strategi pemasaran - Data Dosen UTA45 JAKARTA

advertisement
KEUNGGULAN
KOMPETITIF
DALAM BISNIS
ARIEFKA SARI DEWI, S.E., M.B.A.
KONSEP DAYA SAING

Memiliki daya saing merupakan
keharusan bagi suatu perusahaan. Tanpa
adanya daya saing yang dimiliki, sulit
bagi perusahaan untuk bertahan atau
memenangkan persaingan diantara
para kompetitornya.
KONSEP DAYA SAING

Daya saing mencakup aspek yang lebih luas dari
sekedar produktiivitas atau efisiensi pada level
mikro. Pelaku ekonomi bukan saja perusahaan,
akan tetapi juga pemerintahan dan rumah
tangga.

Hasil akhir dari meningkatnya daya saing
perekonomian adalah meningkatnya
kesejahteraan penduduk dalam perekonomian
tersebut.

Kunci dari konsep daya saing adalah kompetisi
dengan para kompetitor lainnya.
DEFINISI KEUNGGULAN
KOMPETITIF

Suatu perusahaan dikatakan memiliki
keunggulan kompetitif ketika perusahaan
tersebut mempunyai sesuatu yang tidak
dimiliki pesaing, melakukan sesuatu lebih
baik dari perusahaan lain, atau mampu
melakukan sesuatu yang tidak mampu
dilakukan oleh perusahaan lain.
ANALISIS
PESAING/KOMPETITOR

Perusahaan perlu melakukan analisis terhadap siapa pesaing
yang dihadapi, dimana pesaing ini dapat mempengaruhi
proses bisnis suatu perusahaan. Pesaing ada 2: Pesaing
langsung dan pesaing tidak langsung.

Pesaing langsung: pesaing yang memiliki hubungan langsung
dengan produk kita. Contoh: Air Asia dan Lion Air karena
sama-sama maskapai penerbangan bertarif rendah dan
melayani rute sejenis.

Pesaing tidak langsung: perusahaan yang memiliki produk
berbeda dengan produk kita, tetapi keberadaan produk ini
bersifat substitutif (produk pengganti). Contoh: Lion Air dan
Kereta Api. Konsumen yang biasanya menggunakan
maskapai bisa saja berpindah ke kereta api karena harga
lebih murah.
STRATEGI KEUNGGULAN
KOMPETITIF PORTER

Suatu keunggulan kompetitif muncul
ketika sebuah perusahaan dapat
menghasilkan produk yang sama
dengan yang dihasilkan oleh pesaingnya
dengan biaya yang rendah atau
menghasilkan produk/jasa yang berbeda
dan lebih baik dari yang dihasilkan
pesaingnya.
STRATEGI KEUNGGULAN
KOMPETITIF PORTER
STRATEGI BIAYA RENDAH
(COST LEADERSHIP)

Strategi dimana perusahaan menjual produk dan
jasanya kepada pelanggan dengan harga yang
lebih rendah dibandingkan dengan para
pesaingnya dan melayani pada cakupan
segmentasi lebih luas.

Contoh: Air Asia, Lion Air  melayani segala rute
umum

Strategi Keberhasilan: efisiensi biaya, menghindari
konsumen marjinal, kontrol terhadap R&D,
outsourcing, sistem distribusi biaya rendah, produk
didesain agar mudah dibuat.

Sumber Daya yang diperlukan: pengendalian
biaya yang ketat, laporan pengendalian
terperinci
STRATEGI DIFRENSIASI
(DIFFERENTIATION)

Strategi yang ditempuh oleh perusahaan dengan
cara menghasilkan produk atau jasa yang
berbeda atau unik dibandingkan dengan produk
para pesaingnya dan melayani pada cakupan
segmentasi lebih luas.

Contoh: BMW  melayani segmen mobil nonsport

Strategi Keberhasilan: kemampuan pemasaran,
kemampuan kreatif & inovatif, riset &
pengembangan, reputasi perusahaan dalam
kualitas produk, kemampuan teknologi.

Sumber Daya yang Diperlukan: koordinasi
diantara divisi riset & pengembangan dan
pemasaran, kerjasama dengan pihak distributor.
STRATEGI FOKUS BIAYA
(COST FOCUS)

Strategi yang digunakan perusahaan dalam
menjual barang atau jasa kepada pelanggan
dengan harga lebih murah dibandingkan para
pesaingnya dengan cakupan segmentasi yang
lebih sempit.

Contoh: Susi Air karena segmen pada
penerbangan perintis atau pedalaman dan
harga lebih murah dibandingkan pesaing seperti
Garuda dan Merpati.
STRATEGI FOKUS DIFERENSIASI
(DIFFERENTIATION FOCUS)

Strategi dimana perusahaan menjual produk dan
jasanya kepada pelanggan dengan harga yang
lebih rendah dibandingkan dengan para
pesaingnya dan melayani pada cakupan
segmentasi lebih sempit.

Contoh: Bugatti, Lamborghini  melayani segmen
mobil sport
MODEL KEUNGGULAN KOMPETITIFPANDANGAN SUMBER DAYA
Sumber Daya
Kompetensi
Kapabilitas
Keunggulan
kompetitif
(biaya atau
diferensiasi)
Penciptaan
nilai
perusahaan
MODEL KEUNGGULAN
KOMPETITIF-PANDANGAN
SUMBER DAYA

Kombinasi dari pengelolaan yang baik
atas sumber daya dan kapabilitas serta
pemilihan untuk menjalankan
keunggulan biaya atau keunggulan
diferensiasi akan menghasilkan
keunggulan kompetitif bagi perusahaan,
sehingga terciptanya nilai perusahaan.
DIMENSI KAPABILITAS
Pengetahuan dan keterampilan
karyawan
Pengetahuan yang tertanam dalam
sistem teknis (software, prosedur)
Sistem manajemen yang berlaku
Nilai dan norma
DAYA SAING=KEUNIKAN

1. Kemampuan finansial/keuangan: dimiliki oleh perusahaan
yang memiliki pendanaan kuat, mudah mendapatkan
pendanaan, kemampuan perusahaan untuk lebih mudah
menekan harga produk sehingga bisa bersaing.

2. Kemampuan menciptakan produk: dimiliki oleh
perusahaan yang mampu menciptakan produk berbeda
dibandingkan pesaingnya.

3. Kemampuan teknologi dan proses: memiliki ciri yang
berbeda dalam membuat produk. Contoh: mouse gaming

4. Kemampuan keorganisasian: dimiliki oleh perusahaan
dengan SDM kuat dan memadai, karyawan sensitif dengan
kemauan konsumen
PENGELOLAAN
SUMBER DAYA
MANUSIA
ARIEFKA SARI DEWI, S.E., M.B.A.
DEFINISI MANAJEMEN SUMBER
DAYA MANUSIA (msdm)

MSDM adalah serangkaian aktivitas organisasi yang
diarahkan ke usaha merekrut, mengembangkan,
dan mempertahankan angkatan kerja yang efektif
(Griffin, 2005)

MSDM adalah kebijakan dan praktik menentukan
aspek “manusia” atau SDM dalam posisi
manajemen, termasuk rekrutmen, seleksi, pelatihan,
memberi penghargaan, dan penilaian kinerja
(Dessler, 2003)

MSDM adalah aktivitas manajer untuk
menarik/merekrut dan mempertahankan karyawan
dan memastikan karyawan melakukan kinerja yang
tinggi dan berkontribusi dalam mencapai tujuan
organisasi (George dan Jones)

SDM menjadi faktor penentu keberhasilan
pelaksanaan organisasi yang efektif.
MENGAPA MSDM PENTING?

Memperkerjakan orang yang tepat untuk suatu
pekerjaan.

Karyawan yang diandalkan dapat melakukan
pekerjaan yang terbaik/tepat.

Tujuan organisasi dapat tercapai
AKTIVITAS MSDM
Rekrutmen
Kompensasi
Seleksi
Pelatihan dan
Pengembangan
Penilaian Kinerja
PERENCANAAN SDM
Titik awal dalam SDM adalah perencanaan.
Perencanaan SDM melibatkan analisis pekerjaan serta
peramalan permintaan dan penawaran tenaga kerja.
Perencanaan SDM adalah proses identifikasi dan analisis
yang dilakukan organisasi atau perusahaan terhadap
kebutuhan sumber daya manusia.
PROSES PERENCANAAN SDM
Melaksanakan analisis pekerjaan
Meramalkan permintaan tenaga kerja
Meramalkan penawaran tenaga kerja
Mengembangkan rencana untuk
menyesuaikan permintaan dan
penawaran.
1. MELAKSANAKAN ANALISIS
PEKERJAAN
Analisis Pekerjaan adalah prosedur untuk
menentukan tanggung jawab dan
persyarat keterampilan yang dibutuhkan
dari pekerjaan dan jenis orang yang
harus dipekerjakan untuk pekerjaan
tersebut. Analisis pekerjaan terdiri dari 2
bagian:
Deskripsi Pekerjaan: Evaluasi sistematis
terhadap tugas-tugas, lingkungan kerja,
dan perlengkapan yang berkaitan
dengan suatu pekerjaan tertentu.
Spesifikasi Pekerjaan: penjabaran
keterampilan, kemampuan, dan
2. MERAMALKAN PERMINTAAN
SDM

Setelah manajer memahami sepenuhnya
pekerjaan yang akan dilakukan dalam suatu
organisasi, manajer SDM dapat mulai
merencanakan kebutuhan SDM di masa depan.
Manajer mengawalinya dengan cara menilai
trend penggunaan SDM di masa lalu, rencana
organisasi di masa depan, dan trend ekonomi
secara umum.

Ramalan penjualan yang baik seringkali menjadi
dasar perhitungan kebutuhan SDM, terutama
pada organisasi kecil. Rasio historis kemudian
dapat digunakan untuk memprediksi permintaan
akan berbagai jenis karyawan.
3. MERAMALAN PENAWARAN
SDM

1. Meramalkan penawaran internal (internal
supply) adalah jumlah dan jenis karyawan yang
akan berada di perusahaan pada satu waktu
tertentu di masa mendatang.

2. Meramalkan penawaran eksternal: jumlah dan
jenis orang yang akan tersedia bagi proses
rekrutmen dari pasar tenaga kerja manapun.
4. MENYESUAIKAN
PENAWARAN DAN
PERMINTAAN SDM

Setelah membandingkan perminttaan mendatang dan penawaran
internal, manajer dapat membuat rencana untuk mengelola
kekurangan atau kelebihan staf yang telah diprediksikan.

Apabila terjadi kekurangan karyawan:

Karyawan baru dapat dipekerjakan

Karyawan yang ada dapat dilatih kembali dan dipindahkan ke
pekerjaan yang kekurangan tenaga kerja.

Orang-orang yang medekati masa pensiun dapat diyakinkan
untuk tetap bekerja.

Merekrut karyawan magang

Lembur

-outsourcing
Apabila terjadi kelebihan karyawan:
AKTIVITAS MSDM
Rekrutmen
Seleksi
Penilaian Kinerja
Pelatihan dan
Pengembangan
Kompensasi
1. REKRUTMEN

Rekrutmen adalah proses menarik orang-orang
yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan
lamaran atas pekerjaan yang belum terisi.
Sumber rekrutmen ada 2 yaitu internal dan
eksternal.

Rekrutmen internal: praktek mempertimbangkan
karyawan yang ada sebagai kandidat bagi
pekerjaan yang belum terisi.

Rekrutmen eksternal: praktek menarik orangorang dari luar organisasi untuk melamar
lowongan pekerjaan tertentu.
2. SELEKSI

Seleksi adalah proses memilih kandidat terbaik
yang sesuai dengan kualifikasi perusahaan
melalui serangkaian tes yang dilakukan.

Alat yang digunakan dalam Seleksi:

1. Wawancara

2. Tes kemampuan

3. Tes Kepribadian

4. Diskusi Kelompok

5. Referensi dari pihak lain.
3. PELATIHAN DAN
PENGEMBANGAN

Pelatihan adalah melatih anggota organisasi
bagaimana mereka bekerja pada kegiatan saat
ini dan membantu meningkatan pengetahuan
dan keterampilan secara efektif. Dengan kata
lain, pelatihan adalah mengajarkan keterampilan
untuk pekerjaan sekarang.

Pengembangan adalah membangun
pengetahuan dan keterampilan karyawan agar
mereka dipersiapkan untuk mengambil tanggung
jawab baru. Atau pengembangan adalah
mengembangkan dan mengajarkan
keterampilan untuk pekerjaan di masa yang akan
datang.
METODE PELATIHAN
Pelatihan
dalam kelas
On the job
training
Apprenticeship
• Pelatihan dilakukan di dalam ruang kelas dan
karyawan diberikan materi.
• Melatih seseoran untuk mempelajari sambil
mengerjakannya atau praktek.
• Suatu proses terstruktur dimana pekerja dilatih
menjadi terampil melalui kombinasi pengajaran
di kelas dan pelatihan langsung di pekerjaan.
METODE PENGEMBANGAN
Pengembangan
di dalam kelas
• Pengembangan
program eksekutif
On the job
training
• Melaksanakan
pekerjaan eksekutif
Pendidikan
formal
• Mengikuti perkuliahan
formal.
4. PENILAIAN KINERJA

Penilaian kinerja adalah evaluasi atas prestasi
kerja pekerjaan karyawan dalam rangka
menentukan sejauh mana karyawan melakukan
pekerjaan secara efektif dan memenuhi standar
yang ditetapkan. Tipe penilaian kinerja ada 4:

1. Penilaian berdasarkan karakteristik

2. Penilaian berdasarkan perilaku

3. Penilaian berdasarkan hasil
4. PENILAIAN KINERJABERDASARKAN KARAKTERISTIK

Manajer menilai kinerja karyawan
berdasarkan karakteristik pribadi yang
relevan dengan kinerja pekerjaannya
seperti kepribadian, keterampilan,
kemampuan.

Contoh: Pekerja pabrik diukur
kemampuannya melalui keterampilan
dalam mengoperasionalkan alat atau
mesin.
Seorang karyawan call center diukur
kinerjanya melalui cara menjawab
telepon.
4. PENILAIAN KINERJABERDASARKAN PERILAKU

Manajer menilai kinerja karyawan berdasarkan
pada perilaku ketika mengerjakan suatu
pekerjaan.

Contoh: pekerja sosial diukur kinerjanya seperti
bagaimana menghadapi klien dengan sabar,
rasa empati yang ditunjukkan, kontak mata.
4. PENILAIAN KINERJABERDASARKAN HASIL

Manajer melakukan kinerja berdasarkan hasil
akhir yang dicapai oleh karyawan.

Contoh: Pekerja pabrik diukur kinerjanya
berdasarkan seberapa banyak barang yang
dihasilkan.
5. KOMPENSASI

Kompensasi adalah penetapan imbalan yang
diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai
balas jasa atas pekerjaan dan tugas yang
dilakukan dalam perusahaan.

Sistem kompensasi ada 3:

1. Upah dan gaji

2. Insentif

3. Tunjangan
5. KOMPENSASI-UPAH DAN
GAJI

Upah adalah kompensasi dalam bentuk uang
yang dibayarkan berdasar jumlah waktu yang
digunakan untuk bekerja.

Contoh: Pekerja pabrik yang dibayar
berdasarkan jam kerja,

Gaji adalah kompensasi dalam bentuk uang
yang dibyara karena melaksanakan tanggung
jawab pekerjaan.

Contoh: Eksekutif mendapatkan gaji Rp 10 juta
sebulan walaupun dia bekerja 5 jam sehari.
5. KOMPENSASI-INSENTIF

Insentif merupakan program kompensasi khusus yang
dirancang untuk memotivasi kinerja karyawan yang
tinggi.

Insentif ada 4:

1. Bonus: insentif yang diberikan kepada karyawan ketika
mencapai target penjualan.

2. Merit salary system: insetif yang diberikan dengan
menghubungkan kompensasi dengan kinerja dalam
jabatan non-penjualan, seperti insentif karena prestasi di
luar pencapaian target penjualan.

3. Rencana laba-rugi: rencana insentif untuk
mendistribusikan kepada karyawan ketika laba
perusahaan naik di atas level tertentu.

4. Gainsharing plan: rencana insentif yang diberikan
kepada kelompok tertentu atas efisiensi kerja di
5. KOMPENSASI-TUNJANGAN

Tunjangan adalah kompensasi selain upah dan
gaji yang ditawarkan perusahaan kepada
karyawan.

Macam-macam tunjangan:

1. Tunjangan kesehatan

2. Tunjangan pensiun

3. Tunjangan melahirkan

4. Tunjangan kecelakaan kerja

5. Tunjangan Perumahan.
Download