Bab 1 - Widyatama Repository

advertisement
 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini persaingan industri telekomunikasi semakin kompetitif, teknologi
informasi berkembang dengan pesat dimana perkembangan teknologi digital
dengan percepatan akses yang sedemikian besar telah memberikan kemajuan
dibidangnya.Perkembangan teknologi yang semakin canggih ini menuntut semua
orang untuk dapat mengikutiperkembangan tersebut, tidak terkecuali sumber daya
manusia disuatu perusahaan.Jika dilihatdari keberhasilan suatu perusahaan
teknologi dan informasi, maka tidak terlepas dari faktor utama, yaitu sumber daya
manusia, yang merupakan aspek terpenting dalam perusahaan diantara sumber
daya yang lainnya.Oleh karena itu perusahaan harus mampu mengelola sumber
daya manusia secara efektif dan efisien sehingga tujuan perusahaan dapat
dicapai.Tercapainya suatu tujuan dalam perusahaan bekaitan erat dengan
profesionalitas kerja karyawan yang mampu bertanggung jawab terhadap
pekerjaanya.Menyadari peranan karyawan yang sangat penting dalam suatu tujuan
perusahaan, maka perusahaan harus melakukan pengembangan utuk karyawan
dengan melakukan pelatihan dan pemberian motivasi sebagai salah satu upaya
meningkatkan kinerja karyawannya.Dengan menerapkan sistem tersebut diharapkan
karyawan dapatmelaksanakan tugasnya dengan baikdan bertanggung jawab ataspekerjaan
sehingga mampumeningkatkan kinerja dengan optimal.
Pelatihan menurut Dessler (2010:280) adalah “Proses mengajarkan karyawan
baru atau yang ada sekarang, keterampilan dasar yang mereka butuhkan untuk
menjalankan pekerjaan mereka”.Sedangkan menurut Hasibuan (2002:69)
mengemukakan bahwa “Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang
menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di
luar sistem pendidikan yang berlaku, dalam waktu yang relatif singkat dan dengan
metode yang lebih mengutamakan latihan daripada teori”.
1 2 Dan menurut Noe (2006:257) dalam bukunya yang berjudul “Human
Resources management of job related knowledge, skills, and behavior by
employees” pelatihan merupakan upaya memfasilitasi pengetahuan karyawan
tentang pekerjaan, keterampilan dan perilaku mereka.Pada dasarnya perusahaan
sangat mengaharapkan karyawan yang mampu, cakap, dan terampil dalam
melakukan pekerjaannya.Oleh karena itu selain diberikannya pelatihan kepada
karyawan, pemberian motivasipun sangat mempengaruhi tingkat tinggi rendahnya
kinerja karyawan dalam bekerja.
MenurutNawawi (2000:351)“Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong
atau menjadi sebab seseorang melakukan suatu perbuatan atau kegiatan, yang
berlangsung secara sadar”. Sedangkan menurut Robbins dalam Winardi
(2004:1)“Motivasi adalah kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi untuk
mencapai tujuan-tujuan keorganisasian,yang dikondisikan oleh kemampuan
upaya, untuk memenuhi kebutuhan individual tertentu dengan tujuan untuk dapat
meningkatkan kinerja para karyawannya”.
Menurut Mangkunegara (2007:69)“Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas
dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya
sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Sedangkan menurut
Istiningsih (2006:24)“Kinerja adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas
maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan”.Dan menurut
Hasibuan (2002:160)“Kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dicapai
seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya atas kecakapan, usaha dan
kesempatan”.
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) yang merupakan salah satu
perusahan persero milik Negara (BUMN).Perusahaan persero ini merupakan
perusahaan yang menyediakan layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di
Indonesia.Telkom menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak
(fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixedwireless), layanan
telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi baik secara
langsung maupun melalui anak perusahaan.Salah satu produk jasa akses internet
3 Telkom adalah Telkom Speedy.Speedy adalah layanan akses internet end to- end
berkecepatan tinggi yang berbasis teknologi akses Asymmetric Digital Subsciber
Line (ADSL), yang memungkinkan terjadinya komunikasi data suarasecara
bersamaan (simultan) melalui satu saluran biasa (pada media jaringan akses kabel
tembaga).
PT.
TELKOM
Divisi
Access
Network
Site
Operation
Bandung
Timurmemilikipelanggan speedy yang cukup banyak, dimana pada setiap
jaringanmemungkinkan akan terjadinya error. Dikarenakan adanya masalah
tersebut makasolusi yang tepat adalah memonitor gangguan speedy yang masuk
dari pelangganyang kemudian akan dilaporkan kepada para teknisi yang terlatih
untukmemperbaiki gangguan yang terjadi.
Untukmeningkatkan kinerja karyawan, PT Telkom telah melakukan berbagai
upaya pelatihan, salah satunya dengan melakukan pendidikan dan latihan (diklat)
yang tujuannya adalah untuk menambah pengalaman dan pengetahuan karyawan
dalam halproduk Speedy, selain itu Telkom melakukan pelatihan pembelajaran
kepada karyawan dalam sebuah programyaitu situs e-learningsebagai satu media
pembelajaran
karyawan
di
lingkungan
perusahaan.Telkom
e-learning
diproyeksikan untuk menjadi media pembelajaran dan penyampaian informasi
secara cepat dan massal.Selain itu media e-learning dapat dijadikan alat untuk
pembekalan
sehingga
diharapkan
karyawan
mempunyai
kemampuan/
pengetahuan dasar yang seragam dari sebuah materi / kompetensi tertentu yang
dimaksudkan agar dapat memenuhi standar kerja yang telah di tetapkan oleh
perusahaan.
Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan mampu
memberikan andil positif terhadap semua kegiatan perusahaan dalam mencapai
tujuannya, Telkom berupaya memberikan motivasi yang diberikan perusahaan
pada karyawanya yaitu adanya pemberian penghargaan untuk karyawan atau unit
yang berprestasi dalam rangka meningkatkan produktivitas pegawai yang meliputi
penghargaan keagamaan seperti pemberian program umrah untuk karyawan yang
berprestasi, penghargaan prestasi individu, dan penghargaan prestasi unit. Hal
4 yang diberikan perusahaan diharapkan mampu untuk meningkatkan kinerja dan
kualitas kerjanya.
Namun hal tersebut masih belum sesuai dengan perfomansi di lapangan,
masih banyaknya pengguna speedy yang belum puas atas pelayanan yang
diberikan, terlihat dari banyaknya keluhan dari para pelanggan Speedy.hal
tersebut dapat dilihat dari table berikut:
Tabel 1.1
KELUHAN PELANGGAN STO BANDUNG TIMUR 2012
NO
KELUHAN
PELANGGAN
1
Pengaduan Gangguan Network
2854
2
Pengaduan Tagihan/Billing
927
3
Pengaduan Proses Aktivasi
1500
3
Pengaduan Buka Tutup Isolir
141
4
Pengaduan Akses Lambat
2029
5
Pengaduan Produk Speedy
1000
6
Lambatnya Penanganan
225
7
Lain – Lain
426
JUMLAH
9102
Sumber :PT Telkomarea Bandung Timur
Dapat dilihat dari table diatas bahwa masih banyaknya tiket gangguan yang
masuk pada STO Bandung Timur, dari table diatas menunjukkan bahwa
banyaknya keluhan tertinggi pelanggan adalah dari gangguan network dan akses
jaringan yang lambat.Selain itu masih banyaknya pengaduan pelanggan masalah
proses aktivasi dan produk speedy , begitupula masih adanya pengaduan ketidak
akurasian Tagihan/ Billing Speedy dan lambatnya penanganan oleh teknisi speedy
pun merupakan salah satu masalah yang terjadi pada STO Bandung Timur.
5 Tabel 1.2
Performansi POJ Tahun 2012
Bulan
FEB
MRT
APR
MEI
JUN
JUL
AGST
SEP
OKT
NOV
DES
SPEEDY
77,57
%
81,75
%
81,70
%
78,65
%
73,23
%
87,39
%
90,59
%
88,42
%
88,39
%
71,40
%
70,36
%
GROOVIA
80,53
%
77,49
%
83,07
%
90,79
%
91,14
%
90,80
%
84,17
%
82,00
%
89,62
%
82,22
%
81,43
%
POTS
67,89
%
82,57
%
83,49
%
85,59
%
85,24
%
91,36
%
86,29
%
88,49
%
81,38
%
77,90
%
71,05
%
MAINTENANCE
103,4
2%
104,6
2%
105,7
3%
105,2
7%
104,8
5%
104,6
5%
104,5
7%
94,02
%
94,22
%
89,91
%
87,63
%
Performansi
Sumber :POJ PT. Telkom area Bandung Timur
Dari table diatas dapat dilihat bahwa Performansi Pelayanan Operasional
Jaringan Speedy tiap semester tidak ada yang mampu mencapai performansi
100%, Padahal menurut pihak Telkom produk Speedy merupakan core
competency ditahunnya.Bila dilihat dari performansi Groovia tidak ada yang
mampu mencapai performansi 100%.Dan apabila dilihat dari table performansi
POTS sepanjang tahun tersebut belum ada yang mampu mencapai tolak ukur
POTS 100%.Dan yang terakhir dapat dilihat dari maintenance pelaksanaan
pemeliharaan dari bulan ke bulan mengalami naik turun, hal tersebut sangat
berpengaruh pada pelayanan operasional jaringan terhadap performansi Speedy,
Groovia dan POTS.Jika dilihat dari keseluruhan performansi POJ, hal ini
menandakan bahwa STO Bandung Timur masih banyaknya tingkat gangguan
pelayanan, maka STO Bandung Timur harus mampu untuk mencapai target demi
menekan angka tiket gangguan pelayanan.
Dengan adanya penurunan performansi Pelayanan Operasional Jaringan, maka
hal tersebut menandakan bahwa kinerjakaryawan perusahaan masih kurang
maksimal dan perlu adanya perbaikan secara menyeluruh.
Kinerja karyawan selain dipengaruhi oleh faktor pelatihan, juga dapat
dipengaruhi oleh faktor motivasi.Berdasarkan uraian diatas, terdapat keterkaitan
6 antara pelatihan karyawan, motivasi dan kinerja karyawan pada suatu perusahaan,
maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai:
“HUBUNGAN PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA
KARYAWAN PADA PT TELKOM SPEEDY STO BANDUNG TIMUR”
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian diatas penulis mengidentifikasikan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana tanggapan karyawan mengenai pelatihan, motivasi dan kinerja
karyawan pada PT Telkom Speedy STO Bandung Timur?
2. Bagaimana hubungan pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT Telkom
Speedy STO Bandung Timur?
3. Bagaimana hubungan motivasi terhadap kinerja karyawan pada
PT Telkom
Speedy STO Bandung Timur?
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang serta identifikasi masalah diatas, maka penelitian
ini dimaksudkan sebagai syarat yang harus ditempuh oleh penulis dalam rangka
menempuh
sidang
sarjana
Fakultas
Bisnis
Manajemen
di
Universitas
Widyatama.Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui tanggapan karyawan mengenai pelatihan, motivasi dan kinerja
karyawan pada PT Telkom Speedy STO Bandung Timur.
2. Untuk mengetahui hubungan pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT
Telkom Speedy STO Bandung Timur.
3. Untuk mengetahui hubungan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT Telkom
Speedy STO Bandung Timur.
7 1.4 Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan akan menambah kegunaan sebagai berikut:
1. Penulis, untuk lebih memahami secara mendalam mengenai masalah yang
menyangkut pelatihan, motivasi dan kinerja serta untuk mempelajari cara – cara
penerapan teori yang penulis peroleh selama mengikuti perkuliahan.
2. Perusahaan, sebagai salah satu masukan dan bahan pertimbangan dalam
mengambil keputusan terhadap berbagai masalah yang muncul dalam perusahaan
yang menyangkut pelatihan, motivasi dan kinerja.
3. Pihak lain, penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambah sumber
informasi yang akan bermanfaat dalam penelitian selanjutnya di bidang sumber
daya manusia.
Download