bab ii tinjauan pustaka - potensi utama repository

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Pengertian sistem
Manusia hidup di dunia penuh dengan sistem, di sekeliling manusia apa
yang dilihat sebenarnya adalah kumpulan dari suatu sistem. Penerimaan
mahasiswa baru, sistem perkuliahan, sistem bisnis, sistem transportasi dan
sebagainya merupakan contoh dari sistem. Dengan berbagai pendekatan, beragam
pula istilah “sistem” didefinisikan. Sistem adalah suatu pengorganisasian yang
saling berinteraksi, saling bergantung dan terintegrasi dalam kesatuan variabel
atau komponen. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur
mendefinisikan sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berhubungan, berkelompok dan bekerjasama untuk melakukan kegiatan
pencapaian sasaran tertentu. Sedangkan pendekatan yang menekankan pada
komponen mendefinisikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem adalah suatu jaringan
kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan terkumpul bersama-sama
untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk tujuan tertentu. (Yakub; 2012 : 1).
II.2. Data Dan Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita
banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui model tertentu
menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh penerima dalam membuat
keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti melakukan suatu tindakan lain
yang akan membuat sejumlah data kembali. Data yang masih belum diolah akan
disimpan dalam bentuk database. Data yang disimpan ini nantinya dapat diambil
kembali untuk diolah kembali menjadi informasi.
Menurut Ema Utami dan Anggit Dwi Hartanto (2012:66) dimana basis
data merupakan sekumpulan data yang disusun secara logis dan dikendalikan
secara sentral. Basis data memiliki bagian-bagian penting, misalnya tabel yang
digunakan untuk menyimpan data, sedangkan tabel itu sendiri memiliki bagian
field atau kolom dan record atau data perbaris. Sebuah basis data bisa memiliki
beberapa tabel dan tabel-tabel tersebut dapat saling berhubungan maupun saling
lepas.
Berikut gambar tentang pemrosesan data yang diolah menjadi informasi
yang dapat digunakan oleh pemakai.
Database
Data
Proses
Pemakai
Gambar II.1. Pemrosesan data menjadi informasi
(Sumber : Yakub ; 2012 : 8)
Informasi
II.3. Sistem Informasi Geografis
Istilah sistem informasi geografis merupakan gabungan dari tiga unsur
pokok : sistem, informasi, dan geografis. Dengan demikian, pengertian terhadap
ketiga unsur – unsur pokok ini akan sangat membantu dalam memahami Sistem
Informasi Geografis. Atau, Sistem Informasi Geografis merupakan suatu sistem
yang menekankan pada unsur “informasi Geografis”. (Eddy Prahasta ;2009:109).
Istilah “Geografis” merupakan bagian dari spasial (keruangan). Kedua
istilah ini sering digunakan secara bergantian atau bahkan tertukar satu sama
lainnya hingga muncullah istilah ketiga, geospasial. Penggunaan kata “Geografis”
mengandung pengertian suatu persoalan atau hal mengenai (wilayah dipermukaan
bumi), baik permukaan dua dimensi atau tiga dimensi. Dengan demikian istilah
“Informasi Geografis” mengandung pengertian informasi mengenai tempattempat yang terletak dipermukaan bumi, pengetahuan mengenai posisi dimana
suatu objek terletak dipermukaan bumi, atau informasi mengenai keteranganketerangan (atribut) objek penting yang terdapat dipermukaan bumi yang
posisinya diberikan atau diketahui.
Dengan memperhatikan pengertian sistem informasi diatas, maka Sistem
Informasi Geografis juga dapat dikatakan sebagai suatu kesatuan formal yang
terdiri dari berbagai sumber daya fisik dan logika yang berkenaan dengan objekobjek penting yang terdapat dipermukaan bumi. Jadi, Sistem Informasi Geografis
juga merupakan sejenis perangkat lunak, perangkat keras (manusia, prosedur,
basis data, dan fasilitas jaringan komunikasi) yang dapat digunakan untuk
memfasilitasi proses pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan
keluaran data / informasi geografis berikut atribut-atribut terkait.
Jika beberapa definisi yang disebutkan diatas diperhatikan dengan tepat.
Maka, SIG dapat diuraikan menjadi beberapa sub-sistem sebagai berikut :
1. Data Input
Sub-sistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan, dan
menyimpan data spasial dan atributnya dari berbagai sumber. Sub-sistem
ini
pula
yang
bertanggung
jawab
dalam
mengonversikan
atau
mentransformasikan format-format dengan aslinya kedalam format
(native) yang dapat digunakan oleh perangkat SIG yang bersangkutan.
2. Data Output
Sub-sistem ini bertugas untuk menampilkan atau menghasilkan keluaran
(termasuk mengekspornya ke format yang dikehendaki) seluruh atau
sebagian basis data (spasial) baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy
seperti halnya table, grafik, report, peta, dan lain sebagainya.
3. Data Management
Sub-sistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun tabel-tabel
atribut terkait kedalam sebuah sistem basis data sedemikian rupa hingga
mudah dipanggil kembali atau retrieve (di-load ke memori), di-update,
dan di-edit.
4. Data Manipulation & Analysis
Sub-sistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan
oleh SIG. selain itu, sub-sistem ini juga melakukan manipulasi (evaluasi
dan penggunaan fungsi-fungsi dan operator matematis & logika) dan
pemodelan untuk menghasilkan informasi yang diharapkan. (Eddy
Prahasta ; 2009:118).
Data Manipulation
& Analisis
SIG
Data Input
Data Output
Data
Management
Gambar II.2: Ilustrasi sub-sistem SIG
(Sumber : Eddy Prahasta ; 2009 :119)
SIG merupakan salah satu sistem yang kompleks dan pada umumnya juga
(selain yang stand-alone) terintegrasi dengan lingkungan sistem komputer lainnya
ditingkat fungsional dan jaringan (network). Eddy Prahasta (2009:120). Jika
diuraikan, SIG sebagai sistem terdiri dari beberapa komponen dengan berbagai
karakteristiknya sebagai berikut :
a. Perangkat keras
Pada saat ini SIG sudah tersedia bagi berbagai platform perangkat keras,
mulai dari kelas PC desktop, workstation, hingga multi user host yang
bahkan dapat digunakan oleh banyak orang secara bersamaan dalam
jaringan komputer yang luas, tersebar, berkemampuan tinggi, memiliki
ruang penyimpanan (harddisk) yang besar, dan mempunyai kapasitas
memori (RAM) yang besar. Walaupun demikian, fungsionalitas SIG tidak
terikat secara ketat pada karakteristik-karakteristik fisik perangkat
kerasnya. Sehingga keterbatasan memori pada suatu PC (komputer) pun
dapat diatasi.
b. Perangkat lunak
Dari sudut pandang yang lain, SIG bisa juga merupakan sistem perangkat
lunak yang tersusun secara modular dimana sistem basis datanya
memegang peranan kunci. Pada kasus perangkat SIG tertentu, setiap subsistem diimplementasikan dengan menggunakan perangkat lunak yang
terdiri dari beberapa modul hingga tidak mengherankan jika ada perangkat
SIG yang terdiri dari ratusan modul program (*.exe) yang masing-masing
dapat dieksekusi tersendiri.
c. Data & Informasi Geografis
SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data atau informasi yang
diperlukan baik secara tidak langsung (dengan cara meng-import-nya dari
format-format perangkat lunak SIG yang lain) maupun secara langsung
dengan cara melakukan digitasi data spasialnya (digitasi on-screen atau
head-ups diatas tampilan layar monitor, atau manual dengan menggunakan
digitizer) dari peta analog dan kemudian memasukkan data atributnya dari
tabel-tabel atau laporan dengan menggunakan keyboard.
d. Manajemen
Suatu proyek SIG akan berhasil jika dikelola dengan baik dan dikerjakan
oleh orang-orang yang memiliki keahlian (kesesuaian dengan jobdescription yang bersangkutan) yang tepat pada semua tingkatan.
II.4. Arcview
Arcview GIS adalah software yang dikeluarkan oleh ESRI (Environmental
Systems Research Institute). Perangkat lunak ini memberikan fasilitas teknis yang
berkaitan dengan pengelolaan data spasial. Kemampuan grafis yang baik dan
kemampuan teknis dalam pengolahan data spasial tersebut memberikan kekuatan
secara nyata pada Arcview untuk melakukan analisis spasial. Kekuatan analisis
inilah yang pada akhirnya menjadikan Arcview banyak diterapkan dalam berbagai
pekerjaan. Seperti analisis pemasaran, perencanaan wilayah dan tata ruang, sistem
informasi persil, pengendalian dampak lingkungan. Menurut Eko Budianto (2010
: 177), Kemampuan Arcview GIS pada berbagai serinya tidaklah diragukan lagi.
Mengapa Arcview dapat memiliki keluwesan yang sedemikian hebat? Hal
itu disebabkan oleh adanya dukungan dari skrip Avenue. Melalui Avenue ini
dapat dibentuk suatu “kemampuan baru” pada Arcview. Tentu saja hal ini
membuat Arcview menjadi sangat luwes untuk diterapkan pada berbagai
permasalahan spasial. Avenue dapat digunakan untuk “merombak” wajah
Arcview sesuai kebutuhan penggunanya.
Avenue adalah sebuah skrip atau bahasa pemrograman berorientasi objek
(Object Oriented Programming). Dengan avenue ini dapat dibentuk sebuah
interface baru pada Arcview, otomasi pekerjaan-pekerjaan yang bersifat berulang
(repetitive), ataupun membuat sebuah alur analisis spasial khusus yang belum
terdapat pada Arcview tersebut. Avenue banyak digunakan untuk membentuk
sebuah sistem informasi aplikatif pada suatu lembaga atau instansi dengan
berbasis Arcview GIS. Dialog designer diperlukan untuk membentuk antarmuka
penampil data atribut yang menjadi dasar pemilihan objek. Dialog designer yang
dipilih adalah bentuk kotak daftar (listbox). Dengan menggunakan dialog ini
operator akan memilih informasi apa yang akan dicari. Untuk menghubungkan
menu dan tombol dengan berbagai aksi yang diinginkan maka perlu dibentuk
skrip atau program. Skrip atau program ini dibentuk menggunakan bahasa
Avenue. Setiap aksi yang diperlukan diuraikan menjadi baris-baris perintah pada
skrip Avenue dan selanjutnya dikaitkan ke masing-masing menu atau tombol yang
bersangkutan (Eko Budiyanto ; 2010:178).
II.4.1. Data Spasial
Kemampuan grafis yang baik dan kemampuan teknis dalam pengolahan
data spasial dapat memberikan kekuatan secara nyata pada Arcview untuk
melakukan analisis spasial. Hal ini telah diakui bahwa Sistem Informasi Geografis
(SIG) mempunyai kemampuan analisis keruangan (Spatial Analysis) maupun
waktu (Temporal Analysis). Dengan kemampuan tersebut SIG dapat dimanfaatkan
dalam perencanaan apapun karena pada dasarnya semua perencanaan akan terkait
dengan dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi
dalam pelaksanaan rencana akan terpantau dan terkontrol secara baik. (Lisa
Ambarwati dan Arna Fariza ; Institut Teknologi Sepuluh November).
Dalam sebuah sistem informasi ditampilkan berbagai data seperti data
shapefile dengan berbagai skala, data atribut yang ditampilkan pada sebuah form,
ataupun data penginderaan jauh seperti citra satelit atau foto udara. Berbagai data
tersebut saling melengkapi dan memperkuat informasi yang ditampilkan pada
sistem informasi tersebut.
Data spasial seperti peta dan citra akan memberikan informasi letak atau
sebarannya secara spasial. Data atribut akan memberikan uraian data yang
berkaitan dengan objek terpilih. Data citra dapat diturunkan setelah melalui
beberapa prosedur pengolahan citra. Pengolahan citra dilakukan dengan
menggunakan berbagai perangkat lunak pengolah citra. Citra tersebut diregistrasi
untuk memberikan presisi secara spasial. Dalam sistem informasi ini citra
digunakan bersama dengan data shapefile. Citra dan shapefile di-overlay-kan
untuk memberikan ketepatan lokasi pengambilan data.
II.5. Database MySQL
MySQL adalah software yang berfungsi untuk membuat, mengatur dan
mengelola database (misal : data pegawai, keuangan dan akuntansi, dll) secara
mudah, cepat, akurat, aman dan terpercaya. MySQL merupakan software RDBMS
(Relasional Database Management System) atau server database yang dapat
mengelola database dengan sangat cepat, dapat menampung data dalam jumlah
sangat besar, dapat diakses oleh banyak user (multi-user), dan dapat melakukan
suatu proses secara sinkron atau berbarengan (multi-threaded) (Budi Raharjo ;
2011:21-22).
II.6. PHP
Bahasa pemrograman adalah bahasa buatan yang digunakan untuk
mengendalikan prilaku dari sebuah mesin, biasanya berupa mesin komputer,
sehingga digunakan untuk memberitahu komputer tentang apa yang harus
dilakukan. (Nita Mayang, Risnandar dan Fauzan Azmi; Politeknik Telkom
Bandung).
Menurut dokumen resmi PHP, PHP merupakan singkatan dari PHP
Hypertext Preprocessor. Ia merupakan bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan
dalam server dan diproses di server. Hasilnyalah yang dikirimkan ke klien, tempat
pemakai menggunakan browser. Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk
aplikasi web dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan
permintaan terkini. Misalnya, anda bisa menampilkan isi database ke halaman
web. Pada prinsipnya PHP mempunyai fungsi yang sama dengan skrip-skrip
seperti ASP (Active Server Page), cold fusion ataupun perl. Namun perlu
diketahui bahwa PHP sebenarnya bisa dipakai secara command line. Artinya,
skrip PHP dapat dijalankan tanpa melibatkan web server maupun browser.
Kelahiran PHP bermula saat Rasmus Lerdorf membuat sejumlah skrip Perl
yang dapat mengamati siapa saja yang melihat-lihat daftar riwayat hidupnya,
yakni pada tahun 1994. Skrip-skrip ini selanjutnya dikemas menjadi tool yang
disebut “Personal Home Page”. Paket inilah yang menjadi cikal bakal PHP. Pada
tahun 1995, Rasmus menciptakan PHP/FI Versi 2. Pada versi inilah pemrograman
dapat menempelkan kode terstruktur di dalam tag HTML. Yang menarik, kode
PHP juga bisa berkomunikasi dengan database dan melakukan perhitunganperhitungan yang kompleks sambil jalan. Pada awalnya, PHP dirancang untuk
diintegrasikan dengan web server Apache. Namun belakangan PHP juga dapat
bekerja dengan web server seperti PWS (Personal Web Server), IIS (Internet
Information Server), dan Xitami. (Abdul Kadir ; 2008 : 2).
II.7. Pengertian UML
Menurut Prabowo Pudjo Widodo dan Herlawati (2011:6) UML singkatan
dari Unified Modeling Language yang berarti bahasa pemodelan standart. Juga
mengartikan sebagai bahasa, berarti UML memiliki sintaks dan semantik. Ketika
kita membuat model menggunakan konsep UML ada aturan-aturan yang harus
diikuti. Bagaimana elemen-elemen pada model-model yang kita buat berhubungan
satu dengan lainnya harus mengikuti standart yang ada. UML bukan hanya
sekedar diagram tapi juga menceritakan konteksnya. Ketika pelanggan memesan
sesuatu dari sistem, bagaimana transaksinya? Bagaimana sistem mengatasi error
yang terjadi? Bagaimana keamananterhadap sistem yang kita buat? Dan
sebagainya dapat dijawab dengan UML.
UML diaplikasikan untuk maksud tertentu, biasanya antara lain untuk:
1. Merancang perangkat lunak.
2. Sarana komunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis.
3. Menjabarkan sistem secara rinci untuk analisa dan mencari apa yang
diperlukan sistem.
4. Mendokumentasikan sistem yang ada, proses-proses dan organisasinya.
II.7.1. Use Case Diagram
Dalam konteks UML, tahap konseptualisasi dilakukan dengan pembuatan
use case diagram yang sesungguhnya merupakan deskripsi peringkat tinggi
bagaimana perangkat lunak (aplikasi) akan digunakan oleh penggunanya.
Selanjutnya use case diagram tidak hanya sangat penting pada saat analisis, tetapi
juga sangat penting dalam tahap perancangan (design), untuk mencari kelas-kelas
yang terlibat dalam aplikasi, dan untuk melakukan pengujian (testing).
Menurut Prabowo Pudjo Widodo dan Herlawati (2011:16) Use case
menggambarkan external view dari sistem yang akan dibuat modelnya. Juga
mengatakan bahwa model use case dapat dijabarkan dalam diagram use case,
tetapi yang perlu diingat, diagram tidak identik dengan model karena model lebih
luas dari diagram.
Komponen pembentuk diagram use case adalah :
1. Aktor (actor), yang menggambarkan pihak yang berperan dalam sistem.
2. Use case, aktivitas/sarana yang disiapkan oleh bisnis/sistem.
3. Hubungan (link), aktor mana saja yang terlibat dalam use case ini.
Gambar dibawah ini merupakan salah satu contoh bentuk diagram use case.
Penyetoran
uang
Penarikan
uang
Nasabah
Transfer uang
Tambah
bunga
Teller
Gambar II.3. Diagram Use case
(Sumber : Prabowo Pudjo Widodo dan Herlawati ; 2011:17)
II.7.2. Class Diagram
Menurut Prabowo Pudjo Widodo dan Herlawati (2011: 37), Diagram kelas
adalah inti dari proses pemodelan objek. Baik forward engineering maupun
reverse engineering memanfaatkan diagram ini. Forward engineering adalah
proses perubahan model mejadi kode program sedangkan reverse engineering
sebaliknya merubah kode program menjadi model. Diagram kelas juga merupakan
kumpulan kelas-kelas objek. Class juga didefinisikan sebagai sekumpulan /
himpunan objek yang memiliki kesamaan dalam atribut / properti, prilaku
(operasi), serta cara berhubungan dengan objek lain.
Pada gambar II.4. terlihat bahwa diagram yang lain memberi masukan
kepada diagram kelas. Diagram kelas yang baik menghasilkan suatu rancangan
sistem atau program yang mendekati kenyataan.
Object
diagram
Use case
model
Sequence
diagram
Class diagram
Collaboration
diagram
Activity
diagram
Statechart
diagram
Gambar II.4. Hubungan diagram kelas dengan diagram UML lainnya
( Sumber : Prabowo Pudjo Nugroho dan Herlawati ; 2011 :38 )
II.7.3. Activity Diagram
Diagram aktivitas lebih memfokuskan diri pada eksekusi dan alur sistem
dari pada bagaimana sistem itu dirakit. Diagram ini tidak hanya memodelkan
software melainkan memodelkan model bisnis juga. Diagram aktivitas juga
menunjukkan aktivitas sistem dalam bentuk kumpulan aksi-aksi. (Prabowo Pudjo
Widodo dan Herlawati ; 2011: 143).
Apakah langkah yang harus kita lakukan selanjutnya setelah kita membuat
use case diagram? Use case diagram merupakan gambaran menyeluruh dan pada
umumnya sangatlah tidak terperinci. Oleh karena itu, kita harus memperinci lagi
prilaku sistem untuk masing-masing use case yang ada. Apa perkakas (tool) yang
bisa kita gunakan? Jika kasus kita cukup sederhana, mungkin kita bisa
menggunakan scenario seperti yang tercantum berikut, sementara jika kasusnya
cukup kompleks, kita mungkin bisa menggunakan activity diagram agar bisa
mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh.
II.7.4. Sequence Diagram
Diagram sekuensial atau sequence diagram digunakan untuk menunjukkan
aliran fungsionalitas dalam use case. Diagram sekuensial adalah diagram yang
disusun berdasarkan urutan waktu. Kita membaca diagram sekuensial dari atas ke
bawah. Setiap diagram sekuensial mempresentasikan suatu aliran dari beberapa
aliran di dalam use case.
Jadi
dengan
kata
lain
sekuensial
diagram
menunjukkan
aliran
fungsionalitas berdasarkan urutan waktu serta kejadian yang nantinya akan
menentukan metode/fungsi atribut masing-masing. Dimana fungsi-fungsi tersebut
akan diterapkan pada suatu kelas/objek.
Kita dapat melihat setiap fungsi atribut dan event-event apa saja yang
terjadi. Sehingga melalui diagram sekuensial ini kita dapat merancang suatu
program aplikasi yang baik, sehingga dalam menghadapi sebuah kasus yang
benar-benar kompleks diagram sekuensial ini sangat membantu.
II.8. Database
Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau
berkumpul. Sedangkan data merupakan representasi fakta dunia nyata yang
mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan),
barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam
bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Basis data
(database) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan (punya relasi).
Relasi biasanya ditujukan dengan kunci (key) dari tiap file yang ada. Dalam satu
file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang
merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record terdiri dari field-field
yang saling berhubungan dan menunjukkan dalam satu pengertian yang lengkap
dalam satu record. (Yakub ; 2012 : 51).
II.9. Kamus Data Dan Normalisasi
Kamus data (data dictionary) merupakan daftar elemen data yang
terorganisir dengan definisi yang tetap dan sesuai dengan sistem sehingga user
dan analis sistem mempunyai pengertian yang sama tentang input, output, dan
data storage. Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan
informasi dan sistem informasi. (Yakub ; 2012 : 168).
Selain digunakan untuk dokumentasi dan mengurangi redudansi, kamus data
juga dapat digunakan untuk :
a. Memvalidasi diagram arus data dalam hal kelengkapan dan keakuratan.
b. Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporanlaporan.
c. Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file.
d. Mengembangkan logika untuk proses-proses diagram arus data.
Normalisasi (normalize) merupakan salah satu cara pendekatan atau teknik
yang digunakan dalam membangun desain lojik basis data relation dangan
menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standart. Tujuan dari normalisasi adalah
untuk menghasilkan struktur tabel yang normal atau baik. Teknik normalisasi
adalah upaya agar desain lojik tabel-tabel berada dalam “normal form” (bentuk
normal) yang dapat didefinisikan dengan menggunakan ketergantungan fungsi
(functional dependency) (Yakub ; 2012 :70).
Barang
Kota
Kode_Suplier **
Kode_Barang*
Jumlah_Barang
Status*
Kota
Supplier_3
Kode_Supplier*
Status
Gambar II.5. Diagram kerelasian antar relasi hasil normalisasi
(Sumber : Edhy Sutanta ; 2011 : 183)
II.10. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Yakub (2012 : 60) Entity Relationship Diagram (ERD) untuk
mendokumentasikan data perusahaan dengan mengidentifikasikan jenis entitas
dan hubungannya. ERD merupakan suatu model jaringan yang menggunakan
susunan data yang disimpan pada sistem secara abstrak. ERD juga
menggambarakan hubungan antara satu entitas yang memiliki sejumlah atribut
dengan entitas yang lain dalam suatu sistem yang terintegrasi. ERD terbagi atas
tiga komponen, yaitu entitas (entity), atribut (attribute), dan relasi atau hubungan
(relation). Secara garis besar entitas merupakan dasar yang terlibat dalam sistem.
Atribut atau field berperan sebagai penjelas dari entitas, dan relasi atau hubungan
menunjukkan hubungan yang terjadi antara dua entitas. Berikut adalah keterangan
tanda yang digunakan :
Jenis Kerelasian
Simbol yang digunakan
1 ke- 1
:
1
1
1 ke- n
:
1
n
n ke- 1
:
n
1
n ke- n
:
n
n
Gambar II.6. Simbol kerelasian antar entitas
(Sumber : Edhy Sutanta ; 2011 :109)
Download