Kerajaan Tuhan [174] - Jemaat-jemaat Allah Al Masehi

advertisement
Jemaat-jemaat Allah Al Maséhi
[174]
Kerajaan Tuhan [174]
(Edisi 2.0 19960824-19990610)
Panduan Tuhan bagi kerajaan juga merupakan konsep alkitab yang paling disalahgunakan. Ianya
ditetapkan manusia dalam lingkungan konsep-konsep yang kononnya berasal dari Kitab Suci
tetapi umumnya berdasarkan prinsip-prinsip sistem-sistem bangsa lain dalam dunia ini.
Kebanyakan dari Kekristianan hari ini tidak faham bahawa terdapat pelbagai anak-anak Tuhan
dan bahawa Iblis merupakan seorang anak Tuhan di kalangan mereka di dalam Sidang tersebut.
Pertikaian mengenai struktur kerajaan adalah masalah asalnya di dalam Bani syurgawi itu dan
merupakan sebab kepada pemberontakan yang membabitkan Iblis dan sepertiga dari angkatan
syurgawi itu. Struktur kerajaan Tuhan dikaji di dalam karya ini.
Christian Churches of God
PO Box 369, WODEN ACT 2606, AUSTRALIA
E-mail: [email protected]
(Hakcipta  1996, 1999 Wade Cox)
(Tr. 2003)
Karya tulis ini boleh disalin semula dan didistribusikan secara bebas dengan syarat ia disalin semuanya
tanpa apa-apa perubahan atau penghapusan kata. Nama dan alamat penerbit serta notis hakcipta harus
disertakan.
Sebarang bayaran tidak boleh dikenakan ke atas penerima-penerima salinan yang
didistribusikan. Petikan-petikan ringkas daripadanya boleh dimasukkan ke dalam artikel-artikel kritis dan
karya ulasan tanpa melanggar undang-undang hakcipta.
Karya ini boleh didapati daripada Internet di:
http://www.logon.org dan http://www.ccg.org
Mukasurat 2
Kerajaan Tuhan [174]
Kerajaan Tuhan [174]
Topik pemerintahan kerajaan mungkin
merupakan topik paling penting di dalam
Alkitab. Ia berpusat pada perintah pertama
atau yang besar itu (Ulangan 6:5; 10:12; 30:6;
Matius 22:38) yang merupakan ekspresi empat
perintah pertama hukum bersepuluh. Perintah
kedua menyerupainya: Kasihilah sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri (Imamat 19:18;
Matius 22:39). Perintah besar kedua
merupakan rangkuman enam perintah terakhir
hukum bersepuluh. Pada kedua perintah ini
tergantung seluruh hukum taurat dan kitab
para nabi (Matius 22:40). Maka itu, seluruh
hukum taurat dan kitab para nabi merupakan
lanjutan atau huraian bagi struktur utama yang
terkandung di dalam dua perintah itu serta
hukum bersepuluh.
Ibadah kepada Allah Maha Esa, secara
perlunya, adalah berunsurkan penurutan
kehendakNya dan dengan itu tindakan
menurut perintahNya yang secara logiknya
merupakan ekspresi kehendakNya. Kehendak
Tuhan tidak terbit dengan begitu saja. Hukumketeraturan Tuhan terbit daripada kudratNya
(lihat karya Perbezaan di dalam Hukum [096)
dan di bawah).
Panduan Tuhan untuk kerajaan juga
merupakan konsep alkitab yang paling
disalahgunakan. Ianya ditetapkan manusia
dalam lingkungan konsep-konsep yang
kononnya berasal dari Kitab Suci tetapi
umumnya berdasarkan prinsip-prinsip sistemsistem bangsa lain dalam dunia ini.
Pertikaian ke atas struktur kerajaan adalah
masalah asalnya dengan bani syurgawi dan
merupakan penyebab pemberontakan itu.
Memang, pemberontakan itu adalah suatu
pertelingkahan yang melibatkan Iblis dan
sepertiga dari bani syurgawi itu yang cuba
untuk menggulingkan Tuhan dan mereka yang
taat kepada Tuhan, serta merebut takhta itu
dan kuasa yang menyertainya (Yesaya 14:1215).
Yesaya 14:12-15 "Wah, engkau sudah jatuh dari
langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau
sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang
mengalahkan bangsa-bangsa! 13 Engkau yang
tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke
langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi
bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di
atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. 14 Aku
hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan,
hendak menyamai Yang Mahatinggi! 15 Sebaliknya,
ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke
tempat yang paling dalam di liang kubur.
Pandangan ini juga
Yehezkiel 28:12-19.
ditemui
di
dalam
Yehezkiel 28:12-19 “Hai anak manusia,
ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan
katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan
ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau,
penuh hikmat dan maha indah. 13 Engkau di taman
Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata
yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis
hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit,
batu darah dan malakit. Tempat tatahannya
diperbuat dari emas dan disediakan pada hari
penciptaanmu. 14 Kuberikan tempatmu dekat kerub
yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau
berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang
bercahaya-cahaya. 15 Engkau tak bercela di dalam
tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai
terdapat kecurangan padamu. 16 Dengan dagangmu
yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan
engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau
dari gunung Allah dan kerub yang berjaga
membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang
17
bercahaya.
Engkau
sombong
karena
kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi
semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada rajaraja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi
matanya. 18 Dengan banyaknya kesalahanmu dan
kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar
kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku
menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan
habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu
di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu. 19
Semua di antara bangsa-bangsa yang mengenal
engkau kaget melihat keadaanmu. Akhir hidupmu
mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau."
Pengaburan kedua teks ini jelas terlihat di
dalam banyak terjemahan. Agama-agama
dunia, secara umumnya, tidak memahami
teks-teks ini dalam ertikata suatu perang
syurgawi antara Allah dan KerubNya yang
Menutupi/Melindungi, iaitu Bintang Fajar
planet ini. Ini memusatkan pertentangan
tersebut dan menunjukkan masalahnya. Iblis
ingin mendapatkan kuasa, tanpa kasih. Tuhan
ingin berkongsi kuasa, dalam kasih.
Perkongsian kuasa ini telah dijanjikan oleh
Mesias di dalam Wahyu 3:21. Pemberontakan
itu telah mengakibatkan peperangan di atas
langit yang masih lagi di dalam proses
penyelesaiannya. Iblis telah mengambil
Kerajaan Tuhan [174]
sepertiga dari anak-anak Tuhan atau bintangbintang bani syurgawi itu bersamanya di
dalam pemberontakan tersebut. Bintangbintang ini telah dibuang ke bumi dan ditahan
di situ selepas satu tempoh masa (Wahyu
12:4,13).
Wahyu 12:1-17 Maka tampaklah suatu tanda besar
di langit: Seorang perempuan berselubungkan
matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan
sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas
kepalanya. 2 Ia sedang mengandung dan dalam
keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia
berteriak kesakitan. 3 Maka tampaklah suatu tanda
yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah
padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk
sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 4
Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintangbintang di langit dan melemparkannya ke atas
bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan
yang hendak melahirkan itu, untuk menelan
Anaknya, segera sesudah perempuan itu
melahirkan-Nya. 5 Maka ia melahirkan seorang
Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua
bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu
dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke
takhta-Nya. 6 Perempuan itu lari ke padang gurun,
di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh
Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus
enam puluh hari lamanya. 7 Maka timbullah
peperangan di sorga. Mikhael dan malaikatmalaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga
itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, 8 tetapi
mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak
mendapat tempat lagi di sorga. 9 Dan naga besar
itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang
menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah;
ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan
malaikat-malaikatnya. 10 Dan aku mendengar suara
yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba
keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah
kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena
telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudarasaudara kita, yang mendakwa mereka siang dan
malam di hadapan Allah kita. 11 Dan mereka
mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh
perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak
mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. 12
Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu
sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu,
hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun
kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena
ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."13 Dan
ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan
di atas bumi, ia memburu perempuan yang
melahirkan Anak laki-laki itu. 14 Kepada
perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung
nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya
di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari
tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan
setengah masa. 15 Lalu ular itu menyemburkan dari
mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan
itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. 16 Tetapi
bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka
mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan
Mukasurat 3
naga itu dari mulutnya. 17 Maka marahlah naga itu
kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi
keturunannya yang lain, yang menuruti hukumhukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
Perhatikan di dalam teks ini terjadinya suatu
perang yang telah berlaku di antara bani
syurgawi setia di bawah Mikhael serta bani
derhaka di bawah Iblis. Iblis di sini disebutkan
sebagai
pendakwa
saudara-saudara.
Perempuan di sini, pertama sekali adalah
Israel dan kedua, adalah Jemaat dan anak itu
adalah Mesias. Umat pilihan atau orang-orang
kudus adalah mereka yang memelihara
perintah-perintah Tuhan serta kesaksian Yesus
Kristus. Perang itu adalah ke atas sistem
pengaturan alam semesta. Para rasul tidak
memahami, sebelum pembaharuan mereka,
bahawa sistem dunia itu tidak akan datang dari
sistem mereka (Lukas 22:24-26). Dari teks di
dalam Wahyu kita dapat memahami bahawa
terdapat suatu sistem pemerintahan di syurga
dan bahawa sistem tersebut berpusat pada
Allah yang Maha Tinggi. Pemberontakan Iblis
serta bani derhaka itu membabitkan sepetiga
dari anak-anak Tuhan. Iblis cuba untuk
menggulingkan Tuhan dan menjadikan dirinya
sebagai Yang Maha Tinggi. Pemahaman
mengenai pemberontakan tersebut di kalangan
umat Ibrani dahulu jelas tertulis dan bukubuku seperti Buku Henokh (contohnya The
Ethiopic Book of Enoch, M. A. Knibb, Oxford
Clarendon, 1982 reprint, Vols. 1 and 2) yang
telah dikemaskinikan dari Skrol-skrol Laut
Mati (DSS) menunjukkan dengan terperinci
pemahaman mengenai penglibatan anak-anak
Tuhan dari teks-teks alkitab serta apa yang
difahamkan
sebagai
keadaan-keadaan
penderhakaan itu.
Banyak dari Kekristianan moden, tidak kira
Binitarian atau Trinitarian, tidak memahami
bahawa terdapatnya pelbagai anak-anak
Tuhan. Mereka mengabaikan Ayub 1:6 serta
2:1 yang menunjukkan bahawa terdapatnya
pelbagai anak-anak Tuhan dan bahawa Iblis
juga merupakan seorang anak Tuhan di
kalangan mereka di dalam Sidang itu (Ayub
38:4-7). Ayat 7 menunjukkan bahawa terdapat
pelbagai Bintang-bintang Fajar, iaitu pangkat
yang dipegang oleh Iblis (iaitu Pembawa
Terang atau Lucifer putera fajar (Yesaya
14:12,15; Yehezkiel 28:14-19) dan Kristus
telah mewarisi pangkat tersebut (2 Petrus
1:19; Wahyu 2:28; 22:16). Bintang-bintang
Fajar ini adalah anak-anak Tuhan dan istilah
Mukasurat 4
bintang digunakan secara saling berganti
(Wahyu 1:20; 6:13; 8:10,12; 9:1; 12:1,4).
Salah seorang dari bintang-bintang ini telah
dinubuatkan akan muncul dari Yakub
(Bilangan 24:17). Bintang ini adalah Mesias.
Banyak yang dapat kita rumuskan dari teksteks alkitab ini mengenai cara kerajaan
didirikan dari permulaan di bawah pimpinan
khemah suci syurgawi. Kita dapat melakukan
ini dengan agak terperinci kerana khemah suci
atau bait suci duniawi itu telah didirikan
sebagai gambar sistem syurgawi itu (Ibrani
8:5). Struktur kerajaan Tuhan harus diteliti
mengikut urutan.
Bahagian 1. Tuhan dan KerajaanNya di
dalam Keluarga Tuhan
1. Signifikans Kudrat Tuhan kepada Sistem
Kerajaan
Kedudukan kudrat Tuhan di dalam
penentuan struktur kerajaan kedua-dua
Jemaat serta bangsa-bangsa adalah sangat
penting sekali. Kudrat Tuhan menentukan
hukum-aturan dan bahawa kemudiannya
barulah ditentukan sistem dalam mana
letaknya penyembahan.
2. Anak-anak Tuhan
Mula-mula sekali kita harus melihat apa yang
telah ditetapkan Tuhan dari permulaan. Kita
dapat rumuskan banyak dari sini mengenai
kudratNya dan cara bagaimana Dia
mengkehendaki bani syurgawi itu diperintah
atau memerintah dirinya (rujuk karya-karya
Kepentingan Istilah Anak Allah [211] dan
Pra-Kewujudan Yesus Kristus [243]).
Bahagian 2. Tujuan Penciptaan
Kita dapat meneruskan kepada penciptaan dan
memastikan tujuannya serta cara dalam mana
Tuhan
membenarkan
bani
syurgawi
beroperasi di dalam atau ke atas penciptaan.
Tujuan ini dibincangkan di dalam karya
Tujuan Penciptaan dan Pengorbanan Kristus
[160].
Bahagian 3. Aturan Penciptaan Fizikal
Kita dapat lihat dari Pentateuch serta hukum
taurat apakah sistem yang telah dipilih Tuhan
untuk struktur kemanusiaan. Kita dapat lihat
bagaimana Tuhan telah campur tangan serta
mengenali apakah perubahan-perubahan jika
Kerajaan Tuhan [174]
ada pada hukum-aturan Tuhan. Struktur ini
dikenalpasti di bawah tajuk-tajuk berkenaan:
1. Doktrin Dosa Asal Bahagian 1 Taman Eden
(246)
2. Doktrin Dosa Asal Bahagian 2 Generasigenerasi Adam [248]
3. Perundangan serta keimamatan Nuh
4. Pemberontakan selepas banjir dan
penubuhan sistem dunia atau Babilon
5. Sistem keluarga para Bapa
6. Keluaran dan penyampaian hukum taurat
Bahagian 4. Israel di bawah Para Hakim
Israel di bawah para Hakim merupakan satu
zaman yang jelas menonjol di dalam aplikasi
hukum-hukum Israel serta pemerintahan
bangsa itu. Banyak yang boleh dipelajari di
dalam zaman ini mengenai bagaimana Allah
Bapa, atau Eloah, telah mengaplikasikan
hukum-hukumNya di bawah elohim Israel.
Pekerjaan Roh Kudus sewaktu tempoh ini di
bawah arahan Malaikat Yahovah adalah
penting. Ini telah dikaji di dalam karya
pertama Samson dan Para Hakim [073].
Karya-karya seterusnya akan membincangkan
para Hakim itu serta pemerintahan mereka
sehingga kepada Samuel.
Bahagian 5. Israel di bawah pemerintahan
raja
1. Karya pertama di dalam siri ini adalah
Daud dan Goliat [126].
Perubahan-perubahan
kepada
cara
pemerintahan Tuhan di bawah pimpinan raja
merujuk khas kepada penubuhan Kerajaan itu
di bawah Mesias.
2. Kejatuhan raja-raja
3.
Pemulihan-pemulihan
di
bawah
pemerintahan diraja
Pemulihan-pemulihan tersebut mempunyai
rujukan khusus kepada Tujuh Perayaan
Paskah Terbesar Alkitab [107].
Bahagian 6. Israel di bawah Keimamatan
Bahagian
ini
membincangkan
proses
pemerintahan di Israel sebelum kedatangan
Mesias dan pengadilannya oleh Mesias.
Bahagian 7. Jemaat
Struktur rohani iaitu Jemaat itu dikenalpasti
dan sistem di bawah mana ia diperintah
diteliti. Ianya dibahagikan kepada tiga
bahagian.
Kerajaan Tuhan [174]
1. Para Bapa Kaum dan Para Nabi
2. Jemaat Kerasulan
Bahagian ini juga akan membincangkan:
a. Arahan-arahan yang diberikan oleh
Kristus untuk pemerintahan Jemaat; dan
b. pelaksanaan arahan-arahan tersebut di
dalam Jemaat Kerasulan.
Juga dibincangkan adalah:
c. Kejatuhan Yerusalem; dan
d. Sistem Synagogue dan pembentukan Jemaat
3. Jemaat di dalam Penyelerakan.
Jemaat di dalam Penyelerakan telah
dibincangkan di dalam karya-karya ini:
a. Distribusi Umum Jemaat Pemelihara
Sabat 1122]; dan
b. Peranan Hukum Keempat di dalam
Jemaat-jemaat Tuhan Pemelihara Sabat
dalam Sejarah [170].
Karya-karya selanjutnya akan mengisahkan:
c. Pengikut-pengikut Nikolaus [202];
d. Aplikasi sistem-sistem Dunia kepada
Pemerintahan Jemaat;
e. Binatang serta Gambar Binatang;
f. Organisasi Terkini Optimum untuk
melakukan tanggungjawab-tanggungjawab
kita pada zaman akhir; dan
g. Pekerjaan di bawah Penganiayaan.
Fasa ini akan berakhir dengan Kedatangan
Semula Mesias.
Bahagian 8. Kedatangan Semula dan
struktur Milenium
Siri karya ini membincangkan nubuatannubuatan akhir zaman. Terdapat beberapa
pertindihan maklumat di dalam karya-karya
ini. Karya-karya yang dikeluarkan atau akan
dikeluarkan mengenai hal-hal ini melibatkan:
1. Milenium di dalam Nubuatan;
2. Tafsiran-tafsiran Nubuatan Milenium;
a. Milenium dan Keghaiban [095];
3. Sangkakala-sangkakala, termasuklah:
a. Kedatangan Semula Mesias; dan
b. Perjamuan Kahwin Anak Domba;
4. Pendamaian;
5. Tujuh Meterai [140] termasuklah
a. Tujuh Sangkakala [141];
6. Perang-perang Akhir;
7. Kerajaan Milenium Tuhan
a. Umat 144,000;
b. Kumpulan Orang Banyak;
c. Pemulihan Israel;
d. Memerintah Bangsa-bangsa; dan
e. Kesalahan dan Hukuman
8. Hari Besar Terakhir;
a. Kebangkitan Orang Mati [143];
b. Penghakiman Terhadap Para Iblis [080];
Mukasurat 5
9. Sistem Alam Semesta yang Baru.
Tuhan dan KerajaanNya di dalam
Keluarga Tuhan
Signifikans Kudrat Tuhan kepada
Sistem Kerajaan
Doktrin kudrat Tuhan adalah penting kepada
penentuan struktur pemerintahan kedua-dua
jemaat dan para bangsa serta sistem hukumperaturannya.
Perbincangan mengenai kudrat Tuhan asasnya
berkait kepada pernyataan Tuhan di dalam
penciptaan serta sistem hukum-peraturan yang
dinyatakan melalui hamba-hambaNya para
nabi. Prinsip-prinsip asasnya adalah bahawa:
1. Tuhan telah menyatakan diriNya di dalam
penciptaan dalam kebenaran untuk dikenali
umat manusia (Roma 1:18-21). Tidak
patutnya ada penahanan kebenaran itu untuk
tujuan kejahatan. Apa yang dapat dinyatakan
oleh Tuhan telah dinyatakan oleh Tuhan. Dia
menyatakan
kudratNya,
kuasa
serta
keilahianNya yang jelas kelihatan dari
penciptaan dan dari wahyuNya.
2. Tiada seorangpun yang pernah melihat
Tuhan
ataupun
mendengar
suaraNya
(Yohanes 1:18; 1Timotius 6:16).
3. Dia telah memilih untuk berurusan dengan
manusia dengan cara tertentu melalui hambahambaNya para nabi (Nehemia 9:30; Yeremia
7:25-26; 29:19).
4. Hamba-hamba ini telah memberikan kita
suatu rekod tentang bimbinganNya kepada
umat manusia yang telah diilhamkan kepada
mereka dan disampaikan sebagai Kitab Suci
(Ayub 32:8; 2 Timotius 3:16; 2Petrus 3:2;
Wahyu 10:7).
5. Pimpinan tersebut membabitkan satu
hukum-peraturan yang konsisten dan koheren
yang sesuai untuk semua bangsa (Roma
16:26).
6. Mereka yang mendakwa bertindak
untukNya haruslah berbicara sesuai dengan
hukum-peraturan itu serta kesaksian para nabi
yang lain (Yesaya 8:20).
7. Nabi-nabi ini merupakan teladan iman dan
kesabaran (Kisah 7:52; Yakobus 5:10).
8. Hukum-peraturan ini adalah tetap dan telah
diteguhkan semula oleh Yesus Kristus di
dalam pelayanannya (Matius 5:17-19).
Mukasurat 6
Kerajaan Tuhan [174]
9. llah satu-satunya yang abadi (1 Timotius
6:16) (lihat karya Mengenai Keabadian
[165]).
10. Hidup kekal diberikan kepada manusia
melalui pengenalan Allah yang Maha Esa dan
anakNya Yesus Kristus (Yohanes 17:3;
1Yohanes 5:20).
Tuhan (Matius 13:11; Lukas 8:10; 1Korintus
4:1) dan dengan itu, kita dapat menjawab
tentan harapan yang ada di dalam diri kita itu
(1Petrus 3:15). Oleh itu, sesiapa yang
mengatakan Tuhan adalah rahsia yang tidak
mungkin diketahui bukanlah dari umat
pilihan.
Teologia
Kita dapati dari fakta-fakta Alkitab ini bahawa
pengetahuan akan Tuhan adalah penting untuk
keselamatan dan bahawa pengetahuan ini
didapati dari penciptaan dan dari Alkitab.
Dengan itu, Ketuhanan bukanlah suatu rahsia
dan, sememangnya, mengenali Allah dan
Anak yang telah diutusNya merupakan satu
syarat untuk menganggotai umat pilihan dan
menerima
hidup
kekal.
Pengetahuan
teologikal ini terbit dari pernyataan langsung
Tuhan di dalam Kitab Suci dan di dalam alam
ciptaan. Elemen pertama ini merupakan
pernyataan langsung Tuhan kepada umat
manusia dan, melalui kesaksian Yesus Kristus
serta pembaptisan Roh Kudus manusia dapat
mengambil bahagian di dalam kudrat ilahi itu
sama seperti Kristus (2Petrus 1:4) yang
kemudiannya menjadi anak Tuhan yang
berkuasa melalui Roh Kudus dengan
kebangkitannya dari mati (Roma 1:4,6;
8:15,23; 9:4; Galatia 4:5; Efesus 1:5). Maka
kita adalah pewaris-pewaris bersama Kristus
(Roma 8:17; Galatia 3:29; Titus 3:7; Ibrani
1:14; 6:17; 11:9; Yakobus 2:5; 1Petrus 3:7).
Sistem-hukum atau ekonomi Keselamatan
Elemen kedua iman adalah pengetahuan
tentang kehendak Tuhan. Hukum-peraturan
Tuhan
disebutkan
sebagai
ekonomi
keselamatan (oikonomia). Istilah diterbitkan
dari perkataan oikos nomos iaitu peraturan
pengurusan sesuatu keluarga. Peraturan
pengurusan keluarga Tuhan ini adalah hukum
yang telah disampaikan para malaikat di
dalam tangan seorang pengantara (Kisah 7:53;
Galatia 3:19).
Kita telah diberikan pengetahuan akan Tuhan
serta merupakan para pengurus rahsia-rahsia
Tuhan adalah:
Hukum-peraturan ini dengan sendirinya tidak
memberikan keselamatan tetapi sebaliknya,
iman di dalam korban Kristus merupakan
penebusan dan keselamatan yang diberikan
melalui kasih karunia (Roma 4:11-24) kerana
kita
percaya
bahawa
Tuhan
telah
membangkitkan Kristus dari mati untuk
pembenaran kita (Roma 4:24-25).
Namun begitu, terdapat satu hukum-peraturan
dan seorang Allah sebenar. Hukum Tuhan
terbit dari kudrat Tuhan dan adalah sesuatu
yang tidak berubah selaku hasil kudratNya
dan bukan sewenang-wenangnya (lihat karya
Perbezaan di dalam Hukum [096]).
HukumNya adalah:
Benar
(Ezra 9:15)
Benar
(Mazmur 119:172)
Sempurna
(Matius 5:48)
Sempurna
(Mazmur 19:7)
Suci
(Imamat 19:2)
Suci
(Roma 7:12)
Baik
(Mazmur 34:8)
Baik
(Roma 7:12)
Kebenaran
(Ulangan 32:4)
Kebenaran
(Mazmur 119:142)
Dari situ, dapat dilihat bahawa perbezaanperbezaan agama antara Trinitarianisme
mencerminkan seorang Tuhan yang berbeza
dan suatu sistem hukum-peraturan yang
berlainan. Tuhan di dalam Trinitarianisme
adalah seorang Tuhan Bertiga (Triune) (lihat
Kerajaan Tuhan [174]
karya Catherine Mowry LaCugna GOD FOR
US: The Trinity and Christian Life, Harper,
San Francisco, 1991). LaCugna setuju bahawa
pernyataan-pernyataan yang dibuat mengenai
kudrat Tuhan haruslah berdasarkan sejarah
keselamatan (halaman 4). Definisi serta
pemahaman keselamatan ini merupakan
masalah yang dipertikaikan. Sebagai contoh,
Kejadian 48:15-16 menunjukkan bahawa
Malaikat Penebus/Pelepasan itu adalah
Elohim Israel. Namun pernyataan alkitab yang
begitu jelas disangkal oleh Trinitarianisme.
Sebabnya mudah. Hukum-peraturan sistem
Trinitarian bukanlah hukum-peraturan alkitab
tetapi berdasarkan pada hukum-hukum para
bangsa serta binatang Rom yang mana jemaat
Trinitarian merupakan gambarnya. Bangsabangsa lain telah mendirikan suatu sistem
yang mendapat ekpresinya dari orang-orang
Babilon dan diperturunkan seperti yang
ditentukan oleh nubuatan. Sistem hukumperaturan bangsa-bangsa lain ini telah melalui
sistem Babilon kepada Medo-Persia, Yunani
dan Divisi-divisi Hellenistik dan kemudiannya
kepada sistem Roma (lihat Daniel 2:31-45;
4:18-37; 7:2-27). Ini disebutkan sebagai Masa
Bangsa-bangsa Lain (lihat karya Kejatuhan
Mesir: Nubuatan tentang Lengan-lengan
Patah Firaun [036]).
Alkitab memberitahu kita bahawa Tuhan
terpaksa membinasakan planet ini dengan
banjir dan memasukkan semula populasi
manusianya di dalam Nuh dan keturunannya
disebabkan kejahatan sistem pra-banjir.
Setelah banjir itu, satu lagi sistem telah
dibangunkan dari Babilon di bawah pimpinan
Nimrod, dan sistem agama ini telah tersebar
ke seluruh dunia (Kejadian 10:8-11; 11:1-9).
Sistem hukum yang telah ditubuhkan di
bawah bangsa-bangsa itu adalah berbeza dari
yang didirikan di bawah Nuh, dari Sem
melalui
keimamatan
Melkisedek, dan
kemudiannya anak-anak Abraham melalui
Musa dan Para Bapa. Kristus memberitahu
kita bahawa sistem bangsa lain itu bukanlah
sistem bagi Jemaat dan Kerajaan Tuhan
(Matius 20:25-28; 23:11).
Sistem Rom menghadapi masalah bagaimana
untuk mengawal sebuah struktur agama yang
sedang berkembang pesat ke seluruh Empayar
Rom. Sistem alkitab mengajar tentang seorang
Tuhan yang berlainan berbanding sistem
Yunani-Roma, kultus-kultus Misteri, serta
Mukasurat 7
sistem orang-orang Celt Hyperborea. Lebih
khusus lagi, ia mengajar suatu sistem hukumperaturan yang berlainan. Perbezaan di dalam
sistem hukum-peraturan ini ditentang oleh
keseluruhan sistem pemerintahan YunaniRoma yang telah ditubuhkan mengikut
kehendak tuhan dunia ini, iaitu penguasa
kerajaan angkasa (2Korintus 4:4; Efesus 2:2)
menurut nubuatan-nubuatan yang telah
diberikan di dalam Daniel (seperti di atas).
Pihak Yunani-Roma menghadapi masalah di
dalam mempergunakan kuasa iman Kristian
tanpa sistem-sistem hukum-peraturan yang
menyertainya serta pengenalpastian jelas satusatunya Allah sebenar. Perang teologi ini telah
membentuk sidang-sidang Nicea pada tahun
325 hingga kepada Chalcedon pada tahun
450-1. Perkembangan sistem tersebutt kepada
Ketuhanan Triune juga merupakan suatu ciri
sistem-sistem bangsa yang lain (contohnya di
kalangan orang-orang Celt, ianya adalah
Taranis, Teutates dan Esus.)
Bangsa Teuton dan khususnya orang-orang
Anglo-Saxon, Lombard dan Burgundy
merupakan pengikut sejenis agama Kristian
yang bersifat Unitarian, yang tegas sekali
menyangkal Trinitas itu. Orang-orang
Lombard dianggap sebagai satu suku yang
berhubung rapat dengan Anglo-Saxon (lihat
juga Historian’s History of the World, Vol. 7,
halaman 115-116, 426-456, Vol. 9, halaman
2,17-18,23 dan lain-lain teks serta catatan
sampingan). Bagaimana golongan Lombard
telah menjadi apa yang sekarang ini
disebutkan sebagai Arian tidak diketahui di
dalam sejarah (H. Hist., Vol. 7, halaman 115).
Suku-suku Jerman secara klasiknya dikenali
sebagai bangsa Scythia (H. Hist., Vol. 4,
halaman 611). Orang-orang Scythia, dan
dengan itu suku-suku Jerman, membentuk
sebahagian dari kumpulan yang dikelaskan
sebagai Parthian. Mereka datang dari Persia
serta Asia tengah. Orang-orang Goth dan
Vandal, sebahagian dari kumpulan ini, telah
membinasakan Greece dan Olympus (mereka
merupakan ikonoklas). Suku-suku ini bergerak
ke barat ke Eropah. Suku Heruli mungkin
merupakan suku paling tidak stabil di antara
mereka. Mereka adalah Unitarian dari
pengaruh di luar empayar tersebut. Suku
Lombard memasuki Itali dengan sistem
mereka sendiri yang mengandungi para
penatua atau biskop, paderi serta diakon (H.
Mukasurat 8
Hist., Vol. 7, halaman 115, nota 4). Ini
mewujudkan suatu struktur yang berbeza dari,
dan bersaing dengan, sistem kepaderian Rom.
Mereka berkonflik dengan sistem Roma itu,
seperti mana dengan Yunani. Pertikaian ini
berlanjutan selama beberapa abad dan orangorang Rom akhirnya memenanginya dengan
mempergunakan kekuatan ketenteraan bangsa
Frank untuk mengatasi orang-orang Arian.
Semua ini disebutkan sebagai Perang-perang
Arian dan akan dikaji secara berasingan.
Sistem Roma telah menjerumuskan Eropah ke
dalam Zaman Kegelapan daripada menerima
sistem hukum-peraturan yang satu lagi ini.
Orang-orang
Yunani-Roma
mengalami
kesulitan untuk membuang sistem hukumperaturan Tuhan umat Ibrani ini daripada
sistem Kristian yang telah memasuki
masyarakat Hellenisasi. Untuk menghapuskan
hukum ini, Mesias telah ditinggikan kepada
darjat setara dengan Allah Maha Tinggi dari
Kitab Suci Perjanjian Lama. Ini hanya dapat
dilakukan melalui apa yang kini dikenali
sebagai Binitarianisme. Kristus dijadikan
sama abadi dan sama setara dengan Allah.
Kekacauan falsafah yang timbul dari
kepalsuan teologikal ini telah mengakibatkan
pertikaian-pertikaian
abad
keempat
sehinggalah Constantinople pada tahun 381.
Doktrin-doktrin Paulus telah dimanipulasikan
untuk menghancurkan kumpulan-kumpulan
Unitarian yang wujud berdekatan dengan
bangsa Yunani yang memangpun berciri
Unitarian sebelum Kristus (contohnya orangorang Hypsistaria). Golongan Binitarian
sendiri kemudiannya terpaksa memberi jalan
kepada perkumpulan terakhir di bawah
kumpulan Athanasia. Kumpulan-kumpulan ini
mengambil gelaran katolik untuk diri mereka.
Mereka terbahagi kepada tiga cabang utama
iaitu Ortodoks, Roman dan Anglikan.
Bangsa Yunani-Roma mengisytiharkan dari
Nicea, doktrin homoousios dengan Tuhan.
Mereka telah membuat-buat cerita bahawa
jika Kristus adalah seorang Tuhan yang lebih
rendah, maka keselamatan melalui Kristus
adalah terancam. Masalah ini merupakan
suatu rekaan yang berdasarkan pada falsafah
Yunani yang menyatakan bahawa hanya
seorang yang sedarjat dapat menebus atau
setara atau sama kasihnya. Agape merupakan
Kerajaan Tuhan [174]
suatu konsep Ibrani yang berasaskan pada
ahabah dari Kidung Agung.
Kesan dongeng ini adalah ia telah
mengalihkan perhatian dari subordinasi yang
terkandung di dalam Kitab Suci berkenaan
ekonomi atau hukum Tuhan kepada tahap
intra-ilahi (lihat juga LaCugna, ibid., halaman
8). Kesannya di sini adalah penutupan
Ketuhanan itu dan menaikkan darjat Kristus
melebihi umat Syurgawi serta umat pilihan.
Dengan itu, takdir umat pilihan untuk menjadi
elohim, sama seperti Malaikat Yahovah yang
mengepalai keluarga Raja seperti yang kita
lihat dari Zakharia 12:8, telah disamarkan dan
jelasnya disangkal. Pandangan tertutup
terhadap Ketuhanan ini telah tertanam dengan
begitu dalam sekali sehinggakan ia dianggap
perbuatan tidak beriman untuk mengatakan
bahawa Kristus adalah subordinat dalam
lingkungan masyarakat umum sedangkan
Alkitab jelas menyatakannya begitu.
Para Trinitarian berhadapan dengan masalah demi
masalah, semuanya berdasarkan pada falsafah.
Aksiom (prinsip): Tuhan tidak boleh menderita.
Jika Tuhan tidak boleh menderita maka
bagaimanakah dia telah menderita di dalam diri
Kristus? Ini dilanjutkan kepada aksiom bahawa
Tuhan tidak dapat mati. Jika Dia tidak boleh mati,
bagaimanakah Dia telah mati di dalam diri Kristus?
Alkitab jelas menyatakan. Yang lebih rendah
menebus untuk yang lebih tinggi. Dia yang
melayani, menebus dengan pengorbanan diri.
Penebusan melalui darah adalah mencukupi (lihat
karya Tujuan Penciptaan dan Pengorbanan Kristus
[160]). Kumpulan Trinitarian mengelak masalah
dengan mengatakan bahawa Kristus telah
menderita di dalam kemanusiaannya tetapi tidak di
dalam keilahiannya (LaCugna, ibid). Ini
menyebabkan Trinitarianisme disamakan dengan
doktrin Antikristus, yang sememangnya betul, dan
dengan itu definisi di dalam 1 Yohanes 4:1-2 telah
diubah dari bentuk asalnya. Kita dapat membentuk
semula pernyataan asalnya dari Irenaeus, Ch. 16:8
(ANF, Vol. 1, nota halaman 443).
Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh
yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang
sebagai manusia, berasal dari Allah dan setiap roh
yang memisahkan Yesus Kristus tidak berasal dari
Allah tetapi adalah dari Antikristus.
Ahli sejarah Socrates mengatakan (VII, 32,
halaman 381) bahawa petikan tersebut telah
dikorupsikan oleh mereka yang ingin
memisahkan kemanusiaan Yesus Kristus dari
keilahiannya.
Kerajaan Tuhan [174]
Gregory dari Nazianzus mengembangkan idea
bahawa:
Monarki ilahi bukanlah milik 'Allah Bapa' seorang
tetapi dikongsi sama rata di antara watak-watak
ilahi. [Idea ini] mengandungi tunas-tunas
pemahaman aturan sosial yang jauh berbeza
(LaCugna, halaman 17 penekanan ditambah).
[LaCugna memerhatikan bahawa] kekalahan
teologikal doktrin Trinitas kerana terlalu
mengambil berat tentang struktur kehidupan
dalaman Tuhan juga bermakna kekalahan
politiknya (ibid).
Dia kemudiannya mengatakan (ibid.) dalam
suatu propaganda campuran fahaman Roma
dan Feminist:
Suatu teisme berciri unitarian, kebapaan, monarki
serta
mempunyai
hierarki
perlahan-lahan
menggantikan monoteisme trinitarian dengan
akibat-akibat politik yang buruk. Ahli-ahli teologi
Kristian membenarkan setiap jenis hierarki,
pengecualian serta corak dominasi, sama ada
berbentuk
keagamaan,
seksual,
politikal,
kepaderian, perkauman, sebagai 'semulajadi' dan
kehendak ilahi.
Doktrin Trinitas dipinggirkan kerana sebab-sebab
teologi dan politik. Kemenangan doktrin Trinitas
meliputi bukan saja di dalam pemulihannya kepada
kedudukan utama di dalam teologi Kekristianan
tetapi juga di dalam integrasinya semula sebagai
suatu prinsip teologi yang penting yang melampaui
serta menentang setiap idea pemerintahan bukan
trinitarian.
Ini merupakan suatu pemalsuan sejarah serta
propaganda yang jelas. Jemaat secara
mutlaknya berciri Unitarian untuk berabad
lamanya sewaktu fasanya yang paling murni.
Ia bertahan terhadap penganiayaan selama
berabad-abad dan menolak sepenuhnya
hierarki-hierarki sebagai doktrin para pengikut
Nikolaus.
Struktur
Trinitarian
telah
dikuatkuasakan dari Constantinople (tahun
381) agar suatu sistem monarki (iaitu
empayar) dapat dipertahankan di bawah
hierarki kurial Rom. Jemaat ini serta sistem ini
telah memperhambakan serta membunuh
berjuta-juta umat Kristian atas nama Yesus
Kristus demi mempertahankan sistem hierarki
tersebut.
LaCugna mengakui:
Sungguhpun tidak ada doktrin Trinitas di dalam
Perjanjian Baru, nyatanya terdapat suatu corak
binitarian atau trinitarian kepada sejarah
keselamatan (ibid., halaman 22).
Ini adalah lanjutan dari posisi yang mendakwa
bahawa doktrin Trinitas:
Mukasurat 9
telah mengubah secara drastik gaya-gaya hidup
politik dan sosial yang bersesuaian dengan
ekonomi Tuhan (ibid., halaman 16)
Jalan pembentukan struktur tersebut bermula
dari,
dan
berasaskan,
teologi
serta
pemerintahan pagan. Itulah sebabnya kenapa
kerajaan dunia ini termasuklah Pakatan Dunia
Baru (New World Order) pasti akan gagal dan
perlu dirobohkan dan struktur milenium
Kristus dilaksanakan sesuai dengan hukumhukum Tuhan. Struktur dunia masakini adalah
bertentangan dengan hukum-peraturan Tuhan
di dalam bentuk-bentuk asasnya. Ini adalah
hasil daripada teologi palsu dan tersembunyi
selama berabad lamanya di bawah sistem
ortodoks itu. Tiada lagi sistem yang telah
mendatangkan kesengsaraan yang begitu
banyak kepada manusia, atas nama Tuhan.
Struktur Trinitarian berkembang selama
berabad lamanya. Teologi telah diasingkan
dari soteriologi atau rencana keselamatan itu
seperti yang dinyatakan di dalam penjelmaan
Yesus Kristus. LaCugna berpendapat bahawa
trajektori ini membawa kepada:
via negativa Pseudo-Dionysius dan, akhirnya,
kepada teologi Gregory dari Palamas (Bab 6).
Di Latin Barat, pada zaman sejurus selepas Nicaea,
ahli-ahli teologi seperti Hilary Poitiers dan,
mungkin pada tahap ekstrim, Marcellus dari
Ancrya, tetap berpegang pada pertalian antara
hypostases ilahi dan ekonomi keselamatan.
Augustine memulakan satu pendekatan yang baru
seluruhnya. Titik permulaannya bukan lagi
monarki Bapa tetapi unsur keilahian yang
dikongsi sama rata oleh tiga watak [penekanan
ditambah]. Sebalik mempersoalkan tentang asalusul theologia seperti mana ia dinyatakan di dalam
Penjelmaan Kristus serta deifikasi oleh Roh
[penekanan ditambah], Augustine meninjau sisasisa Trinitas yang ditemui di dalam jiwa setiap
umat manusia. Pengejaran Augustine untuk suatu
analogi 'psikologi' bagi hubungan-hubungan
intratrinitarian itu akan bermakna bahawa doktrin
trinitarian ini kemudiannya akan berpusat pada
hubungan-hubungan 'dalaman' Ketuhanan, terpisah
dari apa yang kita tahu tentang Tuhaan melalui
Kristus di dalam Roh (LaCugna, halaman 44).
Teologi Medieval Latin adalah berunsurkan
Augustine serta pengasingan teologi dari
ekonomi atau soteriologi. Seluruh struktur
tersebut terjerumus ke dalam neo-Platonisme
dan Mistisisme.
Pemerhatian-pemerhatian penting LaCugna
adalah bahawa dari Augustine, Monarki Bapa
bukan lagi
yang terutama.
Trinitas
mengandaikan kesepadanan atau kesetaraan
Mukasurat 10
Kerajaan Tuhan [174]
bersama. Ini merupakan langkah kedua
berikutan andaian palsu keabadian bersama.
Premis yang betul adalah konsep manifestasi
Ketuhanan di dalam setiap individu, iaitu
operasi Allah Bapa melalui Roh Kudus yang
terbit daripadaNya melalui Yesus Kristus.
Laluan
melalui
Yesus
Kristus
ini
membolehkan Kristus memerhati serta
membimbing
individu
sesuai
dengan
kehendak Tuhan yang hidup di dalam setiap
umat pilihan.
Kristus bukanlah asalnya Roh Kudus itu. Dia
merupakan pengawas perantaraannya. Dia
bertindak bagi pihak Tuhan seperti mana yang
telah sentiasa dilakukannya dan sesuai dengan
kehendak Tuhan. Namun dia bukanlah Allah
itu. Para Trinitarian telah hilang kesedaran
mereka tentang hakikat ini, kalaupun mereka
pernah benar-benar memahaminya. Seperti
yang LaCugna katakan:
Nampaknya
teologi
Tuhan
triune
telah
ditambahkan kepada idea tentang Tuhan yang satu
(halaman 44).
Ini secara asasnya telah mempengaruhi
bagaimana umat-umat Kristian berdoa. Iaitu,
mereka tidak lagi berdoa kepada Bapa sahaja
(Matius 6:6,9) dalam nama Anak seperti yang
diperintahkan Alkitab (dari Lukas 11:12),
menyembah Bapa itu (Yohanes 4:23), tetapi
kini kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Lebih-lebih lagi, para sarjana telah
membentuk
suatu
metafizik
teologi
sendirinya. Namun seluruh idea tersebut
dibina dengan mengabaikan atau manipulasi
Alkitab. Itulah sebabnya kenapa para
Trinitarian tidak pernah membincangkan
semua teks Alkitab mengenai sesuatu subjek
dan menyalahtafsir serta menyalahpetik teksteks berkenaan yang lain sambil mengabaikan
teks-teks yang tidak dapat diubah mereka.
Namun sistem mereka adalah berdasarkan
Mistisisme
dan
Platonisme.
LaCugna
menyatakan bahawa:
Golongan Kapadokia (dan
melampaui batas pemahaman
ekonomi dengan meletakkan
kepada Anak (dan Roh) pada
(halaman 54).
juga Augustine)
alkitab mengenai
hubungan Tuhan
tahap 'intra-ilahi'
Tuhan yang Satu wujud sebagai ousia di
dalam tiga hypostases tersendiri. Kita telah
lihat (lihat karya Umat Pilihan Sebagai
Elohim [001]) bahawa istilah Platonic ousia
serta istilah Stoic hypostases secara asasnya
mempunyai maksud yang sama. Pada
dasarnya, hujah ini bertujuan untuk
memindahkan kedudukan kekuasaan dari
Tuhan dan hukum-peraturanNya seperti yang
dinyatakan di dalam Kitab Suci, kepada Yesus
Kristus sebagai seorang yang setara dengan
Tuhan. Untuk mempertahankan sistem Triune
dari tuduhan politeisme, Trinitas tersebut
haruslah menyatukan ketiga-tiga elemen itu ke
dalam satu Tuhan. Ini merupakan modifikasi
doktrin Modalisme yang asal, yang berleluasa
di Rom namun telah ditolak oleh Kekristianan
secara
keseluruhannya.
Doktrin-doktrin
Monarchia dan Circumincession kemudiannya
telah direka untuk menerangkan hal yang
membingungkan ini.
Penentuan Tuhan mana yang disembah
mempengaruhi semua pertimbangan serta
semua hal organisasi dan pemerintahan di
dalam
hukum-peraturan
sistem
yang
digunakan. Alkitab telah menghasilkan suatu
sistem
hukum-peraturan
alkitab
yang
berdasarkan pada hukum Allah Maha Esa.
Aturan
politik
Yunani-Roma
ingin
mempertahankan sistem hukum-peraturannya
yang terhasil dari sumber-sumber pagan, dan
dengan itu, perlu menyesuaikan iman Kristian
itu kembali kepada penyembahan tuhan sistem
bangsa lain yang difahami menurut dasar
Triune di dalam pelbagai bentuknya. LaCugna
menyedari hal ini apabila dia mengatakan
bahawa:
Golongan Kapadokia merupakan ahli-ahli teologi
yang cukup cekap berspekulasi. Mereka dengan
bijaknya telah menggabungkan elemen-elemen
neo-Platonisme, Stoicisme, mistisisme, dan
pernyataan alkitab untuk menentang Arianisme dan
neo-Arianisme (ibid., halaman 10).
Ketuhanan
menentukan
segalanya,
sehinggakan pada idea-idea jenayah dan
hukuman. Untuk mengubah sistem tersebut,
pihak Yunani-Roma terpaksa mengubah
Ketuhanan itu. Mereka kemudiannya perlu
mempertahankannya dengan kekerasan.
Perubahan itu telah dicetuskan Binitarianisme
yang merupakan langkah pertama di dalam
bidaah
tersebut.
Ianya
tidak
dapat
dipertahankan secara falsafah dan para
pengikutnya kemudiannya terdorong ke dalam
Trinitarianisme.
Kerajaan Tuhan [174]
Dasar sebenar Binitarianisme adalah suatu
limitasi Ketuhanan itu kepada dua makhluk
iaitu sebagai dua Tuhan sejati. Apa yang abadi
dan kekal selamanya adalah Tuhan sejati.
Binitarianisme wujud di dalam Kekristianan
secara rasminya dari Sidang Majlis Nicaea
pada tahun 325. Selain tidak kukuh secara
falsafah, ianya juga tidak berpadanan dengan
alkitab. Binitarianisme tidak dapat wujud
dengan
sendirinya
dan
dengan
itu
Trinitarianisme terpaksa dibentuk untuk
menjawab kemustahilan dua Tuhan yang sama
abadi dan setara bersama.
Pemikiran
Binitarian
yang
tidak
membingungkan ini telah sekali lagi
diperkenalkan pada abad kedua puluh.
Asalnya, hanya ada kedua Watak Rohani ini, yang
wujud sendirinya...Hanya mereka berdua ini, yang
setara di dalam pemikiran dan kuasa, kecualilah di
mana Tuhan adalah yang tertinggi dari segi
kewibawaannya. Mereka satu fikiran, dalam
persetujuan mutlak...Semasa waktu abadi sebelum
waktu “prasejarah”, telah wujud dua Makhluk
Tertinggi ini. Bersendirian! Di dalam kekosongan
angkasa! Tiada lagi bentuk-bentuk kehidupan yang
lain – tiada lagi makhluk hidup yang lain! Tiada
lagi!” (Herbert W Armstrong The Incredible
Human Potential, Ambassador College Press, 1978,
halaman 36-37; lihat juga Armstrong, Mystery of
the Ages, halaman 44-45)
Logik pandangan ini adalah diteisme yang
pelik. Jelas sekali ia bukan berdasarkan
Alkitab dan menyangkal kesaksian Kristus
mengenai pengetahuannya dan kuasanya yang
terbatas serta pergantungannya ke atas Bapa.
Harus diingati bahawa doktrin-doktrin
kelompok-kelompok di Nicea adalah silap dan
mereka sendirinya, termasuklah golongan
Athanasia (yang sekarang ini adalah Katolik),
tidak pasti apakah sebenarnya posisi tersebut.
Selewat tahun 380, Gregory dari Nazianzen
(atau Nazianzus, salah seorang dari kelompok
Kapadokia yang telah menyokong serta
membentuk
Trinitas,
telah
membuat
pernyataan yang menarik ini:
Antara yang bijaksana di kalangan kami, ada yang
menganggap Roh Kudus itu sebagai suatu
pengaruh, ada sebagai makhluk ciptaan, ada
sebagai Tuhan Sendiri ((oi de theon) dan yang lain
lagi tidak tahu apa yang harus diputuskan, sebagai
penghormatan, kata mereka, terhadap Kitab Suci,
yang tidak menyatakan apa-apa yang jelas di dalam
keadaan ini. Untuk sebab ini mereka ragu-ragu
Mukasurat 11
antara menyembah atau tidak menyembah Roh
Kudus itu, dan mengambil jalan tengah yang
sebenarnya satu keputusan yang tidak baik (lihat
juga Schaff, fnn. 5,6, halaman 664). Basil pada
tahun 370, masih lagi mengelak dari memanggil
Roh Kudus sebagai Tuhan, namun dengan tujuan
untuk mengambil hati mereka yang lemah. Hilary
dari Poietiers (sic) mempercayai bahawa Roh itu,
yang menyelidiki hal-hal tersembunyi dalam diri
Tuhan, semestinya adalah ilahi, namun tidak
menemui sebarang petikan Alkitab di mana ia
dipanggil Tuhan, dan membuat keputusan bahawa
dia harus berpuas hati dengan kewujudan Roh
Kudus yang diajarkan Alkitab dan yang diakui hati
nurani (De Trinitate, ii, 29; and xii, 55; cf., Schaff,
ibid.).
Schaff meneruskan perbincangan mengenai
hal ini seperti berikut.
Namun jemaat tidak mungkin berpuas hati dengan
hanya dua di dalam satu. Formula pembaptisan
serta ucapan selamat para rasul, seperti lagu-lagu
pujian tradisional trinitarian, meletakkan Roh
Kudus setara dengan Bapa dan Anak, dan menuntut
suatu perwatakan bertiga ilahi yang bersandar pada
kesatuan
intisari.
Tritunggal
ilahi
boleh
mengandungi ketidaksetaraan intisari, dan tiada
campuran Pencipta dan ciptaan. Athanasius sedar
tentang hal ini, dan menyokong dengan keputusan
kewujudan bersama Roh Kudus, menentang
Pneumatomachi atau Tropici (gelaran bagi orangorang Makedonia).
Masalah sebenarnya adalah bahawa doktrin itu
belum ditetapkan. Pandangan Athanasius ini
telah diambil juga oleh Basil, Gregory dari
Nazianzus, Gregory dari Nyssa, Didymus dan
Ambrose (Schaff, ibid). Doktrin ini telah
ditetapkan dari Sidang Alexandria pada tahun
362, di Rom pada tahun 375 dan akhir sekali
di Constantinople pada tahun 381. Doktrin ini
telah digunakan untuk merumuskan satu
sistem kerajaan yang berciri empayar dan
transnasional. Dominasi sedunia merupakan
matlamat utama sistem ini. Ianya begitu
kerana pergelutan penguasaan sepenuhnya
antara dua struktur rohani.
Posisi Unitarian adalah berdasar nasional, dan
sistem Eropah di bawah binatang Roma itu
ingin untuk mencipta satu sistem di dalam
empayar tersebut yang boleh mempergunakan
Kekristianan. Binitarianisme tidak keruan
secara falsafah, dan tidak disokong Alkitab.
Unitarianisme
mengajarkan
pengadilan
nasional yang berdasarkan pada pengadilan
Tuhan, menurut Berkat dan Sumpahan di
bawah hukum Tuhan. Roma merupakan
sistem pagan, dengan satu sistem hukum
Mukasurat 12
pagan, dan Tuhan Triune merupakan dasar
struktur agama Eropah ini. Konflik hukumperaturan ini telah memulakan Perang-perang
Arian, sebelumpun ia memasuki Eropah, di
antara bangsa Yunani dan apa yang dipanggil
sebagai bangsa Scythia. Unitarianisme, atau
Arianisme seperti mana ia disalahpanggil
(dengan andaian bahawa definisi-definisi
Katolik adalah tidak betul), bertentangan
dengan sistem hukum-peraturan Iblis. Gambar
kepada binatang Roma (Daniel 2:33, 40-43;
8:21-27) harus dibentuk seperti yang
diramalkan oleh Wahyu 13:14-15. Dasar
masyarakat barat adalah berasas pada hukumperaturan pagan ini. Itulah sebabnya ia tidak
boleh terus hidup.
Sifat Tuhan menentukan sifat kerajaan. Atas
sebab
ini,
sistem-sistem
hierarki
mempertahankan
melalui
penganiayaan,
Ketuhanan mereka yang terhad dalam
lingkungan sistem diteis atau Triune. Jemaatjemaat pada abad kedua puluh tiada bezanya
dengan mereka.
Foakes-Jackson memahami unsur kepolitikan
yang tersirat di dalam pergelutan antara
konsep-konsep Tuhan pihak Teutonik dan
pihak Roma. Sebenarnya kedua-duanya
mempunyai
dasar
yang
salah.
Dia
mengatakan:
Kami percaya bahawa fahaman Arianisme orangorang Visigoth, Lombard, Vandal, dan sebagainya,
tidak lebih dari satu fasa di dalam pergelutan
kepaderian antara konsep Kekristianan Teutonik
dan Roma. Suku kaum biadap mengingini Jemaat
nasional mereka sendiri, dan apabila mereka
menemui satu bentuk Kekristianan yang dapat
mengasingkan mereka dari kependetaan daerah dan
yang bebas yang dibencikan di dalam Empayar itu,
mereka berpegang erat padanya dengan penuh
keangkuhan sebagai bangsa yang menakluki.
Penghormatan alamiah mereka terhadap tamadun
Roma membuatkan mereka secara umumnya
bertoleransi terhadap agama yang disokongnya;
dan di mana mereka disebutkan sebagai
penganiaya, mungkin sekali motifnya adalah dari
segi politik.
Kelemahan yang memang sedia ada di dalam kaum
biadap yang menakluki kawasan Roma itu adalah
ketidakmampuan mereka untuk organisasi,
sementara kekuatan orang-orang Roma di dalam
pemerintahan sivil dan kepaderiannya terletak di
dalam satu sistem yang telah diuji oleh pengalaman
berabad-abad lamanya. Golongan Arian tidak dapat
memelihara diri mereka seperti juga dengan
kerajaan-kerajaan Teutonik yang tidak tahan lama,
dan para pendeta mereka akhirnya terpaksa tunduk
Kerajaan Tuhan [174]
kepada gereja-gereja kedaerahan Roma yang lebih
berdisiplin. Penghapusan Arianisme sebagai sistem
saingan merupakan salah satu faktor terpenting di
dalam pembentukan tamadun Eropah moden;
kerana kalaulah kaum biadap penakluk itu
berpegang pada satu bentuk Kekristianan
sementara bangsa yang lebih lemah percaya pada
bentuk lain, maka tidak mungkin akan adanya
kemajuan.
Sungguhpun
feudalisme
zaman
kegelapan begitu menindas sekali, ianya pasti tidak
tertahan lagi jika penakluk-penakluk itu tidak
memiliki
kepercayaan
serupa
di
dalam
Kekristianan yang menggalakkan pertimbangan
terhadap mereka yang ditakluki (F. J. FoakesJackson, artikel Arianism, ERE, Vol. I, halaman
783).
Kata-kata berpendua ini merupakan kelaziman
sikap pembenaran diri pihak Trinitarian. Demi
mempertahankan sistem Roma terhadap
sistem Unitarian (yang disebut Arian),
golongan paderi Roma telah mempergunakan
kuasa orang-orang Frank untuk mengadakan
perang dengan kawasan Eropah yang lain,
negeri demi negeri, sehinggalah mereka telah
menundukkan sistem-sistem saingan Arian
yang lebih bertoleransi sementara mereka
masih lagi dalam keadaan peralihan. Gereja
Roma telah menjerumuskan Eropah ke dalam
Zaman Kegelapan agar ia dapat merebut kuasa
mutlak dan menabalkan sistem Roma, dan
membuat gambar kepada binatang itu. Sistem
ini bertahan dari tahun 590 hingga tahun 1850
atau selama 1,260 tahun (lihat karya-karya
Distribusi Umum Jemaat Pemelihara Sabat
[122] dan Peranan Hukum Keempat di dalam
Jemaat-jemaat Tuhan Pemelihara Sabat
dalam Sejarah [170]).
Ia seharusnya jelas bahawa sifat Tuhan adalah
yang penting kepada sistem kerajaan yang
dipakai oleh sesuatu bangsa atau kumpulan
itu. Iblis telah diberikan tempoh enam ribu
tahun untuk membentuk satu sistem yang
memerintah bumi dengan keadilan, sesuai
dengan sifat Tuhan. Sebaliknya, dia telah
memilih untuk memakai satu sistem yang
bertentangan dengan sifat Tuhan, yang
berpadanan dengan suatu Ketuhanan yang
menggambarkan sifatnya sendiri serta teologi
pemberontaknya. Sistem Triune adalah
simbolnya dan ditempatkan melawan, atau
bertentangan kepada hukum-hukum Tuhan.
Namun begitu, Iblis dan para iblis syaitan
beroperasi dalam lingkungan batasan yang
dikenakan Tuhan ke atas mereka. Dalam
tempoh yang singkat, penguasaan Iblis akan
berakhir. Kita dipanggil keluar dari dunia ini
Kerajaan Tuhan [174]
serta penyembahan tuhan dunia ini kepada
suatu pemahaman akan Allah yang Maha Esa
dan hukum-peraturanNya. Itulah sebabnya
kenapa kita berkonflik dengan sistem-sistem
dunia dan dianiaya.
Tuhan dan PemerintahanNya di
dalam Keluarga Tuhan
Anak-anak Tuhan
Telah wujud anak-anak Tuhan sebelum
penciptaan dunia ini (Ayub 38:4-7). Anakanak Tuhan ini disusun di dalam suatu struktur
di bawah pimpinan Bintang-bintang Fajar atau
Para Pembawa Terang. Dalam kata lain, setiap
pemimpin umat syurgawi itu mempunyai
tugas mengajar dan menggembala. Ini
dilanjutkan kepada hubungan antara bani
syurgawi ini dengan manusia.
Godaannya, apabila membaca Alkitab, adalah
untuk memaksa konsep-konsep kita sendiri ke
atas struktur yang digariskan dan membuat
andaian-andaian mengenai makhluk-makhluk
yang dikenalpasti dalam lingkungan batas
pemahaman kita yang dibiasakan menerima
pandangan dunia ini seperti mana yang diajar
oleh tuhan dunia ini. Para rasul berbuat begitu
sebelum kesedaran mereka apabila mereka
bertengkar mengenai siapa yang akan menjadi
yang terbesar di dalam Kerajaan itu nanti.
Kristus menegur mereka dan mengatakan
bahawa ianya bukan begitu dengan mereka.
Makhluk-makhluk Kerajaan Tuhan adalah
mereka yang melayani (Lukas 22:24-26; lihat
juga Markus 10:42).
Lukas 22:24-26 Terjadilah juga pertengkaran di
antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat
dianggap terbesar di antara mereka. 25 Yesus
berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa
memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang
menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindungpelindung. 26 Tetapi kamu tidaklah demikian,
melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah
menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin
sebagai pelayan.
Mengikut rangka inilah kita patut perhatikan
organisasi bani syurgawi seperti yang
dikembangkan dari catatan Alkitab. Peranan
serta fungsi individu-individu haruslah
difahami dalam batas-batas kerangka ini.
Dengan itu, pertikaian-pertikaian yang timbul
dapat difahami dari kehendak serta konflik
yang timbul sebagai akibat batas-batas rohani
Mukasurat 13
ini. Dengan itu dapat dirumuskan bahawa
perlantikan elohim ke dalam sidang-sidang
dan sebagai pemimpin atau utusan tidak
melibatkan fungsi hierarki. Ini adalah
kesilapan utama yang dibuat di dalam
memahami pemerintahan Tuhan. Malahan,
salahfaham ini melanjut kepada proses
penciptaan dan perkongsian kuasa-kuasa
Tuhan, sejak dari waktu penciptaan, dengan
bani syurgawi. Trinitas, serta pendahulunya
yang membingungkan iaitu Binitarianisme,
menyerang tepat pada sifat Tuhan serta
kemampuan yang ditunjukkan Tuhan untuk
berkongsi kuasaNya dengan anak-anakNya
yang semuanya adalah hasil aktiviti dan
kuasaNya.
Waktu, Metafizik dan Penciptaan
Persoalan mengenai permulaan adalah relevan
kepada sifat Tuhan. Pendapat alkitab adalah
bahawa hanya Allah seorang sahaja yang
abadi (1 Timotius 6:16). Para Binitarian cuba
untuk mengelak isu doktrin keabadian dengan
menyangkal metafizik konsep waktu. Waktu
adalah suatu hubungan antara benda yang
wujud. Oleh itu, harus ada satu titik di mana
waktu bermula jika adanya seorang Tuhan
sebenar (Yohanes 17:3). Mengatakan bahawa
waktu adalah abadi hanya dapat disokong satu
situasi di mana dua atau lebih objek berdiri
secara relatif dengan satu sama lain,
selamanya. Waktu, ruang, jisim, tenaga adalah
ekspresi sama suatu intisari asas yang tunggal.
Kita menggelar benda ini sebagai roh. Tuhan
adalah roh.
Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa
menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh
dan kebenaran.
Masalahnya mungkin adalah, oleh kerana
Tuhan adalah roh dan oleh kerana waktu,
ruang, jisim, tenaga dan sebagainya
merupakan ekspresi-ekspresi sama dari intisari
asas tunggal ini, maka waktu boleh dikatakan
telahpun wujud apabila roh wujud. Kerana
Tuhan adalah abadi, maka begitu juga waktu
adalah abadi. Hujah ini tidak berdasarkan
alkitab (lihat bawah). Hujah ini menimbulkan
persoalan
Bagaimana
pula
dengan
kepelbagaian Roh-roh Tuhan? Tujuh malaikat
itu adalah tujuh roh Tuhan. Oleh itu mereka
juga sepatutnya telah sentiasa wujud.
Namun begitu, jemaat awal, menganggap
bahawa mereka adalah ciptaan awal Tuhan.
Mukasurat 14
Roh Kudus serta enam utusan lain merupakan
roh-roh yang dicipta dari permulaan
((Shepherd of Hermas, Bk. 1, Ch. iv, ANF,
Vol. II, halaman 14).
Oleh itu, adanya satu titik di mana roh itu
menjadi relatif dan bukan hanya terkandung di
dalam intisari ilahi itu sebagai satu ciri Tuhan.
Allah wujud di dalam keabadianNya yang
sentiasa ada. Dia satu-satunya yang abadi (1
Timotius 6:16). Tuhan adalah Raja segala
zaman (1 Timotius 1:17; rujuk teks Yunani
Tobit 13:6, 10) dan Allah segala zaman (theos
tõn aiõniõn, rujuk Ecclus. 36:17; Yesaya 9:6;
Yeremia 10:10). Aktiviti penciptaan Tuhan
memulakan relativiti Roh dan dengan itu,
waktu. Tuhan melanjutkan kemampuan untuk
menjadi kekal kepada anak-anak Tuhan dari
penciptaan mereka. Dengan penciptaan roh
yang bebas bergerak atau merdeka, sebagai
makhluk berakal yang berinteraksi dengan
Tuhan, maka waktu bermula.
Tuhan seorang memiliki sifat maha
mengetahui sebagai satu cirinya. Tuhan telah
mengetahui segala pekerjaanNya sejak
keabadian. Pemberontakan itu telahpun
diketahui sebelumnya dan, dari situ juga,
Anak Domba Allah sudahpun diketahui lebih
awal sebelum penciptaan alam semesta fizikal
(1Petrus
1:18-20;
lihat
pelbagai
terjemahannya untuk memahaminya) yang ia
akan diserahkan untuk disalibkan, melalui
maksud dan rencana Tuhan (Kisah 2:22-23).
Pernyataan ini juga penting, dari sifat maha
mengetahui ini, bahawa kasih karunia
telahpun diberikan sebelum permulaan
zaman/waktu (2Timotius 1:9; waktu abadi;
chronõn aiõniõn, lihat The Interlinear Bible;
disalahtulis sebagai sebelum dunia bermula,
KJV). Oleh itu, kasih karunia adalah hasil
kemahapengetahuan itu, atau pemahaman
yang tidak terbatas, milik Bapa (Mazmur
147:5) sebelum waktu bermula. Hidup kekal
juga adalah suatu hasil kemahapengetahuan
ini sebelum zaman bermula (Titus 1:2). Tuhan
mengisytiharkan yang hujung dari permulaan,
kerana Ia Allah yang esa (1Timotius 1:17).
Penetapan takdir ini sama sekali tidak
menghalang kehendak bebas makhluk ciptaan
sama ada rohani ataupun fizikal.
Oleh itu, penciptaan itu adalah hasil dari Bapa
yang mempunyai suatu siri ciri-ciriNya yang
Kerajaan Tuhan [174]
dikongsikanNya melalui pembahagian dengan
anak-anak Tuhan. Hanya Allah Bapa seorang
yang:
1. Wujud sendiri dan kerana itu abadi
(Yohanes 5:26; 1Timotius 6:16)
2. Maha mengetahui (Yesaya 46:10;
Mazmur 147:5; Matius 24:36; 1Timotius
1:17)
3. Maha kuasa (Markus 14:36; Lukas 1:37)
4. Tidak berubah (Yakobus 1:17; Maleakhi
3:6)
5. Allah benar yang satu dan sumber hidup
kekal (Yohanes 17:3; 1Yohanes 5:20)
6. Dia tinggal dalam terang yang tidak
boleh dihampiri dan tiada seorangpun yang
pernah melihatNya atau yang akan dapat
melihatNya (Yohanes 1:18; 1Timotius
6:16) kerana Dia adalah roh (Yohanes
4:24)
7. Dia adalah pencipta segala sesuatu,
melalui Kristus. Melalui kehendak Allah
segala sesuatu wujud, dicipta menurut dan
untuk kehendakNya (Mazmur 134:3;
Kolose 1:15; Ibrani 1:2; Wahyu 4:11). Dia
adalah sumber kehidupan (Mazmur 36:9;
Yohanes 5:26).
Posisi Binitarian adalah bahawa kedua-dua
Tuhan dan Kristus telah sentiasa wujud, oleh
itu tidak ada permulaan waktu. Waktu
dipercayai adalah abadi tanpa penghujung.
Posisi ini jelas sekali bertentangan dengan
Alkitab di mana ia percaya pada kewujudan
dua Allah sebenar, dan Yohanes mengatakan
terdapat hanya seorang Allah sebenar dan
bahawa Kristus telah diutus olehNya
(Yohanes 17:3; 1Yohanes 5:20). Para
Trinitarian menyedari ketidaktentuan hujah
ini, kerana ianya posisi dari mana mereka
muncul.
Pihak
Trinitarian
berhasrat
menegaskan bahawa Allah benar yang satu
adalah terdiri dari tiga orang yang, bersamasama, membentuk Allah yang maha esa.
Dengan itu, mereka dapat menyatakan, waktu
adalah abadi kerana ia adalah hubungan antara
watak-watak ilahi ini. Kedudukan relatif Bapa,
Anak dn Roh Kudus dianggap sebagai fungsifungsi Ketuhanan. Bapa dikatakan adalah
Bapa yang abadi. Anak adalah hasilan dari
Bapa namun telah wujud abadi. Roh
dipercayai adalah suatu perkembangan Bapa
(Ortodoks) atau dari Bapa dan Anak
(Filioque: Roman Katolik dari Majlis Toledo).
Oleh itu, para Trinitarian mempercayai
bahawa Anak adalah suatu Generasi (Hasilan)
Bapa, namun tiada ketikanya apabila Anak itu
Kerajaan Tuhan [174]
tidak wujud. Begitu juga dengan Roh Kudus.
Pandangan ini tidak masuk akal dari segi
intelektual dan bertentangan dengan Alkitab.
Tiada sebarang hubungan Bapa dan Anak
yang dapat didasarkan pada premis sebegitu
dalam sebarang struktur bahasa mahupun
logik.
Anak Allah yang telah menjadi satu-satunya
Tuhan yang diperanakkan adalah Kristus
(Yohanes 1:18; monogenes theos: lihat Hort,
On [monogenes theos] in Scripture and
Tradition in Two Dissertations, Cambridge
and London, 1876, halaman 541 dan
seterusnya) iaitu penjelasan bagi hal ini di
dalam pertikaian-pertikaian dari tahun 1861
(berikutan posisi Abbot (Bibl. Sacr. Oct 1861;
Unitarian Review, Jun 1875) terhadap artikel
dari Drummond (Theol. Rev. Oct. 1871) dan
telah menjadi dasar untuk teks itu menurut
Hort dan juga dari Tregelles) (lihat Thayer
[monogenes], halaman 418). Kristus adalah
Mesias (Mazmur 2:2; Yohanes 1:41) dan
Anak Allah (Eloah) (Yohanes 20:17;
1Yohanes 5:5; Amsal 30:4-5) yang lahir dari
perawan Maria (Yesaya 7:14-15; Lukas 1:3033). Dia telah dihantar untuk menebus
penciptaan dan mendamaikan manusia kepada
Tuhan sebagai Juruselamat (Roma 5:10; 8:1923; Kolose 1:20; 1Timotius 2:4-6).
Oleh itu, ada ramai anak-anak Tuhan. Kristus
adalah yang sulung dari bani syurgawi namun
adalah satu-satunya Tuhan yang dilahirkan.
Maka terdapat ramai anak-anak Tuhan yang
lahir secara roh namun Kristus adalah satusatunya elohim yang telah diperanakkan
sebagai manusia. Dari segi ini, dia adalah
prõtotokos atau sulung dari segala makhluk
(Kolose 1:15), antara ramai saudara (Roma
8:29) dan yang pertama bangkit dari yang mati
(Kolose 1:18). Dalam cara ini kita adalah
perkumpulan dan jemaat sulung atau pertama
(Ibrani 12:23). Jelas sekali kita bukanlah yang
sulung dari struktur manusia. Kita adalah yang
pertama dari orang mati di dalam kebangkitan
pertama itu. Oleh itu, terdapat perkembangan
perbezaan di dalam sifat anak-anak Tuhan
sepanjang fasa penciptaan ini. Mereka yang
diambil sekarang ditakdirkan menjadi elohim,
sebahagian dari keluarga raja, seperti mana
Malaikat Yahovah adalah elohim yang
mengepalai mereka (Zakharia 12:8). Kristus
menjadi anak Tuhan yang berkuasa melalui
Roh Kudus dari kebangkitannya dari mati
Mukasurat 15
(Roma 1:4). Bagaimanapun, para malaikat
adalah saudara-saudara sebagai anak-anak
Tuhan (Wahyu 12:10). Mereka telah diutus
sebagai roh-roh pelayanan untuk membantu
kita melalui fasa ini (Ibrani 1:14) (lihat karya
Tujuan Penciptaan dan Pengorbanan Kristus
[160]). Kristus telah melepaskan pangkatnya
serta kekuasaannya di antara anak-anak Tuhan
untuk menjadi manusia. Dia setia hingga pada
mati (Filipi 2:6). Dia berada di dalam bentuk
tuhan kerana memiliki sifat ilahi itu namun
telah melepaskan kuasanya ini yang telah
diterimanya dari Allah melalui Roh Kudus
dan menjadi manusia. Dia tidak berusaha
untuk mencapai kesetaraan dengan Allah,
seperti mana yang Iblis telah cuba lakukan
(Filipi 2:6). Dia meningkat darjatnya melalui
apa yang telah dideritainya, taat kepada Dia
yang telah menciptanya (diterjemahkan
sebagai ditetapkan di dalam teks-teks, Ibrani
3:2). Sungguhpun dia seorang anak, dia telah
belajar untuk taat dari apa yang dilaluinya,
dan setelah dijadikan sempurna dia menjadi
pokok keselamatan kepada mereka yang taat
kepadanya, dipanggil oleh Tuhan sebagai
Imam Besar menurut aturan Melkisedek
(Ibrani 5:8-10; rujuk Mazmur 110:4).
Maka Roh Kudus adalah kuasa Allah (Lukas
1:35; 1Korintus 2:10-14) dan adalah
melaluinya sifat ilahi terlihat (Mazmur 139:17; Roma 8:13-17; 2 Timotius 1:7; 1Yohanes
3:24), dan roh hidup kekal (Roma 8:10, 14; 2
Petrus 1:3-4). Oleh itu Kristus menerima
kuasanya sebagai anak Tuhan melalui Roh
Kudus. Ini adalah benar bagi semua anak-anak
Tuhan, syurgawi dan juga manusia. Maka,
semua bani syurgawi mengambil bahagian di
dalam kudrat ilahi itu seperti juga kita (2
Petrus 1:4) melalui Roh Kudus.
Jemaat awal percaya bahawa nukleus bani
syurgawi merupakan permulaan penciptaan
(The Shepherd of Hermas, ibid.). Penciptaan
elohim adalah permulaannya. Hanya Allah
seorang saja yang wujud abadi tanpa
sesiapapun yang setara denganNya. Ini adalah
pandangan tetap Jemaat awal (lihat karya
Teologi Awal Tentang Ketuhanan [127]).
Pandangan ini menghindari Binitarianisme
sama sekali. Penciptaan roh-roh sebagai anakanak Tuhan adalah peringkat pertama
penciptaan rohani. Penciptaan fizikal adalah
kemudiannya.
Mukasurat 16
Aturan Syurgawi
Anak-anak Allah telah disusun ke dalam suatu
struktur
makhluk-makhluk
yang
bertanggungjawab. Anak-anak Allah (Ayub
1:6; 2:1; 38:7; Mazmur 86:8-10; 95:3; 96:4;
135:5) adalah Bene Elyon atau anak-anak
yang Maha Tinggi. Jadi mereka mempunyai
satu asal di dalam Allah yang Maha Tinggi.
Dia yang menguduskan dan mereka yang
dikuduskan mempunyai asal yang sama
(Ibrani 2:11, lihat bawah). Kristus dan bani
syurgawi adalah saudara. Kristus mengakui
kita di hadapan Tuhan dan mereka yang di
syurga (Mazmur 22:22; Ibrani 2:12; Wahyu
3:5). Dengan itu adanya suatu hubungkait
yang wujud antara Kristus dan ahli-ahli lain
bani syurgawi di mana mereka mempunyai
tanggungjawab serta pengetahuan aktivitiaktiviti berhubung penciptaan. Mereka
membentuk suatu Sidang Elohim atau Tuhantuhan Keadilan. Pemahaman ini sudah lama
wujud dalam Israel (lihat juga karya Leopold
Sabourin SJ The Psalms: Their Origin and
Meaning, Alba House, NY, halaman 72-74
untuk catatan berkenaan sidang ini).
Kristus adalah sebahagian dari Sidang itu
namun telah diutus kepada penciptaan sebagai
Anak Domba dan, kerana itu, dia dilantik
sebagai elohim melebihi teman-teman
sekutunya (Mazmur 45:6-7; Ibrani 1:8-9).
Dengan itu, adanya satu ketika apabila dia
berada pada tahap yang sama dan melakukan
fungsi-fungsi yang serupa seperti mana yang
dilakukan umat syurgawi yang lain. Alkitab
banyak memperkatakan tentang organisasi
mereka sebagai suatu Angkatan. Namun,
rujukan tersebut berselerak dan harus
dikumpulkan bersama, perintah demi perintah,
baris demi baris dan sebagainya (Yesaya
28:10,13).
Kita tahu bahawa Kristus adalah yang sulung
dari penciptaan. Dia telah menyusun atau
menjadikan singgasana, kerajaan, pemerintah,
penguasa. Di dalamnya segala sesuatu
terpelihara atau hidup (Kolose 1:16-17).
Dia salah seorang dari elohim, tetapi kini dia
adalah Imam Besar mereka. Sidang itu
dikenalpasti di dalam Perjanjian Baru sebagai
suatu struktur yang melibatkan sekitar tiga
puluh makhluk. Bagaimanapun, kita tahu
bahawa sidang Sanhedrin dilantikkan sebagai
tujuh puluh tua-tua dan kita tahu bahawa
Kerajaan Tuhan [174]
mereka dikenalpasti sebagai tujuh puluh dua
makhluk. Ini diteruskan kepada para tua-tua
Jemaat bagi pengurapan tujuh puluh orang itu
di dalam Lukas 10:1,17 di mana tujuh puluh
orang itu sebenarnya adalah tujuh puluh [dua]
atau hebdomakonta [duo]. Kita akan lihat di
bawah bahawa tujuh puluh dari Angkatan itu
telah diperuntukkan bangsa-bangsa sebagai
tanggungjawab mereka. Kitab Wahyu
memberikan struktur kumpulan tiga puluh
dalaman. Kumpulan ini banyak menunjukkan
kepada kita tentang susunan Angkatan
syurgawi.
Wahyu 4:1-11 Kemudian dari pada itu aku melihat:
Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan
suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata
kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya:
Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan
kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. 2
Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah
takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk
Seorang. 3 Dan Dia yang duduk di takhta itu
nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata
sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu
gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. 4 Dan
sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta,
dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tuatua, yang memakai pakaian putih dan mahkota
emas di kepala mereka. 5 Dan dari takhta itu keluar
kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh
obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah
ketujuh Roh Allah. 6 Dan di hadapan takhta itu ada
lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah
takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk
penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah
belakang. 7 Adapun makhluk yang pertama sama
seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti
anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai
muka seperti muka manusia, dan makhluk yang
keempat sama seperti burung nasar yang sedang
terbang. 8 Dan keempat makhluk itu masingmasing bersayap enam, sekelilingnya dan di
sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan
tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan
malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah,
Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada
dan yang akan datang." 9 Dan setiap kali makhlukmakhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan
hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk
di atas takhta itu dan yang hidup sampai selamalamanya, 10 maka tersungkurlah kedua puluh empat
tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas
takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup
sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan
mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak
menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab
Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh
karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan
diciptakan.
Kerajaan Tuhan [174]
Takhta Allah dikelilingi oleh empat makhluk
dengan kepala yang berlainan. Ini adalah
kepala singa, lembu, burung nasar dan
manusia. Mereka mempunyai enam sayap.
Makhluk-makhluk yang mempunyai enam
sayap adalah serafim. Makhluk-makhluk ini
disebutkan di dalam Yesaya 6:2,6. Mereka
mempunyai kuasa untuk membersihkan dosa
untuk menyediakan para nabi (Yesaya 6:7).
Makhluk-makhluk ini diberi tanggungjawab
untuk menyediakan Yesaya untuk keluar
membawa khabar tentang penyelerakan itu
dari Yesaya 6:8 dan juga pengumpulan itu dari
Yesaya 40:3,6.
Istilah Serafim adalah plural kepada perkataan
SHD 8314 sârâph yang bermakna membakar
dan, dengan itu, beracun seperti ular (lihat
Strong's). Perihal membakar ini juga dikaitkan
dengan warna tembaga mereka. Maka mereka
adalah ular-ular berapi syurgawi. Orang-orang
timur memanggil mereka sebagai naga.
Pemahaman ini adalah pengetahuan umum di
Israel dan di seluruh dunia purba. Penduduk
British awal, khususnya penduduk Welsh dan
Cornish, menggunakan istilah naga sebagai
sama erti dengan raja, dan lambang Wales
sehingga hari ini adalah Naga Merah. Naga
Merah dikenalpasti sebagai Kerub yang
Menutupi iaitu Iblis (Wahyu 12:3). Nama
mereka terbit dari akar kata Ibrani SHD 8313
sâraph yang bermakna memarakkan api atau
membakar. Makhluk-makhluk ini adalah
elemen-elemen penting Angkatan syurgawi.
Mereka adalah kepala-kepala malaikat. Enam
sayap itu menandakan pangkat serta tugas
mereka. Sayap-sayap itu ada dalam tiga
bahagian. Nampaknya bilangan sayap itu
mungkin menunjukkan fungsi berkaitan
kehampiran mereka dengan Tuhan dan,
dengan itu, melibatkan tanggungjawabtanggungjawab mereka sebagai utusan serta
fungsi-fungsi mengajar dan mentadbir.
Kepala-kepala malaikat telah sentiasa
diwakilkan dalam empat bahagian/divisi.
Kitab Henokh menamakan mereka Mikhael
(dia yang bertanggungjawab ke atas bahagian
terbaik manusia), Gabriel (bertanggungjawab
ke atas ular-ular, Taman dan Kerubim), Uriel
(malaikat guruh dan gempa bumi, iaitu Wahyu
11:13,16; 16:18) dan Raphael (maknanya
Tuhan telah menyembuhkan; Dia adalah
malaikat bagi roh-roh manusia, iaitu Malaikat
Kebangkitan). Nama Raphael mungkin satu
Mukasurat 17
rujukan kepada rekahan yang Satanel hasilkan
apabila dia memberontak dan kehilangan
bahagian namanya el dan dengan itu juga
pangkatnya. Maka Iblis (Satan) disingkirkan
sebagai Kerub yang Menutupi. Nama Raphael
mungkin juga merujuk kepada pendamaian
pada kebangkitan.
Nama-nama malaikat utama ini juga termasuk
Raguel (dia yang membalas dendam terhadap
bumi serta terang cahaya, iaitu seorang lagi
Malaikat Wahyu) dan Saraqael (dia
bertanggungjawab ke atas roh-roh yang
menyebabkan manusia berdosa, iaitu dia
adalah malaikat jurang yang dalam itu) (Knibb
The Ethiopic Book of Enoch, Oxford
Clarendon, 1982, Vol. 2, Ch. 20.1-2, halaman
106-107). Malaikat-malaikat ini ada enam
bilangannya dan inilah bilangan yang
disebutkan di dalam karya Shepherd of
Hermas sebagai yang ada di dalam penciptaan
utama itu. Karya Shepherd of Hermas
mengenalpasti Mikhael sebagai kepala
malaikat di Sinai yang telah menyerahkan
hukum itu. Buku Kisah mengenalpasti
malaikat di dalam Keluaran itu sebagai
Kristus. Dengan itu, bersama-sama denga
teks-teks di dalam Daniel 10:13,21; 12:1,
Yudas 9 dan Wahyu 12:7 di mana dia adalah
panglima bala tentera Tuhan, iaitu kedudukan
yang dikhaskan kepada Kristus, maka tidak
hairanlah
bahawa
Jemaat
biasanya
menyamakan Kristus dengan Mikhael,
sebelum penjelmaannya sebagai manusia.
Simbolisme kepala-kepala makhluk-makhluk
yang mengelilingi takhta Tuhan itu dapat
dikenalpasti
melalui
rujukan
kepada
Perjanjian Lama di mana Kerubim ditemui.
Mereka dirujukkan di dalam Yehezkiel 10:120 (lihat karya Maksud Penglihatan Yehezkiel
[108] untuk penerangannya). Di sana mereka
dikenalpasti sebagai Kerubim dengan rujukan
silang juga kepada Yehezkiel 1:1-28. Struktur
Kerubim ini disalin semula pada tahap empat
sayap. Oleh itu, fungsi ini nampaknya juga
disalin menurut fungsi atau subdivisi. Kita
dapat rumuskan bahawa simbolisme empat
binatang itu berkait kepada Kerubim yang
mengelilingi takhta Tuhan. Dari dari Kerubim
ini telah ditempatkan di Taman Eden
(Kejadian 3:24).
Apakah fungsi yang dimainkan kepala-kepala
binatang itu? Jawapannya dapat ditemui di
Mukasurat 18
dalam panji-panji perang Israel serta divisi
suku-suku itu dari Bilangan 10 dan 11.
Khemah Pertemuan merupakan salinan atau
bayangan sistem syurgawi itu. Sidang tua-tua
itu ditempatkan di sekeliling khemah suci itu.
Roh Tuhan diletakkan ke atas mereka dan
mereka bernubuat sama seperti Musa yang
merupakan pusat aktiviti Tuhan kepada
ciptaan fizikal (lihat Bilangan 11:24:25).
Sebagai tambahan kepada tujuh puluh itu, ada
dua orang nabi lagi iaitu Eldad dan Medad
yang bernubuat di luar perkhemahan itu, dan
menjadikannya tujuh puluh dua orang dalam
ertikata fizikal (Bilangan 11:26-30). Allah
serta Kristus adalah tambahan rohaninya.
Dengan itu, terdapat Tempat (Khemah) Suci
pada tengah-tengah Angkatan Israel. Di dalam
Khemah Suci itu adalah Tempat Maha Kudus
serta Roh Tuhan. Musa dan Harun menjaga
Tempat Maha Kudus itu. Musa telah dijadikan
Elohim kepada Firaun dan sejak itu
memegang perlantikan tersebut (Keluaran
7:1). Harun adalah Imam Besar. Ini
mewakilkan hubungan Allah/Kristus.
Suku-suku itu disusun mengikut dua belas
bahagian di sekeliling Khemah Suci itu. Suku
Lewi
dijadikan
keimamatan.
Yusuf
dibahagikan kepada dua suku demi hak
kelahiran, iaitu Efraim dan Manasye. Dua
belas suku itu dibahagikan kepada empat.
Divisi utara adalah Dan, Asyer, Naftali. Divisi
timur adalah Yehuda, Isakhar dan Zebulon.
Divisi selatan adalah Ruben, Simeon dan Gad.
Divisi barat adalah Efraim, Manasye dan
Benyamin. Dua belas suku itu masingmasingnya mempunyai panji-panji mereka.
Simbol-simbol empat divisi itu bertepatan
dengan empat simbol suku yang mendahului.
Yehuda adalah pertama dari suku-suku itu
(Bilangan 10:14). Dari situ susunannya
adalah: Isakhar, Zebulon. Ini, iaitu divisi
timur, adalah aturan pertama perbarisan.
Simbol Yehuda adalah singa. Khemah Suci itu
kemudiannya mengikuti.
Yang kedua di dalam aturan perbarisan itu
adalah Ruben diikuti dengan Simeon dan Gad.
Divisi ini dikenalpasti dengan manusia di
dalam sistem selatan (lihat Yehezkiel 1 untuk
arahan). Divisi barat adalah Efraim, kemudian
Manasye dan Benyamin. Simbol divisi barat
adalah lembu. Divisi utara adalah Dan, Asyer,
Naftali dan simbol divisi utara ini adalah
Kerajaan Tuhan [174]
burung nasar. Dan juga dikaitkan dengan ular
atau kala jengking. Divisi utara ini adalah
yang belakang di dalam aturan perbarisan
Israel (Bilangan 10:25) dan, dengan itu, kala
jengking memang padan sebagai panji perang.
Sengat Israel, seperti mana mereka
melihatnya, adalah pada ekornya.
Janji-janji kepada suku-suku itu juga
mempunyai maksud pentingnya kepada
identifikasi mereka (Kejadian 49:1-28).
Divisi-divisi keimamatan juga dijadikan dua
puluh empat (seperti mana divisi-divisi bangsa
itu). Oleh itu, terdapat dua divisi untuk setiap
suku. Ini merupakan satu kiasan bagi
peruntukan dua Kerubim kepada satu unit.
Terdapat dua Kerubim bagi tabut perjanjian
serta tutup pendamaian itu (Keluaran 25:18
hingga 26:31; 37:8-9). Ini juga diwakilkan di
dalam transfigurasi itu di mana Kristus dilihat
bersama dengan Musa dan Elia. Kristus
menduduki tutup pendamaian sebagai Imam
Besar. Musa dan Elia diwakili sebagai Kerubkerub yang Menutupi atau mereka mengambil
fungsi
makhluk-makhluk
ini,
lantas
menggantikan
dua
kedudukan
yang
kehilangan di dalam pemberontakan oleh Iblis
itu, dan seperti yang akan kita lihat, makhluk
berkepala singa atau Aion. Dua puluh empat
divisi itu mewakili keimamatan di dalam Bait
Suci seperti yang kita lihat dari divisi-divisi
yang disenaraikan di dalam 1Tawarikh 24:719. Dua puluh empat itu juga mewakili divisidivisi khemah syurgawi seperti yang kita lihat
dari Wahyu 4:1 dan seterusnya.
Dari Wahyu 4 dan 5 kita lihat bahawa Sidang
tua-tua syurgawi itu terdiri daripada dua puluh
empat tua-tua. Mereka berada di sekeliling
takhta itu. Mereka memakai pakaian putih dan
mahkota emas (Wahyu 4:4). Tujuh roh Tuhan
berada di hadapan takhta itu sebagai tujuh
obor yang menyala. Di hadapan takhta itu
adalah lautan kaca bagaikan kristal. Empat
makhluk itu ada di tengah-tengah takhta itu
dan sekelilingnya. Maka, makhluk-makhluk
ini berkongsi kekuasaan dengan Tuhan dan
divisi-divisi mereka mengelilingi takhta
tersebut. Di sini kita dapati satu pembezaan.
Para tua-tua mempunyai kedudukan di
hadapan takhta itu sebagai satu sidang,
sementara empat makhluk itu berkongsi
fungsi-fungsi penguasa yang diserahnya
kepada mereka. Kita dapat rumuskan dari
Kerajaan Tuhan [174]
posisi-posisi di dalam nubuatan-nubuatan
Yehezkiel 1 dan 10 serta penyusunan di
sekeliling khemah suci dari Bilangan 10
bahawa kepala-kepala malaikat mengatur
empat divisi bani syurgawi. Dasar dua kepada
satu suku untuk khemah itu menunjukkan
bahawa terdapatnya dua belas divisi syurgawi
di dalam empat zon atau kuadran pentadbiran.
Sidang dalaman mewakili fungsi pengadilan.
Maka adanya perintah:
Janganlah engkau mengutuki Allah (elohim) dan
janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di
tengah-tengah bangsamu. (Keluaran 22:28)
Fungsi pengadilan bersandar pada Sidang itu,
di bawah Kristus. Fungsi ini juga diperluaskan
kepada Sanhedrin. Jadi, elohim adalah yang
berada di dalam pengadilan. Kita tidak boleh
membuat kesimpulan adanya suatu struktur
hierarki
dari
pengumpulan
sebegini.
Sememangnya ianya kelihatan bahawa elohim
diberikan tanggungjawab untuk memerhatikan
doa-doa orang-orang kudus (Wahyu 5:8).
Oleh itu pengadilan kita harus dalam cara
tertentu berkait dengan interaksi kita dengan
Sidang ini. Struktur ini tidak membayangkan
suatu aturan atau hierarki, tetapi sebaliknya
hanya keputusan yang berdasarkan interaksi
kumpulan.
Perang Propaganda di Syurga
Dari Yehezkiel 1 dan 10 kita mungkin dapat
rumuskan bahawa Kerubim telah memberi
kuasa kepada empat kuadran itu. Kita temui
simbolisme ini di dalam dunia purba di dalam
makhluk minotaur, aion, genii (jin), dan titan
atau bani syurgawi yang telah jatuh. Simbolsimbol ini ditemui di kalangan orang-orang
Crete, Yunani, Persia, dan orang-orang
timuran umumnya.
Seperti yang dijangkakan di dalam manamana peperangan, terdapatnya suatu sistem
propaganda yang sedang berjalan. Iblis telah
menubuhkan suatu sistem berdasarkan
penipuan dan dia dipanggil sebagai bapa
dusta (Yohanes 8:44). Dia adalah penguasa
kerajaan angkasa (Efesus 2:2). Pseudologon
yang disebutkan di dalam 1Timotius 4:2
mungkin bukan sekadar tipu daya tetapi,
sebaliknya, suatu roh atau bicara palsu yang
menggantikan Roh Kudus atau terbitan dari
Allah, dan yang mana Kristus merupakan
wakilnya sebagai logos.
Mukasurat 19
Dengan itu, dua sistem propaganda itu adalah
Alkitab sebagai nubuatan yang diwahyukan
pada satu pihak serta sistem-sistem pagan,
kultus-kultus dan petunjuk-petunjuk misteri di
pihak yang satu lagi. Oleh itu, kita boleh
mendapat pemahaman yang lebih baik tentang
pandangan kuno terhadap kosmologi syurgawi
dari sejarah dan arkeologi.
Sistem Mithras memperlihatkan simbolisme
pembunuhan lembu jantan di mana Perseus
membunuh lembu jantan dengan sistemsistem bintang yang lain memerhatikannya
atau berkait dengannya. Taipologi Mithras ini
sebenarnya adalah suatu pengamatan sistem
syurgawi, bukan seperti mana pada abad
pertama, seperti yang mungkin dijangkakan,
tetapi
sebaliknya
beberapa
milenium
sebelumnya. Oleh itu, mitos ini adalah purba
dan membayangkan pemahaman tentang
perang-perang di syurga berabad-abad
sebelum kelahiran Kristus.
Kita dapat simpulkan dari simbolisme tersebut
apakah divisi-divisi syurgawi yang dikaitkan
dengan pemberontakan itu. Kerub berkepala
manusia itu adalah Iblis (Satan). Dia telah
cuba menggantikan Bapa. Dengan cara yang
sama Ruben, anak sulung Israel, telah
menodai tempat tidur bapanya untuk cuba
menggantikannya dan telah kehilangan hak
kelahirannya. Iblis telah mengambil sepertiga
dari bani syurgawi itu dan bukan hanya satu
kuadran. Oleh itu, penglibatan sebahagian
sistem lain diusulkan. Siapa mereka ini dapat
dikenalpasti dari sejarah.. Pemahaman kultuskultus misteri dari sistem-sistem Mithras dan
Aion telah sentiasa menggambarkan Aion
dengan seekor ular berlingkar di sekeliling
Aion itu dan kepala ular itu lebih atas dari
kepala Aion (lihat karya D. Ulansey The
Origin of the Mithraic Mysteries, Oxford
University Press, New York, 1989, plat-plat
1.4, 3.5, 5.2, 7.15). Dengan itu, kita mungkin
dapat simpulkan dari kultus-kultus misteri itu
serta
legenda-legenda
yang
dikaitkan
dengannya berkenaan sistem Aion itu bahawa
elemen kedua dari pemberontakan itu adalah
sistem Aion atau kepala singa.
Ini diperkukuhkan lagi oleh sebilangan
kelainan pada simbolisme itu. Aion juga
dikaitkan dengan watak Gorgon. Juga, sistem
berkepala manusia ini digambarkan oleh ular
Mukasurat 20
yang berlingkar dengan kepala singa pada
dadanya (Ulansey, ibid., plat 7.19). Gorgon
digambarkan sebagai pihak bertentangan
dengan Aion secara lazimnya (Ulansey,
halaman 33 dan seterusnya). Nampaknya
Gorgon adalah perwakilan bahagian separuh
lagi sistem Aion itu. Gorgon adalah elemen
yang berlawanan. Ini diterangkan dalam
ertikata alkitab sebagai pemberontakan atau
perpecahan kuadran kedua di mana
sebahagian daripadanya telah menyertai Iblis
di dalam pemberontakan itu. Dengan itu,
legenda Gorgon dan Perseus mempunyai
kaitan dengan pemberontakan di syurga itu.
Iblis-Perseus dan Aion memberontak dan
terdapat konflik dalaman di dalam sistem
Aion itu sendiri.
Tidak terbatas kepada mitos-mitos yang tiada
aplikasinya kepada model alkitab itu, mitosmitos pagan itu sebenarnya adalah pembalikan
peperangan di syurga yang digambarkan dari
sudut pandangan bertentangan. Justeru itu,
maklumat ini mempunyai kepentingan yang
lebih besar ke atas pemahaman struktur
syurgawi itu.
Zodiak dikaitkan dengan Aion (plat 7.15 dadn
juga plat Mithras 7.18) di mana ia muncul dari
telur
sistem-sistem
timur.
Ulansey
berpendapat bahawa kita berhadapan dengan
satu simbolisme Mithraic-Orphic-Aionic
(halaman 122). Misteri-misteri Orphic juga
dikaitkan dengan Chronos dan Phanes
berkaitan waktu/masa. Ukiran Orphic Modena
menggambarkan Phanes dililiti oleh ular itu
iaitu Chronos, yang memecah keluar dari telur
kosmik itu (Ulansey, rajah 7:17) yang patut
dibandingkan dengan dewa Mithras berkepala
singa yang standard. Ulansey mengatakan
bahawa apa yang kelihatan seperti:
perbezaan antara kedua watak ini lenyap apabila
kita menyedari, sebagai contohnya, bahawa zodiak
yang mengelilingi Orphic Phanes juga muncul pada
tubuh dewa berkepala singa itu...dan bahawa
kepala singa watak Mitras itu muncul pada dada
dewa Orphic. Malahan telur dari mana Phanes
tersebut dilahirkan nampaknya dicerminkan oleh
bola glob atas mana watak Mithras berkepala singa
itu berdiri. Sesungguhnya kita mengetahui dari satu
inskripsi yang diukir pada ukiran Modena itu
bahawa walaupun asalnya adalah Orphic, pada satu
ketika ia telah dimiliki oleh seorang bakal anggota
Mithraic (halaman 120).
Ulansey mengatakan bahawa identifikasi
antara Mithras dan Phanes...juga jelas
Kerajaan Tuhan [174]
dibuktikan oleh suatu inskripsi yang ditemui
di Rom yang dipersembahkan kepada ZeusHelios-Mithras-Phanes (halaman 121).
Aion atau dewa waktu Hellenistik jelas sekali
dikenalpasti dengan sistem ini serta zodiak itu
(ibid.).
Sistem Mithras serta zodiak yang dikaitkan
dengannya dan dengan misteri-misteri Babilon
merupakan satu gambaran bertentangan dari
model alkitab itu. Kita dapat membentuk
zodiak itu mengikut suku-suku alkitab dan
kita akan lihat suatu model yang serupa tetapi
berlainan kepada struktur yang dicamkan
dengan lokasi suku-suku itu dan simbolsimbol yang dikaitkan dengan mereka. Subjek
ini memerlukan penelitiannya sendiri dan akan
dikaji kemudiannya.
Kultus-kultus misteri yang telah menyelinap
masuk ke dalam Kekristianan melalui sistem
Roma itu sendirinya mewakili gambaran
Hellenistik tentang struktur syurgawi itu
seperti mana ia difahami dari zaman-zaman
selepas zaman banjir. Ini menunjukkan
perang-perang serta kosmologi itu dari sudut
pandangan mereka. Pandangan kosmologi ini
masih wujud lagi hari ini di dalam masyarakat
moden.
Pengaturan Ciptaan Fizikal
Tanggungjawab ke atas ciptaan fizikal itu
telah diperuntukkan Tuhan kepada bani
syurgawi. Anak-anak Allah diperuntukkan
bangsa-bangsa itu menurut bilangan mereka
yang dari tradisinya adalah tujuh puluh kerana
secara tradisionalnya terdapat tujuh puluh
bangsa di dalam pembahagian yang dilakukan
Tuhan itu. Teks ini ditemui di dalam Ulangan
32:8.
Ulangan 32:8 Ketika Sang Mahatinggi membagibagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika
Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia
menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut
bilangan anak-anak Allah. (RSV)
Istilah Anak-anak Allah (beny Eliym) ditemui
di dalam teks-teks Ibrani bagi 32:8 di dalam
Skrol-skrol Laut Mati (DSS). LXX
menuliskan teks itu sebagai malaikat-malaikat
Tuhan (aggelon Theou). Kita tahu dari bukti
sejarah bahawa Teks Masoretik (MT) telah
diubah beberapa lama selepas Kristus
sehingga mencatatkan anak-anak Israel. Teks
Kerajaan Tuhan [174]
itu terbawa ke dalam KJV, namun ia dapat
dibuktikan tidak betul, dengan adanya LXX
serta penemuan DSS yang saling menyokong
dan mengesahkan. Sebabnya kenapa MT telah
diubah nampaknya adalah untuk membataskan
konsep Ketuhanan. Tidak kira apa yang
dikatakan teks ini, dari Perjanjian Lama,
diketahui adanya pelbagai anak-anak Tuhan di
mana Kristus adalah salah satunya sebelum
penjelmaannya sebagai manusia.
Seperti yang telah kita lihat, Anak-anak Allah
disusun ke dalam suatu struktur kerajaan. Ini
digelar sebagai Sidang Elohim atau Sidang
Tuhan-tuhan Keadilan (lihat juga Sabourin,
ibid.).
Mazmur merujuk kepada elohim dalam
ertikata plural di dalam banyak ayat. Elohim
Israel adalah antara Sidang ini (Mazmur 82:1)
dan
Sidang
ini
diperluaskan
untuk
memasukkan manusia (Mazmur 82:6). Umat
pilihan akan menjadi keluarga raja dan dengan
itu, elohim, seperti mana Malaikat Yahovah
yang mengepalai mereka (Zakharia 12:8).
Maka, Malaikat Yahovah adalah seorang
Elohim (Kejadian 48:15-16; Zakharia 12:8;
lihat juga karya Malaikat YHVH [024]). Bila
saja elohim atau anak-anak Tuhan diutus
kepada manusia, mereka digelar utusanutusan. Ini adalah malak dalam bahasa Ibrani
atau aggelon di dalam bahasa Yunani.
Perkataan malaikat (angel) sekadar bermakna
utusan. Malaikat-malaikat ini dipanggil
Elohim, dan juga Yahovah, kerana mereka
adalah utusan-utusan bagi Sidang itu dan bagi
Allah Maha Tinggi atau Yahovah Semesta
Alam. Malaikat Yahovah telah digelar Tuhanyang-melihat oleh Hagar (Kejadian 16:7-13),
maka begitulah teks Perjanjian Baru pada
Wahyu 2:18, 25. Dia disebutkan sebagai
Elohim dan Malaikat Yahovah secara berganti
(Kejadian 21:17-20).
Gelaran Yahovah adalah gelaran yang
diagihkan yang dibentuk dari nama Yahovah
Semesta Alam iaitu Allah yang esa. Malaikat
Yahovah muncul bagi pihak Allah yang Maha
Esa, yang Maha Kuasa iaitu Allah Bapa
(contohnya Kejadian 17:1-3; 2Korintus 6:18;
Wahyu 15:3; 19:15 RSV; 21:22) yang tidak
pernah dilihat sesiapapun (1Timotius 6:16;
Yohanes 1:18; 17:3; 1Yohanes 5:20). Di
dalam Kejadian 18:2-3, tiga makhluk muncul.
Ketiga-tiganya disebut sebagai Yahovah.
Mukasurat 21
Dalam Kejadian 18:16-22, salah seorang
makhluk ini yang bergelar Yahovah tinggal
bersama Abraham setelah dua yang lain
berangkat ke Sodom. YHVH ini kemudiannya
merujuk kepada YHVH dalam bentuk pihak
ketiga sebagai memberkati Abraham, lantas
menunjukkan adanya pelbagai makhluk yang
membawa gelaran Yahovah.
Makhluk-makhluk yang dipanggil YHVH itu
dirujukkan di dalam bab 19 sebagai malak
atau malaikat (Kejadian 19:18 RSV;
perhatikan bahawa ini adalah salah satu dari
134 pengubahan kata Yahovah kepada Adonai
oleh Sopherim). Malaikat Yahovah dipanggil
sebagai Elohim dan Yahovah di pelbagai
tempat di dalam Perjanjian Lama (lihat karya
Malaikat YHVH [024]). Dia adalah Tuhan
kepada Rumah Allah (El Bethel; Kejadian
28:11-21; 31:11-13). Elohim telah dilantik
sebagai elohim atau Imam Besar ke atas
rumah Allah (Mazmur 45:6-7; Ibrani 1:8-9;
3:6; 10:21). Dia memberkati Abraham dan
Ishak, seperti mana Ismael telah diberkati oleh
Malaikat Yahovah, iaitu Allah yang melihat
(Kejadian 35:1-13). Dia adalah muka Tuhan
yang dikenalpasti sebagai seorang elohim.
Namun Hosea jelas mengatakan bahawa dia
adalah elohim dan seorang malaikat serta
elohim bani syurgawi (Kejadian 32:24-30;
Hosea 12:3-5). Elohim angkatan syurgawi ini
(ha Sabaoth) adalah panglima Bala Tentera
Tuhan (atau tentera-tentera Syurga) yang
disebutkan di dalam Yosua 5:15 (lihat juga
Matius 24:30-31); 1 Tesalonika 4:16; Yudas
14; Wahyu 19:13-14). Dia membuatkan
Yosua menanggalkan kasutnya seperti mana
dia telah menyuruh Musa menanggalkan
kasutnya ketika dia menyampaikan hukum itu
kepadanya di Sinai. Dia dipanggil sebagai
Malaikat Tuhan atau Yahovah dan, di sini,
seorang malaikat sebagai Panglima Bala
Tentera Tuhan (iaitu Panglima Angkatan
Syurgawi).
Malaikat
Yahovah
telah
memimpin Israel dalam padang gurun. 1
Korintus 10:1-4 mengenalpasti makhluk ini
sebagai Kristus seperti juga Stefanus pada
Kisah 7:30-38.
Malaikat di dalam semak duri itu
memperkenalkan dirinya sebagai Elohi atau
Tuhan kepada Abraham, Ishak dan Yakub
yang
merupakan
Malaikat
Pelepasan
(Kejadian 48:15-16). Malaikat YHVH digelar
sebagai Yahovah dan Elohim, dan gelaran-
Mukasurat 22
gelaran ini saling berganti (dari Keluaran 3:16,10-12). Dia juga adalah Yahovah sebagai
Malaikat Tuhan di dalam awan (Keluaran
13:21; 14:19,24). Malaikat ini, yang telah
memimpin Israel melalui laut, adalah Kristus
(1Korintus 10:1-4).
Zakharia 2:8 menunjukkan bahawa Yahovah
Semesta Alam mengutus makhluk ini kepada
bangsa-bangsa yang merosakkan Israel.
Malaikat di dalam Zakharia 2:3-9 ini adalah
Mesias sebagai Yahovah dan diutus oleh
Yahovah Semesta Alam.
Ianya patut jelas sekarang bahawa Anak-anak
Tuhan dianugerahkan kuasa serta kedudukan
mereka oleh Allah. Mereka duduk sebagai
suatu Sidang dengan Allah Maha Tinggi
sebagai tumpuan penghormatan dan dengan
Mesias sebagai Imam Besar (Mazmur 86:8;
95:3; 96:4,5; 97:7,9; 135:5; 136:2; 138:1;
Wahyu 4:1 hingga 5:14).
Makhluk-makhluk ini adalah Sidang dalaman.
Sidang dalaman ini mempunyai tiga puluh
makhluk. Ianya terdiri dari dua puluh empat
tua-tua di bawah Imam Besar itu yang
merupakan Anak Domba atau Mesias. Sidang
itu mempunyai empat makhluk binatang yang
nampaknya
mempunyai
fungsi-fungsi
pentadbiran dan berhubung untuk mengawal
keadaan di dalam Angkatan syurgawi. Ini
akan dikaji kemudiannya di dalam siri ini
(Wahyu 4:1 hingga 5:14).
Penghitungan bagi yang tiga dan tiga puluh di
dalam Israel di bawah Daud (1 Tawarikh
11:12, 15) juga nampaknya melambangkan
elohim dalaman itu sebagai suatu struktur
pentadbiran, dengan Kristus, Musa dan Elia
(dari Markus 9:4) di atas tiga puluh itu.
Justeru itu, Allah adalah pusat Sidang
tersebut. Dia berkongsi kuasa dengan Kristus
dan Angkatan syurgawi melalui Roh Kudus.
Iblis merupakan salah seorang dari dua Kerub
yang Menutupi. Empat makhluk hidup serta
Sidang itu menjalankan fungsi mereka di
dalam bani syurgawi yang berkaitan dengan
pentadbiran dan pengadilan. Seluruh bani
syurgawi dihubungkan langsung kepada
Tuhan melalui Roh Kudus. Oleh itu, kepala
setiap manusia adalah Kristus dan kepala
Kristus adalah Allah (1 Korintus 11:3). Ini
juga dicerminkan di dalam bani syurgawi.
Kerajaan Tuhan [174]
Maka fungsi-fungsi penentuan Sidang itu
tidak bersifat hierarki.
Mesias telah dilantik sebagai Imam Besar
melebihi teman-teman sekutunya (Mazmur
45:6-7; Ibrani 1:8-9). Dia telah datang untuk
menebus manusia serta mendamaikan
penciptaan kepada Tuhan. Ini termasuklah
bani syurgawi itu. Alkitab cukup jelas bahawa
Kristus mempunyai asal yang sama seperti
semua kita ((enos pantes KJV dan RSV; lihat
Marshall’s Interlinear enos = satu; pantes =
pastinya, dalam setiap cara; lihat Thayer,
halaman 476, mereka dari satu sepenuhnya
dalam semua segi. NIV menterjemahkannya
sebagai dari keluarga yang sama untuk
menghadkan implikasi-implikasinya). Dia
yang menguduskan dan mereka yang
dikuduskan mempunyai asal yang sama
(Ibrani 2:11). Kristus menyatakan bahawa dia
tidak malu untuk mengumumkan nama kita
sebagai anak-anak yang Tuhan berikan
kepadanya. Dia mengisytiharkan kita sebagai
saudara-saudaranya
kepada
saudarasaudaranya
sambil
memuji-muji
kita
(literalnya, menyanyikan lagu pujian kita)
(Mazmur 22:22). Dia melakukan ini di dalam
gereja (ecclesias) atau jemaat (SHD 6951
qâhâl perkumpulan dari segi ketenteraan)
saudara-saudaranya, kerana dia percaya pada
Allah yang tidak menutupi mukaNya
daripadanya (Ibrani 2:11-13; rujuk Mazmur
22:22-24; 2 Samuel 22:3; Yesaya 8:18; lihat
juga Green's Interlinear Bible). Ibrani 2:16
ditafsirkan sebagai dia tidak mengambil sifat
para malaikat di dalam KJV. Namun kita lihat
bahawa mereka sememangnya adalah saudarasaudaranya, seperti juga kita. RSV
menafsirkan ayat ini dengan lebih tepat
sebagai:
Sebab
sesungguhnya,
bukan
malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi
keturunan Abraham yang Ia kasihani. Kristus
telah diutus kepada manusia untuk menebus
umat dunia ini sebagai anak-anak Abraham.
Angkatan syurgawi yang taat sudahpun
membuktikan diri mereka. Untuk apa, sebagai
anak-anak Allah dan saudara-saudara Kristus,
mereka memerlukan kehadiran Kristus?
Penebusan itu seharusnya dilakukan di antara
manusia sebagai darah daging. Untuk
melakukan itu Kristus sebagai Imam Besar
terlantik, harus meninggalkan posisinya dan
hidupnya, percaya pada Allah. Dia harus
menunjukkan
kesetiaannya
dan
kepercayaannya dan kelayakannya untuk
Kerajaan Tuhan [174]
mewarisi Keimamatan Besar serta Kerajaan
itu. Dia perlu melepaskan nyawanya dan mati,
dan hanya sebagai manusia saja semua ini
dapat terlaksana. Dia menguduskan kita, serta
bani syurgawi, dan menebus kita dan bani
syurgawi itu kepada Allah (lihat juga Wahyu
4:1 hingga 5:14, khususnya 5:5-14).
Alkitab manakah yang menegaskan bahawa
Kristus adalah dari asal atau maksud yang
berlainan dari bani syurgawi itu serta kita
semua yang merupakan hasilan dari Bapa?
Bukankah kita semua mempunyai satu Bapa,
pencipta kita (Maleakhi 2:10)? Kristus
bukanlah Allah Maha Esa, Eloah Allah Maha
Tinggi (Ulangan 32:8; Amsal 30:4-5; Yohanes
17:3).
Kristus adalah Tuhan tunggal yang dilahirkan
(Yohanes 1:18) yang diurapi sebagai elohim
melebihi teman-teman sekutunya (Mazmur
45:6-7; Ibrani 1:8-9). Istilah monogenes theos
atau Tuhan tunggal yang dilahirkan (lihat di
atas) dituliskan sebagai anak tunggal oleh
pihak Trinitarian dan Binitarian. Kristus
adalah salah seorang dari Anak-anak Tuhan
tetapi dia satu-satunya yang telah melepaskan
posisi dan rupabentuknya dan menjadi
manusia (Filipi 2:6-8 RSV) sebagai elohim
atau theos tunggal yang dilahirkan (rujuk
karya Pra-Kewujudan Yesus Kristus [243]).
Sehingga waktu itu, dia adalah yang pertama
atau prõtotokos dari segala makhluk (Kolose
1:15). Dia telah ditakdirkan menjadi yang
pertama dari orang mati (Kolose 1:18). Dialah
permulaan penciptaan Tuhan (Wahyu 3:14).
Tuhan membawanya ke dalam dunia (Ibrani
1:6). Dialah elohim atau theos tunggal yang
dilahirkan tetapi juga pertama diciptakan dan
pertama dari orang mati. Dia telah mencapai
posisi Anak Allah yang berkuasa dari
kebangkitannya dari mati (Roma 1:4).
Persoalan pengangkatan sebagai anak tidak
timbul dengan sebarang Elohim bani syurgawi
itu. Mereka semuanya adalah Anak-anak
Tuhan melalui perluasan Roh Kudus (lihat
karya-karya Roh Kudus [117] dan Satu
Bersama dengan Bapa [081]).
Pemberontakan itu menampakkan ramai dari
Anak-anak Tuhan jatuh dari kuasa dan darjat
mereka. Mereka memegang Roh Kudus itu
sama seperti kita, iaitu melalui rahmat Tuhan.
Mukasurat 23
Kristus memegang kuasa ini dari rahmat
Tuhan.
Elohim Israel, iaitu Yesus Kristus, telah
diurapi sebagai elohim oleh elohimnya
sehingga melebihi rakan-rakan sekutunya
(Ibrani 1:8-9; rujuk Mazmur 45:6-7).
Penegasan oleh Binitarianisme bahawa
Kristus adalah salah satu dari dua Allah yang
merupakan Tuhan-tuhan sejati sejak dari
permulaan, sama-sama abadi dan setara,
adalah bertentangan dengan Alkitab. Kristus
dan penciptaan mempunyai satu asal, iaitu
mereka adalah ciptaan Allah yang maha esa
yang telah mengutus anakNya Yesus Kristus
untuk menebus penciptaan tersebut (Yohanes
17:3; 1Yohanes 5:20). Tiada seorangpun
manusia yang pernah melihat Tuhan atau yang
akan melihat Tuhan kerana Dia tinggal di
dalam terang yang tidak boleh dihampiri dan
tidak dapat dilihat oleh manusia. Dia seorang
sahaja yang abadi (Yohanes 1:18; 1Timotius
6:16).
Jemaat awal memiliki pandangan sedemikian,
namun ia ditafsirkan sebegitu cara hingga
memberi
gambaran
pengangkatan
(adoptionism).
Karya The Shepherd of Hermas pada lewat
abad pertama atau awal abad kedua, pada
mulanya dimasukkan bersama kanun agama
dalam banyak bahagian Jemaat (lihat karya
Alkitab [164]). Irenaeus, dari sekolah
Yohanes, menyatakannya sebagai ajaran
Alkitab. Ia berbunyi (lihat see Sim. v. dan ix,
1,12) dalam kata-kata Harnack (Hist. of
Dogma [eng. tr.] I. 191 n.; rujuk Burn
Adoptionism, ERE, Vol. I, halaman 103).
'Roh Kudus – tidak pasti sama ada Dia dikenalpasti
sama dengan Kepala malaikat utama – dianggap
sebagai Anak Tuhan yang pra-wujud, yang lebih
tua dari penciptaan, bukan itu saja tetapi
merupakan penasihat Allah pada penciptaan.
Penebus adalah manusia saleh itu yang dipilih
Tuhan, dengan siapa Roh Tuhan itu bersatu. Oleh
kerana Dia tidak mencemari Roh, tetapi terus
menjadikanNya
sebagai
temanNya,
dan
melaksanakan pekerjaan yang diberikan Tuhan
yang telah memanggilNya, bukan itu saja tetapi
melakukan lebih dari yang diperintahkanNya,
melalui dekri Ilahi, Dia telah diangkat sebagai
seorang anak dan ditinggikan kepada [megale
ezousia kai kuriotes]'
Di sini kita lihat pandangan yang diajukan
oleh Harnack yang menggabungkan Kristus
Mukasurat 24
yang pra-wujud dan Roh Kudus, lantas
menjadikan mereka bersama sebagai Kepala
Malaikat
Utama
yang
kemudiannya
digabungkan dengan anak manusia Maria. Ini
adalah suatu pandangan salah terhadap
struktur alkitab itu dan juga Shepherd of
Hermas. Jemaat awal mempunyai pandangan
bahawa Kristus adalah seorang Anak Tuhan
dan juga Kepala Malaikat Yahovah yang
disebutkan di dalam Perjanjian Lama. Mesias
difahamkan adalah Mikhael oleh Yehuda dan
beberapa cabang Jemaat awal itu (rujuk
Daniel 10:13,21; 12:1; Yudas 9; Wahyu 12:7).
Implikasi-implikasi nama itu serta fungsifungsi Raphael juga dapat dikaitkan dengan
Mesias. Raphael ringkasnya bermakna Allah
telah menyembuhkan. Khabar kebangkitan itu
juga diimplikasikan di dalam nama itu dan
tanggungjawab-tanggungjawab tersebut juga
berkait dengan apa yang ada pada Mesias.
Mesias bertanggungjawab ke atas roh-roh
manusia dari kebangkitan dan pengadilan.
Pemahaman tentang aktiviti ini sekurangkurangnya wujud di dalam umat Ibrani kuno.
Ahli-ahli teologi, dan nampaknya Harnack
sendiri, telah salahfaham tentang hubungan
antara Roh Kudus dan Anak-anak Tuhan.
Dalam setiap kes mereka cuba menjadikan
agar hanya seorang Anak Tuhan sahaja yang
wujud sebelum penciptaan fizikal dan
penjelmaan kepada manusia itu, sedangkan itu
bukan ajaran alkitab dan tidak benar (Kejadian
6:4; Ayub 1:6; 2:1; 38:4-7). Mereka gagal
memahami bahawa Roh Kudus adalah kuasa
Tuhan yang menyalurkan keanakan serta
kudrat Tuhan ke atas semua, di syurga dan di
dalam umat pilihan. Kita semua mengambil
bahagian dari kudrat ilahi itu (2Petrus 1:4).
Anak-anak Tuhan adalah satu aturan makhlukmakhluk seluruhnya di mana Kristus adalah
satu dari antara banyak makhluk-makhluk ini.
Mereka nampaknya melanjut kepada suatu
struktur lebih besar dari Sidang itu, dengan
bilangan satu ribu. Ayub mengatakan bahawa
seorang dari seribu ini akan menebus manusia
(Ayub 33:23-34). Angkatan syurgawi diutus
sebagai utusan-utusan. Mereka adalah
saudara-saudara kita (Wahyu 12:10). Kita
akan setara dengan mereka di dalam Kerajaan
itu (Lukas 20:36). Kita akan menjadi anak-
Kerajaan Tuhan [174]
anak Tuhan (Matius 5:9) dan elohim (atau
theoi) (Zakharia 12:8; Yohanes 10:34-36) dan
Alkitab tidak boleh dibatalkan.
Anak-anak Tuhan yang kita kenali sebagai
angkatan malaikat itu telah dijadikan roh-roh
pelayanan kepada kita (Ibrani 1:14) agar kita
dapat mewarisi Kerajaan Tuhan. Tidak
mereka mahupun kita dikurangkan oleh
aktiviti Tuhan ini. Anggapan sebegitu adalah
propaganda Iblis.
Penegasan tentang Malaikat Yahovah sebagai
seorang Elohim adalah tetap di sepanjang
Perjanjian Lama dan diperkukuhkan oleh
Perjanjian Baru.
Umat pilihan manusia dianugerahkan roh
pengangkatan, selaku anak-anak Tuhan, yang
terjadi akhirnya dengan penebusan tubuhtubuh kita (Roma 8:15,23; 9:4; Galatia 4:5
Efesus 1:5; lihat karya Lahir Kembali [172]).
Manifestasi akhir Anak-anak Tuhan masih
belum terjadi dan kita menunggu untuk fasa
itu pada kebangkitan nanti (Roma 8:19-23).
Oleh itu, Anak-anak Tuhan meluas kepada
seluruh fasa penciptaan.
Ianya tidak masuk akal untuk mencadangkan
bahawa Angkatan syurgawi itu bukanlah
Anak-anak
Tuhan,
sama
seperti
mencadangkan yang kita bukan dan tidak akan
menjadi Anak-anak Tuhan yang berkuasa dari
kebangkitan dari mati seperti mana dengan
Kristus (Roma 1:4). Bani syurgawi adalah
Anak-anak Tuhan sejak dari penciptaan
mereka. Kita adalah anak-anak dari
pengangkatan kita. Mereka telah memiliki
Roh Kudus sejak dari mula. Kita
menerimanya dari pembaptisan kita. Setiap
satu menerimanya oleh rahmat Allah. Kristus
sama-sama bergantung pada Allah untuk
hidup kekal seperti juga kita semua. Kita
semua mempunyai satu asal, iaitu Eloah Allah
yang Maha Esa (lihat karya-karya Roh Kudus
[117]; Mengenai Keabadian [165]; Ketuhanan
Kristus [147]; dan Pra-Kewujudan Yesus
Kristus [243]).

Kerajaan Tuhan [174]
Mukasurat 25
Download