Lembaga Kepresidenan
di Indonesia
Matakuliah
Lembaga-Lembaga Negara Indonesia
29 Oktober 2015 -Yunani Abiyoso
Sistem Pemerintahan
UUD 1945
Sistem sendiri
Konstitusi RIS 1949
Parlementer
UUDS 1950
Parlementer
UUD 1945 amandemen
Presidensil
Pengisian Jabatan
Pemilihan
Perwakilan
Pergantian
Pemangkuan Sementara
Pemilihan Presiden RI
Pasal 69 Konstitusi
RIS
• Melalui lembaga
pemilih
• Berisikan orangorang yang
dikuasakan oleh
pemerintah daerah
bagian
Pasal 6 UUD 1945
Sebelum Amandemen
• Melalui MPR
• Suara terbanyak
Pasal 6A UUD 1945
Setelah Amandemen
• Ayat (1) dan (2)
mengenai
pencalonan
• Ayat (3) dan (4)
mengenai
pemenangan
pasangan calon Pres
& Wapres
Pengisian Kekosongan
Jabatan Presiden
Perwakilan
Berhalangan Sementara
• Sakit
• Cuti
• Kunjungan Luar Negeri
Pergantian
Berhalangan Tetap
Pemangkuan
Sementara
• Mangkat
• Berhenti / Diberhentikan
• Tidak dapat melaksanakan
kewajibannya (inability)
Apabila berhalangan sementara..
dengan Cara Perwakilan
Pasal 72 Konstitusi RIS
 Moh.Yamin : UUD 1945 tidak
berbicara pengisian kekosongan
jabatan presiden dengan perwakilan
 Keprres No.8 Tahun 2000
• Jika berhalangan, Presiden
menunjuk PM menjalankan
pekerjaan sehari-hari
 Dalam hal Presiden akan berkunjung
ke luar negeri, menerbitkan Keppres
yang isinya menunjuk Wapres sebagai
pelaksana tugas pemerintahan seharihari.
 Tugas pemerintahan sehari-hari :
 Memimpin rapat
 Seremonial: menerima tamu negara,
dll
Pasal 48 UUDS 1950
• Isi sama dengan Pasal 8
UUD 1945
Dengan Cara Pergantian
Pasal 8 UUD 1945
sebelum amandemen
• Mangkat
• Berhenti
• Tidak dapat
melakukan
kewajibannya.
Jimly Asshiddiqie:
Berhenti dapat diartikan tiga :
- Berhenti keinginan sendiri
- Berhenti berdasarkan permohonan
- Diberhentikan
Pasal 8 (1) UUD 1945
setelah amandeman
• Mangkat
• Berhenti
• Diberhentikan (lihat
Pasal 7A)
• Tidak dapat
melakukan
kewajibannya
Dengan Cara Pemangkuan Sementara
 Mungkin saja terjadi Presiden dan Wapres sama-sama
berhalangan tetap.
 Mekanisme Triumvirat
 Pasal 8 ayat (3)
Tugas kepresidenan dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri,
Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan
 TAP MPR No. VII/MPR/1973
Kekuasaan Presiden
di Indonesia
Kekuasaan Presiden
sebagai
Kepala
Pemerintahan
sebagai
Kepala
Negara
Kekuasaan Presiden
Kekuasaan
penyelenggaraan
pemerintahan
Kewenangan
konstitusional
lainnya
Kekuasaan
dalam hubungan
luar negeri
Kekuasaan di
bidang
perundangundangan
Kekuasaan di
bidang yudisial
Kekuasaan Penyelenggaraan
Pemerintahan
 Pasal 4 ayat (1) UUD 1945
 “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan
pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar”
 Pasal 4 ayat 2) UUD 1945
 “Dalam melaksanakan kewajibannya Presiden
dibantu oleh satu orang Wakil Presiden”
Kekuasaan Penyelenggaraan
Pemerintahan
Menyelenggarakan tata usaha
(administrasi) pemerintahan:
surat, dokumen, anggaran,
pembangunan, izin
Menyelenggarakan
pelayanan umum
Menyelenggarakan
kesejahteraan umum
Menyelenggarakan
keamanan dan ketertiban
umum
Kekuasaan di Bidang Perundangundangan
Mengajukan rancangan
undang-undang
• Pasal 5 ayat (1) UUD 1945
Menetapkan Peraturan
Pemerintah, untuk
menjalankan UU
sebagaimana mestinya
• Pasal 5 ayat (2) UUD 1945
Menetapkan peraturan
pemerintah pengganti
undang-undang
• Pasal 22 UUD 1945
Kekuasaan di
Bidang Yudisial
Grasi
Rehabilitasi
• kewenangan memberi
pengampunan
• dengan cara meniadakan atau
mengubah atau mengurangi
pidana bagi seorang yang
dijatuhi pidana dan telah
memperoleh kekuatan hukum
tetap.
• tidak meniadakan kesalahan
tetapi mengampuni kesalahan
• dengan memperhatikan
pertimbangan MA
• Kewenangan untuk
mengembalikan pada
kedudukan atau keadaan
semula seperti sebelum
seseorang dijatuhi pidana atau
dikenai pidana
• dengan memperhatikan
pertimbangan MA
Kekuasan di
Bidang Yudisial (2)
Abolisi
Amnesti
• kewenangan untuk
meniadakan penuntutan.
• tidak menghapuskan sifat
pidana suatu perbuatan, tetapi
Presiden dengan
pertimbangan-pertimbangan
tertentu menetapkan agar
tidak diadakan penuntutan
atas perbuatan pidana tersebut
• dengan memperhatikan
pertimbangan DPR
• kewenangan untuk
meniadakan sifat pidana atas
perbuatan seseorang atau
kelompok orang.
• Mereka yang mendapat
amnesti dipandang tidak
pernah melakukan suatu
perbuatan pidana
• dengan memperhatikan
pertimbangan DPR
Kekuasaan Presiden dalam
Hubungan Luar Negeri
Perjanjian dengan negara lain
(harus dengan persetujuan DPR
jika perjanjian tersebut berakibat
luas, terkait dengan beban
keuangan negara, dan/atau
mengharuskan perubahan atau
pembentukan uu)
Menyatakan Perang dengan negara
lain (dengan persetujuan DPR)
Mengadakan perdamaian dengan
negara lain dengan persetujuan
DPR
Mengangkat duta dan konsul dan
menerima duta dan konsul
(dengan memperhatikan
pertimbangan DPR)
Kewenangan Lainnya
 Menetapkan dan mengajukan calon hakim konstitusi
 Menetapkan calon Hakim Agung yang diusulkan oleh KY
/ KomisiYudisial dengan persetujuan DPR
 Meresmikan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang
dipilih DPR atas dasar pertimbangan DPD
 Mengangkat dan memberhentikan anggota KY / Komisi
Yudisial dengan persetujuan DPR
 Memegang kekuasaan yang tertinggi atas angkatan darat,
angkatan laut dan angkatan udara
 Menyatakan keadaan bahaya yang syarat-syaratnya
ditetapkan dengan UU
 Memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda
kehormatan yang diatur dengan undang-undang
 Membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas
memberikan pertimbangan dan nasehat kepada Presiden
Download

Pengisian Jabatan Presiden