebutuhan spiritual pasien berupa
pelayanan
kesehatan
khususnya
pelayanan/asuhan
keperawatan
yang
komprehensif dengan membantu klien
memenuhi kebutuhan dasar holistik. Dengan
pemenuhan kebutuhan spiritual zikir dan Doa,
dari sudut pandang ilmu kedokteran jiwa atau
kesehatan mental merupakan terapi psikiatrik,
setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi
biasa. Hal ini dikarenakan zikir, doa,
membaca atau mendengarkan Al-Qur’an
mengandung unsur spiritual kerohanian,
keagamaan, yang dapat membangkitkan
harapan dan percaya diri pada diri klien atau
penderita, maka ketakutan, rasa sakit,
kecemasan terhadap segala hal apapun akan
hilang serta system kekebalan tubuh akan
meningkat, memperbaiki sistem kimia tubuh
yang melancarkan aliran darah sehingga
nutrisi dan suplai oksigen kedalam tubuh
terserap dengan baik yang akan menjadikan
kekebalan tubuh dan kekuatan psikis
meningkat sehingga mempercepat proses
penyembuhan.
90
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengaruh Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an Terhadap Penyembuhan Luka Post Sirkumsisi Dibalai
Pengobatan Lamongan
dapat membantu mempercepat proses
penyembuhan luka sirkumsisi sehingga
pelayanan kesehatan semakin optimal.
PENUTUP
1. Kesimpulan
1) Sebagian besar anak post sirkumsisi di
Balai
Pengobatan
Lamongan.
penyembuhan
luka
anak
post
sirkumsisi sesudah diperdengarkan
bacaan
Al-qur’an lukanya sembuh
dalam waktu 7-10 hari
2) Sebagian besar anak post sirkumsisi di
Balai Pengobatan Lamongan tanpa
intervensi mendengarkan bacaan Alqur’an penyembuhan luka sembuh
dalam waktu >10 hari
3) Ada pengaruh mendengarakan bacaan
Al-qur’an terhadap penyembuhan luka
anak post sirkumsisi di Balai
pengobatan lamongan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrochman A, dkk, (2007). Murottal Al
Quran: Alternatif Terapi Suara.
http://74.125.153.132/search?q=cach
e:u2\httOAds0j:jemlit.unila.ac.id/file/
arsip%02009/SATEK%25102008/V
ERSI%2520PDF/bidang%25205/5pd
f+terapi+murottal+sebagai+alternatif
&co=1&hl=id&ct=clnk&gl=id
Diakses pada 19 november 2012,
pukul: 20:05 WIB
Akbidyo.(2007).Sirkumsisi.http://pikkr.word
pre
ss.com. Diakses pada 23
November 2012 pukul 14:34 WIB
2. Saran
Bagi Profesi Keperawatan untuk
mempercepat proses penyembuhan luka
sirkumsisi, maka dengan memberikan
masukan
dalam
mengembangkan
perencanaan keperawatan dalam aspek
spiritual yang akan dilakukan tentang
mendengarkan bacaan Al-qur’an terhadap
penyembuhan luka sirkumsisi pada anak dan
dapat
dijadikan
salah
satu
dasar
pengembangan bagi ilmu keperawatan dan
meningkatkan
pelayanan
kesehatan
khususnya penerapan/asuhan keperawatan
dalam memenuhi kebutuhan spiritual pasien.
Bagi
Institusi
Pendidikan
dapat
menambah perbendaharaan ilmu khususnya,
pada mata kuliah keperawatan.
Bagi Peneliti nasil penelitian ini dapat
menambah wawasan ilmu pengetahuan
kesehatan dan dapat dijadikan sebagai
landasan penelitian berikutnya.
Bagi Pasien hasil penelitian dapat
memberikan informasi atau gambaran dalam
mengetahui tentang mendengarkan bacaan
Al-qur’an terhadap penyembuhan luka
sirkumsisi pada anak.
Bagi Institusi Pelayanan dapat
meningkatkan mutu pelayanan dalam
menangani pasien dalam memberikan
perawatan dalam aspek spiritual serta
memberikan
informasi
tentang
mendengarkan bacaan Al-qur’an yang benar
SURYA
Alkaheel A, (2007). The Healing Power Of
Quran: Between Scien And Faith.
http://www.kaheel7.com. Diakses pada
22 November 2012, pukul 13:10 WIB
Aziz A H, (2003) Metode Penelitian
Keperawatan Dan Teknik Analisa
Data Ed 1. Jakarta: salemba medika
Barbara C long, (2001). Perawatan Medikal
Bedah (suatu pendekatan proses
keperawatan). Bandung: yayasan
ikatan alumni pendidikan bandung.
Hal:137,138
De Grave E, (2006). Meditasi Dengan Al
Quran.
http://www.mailarchive.com/[email protected]
oup.com/msg04196html. diakses pada
22 November 2012, pukul 14:35 WIB
Hamid SYA, (2000). Aspek Spiritual Dalam
Keperawatan. Jakarta: Widya Medika
Hawari D (2005). Dimensi Religi Dalam
Praktek Psikiatri Dan Psikologi.
Jakarta: balai penerbit FKUI.
Heru
91
(2008). Pemahaman Isi Dan
Kandungan Al Quran /2012/10/13/
pemahaman-isidankandunganAlQuran.html. diakses
13 oktober 2012 jam20.00wib
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengaruh Mendengarkan Bacaan Al-Qur’an Terhadap Penyembuhan Luka Post Sirkumsisi Dibalai
Pengobatan Lamongan
Ismail F, (2006) Pengaruh Quran Terhadap
Organ
Tubuh.
http://atgallery.com/index2php?Option=com_c
ontent&do_pdf+1&id=29.
Diakses
pada 25 November 2012 pukul: 19:13
WIB
Sudaryat A, (2006). Musik klasik. Al quran
dan ketenangan jiwa. Jakarta: EGC
Syarifuddin D, (2002). Ensiklopedi Tematis
Dunia
Islam,
Pemikiran
Dan
Peradaban Ilmu Al Quran Sebagai
Sumber Pemikiran. Jakarta: Ichtiar
baru Van Hoeve .
Jamak sari M, (2008). Energi Penyembuhan
Dalam Al Quran: Antara Sains Dan
Keyakinan(1).http://ebanten.com/healt
h/502-energi-penyembuhan-dalam
alquran-antara-sain-dan-keyakinan-1.
diakses pada 28 November 2012.
Pukul : 20:24 WIB
Tawi M, (2008). Proses Penyembuhan Luka
Commenthttp://syehaceh.wordpress.co
me proses-penyembuhan-luka, diakses
2 November 2012 jam 15.09 wib
Yatibasri. (2009). Perawatan luka sirkumsisi.
http://yatibasri.wordpress.com diakses
pada 24 November 2012 pukul 13:12
WIB
Joudry R and patricia, (2002). Sound Therapy:
Music To Recharge Your Brain.
http://www.soundtherapyinternational.
com/information_sheets/depresion_an
d_anxiety .pdf. diakses pada 2
desember 2012 pukul 15:23 WIB
Yusri M A, (2006). Meditasi dengan Al
quran.
http://psikolog2.tripod.com/meditasiqu
ran.htm. diakses pada 5 desember 2012
WIB
Khan Mahmoud A M, (2008). The Healing
Sound.
http://darulhikmat.com.
Diakses pada 2 desember 2012 pukul
18:12 WIB
Maulida I, (2006). Pengaruh Bimbingan
Spiritual Terapi Al Quran Pada Anak
Kab Mojokerto (PSIK FKUA) skripsi,
hal 50
Munawwir A W, (2006). Al Munawwir
Kamus Arab-Indonesia surabaya:
pustaka progresif.
Nawawi I, (2006). Tarjamah Riyadhus
Sholikhin,
Takhry:Syaikh
M.
Nashrudin Al Albani. Surabaya: duta
ilmu.
Nursalam, (2008). Konsep Penerapan
Metodelogi Penelitian Keperawatan,
Pedoman
Skripsi, Tesis Dan
Instrumen Penelitian ed2. Jakarta;
Salemba Medika
Smeltzer, (2002). Keperawatan
bedah Vol:2. Jakarta: EGC
medikal
Soenarjo,
(2005).
Al
Quran
Dan
Terjemahnya: Keutamaan Membaca
Al Quran. Jakarta: penyalenggara
penterjemah/penafsir Al quran.
SURYA
92
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Download