13 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Sistem Rekomendasi Sistem

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Sistem Rekomendasi
Sistem Rekomendasi (SR) merupakan model aplikasi dari hasil observasi
terhadap keadaan dan keinginan pelanggan. Sistem Rekomendasi memanfaatkan
opini seorang terhadap suatu barang dalam domain atau kategori tertentu, untuk
membantu sesorang dalam memilih produk. Karena itu Sistem Rekomendasi
memerlukan model rekomendasi yang tepat agar apa yang direkomendasikan sesuai
dengan keinginan pelanggan,serta mempermudah pelanggan mengambil keputusan
yang tepat dalam menentukan produk yang akan dibelinya (McGinty dan Smyth,
2006).
1.2 Pengertian Gudang
Gudang adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyimpan barang baik
yang berupa raw material, barang work in atau finished good. Dari kata gudang
maka didapatkan istilah pergudangan yang berarti merupakan suatu kegiatan yang
berkaitan dengan gudang. Menurut Holy Icun Yunarto dan Martinus Getty Santika
(2005) kegiatan tersebut dapat meliputi kegiatan movement (perpindahan), storage
(penyimpanan) dan information transfer (transfer informasi).
A. Peran dan Fungsi Gudang
Menurut Ahmad Arwani (2009) peranan gudang dapat dikategorikan dalam
tiga fungsi :
1. Fungsi penyimpanan
Fungsi paling mendasar dari gudang adalah tempat penyimpanan barang,
baik bahan mentah, setengah jadi, maupun barang jadi. Tujuan dari manajemen
adalah bagaimana menggunakan ruang (space) seoptimal mungkin untuk
menyimpan produk dengan biaya tertentu.
2. Fungsi
melayani
permintaan
13
pelanggan
14
Aktivitas menerima barang dari manufaktur atau supplier dan memenuhi
permintaan dari cabang atau pelanggan gudang sebagai focus aktivitas logistic.
Gudang berperan menyediakan pelayanan dengan menjamin ketersediaan produk
dan siklus order yang reasonable. Sistem ini akan menurunkan biaya, karena
pengiriman dari manufaktur bisa dibuat secara berkala, cukup dengan kuantitas truk
atau mobil boks. Dengan menyimpan stok dalam jumlah tertentu, akan membantu
manufaktur dari permintaan yang fluaktif.
3. Fungsi distribusi dan konsulidasi
Fungsi didistribusi ini menjadikan gudang sebagai kepanjangan tangan dari
penjualan dan pemasaran dalam memastikan penyampaian produk dan informasi
kepada pelanggan sebagai titik penjualan (point of sale).
Fungsi ini tercipta sebagai akibat dari karakteristik biaya transportasi.
Pengiriman dalam jumlah besar, secara ekonomis lebih murah biayanya disbanding
dengan pengiriman dalam skala lebih kecil. Dalam sistem tertentu, fungsi
didistribusi dan konsolidasi menjadi fungsi utama dari gudang disribusi.
B. Operasi – Operasi Pergudangan
Pergudangan terdapat tiga fungsi utama yaitu movement (perpindahan),
storage (penyimpanan) dan information transfer (transfer informasi).
1. Movement (Perpindahan)
Fungsi movement ini merupakan fungsi utama,salah satu kegiatannya adalah
memperbaiki perputaran inventory dan mempercepat proses pesanan dari produksi
hingga ke pengirim pertama.
Menurut Holy Icun Yunanto (2005) fungsi movement dibagi menjadi aktivitasaktivitas yang meliputi :
15

Receiving (penerimaan)

Putaway

Customer Order Picking

Packing

Cross Docking

Shipping
2. Storage (Penyimpanan)
Storage merupakan aktivitas penyimoanan barang baik yang merupakan
barang baku ataupun barang hasil produksi. Penyimpananan barang dilakukan di
dalam gedung gedung.gudang finished good dan sparepart menjadi satu atau dpat
dipindahkan.
3. Information Transfer (Transfer Informasi)
Aktivitas ini adalah aktivitas transfer informasi seperti informasi mengenai
stock barang yang ada di gudang atau informasi – informasi lain yang berguna,
informasi ini dapat merupakan informasi untuk
pihak diluar gudang atau pihak
gudang itu sendiri.
1.3 Pengertian Obat
Obat merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap untuk digunakan
untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam
rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan,
kesehatan dan kontrasepsi (Kebijakan Obat Nasional, Departemen Kesehatan
RI,2005).
Obat dalam arti luas ialah zat kimia yang dapat mempengaruhi proses hidup,
maka farmakologi merupakan ilmu yang sangat luas cakupannya. Namun untuk
seorang dokter, ilmu ini dibatasi tujuannya yaitu agar dapat menggunakan obat untuk
16
maksud pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit. Selain itu, agar menegrti
bahwa penggunaan obat dapat mengakibatkan berbagai gejala penyakit. (Bagian
Farmakologi Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia).
A. Penggolongan Obat
Obat digolongkan menjadi 4 golongan, yaitu :
1. Obat Bebas, merupakan obat yang ditandai dengan lingkaran berwarna hijau
dengan tepi lingkaran berwarna hitam. Obat bebas umumnya berupa
suplemen vitamin dan mineral, obat gosok, beberapa analgetik- antipiretik,
dan beberapa antasida. Obat golongan ini dapat dibeli bebas di Apotek, toko
obat, toko kelontong, warung.
2. Obat Bebas Terbatas, merupakan obat yang ditandai dengan lingkaran
berwarna biru dengan tepi lingkaran berwarna hitam. Obat-obat yang
umunya masuk ke dalam golongan ini antara lain obat batuk, obat influenza,
obat penghilang rasa sakit dan penurun panas pada saat demam (analgetikantipiretik), beberapa suplemen vitamin dan mineral, dan obat-obat
antiseptika, obat tetes mata untuk iritasi ringan. Obat golongan ini hanya
dapat dibeli di Apotek dan toko obat berizin.
3. Obat Keras, merupakan obat yang pada kemasannya ditandai dengan
lingkaran yang didalamnya terdapat huruf K berwarna merah yang
menyentuh tepi lingkaran yang berwarna hitam. Obat keras merupakan obat
yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Obat-obat yang umumnya
masuk ke dalam golongan ini antara lain obat jantung, obat darah
tinggi/hipertensi, obat darah rendah/antihipotensi, obat diabetes, hormon,
antibiotika, dan beberapa obat ulkus lambung. Obat golongan ini hanya dapat
diperoleh di Apotek dengan resep dokter.
4. Obat Narkotika, merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai
17
menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan (UURI
No. 22 Th 1997 tentang Narkotika). Obat ini pada kemasannya ditandai
dengan lingkaran yang didalamnya terdapat palang (+) berwarna merah. Obat
Narkotika bersifat adiksi dan penggunaannya diawasi dengan ketet, sehingga
obat golongan narkotika hanya diperoleh di Apotek dengan resep dokter asli
(tidak dapat menggunakan kopi resep). Contoh dari obat narkotika antara
lain: opium, coca, ganja/marijuana, morfin, heroin, dan lain sebagainya.
Dalam bidang kesehatan, obat- obat narkotika biasa digunakan sebagai
anestesi/obat bius dan analgetik/obat penghilang rasa sakit.
1.4 Logika Fuzzy
Konsep logika fuzzy pertama kali diperkenalkan oleh Professor Lotti A. Zadeh
dari Universitas California pada tahun 1965. Logika Fuzzy merupakan generalisasi
dari logika klasik yang hanya memiliki dua nilai keanggotaan yaitu 0 dan 1. Dalam
logika fuzzy nilai kebenaran suatu pernyataan berkisar dar sepenuhnya benar sampai
dengan sepenuhnya salah.
Fuzzy logic berhubungan dengan ketidakpastian yang telah menjadi sifat
alamiah manusia, mensimulasikan proses pertimbangan normal manusia dengan jalan
memungkinkan komputer untuk berperilaku sedikit lebih seksama dan logis daripada
yang dibutuhkan metode komputer konvesional.
A. Himpunan Crips dan Himpunan Fuzzy
Himpunan Crisp A didefinisikan oleh item-item yang ada pada himpunan itu.
Jika a  A, maka nilai yang berhubungan dengan a adalah 1. Namun, jika
a  A,
maka nilai yang berhubungan dengan a adalah 0. Notasi A = {x | P(x)} menunjukkan
bahwa A berisi item x dengan P (x) benar. Jika XA merupakan fungsi karakteristik A
dan properti P, dapat dikatakan bahwa P(x) benar, jika dan hanya jika XA(x) = 1.
Himpunan fuzzy didasarkan pada gagasan untuk memperluas jangkauan fungsi
karakteristik sedemikian hingga fungsi tersebut akan mencakup bilangan real pada
interval [0,1]. Nilai keanggotaannya menunjukkan bahwa suatu item tidak hanya
18
bernilai benar atau salah. Nilai 0 menunjukkan salah, nilai 1 menunjukkan benar, dan
masih ada nilai-nilai yang terletak antara benar dan salah.
Seseorang dapat masuk dalam 2 himpunan berbeda, Muda dan Parobaya,
Parobaya dan Tua. Seberapa besar eksistensinya dalam himpunan tersebut dapat
dilihat pada nilai keanggotaannya. Gambar 2.1 menunjukkan himpunan fuzzy untuk
variabel umur.
muda
1
tua
parobaya
µ(x)
0,5
0,25
0
25
35
40
45
50
55
65
Umur (th)
Gambar 2. 1Grafik Pengelompokan Umur Ke Himpunan Kategori Usia Dengan
Logika Fuzzy
Pada Gambar 2.1 dapat dilihat bahwa :
a. Seseorang yang berumur 40 tahun, termasuk dalam himpunan muda dengan
µmuda [40] = 0,25; namun umur tersebut juga termasuk dalam himpunan
parobaya dengan µparobaya [40] = 0,5.
b. Seseorang yang berumur 50 tahun, termasuk dalam himpunan tua dengan
µtua [50] = 0,25, namun umur tersebut juga termasuk dalam himpunan
parobaya dengan µparobaya [50] = 0,5.
Pada himpunan crisp, nilai keanggotaannya hanya ada dua kemungkinan, yaitu antara
0 atau 1, sedangkan pada himpunan fuzzy nilai keanggotaannya pada rentang antara 0
sampai 1. Apabila x memiliki nilai keanggotaan fuzzy µA[x] = 0, berarti x tidak
menjadi anggota himpunan A, juga apabila x memiliki nilai keanggotaan fuzzy µA[x]
= 1 berarti x menjadi anggota penuh pada himpunan A.Istilah fuzzy logic memiliki
berbagai arti. Salah satu arti fuzzy logic adalah perluasan crisp logic, sehingga dapat
mempunyai nilai antara 0 sampai 1. Pertanyaan yang akan timbul adalah, bagaimana
19
dengan operasi NOT, AND dan OR-nya? Ada banyak solusi untuk masalah tersebut.
Salah satunya adalah:
 operasi NOT x diperluas menjadi 1 - µx,
x OR y diperluas menjadi max(µx, µy)
x AND y diperluas menjadi min(µx, µy).
Dengan cara ini, operasi dasar untuk crisp logic tetap sama. Sebagai contoh :
- NOT 1 = 1 – 1 = 0
- 1 OR 0 = max (1,0) = 1
- 1 AND 0 = min (1,0) = 0,
dan ini diperluas untuk logika fuzzy. Sebagai contoh :
- NOT 0,7 = 1 – 0,7 = 0,3
- 0,3 OR 0,1 = max (0,3, 0,1)
- 0,8 AND 0,4 = min (0,8, 0,4) = 0,4.
B. Kaidah
Secara prinsip/naluriah, kaidah yang dapat digunakan mirip dengan kaidah
yang biasa dipakai dalam penentuan jumlah produksi suatu barang, seperti :
-
Jika permintaan turun dan persediaan banyak maka produksi barang
berkurang
-
Jika permintaan turun dan persediaan sedikit maka produksi barang
berkurang.
-
Jika permintaan naik dan persediaan banyak maka produksi barang naik.
-
Jika permintaan naik dan persediaan sedikit maka produksi barang naik.
Kaidah-kiadah tersebut adalah dalam bahasa linguistik dan bukan bahasa
matematis. Kaidah-kaidah tersebut menggunakan kata-kata yang tidak mencerminkan
ketelitian seperti turun, naik, banyak, sedikit, berkurang, dan bertambah. Hal ini
20
berbeda dengan bahasa matematis yang selalu mensyaratkan ketelitian yaitu dengan
angka-angka.
C. Fungsi Keanggotaan
Fungsi keanggotaan (membership function) adalah suatu kurva yang
menunjukkan pemetaan titik input data kedalam nilai keanggotaanya (sering juga
disebut dengan derajat keanggotaan) yang memiliki interval antara 0 sampai 1.
Salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan nilai keanggotaan adalah
dengan cara pendekatan fungsi. Ada beberapa fungsi yang bisa digunakan, tetapi
yang paling sering digunakan ada 3 representasi diantaranya adalah representasi
kurva segitiga, representasi kurva trapesium dan representasi kurva berbentuk bahu.
a. Representasi Kurva Segitiga
Kurva segitiga pada dasarnya merupakan gabungan antara 2 garis linear yaitu
garis representasi linear turun dan garis representasi linear naik. Nilai tertinggi dari
fungsi kurva segitiga terletak pada titik temu dari penggabungan 2 garis representasi
linear tersebut seperti terlihat pada Gambar 2.2.
Gambar 2. 2 Kurva Segitiga
21
(Sumber :Aplikasi Logika Fuzzy Untuk Pendukung Keputusan, 2004)
Fungsi keanggotaan:
[ ]
{
b. Representasi Kurva Trapesium
Kurva trapezium pada dasarnya sama dengan kurva berbentuk segitiga, hanya
saja ada beberapa titik yang memiliki nilai keanggotaan 1 seperti yang terlihat pada
Gambar 2.3.
Gambar 2. 3 Kurva Trapesium
(Sumber : Aplikasi Logika Fuzzy Untuk Pendukung Keputusan, 2004)
Fungsi keanggotaan:
[ ]
{
22
c. Representasi Kurva Bentuk Bahu
Daerah yang terletak di tengah – tengah suatu variabael yang direpresentasikan dalam
bentuk segitiga, pada sisi kanan dan kirinya akan naik dan turun (misalkan: DINGIN
bergerak ke SEJUK bergerak ke HANGAT dan bergerak ke PANAS). Himpunan
fuzzy „bahu‟, bukan segitiga, digunakan untuk mengakhiri variable suatu daerah fuzzy.
Bahu kiri beegerak dari benar ke salah, demikian juga bahu kanan bergerak dari salah
ke benar. Gambar 2.3 menunjukkan variabel TEMPERATUR dengan daerah
bahunya.
Gambar 2. 4 Kurva Bahu
(Sumber :Aplikasi Logika Fuzzy Untuk Pendukung Keputusan, 2004)
d. Sistem Inferensi Fuzzy
Sistem Inferensi Fuzzy (Fuzzy Inference System/FIS) disebut juga fuzzy
inference engine adalah sistem yang dapat melakukan penalaran dengan prinsip
serupa seperti manusia melakukan penalaran dengan nalurinya.
23
Terdapat beberapa jenis FIS yang dikenal yaitu Mamdani, Sugeno dan
Tsukamoto. FIS yang paling mudah dimengerti, karena paling sesuai dengan naluri
manusia adalah FIS Mamdani. FIS tersebut bekerja berdasarkan kaidah-kaidah
linguistik dan memiliki algoritma fuzzy yang menyediakan sebuah aproksimasi untuk
dimasuki analisa matematik. Proses dalam FIS ditunjukan pada Gambar 2.5 Input
yang diberikan kepada FIS adalah berupa bilangan tertentu dan output yang
dihasilkan juga harus berupa bilangan tertentu. Kaidah-kaidah dalam bahasa
linguistik dapat digunakan sebagai input yang bersifat teliti harus dikonversikan
terlebih dahulu, lalu melakukan penalaran berdasarkan kaidah-kaidah dan
mengkonversi hasil penalaran tersebut menjadi output yang bersifat teliti.
Kaidah-kaidah
input
fuzzyfikasi
penaran
defusifikasi
output
Gambar 2. 5 Proses dalam FIS
1.5 Metodelogi Pengembangan Sistem
Menurut (Munir, 2010) metodologi pengembangan sistem adalah suatu proses
yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi. Metodologi meliputi (1)
aktivitas yang dilakukan pada setiap langkah (fase) (2) peranan individu dan
kelompok dalam setiap aktivitas (3) deliverables dan standard kualitas bagi setiap
aktivitas dan (4) peralatan (“tools”) dan teknik yang digunakan untuk setiap aktivitas.
pengembangan sistem menggunakan metodologi dilakukan untuk dapat memastikan
pendekatan yang konsisten dalam setiap proyek, serta menghasilkan dokumentasi
yang konsisten dan lengkap untuk setiap proyek .
24
Dalam pengembangan sistem-sistem perangkat lunak dapat menggunakan
metodelogi pengembangan SDLC (System Development Life Cycle). SDLC memiliki
beberapa model dalam penerapan tahapan prosesnya diantaranya waterfall, prototipe,
rapid application development dan lain-lain. Dalam penelitian ini peneliti
menggunakan metode waterfall.
1.5.1
Waterfall Model
Waterfall Model adalah sebuah metode pengembangan software yang bersifat
sekuensial. Metode ini dikenalkan oleh Royce pada tahun 1970 dan pada saat itu
disebut sebagai siklus klasik dan sekarang ini lebih dikenal dengan sekuensial
linier. Selain itu Model ini merupakan model yang paling banyak dipakai oleh para
pengembang software. Inti dari metode waterfall adalah pengerjaan dari suatu sistem
dilakukan secara berurutan atau secara linear. Jadi jika langkah satu belum dikerjakan
maka tidak akan bisa melanjutkan kelangkah 2, 3 dan seterusnya. Secara otomatis
tahapan ke-3 akan bisa dilakukan jika tahap ke-1 dan ke-2 sudah dilakukan.
Gambar 2. 6 Fase dalam Waterfall model (somervile,2011)
Keterkaitan dan pengaruh antar tahap ini ada karena output sebuah tahap
dalam Waterfall Model merupakan input bagi tahap berikutnya, dengan
demikian ketidak sempurnaan hasil pelaksanaan tahap sebelumnya adalah awal
25
ketidak sempurnaan tahap berikutnya. Memperhatikan karakteristik ini, sangat
penting bagi tim pengembang dan perusahaan untuk secara bersama-sama melakukan
analisa kebutuhan dan desain system sesempurna mungkin sebelum masuk kedalam
tahap penulisan kode program.
Keuntungan Metode Waterfall

Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh
pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.

Document pengembangan system sangat terorganisir, karena setiap fase harus
terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya.
Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.

Metode ini masih lebih baik digunakan walaupun sudah tergolong kuno,
daripada menggunakan pendekatan asal-asalan. Selain itu, metode ini juga
masih masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.
Kelemahan waterfall

Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat
dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk.

Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal
pengembangan yang berakibat pada tahapan selanjutnya.

Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat
mengakomodasi ketidak pastian pada saat awal pengembangan.

Pelanggan harus sabar, karena pembuatan perangkat lunak akan dimulai ketika
tahap desain sudah selesai. Sedangkan pada tahap sebelum desain bisa
memakan waktu yang lama.
1.6 PHP (Hypertext Preprocessor)
PHP adalah kependekan dari PHP Hypertext Preprocessor, bahasa interpreter
yang mempunyai kemiripan dengan bahasa C dan Perl yang mempunyai
26
kesederhanaan dalam perintah, yang digunakan untuk pembuatan aplikasi web.
(Sidik, 2004, h:3)
PHP/FI merupakan nama awal dari PHP (Personal Home Page/Form Interface).
Dibuat pertama kali oleh Rasmus Lerdoff tahun 1994. PHP awalnya merupakan
program CGI yang dikhususkan untuk menerima input melalui form yang
ditampilkan dalam browser web. Kemudian dikembangkan oleh orang lain dan
setelah memulai tiga kali karya penulisan, akhirnya PHP menjadi bahasa
pemrograman web. PHP adalah sebuah produk yang berbentuk open source, sehingga
source code-code dari PHP dapat digunakan, diganti, diedit tanpa harus dikenakan
biaya. Dengan menggunakan PHP maka maintenance suatu situs web menjadi lebih
mudah. Proses update dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang dibuat
dengan menggunakan script PHP.
1.6.1
Kelebihan dan Kelemahan PHP
Kelebihan PHP sebagai bahasa server side adalah:
1. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak
melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.
2. Web server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana-mana dari
mulai IIS sampai dengan Aphace, dengan konfigurasi yang relative
mudah.
3. Dapat digunakan diberbagai mesin (Linux, Unix, Windows) dan dapat
dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan
perintah-perintah sistem.
Adapun kelemahan PHP adalah:
1. Tidak ideal untuk pengembangan skala besar.
2. Tidak bisa memisahkan antara tampilan dengan logik dengan baik
(walaupun pengguna template dapat memperbaikinya).
27
3. PHP memiliki kelemahan security tertentu apabila programmer tidak jeli
dalam melakukan pemrograman dan kurang memperhatikan isu dan
konfigurasi PHP
1.7 MySQL
SQL ( Structured Query Language ) adalah bahasa standar yang digunakan untuk
mengakses server database . Semenjak tahun 70-an bahasa ini telah dikembangkan
oleh IBM, yang kemudian diikuti dengan adanya Oracle, Informix dan Sybase.
Dengan menggunakan SQL, proses akses database menjadi lebih user-friendly
dibandingkan dengan misalnya dBase ataupun Clipper yang masih menggunakan
perintah – perintah pemrograman murni.
MySQL adalah sebuah aplikasi Relational Database Managemen Server
(RDBMS). Dengan menggunakan MySQL server, maka data dapat diakses oleh
banyak pemakai secara bersamaan. MySQL menggunakan bahasa SQL (Structure
Query Language) yaitu bahasa pemrograman standar yang digunakan untuk
mengakses server database.
Tiap database memiliki table-tabel, tiap tabel memiliki field-field. Umumnya
informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logis merupakan struktur-struktur
dimensi terdiri atas baris dan kolom. Field-field tersebut dapat berupa data seperti int,
real, char, date, time, dan lainnya.
Keunggulan MySQL, di antaranya:
1. Bekerja pada berbagai platform (tersedia berbagai versi untuk berbagai
sistem operasi).
2. Pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah.
3. Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan
konfigurasi sistem database.
28
4. Mendukung record yang memiliki kolom dengan panjang tetap atau
panjang bervariasi.
5. MySQL dan PHP saling terintegrasi, maksudnya adalah pembuatan
database dengan menggunakan sintak PHP dapat dibuat. Sedangkan input
yang dimasukkan melalui aplikasi web yang menggunakan script server
side seperti PHP dapat langsung dimasukkan ke database MySQL yang ada
di server dan tentunya web tersebut berada di sebuah web server.
Sistem database MySQL memiliki sistem sekuritas dengan tiga verifikasi yaitu
username, password dan host. Verifikasi host memungkinkan untuk membuka
sekuriti di 'localhost', tetapi tertutup bagi host lain (bekerja di lokal komputer). Sistem
sekuriti ini ada di dalam database mysql dan pada tabel user. Proteksi juga dapat
dilakukan terhadap database, tabel, hingga kolom secara terpisah.
1.8 Tinjauan Studi
i. Implementasi Metode Fuzzy Tsukamoto Pada Penentuan Harga Jual Barang
Dalam Konsep Fuzzy Logic (Rizky Amelia,2013)
Pada jurnal penelitian ini, peneliti hanya membahas secara skematis
bagaimana metode logika fuzzy dengan metode FIS Tsukamoto menghasilkan
suatu sistem yang dapat menentukan suatu harga jual barang yang dapat
membantu distributor dalam membuat keputusan. Metode FIS Tsukamoto
menerapkan rata-rata terbobot untuk menghitung harga jual barang sebagai hasil
akhirnya. Dalam penelitian ini dihasilkan suatu kesimpulan bahwa penerapan
metode fuzzy Tsukamoto pada sistem pendukung keputusan dalam penentuan
harga jual barang dapat membantu dan memudahkan distributor dalam
mengambil keputusan.
ii. Penerapan Metode Tsukamoto (Logika Fuzzy) dalam Sistem Pendukung
Keputusan Untuk Menentukan Jumlah Produksi Barang Berdasarkan Data
Persediaan dan Jumlah Permintaan (Ginanjar Abdurrahman,2011)
29
Pada jurnal penelitian ini, peneliti hanya membahas bagaimana sistem
pendukung keputusan yang dikembangkan bertujuan untuk menentukan jumlah
barang yang akan produksi berdasarkan data persediaan dan jumlah permintaan.
SPK ini menggunakan Sistem Inferensi Fuzzy (SIF) atau Fuzzy Inference System
(FIS) Tsukamoto. Menerapkan metode FIS Tsukamoto untuk membuat suatu
sistem pendukung keputusan menentukan jumlah produksi barang dengan
menggunakan bahasa pemrograman PHP. Setelah dilakukannya serangkaian
proses pengujian dan hasil yang didapat, kesimpulan yang dapat diambil bahwa
hasil perhitungan SPK tidak berbeda dengan hasil perhitungan yang dilakukan
secara manual, hal ini ditunjukan dengan uji validitas SPK dengan menggunakan
dua puluh jenis data sampel dan menghasilkan tingkat validitas SPK sebesar
100%. Disamping memiliki kinerja yang sangat baik, SPK ini juga dapat berjalan
dalam waktu yang sangat singkat. Sehingga, tanpa mengurangi ketepatan dalam
perhitungan, SPK dapat digunakan untuk menghemat waktu dalam menentukan
jumlah barang yang akan diproduksi.
Download