bab i pendahuluan

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dengan adanya globalisasi membuat perekonomian dunia semakin terbuka dan
mengarah pada suatu kesatuan global. Globalisasi juga membuat perusahaanperusahaan melakukan kegiatan ekonomi tanpa melihat batas negara. Kondisi ini
menimbulkan adanya persaingan yang ketat antara perusahaan. Persaingan bisnis
di Indonesia ini, dapat dilihat dari terus bertambahnya perusahaan-perusahaan
baru yang membuat bertambah ketatnya persaingan. Berbagai jenis perusahaan
bermunculan dari segala bidang seperti bidang jasa, manufaktur, maupun
perdagangan. Hal ini mendorong setiap perusahaan untuk melakukan yang terbaik
sehingga dapat mempertahankan perusahaannya.
Perusahaan didirikan dan dijalankan untuk mencapai tujuan kesejahteraan
pemilik. Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi tujuan dari didirikannya
sebuah perusahaan, yang pertama adalah untuk mencapai keuntungan maksimal.
Yang kedua adalah dapat memakmurkan pemilik perusahaan. Yang ketiga adalah
dapat memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya
(Darmawan, 2013). Menurut Afzal dan Rohman (2012), tujuan utama dari
perusahaan
adalah
meningkatkan
nilai
kemakmuran para pemegang saham.
1
perusahaan
melalui
peningkatan
Nilai perusahaan dapat dilihat dari harga sahamnya. Harga saham yang ada
di pasar modal merupakan bentuk dari kesepakatan antara permintaan dan
penawaran, sehingga harga saham merupakan fair price yang dapat dijadikan
sebagai proksi dari nilai perusahaan (Hasnawati; 2005 dalam Wijaya dan Wibawa;
2010). Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi, dan
semakin tinggi nilai perusahaan dapat meningkatkan kemakmuran pemegang
sahamnya. Nilai perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio Price Book
Value (PBV), rasio ini digunakan untuk mengetahui perbandingan antara harga
saham terhadap nilai bukunya (Book Value). PBV menunjukkan bagaimana suatu
perusahaan mampu menciptakan nilai perusahaan relatif terhadap jumlah modal
yang diinvestasikan (Darmawan; 2013).
Nilai PBV diatas satu biasanya
menunjukkan bahwa perusahaan berjalan dengan baik yang berarti nilai pasar
lebih besar dibandingkan dengan nilai bukunya. Menurut Sari (2013) semakin
tinggi nilai PBV berarti pasar percaya akan prospek dari perusahaan tersebut.
Keberhasilan dan kesuksesan dari sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh
keputusan keuangan yang diambil oleh manajer-manajer perusahaan tersebut.
Keputusan keuangan itu, digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Menurut Fama dan French (1998) dalam Wijaya dan Wibawa (2010), optimalisasi
dari nilai perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen
keuangan, dimana satu keputusan yang diambil akan mempengaruhi keputusan
yang lainnya dan akan berdampak pada nilai perusahaan. Keputusan penting yang
diambil perusahaan, antara lain keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan
kebijakan dividen.
2
Kebijakan
yang
harus
dilakukan
manajemen
perusahaan
dalam
memaksimalkan nilai perusahaan salah satunya adalah kebijakan investasi, atau
sering disebut dengan keputusan investasi. Pujianti dan Widanar (2009) dalam
Setiani (2012) menyatakan bahwa keputusan investasi menyangkut tindakan yang
mengeluarkan dana sekarang dan diharapkan akan mendapatkan arus kas di masa
mendatang lebih besar dari dana yang telah dikeluarkan sebelumnya. Menurut
Prasetyo, et.al (2013) suatu perusahaan yang mampu menciptakan keputusan
investasi yang tepat, maka aset dari perusahaan akan menghasilkan kinerja yang
optimal sehingga memberikan sinyal positif untuk investor yang nantinya akan
meningkatkan harga saham perusahaan dan menaikkan nilai perusahaan. Hal
tersebut ditegaskan oleh Soejono (2010), yang mengeluarkan Signaling theory.
Teori tersebut menekankan kepada pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh
perusahaan terhadap keputusan investasi pihak di luar perusahaan. Informasi
merupakan hal yang penting bagi para investor karena informasi berarti
menyajikan keterangan, gambaran atau catatan untuk kejadian masa lalu, saat ini
maupun yang akan datang. Sebuah informasi yang lengkap, relevan, akurat dan
tepat waktu akan sangat diperlukan oleh investor sebagai alat analisis untuk
mengambil keputusan investasi (Marisa dan Indudewi,2012).
Keputusan
investasi diproksikan dengan Total Asset Growth (TAG)
menurut (Noerirawan dan Muid; 2012) TAG merupakan pertumbuhan aset
perusahaan dari satu tahun tertentu ke tahun berikutnya dan merupakan besarnya
pertumbuhan investasi pada aktiva tetap yang dilakukan oleh perusahaan. Nilai
TAG yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan sedang dalam masa
3
pertumbuhan di siklus hidup perusahaan. Pertumbuhan aset yang tinggi bisa
disebabkan oleh pertumbuhan laba yang tinggi pada tahun-tahun sebelumhya,
sehingga nilai aset setiap tahun akan meningkat. Perusahaan yang memiliki aset
yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki proyeksi laba
yang bagus dalam kurun waktu ke depan. Hal ini dipandang investor sebagai
peluang yang bagus untuk berinvestasi pada perusahaan yang memiliki nilai TAG
tinggi. Karena nilai TAG yang tinggi akan memberikan harapan keuntungan yang
besar di masa yang akan datang (Prasetyo, et.al; 2013). Dengan banyaknya
investor yang tertarik untuk membeli saham perusahaan meyebabkan harga saham
perusahaan meningkat, diikuti dengan meningkatnya nilai perusahaan. Menurut
Wijaya dan Wibawa (2010) keputusan investasi tersebut merupakan cerminan dari
kesempatan investasi di masa mendatang. Apabila suatu perusahaan mampu untuk
memaksimumkan
kemampuannya
melalui
investasi-investasi
dan
dapat
menghasilkan laba sesuai dengan jumlah dana yang terikat, maka dapat
meningkatkan nilai perusahaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Noerirawan dan Muid (2012) keputusan investasi berpengaruh positif terhadap
nilai perusahaan, namun hasil tersebut tidak didukung oleh penelitian yang
dilakukan oleh Setiani (2013) yang mengatakan bahwa keputusan investasi
berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.
Keputusan lain yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan adalah
keputusan pendanaan. Keputusan pendanaan menyangkut komposisi yang
digunakan oleh perusahaan dalam membiayai kegiatan perusahaan, apakah
sumber dana berasal dari internal perusahaan atau eksternal perusahaan, besarnya
4
hutang dan modal sendiri, dan bagaimana tipe hutang dan modal yang akan
digunakan mengingat struktur pembiayaan akan menetukan cost of capital yang
akan menjadi dasar penentuan required return yang diinginkan. Dalam Wijaya
dan Wibawa (2010), Seorang manajer harus mampu untuk mengambil keputusan
pendanaan dengan mempertimbangkan komposisi hutang dan modal sendiri yang
akan digunakan oleh perusahaan. Penggunaan hutang dan modal sendiri secara
optimal akan mempengaruhi nilai perusahaan. Penggunaan hutang akan
meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga hutang adalah biaya yang
mengurangi pembayaran pajak. Dengan pengurangan pajak maka biaya modal
perusahaan berkurang yang nantinya akan meningkatkan nilai perusahaan.
Penggunaan hutang untuk sumber pendanaan merupakan trade off antara benefit
and cost dalam menentukan campuran hutang dan ekuitas yang optimal dalam
jangka panjang. Komposisi yang optimal antara hutang dan ekuitas dalam sumber
pendanaan akan meminimalkan biaya modal dan meningkatkan nilai perusahaan.
Keputusan pendanaan ini diproksikan dengan Debt To Equity Ratio (DER),
yang merupakan rasio yang membandingkan antara total hutang dengan total
ekuitas. Semakin tinggi nilai dari DER menunjukkan bahwa penggunaan utang
dalam pendanaan lebih tinggi dibandingkan ekuitasnya. Penggunaan utang dapat
mengurangi pembayaran pajak sehingga laba akan lebih besar dan nilai
perusahaan dapat meningkat yang berarti dengan menggunakan utang, dapat
mempengaruhi nilai
perusahaan. tetapi
penggunaan utang hanya akan
meningkatkan nilai perusahaan sampai pada suatu titik optimal. Penggunaan utang
yang berlebihan dan melewati batas akan menurunkan nilai perusahaan karena
5
kenaikan keuntungan dari penggunaan utang tidak sebanding dengan biaya
finansial atau kewajiban bunga dari utang. Dengan adanya penggunaan utang pada
struktur modal yang digunakan untuk kegiatan operasional dan investasi
perusahaan, akan mempercepat pertumbuhan perusahaan dan hal itu akan
membuat investor tertarik untuk membeli saham perusahaan yang mengakibatkan
harga saham perusahaan akan meningkat dan kemudian nilai perusahaan juga
akan meningkat. Penelitian terhadap keputusan pendanaan dilakukan oleh Afzal
dan Rohman (2012), yang menyatakan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh
positif terhadap nilai perusahaan, sehingga apabila keputusan pendanaan naik,
mka nilai perusahaan juga akan naik. Namun, menurut penelitian yang dilakukan
oleh Noerirawan dan Muid (2012), keputusan pendanaan berpengaruh negatif
terhadap nilai perusahaan, sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh
Fenandar dan Raharja (2012) memberikan hasil bahwa keputusan pendanaan tidak
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
Kebijakan dividen merupakan keputusan mengenai laba yang diperoleh,
apakah dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau ditahan untuk
menambah modal guna membiayai investasi (Darminto, 2010). Menurut (Brigham
dan Houston (2001) dalam Hamid (2013) kebijakan dividen adalah keputusan
tentang seberapa banyak laba saat ini yang akan dibayarkan sebagai dividen
daripada ditahan untuk diinvestasikan kembali dalam perusahaan. Menurut
Martono dan Harjito (2005), nilai perusahaan pada suatu perusahaan dapat dilihat
dari kemampuan perusahaan membayar dividen. Besarnya dividen dapat
mempengaruhi harga saham, jika jumlah dividen yang dibagikan tinggi, maka
6
harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi. Dan
sebaliknya jika dividen yang dibayarkan rendah maka harga saham perusahaan
juga akan rendah sehingga nilai perusahaan akan rendah. Menurut Noerirawan
dan Muid (2012) terdapat beberapa pendapat tentang bagaimana kebijakan
dividen dapat mempengaruhi nilai perusahaan, pendapat pertama disebut teori
irrelevansi
dividen
yang
menyatakan
bahwa
kebijakan
dividen
tidak
mempengaruhi nilai perusahaan. pendapat kedua disebut Bird in The Hand
Theory, teori ini menyatakan bahwa dividen yang tinggi akan meningkatkan nilai
perusahaan, dan pendapat yang ketiga menyatakan bahwa semakin tinggi dividend
payout ratio suatu perusahaan, maka nilai tersebut akan semakin rendah.
Kebijakan dividen diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR) yaitu
persentase laba yang dibayarkan kepada para pemegang saham dalam bentuk kas
(Brigham dan Gapenski; 1996 dalam Wijaya dan Wibawa; 2010). Semakin tinggi
nilai DPR maka semakin tinggi pula pembagian cash dividend jika dibandingkan
dengan laba perlembar sahamnya. Apabila perusahaan merencanakan untuk
membagikan labanya kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen
daripada menahannya,
maka para investor akan lebih tertarik untuk
menginvestasikan dananya pada perusahaan yang membagi labanya secara
konsisten, dengan bertambahnya investor yang menginvestasikan dananya pada
perusahaan maka harga saham perusahaan akan meningkat, dan dengan
meningkatnya harga saham tersebut maka nilai perusahaan pun akan meningkat.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fenandar dan Raharja (2012)
menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai
7
perusahaan, Hasil tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh
Martikarini (2013) yang menyatakan bahwa keputusan dividen berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, kedua hasil tersebut tidak didukung
oleh hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Afzal dan Rohman (2012) yang
menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai
perusahaan.
Ketiga keputusan keuangan diatas merupakan faktor internal perusahaan
yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Namun, selain faktor internal, nilai
perusahaan dapat juga dipengaruhi oleh faktor eksternal perusahaan, yaitu faktor
yang berasal dari luar lingkungan perusahaan. Kondisi ekonomi makro dapat
menjadi faktor eksternal juga dapat mempengaruhi nilai perusahaan (Dwipartha,
2012). Fama dalam Wulandari (2010) mengatakan bahwa pergerakkan faktor
ekonomi makro dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan harga saham,
tetapi setiap peneliti menggunakan faktor ekonomi makro yang berbeda-beda
karena belum ada kepastian faktor ekonomi makro mana yang paling berpengaruh
terhadap nilai perusahaan. Faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar
kemampuan perusahaan untuk mengendalikannya antara lain inflasi, tingkat
pengangguran, kurs dolar, tingkat suku bunga (Suardani, et.al (2013).
Salah satu faktor ekonomi makro adalah inflasi. Inflasi merupakan indikator
ekonomi yang menggambarkan turunnya nilai rupiah, dan kondisi ini ditandai
dengan meningkatnya harga barang-barang kebutuhan yang ada di pasar secara
terus-menerus. Inflasi dapat menyebabkan daya
beli masyarakat berkurang
karena harga-harga yang ada dipasar meningkat secara terus menerus. Oleh sebab
8
itu, investor akan cenderung tidak tertarik untuk membeli saham dan akan
menyebabkan harga saham perusahaan menurun yang diikuti dengan nilai
perusahaan yang juga akan turun. Menurut Noerirawan dan Muid (2012) inflasi
yang terjadi pada suatu negara sangat berpengaruh terhadap kurs atau nilai tukar
dari negara tersebut. Laju inflasi yang tidak diantisipasi dapat mengakibatkan
harga saham di BEI turun (Lestari; 2005 dalam Suardani, et.a; 2012).
Untuk mengetahui laju inflasi, dapat dengan melihat kenaikan harga yang
diukur menggunakan indeks harga konsumen. Secara konseptual, tingkat harga
diukur sebagai rata-rata tertimbang dari barang-barang dan jasa-jasa dalam
perekonomian namun dalam prakteknya, dalam mengukur tingkat harga
keseluruhan adalah dengan membuat indeks harga, yang merupakan harga
konsumen dan produsen (Simamora; 2013). Noerirawan dan Muid (2012)
melakukan penelitian tentang pengaruh inflasi terhadap nilai perusahaan yang
menyatakan bahwa tingkat inflasi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap
nilai perusahaan.
Tingkat suku bunga adalah faktor eksternal yang dapat mempengaruhi
struktur modal. Apabila tingkat suku bunga tinggi, maka para investor akan lebih
tertarik untuk menyimpan uang mereka di bank, dan sebaliknya jika tingkat suku
bunga rendah, maka para investor akan lebih memilih berinvestasi di saham.
Tingkat suku bunga dilihat dari tingkat suku bunga yang berlaku di Indonesia
yaitu suku bunga Bank Indonesia (SBI). SBI merupakan salah satu instrumen
investasi yang menarik bagi investor mengingat SBI berasal dari Bank Indonesia.
9
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata SBI jangka waktu 9
bulan setiap tahunnya.
Tandelilin (2001) dalam Setiani (2012) mengatakan tingkat suku bunga
yang terlalu tinggi akan mempengaruhi present value kas perusahaan, sehingga
kesempatan-kesempatan investasi yang ada sudah tidak menarik lagi. Hal ini
diakibatkan dengan tingkat suku bunga yang tinggi akan meningkatkan beban
bunga bagi perusahaan yang nantinya akan berdampak pada laba yang dihasilkan
oleh perusahaan dengan demikian aliran kas yang masuk akan mengalami
penurunan pula. Dan oleh karena itu, aliran kas yang akan diterima oleh investor
pun akan berkurang yang dapat menyebabkan investor tidak lagi tertarik untuk
berinvestasi yang kemudian harga saham perusahaan akan menurun yang berarti
nilai perusahaan juga menurun. Penelitian yang dilakukan oleh Noerirawan dan
Muid (2012) menyatakan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh negatif
signifikan terhadap nilai perusahaan, Penelitian tersebut didukung oleh penelitian
yang dilakukan oleh Setiani (2013) yang mengatakan bahwa tingkat suku bunga
berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan
Penelitian ini mengacu penelitian Wijaya dan Wibawa (2010) yang meneliti
tentang pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan, kebijakan dividen
terhadap nilai perusahaan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang
dilakukan oleh Wijaya dan Wibawa (2010) adalah:
10
1.
Variabel penelitian
Menambahkan dua variabel independen, yaitu tingkat inflasi dan tingkat
suku bunga yang merupakan faktor eksternal perusahaan yang mengacu
pada penelitian yang dilakukan oleh Noerirawan dan Muid (2012).
2.
Periode waktu dan sampel penelitian
Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009-2011, sedangkan
sampel yang digunakan pada penelitian Wijaya dan Wibawa (2010) adalah
seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun
2006-2009
Berdasarkan uraian tersebut diatas, penulis tertarik melakukan penelitian
yang berjudul “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan,
Kebijakan Dividen, Tingkat Inflasi, dan Tingkat Suku Bung terhadap
Nilai Perusahaan” (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011).
1.2 Batasan Masalah
Penelitian ini meneliti mengenai keputusan investasi, keputusan pendanaan,
kebijakan dividen, inflasi dan tingkat suku bunga terhadap nilai perusahaan.
Batasan masalah dalam penelitian ini meliputi variabel-variabel dan sampel yang
digunakan dalam penelitian yaitu:
1.
Nilai perusahaan yang diproksikan menggunakan Price Book Value (PBV).
11
2.
Keputusan Investasi yang diproksikan menggunakan Total Asset Growth
(TAG).
3.
Keputusan Pendanaan yang diproksikan menggunakan Debt To Equity Ratio
(DER).
4.
Kebijakan Dividen yang diproksikan menggunakan Dividend Payout Ratio
(DPR).
5.
Tingkat inflasi yang menggunakan indeks harga konsumen.
6.
Tingkat suku bunga berdasarkan tingginya tingkat suku bunga yang terdapat
pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
7.
Sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2009-2011.
1.3 Rumusan Masalah
Penelitian dilakukan untuk menguji kembali pengaruh dari keputusan investasi,
keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Dan
untuk menguji apakah faktor eksternal dapat mempengaruhi nilai perusahaan.
Berdasarkan hal diatas, maka permasalahan yang akan diuji dalam
penelitian ini adalah:
1.
Apakah keputusan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
2.
Apakah keputusan pendanaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
3.
Apakah kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
4.
Apakah tingkat inflasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
5.
Apakah tingkat suku bunga berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
12
6.
Apakah
keputusan investasi, keputusan pendanaan, kebijakan dividen,
tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga berpengaruh secara simultan terhadap
nilai perusahaan?
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi tentang hasil yang ingin dicapai dari penelitian melalui
proses penelitian yang akan menjawab masalah penelitian. Sesuai dengan
perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk:
1.
Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh keputusan investasi terhadap
nilai perusahaan.
2.
Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh keputusan terhadap nilai
perusahaan.
3.
Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai
perusahaan.
4.
Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh tingkat inflasi terhadap nilai
perusahaan.
5.
Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh tingkat suku bunga terhadap nilai
perusahaan.
6.
Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh keputusan investasi, keputusan
pendanaan, kebijakan dividen, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga secara
simultan terhadap nilai perusahaan.
13
1.5 Manfaat penelitian
Dari penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang
menggunakan antara lain:
1.
Bagi calon investor dan investor
Hasil dari penelitian ini diharapkan sapat digunakan sebagai informasi
tambahan mengenai kondisi perusahaan yang terkandung didalam laporan
keuangan dan laporan keberlanjutan dalam menentukan pengambilan
keputusan investasi.
2.
Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
manajemen di perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi, keputusan
pendanaan, dan kebijakan dividen bagi perusahaan. Dan tidak hanya
memperhatikan faktor internal untuk dapat meningkatkan nilai perusahaan,
tetapi juga memperhatikan faktor eksternalnya.
3.
Bagi peneliti selanjutnya
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadikan referensi dan acuan
dalam penelitian selanjutnya mengenai pengaruh dari nilai perusahaan.
4.
Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan penulis mengenai
pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan, kebijakan dividen,
inflasi, dan tingkat suku bunga terhadap nilai perusahaan.
14
1.6 Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini membahas tentang latar belakang masalah yang terjadi dan
menjadi minat bagi peneliti untuk diteliti dan dijadikan sebagai objek
penelitian. Di dalam latar belakang masalah tersebut dapat merumuskan
masalah yang akan diteliti, batasan permasalahan tersebut, tujuan dari
penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.
BAB II TELAAH LITERATUR
Pada bab ini berisikan tentang landasan teori yang berhubungan dengan nilai
perusahaan, keputusan investasi, keputusan pendanaan, kebijakan dividen,
inflasi dan tingkat suku bunga. Dan juga dapat menganalisis hasil penelitian
terdahulu, kerangka pikiran, dan hipotesa yaitu dugaan sementara dari
masalah yang akan diteliti.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini membahas tentang variabel penelitian yang berisi deskripsi dari
variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian dan beserta jumlahnya,
populasi serta sampel penelitian, jenis dan sumber data, metode pengumpulan
data, metode analisis instrument serta teknik analisis yang digunakan dalam
melakukan pengujian hipotesis.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang gambaran umum objek penelitian serta membahas
tentang sampel dan variabel yang berkaitan dengan penelitian, analisis data
15
yang bertujuan untuk mnyederhanakan data agar mudah dibaca oleh pihak
lain.
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi simpulan, keterbatasan, dan saran. Simpulan merupakan jawab
atas masalah penelitian serta tujuan penelitian yang dikemukakan pada Bab I,
beserta infomasi tambahan yang diperoleh atas dasar temuan penelitian. Pada
bab ini juga dipaparkan tentang keterbatasan dari penelitian, baik dalam
kaitannya dengan kemampuan generalisasi temuan, maupun kendala-kendala
lain. Keterbatasan merupakan kekurangan yang terdapat pada penelitian yang
diharapkan dapat diperbaiki pada penelitian selanjutnya. Saran merupakan
manifestasi dari penulis atas sesuatu yang belum ditempuh dan layak untuk
dilaksanakan pada penelitian lanjutan.
16
Download