Membuat Surat Kuasa SURAT KUASA - Jika seseorang tidak dapat

advertisement
Membuat Surat Kuasa
SURAT KUASA - Jika seseorang tidak dapat melaksanakan perbuatan
hukumnya sendiri karena sebab tertentu – misalnya sakit – maka orang lain
dapat mewakili kepentingan hukum orang tersebut melalui pemberian
kuasa. Kuasa semacam ini pada intinya memberikan kekuasaan kepada orang
lain untuk mewakili kepentingan hukum seseorang. Menurut pasal 1792
KUHPerdata, pemberian kuasa adalah:
“Suatu perjanjian dengan mana seseorang memberikan kuasa kepada orang lain,
yang menerimanya, untuk dan atas namanya menyelenggarakan suatu urusan.”
Menurut pasal 1795 KUH Perdata, jenis Pemberian Kuasa ada dua macam,
yaitu Kuasa Umum dan Kuasa Khusus.
Kuasa Umum
Kuasa Umum adalah pemberian Kuasa dari Pemberi Kuasa kepada Penerima
Kuasa untuk mewakili kepentingan hukum Pemberi Kuasa dalam menjalankan
pengurusan atas kepentingan seluruh harta kekayaan Pemberi Kuasa.
Kuasa Khusus
Berbeda dengan Kuasa Umum yang memberikan kuasa atas kepentingan yang
menyangkut seluruh harta kekayaan Pemberi Kuasa, dalam Kuasa Khusus yang
dikuasakan itu hanya berupa kepentingan hukum tertentu saja dari Pemberi
Kuasa. Misalnya, mewakili Pemberi Kuasa untuk melakukan penagihan hutang
kepada pihak lain atas nama Pemberi Kuasa.
Menurut pasal 1813
disebabkan karena:
KUHPer, berakhirnya
Pemberian
Kuasa dapat
“Pemberi Kuasa” Menarik Kembali Pemberian Kuasanya Secara Sepihak
Berbeda halnya dengan perjanjian, dimana penarikan kembali suatau
perjanjian tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh salah satu pihak
melainkan harus dengan persetujuan kedua belah pihak, dalam pemberian
kuasa pencabutan kembali pemberian kuasa itu dapat dilakukan oleh Pemberi
Kuasa secara sepihak tanpa persetujuan Penerima Kuasa. Pencabutan tersebut
dapat dilakukan oleh Pemberi Kuasa secara tegas maupun secara diamdiam. Pencabutan kuasa secara tegas dapat dilakukan misalnya dengan
menarik kembali surat kuasa yang diberikan dari Penerima Kuasa, atau
mengirimkan surat kepada Penerima Kuasa bahwa Pemberi Kuasa mencabut
kuasanya. Pencabutan kuasa secara diam-diam dapat dilakukan dengan cara
mengangkat Penerima Kuasa yang baru untuk urusan yang sama.
“Penerima Kuasa” Melepaskan Kuasanya
Seperti halnya Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa juga dapat melepaskan kuasa
yang diberikan kepadanya secara sepihak. Pencabutan kuasa oleh Penerima
Kuasa dapat dilakukan dengan cara memberitahukan maksud tersebut kepada
Pemberi Kuasa, baik secara lisan maupun dengan surat. Namun demikian,
pelepasan Pemberian Kuasa secara sepihak itu harus dilakukan oleh Penerima
Kuasa dalam suatu kondisi yang layak, dalam arti pelepasan Pemberian Kuasa
tersebut tidak akan mengakibatkan kerugian bagi si Pemberi Kuasa.
Meninggal dunia, dibawah pengampuan dan Pailit
Dengan meninggalnya salah satu pihak, dengan sendirinya Pemberian Kuasa
itu berakhir. Pemberian Kuasa tidak dapat dilanjutkan kepada ahli waris,
kecuali dibuat surat kuasa yang baru. Demikian pula dalam hal seseorang yang
statusnya tiba-tiba menjadi berada di bawah pengampuan atau dinyatakan
pailit, maka kapasitasnya sebagai Penerima Kuasa berakhir. Juga apabila
seorang perempuan yang berkedudukan sebagai Pemberi Kuasa atau Penerima
Kuasa, maka jika ia melakukan perkawinan dengan pihak lawannya dalam
Pemberian Kuasa itu, maka dengan sendirinya Pemberian Kuasa diantara
mereka berakhir. (legalakses.com).
Download