bab ii tinjauan teoritis

advertisement
 BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1.
Tinjauan Pustaka
Realisasi SIM belum pernah dibuat sebagai Proyek Akhir di Politeknik
Negeri Bandung khususnya program studi Teknik Telekomunikasi, tetapi ada
beberapa Proyek Akhir yang mengunakan konsep dan sistem yang sama yaitu
menggunakan visual basic, database, dan RFID reader. Berikut beberapa proyek
yang telah drealisasikan:
1. Sistem absensi RFID dengan menggunakan Visual Basic6.0, Microsoft
Access dan transmisi menggunakan transceiver tipe Tlp-Rlp jenis 315
MHz dan 433 MHz. dengan transmisi transceiver yang bersifat wireless
memungkinkan sistem ini lebih fleksibel.
2. Sistem absensi RFID dengan media transmisi menggunakan wifi sebagi
penghubung server dengan modul RFID. Server dibangun oleh tiga jenis
aplikasi yaitu Visual Basic 6.0 sebagai otak dan hardware interface, PHP
sebagi user interface, dan MYSQL sebagai database.User interface dan
database sudah dalam bentuk web dan menghasilkan report otomatis
berformat xlsx (Microsoft Offcie Excel 2007).
3. Sistem otomasi gerbang tol menggunakan RFID. Sistem ini menggunakan
aplikasi perangkat lunak dengan bahasa basic dengan compiler Microsoft
Visual Basic 6.0 dan menggunakan Microsoft access sebagai database.
Sedangkan Proyek Akhir yang penulis realisasikan adalah perangkat lunak
SIM berbasis RFID. Pada proyek akhir ini penulis menggunakan aplikasi Visual
Basic 6.0 dan Php MyAdmin sebagai database.
2.2.
Modulasi FSK
Pada modulasi FSK (diterjemahkan sebagai penguncian penggeseran
frekuensi), sinyal pemodulasi yang berupa sinyal digital digunakan untuk
memodulasi frekuensi sinyal pembawa sinusoidal. Jika sinyal informasi
mempunyai logika “0” maka sistem akan mentransmisikan suatu frekuensi
4
BAB II Tinjauan Teoritis
tertentu misalnya f1, sedangkan jika sinyal informasi mempunyai logika “1” maka
sistem akan mentransmisikan suatu frekuensi yang lain, misalnya f2. Dengan
demikian, sinyal FSK yang ditransmisikan adalah sinyal sinusoidal dengan
amplitudo
konstan, tetapi dengan frekuensi berbeda sesuai dengan
68 arus data (sinyal pemodulasi). Berikut ilustrasi jenis modulasi
FSK, dengan mentransmisikan frekuensi tinggi untuk arus data logika “1”
dan frekuensi rendah untuk arus data logika “0”.
Bit “1” → frekuensi tinggi (f2)
Bit “0” → frekuensi rendah (f1)
FSK seperti yang telah dibahas di atas biasa disebur Bynary FSK.
Pada modulasi FSK frekuensi carrier digeser oleh input data yang berupa
data biner. Ketika sinyal input biner berubah dari logika 0 ke 1 atau sebaliknya,
maka output FSK bergeser antara dua frekuensi (frekuensi mark dan space).
Output modulasi FSK akan mengalami perubahan frekuensi untuk setiap
terjadinya perubahan kondisi logika dari sinyal input data. Sehingga kecepatan
perubahan output modulasi FSK akan sama dengan kecepatan perubahan data
pada input.[1]
Gambar 2Sistem modulasi FSK biner
2.3.
Visual Basic
Microsoft Visual Basic merupakan sebuah bahasa pemograman yang
menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat
program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
5
BAB II Tinjauan Teoritis
menggunakan model pemrograman (COM), Visual Basic merupakan turunan
bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak
komputer berbasis grafik dengan cepat, Beberapa bahasa skrip seperti Visual
Basic
for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript),
mirip
seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda. Para
programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponenkomponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang
ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi
membutuhkan
deklarasi fungsi luar tambahan. Dalam pemrograman untuk bisnis,
Visual
Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas[4].
Microsoft Visual Basic Merupakan sebuah bahasa pemrograman yang
bersifat event driven dan menawarkan Integrated Development Environment
(IDE) visual untuk membuat program aplikasi berbasis sistem operasiMicrosoft
Windowsdengan menggunakan model pemrograman Common Object Model
(COM). Visual Basic merupakan turunan bahasa BASIC dan menawarkan
pengembangan aplikasi komputer berbasis grafik dengan cepat, akses ke basis
data menggunakan Data Access Objects (DAO), Remote Data Objects(RDO),
atau ActiveX Data Object(ADO), serta menawarkan pembuatan kontrol ActiveX
dan objek ActiveX [4].
Keunggulan yang paling menonjol adalah kemudahan pemakaian, karena
tergolong bahasa tingkat tinggi . Sisi lain keunggulanVisual Basic juga adalah
mempunyai intelegent IDE yang selalu mengingatkan pada setiap syntax- syntax
prosedur yang ditulis intelegent IDE ini antara lain Auto List dan AutoQuick.
Visual Basic memungkinkan pembuatan aplikasi Graphical Use Interface (GUI)
dalam menyajikan suatu interface (antarmuka), salah satunya aplikasinya adalah
Visual basic bisa berkomunikasi dengan mikrokontroler menggunakan Microsoft
Control Comm 6.0 dan juga bisa mengakses database dari Microsoft Access
menggunakan Data Control[4].
2.3.1 Tipe Data
Data memiliki tipe yang berbeda‐beda dan biasanya data dikelompokkan
pada kelompok yang sejenis agar tidak terjadi operasi matematika diantara data
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
6
BAB II Tinjauan Teoritis
yang berbeda jenis tersebut, contohnya kita tidak bisa menjumlahkan nilai suatu
jarak (Km) dengan Massa (Kg) karena keduanya memiliki tipe data yang berbeda.
Begitu juga dalam suatu program, setiap nilai harus dikelompokkan pada
jenis‐jenis
tertentu yang disebut dengan tipe data [4].
Tipe-tipe data yang terdapat dalam visual basic antara lain :
a.Integer, long : tipe data untuk angka bulat
b.Single, double : tipe data untuk angka pecahan/desimal
c.Currency : tipe data untuk angka mata uang
d.String
: tipe data untuk teks
e.Boolean
: tipe data logika ( True/False)
f.Date : tipe data waktu/tangggal
g.Object : tipe data untuk sebuah objek misalnya gambar
h.Variant : tipe data variant
Tabel 1 Tipe data
Tipe
Integer
Jangkauan
-32.768 s/d 32.768
Long
-2.147.483.648 s/d 2.147.483.648
Single
-3.403823 e38 s/d -1.401298 e-45
1.401298 e-45 s/d 3.403823 e38 ( positif)
Double
4,9406564584127 e324 s / d
1.797,9313486232 e308 ( positif )
Currency 922.337,203,685,477.5807 s/d
922.337,203,685,477.5808
String
0 s/d 65.500 karakter ( win31)
0 s/d 232 Karakter ( Win95/NT)
Boolean
Date
Object
Byte
Variant
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
True atau False
1 Januari 100 s/d 31 Desember 9999
Referensi Obyek
0 s/d 255
Null, Error, numeric dengan tipe
7
BAB II Tinjauan Teoritis
double,karakter teks,obyek atau array
2.3.2
Variabel
Setiap data yang disimpan dalam komputer memerlukan variabel
sebagai
sesuatu tempat untuk menyimpan nilai dari data tersebut, dan nilainya
suatu variable dapat berubah-ubah selama proses program.misalnya kita bisa
menyimpan nilai ujian mid di variable A dan nilai ujian akhir di variable B,
dan setiap mahasiswa nilainya pasti berbeda.
Dalam penamaan sebuah variabel tidak boleh ada 2 atau lebih
variabel
yang memiliki nama yang sama, pemberian nama variabel harus unik.
Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan pada program.
Dalam visual basic dikenal adanya istilah variabel lokal dan
variabel global :
a) Variabel lokal yaitu variabel yang hanya dikenal pada satu bagian
program saja, nilai data yang terdapat di dalamnya hanya hidup
ketika bagian program tersebut dijalankan.
b) Variabel global yaitu variabel yang dikenal pada seluruh bagian
program dan waktu hidupnya selama program dijalankan.
Selain itu masih ada aturan-aturan dalam penamaan sebuah variable
yaitu sebagai berikut :
a) Tidak boleh lebih dari 255 karakter.
b) Nama harus unik tidak boleh menggunakan kata yang sudah
digunakan dalam visual basic, seperti dim, procedure, dll.
c) Tidak boleh menggunakan spasi atau tanda titik/dot (.) diantara
kata jika nama variabel lebih dari satu kata.
d) Harus dimulai dari huruf , bukan angka atau karakter lainnya
Bentuk umum untuk mendeklarasikan sebuah variabel :
Dim/Public/Private/Static
NamaVariabel As TipeData
Misalnya :
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
8
BAB II Tinjauan Teoritis
Dim sngAngka As Single
Dim strText As String
Dim dblBilangan As Double
 Untuk sebuah variabel agar bisa digunakan di seluruh bagian program,
harus dideklarasikan secara publik contohnya sebagai berikut :
Public strNama As String
 Untuk memanggil variabel public perlu disertai nama form tempat variabel
di deklarasikan. Misalnya kita mendeklarasikan variabel public di form1
maka untuk memanggilnya dari form2 caranya adalah sebagai berikut :
nama = form1.strNama
Variabel lokal hanya bisa digunakan pada bagian program dimana
variabel tersebut dideklarasikan, sebaliknya variabel global bisa digunakan di
seluruh bagian program [4].
2.3.3 Konstanta
Konstanta adalah variabel yang memiliki nilai tetap, sekali variabel
konstanta diberi nilai maka selama proses program berjalan nilai konstanta
tidak akan berubah. Konstanta biasanya digunakan untuk menyimpan nilai-nilai
tertentu yang bersifat tetap sepert nilai gravitasi bumi, Fi, dan tetapan-tetapan
dalam rumus fisika atau matematika lainnya. Cara pendeklarasian sebuah
konstanta sama halnya dengan variabel, pendeklarasian konstanta data
dilakukan secara private maupun public [4].
2.4
SQL
SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa
yang
dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini
secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen
basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada
mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya[6].
Structured Query Language (SQL) merupakan bahasa yang banyak
digunakan dalam berbagai produk database. SQL dibangun di laboratorium
IBM-San Jose California sekitar akhir tahun 70-an. Pertama kali
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
9
BAB II Tinjauan Teoritis
dikembangkan sebagai bahasa di produk database DB2 yang sampai saat ini
merupakan produk database andalan IBM. SQL sering di lafalkan dengan
“sequel”[6].
SQL adalah suatu bahasa komputer yang mengikuti standar ANSI, yaitu
sebuah bahasa standar yang digunakan untuk mengakses dan melakukan
manipulasi sistem database. Statement dalam SQL dapat digunakan untuk
mengakses data atau meng-update data pada suatu database. Fungsi utama
SQL digunakan untuk relational database seperti ; Oracle, SQL Server, DB2,
Infomix, Sysbase, MS Acces, My SQL, dan lain-lain [6].
Query adalah perintah SQL yang dirancang untuk memanggil kelompok
record atau baris tertentu dari 1 ( satu ) tabel atau lebih. Bahasa Query mulai
dikembangkan oleh IBM pada tahun 1970 yang hingga saat ini telah
digunakan hampir semua produk DBMS yaitu ; Structure Query Language
yang dikenal dengan standar SQL. Secara umum umum SQL dibagi menjadi 3
( tiga ) bagian yaitu : Data Definition Language ( DDL ), Data Manipulation
Language ( DML ) dan Data Control Language ( DCL ) [6].
2.4.1
Data Definition Language ( DDL )
DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis
data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel, view,
user, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE
untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTERuntuk
mengubah objek yang sudah ada, dan DROPuntuk menghapus objek. DDL
biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah
aplikasi basis data [6].
 CREATE TABLE, bertugas untuk membuat tabel.
 CREATE INDEX, bertugas untuk membuat suatu indeks dalam tabel.
 DROP TABLE, bertugas untuk menghapus suatu tabel.
 DROP INDEX, bertugas untuk menghapus suatu indeks dalam tabel.
 ALTER TABLE, bertugas untuk merubah struktur suatu tabel.
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
10
BAB II Tinjauan Teoritis
DDL adalah merupakan suatu perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan
atribut-atribut basis data, tabel, atribut serta hubungan antar tabel dijelaskan
sebagai berikut [6]
2.4.2
CREATE
CREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis
data. SQL yang umum digunakan adalah:
CREATE DATABASE nama_basis_data
CREATE DATABASE membuat sebuah basis data baru.
CREATE TABLE nama_tabel
CREATE TABLE membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif.
Secara umum, perintah ini memiliki bentuk
CREATE TABLE [nama_tabel]
(
nama_field1 tipe_data [constraints][,
nama_field2 tipe_data,
...]
)
atau
CREATE TABLE [nama_tabel]
(
nama_field1 tipe_data [,
nama_field2 tipe_data,
...]
)
dengan:
nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem
manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada
nama kolom.
tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data.
Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupa VARCHAR, TEXT, BLOB,
ENUM, dan sebagainya.
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
11
BAB II Tinjauan Teoritis
Constraintsadalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini
juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT
NULL, UNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan
kunci
primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).
Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat
disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer [6].
Sebagai tambahan setiap kolom pendefinisian tabel dapat dilengkapi
dengan UNIQUE, NOT UNIQUE, NULL dan NOT NULL.
NULL
: untuk menyatakan nilai kolom dapat diisi.
NOT NULL
: untuk menyatakan nilai kolom harus diisi.
UNIQUE
: untuk menyatakan nilai pada kolom tidak ada yang sama.
NOT UNIQUE: untuk menyatakan nilai pada kolom boleh sama.
Contoh:
CREATE TABLE user
(
username VARCHAR(30) CONSTRAINT PRIMARY KEY,
passwd VARCHAR(20) NOT NULL,
tanggal_lahir DATETIME
);
CREATE INDEX idx_Nama_Pengarang,
ON tblPengarang(Nama_Pengarang)
Pernyataan diatas :
Idx_Nama_Pengarang merupakan Indeks yang akan diciptakan.
tblPengarang merupakan nama tabel yang akan diindeks.
Nama_Pengarang merupakan nama kolom untuk mengindeks.
2.4.3
DROP
Pernyataan drop ini digunakan untuk menghapus tabel dan indeks,
sedangkan sintaks SQL untuk melakukan penghapusan tabel dan indeks adalah
sebagai berikut :
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
12
BAB II Tinjauan Teoritis
DROP TABLE Nama_Table
Di mana,
Nama_Table adalah nama dari tabel yang akan dihapus.
Contoh :
DROP TABLE tblPengarang
Perintah ini merupakan pernyataan untuk menghapus tabel pengarang.
DROP INDEX idx_Nama_Pengarang
ON tblPengarang
Perintah ini merupakan pernyataan untuk menghapus indeks nama
pengarang pada tabel pengarang.
2.4.4
Data Manipulation Language ( DML )
SQL adalah sekumpulan sintaks-sintaks atau statement untuk mengakses
data dalam database, tetapi SQL sendiri juga bisa digunakan untuk melakukan
proses insert, update, atau delete ke dalam suatu database. Sintaks-sintaks ini
yang disebut dengan Data Manipulation Language ( DML ) yang merupakan
bagian dari SQL. DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu
tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah [6] :
2.4.5

SELECT untuk menampilkan data

INSERT untuk menambahkan data baru

UPDATE untuk mengubah data yang sudah ada

DELETE untuk menghapus data
SELECT
SELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL,
sehingga terkadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT. SELECT
digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam
sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah SELECT memiliki bentuk
lengkap [6] :
SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
13
BAB II Tinjauan Teoritis
FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON
kondisi_penghubung]
[, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
[WHERE kondisi]
[ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
[GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
[HAVING kondisi_aggregat]
dengan:

kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar
ditampilkan.

kondisi_aggregat adalah syarat khusus untuk fungsi aggregat.
Kondisi dapat dihubungkan dengan operator logika, misalnya AND, OR,
dan sebagainya.
2.4.6
SUBQUERY
Query dapat menjadi kompleks, terutama jika melibatkan lebih dari satu
tabel dan/atau fungsi aggregat. Beberapa SMBD mengizinkan penggunaan
subquery[6]. Contoh:
Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar.
SELECT username
FROM user
WHERE jml_transaksi =
(
SELECT MAX(jml_transaksi)
FROM user
)
2.4.7
INSERT
Insert digunakan untuk menambah sebuah baris pada suatu tabel, sintaks
SQL untuk melakukan penambahan baris adalah sebagai berikut:
INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES
([DAFTAR_NILAI])
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
14
BAB II Tinjauan Teoritis
Keterangan:
 INSERT
mana
: Klausa ini menspesifikasikan nama tabel di
data bisa ditambahkan.
 VALUE
: Klausa ini menspesifikasikan nilai data
yang disisipkan ke dalam kolom pada suatu tabel.
 Daftar_Field : Merupakan daftar kolom yang dipisahkan oleh
tanda koma menyatakan kolom-kolom yang akan diisi data. Jika
tidak ada kolom yang dinyatakan, berarti semua kolom didalam
akan diisi data. Jika hanya sebagian daftar yang dinyatakan, nilai
null atau nilai default akan diisikan ke kolom yang tidak
disebutkan dalam daftar kolom.
 Daftar Nilai : daftar nilai untuk kolom tabel yang akan disisipkan
sebagai sebuah baris data dalam tabel. Data yang diberikan pada
daftar nilai harus sesuai dengan daftar kolom. Banyak data harus
sama dengan banyak kolom, tipe data, presisi, dan skala dari setiap
data harus sesuai dengan kolomnya.[6]
INSERT INTO tblPengarang
VALUES(1,’Asnadi’,’Jl. Beo 34’,’Yogyakarta’,’P’)
Perintah ini merupakan pernyataan untuk menambahkan data dalam 1
(satu ) baris.
INSERT INTO tblPengarang (Kd_Pengarang, Nama_Pengarang)
VALUES(11,’HENDI’)
Contoh:
INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES
('test', 'alamat', 'pass');
2.4.8
UPDATE
Update digunakan untuk mengubah sebuah data pada suatu tabel, contoh
SQL untuk melakukan pengubahan data adalah sebagai berikut [6] :
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
15
BAB II Tinjauan Teoritis
UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE
[KONDISI]
Contoh:
UPDATE tblPengarang
SET Nama_Pengarang = ‘Hendi’
Where Kd_Pengarang = 11
Pernyataan di atas :
SET, untuk menentukan kolom yang akan diubah dan nilai penggantinya.
WHERE, untuk menentukan kondisi dari baris-baris yang akan diganti.
Contoh:
UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc"
2.4.9 DELETE
Delete digunakan untuk menghapus baris pada suatu tabel, contoh SQL
untuk melakukan penghapusan baris sebagai berikut [6] :
DELETE FROM [NAMA_TABLE] [KONDISI]
DELETE FROM tblPengarang
WHERE Kd_Pengarang = 11
Bila pernyataan WHERE tidak disebutkan, maka seluruh baris pada tabel
akan terhapus.
Contoh:
DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test';
Contoh:
DELETE FROM tblPengarang
Pernyataan ini akan membuat semua baris pada tabel pengarang akan
terhapus.
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
16
BAB II Tinjauan Teoritis
2.5
RS 232
RS232 (Recommended Standart) merupakan standar yang menyangkut
komunikasi antara Data Terminal Equipment (DTE) dengan alat-alatelektronik
lainnya,
Data Circuit Terminating Equipment (DCE). Dalam standarnya
dicantumkan
sinyal RS232 memiliki ketentuan level tegangan yaitu di antaranya
-
Logika 1 disebut ‘Mark’ terletak antara -3 Volt sampai -25 Volt
-
Logika 0 disebut ‘space’ terletak antara +3 Volt sampai +25Volt
-
Daerah tegangan antara -3 Volt sampai +3 Volt adalah invalidlevel,
yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki level logikapasti sehingga
harus dihindari. Dengan demikian level tegangan dibawah -25 Volt dan
di atas +25Volt juga harus dihindari karena bisa merusak line driver
pada saluran RS232.[7]
Gambar 3 Level tegangan RS232 pada proses pengiriman huruf
2.5.1
KONFIGURASI PORT SERIAL
Berikut contoh RS232 yaitu konektor DB-9 pada bagian belakang
komputer padaVGA Card.
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
17
BAB II Tinjauan Teoritis
Gambar 4 Konektor DB9
Fungsi dari konfigurasi saluran RS232 pada konektor DB-9 :
1. Received Line Signal Detect : berfungsi sebagai pemberi signal atau tandapada
terminal masukan terdapat data masukan.
2. Receive Data : saluran DTE dalam menerima data dari DCE
3. Transmit Data : saluran DTE mengirimkan data ke DCE
4. Data Termianal Ready : pada saluran ini DTE memberitahukan
kesiapanterminalnya
5. Signal Ground : saluran ground
6. DCE ready : sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan bahwa DCE sudahsiap
7. Request to Send : di saluran ini DCE diminta mengirim data oleh DTE
8. Clear to Send : pada saluran ini DCE memberitahukan bahwa DTE bolehmulai
mengirim data
9. Ring Indicator : pada saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwasebuah
stasiun menghendaki hubungan dengannya.[7]
Taufik HIdayat (091331029)
Laporan Proyek Akhir 2012
18
Download