ASPEK
KURIKULUM 1994
KBK
KTSP
KURTILAS
Pengembang
Kurikulum
Pusat Kurikulum
Pusat Kurikulum
Satuan Pendidikan
Satuan Pendidikan
Orientasi
Berorientasi pada
tujuan
Berorientasi pada
kompetensi
Berorientasi pada
kompetensi
Berorientasi pada
kompetensi, sikap,
keterampilan, dan
pengetahuan
berdasarkan proses
dan hasil.
Pendekatan
Pembelajaran
Berorientasi pada
GBPP
Dikembangkan oleh
pendidik secara
mandiri sesuai dengan
kebutuhan peserta
didik
Dikembangkan oleh
pendidik secara
mandiri sesuai dengan
kebutuhan peserta
didik
Dikembangkan oleh
pendidik secara
mandiri sesuai dengan
kebutuhan peserta
didik
Pengorganisasian Berpusat pada
Materi
bidang studi
Untuk kelas I, dan II
pembelajaran tematik.
Untuk kelas
selanjutnya diarahkan
pada keterpaduan
Untuk kelas I, II, dan III
pembelajaran tematik.
Untuk kelas
selanjutnya diarahkan
pada keterpaduan
Untuk jenjang SD
Tematik Terpadu
untuk kelas I-VI
Pendekatan
Penilaian
Mengutamakan
penilaian hasil
pembelajaran
Mengutamakan
penilaian proses dan
hasil pembelajaran
Mengutamakan
penilaian proses dan
hasil pembelajaran
Standar penilaian
menggunakan
penilaian otentik,
yaitu mengukur
semua kompetensi
sikap, keterampilan,
dan pengetahuan
berdasarkan proses
dan hasil.
Perangkat
Pembelajaran
Satuan pelajaran
dan rencana
pengajaran
Silabus dan Rencana
Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
Silabus dan Rencana
Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
Silabus dan Rencana
Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
Kurikulum 2013
Hasil Pendidikan
Pencapaian tujuan
Penguasaan
kompetensi
Penguasaan
kompetensi
kompetensi sikap,
keterampilan, dan
pengetahuan
Peran Pendidik
Instruktur
Mengelompokkan,
mengelaborasi,
mengembangkan
berbagai sumber
belajar
Mengelompokkan,
mengelaborasi,
mengembangkan
berbagai sumber
belajar
pendekatan ilmiah
(saintific approach),
yaitu standar proses
dalam pembelajaran
terdiri dari
Mengamati,
Menanya,
Mengolah,
Menyajikan,
Menyimpulkan, dan
Mencipta.
Teknologi
informasi dan
komunikasi
-
TIK sebagai mata
pelajaran
TIK sebagai mata
pelajaran
TIK (Teknologi
Informasi dan
Komunikasi) bukan
sebagai mata
pelajaran, melainkan
sebagai media
pembelajaran
Ekstrakulikuler
Pramuka tidak wajib
Pramuka tidak wajib
Pramuka tidak wajib
Pramuka wajib
Penjurusan
untuk jenjang
SMA/MA
Penjurusan mulai
kelas XI
Penjurusan mulai
kelas XI
Penjurusan mulai
kelas XI
Pemintan
(Penjurusan) mulai
kelas X
Bimbingan dan
Konseling
lebih pada
menyelesaikan
masalah siswa
lebih pada
menyelesaikan
masalah siswa
lebih pada
menyelesaikan
masalah siswa
lebih menekankan
mengembangkan
potensi siswa
Perbedaan kurikulum
PERBEDAAN ANTARA KBK, KTSP, DAN KURIKULUM 2013
Pengertian Kurikulum secara umum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian
dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. (BSNP,2006: 1).
 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil
belajar yang harus dicapai oleh siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemeberdayaan sumber daya
pendidikan( Depdiknas 2002). KBK merupakan sebuah konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan
kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat
dirasakan oleh siswa, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum 2004, adalah kurikulum dalam dunia pendidikan di
Indonesia yang mulai diterapkan sejak tahun 2004 walau sudah ada sekolah yang mulai menggunakan kurikulum
ini sejak sebelum diterapkannya. Secara materi, sebenarnya kurikulum ini tak berbeda dari Kurikulum 1994,
perbedaannya hanya pada cara para murid belajar di kelas.
Dalam kurikulum terdahulu, para murid dikondisikan dengan sistem caturwulan. Sedangkan dalam
kurikulum baru ini, para siswa dikondisikan dalam sistem semester. Dahulu pun, para murid hanya belajar pada
isi materi pelajaran belaka, yakni menerima materi dari guru saja. Dalam kurikulum 2004 ini, para murid dituntut
aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTek tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas,
meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi di sini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator, namun
meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan untuk semua. Dalam kegiatan di kelas, para siswa bukan lagi
objek, namun subjek. Dan setiap kegiatan siswa ada nilainya.
 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum
operasional pendidikan yang
disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan
oleh Undang-Undang Nomor
20
Tahun
2003
tentang
system
Pendidikan
nasional
dan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP
oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) danStandar Kompetensi
Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan
Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan
pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan. Secara khusus diterapkannya
KTSP adalah untuk :
1.
Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam menge,bangkan kurikulum,
mengelola, dan memberdayakan sumber daya yang tersedia;
2.
Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan
keputuasan bersama;
3.
Meningkatkan kompetensi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.
Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya
diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan
tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan
silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan
kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus
dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:

kerangka dasar dan struktur kurikulum,

beban belajar,

kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan

kalender pendidikan.
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL
meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan
kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar
nasional yang telah disepakati.
Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah
memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan
kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional.
Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli
dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang
disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
 Kurikulum 2013
Sedangkan kurikulum terbaru saat ini yang digunakan di Indonesia yaitu Kurikulum Tahun 2013, di mana
kurikulum ini lebih mirip dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Model kurikulum berbasis kompetensi ini
ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan
psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran. Walaupun hampir mirip dengan model Kurikulum
Berbasis Kompetensi, akan tetapi masih ada juga perbedaan-perbedaannya. Kurikulum dikembangkan dengan
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang mereka
miliki. Di dalam kurikulum ini memandang bahwa setiap peserta didik itu memiliki potensinya masing-masing yang
perlu digali dan dikembangkan, sehingga kelak potensinya tersebut dapat bermanfaat di dalam kehidupan si
peserta didik nantinya dalam bermasyarakat. Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa setiap
peserta didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa guru hanya
sebagai fasilitator saja. Peran peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran itu lebih diutamakan, sehingga
potensi-potensi yang ada di dalam diri peserta didik menjadi lebih tersalurkan dan dapat berkembang.
Penyelenggaraan pendidikan seperti yang disampaikan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik
sebagai generasi penerus bangsa di masa depan.
Perbedaan antara KBK, KTSP dan kurikulum 2013
KBK 2004:
 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
 Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi
Lulusan Mata Pelajaran
 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk Pengetahuan
 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
 Pengembangan kurikulum sampai pada silabus
 Tematik Kelas I dan II (mengacu mapel)
KTSP 2006:
 Pada KTSP, sekolah diberikan keleluasaan untuk mendelegasikan seluruh isi kurikulum melihat karakter, dan
potensi lokal, KTSP tetap menekankan kompetensi akan tetapi lebih dikerucutkan lagi dalam operasional dan
implementasinya di sekolah.
 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
 Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk Pengetahuan
 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
 Pengembangan kurikulum sampai pada komptensi dasar
 Tematik Kelas I-III (mengacu mapel)
Kurikulum 2013
 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan masyarakat
 Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan
 Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
 Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
 Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)
 Pengembangan kurikulum sampai pada buku teks dan buku pedoman guru
 Tematik integratif Kelas I-VI (mengacu kompetensi)