1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Pada era modern yang penuh persaingan saat ini, setiap orang dituntut untuk
memiliki kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dapat
bersaing dengan yang lainnya. Informasi menjadi begitu penting dalam proses
menambah wawasan dan kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Manusia merupakan mahluk social yang tidak mampu bertahan hidup
tanpa individu lainnya sehingga dalam proses kehidupan manusia dalam
bersosialisasi membutuhkan informasi dari manusia lainnya dalam memenuhi
kebutuhannya akan berbagai informasi yang ada dikehidupan sosialnya.
Komunikasi merupakan alat yang digunakan manusia unttuk saling berhubungan
dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi digunakan sebagai alat menyampaikan dan
memperoleh informasi yang merupakan kebutuhan dan aktifitas dasar manusia untuk
berkembang dan memperoleh pengetahuan, baik itu mengenai perkembangan
teknologi saat ini, maupun informasi mengenai lingkungan sekitarnya yang kemudian
menjadi sumber kekuatan bagi manusia untuk mendapatkan kedudukan serta
pengaruh dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini diakibatkan karena orang yang
memiliki pengetahuan dan penguasaan teknologi akan memiliki kekuatan untuk
mempengaruhi kehidupan masyarakat dengan pengetahuan serta penguasaan
teknologinya. Baik dalam bentuk ide-ide maupun penemuan-penemuan yang
2
diciptakan sehingga kedudukannya sangat penting sebagai seorang creator dan
inovator dalam kehidupan masyarakat.
Ilmu komunikasi merupakan cabang disiplin ilmu yang memiliki sifat serba ada
dan serba makna. Karena lahir dari berbagai disiplin ilmu yang ada, maka tidaklah
mengherankan ilmu komunikasi dapat menembus seluruh sendi kehidupan manusia
termasuk dilingkungan kerja. Lingkungan kerja adalah contoh bentuk dari
berkumpulnya berbagi disiplin ilmu yang ada dalam sebuah wadah organisasi untuk
menciptakan suatu produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Produk yang
bermanfaat inilah yang bisa disebut sebagai hasil dari kreasi dan inovasi dari para
creator dan inovator yang menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi yang tercipta
dari proses transfer pengetahuan dengan komunikasi sebagai medianya. Sehingga
komunikasi sering juga disebut sebagai suatu proses penyampaian pesan atau ide.
Komunikasi secara sederhana adalah proses penyampaian pesan atau ide dari
komunikator kepada komunikan.
Dalam sebuah organisasi baik itu instansi pemerintah, maupun perusahaan
komunikasi yang terjalin di dalamnya baik antara anggota organisasi maupun antara
organisasi dengan public internal dan eksternalnya biasanya dihubungkan oleh
departemen atau badan Public Relations yang sering juga disebut Hubungan
Masyarakat (Humas) di dalam organisasi tersebut.
Public Relations merupakan profesi yang mengelola hubungan antara sesuatu unit
dan publiknya yang menentukan hidup unit itu, juga sebagai penjebatan kepentingan
3
lembaga dengan khalayaknya sehingga timbul suatu sinergi. Public Relations atau
Hubungan Masyarakat, dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh suatu
organisai perusahaan atau instansi pemerintahan, dalam rangka mengorganisasi dan
mengkomunikasikan segala sesuatu guna mencapai saling pengertian lebih baik
antara organisasi dengan publik yang dituju, baik itu public internal maupun
eksternal. Oleh sebab itu hubungan masyarakat dianggap sebagai alat atau media
untuk menciptakan hubungan dengan siapa saja yang dapat membawa keuntungan
dan kemajuan bagi organisasi yang bersangkutan.
Public Relations juga difungsikan sebagai bagian yang bertugas menciptakan
image positif dan menguntungkan dalam mendatangkan citra positif dari positif dari
publik yang merupakan modal jangka panjang dan permanen untuk mengembangkan
suatu lembaga yang bersangkutan dalam pencapaian tujuan-tujuannya. Baik itu
berupa keuntungan bagi lembaga perusahaan atau organisasi lainnya, maupun
kebijakan yang diserap atau diterima dengan baik oleh public yang menjadi target
sasaran kebijakannya bagi lembaga atau instansi pemerintah.
Public Relations atau Humas mempunyai peranan penting dan dasar dalam
membina hubungan baik dengan publiknya. Baik itu publik internal lembaga itu
sendiri maupun publik eksternalnya. Humas juga berperan sebagai penjebatan dalam
kepentingan lembaganya baik antara lembaga dengan pegawainya (publik
internalnya), maupun antara lembaga dengan public eksternal. Tugas utama dari
4
public relations juga adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh suatu
lembaga dalam mengelola informasi dan opini publik.
Public Relations berdasarkan tujuannya dan tugasnya dapat dikategorikan
menjadi Humas Konvensional Humas Pemerintahan dan Perusahaan. Baik Humas
Konvensional Humas Pemerintahan dan Perusahaan memiliki kesamaan pada produk
yang dihasilkannya yaitu berupa image atau citra positif dari publik bagi organisasi
yang menaunginya. Humas Konvensional dan Humas Pemerintahan memiliki efek
dari tujuannya berupa kebijakan yang berhasil diterapkan pada target sasarannya
dengan respon yang baik dan positif. Sedangkan Humas Perusahaan memiliki efek
dari tujuan akhir berupa keuntungan atau benefit, dari peningkatan angka penjualan
sebagai efek dari image positif yang diciptakan. Public Relations pada peran dan
fungsinya dibedakan menjadi dua fungsi Public Relations yaitu Internal Public
Relations dan Eksternal Public Relations.
Internal
Public
Relations
merupakan
suatu
bentuk
kehumasan
yang
menjembatani, menciptakan image positif dari karyawan kepada perusahaan, maupun
dari bawahan kepada atasan dalam suatu instansi pemerintah, sehingga tercipta
hubungan yang baik di lingkungan internal kerja.
Eksternal
Public Relations
merupakan suatu
bentuk
kehumasan
yang
menjembatani, menciptakan image positif kepada perusahaan atau instansi
pemerintahan terkait, sehingga menciptakan hubungan-hubungan yang baik antara
perusahaan ataupun instansi pemerintahan terkait dengan pihak luar.
5
Peran dari fungsi Public Relations sangat mempengaruhi hubungan suatu
lembaga atau organisasi baik pemerintahan, maupun perusahaan terhadap publik
internal dan eksternalnya. Sehingga peran seorang Public Relations dalam upaya
mengelola informasi untuk dapat diakses dengan mudah oleh publiknya, maupun
upaya dalam menjalin hubungan baik dengan publik interenal dan eksternalnya guna
meraih simpati dan dukungan publik yang melahirkan citra positif sebagai hasil dari
upaya yang dilakukannya. Salah satu menjalin hubungan dengan baik dengan publik
adalah dengan memberikan suatu pelayanan yang baik kepada publiknya sehingga
terbentuklah minat.
Minat merupakan salah satu aspek psikis yang dapat mendorong manusia
mencapai tujuan. Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu objek, cenderung
memberikan perhatian atau merasa senang yang lebih besar kepada objek tersebut.
Seorang Public Relations juga bertanggung jawab dalam menciptakan minat
masyarakat dan juga untuk menanamkan kepercayaan terhadap pelayanan dan
perhatian yang diberikan Masjid Besar As-Syuhada kepada masyarakat. Dimana
sikap minat yang tumbuh dari masyarakat akan membuat eksistensi dan dukungan
masyarakat semakin meningkat. Bentuk dukungan dan sikap minat masyarakat
mampu mengangkat lembaga atau organisasi baik pemerintah maupun perusahaan
dalam mewujudkan tujuan-tujuannya.
Fungsi Public Relations dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat sangat
penting dan dibutuhkan oleh sebuah Masjid. Minat masyarakat dapat dibentuk
6
dengan membina hubungan baik antara organisasi Masjid dengan Masyarakat sekitar.
Hal ini dikarenakan apabila kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi, maka akan
tercipta suatu sikap rasa memiliki dan rasa ingin memajukan Masjid. Hal ini tentu
akan berakibat positif terhadap perkembangan Masjid.
Peran Public Relations dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat yang
sedang dilakukan oleh DKM Masjid Besar Asy-Syuhada, adalah salah satunya
dengan memberikan pelayanan, informasi dan fasilitas gedung Masjid yang saat ini
sudah direnovasi sedemikian rupa serta fasilitas gerdung atau sarana lainnya yang
bisa dipakai untuk berbagai kegiatan dengan tujuan menciptakan kepuasan
masyarakat yang mendorong suatu sikap minat dari masyarakat terhadap Masjid.
Dipandang pentingnya Peran Public Relations dalam meningkatkan minat ibadah
masyarakat dalam upaya meraih dukungan dan simpati masyarakat menjadi alasan
yang melatar belakangi penelitian ini.
Berdasarkan hasil studi di Masjid Besar Asy-Syuhada, minat ibadah masyarakat
yang terbentuk belum sesuai dengan apa yang menjadi harapan yang diinginkan oleh
pengurus Masjid, akibat masih belum maksimalnya peran Public Relations dalam
meningkatkan minat ibadah masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari :
1. Acuhnya masyarakat atau jamaah kepada kewajibannya atas panggikan Allah
sehingga mengakibatkan kosongnya (sedikit) jamaah pada saat berjamaah solat 5
waktu (isya, subuh, dzuhur, ashar, maghrib)
7
2. Belum adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya ibadah (Talabul ilmu)
sehingga masih banyak yang melakukan kemaksiatan, kelalaian dalam ibadah
bahkan sampai maraknya criminal (perjudian, mabuk-mabukan, perkelahian)
Permasalahan-permasalahan tersebut, diduga disebabkan oleh :
1. Kurangnya kemampuan pimpian public relations dalam menciptakan hubungan
silaturahmi dengan masyarakat contohnya pimpinan public relations seharusnya
senantiasa mengajak masyarakat atau jamaah untuk memakmurkan masjid
denganmemberikan pelayanan ibadah dengan baik diantaranya adalah :
Pembenahan struktur impra struktur agar masyarakat atau jamaah merasa nyaman,
tenang, khusyu, indah dan mulia dimata Allah.
2. Kurangnya kemampuan pimpinan public relations untuk memberikan pelayanan
dengan mendatangkan guru-guru atau ustadzt guna memberikan kajian atau talabul
ilmu yang berkenan dengan ibadah fiqih, aqidah, dll. Agar bisa menciptakan
masyarakat atau jamaah yang berilmu.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka peneliti dapat merumuskan
permasalahan ini dengan mengambil judul “ PERAN PUBLIC RELATIONS DKM
MASJID BESAR ASY-SYUHADA DALAM MENINGKATKAN MINAT
IBADAH MASYARAKAT CIKAMPEK”
8
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang timbul dapat
diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Bagaimana peran Public Relations DKM Mesjid Besar Asy-Syuhada dalam
meningkatkan minat ibadah masyarakat Cikampek?
2. Faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam menjalankan peran Public
Relations DKM Mesjid Besar Asy-Syuhada dalam meningkatkan minat ibadah
masyarakat Cikampek?
3. Upaya-upaya apa saja yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan yang ada
dalam menjalankan peran Public Relations DKM Mesjid Besar Asy-Syuhada
dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat Cikampek?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah sebagai syarat ujian siding Strata Satu
(S1), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung, Jurusan
Ilmu Komunikasi, Bidang kajian Public Relations adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui peran Public Relations DKM Mesjid Besar Asy-Syuhada
dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat Cikampek.
2. Untuk mengatahui factor-faktor yang menjadi penghambat dalam menjalankan
peran Public Relations DKM Mesjid Besar Asy-Syuhada dalam meningkatkan
minat ibadah masyarakat Cikampek.
9
3. Untuk mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi
hambatan yang ada dalam menjalankan peran Public Relations DKM Mesjid
Besar Asy-Syuhada dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat Cikampek.
1.4 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan Ilmu
Komunikasi Khususnya pada kajian Public Relations.
1.4.1 Kegunaan Teoritis
Kegunaan teoritis dalam penelitian peran Public Relations DKM Mesjid Besar
Asy-Syuhada dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat Cikampek adalah
sebagai berikut :
1.
Sebagai Pengembangan Ilmu Komunikasi khususnya pada kajian Public
Relations, yang mana peran Public Relations DKM Mesjid Besar Asy-Syuhada
dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat dapat dilakukan salah satunya
dengan memberikan pelayanan yang baik seperti merenovasi Masjid serta
gedung-gedung lainnya agar dapat dipakai dan digunakan oleh masyarakat hal
ini adalah salah satu upaya dari pimpinan public relations dalam menjalin
hubungan baik dengan masyarakatnya yang merupakan tujuan dan fungsi utama
dari seorang Public Relations.
2.
Dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca hasil penelitian dan
diharapkan dapat melengkapi kepustakaan dalam disiplin Ilmu Komunikasi.
10
1.4.2 Kegunaan Praktis
1.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan
Ilmu Komunikasi khususnya bidang Public Relations terutama mengenai peran
public relations dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat, yang mana
pelayanan merupakan salah satu upaya yang dilakukan Public Relations dalam
menjalin hubungan baik, mengelola informasi serta opini publik yang
merupakan tugas dan fungsi utamanya.
2.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan sumbangan
pemikiran dan bahan evaluasi bagi perusahaan
1.5
Kerangka Pemikiran
Teori yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Teori
Hubungan Manusia. Teori ini dikemukakan oleh Mayo yang dikutip oleh
Muhammad dalam bukunya Komunikasi Organisasi, menyatakan :
Teori Hubungan manusia ini menekankan pada pentingnya
individu dan hubungan sosial dalam kehidupan organisasi,
teori ini menyarankan strategi peningkatan dan
penyempurnaan organisasi dengan meningkatkan kepuasaan
anggota organisasi dan menciptakan organisasi yang dapat
membantu individu mengembangkan potensinya. Dengan
meningkatkan kepuasan kerja dan mengarahkan aktualisasi
diri pekerja, akan mempertinggi motivasi bekerja sehingga
akan dapat meningkatkan produksi organisasi. (2009:39)
11
Dalam Teori Hubungan Manusia, terdapat dua kesimpulan berkembang dan
studi Hawthorne tersebut sering disebut Efek Hawthorne (The Hawthorne Effect),
yaitu :
1.
Perhatian terhadap orang-orang boleh mengubah sikap dan perilaku mereka.
2.
Moral dan Produktivitas dapat meningkat apabila para pewai dan pengurus
mempunyai kesempatan untuk berinteraksi satu sama lainnya.
Rosady Ruslan dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Public Relations
dan Media Komunikasi” mendefinisikan Public Relations :
“Fungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan
pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya,
menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, penerimaan, dan
kerjasama melibatkan manajemen dalam menghadapi opini
publik, mendukung
manajemen dalam meliputi dan
memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai
system peringatan dini dalam mengantisipasi kecenderungan
penggunaan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan
etis sebagai sarana utama”. (2010:16).
Teori ini memberikan deskripsi mengenai peran humas dalam upaya
memperoleh pengertian dan pengakuan publiknya.
Ruslan dalam bukunya Manajemen Public Relations dan Media
Komunikasi mengemukakan secara garis besar aktivitas utamanya berperan sebagai
berikut :
1. Communicator, artinya kemampuan sebagai komunikator baik
secara langsung maupun tidak langsung, melalui media
cetak/elektronik dan lisan (spoken person) atau tatap muka dan
sebagainya. Disalmping itu juga bertindak sebagai mediator dan
sekaligus persuader.
12
2. Relationship, kemampuan peran PR/Humas membangun
hubungan yang positif antara lembaga yang diwakilinya dengan
public internal dan eksternal. Juga, berupaya menciptakan saling
pengertian, kepercayaan, dukungan kerja sama dan toleransi
antara kedua belah pihak tersebut. Menguntungkan dengan
pihak publiknya.
3. Back Up Manajemen, melaksanakan dukungan manajemen atau
menunjang kegiatan lain, seperti manajemen promosi,
pemasaran, operasional, personalia, dan sebagainya untuk
mencapai tujuan bersama dalam suatu kerangka tujuan pokok
perusahaan/organisasi.
4. Good Image Maker, menciptakan citra atau publikasi yang
positif merupakan prestasi, reputasi dan sekaligus menjadi
tujuan utama bagi aktivitas Public Relations dalam
melaksanakan manajemen kehumasan membangun citra atau
nama baik lembaga/organisasi dan produk yang diwakilinya.
Peranan tersebut sebagai penghubung antara perusahaan dengan
khalayak internal (karyawan) dan khalayak eksternal (audience),
selain itu juga dapat pula membina hubungan yang positif dan
saling menguntungkan dengan publiknya. (2008:26).
Mesjid Besar Asy-Syuhada berupaya menjalin hubungan baik dengan
masyarakatnya dengan berbagai cara salah satunya dengan memberikan pelayanan
peribadatan dan Sosial kemasyarakatan diantaranya sarana dan prasarana ibadah juga
perbaikan inprastruktur guna untuk kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Adityaromantika, Seseorang dikatakan berminat terhadap sesuatu
apabila individu itu memiliki beberapa unsur antara lain :
1. Perhatian
Seseorang dikatakan berminat apabila seseorang disertai adanya
perhatian, yaitu kreativitas jiwa yang tinggi yang akan sematamata tertuju pada suatu objek, jadi seseorang yang berminat
terhadap seseuatu objek pasti perhatiannya akan memusat
terhadap seseuatu objek tersebut.
13
2. Kesenangan
Perasaan senang terhadap sesuatu objek baik orang atau benda akan
menimbulkan minat pada diri seseorang, seseorang merasa tertarik
kemudian pada saatnya timbul keinginan yang dikehendaki agar
objek tersebut menjadi miliknya. Dengan demikian maka individu
yang bersangkutan berusaha untuk mempertahankan objek tersebut.
3. Kemauan
Kemauan yang dimaksud adalah dorongan yang terarah pada suatu
tujuan yang dikehendaki oleh akal pikiran. Dorongan ini akan
melahirkan timbulnya suatu perhatian terhadap suatu objek.
(2010:12)
Untuk mengetahui hubungan antara peran Public Relations DKM Mesjid
Besar Asy-Syuhada dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat dapat dilihat dari
kerangka pemikiran yang dibuat untuk memberikan gambaran secara abstrak
sehingga akan didapat pemahaman serta hasil yang lebih nyata dari penjabaran
kerangka pemikiran,.
Kerangka pemikiran ini akan memberikan gambaran bahwa komunikasi
organisasi yang dilakukan public relations DKM Mesjid Besar Asy-Syuhada dalam
memenuhi perannya dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat.
Berikut kerangka pemikiran yang dibuat untuk mengetahui hubungan antara
komunikasi organisasi dalam meningkatkan minat ibadah masyarakat sebagai salah
satu peran Public Relations DKM Mesjid Besar Asy-Syuhada dalam meningkatkan
minat ibadah masyarakat.
14
Gambar 1.1
BAGIAN KERANGKA PEMIKIRAN
Peran Public Relations DKM Mesjid Besar Asy-Syuhada dalam meningkatkan minat ibadah
masyarakat Cikampek
Teori Hubungan
Manusia (2009:39)
Variabel X
Public Relations
1.
2.
3.
4.
Communicator
Relationship
Backup Manajemen
Good Image Maker
1. Communicator
a. Menjadi komunikator
penyampaian informasi yang
efektif
b. Kompeten sebagai
Komunikator
2. Relationship
a. Menjalin hubungan dengan
karyawan dan mampu
menciptakan hubungan
saling menguntungkan
b. Mampu menciptakan
hubungan saling percaya
3. Back Up Manajemen
a. Mampu melaksanakan Visi
Misi dan target manajemen
b. Ikut mendukung dan mampu
memback up manajemen
saat sedang krisis
4. Good Image Maker
a. Menjaga citra positif
Variabel Y
Minat
1. Perhatian
2. Kesenangan
3. Kemauan
1. Perhatian
a. Kreativitas jiwa yang tinggi
b. perhatiannya akan memusat
terhadap seseuatu objek
2. Kesenangan
a. Perasaan senang akan
menimbulkan minat pada diri
seseorang
b. Jika timbul keinginan yang
dikehendaki agar objek
tersebut menjadi miliknya
c. individu yang bersangkutan
berusaha untuk
mempertahankan objek
tersebut
3. Kemauan
a. dorongan yang terarah pada
suatu tujuan yang
dikehendaki oleh akal pikiran
b. timbulnya suatu perhatian
terhadap suatu objek
Download

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Pada era modern