1. Hilangkan sumber-sumber penghalang komunikasi antar bagian

advertisement
1. Hilangkan sumber-sumber penghalang komunikasi antar bagian dan antar individu
dalam lembaga.
2. Hilangkan sumber-sumber yang menyebabkan orang merasa takut dalam organisasi
agar mereka dapat bekerja secara efektif dan efisien.
3.
Hilangkan slogan-slogan dan keharusan-keharusan kepada staf. Hal seperti itu biasanya
hanya akan menimbulkan hubungan yang tidak baik antara atasan dan bawahan; atau
lebih jauh akan menjadi penyebab rendahnya mutu dan produktivitas pada sistem
organisasi; bawahan hanya bekerja sekedar memenuhi keharusan saja.Hilangkan kuota
atau target-target kuantitatif belaka. Bekerja dengan menekankan pada target kuantitatif
sering melupakan kualitas.
4.
Singkirkan penghalang yang merebut/merampas hak para pimpinan dan pelaksana
untuk bangga dengan hasil kerjanya masing-masing.
5.
Lembagakan program pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan diri bagi semua
orang dalam lembga. Setiap orang harus sadar bahwa sebagai professional harus selalu
meningkatkan kemampuan dirinya, dan
6.
Libatkan semua orang dalam lembaga ikut dalam proses transformasi menuju
peningkatan mutu.
7.
Ciptakan struktur yang memungkinkan semua orang bisa ikut serta dalam usaha
memperbaiki mutu perusahaan. 1
2.2.4 Siklus Deming (Deming Cycle)
Act
(4)
1
Plan
(1)
Check
Do
(3)
(2) mengenai kualitas, Total Quality Management. :52
Fandy Tjiptono, Anastasia Diana, perkembangan pemikiran
Gambar2.1 Siklus Deming
Siklus deming yang biasa disebut dengan PDCA (Plan Do Check Act Analyze)
merupakan perwakilan dari proses perbaikan secara terus – menerus (continues improvement)
untuk perencanaan maupun mencoba meningkatkan kinerja aktivitas baru. Elemen dasar siklus
deming ini :
•
Plan
(P) : merencanakan suatu perubahan atau percobaan atas sesuatu
yang baru (seperti ide,produk ,struktur organisasi,dll)
•
Do
•
Check (C) : pengecekan apakah ada efek yang ditimbulkan dari produk yang
(D) : suatu perubahan atau pengerjaan menghasilkan produk.
telah dihasilkan.
•
Act
(A)
: mengaplikasikan pada realitas atau pada kenyataan yang ada
dilapangan.
Ulangi lagi mulai dari langkah perencanaan diikuti dengan pengetahuan yang baru dan ulangi
juga langkah pengerjaan (Do), check (C) , Act (A) sampai terbentuk suatu proses peningkatan
kinerja dari yang sebelumnya. Siklus deming ini selalu berputar dan tidak akan pernah berhenti,
karena perbaikan akan sesuatu tidak akan pernah berhenti demikian pula halnya dengan
kepuasan.
Siklus Deming ini dikembangkan untuk menghubungkan antara suatu produk dengan
kebutuhan pelanggan dan memfokuskan sumber daya semua departemen (riset, desain,
produksi, dan pemasaran) dalam suatu usaha kerja sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
2.2.5 kategori deming prize
The Deming Prize mempunyai 10 kategari, ke 10 kategori tersebut adalah :
1. Polices
2. Organisasi
3. Information
4. Standaritation
5. Human Resourches
6. Quality Assurance activities
7. Maintenance
8. Improvement activities
9. Effects
10. Future plan
Untuk lebih lengkapnya deming prize memiliki 10 kategori dengan masing – masing
kategori memiliki item, total item dari 10 kategori yang ada, masing – masing memiliki 6
buah item, hanya kategori nomor 6 (quality assurance activities) saja yang memiliki 12
item, jadi total item yang dimiliki adalah 66 item.
1. Kebijakan serta perencanaan yang matang dari perusahaan tersebut
Diantaranya ingin mengetahui bagaimana kebijakan akan manajemen yang
diterapkan dalam perusahaan tersebut, serta bagaimana menerapkan quality control
(QC) yang benar diperusahaan itu.
2. Organisasi dan manajemen
Bagaimana susunan organisasi yang dimiliki oleh perusahaan tersebut dan tugas –
tugas antar departemen, bagaimana diaplikasikannya serta bagaimana hubungan
antar departemen berlangsung.
3. Pendidikan quality control dan penyampaiannya
Bagaimana cara menyampaikan quality control pada karyawan, apakah dengan
dilakukan pelatihan pada karyawan atau yang lain, serta bagaimana perusahaan
menerapkan quality circles.
4. Mengoleksi dan menstransmisikan serta informasi akan qualitas
Informasi akan kualitas harus disampaikan mulai atasan, antar departemen, seksi
produksi (pelaksana) sampai pada perusahaan.
5. Analisis
Untuk menganalisis apakah quality control sudah diterapkan dengan benar, maka
alat analisa yang digunakan adalah alat – alat control yang ada di statistika.
6. Standarisasi
Standarisasi digunakan untuk mengetahui teknologi standar yang diterapkan
diperusahaan tersebut. Dengan demikian dapat dirancang perbaikan akan teknologi
standar tersebut untuk mencari output yang optimal.
7. Control
Control perlu dilakukan untuk menjaga agar prosedur yang diterapkan untuk
perawatan maupun penerapan kualitas tidak berubah dari waktu ke waktu.
8. Quality Assurance
Pada Quality Assurance ini meliputi pengembangan produk analisis kualitas, desain
pengembangan akan produk, produksi sendiri, perawatan dll.
9. Effect
Dari penerapan quality control (QC) keseluruhan dari perusahaan tersebut,
bagaimana effek pada produk yang dihasilkan maupun servis yang dilakukan.
10. Rencana masa depan
Dari efek diatas, dapat diketahui apa kelebihan dan kekurangan metode quality
control yang telah diterapkan perusahaan tersebut. Kelebihan dan kekurangan tadi
akan menjadi dasar atau acuan untuk merancang kualitas yang lebih baik dimasa
yang akan datang.
Dasar terbantuknya ke 10 kategori diatas, adalah dari nilai – nilai inti dan konsep
deming (yaitu 14 point deming dan siklus deming). Dari nilai inti dan konsep dan ke 10
kategori diatas, terbagi atas 4 elemen dasar kerangka kerja,
Yakni :
1. Keadaan perusahaan secara umum.
Keadaan perusahaan secara umum disini, ingin mengetahui apakah seluruh anggota
(karyawan) di organisasi atau perusahaan atau divisi perusahaan mengetahui tempat
kerjanya, pengetahuan para karyawan (mulai top manager sampai lapisan karyawan
yang paling bawah) ini meliputi awal dari perusahaan, visi, inovasi, kebijakan kualitas
yang diterapkan, keterlibatan top manajemen, aturan penerapan dalam proses quality
improvement, dll. Disini dapat diketahui gambaran awal dari perusahaan seperti apa dan
dari perbaikan apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan tersebut.
2. Proses kerja yang dapat dilakukan.
Proses kerja yang diamati disini antara lain. Job analisis, bagaimana sifat kepemimpinan
top manajemen, pelayanan bagaimana yang diberikan oleh customer, tujuan dari divisi
perusahaan, rencana kualitas apa yang diterapkan pada divisi perusahaan, evaluasi
kerja yang dilakukan, dll.
3. Penerapan manajemen perusahaan.
Sebelum menerapkan manajemen, bagaimana yang akan dijalankan oleh perusahaan.
Hal – hal yang perlu diketahui antara lain : alat apa yang digunakan untuk menjalankan
manajemen yang baik, bagaimana menganalisa suatu proses, usaha apa yang
dilakukan untuk mengembangkan perusahaan, dll. Dari hal – hal diatas, apakah dapat
meningkatkan kualitas yang ada diperusahaan.
4. Analisa output perusahaan
Untuk menganalisa output yang bagus, kita perlu mengetahui aturan kerja atau work
flow, kerja dari para karyawan, struktur organisasi yang diharapkan, fasilitas yang
mendukung proses, training atau pelatihan diharapkan untuk memperbaiki skill para
karyawan.
Keempat alemen dasar kerangka kerja diatas dibentuk, pada intinya ingin mengetahui
bagaiman penerapan kualitas disuatu organisasi atau perusahaan.
Berikut ini adalah scoring untuk masing – masing elemen dasar :
1. Keadaan perusahaan secara umum
KATEGORI
1.
Kesadaran akan strategi perusahaan
2.
Visi untuk masa depan
3.
Inovasi
4.
Kebijakan kualitas
5.
Value system / etika
TARGET SCORE
350
350
6.
Keterlibatan pihak top managemen
7.
Komitmen mewujudkan tujuan
8.
Aturan peningkatan kualitas
9.
Perhatian peningkatan kualitas
350
350
10. Struktur peningkatan kualitas
11. Sadar akan produktivitas
350
12. Sikap / moral
13. Kerjasama
350
14. Keterlibatan
15. Persepsi lingkungan kerja
350
16. Interaksi sosial
17. Karakteristik tugas karyawan
18. Konsekuensi pembatas
350
19. Orientasi kustomer
20. Komunikasi
350
Total (rata – rata score dibagi 20)
350
350
350
350
350
350
350
350
350
350
350
350
Tabel 2.3 Target score untuk keadaan perusahaan.
2. Proses kerja
KATEGORI
TARGET SCORE
1.
Job analysis
2.
Wewenang tertinggi
3.
Perhatian akan kualitas
4.
Kepemimpinan top manajemen
5.
Aktivitas pelayanan customer
6.
Definisi improvement
7.
Tujuan unit kerja
8.
Tujuan organisasi
9.
Rencana penerapan kualitas
1.50
1.50
10. Rencana strategi
1.70
1.55
11. Efisiensi organisasi
12. Investasi
1.60
13. Metode
14. Ide baru
1.60
15. Masukan karyawan
16. Peningkatan yang dicapai
3.50
17. Pengukuran
18. Feedback
3.50
19. Evaluasi
20. Hasil yang didapat
1.50
21. Penghargaan
1.50
3.50
3.50
3.50
3.50
1.40
3.50
1.50
1.40
1.50
1.00
1.50
Total ( rata – rata score dibagi 21)
2.12
Tabel 2.4 Target score untuk proses kerja
3. Manajemen perusahaan
KATEGORI
TARGET SCORE
1.
Assement / penilaian
2.
Definisi tool / alat kerja
3.
Ukuran kerja
4.
Komunikasi
5.
Perkembangan organisasi
1.30
1.50
1.50
1.50
1.50
Total (rata – rata score dibagi 5)
1.46
Tabel 2.5 Target score untuk manajemen perusahaan.
4. Output yang di hasilkan
TARGET SCORE
KATEGORI
1.
Aliran kerja / delay
3.50
2.
Fasilitas
3.50
3.
Peralatan
3.50
4.
Staffing
3.50
5.
Pemborosan
3.50
6.
Pelatihan
3.50
7.
Struktur kerja
3.50
8.
Supplay bahan – bahan
3.50
9.
Survey kualitas kustomer
3.50
10. Kuantitas / jumlah
3.50
11. Reliabilitas
3.50
3.50
Total (rata –rata score dibagi 11)
Tabel 2.6 Target score untuk output yang dihasilkan.
2.3 Model – Model Kualitas
Selain model Deming Prize,masih banyak konsep-konsep penilaian kerja yang hampir
sejenis dengan deming prize, yaitu sama-sama ‘award’ ataupun model yang hasilnya
memperoleh pengakuan seperti sertifikasi dari lembaga internasional. Dalam penelitian ini,
penulis berusaha untuk mencari model yang paling cocok dengan situasi dan kondisi
perusahaan, yaitu PT. ETHICA INDUSTRI FARMASI Oleh karena itu berikut ini akan dijabarkan
5 model kualitas selain deming prize, berikut dengan penjelasan singkatannya.
Model mana yang memenuhi persyaratan untuk dipilih, perbandingan antar model dan
kemudian kenapa model deming prize dipilih dari 5 model tersebut. Adalah :
1.
European Quality Award ( EQA)
2.
Australian Quality Award (AQA)
3.
The Nasa Quality And Excellence Award (NASA)
4.
ISO 9000 Standarization
5.
Malcolm Baldrige Award
Adapun masing-masing dari model kualitas diatas memiliki berbagai macam pengertian
atau pembahasan yang mungkin dapat dimengerti untuk membedakan klasifikasi antara kelima
mode tersebut satu persatu.
2.3.1 European Quality Awerd (EQA)
Dikelola dan dikembangkan oleh The European Foundation For Quality Management
(EFQM) mulai tahun 1991, didukung oleh European Commision dan The European
Organization For Quality (EOQ) sampai dengan mei 1999. EFQM telah beranggotan kurang
lebih 800 organisasi yang berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas untuk
mencapai hasil bisnis yan excellence.
Seperti halnya dengan deming prize, EQA tergolong dalam model manajemen kualitas
(quality management model) dan juga di berikan sikap tahunnya kepada organisasi yang
memenuhi persyaratan memiliki kinerja yang baik. Award EQA dibagi dalam berbagai jenis
organisasi :
1. Organisasi Besar (Large Businesses)
2. Limit oprasional dari suatu perusahaan (Oprasional Unis Of Companies)
3. Organisassi kemasyarakatan (Public Sector Organization)
4. Perusahaan kecil dan menengah (Small and Medium Sized Enterprizes)
5. Berdiri sendiri (Independent)
6. Anak cabang/bagian (Subsidiaries)
Keuntungan dari award ini :
1. Mempertajam focus dari organisasi dan langkah-langkah peningkatannya.
2. Memacu kerja tim agar selalu bekerja sesuai jadwal kerja dengan tujuan
yang jelas
dan meningkatkan kesajahtraan mereka.
3. Memperkuat kewaspadaan terhadap hasil-hasil bisnis yang excellence.
4. Menciptakan desktipsi organisasi yang terarah, seperti bagaimana aktifitasyang harus
dilakukan, metode yang digunakan dan hasil yang dicapai. Hal ini berkaitan dengan
kemampuan berkomunikasi, berpromosi dah berlatih.
KATAGORI
POINTS
10 %
1. Leardship
1.a. leaders develop the mission, vision and values and role
models of
culture of excellence.
1.b. leaders are personally involved in ensuring the organization’s
management
system
is
developed,
implemented
and
continuously
improved.
1.c. leaders are involed with customers, partners and representatives of
society.
1.d. leaders motivate, support and recognize the organization’s people.
2. Policy and strategy
2.a. policy and strategy are based on the present and future needs and
expectations of stakeholders.
8%
2.b. policy and strategy are based on information from performance
measurement, research, learning and creativity realeted activities.
2.c. policy and strategy are developed, reviewed and update.
2.d. policy and strategy are developed trought a frame work of key
processes.
3. people
3.a. people resources are planed, manaced and improved.
3.b. people’s knowledge and competencies are indentified, developed and
sustained.
3.c. people are involued and empowered.
3.d. people and the organization have a dialogute.
3.e. people are rearded, recognized and cared for.
4. partnership and resources
4.a. external partnerships are managed.
9%
4.b. finances are managed.
4.c. buildings, equipment and materials are managed.
4.d. information and knowledge are managed.
9%
5. processes
5.a. processes are systematically designed and managed.
5.b. processes are improved as needed, using innovation in order to fully
satisfy and generate increasing value for customers and other stakeholders.
5.c. products and services are designed and developed based on customer
needs and expectations.
5.d. products and services are produced, delivered are managed.
5.e. customers relationship are managed and enhanced.
6. customers results
6.a. perception measure.
6.b. performance indicators.
7. people results
14 %
7.a. perception measure.
20 %
7.b. performance indicators.
8. society results
8.a. perception measure.
9%
8.b. performance indicators.
9. key performance results
9.a. key performance outcomes
9.b. key performance indicators.
6%
15 %
TOTAL POINTS
100 %
Tabel 2.7 Kategori European Quality Award
Kerangka kerja dari EQA dibagi menjadi 2 bagian yang sama besar, yaitu 50% untuk
enablers dan 50% untuk results. Enablers berkenaan dengan ‘HOW’ hasil dicapai dan results
berkenaan dengan ‘WHAT’ yang telah dan akan dicapai organisasi.
ENABLERS
L
E
A
D
E
R
S
H
I
P
RESULTS
People
Policy
strategy
Partnership
& resource
P
R
O
C
E
S
S
People
Results
Customer
Results
Key
Perfor
mance
Results
Society
Results
INNOVATION AND LEARNING
Gambar 2.2 Kerangka Kerja EQA
2.3.2 Australian Quality Award (AQA)
Awal ini mulai diperkenalkan sejak tahun 1988 dan hanya berlaku untuk organisasiorganisasi di Australia. Dasar pembentukannya hamper sama dengan EQA, yaitu terutama
untuk meningkatkan usaha dari para pelaku organisasi agar memperhatikan pentingnya kualitas
dalam persaingan local maupun internasional dan apa dampaknya terhadap komunikasi
warganya. Diharapkan dengan munculnya para pemenang dengan kinerja organisasi yang luar
biasa akan merangsang organisasi lain untuk selalu waspada dan berusaha untuk menjadi lebih
baik.
Award ini diberikan kepada 3 bagian :
1. Organisasi besar (Large Organization)
2. Devisi / bagian dari organisasi (Subsidiaries and Divisions Section)
3. Perusahaan kecil (Small Enterprises Section)
Information
and
Analysis
Suppliers
Leadership
Policy
and
Planning
Quality of
Processes
Product and
Customers
People
Customers Focus
Gambar 2.3 Kerangka Kerja (AQA)
ELEMEN EVALUASI KRITERIA
POINTS
1. Performance Achievement
600
1.1 Customer satisfaction
1.1.1. Contract performance
120
1.1.2. Schedule
50
1.1.3. Cost
50
1.2 Quality
1.2.1. QA (hardware / software / servis)
120
1.2.2. Vendor quality assurance and involvement
50
1.2.3. External communication
40
1.2.4. Problem prevention and resolution
40
1.3 Productivity
1.3.1. Software utilization
40
1.3.2. Process improvement and equipment modernization
30
1.3.3. Resources conservation
30
1.3.4. Effective use of human resources
30
2. Process Achievement
400
2.1 Commitment and communication
2.1.1. Top management commitment / involvement
100
2.1.2. Goals, planning, and measurement
80
2.1.3. Internal communication
40
2.2 Human Resource activities
2.2.1. Training
50
2.2.2. Work force involvement
50
2.2.3. Awards and recognition
40
2.2.4. Health and safety
40
TOTAL POINTS
Sistem penilaian AQA terdiri dari 3 tahap
1. Proses evaluasi – untuk mengevaluasi seluruh input.
TTabel 2.8 Kategori Australian Quality Award
1000
2. Proses memutuskan – untuk survey dan sleksi akhir
3. Feer back – semua oganisasi yang mengajukan aplikasi award menerima laporan
dari penilai berserta dengan komentarnya sebagai timbale balik.
2.3.3
The NASA Quality and Excellence Award
Award khusus ini diperuntukan untuk industri penerbangan. Nama trophynya mengambil
nama dari M.Low yang diknal sebagai ilmuwan pendididk pada tahun 1950 sebagai
penghargaan kepada beliau. Award ini diperuntukkan untuk kontraktor, sub-kontraktor, supplier.
NASA sebagai penghargaan kepada inovasi dan kesempurnaan mereka.
Tujuan dari Award ini :
1. Meningkatkan kewaspadaan terhadap pentingnya kualitas.
2. Mendorong majunya bisnis domestic dan persaingan di USA.
3. Saling membuka informasi terhadap pengalaman dan metode yang
sukses.
2.3.4 ISO 9000 Standardization
Standar seri ISO 9000 mulai dipublikasikan sebagai manajemen dan jaminan kualitas
(quality assurance model) sejak tahun 1987. Pada sub bab ini, tidak akan dijabarkan mengenai
ISO 9000 secara detail dan bagaimana proses regrestasinya, namun lebih kepada konsepnya
untuk dibandingkan dengan deming prize. Starndar Internasional ISO 9000 tidak diatur atau
dimonopoli oleh suatu Negara tertentu. Setia Negara boleh menjadi badan sertifikasi asalkan
dikelola secara professional menurut standar ISO internasional dan bersifat independen,dalam
arti tidak berbau politik. Sertifikat ISO ini dikeluarkan untuk beberapa lembar yang berbeda,
sehingga mungkin saja suatu perusahaan memperoleh sertifikat ISO dari Negara lain.
Pada intinya ISO 9000 lebih menekankan kepada dokumentasi dan kesusaian
(conformity) dengan standar. Dari sekian banyak audit system kualitas seri manajemen ISO
9000, mulai ISO 9000 – 14.000 mengenai lingkungan, semunya mempunyai system penilaian
yang sama, yaitu suatu organisasi akan memperoleh sertifikat (dari lembaga yang berwenang)
apabila system kualitasnya ‘sesuai’ dengan standar yang berlaku dan oprasionalnya juga
sejalan dengan persyaratan yang dibutuhkan.
Dengan mendapatkan sertifikat ISO ini suatu organisasi dapat membuktikan bahwa
dirinya sudah memenuhi persyaratan standar untuk melayani konsumen, demikian pula
hubungan dengan supplier yang berarti barang yang dibeli sudah diuji sesuai dengan
persyaratan yang diminta, sehingga disini dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menjalankan
proses standarisasi ISO 9000 ini, organisasi ini akan menjadi lebih disiplin dalam menjalankan
organisasi mereka.
“The Most Visible Characteristic in ISO 9000 is the requairement to estabilish and
maintain documented quality system manual and procedur-procedur”
2.3.5 Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA)
MBNQA ini adalah suatu cara untuk mendukung komitmen terhadap kinerja suatu
organisasi, memberikan kerangka kerja untuk memperbaiki dan menyempurnakan kinerja
tersebut.
Award
ini
disahkan
dengan
ditandatanganinya
Malcolm
Baldrige
National
Improvement Act oleh presiden Ronald Reagean pada tanggal 20 Agustus 1987. Nama
Melcolm Baldrige berasal dari nama Secretary Of Commers yang menjabat pada departemen
perdagangan (the departemen of commerce) dari tahun 1981 sampai dengan meninggalnya
beliau karana kecelakan pada tahun 1987.
Tujuan dari Baldrige Award ini adalah :
1. kesadaran akan pentingnya kualitas dan dampaknya terhadap persaingan.
2. Pemahaman akan persyaratan-persyaratan untuk menciptakan kuwalitas yang
sempurna (Excellence in quality)
3. Saling memberi informasi mengenai strategi yang sukses dan keuntung keuntungan yang didapatkan.
“The value in the Baldrige process is understanding how the criteria apply to your company and
the process within your company. Successful strategies arean’t the same. Fot every industry or
every company within an industry. The baldrige is one of many templates tu use to evaluate
your situation and plan your future course no one can tell you what your company has o do the
comes in discovering it for your self “
Sampai award 1998, partisipan award ini di bagi dan hanya di berikan kepada 6
perusahaan yaitu (masing-masing 2 award) :
1. Perusahaan manufaktur
2. Perusahaan jasa
3. Perusahaan kecil
Namun mulai awal 1999 dan saat ini, partisipan ditambah 2 katagori lagi sehingga total ada 5
katagori organisasi yaitu : insitusi pendidikan, organisasi kesehatan. Perubahan lgi terletak
pada jumlah award yang diberikan pada tiap jenis organisasi, yaitu dari semula 2 award untuk
masing-masing katagori organisasi menjadi maksimal 3 award.
Sistem perspektif kerangka kerja Baldrige Criteria :
Customer and market focus
1. leadership
2. strategy
planning
5. human
resources focus
7. business results
3. costumer and
market focus
6. process
managemen
4. information and analysis
Gambar 2.4 Kerangka Kerja MBNQA
Download