Sistem Pengendalian Intern Gaji dan Upah Pada UP JAMKESDA

advertisement
Sistem Pengendalian Intern
Gaji dan Upah Pada UP
JAMKESDA
(Unit
Penyelenggaraan
Jaminan
Kesehatan Daerah) Provinsi
DKI Jakarta
R. Farda Tantia (25211690)
3EB10
LATAR BELAKANG
Pemeriksaan terus-menerus dan analisa laporan dan catatan-catatan sering disebut Sistem
Pengendalian Intern (SPI). Sistem pengendalian intern adalah sebagai alat bantu
manajemen dalam mengendalikan sebuah perusahaan, yang bertujuan untuk menjaga
keamanan atau melindungi asset perusahaan berupa sumber daya yang termasuk data dan
informasi, untuk memastikan ketepatan dan keakuratan data dan informasi yang artinya
menjaga agar data dan informasi bebas dari kesalahan dan menyediakan hasil yang
konsisten.
Gaji dan upah merupakan salah satu aspek yang paling berarti, baik bagi karyawan maupun
perusahaan. Gaji merupakan salah satu bidang yang banyak memiliki resiko terjadinya
kecurangan. Pengelolaan gaji dan upah yang tidak sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan akan mengakibatkan kekecewaan pada karyawan. Sistem pengendalian intern
sangat diperlukan untuk melakukan pengecekan terhadap sistem akuntansi penggajian.
Sistem pengendalian intern harus dimiliki oleh perusahaan dalam sistem penggajian yang
dimiliki agar tujuan perusahaan dapat tercapai dan untuk mencegah terjadinya manipulasi,
penyelewengan, dan kecurangan yang dapat merugikan perusahaan.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sistem Penggajian dan Pengupahan yang dilakukan oleh UP JAMKESDA
Provinsi DKI Jakarta?
2. Apakah Sistem Penggajian dan Pengupahan yang dilakukan oleh UP JAMKESDA
Provinsi DKI Jakarta memiliki kelemahan?
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana sistem penggajian dan pengupahan yang dilakukan oleh
UP JAMKESDA Provinsi DKI Jakarta.
2. Untuk mengetahui apakah sistem penggajian dan pengupahan yang dilakukan oleh UP
JAMKESDA Provinsi DKI JAKARTA memiliki kelemahan.
PEMBAHASAN
•
Pengertian gaji dan upah menurut UP JAMKESDA yaitu gaji adalah “pembayaran yang
dilakukan terhadap karyawan tetap (PNS)”. Sedangkan upah adalah “pembayaran yang
dilakukan untuk karyawan honorer (CPNS)”.
•
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemberian gaji dan upah bagi
karyawannya:
- Peringkat Jabatan
- Keahlian/ Keterampilan
•
Penentuan standar dalam pemberian gaji dan upah bagi karyawannya adalah dengan
dengan menilai kehadiran dan kinerja.
•
Pada UP JAMKESDA karyawan dibagi atas :
- Karyawan Kontrak
- Karyawan Tetap
TKD yang diterima = TKD x KH x NK
•
Fungsi yang Terkait pada sistem pengendalian intern gaji dan upah di UP JAMKESDA
adalah sebagai berikut :
1. Fungsi personalia
2. Fungsi pencatatan waktu hadir
3. Fungsi akuntansi
4. Fungsi keuangan
•
Dokumen yang digunakan oleh UP JAMKESDA dalam sistem pengendalian intern gaji
dan upah :
Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah
Daftar absensi
Daftar gaji dan upah
Rekap daftar gaji dan upah
Surat pernyataan gaji dan upah
Bukti kas keluar
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Flowchart Pencatatan Waktu Hadir dan Pembuatan Daftar Gaji dan Upah
Flowchart Distribusi Gaji dan Upah dan Pembayaran Gaji dan Upah
KESIMPULAN
1.
2.
Sistem penggajian dan pengupahan yang dilakukan oleh UP JAMKESDA dalam
pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing departemen sudah terpisah.
Sistem penggajian dan pengupahan yang dilakukan oleh UP JAMKESDA melibatkan
fungsi personalia, fungsi pencatatan waktu hadir, fungsi akuntansi dan fungsi
keuangan. Dokumen yang diperlukan untuk sistem pengendalian intern gaji dan upah
tersebut adalah dokumen pendukung perubahan gaji dan upah, daftar absensi, daftar
gaji dan upah, rekap daftar gaji dan upah, surat pernyataan gaji dan upah, bukti kas
keluar. Dan prosedur yang terkait dalam sistem pengendalian intern gaji dan upah UP
JAMKESDA adalah prosedur pencatatan waktu, prosedur pembuatan daftar gaji dan
upah, prosedur distribusi gaji dan upah dan prosedur pembayaran gaji dan upah.
Sistem penggajian dan pengupahan yang dilakukan oleh UP JAMKESDA masih
memiliki kelemahan yaitu tidak adanya pengecekan dari fungsi akuntansi dan
keuangan terhadap daftar gaji dan upah yang dibuat oleh personalia, sehingga akan
terjadi ketidak telitian dalam perhitungan penggajian dan pengupahan. Dan dokumen
daftar abensi tidak dibuat rangkap sehingga akan memudahkan terjadinya manipulasi
terhadap keabsahan data kehadiran karyawan yang akan berpengaruh terhadap
pengeluaran untuk pembayaran gaji dan upah menjadi lebih besar atau lebih kecil dari
yang seharusnya diterima oleh para karyawan.
SARAN
Pengendalian intern terhadap gaji dan upah sangat dibutuh bagi setiap perusahaan dan
instansi. Dengan ini penulis menyarankan agar sistem pengendalian intern yang ada pada
UP JAMKESDA diperbaiki dari yang sebelumnya. Agar tidak banyak terjadi kecurangankecurangan yang dapat merugikan pihak instansi maupun karyawan yang bekerja didalam
instansi tersebut.
Download