AC Charter SIMP 2013_bahasa Indonesia

advertisement
PIAGAM KOMITE AUDIT
PT SALIM IVOMAS PRATAMA Tbk
2013
Komite Audit PT Salim Ivomas Pratama Tbk (“Perusahaan”) dibentuk oleh
dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dalam rangka membantu
melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris, sesuai dengan ketentuan
dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(Bapepam-LK) dan sejalan dengan semangat tata kelola perusahaan yang
baik.
Piagam Komite Audit memuat tugas dan tanggung jawab serta wewenang;
komposisi, struktur dan persyaratan keanggotaan; tata cara dan prosedur
kerja; kebijakan penyelenggaraan rapat; sistem pelaporan kegiatan;
ketentuan mengenai penanganan pengaduan atau pelaporan sehubungan
dugaan pelanggaran terkait pelaporan keuangan; dan masa tugas Komite
Audit.
Piagam Komite Audit ini telah memenuhi ketentuan dalam Peraturan
Bapepam-LK Kep-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang
Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
MISI
Misi Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan
peran pengawasan dengan mengkaji laporan keuangan, sistem pengendalian
internal, proses audit, kepatuhan Perusahaan pada undang-undang dan
peraturan yang berlaku, kode etik dan inisiatif manajemen risiko Perusahaan.
ORGANISASI
Komite Audit bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. Komite
Audit akan memanfaatkan pekerjaan auditor internal dan auditor eksternal
dalam melakukan sebagian besar dari peran pengawasannya.
Seluruh laporan Komite Audit dapat direkomendasikan dengan keputusan
akhir yang berada pada Dewan Komisaris atau Direksi yang berwenang.
KOMPOSISI DAN STRUKTUR KEANGGOTAAN
Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris. Komite Audit
terdiri dari 3 (tiga) orang anggota, yakni Komisaris Independen sebagai ketua
Komite Audit dan Pihak dari luar Perusahaan.
PERSYARATAN KEANGGOTAAN
1. Wajib memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, pengetahuan,
pengalaman sesuai dengan bidang pekerjaannya, serta mampu
berkomunikasi dengan baik.
2. Wajib memahami laporan keuangan, bisnis perusahaan khususnya yang
terkait dengan layanan jasa atau kegiatan usaha Perusahaan, proses
audit, manajemen risiko, dan peraturan perundang-undangan di bidang
Pasar Modal serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya.
3. Wajib mematuhi kode etik Komite Audit yang ditetapkan oleh Perusahaan.
4. Bersedia meningkatkan kompetensi secara terus menerus melalui
pendidikan dan pelatihan.
5. Wajib memiliki paling kurang satu anggota yang berlatar belakang
pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi dan/atau keuangan.
6. Bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik, Kantor Konsultan
Hukum, Kantor Jasa Penilai Publik atau pihak lain yang memberi jasa
assurance, jasa non-assurance, jasa penilai dan/atau jasa konsultasi lain
kepada Perusahaan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir.
7. Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan
tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau
mengawasi kegiatan Perusahaan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir
kecuali Komisaris Independen.
8. Tidak mempunyai saham langsung maupun tidak langsung pada
Perusahaan.
9. Apabila anggota Komite Audit memperoleh saham Perusahaan baik
langsung maupun tidak langsung akibat suatu peristiwa hokum, maka
saham tersebut wajib dialihkan kepada pihak lain dalam jangka waktu
paling lama 6 (enam) bulan setelah diperolehnya saham tersebut.
10. Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perusahaan, anggota Dewan
Komisaris, anggota Direksi, atau pemegang saham utama Perusahaan.
11. Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung
yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perusahaan.
MASA TUGAS
Masa tugas anggota Komite Audit tidak boleh lebih lama dari masa jabatan
Dewan Komisaris dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode
berikutnya.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SERTA WEWENANG
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Komite Audit harus memastikan pemahamannya atas struktur Perusahaan,
pengendalian internal, dan jenis transaksi dalam upaya untuk melakukan
penilaian secara memadai atas risiko penting yang dihadapi Perusahaan.
Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris
terhadap temuan, mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian
Dewan Komisaris, dan melaksanakan tindakan lain yang berkaitan dengan
tugas Dewan Komisaris, yang meliputi, antara lain:
1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan
Perusahaan kepada publik dan/atau pihak otoritas antara lain laporan
keuangan, proyeksi, dan laporan lainnya terkait dengan informasi
keuangan Perusahaan.
2. Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundangundangan yang berhubungan dengan kegiatan Perusahaan.
3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat
antara manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikannya.
4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai
penunjukan Akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup
penugasan, dan fee.
5. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor
internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas
temuan auditor internal.
6. Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko
yang dilakukan oleh Direksi.
7. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan
pelaporan keuangan Perusahaan.
8. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait
dengan adanya potensi benturan kepentingan Perusahaan.
9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perusahaan.
WEWENANG, TATA CARA DAN PROSEDUR PELAKSANAAN TUGAS
DAN TANGGUNG JAWAB
1. Mengakses dokumen, data, dan informasi Perusahaan tentang karyawan,
dana, aset, dan sumber daya Perusahaan yang diperlukan.
2. Berkomunikasi langsung dengan karyawan, termasuk Direksi dan pihak
yang menjalankan fungsi audit internal, manajemen risiko, dan Akuntan
terkait tugas dan tanggung jawab Komite Audit.
3. Melibatkan pihak independen di luar anggota Komite Audit yang
diperlukan untuk membantu pelaksanaan tugasnya, apabila diperlukan.
4. Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN RAPAT
Komite Audit mengadakan rapat secara berkala paling kurang 4 (empat) kali
dalam 1 (satu) tahun yang hanya dapat dilaksanakan apabila rapat dihadiri
lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota.
Komite Audit dapat mengadakan pertemuan khusus dengan Manajemen,
Auditor Internal dan Auditor Eksternal. Komite Audit dapat mengundang
setiap pejabat dan/atau pegawai Perusahaan, Auditor Eksternal, penasihat
dari luar Perusahaan, penasihat Komite atau orang atau pihak lain untuk
menghadiri pertemuan dan mendapatkan informasi yang diperlukan.
Keputusan rapat Komite Audit diambil berdasarkan musyawarah untuk
mufakat dan setiap rapat Komite Audit dituangkan dalam risalah rapat,
termasuk apabila terdapat perbedaan pendapat (dissenting opinions), yang
ditandatangani oleh seluruh anggota Komite Audit yang hadir dan
disampaikan kepada Dewan Komisaris.
SISTEM PELAPORAN KEGIATAN
Komite Audit wajib membuat laporan kepada Dewan Komisaris atas setiap
penugasan yang diberikan dan wajib membuat laporan tahunan pelaksanaan
kegiatan Komite Audit yang akan diungkapkan dalam Laporan Tahunan
Perusahaan.
PENANGANAN
PENGADUAN
ATAU
PELAPORAN
SEHUBUNGAN
DUGAAN
PELANGGARAN
TERKAIT
PELAPORAN KEUANGAN
Tanggung jawab utama Komite Audit adalah untuk mengawasi atau menilai
kewajaran penyajian laporan keuangan Perusahaan dan proses pelaporan
yang tepat atas nama Dewan Komisaris dan melaporkan hasil kegiatannya
kepada mereka.
Komite Audit harus mendiskusikan dengan manajemen, Auditor Internal, dan
Auditor Eksternal mengenai kewajaran dan efektivitas akuntansi dan
pengendalian keuangan, termasuk kebijakan dan prosedur Perusahaan untuk
menilai, memantau, dan mengelola risiko bisnis, dan program kepatuhan
terhadap hukum dan etika (termasuk Kode Etik Perusahaan). Setiap
pendapat yang diperoleh dari Auditor Internal dan Auditor Eksternal atas
keputusan Perusahaan memilih atau menetapkan kebijakan akuntansi atau
metode akuntansi harus mencakup pendapat terhadap kelayakan
keputusannya dan tidak hanya mencakup akseptabilitas pilihan atau metode.
Komite Audit harus menelaah kembali bersama Auditor Internal dan Auditor
Eksternal atas setiap masalah audit atau kesulitan atau hambatan yang timbul
dan tanggapan manajemen.
Komite Audit harus menerima laporan berkala dari Auditor Eksternal jika
terdapat hal yang penting terkait dengan kebijakan dan kegiatan Perusahaan,
dan semua perbaikan terhadap informasi keuangan yang terkait dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum yang telah dibicarakan dengan
manajemen.
Komite Audit harus membuat laporan kepada Dewan Komisaris mengenai
seluruh temuan, termasuk dugaan pelanggaran terkait dengan pelaporan
keuangan, beserta rekomendasi penanganan atas temuan tersebut.
PENUTUP
Piagam Komite Audit ini berlaku efektif sejak 24 Mei 2013.
Komite Audit harus meninjau kembali Piagam Komite Audit minimal setiap
tahun dan memperoleh persetujuan Dewan Komisaris.
Download