Kompensasi, Entrepreneurial Government Dan Kinerja Aparatur

advertisement
Kompensasi….. (Supit)
303
Kompensasi, Entrepreneurial Government Dan Kinerja Aparatur (Studi Pada
Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara)
Erica .S. Supit
Program Magister Manajemen Fakutas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi
([email protected] )
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi, entrepreneurial
government dan kinerja aparatur. Penelitian di lakukan pada pegawai Dinas Pendapatan
Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan
model asosiatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi tidak signifikan
pengaruhnya terhadap entrepreneurial government, kompensasi memiliki pengaruh
signifikan terhadap kinerja aparatur, dan entrepreneurial government memiliki pengaruh
signifikan terhadap kinerja aparatur.
Kata Kunci: kompensasi, pemerintah kewirausahaan, kinerja aparatur
Abstract
The purpose of this study was determine to the effect of compensation, entrepreneurial
government and performance of the apparatus. This Research done in the staff revenue
service of north sulawesi province. This study used quantitative research models of
associative results showed that the compensation does not significantly influence on
entrepreneurial government, compensation has a not significantly influence on performance
apparatus, and antrepreneurial government has a significant influence on performance of the
apparatus.
Keywords: compensation, entrepreneurial government, performance of the apparaturs
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.4, 2016: 303-314
304
pembangunan Provinsi Sulawesi Utara.
Latar Belakang
Sejumlah organisasi publik mencari
Hal ini karena pengelolaan pendapatan
solusi dengan melakukan reformasi agar
yang baik, terencana, transparan dan
dapat
akuntabel sangat menentukan ketersediaan
memberikan
menghadapi
solusi
tuntutan
dalam
klien
atau
dana untuk pembangunan
yang ada.
masyarakat secara keseluruhan. Dengan
Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi
demikian maka secara implisit organisasi
Utara bersumber dari Pendapatan Asli
pemerintah
Daerah, Dana Perimbangan dan Lain-lain
berubah
daerah
menjadi
dapat
diarahkan
organisasi
model
Pendapatan Daerah yang sah.
entrepreneurial. Menyikapi hal ini maka
Sebagai instansi yang mempunyai
perlu sebuah konsep dimana seorang
tugas pengkoordinasi pendapatan daerah
pejabat
sekaligus
birokrasi
maupun
aparatur
sebagai
instansi
pelayanan
pemerintah perlu mencitrakan dirinya
publik atau bersentuhan langsung dengan
sebagai seorang pelayan masyarakat yang
masyarakat,
peduli, dan empatik, dengan kata lain
Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi
bahwa perlu ditumbuhkan jiwa sebagai
Utara
sosok seorang entrepreneurial sehingga
meningkatkan kualitas pelayanan selain
akan mendorong tumbuhnya sikap lebih
melakukan berbagai inovasi dan terobosan
proaktif, kreatif, dan berani mengambil
dalam
inisiatif
yang
pendapatan asli daerah. Secara teknis
menunggu perintah, pekerja rutin dan loyal
dalam pelayanan, Dipenda memiliki 15
pada atasan dan peraturan secara membabi
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang
buta.
tersebar di Kabupaten dan Kota yang ada
dari
pada
seseorang
maka
(Dispenda)
tentunya
terus
meningkatkan
Dinas
berusaha
penerimaan
Penelitian ini dilakukan di Dinas
di Provinsi Sulawesi Utara dan beberapa
Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi
Samsat pembantu, outlet, corner serta
Sulawesi Utara. Dimana peneliti ingin
Samsat keliling yang bertujuan untuk lebih
menganalisis kinerja aparatur yang ada
mendekatkan
dalam hubungannya dengan kompensasi
masyarakat
dan konsep entrepreneurial government.
pelayanan.
Dinas
Pendapatan
Daerah
Provinsi
Disamping
dan
dalam
itu
mempermudah
mendapatkan
untuk
dapat
Sulawesi Utara sebagai SKPD pengelola
mengimplementasikan
pendapatan daerah memiliki peran yang
entrepreneurial dalam tubuh birokrasi/
sangat
aparatur pemerintah bukanlah hal yang
penting
dan
strategis
dalam
konsep
Kompensasi….. (Supit) 305
mudah. Hal tersebut perlu ditunjang
karena para tenaga kerja tersebut telah
dengan
memberikan
langkah
strategis
selanjutnya.
sumbangan
tenaga
dan
Dimana salah satu kekuatan dari semangat
pikiran demi kemajuan perusahaan guna
kewirausahaan yang peneliti maksudkan
mencapai tujuan yang ditetapkan.
adalah
kompensasi
berupa
insentif
financial yang diperolehnya ketika mereka
Jenis Kompensasi
berhasil membangun kinerja yang baik.
Kompensasi
yang
Insentif tersebut dapat menjadi driving
perusahaan
pada
force.
digolongkan
Sofyandi
.
Argumen Orisinalitas / Kebaruan
Variabel
dan
model
diberikan
karyawan
bisa
menjadi
beberapa
jenis.
(2008)
mengemukakan,
kompensasi pada umumnya bisa dibedakan
yang
menjadi dua jenis, yaitu ; (1) Kompensasi
digunakan pada penelitian ini bersumber
langsung
pada kombinasi dari penelitian Simin, et al
Kompensasi Tidak Langsung (Indirect
(2014), Sumarhadi (2012), Niode (2015).
Compensation).
Kajian Teoritik dan Empiris
Fungsi Kompensasi
Pengertian Kompensasi
Kompensasi
Adapun
Compensation).
fungsi
(2)
pemberian
Ardana
kompensasi menuru Martoyo (2000) antara
(2012:153); kompensasi adalah segala
lain yaitu: (1) Pengalokasian sumber daya
sesuatu yang diterima oleh karyawan
manusia
sebagai balas jasa atas kontribusinya
menunjukkan
kepada
kompensasi
perusahaan
menurut
(Direct
atau
organisasi.
secara
efisien,
bahwa
yang
fungsi
ini
pembeian
cukup
baik
pada
Hasibuan (2012:118) menyatakan bahwa
karyawan yang berprestasi baik akan
kompensasi adalah semua pendapatan
mendorong para karyawan untuk bekerja
yang berbentuk uang, barang langsung
lebih baik ke arah pekerjaan yang lebih
ataupun tidak langsung yang diterima oleh
produktif.
karyawan sebagai imbalan atas yang
kecenderungan
para
diberikan kepada perusahaan. Menurut
bergeser
berpindah
Sastrohadiwiryo dalam bukunya Yuniarsih
kompensasinya rendah ketempat kerja
(2011:125), kompensasi adalah imbalan
yang kompensasinya tinggi dengan cara
jasa atau balas jasa yang diberikan oleh
menunjukkan prestasi kerja yang lebih
perusahaan kepada para tenaga kerja,
baik.
(2)
Dengan
atau
kata
Mendorong
lain
karyawan
dari
stabilitas
ada
dapat
yang
dan
306
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.4, 2016: 303-314
pertumbuhan ekonomi Sebagai akibat
manajemen bisnis serta para pejabat yang
aplikasi dan penggunaan sumber daya
bergerak disektor publik. Dalam sejarah
manusia,
perkembangan
dalam
organisasi
yang
konsep
kewirausahaan
bersangkutan secara efisien dan efektif
selalu dikaitkan dengan persoalan ekonomi
tersebut maka dapat diharapkan bahwa
dan bisnis perusahaan. Dalam bukunya
sistem pemberian kompensasi tersebut
yang
secara
memberikan
Challenge“ James M. Higins (Dalam
stabilitas organisasi dan secara tidak
Mutis,1995) telah menguraikan secara
langsung ikut andil dalam mendorong
historis mengenai konsep kewirausahaan
stabilisasi
ekonomi
dan dianggap sebagai salah satu fungsi
Penggunaan
ekonomi. Menurut Hisrich (1986) yang
secara
langsung
dan
dapat
pertumbuhan
keseluruhan.
(3)
berjudul
“The
Management
sumberdaya manusia secara lebih efisien
dimaksud
dan efektif, dengan pemberian kompensasi
“Entrepreneurship is
yang tinggi kepada karyawan mengandung
creating something different with value by
implikasi
akan
devoting the necessary time ang effort,
karyawan
assuming the accompanying financial,
dengan seefisien mungkin. Sebab dengan
psychological and time risks ang receiving
cara
the resulting rewards financially and
bahwa
menggunakan
organisasi
tenaga
demikian
kerja
organisasi
yang
bersangkutan akan memperoleh manfaat
kewirausahaan
adalah:
the process
of
personal satisfaction”.
dan keuntungan semaksimal mungkin.
Menurut Mohammad (2006) bahwa
Disinilah produktifitas karyawan sangat
pemerintah wirausaha adalah pemerintah
menentukan.
yang mampu menghadirkan kebijakan
yang berorientasi pada warga negara.
Pengertian
Entrepreneurial
Kebijakan tersebut memiliki nilai strategis
karena akan menghasilkan dividen yaitu
Government
Kewirausahaan
sebagai
berupa dukungan dari warga negara. Untuk
suatu proses penciptaan nilai dengan
melakukan percepatan dan perbesaran
menggunakan
deviden
berbagai
dikenal
sumber
daya
yang berupa
dukungan dari
tertentu untuk mengeksploitasi peluang
konstituen adalah merupakan persaingan
(Lupiyoadi,1999). Konsep kewirausahaan
dalam penyelenggaraan pelayanan publik
telah mendapat perhatian yang sangat luas
dan juga menghadirkan problem solving
dan intensif dikalangan pakar akademis
regulation
maupun dikalangan praktisi baik ekonomi,
memfokuskan pada tiga tugas utama yaitu:
agar
lembaga
itu
dapat
Kompensasi….. (Supit) 307
menanggapi keluhan warganegara dengan
keteladanan. (5) Berorientasi dan memiliki
cepat, melakukan pemeriksaan rutin, serta
perspektif dan pandangan ke masa depan.
menghukum para pelanggar aturan.
(6) Keorisinilan: Kreativitas dan inovasi.
Berdasarkan uraian konsep di atas
Strategi
Alternatif
Menuju
dapat
disintesiskan
bahwa
sikap
kewirausahaan adalah suatu pernyataan-
Pemerintahan Bergaya Wirausaha
Selanjutnya Osborne dan Plastrik
pernyataan
proporsional
seseorang
“Reinventing
terhadap cara mengenali, cara pandang,
Government, How the Entrepreneurial
perasaan dan kecenderungan melakukan
Spirit is Transforming the Public Sektor”
sesuatu dalam lingkup aspek pelayanan ke
mengemukakan beberapa strategi yang
pelaku usaha, dengan indikator sebagai
harus diperhatikan untuk dapat menuju
berikut:
pemerintahan yang bergaya wirausaha.
fleksibel, teguh pendirian, percaya diri,
(2000)
dalam
bukunya
berpikir
inovatif,
berpikir
mempengaruhi orang lain, suka tantangan,
tanggap
Sikap Kewirausahaan
Sikap Kewirausahaan ada dua kata,
terhadap
perubahan,pengambil
keputusan, dan memanfaatkan peluang.
yaitu sikap dan kewirausahaan. Sikap
menurut Robbin (2007:374), mengatakan
Pemberdayaan
bahwa sikap adalah sebagai berikut:
empowerment)
attitudes
are
favorable
evaluative
or
di
(employee
statements
Pemberdayaan di tempat kerja
unfavorableconcerning
merupakan konsep yang sering disalah
objects, people, or events.
Hal
Karyawan
oleh
istilah yang banyak manajer dan organisasi
Zimmerer (2005: 6), mengatakan bahwa:
berpikir mereka mengerti, tetapi sedikit
“Applying creativity and innovation to
benar-benar dilakukan, dan bahkan lebih
solve
sedikit yang benar-benar dipraktekkan
the
atas
pahami. pemberdayaan karyawan adalah
problems
didukung
and
to
exploit
opportunities that people face everyday”.
(Credit
Sikap kewirausahaan menurut Meredith
Fernandez, S dan Moldogaziev, T (2013)
dalam Suryana (2000:15), yaitu: (1)
mendefinisikan,
Percaya
(2)
empowerment
(3)
practices aimed at sharing information,
diri
Berorientasi
(self-confidence).
tugas
dan
hasil.
Keberanian mengambil resiko. (4) Sifat
kepemimpinan,
kepeloporan,
dan
rewards,
Union
Times,
“An
approach
job-related
02/15/2012).
employee
composed
knowledge,
of
and
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.4, 2016: 303-314 308
authority with employees is expected to be
dikerjakan).
positively related to performance.”
(2002:423) kinerja merupakan terjemahan
Sedangkan
menurut
Meyerson
menjelaskan bahwa “employee
(2012),
empowerment
is
a
motivational
Menurut
Simamora
dari bahasa inggris, performance atau job
performance
inggrisnya
tetapi
sering
dalam
bahasa
disingkat
menjadi
technique that is designed to improve
performance saja. Kinerja dalam Bahasa
performance
properly
Indonesia disebut juga prestasi kerja.
through increased levels of employee’s
Kinerja atau prestasi kerja (performance)
participation and self-determination”.
diartikan keterampilan dan motivasi dalam
if
managed
Dengan demikian, pemberdayaan
karyawan
(employee
menghasilkan
sesuatu.
Prestasi
kerja
empowerment)
(performance) diartikan sebagai suatu
merupakan suatu pemberian kepercayaan,
pencapaian persyaratan pekerjaan tertentu
kekuasaan
terhadap
yang akhirnya secara langsung dapat
karyawan dan memungkinkan mereka
tercermin dari output yang dihasilkan baik
berpikir, bersikap, bertindak, bereaksi dan
kuantitas maupun mutunya.
dan
motivasi
mengendalikan pekerjaan. Yang dapat
Pengertian
di
atas
menyoroti
didasarkan pada gagasan bahwa pimpinan
kinerja berdasarkan hasil yang dicapai
atau organisasi memberikan karyawan
seseorang setelah melakukan pekerjaan.
keterampilan,
Sejalan
peluang,
sumber
dengan
Sedarmayanti
dalam
bukunya yang berjudul Sumber Daya
jawab
dan
Manusia
mempertanggungjawabkan
hasil
dari
mendefinisikan
tindakan
memberikan
suatu
serta
otoritas,
memberikan
mereka
motivasi,
daya,
tanggung
mereka,
akan
dan
Produktivitas
Kinerja
merupakan
terjemahan dari performance yang berarti
kontribusi untuk kompetensi dan kepuasan
prestasi
mereka sendiri.
pencapaian
kerja,
penampilan
kerja
Kinerja Aparatur
Kerja
kerja,
pelaksanaan
unjuk
kerja,
kerja
atau
(Sedarmayanti,
2001:50).
Kinerja adalah melakukan suatu
kegiatan dan menyempurnakannya sesuai
Faktor-Faktor
dengan tanggung jawabnya dengan hasil
Kinerja
seperti yang diharapkan. Sementara itu
yang
Mempengaruhi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kinerja sebagai kata benda mengandung
pencapaian
kinerja
menurut
arti “Thing done” (suatu hasil yang telah
Mangkunegara (2006:67) adalah faktor
Kompensasi….. (Supit) 309
kemampuan (ability) dan faktor motivasi
melingkupinya. Mereka bekerja layaknya
(motivation).
aparatur Pemda pada umumnya yang
Hal
ini
sesuai
dengan
pendapat Davis yang merumuskan bahwa:
birokrasi menekankan pada struktur dan
Human
prosedur dari pada hasil (output). Dalam
Performance
Motivation.
=
Ability
+
Motivation = Attitude +
Situation Ability = Knowledge + Skill
melayani
masyarakat,
PDAM
kurang
meletakkan posisi pelanggan sebagai raja
Selanjutnya Mangkunegara (2006)
ataupun mitra.
mengutip pendapat dari A. Dale Timple
Selanjutnya
penelitian
yang
yang menyatakan faktor-faktor kinerja
dilakukan oleh Sumarhadi (2012) dengan
terdiri dari faktor internal dan faktor
judul Entrepreneurial government dalam
eksternal. Faktor internal (disposisional)
persepsi pejabat birokrasi (studi pada
yaitu faktor yang dihubungkan dengan
Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis).
sifat-sifat seseorang. Sedangkan faktor
Dari
eksternal
ditemukan
yaitu
faktor-faktor
yang
hasil
analisis
dan
interpretasi
bahwa
Pandangan
dan
mempengaruhi kinerja seseorang yang
pengetahuan pejabat birokrasi terhadap
berasal dari lingkungan. Seperti perilaku,
konsep
sikap, dan tindakan-tindakan rekan kerja,
sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian
bawahan atau pimpinan, fasilitas kerja, dan
ini masih sangat rendah.
iklim organisasi.
Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh
Entrepreneurial
Government,
Niode (2015) dengan judul penelitian
Pengaruh
Kajian Empiris
Simin, et al (2014) melakukan
penelitian
dengan
kewirausahaan
judul
aparatur
Semangat
Badan
Usaha
Kompensasi
Implementasi Entrepreneurial Government
Dan Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah.
Pada penelitian kali ini menggunakan
Milik Daerah (BUMD). Tinjauan dari
teknik
perspektif
confirmatory
politik,
desentralisasi
dan
analisis
budaya birokrasi pada perusahaan daerah
membatasi
PDAM
dimana
Kabupaten
Banyumas
Jawa
Terhadap
faktor
factor
pada
bobot
(first
order
analysis)
dengan
pembobotan
faktor,
faktor
menunjukkan
Tengah. Hasil penelitian menyimpulkan
besarnya kontribusi variabel manifes pada
bahwa proses kerja “keadministrasian”
variabel
selalu dituntut secara ketat oleh petunjuk
berdasarkan
pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis
loading
(juknis) dari berbagai organisasi yang
korelasi adalah ukuran yang dipakai untuk
laten
yang
signifikansi
koefisien
dapat
dilihat
statistik
korelasi.
dari
Koefisien
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.4, 2016: 303-314 310
mengetahui derajat hubungan. Variabel
mempengaruhi secara signifikan terhadap
dengan
implementasi entrepreneurial government.
loading
yang
lebih
tinggi
menunjukan pengaruhnya yang lebih besar
Hal
pada
kemudian
ataupun penerapan jiwa kewirausahaan
dilanjutkan dengan teknik analisis jalur
dalam tubuh Dinas Pendapatan Daerah
(path analisys). Untuk melihat signifikansi
Provinsi Sulawesi Utara dapat dijalankan
pengaruh tidak langsung maupun tidak
bukan tergantung dari sistem kompensasi
langsung
yang diterima.
variabel
laten,
yang
ini
berarti
bahwa
implementasi
Kompensasi bagi setiap pegawai
negeri sipil sudah merupakan keharusan
Metode Penelitian
Penelitian
jenis
yang dia terima sesuai pangkat, jabatan
model
dan tanggung jawab kerjanya. Itulah
asosiatif. Oleh karena penelitian bertujuan
sebabnya setiap pegawai di lingkungan
menguraikan hubungan antara kompensasi,
birokrasi harus mampu menyesuaikan diri
entrepreneur
dengan
penelitian
ini
termasuk
kuantitatif
dengan
government
dan
kinerja
aparatur. Untuk menguji pengaruh antara
variabel
Kompensasi,
kondisi
lingkungan
termasuk sistem kerja yang diterapkan.
Entrepreneurial
Government, dan kinerja aparatur, serta
Pengaruh
untuk
Kinerja Aparatur
menguji
kerjanya
hipotesis
yang
telah
dirumuskan dalam penelitian ini adalah
metode analisis jalur (Path Analisis).
Kompensasi
terhadap
Berdasarkan hasil uji yang tela
dilakukan, ternyata variabel kompensasi
berpengaruh signifikan terhadap kinerja
aparatur/pegawai.
Pembahasan
Pengaruh
Kompensasi
terhadap
kompensasi
yang diterima oleh pegawai sesuai dengan
apa yang diharapkan memiliki unsur
Entrepreneurial Government
Pengujian
Apabila
empiris
yang
keadlian
maka
tentunya
akan
dilakukan untuk mengetahui pengaruh
meningkatkan kinerja dari setiap aparatur
kompensasi
tersebut. Unsur keadilan yang dimaksud
terhadap
implementasi
entrepreneurial government menunjukkan
adalah
bahwa
signifikan
didasari oleh hasil pekerjaan dari setiap
pengaruhnya. Dengan kata lain indikator-
aparatur yang tentunya dinilai secara
indikator
obyektif,
kompensasi
kompensasi
tidak
seperti:,
gaji,
tunjangan dan fasilitas, bukan faktor yang
sistim
dan
pemberian
pemberian
kompensasi
kompensasi
tentunya sesuai dengan besar tidaknya
Kompensasi….. (Supit) 311
tanggung jawab dalam pekerjaan serta
mendukung kinerja aparatur dan kinerja
beberapa unsur yang menjadi indikator
pemerintah daerah secara kelembagaan.
penilaian kinerja.
Upaya ini semestinya didukung oleh
Pemerintahan
mengubah
yang
fokus
goal-oriented
dari
input
menjadi
adanya political will yang kuat dari
pimpinan
daerah
(Gubernur),
wakil
akuntabilitas pada output atau hasil,
gubernur dan sekretariat daerah serta
mengukur
jajajarannya. Dalam mengenalkan konsep
kinerja
menetapkan
target,
organisasi
publik,
memberi
imbalan
tersebut
dilakukan
dengan
seminar-
kepada organisasi yang mencapai atau
seminar, lokakarya maupun pelatihan yang
melebihi target. Alokasi anggaran dan
berhubungan
dengan
sistem insentif harus didasarkan pada
government.
Pemerintah
kinerja
akan
menfokuskan energinya bukan sekadar
dihasilkan sehingga penentuan ukuran
untuk menghabiskan anggaran, tetapi juga
kinerja menjadi sangat penting dalam
menghasilkan
uang.
Mereka
organisasi publik yang memiliki spirit
masyarakat
yang
dilayani
kewirausahaan.
membayar, menuntut return of investmen.
maupun
output
yang
entrepreneurial
wirausaha
meminta
untuk
Mereka memanfaatkan insentif seperti
Pengaruh Entrepreneurial Government
dana usaha dan dana inovasi untuk
terhadap Kinerja Aparatur
mendorong
Pengujian empiris telah dilakukan
untuk
mengetahui
entrepreneurial
kinerja
pengujian
badan
pemerintah berpikir mendapatkan dana
operasional. Pemikiran ini menolak asumsi
terhadap
bahwa pemerintah itu seharusnya tidak
(pegawai).
terhadap
pimpinan
pengaruh
government
aparatur
para
mencari
profit
dari
kegiatannya.
aparatur
Sebaliknya pemerintah harus didorong
implementasi
untuk bisa memperluas sumber-sumber
entrepreneurial government mempunyai
pendapatannya, termasuk dari kegiatan-
pengaruh yang signifikan. Hasil peneliitian
kegiatan
ini juga mengindikasikan bahwa kalangan
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan tidak
PNS
Dinas
cukup ditujukan semata mata kepada
Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi
personil aparatur, melainkan juga harus
Utara merasa yakin dan optimis dengan
didukung dengan pembentukan organisasi
menanamkan
yang kondusif karena setiap orang bisa
menunjukan
dalam
yang
tubuh
kinerja
Hasil
bahwa
ada
dilingkungan
semangat
birokrasi
kewirausahaan
maka
akan
menjadi
pelayanan
wirausahawan.
publik.Namun
Sebaliknya
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.4, 2016: 303-314
wirausahawan
bisa
berubah
menjadi
312
Rekomendasi
birokrat, apabila organisasinya disusun
Berdasarkan
kesimpulan
hasil
untuk mendorong perilaku birokratis. Oleh
penelitian, maka rekomendasi yang dapat
karena
diberikan
itu
pemerintahan
wirausaha
adalah:
(1)
Kompensasi
sebenarnya menfokuskan energinya bukan
walaupun tidak signifikan pengaruhnya
sekedar untuk menghabiskan anggaran,
terhadap
tetapi juga menghasilkan uang. Mereka
government namun menurut hemat penulis
memanfaatkan insentif seperti dana usaha
perlu juga untuk diperhatikan. Misalnya
dan dana inovasi untuk mendorong para
pemberian
pimpinan
bentuk uang yaitu pengakuan. Setiap
badan
pemerintah
berpikir
mendapatkan dana operasional
implementasi
kompensasi
entrepreneurial
bukan
dalam
pegawai merasa puas dengan kebaiasaan
yang dibudayakan oleh setiap pimpinan
Kesimpulan dan Rekomendasi
dalam mendukung keberhasilan dari setiap
Kesimpulan
pekerjaan bawahannya. Oleh pegawai
Hasil
penelitian
menunjukkan
sendiri
ini
merupakan
sebuah
bahwa (1) Kompensasi tidak signifikan
tersendiri
pengaruhnya
Entrepreneurial
kreativitasnya, oleh karena pengakuan
Government. Dengan demikian hipotesa
tersebut dapat berdampak kepercayaan
yang
pengaruh
yang diberikan pimpinan dalam setiap
signifikan Kompensasi terhadap Kinerja
program yang dijalankan oleh Dinas
Entrepreneurial Government ditolak. (2)
Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi
Kompensasi memiliki pengaruh signifikan
Utara seperti halnya adalah diberikan
terhadap Kinerja
Aparatur. Dengan
kepercayaan sebagai kepanitiaan dalam
demikian
yang
beberapa
terhadap
menyatakan
hipotesa
terdapat
menyatakan
untuk
spirit
kegiatan
meningkatkan
juga
sebagai
Kompensasi diduga mempunyai pengaruh
koordinator dari masing-masing program
signifikan
yang
terhadap Kinerja
Aparatur
ada.
(2)
Bagi
diterima. (3) Entrepreneurial Government
pemerintahan
memiliki pengaruh signifikan terhadap
kabupaten/kota dan Pemda lainnya pada
Kinerja
umumnya dapat mengadopsi beberapa
Aparatur. Dengan demikian
strategi
Government diduga mempunyai pengaruh
aparaturnya
signifikan
konsep entrepreneurial government yang
diterima
Aparatur
meningkatkan
Pemda
hipotesa yang menyatakan Entrepreneurial
terhadap kinerja
guna
khususnya
organisasi
dengan
kinerja
memberlakukan
tentunya harus dibarengi dengan sistim
Kompensasi….. (Supit) 313
pemberian
kompensasi
yang
baik.(3)
rakyat
(Beberapa
Alternatif
Diharapkan peneliti selanjutnya dapat
Pemikiran), Indradi, S. S. dan Wilipo.
mengembangkan
(ed.),
hasil
penelitian
ini
Mewirausahakan
Birokrasi
dengan menambahkan beberapa variabel
Untuk Mensejahterakan Rakyat, PT.
seperti budaya organisasi serta mengukur
Danar Wijaya, Malang. 58-60
kinerja
pemerintah
daerah
secara
kelembagaan
Lupiyoadi, R. dan H. Bakir, 1999. Disain
struktur
yang
mendukung
kewirausahaan organisasi. Man dan
Usaha Ind 07.
Daftar Pustaka
Aradea,
Ade
Yuliana2,
Hidayatulah
Mathis, R.L dan Jackson, J.H. 2006.
Himawan.2010. Penerapan Change
Human
Management
.Angelica,
Proses
untuk
Bisnis
Peningkatan
dalam
meraih
Keunggulan Kompetitif Organisasi.
Seminar Nasional Informatika 2010
Resource
Management.
D.
(penerjemah).
manajemen sumber daya manusia.
Salemba Empat. Jakarta. nd 10
Merian
Fara
Sari
dan
Mariyati
(semnasIF 2010). UPN ”Veteran”
Ibrahim.2014. Penerapan Manajemen
Yogyakarta, 22 Mei.
Perubahan
Dwiyanto,
A.
1996.
dan
Inovasi.
Jurnal
Reinventing
Administrasi Pembangunan, Volume
government:pokok-pokok pikiran dan
2, Nomor 2, Maret 2014, hlm. 115-
relevansinya di indonesia. Makalah
226.
pada pelatihan manajemen strategik
Mohammad, Fadel. 2008. Reinventing
bagi direktur RSUD oleh Magister
local government: pengalaman dari
Manajemen
daerah, PT. Elex Media Komputindo,
Rumah
Sakit,
Yogyakarta.
Hisrich,
R.
Jakarta.
D.
Entrepreneurship
(Ed)
1986.
intrapreneurship
__________,2007. Kapasitas manajemen
kewirausahaan
dan
kinerja
and ventura capital Mass-Lexington
pemerintah daerah. (studi kasus pada
Books, Lexington
pemerintah
daerah
kabupaten
Bengkalis),
Disertasi
Pascasarjana
Kao,
J.J.
1989.
Entrepreneurship
Creativity and Organization. PrentiseHall, New Jersey.
Niode, Idris. 2015. Pengaruh Kompensasi
Lestari, R. A. 2006. Mewirausahakan
birokrasi
untuk
UGM. Yogyakarta
mensejahterakan
Terhadap
Entrepreneurial
Implementasi
Government
Dan
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol 4 ,No.4, 2016: 303-314
Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah.
Publikasi Ilmiah. Unibraw
Reinventing Government: How The
Transforming
Rosyid,
The
A.
Mewirausahakan
dalam
:
publik
jilid 2
reinventing
Government. Rosyid A. (Penerjemah).
Memangkas Birokrasi : lima strategi
Pemerintahan
wirausaha
(terjemahan), seri manajemen strategi.
PPM, Jakarta.
Lianna.(tt).Dampak
Implementasi Manajemen Perubahan
Computerized
Accounting Department, School of
Information
Systems,
Binus
University.
Sumarhadi.
2012.
Entrepreneurial
government dalam persepsi pejabat
birokrasi pemerintah (studi kasus
pada pemerintah daerah kabupaten
bengkalis), Tesis Pascasarjana UGM.
Yogyakarta.
Ilmiah. Unibraw. Malang.
di Rumah Sakit Umum Daerah Haji
For
Organisasi.
Publikasi
(penerjemah).
Banishing Bereaucracy: The Fife
pada
(BUMD).
Sangkala (tt). Manajemen Perubahan
Osborne, D. dan Plastrik. P, 2000.
Sugandi,
daerah
Sector.
PPM, Jakarta.
menuju
milik
Public
(terjemahan), Seri manajemen strategi.
Strategies
Semangat
Is
Birokrasi
sektor
2014.
Spirit
mentranformasi semangat wirausaha
ke
dkk
kewirausahaan aparatur badan usaha
Osborne, D. dan Gaebler. T. 1996.
Entrepreneurial
Simin,
314
Rahim,
Hasan.
Syahrir
Provinsi Sulawesi Selatan
Pasinringi,
Download