BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL Siaran Pers BKPM

advertisement
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
Siaran Pers
BKPM: Investor Juga Dapat Urus Surat Booking Tanah
Jakarta, 12 Oktober 2015 – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus
melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyukseskan layanan investasi 3
jam. Salah satu hal yang penting terkait dengan layanan PTSP Pusat adalah izin sektor
pertanahan. Menurut Kepala BKPM Franky Sibarani, BKPM akan memfasilitasi
kemudahan yang diberikan oleh Badan Pertanahan Nasional, sehingga dapat
terintegrasi dengan kemudahan-kemudahan yang diperoleh oleh sistem izin investasi 3
jam.
“Masalah pertanahan ini merupakan masalah yang sangat penting bagi para investor.
Jadi dengan melakukan simplifikasi di sektor ini, maka ini akan membuat layanan izin
investasi semakin lengkap,” ujar Franky saat berbincang dengan Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di kantor BKPM, Senin (12/10).
Presiden Joko Widodo sempat membandingkan kecepatan layanan investasi Indonesia
dengan Dubai yang hanya membutuhkan waktu 1 jam saja. Franky mengemukakan
bahwa di Dubai memang lebih cepat, namun investor hanya mendapatkan akta
pendirian perusahaan saja. “Jadi 1 jam untuk 1 produk hukum, yakni PT saja.
Sementara dalam layanan izin investasi 3 jam, investor akan mendapatkan 3 produk
hukum yakni Izin Investasi, Akta Pendirian Perusahaan dan NPWP, belum lagi ditambah
dari sektor pertanahan, serta nantinya bekerjasama dengan Kementerian Keuangan
untuk TDP dan izin-izin lainnya,” jelasnya.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry
Mursydan Baldan menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan simplifikasi izin
sektor pertanahan dan mendukung layanan izin investasi 3 jam. “Dalam kurun waktu 3
jam tersebut, BPN akan mendukung dengan memberikan surat booking tanah kepada
investor yang ada. Kemudian setelah itu, ada periode waktu 14 hari untuk melakukan
penyelesaian,” jelasnya.
Lebih lanjut, Deputi Bidang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum (Deputi IV)
Budi Mulyanto menambahkan bahwa untuk penerbitan izin sektor pertanahan akan
AnD
terus disimplifikasi. “Salah satu syarat utama yang biasanya cukup menyita waktu
adalah ketersediaan informasi mengenai alas hak. Alas hak artinya sumber-sumber
informasi mengenai sejarah bagaimana asal muasal mendapatkan tanah tersebut,”
ungkapnya.
Perizinan pertanahan sektor agraria yang sudah berhasil dipercepat antara lain:
pengukuran bidang tanah yang luasnya lebih dari 1.000 hektar, dari 41 hari kerja
menjadi 20 hari kerja, izin hak guna usaha (HGU) yang luasnya lebih dari 6.000 hektar,
membutuhkan waktu 90 hari kerja dari sebelumnya tidak ada batasan waktu
pengurusan yang pasti, serta izin hak guna bangunan lebih dari 15 hektar, dari 86 hari
kerja menjadi 50 hari kerja. Percepatan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri
Agraria Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 2 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan dan
Pengaturan Agraria, Tata Ruang dan Pertanahan Dalam Kegiatan Penanaman Modal.
Sementara itu, perizinan pertanahan terkait sektor kehutanan seperti yang tertera
dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.7/MenLHKII/2015 tentang Petunjuk Pemberian Perizinan dan Non Perizinan di Bidang Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Dalam Penyelenggaraan PTSP antara lain: Izin Pelepasan
Kawasan Hutan dari 111 hari kerja menjadi 47 hari kerja, Izin Penggunaan Kawasan
Hutan Untuk Operasi Produksi Tambang dan Non Tambang dari 90 hari kerja menjadi
52 hari kerja, dan izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Untuk Survey/Eksplorasi dari 110
hari kerja menjadi 52 hari kerja.
Sedangkan perizinan pertanahan terkait sektor perhubungan antara lain, izin
penetapan lokasi terminal khusus dari 21 hari kerja menjadi 5 hari kerja, dan izin
pembangunan serta pengoperasian terminal khusus dari 30 hari kerja menjadi 5 hari
kerja. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 73
Tahun 2014 tentang Perubahan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 51 Tahun
2011 tentang Terminal Khusus dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri.
--Selesai--
Untuk keterangan lebih lanjut,hubungi:
Ariesta Riendrias Puspasari
Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan, Hubungan Masyarakat dan Tata Usaha
Pimpinan
Jl. Jend. Gatot Subroto No.44 Jakarta 12190
Telepon : 021-5269874
HP : 08161946825
E-mail : [email protected]
AnD
Download