BERITA NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
No.1462, 2013
KEMENTERIAN
PEKERJAAN
UMUM.
Penyediaan Air Minum. Sistem. Kebijakan.
Strategi.
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 13/PRT/M/2013
TENTANG
KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
: a.
b.
c.
bahwa dalam rangka peningkatan pelayanan air
minum, perlu dilakukan pengembangan sistem
penyediaan air minum yang bertujuan untuk
membangun, memperluas, dan/atau meningkatkan
sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan,
manajemen, keuangan, peran masyarakat, dan
hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk
melaksanakan penyediaan air minum kepada
masyarakat menuju keadaan yang lebih baik dan
sejahtera;
bahwa berdasarkan Pasal 24 ayat (1) Peraturan
Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum,
Pemerintah menyusun dan menetapkan Kebijakan
Dan Strategi Nasional Pengembangan SPAM setiap 5
(lima) tahun sekali;
bahwa Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
20/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum perlu
disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan
masyarakat;
www.djpp.kemenkumham.go.id
2013, No.1462
2
d.
Mengingat
: 1
2.
3.
4.
5.
6.
7.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c,
perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005
tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2005 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4490);
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 6409) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008;
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007
tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara
Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4737);
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20087
Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4833);
Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008
tentang Pengelolaan Sumber Daya Air (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4858);
Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2008
tentang Pedoman Pemberian Insentif dan Pemberian
Kemudahan Penanaman Modal di Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 88,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4861);
Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2009 tentang
Pemberian Jaminan dan Subsidi Bunga oleh
Pemerintah Pusat dalam rangka Percepatan
Penyediaan Air Minum;
www.djpp.kemenkumham.go.id
2013, No.1462
3
8.
Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan Organisasi Kementerian Negara
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir
dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2013;
9. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
2010-2014;
10. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang
Kedudukan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara
Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, dan
Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2013;
11. Peraturan
Menteri
Pekerjaan Umum
Nomor
02/PRT/M/2010
tentang
Rencana
Strategis
Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum Nomor 23/PRT/M/2010;
12. Peraturan
Menteri
Pekerjaan Umum
Nomor
08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Pekerjaan Umum;
13. Peraturan
Menteri
Pekerjaan Umum
Nomor
14/PRT/M/2010
tentang
Standar
Pelayanan
Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
: PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG
KEBIJAKAN
DAN
STRATEGI
NASIONAL
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.
Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan
Air Minum yang selanjutnya disingkat KSNP-SPAM adalah pedoman
untuk penyelenggaraan pengembangan sistem penyediaan air minum
bagi
pemerintah
pusat,
pemerintah
provinsi,
pemerintah
kabupaten/kota, badan usaha, dan masyarakat.
2.
Air Minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses
pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat
www.djpp.kemenkumham.go.id
2013, No.1462
4
kesehatan dan dapat langsung diminum.
3.
Penyediaan Air Minum adalah kegiatan menyediakan air minum
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan
kehidupan yang sehat, bersih dan produktif.
4.
Sistem Penyediaan Air Minum yang selanjutnya disebut SPAM adalah
satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non-fisik dari prasarana dan
sarana air minum.
5.
Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun,
memperluas dan/atau meningkatkan sistem fisik (teknik) dan nonfisik (kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat, dan
hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan
air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.
6.
Penyelenggaraan
Pengembangan
SPAM
adalah
kegiatan
merencanakan, melaksanakan, konstruksi, mengelola, memelihara,
merehabilitasi, memantau, dan/atau mengevaluasi sistem fisik
(teknik) dan non-fisik penyediaan air minum.
7.
Penyelenggara Pengembangan SPAM yang selanjutnya disebut
Penyelenggara adalah badan usaha milik negara, badan usaha milik
daerah, Unit Pelayanan Teknis Daerah/Badan Layanan Umum
Daerah, koperasi, badan usaha swasta, Badan Usaha Milik Desa,
dan/atau kelompok masyarakat yang melakukan penyelenggaraan
pengembangan SPAM.
8.
Badan Usaha Milik Negara yang selanjutnya disingkat BUMN adalah
badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki
oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari
kekayaan negara yang dipisahkan yang dibentuk khusus sebagai
Penyelenggara.
9.
Badan Usaha Milik Daerah yang selanjutnya disingkat BUMD adalah
badan usaha yang pendiriannya diprakarsai oleh Pemerintah Daerah
dan seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh daerah
melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan
daerah
yang
dipisahkan
yang
dibentuk
khusus
sebagai
Penyelenggara.
10. Koperasi adalah kumpulan orang yang mempunyai kebutuhan yang
sama dalam sektor ekonomi atau sosial budaya dengan prinsip
demokrasi dari anggotanya dan yang dibentuk khusus sebagai
Penyelenggara.
11. Badan Usaha Swasta adalah badan hukum milik swasta yang
dibentuk khusus sebagai Penyelenggara sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
www.djpp.kemenkumham.go.id
2013, No.1462
5
12. Masyarakat adalah kumpulan orang yang mempunyai kepentingan
yang sama yang tinggal di daerah dengan yurisdiksi yang sama.
13. Unit Pelaksana Teknis Daerah yang selanjutnya disingkat UPTD
adalah unsur pelaksana tugas teknis pada dinas dan badan di
daerah.
14. Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD
adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Unit Kerja pada Satuan
Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah yang
dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa
penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan
mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan
pada prinsip efisiensi dan produktivitas.
15. Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUMDes, adalah
usaha desa yang dibentuk/didirikan oleh pemerintah desa yang
kepemilikan modal dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah
desa dan masyarakat.
16. Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan Pemerintahan
di Bidang Pekerjaan Umum.
Pasal 2
(1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi
pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota,
Penyelenggara,
dan
pemangku kepentingan
lainnya
dalam
melaksanakan
penyelenggaraan
pengembangan
SPAM
yang
berkualitas.
(2) Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:
a. menyelesaikan
SPAM;
permasalahan
dan
tantangan
pengembangan
b. menyelenggarakan
sistem
fisik
(teknik)
dan
non
fisik
(kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat, dan
hukum) dalam kesatuan yang utuh dan terintegrasi dengan
prasarana dan sarana sanitasi;
c. memenuhi kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia secara
berkelanjutan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan
masyarakat.
Pasal 3
Ruang Lingkup Peraturan Menteri ini meliputi:
a.
Pedoman Penyusunan Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM;
b.
Skenario Pengembangan SPAM;
www.djpp.kemenkumham.go.id
2013, No.1462
6
c.
Sasaran Kebijakan; dan
d.
Rencana Tindak Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM.
BAB II
PEDOMAN PENYUSUNAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN SPAM
Pasal 4
(1) KSNP-SPAM digunakan sebagai pedoman penyusunan kebijakan dan
strategi pengembangan SPAM daerah.
(2) Kebijakan dan strategi pengembangan SPAM daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) disusun dengan memperhatikan kondisi
sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat, serta kondisi
lingkungan daerah sekitarnya.
(3) Kebijakan dan strategi pengembangan SPAM daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh pemerintah daerah dalam
bentuk peraturan kepala daerah.
(4) Kebijakan dan strategi pengembangan SPAM daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) disusun melalui konsultasi publik.
Pasal 5
Ketentuan lebih lanjut mengenai KSNP-SPAM tercantum dalam Lampiran
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
BAB VI
PENUTUP
Pasal 6
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, pemerintah provinsi dan
kabupaten/kota yang telah mempunyai kebijakan dan strategi
pengembangan SPAM daerah perlu menyesuaikan dengan ketentuan
dalam Peraturan Menteri ini.
Pasal 7
Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi
Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 8
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
www.djpp.kemenkumham.go.id
2013, No.1462
7
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 9 Desember 2013
MENTERI PEKERJAAN UMUM
REPUBLIK INDONESIA,
DJOKO KIRMANTO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 12 Desember 2013
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
AMIR SYAMSUDIN
www.djpp.kemenkumham.go.id
Download

berita negara republik indonesia