seminar tugas akhir periode juli 2009 - Digilib ITS

advertisement
SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE AGUSTUS 2010
procedural
dalam
analisis,
pembuatan,
dan
RANCANG BANGUN PERANGKAT
LUNAKaplikasi
INVENTORY
DANacuan
DISTRIBUSI
penggunaan
ERP. Kerangka
yang
digunakan
adalah COBIT METODE
(Control
PERUSAHAAN MANUFAKTURdapat
DENGAN
MENGGUNAKAN
Objectives
for
Information
and
Related
SERVICE ORIENTED
ARCHITECTURE
Technologies) yang menyediakan Proses Teknologi
Eka Gibran Hasany, Prof. Riyanarto Sarno, Rizky Januar Akbar.
Informasi
yangInstitut
umum
digunakan
suatu
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi
Informasi,
Teknologi
Sepuluhdalam
Nopember
enterprise.
Tujuan
dari
COBIT
adalah
Email : ekagibran @gmail.com
menyelaraskan tujuan Teknologi Informasi dengan
tujuan bisnis.
Abstrak - Service Oriented Architecture adalah
suatu solusi Arsitektural yang sering muncul
belakangan ini. Dimulai dari IBM, kemudian
dikembangkan oleh para Developer, Service
Oriented Architecture juga berkembang sebagai
suatu paradigma abstrak yang memiliki banyak
jenis dalam pengimplementasiannya. Namun,
setiap ahli pasti setuju bahwa Arsitektur SOA
memiliki banyak keuntungan seperti loose
coupling, reusability, maintainability, integration.
Enterprise Resource Planning adalah
suatu bagian yang sangat penting dari perusahaan.
ERP merupakan suatu sistem yang sangat besar
yang terdiri dari modul-modul yang menangani
bagian tertentu dan semuanya saling terintegrasi.
Dengan kondisi ERP seperti itu, dimungkinkan
untuk dibuat dengan suatu arsitektur yang lebih
modular agar tercapainya keunggulan seperti
reusability, maintainability, dan integration.
Aplikasi dalam Tugas Akhir ini mencoba
menerapkan solusi Service Oriented Architecture
pada ERP dengan tetap berpedoman pada prinsip
dasar SOA. Adapun tahapannya dimulai dari
analisis yang dinamakan Service Oriented Analisys
and Design.
Untuk mengimplementasikan ERP dengan
Service Oriented Architecture, dimulai dengan
tahapan analisis yang disebut dengan Service
Oriented Analysis and Design (SOAD). SOAD.
SOAD memiliki Layer yang merupakan tahaptahap analisis yang dilakukan secara top-down.
Layer-layer tersebut adalah Business Process,
Business Service, Software Service, Software
Components. Dengan melakukan tahap SOAD
secara benar, maka akan dapat diidentifikasi
Service-service yang penting yang dapat
mendukung implementasi Service Oriented
Architecture untuk ERP.
yaitu.
Makalah ini terdiri dari beberapa bab
BAB I. PENDAHULUAN
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
BAB III. ANALISIS
BAB IV. PERANCANGAN
BAB V. IMPLEMENTASI
BAB VI. UJI COBA DAN EVALUASI
BAB VII. PENUTUP
Kata kunci: SOA, ERP, Web Service,
Aplikasi Enterprise
2.
1.
Pendahuluan
Dalam
suatu
perusahaan
industri,
Enterprise Resource Planning merupakan bagian
yang berperan sangat vital dalam proses
manufaktur, distribusi, dan keuangan. Sistem ERP
sangat besar dan kompleks, karena itu tidak jarang
perusahaan menginvestasikan uang yang cukup
besar untuk ERP, dan tidak jarang pula terjadi
kesalahan-kesalahan baik yang disebabkan oleh
Human error, maupun kesalahan teknis dari
aplikasi ERP itu sendiri yang tentunya dapat
mengacaukan stabilitas bisnis perusahaan. Untuk
menghindari dan memperkecil kemungkinan buruk
di atas, harus ada suatu konsep arsitektural yang
mengedepankan reusability, maintainability, dan
integration. Service Oriented Architecture adalah
suatu konsep arsitektur yang paling dekat untuk
dapat memenuhi syarat-syarat di atas, tentunya
dengan beberapa faktor pertimbangan sesuai
dengan konteks. Adapun ERP sangat mendukung
tujuan bisnis dari perusahaan. Oleh karena itu,
perlu juga ada suatu acuan yang yang menata dan
mengelola baik secara otomatis, maupun
Dasar Teori
2.1 Service Oriented Architecture
SOA (Service Oriented Architecture)
adalah suatu model arsitektural untuk membangun
solusi enterprise berdasarkan service. Secara lebih
spesifik, SOA berhubungan dengan pembangunan
independen dari layanan bisnis yang dapat
dikombinasikan menjadi proses bisnis pada level
tinggi dan solusi dalam konteks enterprise. Dengan
menerapkan metode SOA, maka tuntutan terhadap
perubahan kebutuhan bisnis dapat terselesaikan.
SOA memberikan solusi untuk penerapan reusable
services pada sistem. SOA juga menyediakan
sebuah mekanisme untuk mengintegrasikan
aplikasi legacy yang ada tanpa memandang
platform ataupun bahasa
2.2 Inventory dan Distribusi
Modul ini digunakan untuk mengelola
aktifitas penjualan, pembelian, pengontrolan stok
barang dan distribusi barang. Berikut ini adalah
1
Eka Gibran Hasany - 5106100168
SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE AGUSTUS 2010
fitur-fitur
yang
terdapat
Inventory/Distribution.
pada
modul
a.
Purchase Request
Transaksi yang digunakan untuk
membuat dokumen permintaan pembelian
atas barang yang butuhkan.
b.
Purchase Order
Transaksi yang digunakan untuk
membuat dokumen pemesanan barang kepada
supplier.
c.
Sales Order
Transaksi yang digunakan untuk
mencacat dokumen pemesanan barang oleh
customer.
d.
Receiving
Transaksi yang digunakan untuk
membuat dokumen penerimaan barang dari
supplier. Transaksi ini menambah persediaan
dan menjadi dasar untuk pembuatan Purchase
Invoice.
e.
Purchase Return
Transaksi yang digunakan untuk
membuat dokumen pengembalian barang ke
supplier. Transaksi ini mengurangi persediaan
dan menjadi dasar untuk pembuatan Purchase
Return Invoice.
f.
Shipment
Transaksi yang digunakan untuk
membuat dokumen pengiriman barang ke
customer.
Transaksi
ini
mengurangi
persediaan dan menjadi dasar untuk
pembuatan Sales Invoice.
g.
Sales Return
Transaksi yang digunakan untuk
membuat dokumen pengembalian barang dari
customer. Transaksi ini menambah persediaan
dan menjadi dasar untuk pembuatan Sales
Return Invoice.
h.
Location Transfer
Transaksi yang digunakan untuk
membuat dokumen pemindahan barang dari
satu lokasi ke lokasi lainnya.
i.
Stock Take
Sarana
untuk
melakukan
penghitungan ulang jumlah barang persediaan
dan membandingkan perhitungan fisik ini
dengan saldo sesuai catatan sistem. Sistem
selanjutnya secara otomatis menghasilkan
transaksi penyesuaian (adjustment) untuk
selisih yang timbul.
j.
IN Debit Adjustment
Transaksi yang digunakan untuk
menambah jumlah saldo persediaan, baik nilai
ataupun hitungannya (quantity), contoh
penggunaannya misalnya untuk membetulkan
jumlah persediaan setelah dihitung ulang
(stock-take).
k.
IN Credit Adjustment
Transaksi yang digunakan untuk
mengurangi jumlah saldo persediaan, baik
nilai ataupun hitungannya (quantity), contoh
penggunaannya misalnya untuk membetulkan
jumlah persediaan setelah dihitung ulang
(stock-take).
l.
Load Sheet
Sarana pemuatan barang ke dalam
kendaraan
pengangkut
dengan
memperhitungkan kapasitas kendaraannya.
Barang yang dimuat adalah barang yang
sudah dibuatkan shipment. Jadi dalam
transaksi ini ada daftar pengiriman dari
Shipment yang telah dibuat beserta informasi
mengenai kendaraan pengangkut, pengemudi
dan asistennya.
2.3 Arsitektur Aplikasi Enterprise
Aplikasi Enterprise adalah suatu aplikasi
yang berskala besar yang umumnya fokus pada
domain permasalahan proses bisnis. Karena itu,
suatu aplikasi enterprise membutuhkan sifat
maintainability, flexibility, integration. Untuk dapat
mendesain aplikasi enterprise yang baik,
dibutuhkan suatu arsitektur yang baik pula yang
dapat mengakomodasikan requirement-requirement
yang dibutuhkan.
Gambar 2-1 Layer Aplikasi Enterprise
2
Eka Gibran Hasany - 5106100168
SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE AGUSTUS 2010
Secara umum, suatu aplikasi enterprise terdiri dari
layer-layer
yang
merupakan
sekumpulan
fungsi/class library yang memiliki kaidah dasar
yang sama. Presentation Layer adalah layer paling
luar dari aplikasi yang langsung berhubungan
dengan user. Service Layer menjembatani antara
Presentation/User dengan Logic pada Business
Layer. Data Access Layer berhubungan dengan
segala bentuk transaksi yang berhubungan dengan
persistensi, baik itu CRUD ataupun transaksi
database lainnya.
3.
Metodologi
3.1 Arsitektur Aplikasi
Gambar 3.1 berikut merupakan arsitektur
dari aplikasi ini. Dari gambar tersebut terlihat
bahwa ada tiga macam pengguna, yakni petugas
disperindag, pemilik industri dan konsumen, yang
masing-masing mempunyai kepentingan terhadap
aplikasi.
Presentation Layer
(Inventory.Web)
Web Services
(Inventory.Service.Web)
Service Layer
(Inventory.Service.Application)
Data Access Layer
(Inventory.Data)
Oracle Database
Gambar 3-1 Arsitektur Aplikasi
Suatu sistem yang menerapkan Service
Oriented Architecture dengan baik harus dapat
memenuhi prinsip-prinsip berikut :
1. Reusability.
Prinsip reusability diterapkan dengan
menempatkan Web Services sebelum Service
Layer. Komponen yang bersifat reusable
bukanlah pada web service, melainkan pada
Service Layer. Suatu Web Service dapat
memanggil lebih dari satu komponen yang
menyusun Aplikasi.
2.
Loose coupling
Loose
coupling
dilakukan
menempatkan Service Layer antara Business
Layer dengan Presentation Layer atau Web
Services. Dengan Service Layer, maka
Bussines Logic dan domain disembunyikan
dari User yang mengakses Presentation layer,
maupun dari aplikasi eksternal yang
mengkonsumsi web service. Perubahan pada
Business Logic atau Domain ditangani oleh
Service Layer, sehingga Presentation Layer
dan Web Services tidak terpengaruh.
3.
Interoperability.
Adanya
Web
services
memungkinkan aplikasi eksternal dapat
mengakses business logic secara tidak
langsung dengan batasan dan aturan tertentu.
Gambar 2-1 Arsitektur NHibernate
3
Eka Gibran Hasany - 5106100168
ProjectBase.Data
,
ProjectBase.Utils
Domain Model, DTO, Interfaces
(Inventory.Core)
2.5 Object Relational Mapping - NHibernate
Object Relational Mapping (ORM) adalah
suatu konsep dalam memetakan table sebagai
entitas pada database, dengan class atau object
sebagai entitas dalam lingkungan pemrograman
atau aplikasi. Salah satu ORM yang dikhususkan
untuk .NET adalah NHibernate. NHibernate tidak
hanya memfokuskan kepada pemetaan dari kelas
.NET ke tabel database (dan dari tipe data .NET ke
tipe data SQL), tetapi juga menyediakan data query
dan mendapatkan fasilitas-fasilitas yang dapat
mengurangi waktu pengembangan perangkat lunak
secara signifikan. Tujuan dari NHibernate adalah
adalah meringankan beban developer terhadap
persoalan-persoalan programming yang berkaitan
dengan data.
Pada gambar 2.2, ditunjukkan arsitektur
high-level-view dari NHibernate. Dalam arsitektur
tersebut terlihat bahwa NHibernate menggunakan
database dan data konfigurasi (App.Config dan
XML Mapping) untuk menyediakan layanan
persistent dan objek persistent ke aplikasi.
SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE AGUSTUS 2010
4.
4.
menggunakan Web Service”. Fakultas MIPA
Universitas Widya Dharma Klaten.
Integrasi
Aplikasi harus dapat diintegrasikan
dengan aplikasi lainnya. Integrasi dilakukan
dengan mengorkestrasikan Web Service dari
aplikasi ini, serta aplikasi lainnya.
Kesimpulan
Dari hasil pengamatan mulai tahap
analisis, perancangan, implementasi dan uji coba,
penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1.
2.
3.
5.
Untuk menghasilkan arsitektur SOA yang
baik, harus dilakukan suatu analisis dan
desain berorientasi Service (SOAD)
dengan mengikuti suatu acuan. Dari hasil
analysis SOAD, dilakukan Mapping ke
dalam arsitektur aplikasi enterprise beserta
teknologi yang digunakan. Ini dilakukan
agar aplikasi yang dibuat tetap konsisten
dengan hasil analisis dan desain.
Untuk menghasilkan suatu aplikasi
Enterprise yang baik, diperlukan suatu
arsitektur yang baik yang dapat memenuhi
permintaan dari suatu arsitektur SOA
yaitu reusability, loose coupling dan
integration.
Analisis proses bisnis sangat penting
dilakukan untuk dapat menghasilkan suatu
aplikasi inventory yang baik.
Daftar Pustaka
[1] IBM. (2004). Patterns: Elements of ServiceOriented Analysis and Design, <URL:
http://www.ibm.com/developerworks/library/
ws-soad1/> , diakses tanggal 10 Juli 2010.
[2] Dino Esposito. Andrea Saltarello.Microsoft
Press(2009). “Architecting Microsoft .NET
Solutions for the Enterprise”
[3] IT Governance Institute. (2007). COBIT 4.1.
[4] Sarno, R. and Herdiyanti, A. (May 2010),
“Developing Information Technology Policies
for Enterprise Resource Planning to Improve
Customer
Orientation
and
Service”,
International Journal of Computer Science
and Network Security, ISSN – 1738 – 7906,
Vol. 10, No. 5, pp. 82-94.
[5] Sarno, R. and Herdiyanti, A. (March 2010),
“A Service Portfolio for an Enterprise
Resource Planning”; International Journal of
Computer Science and Network Security,
ISSN – 1738 – 7906, Vol. 10, No. 3, pp. 144156.
[6] Daniel
Minoli.
(2008).
Enterprise
Architecture A to Z.
[7] Prasetyo, Hendro Joko. (2009) “Implementasi
Service
Oriented
Architecture
(SOA)
4
Eka Gibran Hasany - 5106100168
Download