KELOMPOK 4.doc - WordPress.com

advertisement
Kelompok 4
Nama kelompok
: Neneng Lestari
(15080324064)
Lin Ningsih Agustina
(15080324072)
Lailah Nuzuli Rohmah
(15080324073)
Istianah
(15080324080)
Rangkuman pengukuran risiko
1. Pengertian pengukuran risiko
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBI), risiko adalah akibat yang
kurang menyenangkan (merugikan,membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan.
Dalam Webster’s Desk Dictionary risiko didefinisikan sebagai berikut: “Riski s
exposure to chance of injurt or los”. Kedua pengertian tersebut jelas menunjukkan
bahwa risiko berarti suatu kerugian. Sedangkan manajemen merupakan usaha untuk
menggunakan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Jika kedua kata
tersebut digabungkan maka manajemen risiko dapat diartikan sebagai usaha seorang
manajer untuk mengatasi kerugian secara rasional agar tujuan yang diinginkan dapat
tercapai secara efektif dan efisiensi.
Pengukuran risiko adalah usaha untuk mengetahui besar atau kecilnya risiko
yang akan terjadi. Hal ini dilakukan untuk melihat tinggi rendahnya risiko yang
dihadapi perusahaan dan dampak terhadap kinerja perusahaan.
Sesudah manajer risiko mengidentifikasi berbagai jenis risiko yang dihadapi
perusahaan, maka selanjutnya risiko itu harus diukur. Perlunya diukur adalah :
1. untuk menentukan relatif pentingnya.
2. untuk memperoleh informasi yang akan menolong untuk menetapkan
kombinasi peralatan manajemen risiko yang cocok untuk menanganinya.
2. Teknik pengukuran Risiko
1) pengukuran risiko dengan distribusi probabilitas (kemungkinan)
Digunakan sebagai gambaran kualitatif dari peluang atau frekuensi.
Probabilitas dilambangkan dengan angka dari 0 dan 1 , dengan 0 menandakan
kejadian atau hasil yang tidak mungkin dan 1 menandakan kejadian atau hasil
yang pasti.
Tiga macam distribusi probabilitas memperlihatkan outcome yang mungkin
untuk :
1. total kerugian per tahun ( atas per periode budget )
2. banyak kejadian per tahun
3. kerugian per kejadian
2) National Risiko, diukur berdasarkan nilai eksposur ( objek yang rentang
terhadap risiko )Contohnya jika perusahaan meminjamkan uang kepada pihak
lain senilai 2 Miliyar, maka besar risiko kredit berdasarkan pendekatan national
adalah 2 Miliyar.
3) Sensitivitas Risiko, diukur berdasarkan seberapa sensitive suatu eksposur (
objek yang rentang terhadap risiko ) terhadap perubahan faktor penentu.
Contonya tingkat pengembalian (return) aset yang bersangkutan terhadap
perubahan tingkat pengembalian pasar.
3. Jenis Pengukuran Resiko
1) Pengukuran Kegawatan Kerugian
Untuk mengetahui berapa besarnya nilai kerugian, yang selanjutnya dikaitkan
dengan pengaruhnya terhadap kondisi perusahaan, terutama kondisi finansialnya.
a. Kemungkinan kerugian maksimum dari setiap peril (Suatu peristiwa (event)
yang kejadiannya menimbulkan LOSS atau penyebab langsung kerugian).
b. Probalilitas kerugian maksimum dari setiap peril (Suatu peristiwa (event) yang
kejadiannya menimbulkan LOSS atau penyebab langsung kerugian ).
c. Keseluruhan (aggregat) kerugian maksimum setiap tahunnya
2) Pengukuran Frekuensi Kerugian
Untuk mengetahui berapa kali suatu jenis peril (Suatu peristiwa (event) yang
kejadiannya menimbulkan LOSS atau penyebab langsung kerugian) dapat menimpa
suatu jenis objek yang bisa terkena peril (Suatu peristiwa (event) yang kejadiannya
menimbulkan LOSS atau penyebab langsung kerugian) selama suatu jangka waktu
tertentu, yang umumnya satu tahun. Maka yang perlu diperhatikan yaitu :
a. Beberapa jenis kerugian yang dapat menimpa suatu objek.
b. Beberapa jenis objek yang dapat terkena suatu jenis kerugian
Berdasarkan dimensi frekuensinya ada empat kategori kerugian :
a. Almost nil (hampir nihil atau tidak ada)
b.
Slight (sedikit hampir tidak ada)
c.
Moderate (sedikit ada)
d.
Definite (pasti ada)
Dalam mengukur besarnya suatu risiko sebaiknya menggunakan ukuran
Rupiah (satuan uang). Dari hasil pengukuran resiko tersebut maka kerugian yang
menimpa seseorang atau perusahaan dapat dikategorikan dengan skala sebagai
berikut:
1 = Kerugian sangat kecil
2 = Kerugian kecil
3 = Kerugian menengah
4 = kerugian besar
5 = kerugian sangat besar
Pada setiap kejadian yang merugikan, biasanya ada dampak yang langsung
dan dampak yang tidak langsung. Untuk mengukur kerugian langsung yang
ditimbulkan oleh suatu kejadian yang merugikan ada beberapa konsep yang dapat
digunakan, yaitu antaranya nilai perolehan. Selanjutnya untuk mengukur kerugian
tidak langsung antara lain adanya tambahan biaya misalnya berupa biaya sewa dan
berkurangnya pendapatan. Sebagian kerugian langsung sangat sulit untuk
ditentukan.
4. Manfaat Pengukuran Resiko
Adapun manfaat pengukuran resiko yaitu:
1) Untuk menentukan kepentingan relatif dari suatu risiko yang dihadapi.
2) Untuk mendapatkan informasi yang sangat diperlukan oleh Manajer
Risiko dalam upaya menentukan cara dan kombinasi cara-cara yang
paling
dapat
diterima/paling
baik
dalam
penanggulangan risiko.
Daftar Pustaka
Darmawi, Herman. 2000. Manajemen Risiko. Jakarta: PT Bumi Aksara
Sofyan, Iban. 2005. Manajemen Risiko. Yogyakarta: Graha Ilmu
penggunaan
sarana
Download