1. teori organisasi dan manajement bisnis Pengertian manajemen

advertisement
Nama : Dedi Priyatno
Nim : 14122008
Prodi : Sistem Informasi (Kls 22)
1. teori organisasi dan manajement bisnis
Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian.
a. Manajemen sebagai suatu proses
 yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu
dilaksanakan dan diawasi.
 yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain,
mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai
tujuan
 yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu
dengan melalui kegiatan orang lain.
b. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja
sama untuk mencapai suatu tujuan bersama
c. Manajemen sebagai ilmu ( science ) dan sebagai seni
Menurut Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The
function of the executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga
Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan Geroge R.
Terry serta menurut Marry Parker Follett menyatakan bahwa
manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain.
Penerapan/Ruang Lingkup:
a. Merencanakan (Planning)
Proses menetapkan sasaran dan tindakan untuk mencapai sasaran.
Contoh: Manajer memikirkan dengan matang terlebih dahulu sasaran dan
tindakan berdasarkan metode, rencana, atau logika dan bukan berdasarkan
perasaan.
b. Mengorganisasikan (Organizing)
Proses mempekerjakan dua orang atau lebih untuk bekerja sama
dalam cara terstruktur guna mencapai sasaran spesifik atau beberapa
sasaran. Contoh: Proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaan,
wewenang, dan sumber daya di antara anggota organisasi, sehingga
mereka dapat mencapai sasaran organisasi.
c. Memimpin (Actuiting).
Proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan
dengan pekerjaan dari anggota kelompok atau seluruh organisasi. Contoh:
Mengarahkan, mempengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk
melaksanakan tugas yang penting.
d. Mengendalikan (Controlling).
Proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan
aktivitas yang direncanakan. Contoh: Manajer harus yakin tindakan yang
dilakukan oleh anggota organisasi benar-benar menggerakkan organisasi ke
arah sasaran yang telah dirumuskan.
2. Prisip-prinsip organisasi
a. Perumusan Tujuan yang Jelas. Tujuan dan arah merupakan hal yang
sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi. Karena dari tujuan
ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun non
fisik.
b. Pembagian kerja. Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat
dengan jelas akan pembagian kerja dari masing-masing unit (sub)
organisasi, hal ini supaya tidak terjadinya tumpang tindih aktivitas dan
dapat menghambat tercapainya suatu tujuan.
c. Delegasi kekuasaan. Dengan adanya pembagian kerja tersebut yang jelas
maka akan telihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan
(wewenang) dari masing-masing unit kerja.
d. Rentang kekuasaan. Rentang kekuasaan merupakan penjabaran dari
pendelegasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolok ukur pun harus
menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris
kekuasaan atau kesewenangan kekuasaan tersebut.
e. Tingkat pengawasan. Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul
antar atasan dengan sub (unit) bawahannya harus lah terlihat dalam
struktur organisasi tersebut. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan
kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta.
f. Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Dengan tergambarnya struktur
organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat
pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan
delegasi (perintah) akan nampak.
g. Koordinasi. Ini pun harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu
organisasi. Koordinasi dari masing-masing divisi atau unit kerja akan
tercipta. Dengan demikian tujuan suatu organisasi ini akan semakin
cepat tercapai.
3. Prinsip pembagian kerja
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai
aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka
dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan
dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam
pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang,
pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi.
Berikut adalah contohnya:
a. Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda;
b. Setiap jenis lapangan kerja membutuhkan tenaga ahli yang berbedabeda;
c. Setiap pekerja memiliki pengalaman kerja yang berbeda;
d. Mentalitas pekerja yang berbeda;
e. Penggunaan waktu yang berbeda;
f. Latar belakang kehidupan, sosial, ekonomi, kebudayaan yang
berbeda;
g. Otak dan tingkat pendidikan yang berbeda.
Agar pembagian kerja dapat dilaksanakan dengan baik, tepat
dan akurat, maka manajemen seharusnya melaksanakan beberapa
kegiatan sebelum menerima dan merekomendasikan jabatan
tertentu pada setiap pegawainya. Yaitu:
a. Pengumuman penerimaan pwekerja;
b. Penilaian syarat-syarat administrasi, yakni lulusan pendidikann
formal, kursus-kursus, spesifikasi keilmuan yang dibutuhkan,
pengalaman, dan syarat-syarat lainnya yang diperlukan bagi
kelengkapan penilaian administrative, misalnya Indek Prestasi
Komulatif pencari kerja di bidangnya masing-masing;
c. Test tertulis mata pelajaran tertentu, yakni bidang umum dan
yang khusus;
d. Wawancara bagi yang lulus test tertulis;
e. Psikotest;
f. Matrikulari pelaksanaan jenis pekerjaan tertentu;
g. Mengikutsertakan pekerja dalam program pendidikan dan
pelatihan khusus bagi ilmu terapan sesuai jenis pekerjaannya;
h. Penilaian prestasi kerja;
i. Test kenaikan jabatan.
4. Prinsip manajemen
a. Pembagian Kerja (Division of Labour)
Pembagian kerja dalam suatu badan sangat diperlukan untuk
membedakan seseorang dalam suatu perusahaan, apakah ia pemimpin,
pelaksana, staf dan lain sebagainya. Baik buruknya pembagian kerja
banyak menentukan berhasil guna dan berdaya guna.
b. Kekuasaan (wewenang)
Responsibility)
dan
Tanggung
Jawab
(Authority
and
Setiap pejabat/pimpinan dalam suatu badan tertentu harus
mempunyai kekuasaan dan tanggung jawab. Kekuasaan, wewenang
(authority) adalah hak untuk mengambil keputusan sehubungan tugas
dan tanggung jawab atas pekerjaan yang dikerjakannya.
c. Disiplin (Discipline)
Disiplin merupakan sesuatu yang menjadi dasar bagi kekuatan
suatu badan atau perusahaan. Setiap pihak yang terlibat dalam suatu
badan harus ada kedisiplinan untuk melakukan suatu pekerjaan,
menaati peraturan yang dibuat oleh badan tersebut. Pimpinan harus
dapat memberi teladan kepada bawahan dengan jalan memenuhi
peraturan dan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.
d. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Untuk memperlancar pencapaian tujuan, perlu adanya kesatuan
perintah dari atasan kepada bawahan atau seorang pegawai menerima
perintah dari seorang atasannya.
e. Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Dengan prinsip kesatuan arah dimaksudkan seorang kepala dan
pegawainya tidak boleh bertentangan antara satu sama lain dalam
mencapai suatu tujuan secara keseluruhan.
f. Kepentingan Individu Harus Berada di Bawah Kepentingan
Umum ( Subordinate of Individual Interest to General Interest)
Prinsip ini dimaksudkan bahwa kepentingan umum atau perusahaan
secara keseluruhan harus berada di atas kepentingan pribadi.
g. Pembayaran Upah yang Adil (Remuneration of Personal)
Dalam pemberian upah kepada pegawai harus adil atau tidak
berat sebelah, ada dasar-dasar objektif dalam menetapkan upah
masing-masing pegawai.
h. Pemusatan (Centralization)
Suatu wewenang dapat dipusatkan dan dapat didelegasikan
kepada pejabat-pejabat tertentu untuk memperlancar jalannya suatu
perusahaan.
i. Rantai Skalar atau Scalar Chain (Line of Authority)
Dengan prinsip ini dimaksudkan bahwa garis wewenang dalam
suatu organisasi haruslah jelas.
j. Tata Tertib (Order)
Dalam melakukan suatu usaha harus ada ketertiban baik secara
material maupun orang-orang, sehingga ada aturan yang harus
dijalankan.
k. Keadilan (Equity)
Agar setiap bawahan setia kepada atasannya, maka
masingmasing atasan harus mempraktikkan keadilan yakni memberikan
kepada setiap orang apa yang menjadi haknya.
l. Stabilitas Pegawai (Stability of Tenure of Personal)
Keberadaan pegawai harus dijaga kestabilannya, jangan terlalu
sering pergantian pegawai, baik karena pemindahan atau pemecatan.
Ketidakstabilan pegawai akan menimbulkan pertambahan biaya, baik
merekrut, melatih dan juga untuk pengawasan.
m. Inisiatif (Initiative)
Setiap orang atau pegawai diberi kesempatan untuk
mengungkapkan atau menjalankan inisiatif, baik mengenai cara kerja,
prosedur kerja atau menjalankan rencana baru dalam pekerjaannya.
n. Jiwa Kesatuan (Esprits de Corps)
Pada diri setiap pegawai atau manajer perlu ditanamkan jiwa
kesatuan atau kesetiaan pada kelompok, sehingga dapat bekerja sama
pada sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama.
5. Gaya dan teknik manajemen
Manajer yang baik harus memiliki beberapa teknik yang berbeda
untuk mencapai tujuan tersebut. Berikut beberapa hal yang harus
diperhatikan:
a. Delegasi
Tidak ada yang bisa melakukan segalanya. Inilah sebabnya
mengapa Anda memiliki karyawan. Manajer harus menahan
keinginan untuk mencoba melakukan pekerjaan karyawan. Manajer
yang baik mampu melakukan delegasi terhadap pekerjaan yang dapat
dilakukan oleh bawahannya.
b. Manajemen konflik
Hal ini penting dikuasai karena orang-orang yang terlibat
kadang-kadang terjadi konflik. Manajer yang baik harus mampu
menemukan cara untuk menenangkan keadaan tersebut.
c. Konsultasi
Tidak ada orang yang bisa tahu segalanya. Sementara manajer
menjalankan kantor mungkin menjadi orang yang paling
berpengalaman, namun pengetahuan kolektif dan kemanfaatan dari
seluruh staf jauh lebih besar manfaatnya. Untuk alasan ini,
merupakan ide yang baik bagi manajer untuk berkonsultasi dengan
karyawan, terutama ketika membuat keputusan yang mungkin
mempengaruhi bagaimana mereka melakukan pekerjaan mereka.
d. Otokratis
Dalam beberapa situasi, gaya konsultasi dan kerjasama yang
santai harus dibuang. Manajer yang baik tahu kapan waktunya untuk
mulai mengeluarkan perintah tegas kepada karyawannya. Ini
semacam gaya otokratis yang paling sering dibutuhkan saat keadaan
darurat atau beberapa situasi yang tak terduga yang membutuhkan
penyesuaian yang cepat.
Download