Modul 26 manajemen inv dan ps modal-ok

advertisement
MODUL MATA KULIAH : MANAJEMEN INVESTASI DAN PASAR MODAL
Mata Kuliah
: Manajemen Investasi dan pasr modal
Dosen
: Yuhasril, SE, ME
Semester/ TA
: Ganjil / T.A 2012/2013
Materi Kuliah
: Pasar Forward dan Future
Pertemuan
: 26
Fakultas/Jurusan : Ekonomi dan Bisnis / S I Manajemen
Program studi Ilmu Manajemen PKK Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Mercu Buana Jakarta.
Tahun 2012
‘13
1
Manajemen Investasi dan Pasar Modal
Yuhasril, SE, ME.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Konsep Dasar Operasi Margin
o
Margin adalah sejumlah uang tunai atau sekuritas setara uang tunai yang di deposit
investor kepada broker (perusahaan efek/investment banking).
Saldo dalam rekening atau dalam pembukuan margin disesuaikan setiap hari (mark-to-
o
market).
Margin akan meminimalkan kemungkinan kerugian karena kegagalan menepati janji
o
dalam kontrak.
PENILAIAN KONTRAK KOMODITI BERJANGKA
( VALUATION OF COMMODITY FUTURES CONTRACTS )
Semua perjanjian dalam kontrak dinilai berdasarkan “arbitrage pricing model.” Untuk
dapat memahami bagaimana nilai ditentukan dengan model ini, misalkan arbitrager membeli
satu kontrak komoditi di pasar tunai pada harga tertentu (So) dan secara simultan melakukan
transaksi di kontrak berjangka dan menjualnya pada satu harga tertentu (F o) pada tanggal
tertentu t tahun-tahun yang akan datang.
Sepanjang umur kontrak (selama kontrak belum jatuh tempo),
si arbitrager dijamin akan
mendapat tingkat pengembalian berdasarkan hubungan sebagai berikut:
Fo
 (1 r ) t
So
Oleh karena tingkat pengembalian ini terjamin, si arbitrager tidak mempunyai risiko.
Basis, Convergence, Calender Spread, and the Relationship between Futures Contract Prices
and Expected Future Spot Prices
The Spot-futures parity theorem dapat digunakan untuk menjelaskan karakteristik pasar
berjangka (futures market) sebagai berikut:
1. The price of a futures contract will not necessarily be the same as the price of the underlying
commoditi in the spot market because of the cost-of-carry. It costs arbitragers to carry (hold)
a commodity. Artinya harga kontrak berjangka tidak harus sama dengan harga komoditi
induk
di pasar tunai karena adanya biaya yang tidak dapat dielakkan karena adanya
komoditi induk.
‘13
3
Keharusan menyediakan komoditi induk memaksa si pelaku arbitrase
Manajemen Investasi dan Pasar Modal
Yuhasril, SE, ME.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Ada beberapa teori yang berbeda tentang bagaimana harga berjangka ditentukan untuk
komoditi yang gampang rusak (perishable goods) yaitu:
a. The net hedging hyphotesis. Pada setiap pasar komoditi, selalu terdapat produsen dan
processor komoditi.Kedua pihak cenderung menghindari risiko harga. Para produsen ingin
menjual futures contracts menggunakan komoditi yang akan mereka panen di masa yang
akan datang untuk memenuhi kewajiban mereka menyerahkan komoditi. Si processor
(pihak yang menggunakan komoditi sebagai bahan baku dalam usahanya) pada sisi lain,
membeli futures contracts untuk memastikan (mematok) harga bahan baku yang
dibutuhkannya di masa yang akan datang. Selanjutnya, di pasar berjangka terdapat para
spekulator yang dapat melakukan long (membeli) dan short (menjual) kontrak berjangka
sesuai dengan antisipasi/harapan mereka mengenai pergerakan harga yang akan datang
dan juga para arbitrager yang membeli contracts long atau menjualnya short jika mereka
melihat harga futures/spotmispricing sehingga menghasilkan profit tanpa risiko.
The net hedging hyphotesis
menyatakan bahwa apakah harga berjangka diatas atau
dibawah nilai harga tunai komoditi induk yang diharapkan di masa yang akan datang akan
tergantung apakah “natural” hedgers di pasar adalah produsen atau processor komoditi.
Apabila kontrak berjangka lebih banyak dijual oleh produsen yang akan menyerahkan
komoditi dari hasil penennya, normal backwardation membuat harga kontrak berjangka
dibawah harga tunai komoditi berjangka di masa yang akan datang (Fo < Ss). Sebaliknya
jika kebanyakan kontrak berjangka dibeli oleh pemakai (processor) komoditi, maka terjadi
contango yang artinya bahwa pasar didominasi pembeli kontrak berjangka yang membuat
harga kontrak diatas harga tunai yang diharapkan di masa yang akan datang (Fo > Ss).
Normal backwardation seringkali terjadi ketika komoditi tidak dapat dijual short mencegah
terjadinya arbitras tanpa risiko (riskless arbitrage).
b. Modern Portfolio Theory
Teori portfolio moderen menyarankan bahwa nilai sekarang komoditi yang di panen (S o)
harus sama dengan nilai sekarang harga tunai (seasonal) yang diharapkan di masa yang
akan datang (St):
‘13
5
So =
St
(1 rc ) t
Manajemen Investasi dan Pasar Modal
Yuhasril, SE, ME.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Download